Laptop Gaming Paling Niat ?? HP HyperX OMEN 15 (YouTube Video)
Buat kalian yang pengen laptop gaming tapi bingung entah mau merek apa, entah takut jelek atau takut cepat panas kayak setrika, [musik] mungkin laptop yang bakal saya review ini bisa jadi pertimbangan yang setara. Ya udah, enggak usah meronta-ronta. Selamat menonton orang-orang desa. [musik] Hai Andika, Guys. Di sini ini adalah Hyper X Omen. Yap, Omen yang dulu kalian kenal sekarang udah berubah di N-nya. Dan berubahnya ini niat banget. Ali-ali cuman rebranding nama doang, mereka serius banget buat ngebawa banyak perubahan baru yang bakal kita bahas di review ini. Berubahnya itu beneran niat kayak program MBG yang mau diapain pun tetap niat tetap MBG nomor satu. Jadi si Hyper X ini memperkenalkan beberapa seri laptop ya, tapi yang bakal kita bahas ini versi Hyper X Omen 15 yang pakai AMD Ron AI 5240. Jadi gimana performa dengan DNA barunya Hyper X Omen ini? Langsung aja kita bahas. [musik] Oke, jadi untuk spesifikasinya seperti yang saya bilang tadi, prosesornya dia pakai AMD Ryzen 5 AI240 dengan 6 core, 12 thre dan base clock 4,3 GHz yang bisa dibost sampai 5 GHz. bukan chipset flagship atau yang paling kencang, tapi ini bisa dibilang pilihan mainstream yang solid untuk casual gamers dan content creation dengan tambahan NPU Ryzen Ei yang punya performance 16 dan dikombinasikan dengan diskrit grafik card-nya pakai Nvidia GeForce RTX 5050 dengan VAM 8 GB yang jadi perpaduan solid buat memberikan pengalaman yang makin nyaman gaming di laptop ini. Terus untuk RAM XP pakai pendekatan yang menurut saya lumayan unik ya. Memang RAM-nya itu 16 GB tapi sayangnya single channel. Nah, mungkin XP lupa kalau harga RAM itu lagi naik-naiknya. Jadi, kalau misalkan kalian mau tambah dual channel harus beli lagi RAM 16 GB 1 kepuping yang harganya kalian cek sendiri aja deh. Tapi ya kalau misalkan ada budgetnya sih wajib untuk upgrade ya biar dual channel. Nah, RAM ini ditemani dengan storage yang XP enggak pelit. Seterusnya itu kan biasanya kalau gaming sekarang di harga kondisi kayak gini ya dikasihnya 512 GB gitu 1/2 TB. Tapi XP langsung kasih kita 1 TB SSD NVME yang juga SSD kencang ini ya. Pas kita tes ris-nya itu ada di 6100 Mbps. W-nya itu di 5300-an Mbps. Tapi sayangnya slot SSD-nya itu cuman satu aja ya. Jadi kalau misalkan kalian mau upgrade ya harus ganti ke kapasitas SSD yang lebih gede. Tapi seharusnya kalau 1 TB sih udah muat untuk beberapa game triple A lah. Nah, sekarang coba kita lihat gimana perpaduan tuning dan juga kombinasi antara RAM, storage, dan juga chipsetnya untuk sintetis dulu kali ya. di sin B23. Kita coba dulu di mode skenario rata kanan ya dengan mode adapternya dicolok untuk tambahan power dan hasilnya dia dapat single core itu di 1040 dan multior-nya stabil di kisaran 12.000 [musik] poin. Nah, yang menarik ini laptop gaming sebenarnya yang biasanya kalau misalkan colokannya itu kita cabut performanya bisa turun sampai 50%. Seharusnya laptop gaming kayak gitu ya. Tapi XP ini enggak. Karena ketika colokannya ini kita cabut atau mode baterai only, single core-nya yang aneh malah naik di 1694. Tapi kalau untuk multiicor-nya sih turun ya. Tapi turunnya enggak banyak, [musik] enggak sampai 10% dengan multior-nya itu stabil di kisaran 11.100 poin. Padahal kalau kita lihat chart-nya ya ketika mode dengan adapter itu TDP-nya bisa tembus di spike-spike di 60 watt. Dan kalau mode baterai only dengan turun sekitar 10% tadi aja spek-spek-nya itu cuma di 35 wat. Jadi untuk ukuran 35 watt dapat sekitar 11.000. Multi core di sini bench R23 itu kencang banget. Nah, kalau untuk suhunya di R23 tadi dengan mode plug ya, berarti skenario rata kanan banget suhunya itu seasilnya dingin juga karena biasanya kan 95 [musik] derajat ini cuman ada di kisaran 80-an derajat celcius. Lanjut untuk hasil sintetis grafiknya kita coba stres tes. Wah, coolingnya ini ternyata gokil banget karena biasanya laptop gaming itu jarang banget lolos. Tapi dia lolos dengan skor 98,8%. Kalau untuk skor times spy, Firestrike, dan juga solar B-nya kalian bisa lihat di sini. Solar B-nya sih oke banget ya, Rp35.000 ya. Ini 5050 yang lumayan kencang lah dengan skor segini. Oke, sekarang kita tes dia sesuai dengan kodratnya ya. karena dia laptop gaming, jadi kita coba gaming di beberapa skenario. Kita mulai dulu dari game yang kompetitif kayak Valoran dan juga Dota 2. Valoran dia dapat average FPS di 121, maksimumnya [musik] di 141. Padahal ini kita main di resolusi native bawaannya ya, jadi 2,5K dengan grafiknya kita coba di mentok rata kanan. Terus Dota 2 average FPS 75 maksimumnya bisa tembus 98 juga dengan grafik best looking. Nah, yang menarik di Omen Hub ini ada yang namanya Omen AI yang fungsinya kita tinggal sekali klik aja nanti secara pintar laptopnya ini bakal mengoptimize settingan hardware-nya. Jadi, hasil FPS-nya yang [musik] dihasilkan diklaim lebih tinggi dengan settingan grafik yang sama. Dan hasilnya pas fitur ini kita nyalakan, kalian bisa lihat char ini aja perbandingannya kalau misalkan enggak nyala dan nyala. Ya, ada perbedaan sih ya. Tapi kalau dibilang yang perbedaannya jauh banget, enggak juga. Terutama di maksimal FPS-nya dengan Omen AI ini bisa dapat lebih tinggi. Kemudian di game triple A kita coba juga kita coba dulu di game booting wave dengan settingannya DLSS frame gen 4 kali grafiknya ada di quality resolusinya enggak kita turunin ya tetap di 2,5K dan average FPS dia bisa dapat 118 loh. Tring wave gila dengan maksimum FPS di 157. Terus di Resident Evil 9 kita coba resolusi 2,5K. Grafiknya ada di normal, DLSS-nya nyala, frame game-nya juga 4 kali. Hasilnya average CPS dia bisa dapat di 123, maksimumnya 145. Nah, di Cyberpunk kita coba setting high juga. DLSS-nya ada di performance, frame gain-nya ada di satu kali aja. Dia average FPS-nya bisa dapat di 42, maksimumnya 60 fps. Jadi untuk game-game triple A yang kalian mainkan sekarang ya, tanpa frame generation pun contohnya kayak Cyberpunk tadi itu masih playable dimainkan. Tapi kalau [musik] kalian nyarinya FPS yang harus diaktifkan minimal frame gen-nya dua kali lah. Nah, setelah main game tadi estafet kayak stress test time space test stress terus game kita estafet. Kita coba lihat suhu permukaannya berapa ya. Jadi ini tes yang estafet yang ekstrem banget dan hasilnya suhu tertingginya itu ada di kisaran 44 derajat Celcius. Itu ada di kisaran di bawah hint ya tepat di sh house belakang. Terus untuk bagian yang sering dipegang kayak WASD yang bakalan sering kita mainin buat game itu [musik] cuman 34 derajat. Wih. Ini adem banget. Terakhir soal baterai. Baterainya itu standarnya laptop gaming sebenarnya 70 wat hour. Tapi yang menarik pas kita tes pakai PCA dengan modern Office, dia itu bisa tahan sekitar 12 jam 40 menit. Jarang banget loh ya laptop gaming di PCM Max itu bisa tahan di atas 10 jam. Hm. Berarti emang prosesornya ini efisien tapi kencang. Setelah kita bedah performanya, sekarang kita coba bedah desainnya ya. Kita coba lihat gimana fisiknya dari laptop ini. Jadi si desain HyperX Omen 15 ini beneran redesain DNA-nya mulai dari nol. [musik] Bukan cuman modal tempel ganti logo doang. Mulai dari sasisnya yang sekarang lebih kompact dan solid yang udah certified dengan military standar 810H. Jadi kalian pakainya itu lebih worry free lah, lebih aman. Terus untuk Excel sekarang juga lebih solid. Kerasa lebih solid. Apakah dia bisa dibuka dengan satu tangan? Kita coba. Set. Wih, bisa. dannya juga udah enggak terlalu wobel kayak dulu. XP juga mengoptimalkan desain cooling di seri terbarunya ini dengan disebutnya Omen [musik] Tempest cooling system. Kalau dibongkar tampak jelas sekarang kipas coolingnya itu dibuat lebih berjarak dengan heat pipe yang lebih banyak dengan bentuk yang kayak mirip tanduk. Exhaust-nya ditiup menjauh ke belakang dengan lubang yang lebih lega karena portnya dibuat seminim mungkin di belakang. Tapi ngomong soal port sekarang bagian belakang cuma ada HDMI dan type C. Terus di bagian kiri terdapat power, USB type E, dan combock audio. Terus di seberangnya ada portland dan juga USB type E lagi. Terus di bagian keyboard Hyper X Omen 15 ini bawa teknologi yang namanya 8K High Pulling Rate Keyboard. Jadi, latency keyboard-nya ini diclaim bisa membuat lima kali reaction time kita jadi lebih cepat dengan latency-nya cuman 0,125 ms aja. Tapi ya perlu diingat ya main game itu skill kalian masih jadi faktor utama. Kalau enggak jago ya sebenarnya eman-eman [musik] fiturnya sih. Kalau gak jago pakai laptop ini mending pensiun aja lah. Jadi keyboard ini emang berguna banget buat player game kompetitif dan game ritm yang perlu serba cepat dan presisi. Terus desain Aeronya sekarang udah mulai pakai ukuran yang lebih gede jadi lebih nyaman buat ditekan tanpa perlu salah pencet karena kekecilan. Soal layar, layarnya juga udah kekinian dengan aspek rasio yang disebut biasanya dengan golden ratio 16 bing 10 yang ngasih kita 90,46 screen to body ratio. Untuk sebuah laptop 90,4 screen to body ratio itu sebenarnya baselnya tipis banget, gede banget layarnya. Panelnya juga udah 2,5K dengan refresh rate 180 Hz yang ngebuat pengalaman gaming jadi makin intens dengan visual yang lebih smooth dan untuk color akurasinya, pas kita tes adob RGB-nya juga udah di 100% dengan NTS 70%. pick brightness tipicalnya di 364 nit. Jadi, selain cocok buat nge-game, cocok juga buat konten kreatif, layarnya udah serba bisa lah. Untuk IR Comfort-nya juga udah ada Isave 2.0. Jadi intinya kalau kalian lama-lama gaming atau kerja di laptop ini enggak bikin cepat ngantuk dan pusing lah. Buat webcam enggak ada kompromi. Di XP ini webcam-nya untuk ukuran internal webcam laptop ya, dia udah kasih kita resolusi 1080p 60 fps yang kira-kira seperti ini kualitasnya. Jadi enggak ada delay sama sekali nih. Kalau kalian buat face movement, misalkan kalian lagi streaming masih oke. Cuman kalau secara kualitas memang masih ada noise ya. Tapi bisa kalian akali karena dia juga ada tups jadi ada AI-nya. Kita bisa akali dengan background effect kayak gini tuh. Jadi belakang yang tadi kelihatan noise kelihatan lebih blur seperti ini. Lanjut dari sisi software. Apa aja sih yang dibawa software dari Hyper X Omen 15 ini? Dah, karena dia pakai AMD ya, jadi ada software jelas AMD Adrenaline yang fungsinya ada banyak tuning tools untuk overclocking processor dan performance monitoring real time. Terus untuk bawaan HP-nya ada Omen Gaming Hub, sebuah ekosistem software dari HP yang punya banyak menu dan fitur. Jadi kalau mau ubah mode, FPS, boost, dan lain-lain semua bisa langsung lewat sini. Kayak fitur Omen AI tadi yang saya tunjukin kalian, fitur ini diklaim bisa mengimprove FPS kalian hingga 35% dengan satu klik aja. Tapi buat saat ini fitur Omen ini baru bisa support 10 game ya. Yang salah satunya ada Valoran dan juga Dota 2 yang udah kita demoin tadi juga. Terus yang menarik di laptop ini juga udah ada fitur fan cleaner. Jadi pas fitur ini diaktifin nanti kipasnya yang harusnya muter kayak gini dia bakalan berbalik yang fungsinya untuk membersihkan kipasnya sendiri. Jadi berkat fitur ini buat kalian yang malas maintenance laptop, malas bongkar laptop ya setidaknya maintenance-nya [musik] sekarang bisa lebih lama lah. Kalau biasanya 3 bulan kita sekarang bisa tarik lagi jadi 6 bulan. Cuman yang saya agak kurang suka ya sama Omen Gaming HP ini soal iklannya ya kayak [musik] agak ngeganggu sih ya. Tapi secara overall fiture udah oke. Cuman iklannya aja nih mungkin bisa lebih didikitin lagi. [musik] Sampai enggak ketinggalan karena dia ada Nvidia RTX. Jadi untuk penggunaan grafik bisa pakai Nvidia Apps juga buat update atau setting-setting. Jadi overall dari segi software sih dari AMD-nya ada, dari XP-nya ada, dari Nvidia-nya juga ada. Lengkap. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Hyper X Omen 15. Kesimpulannya setelah kita bedah performa, desain, dan juga lainnya, si HyperX Omen 15 ini merupakan refresh yang serius ya. Kayak bukan sekedar rebranding logo semata. Kalau kalian lihat logonya kan juga berubah ya, tapi XP juga serius membawa DNA baru dengan sistem pendingin yang baru. Keyboard dengan teknologi 8K pulling rate sebagai yang pertama juga di kelasnya dan infrastruktur termal yang dirancang dengan matek. Keunggulan utamanya terletak pada manajemen termal yang solid bahkan saat bermain game yang lama. Contohnya aja tadi di sini bench R23 itu cuma di 80-an derajat [musik] celcius. Padahal laptop lain itu kadang bisa tembus sampai di 95 derajat Celcius. Desainnya sekarang juga upgrade lebih solid punya sertifikasi military standar. Terus untuk permainan esport, Valoran dan Dota 2, laptop ini juga memberikan performa yang stabil di atas 110 FPS. Tapi tetap ada pertimbangan yang perlu kalian catat. Kayak contohnya kombinasi AMD dengan Ryzen 240 dan juga RTX 5050-nya memang bukan yang flagship, bukan yang 5060, bukan yang AMD versi [musik] tertinggi. Tapi kalau untuk content creator atau gaming yang masih tipis-tipis saja, enggak yang hardcore, ini udah oke banget. Terus untuk fitur Omen AI-nya baru bisa 10 game tertentu aja. Ke depannya sih harusnya bakal bertambah ya, kita tungguin aja. Terus dihatan baterainya termasuk standar secara kapasitas 70 wat hour. Memang PC max-nya tadi gede 12 jam lebih, tapi kalau dibuat main game tetap sekitar 2 sampai 2,5 jam kadang 3 jam habis. Overall Hyper X15 ini laptop gaming tingkat menengah yang dapat diandalkan dan bisa memenuhi klaimnya lah ya. Ini bukan laptop yang revolusioner tetapi pilihan solid dengan keunggulan termal yang jelas dan juga desain yang sekarang lebih matang. Intinya kalau kalian cari laptop yang masih lumayan entry level, harganya juga lumayan entry level harusnya ya. Karena saya pas video ini saya buat saya belum tahu harganya. Nanti saya update di link di pojok bawah atau di deskripsi lah ya. Tapi harusnya karena pakai 5050 enggak yang mahal-mahal banget. Dan dengan kategori yang masih midrange, dia bisa [musik] bikin thermal yang menurut saya bagus banget untuk main game lama itu enggak throttle sama sekali. Saya and see you on the next video. bye bye
