Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF? Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH) (YouTube Video)
butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja dan kuliah. Yang satu ini mungkin bisa jadi pilihan ya. Desainnya simpel, beneran kelihatan profesional satu ini. Tapi performanya enggak bisa dipandang sebelah mata. Prosesor yang pakai Intel Core i7 14650HX yang punya 16 skore 24 tradai gaming berat sampai multitasking. Jelas mantap. Di sini GP-nya pakai Nvida GeForce RTX 5050 laptop. RAM-nya 16 GBDR5 dan storage-nya 512 GB. Layarnya IPS 16 inci 144 Hz dan udah 100% SRGB. Garansinya udah pakai garansi kelas atas dari Asus Plus VIP perfect warranty. Ya, ini adalah Asus TF Gaming 16. [musik] Kalau menurut Asus, laptop yang satu ini adalah sebuah laptop yang cocok dipakai kuliah sampai kerja. Karena memang kalau lihat spesifikasinya, laptop ini memang bakal masih bisa menjalankan berbagai game sampai beberapa tahun ke depan. Bukan cuma buat main game, laptop Asus Staff Gaming ini juga sudah terbikin game. Contohnya game Act of Bloods, buatan developer lokal yang bisa kalian coba demonya di Steam ini. Game ini di dievelop on the go menggunakan Asus TF Gaming A16, saudaranya laptop yang satu ini. Jadi, ah terbukti ya kalau seri tough gaming beneran bisa dipakai buat kerja. Durabilitas juga oke karena udah lolos pengujian military grade. Nah, udah penasaran sama laptopnya? Yuk, kita bahas spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosesor dia pakai Intel Core i7 14650 HX. Sod name-nya Raptor Lake. Litografinya Intel 7. Base power-nya di 55 watt. Dia punya total 16 core 24 red yang terdiri dari 8 performance score dan 8 effisent core. Maksimum turbo frekuensin-nya up to 5,2 GHz dan kapasitas Intel smart cas-nya di 30 MB. IGP-nya pakai Intel UHD graphics dengan 16 execution unit. Untuk RAM-nya 16 GB dar 5 sodim. Memang RAM di laptop ini hadir dengan konfigurasi single channel tapi masih ada satu slot shodim yang kosong. Jadi kita bisa upgrade ke dua channel hingga 64 GB jika diperlukan. Untuk storage-nya 512 GB SSD NVM PC Gen 4. Laptop punya total dua slot SSD M.2. Jadi kalau storage tidak kurang, kita tinggal tambah SSD-nya hingga 2 TB tanpa perlu mengganti yang udah terpasang. Untuk diabis dia pakai Nvidia Georce RTS 5050 laptop GPU. Aristornya blackwell punya total 2.560 kuda core. Viram-nya 8 GB GDDR7 maksimum GP up to 85 watt. Untuk Riv wireless-nya dia menggunakan modul Mediatch ya. Ini support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.4. Untuk kapasitas baterainya ada di 63 wat hour dan OS-nya Windows 11 Home. Oke, untuk body front factornya adalah clamp Shell atau laptop klasic materialnya polikarbonat. Untuk desain, laptop ini memiliki desain to yang modern ya. Desainnya simpel, polos, dan terasa profesional kalau mau dibawa meeting. Cover atasnya punya finishing dove dengan logo tof yang reflektif di pojok kanan atas. Untuk warnanya ini namanya adalah off black. Dimensi panjangnya 35,7 cm, lebar 25,9 cm, dan tebalnya 1,94 cm di sisi paling tipis dan 2,69 cm di sisi paling tebal. Bobot laptopnya 2,15 kg dengan charger 372 gr. Jadi total bobotnya kalau dibawa semuanya ada di 2,52 kg. Masih lumayan lah nih. Untuk layarnya panel IPS level ukuran 16 inci resolusi full HD plus atau W XGA tepatnya 1920 * 1200 pikel. Aspek rasionya udah 16 bfresh rate-nya 144 Hz. Menurut Asus layar ini punya tingkat kecaran maksimal 300 nits. Nah, dari pengujian kami tingkat kecaran maksimalnya di 328 nit, gamut cover 99,7% sRGB, dan gambut volume di 115,7% SRGB. Jadi layarnya udah oke banget kalau mau dipakai buat nonton gaming ataupun untuk content creation. Bingkai layarnya terun tipis tapi untuk bingkai atas memang terlihat sedikit lebih tebal karena ada kamera seperti biasa di area tersebut ya. Nah, untuk kamera mikrofonnya untuk kamera sayangnya ini memang resolusinya masih 720p. Kamera ini memang masih belum mendukung fitur Windows Studio Effect ya karena memang prosesornya belum punya NPU. Nah, untuk mikrofon terletak di sisi kanan dan kamera. Dan untuk kalitas kamera serta mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Asus Staff Gaming 16 yang satu ini. Untuk resolusinya dia hanya bisa sampai 720p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Oke enggak nih kualitasnya? Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon satu ini. Untuk skenarionya kita set kecepatan kipasnya di level maksimal untuk mensimulasikan kebisingan. Ya, hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Oke enggak nih kualitas mikrofonnya? Ya, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Asus Staff Gaming 16 yang satu ini. Untuk skenarionya kita set kecepatan kipasnya di level maksimal untuk mensimulasikan kebisingan ya. Hasilnya kurang lebih kayak gini. Gimana menurut kalian? Oke enggak nih kualitas mikrofonnya? Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan dua buah speaker yang mengarah ke alas laptop. Terdapat software Dolby settings yang dapat digunakan untuk mengubah preset audio dan ada equalizernya di sini. Suara yang dikeluarkan sudah lumayan lantang ya. Sementara untuk WhatsApp sudah cukup memuaskan untuk laptop gaming kelas mainstream dari Asus. Oke, untuk konektor di sebelah kiri ada satu USB 3.2 gen 1 type A, ada satu USB 3.2 gen 2 type C yang seperti output transfer data, dan power delivery 3.0. Lalu ada satu audio jack combo 3,5 mm. Di kanan ada satu USB 2.0. Di belakang ada satu USB 3.2 gen one type A dan ada satu HDMI 2.1. Lalu ada satu Ethernet port dan 1 DC in. Ini menarik ya, karena sisi kanan itu minim konektor. Jadi kalau kita pakai mouse di sisi kanan ini aman, enggak bakal keganggu kabel-kabel yang nyambung ke laptop. Untuk keyboard-nya, laptop ini menggunakan full size keyboard dengan layout standar dari t. Jadi kita bisa temukan tombol 6 pad di sisi kanan. Untuk tombolnya terasa silent dan cukup nyaman digunakan untuk bermain game maupun untuk mengetik. Tombol WASD punya key cap semi transparan yang menandakan bahwa tombol ini memang sering digunakan untuk bermain game. Tombol anak panahnya punya ukuran yang besar jadi nyaman saat ditekan. Keyboard-nya juga sudah dilengkapi dengan backlit RGB 1 zona warna yang dapat diatur melalui software Armory Crate. Nah, untuk touchpad-nya ini terletak melebar ke kanan dari tombol space bar hingga tombol control. Jadi, saat mengetik touchpad-nya pasti akan kesengol telapak tangan. Tapi tenang karena touchpad ini punya fitur palm rejection jadi kursornya tidak akan mudah bergeser saat touchpad-nya tidak sengaja tersenggol. Laptop ini beran sistem pendingin aktif dengan dua buah kipas dan tiga buah heat pipe untuk intake udara dari bawah dan ekha-nya ke arah belakang. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Di sini ada menu pengaturan profil performa pada software Armory Crate. Osiya adalah Windows, Silent, Performance, Turbo, lalu custom atau manual. Di mode custom atau manual, kita bisa atur secara manual kecepatan kipasnya. Nah, karena laptop ini datang dengan konfigurasi single channel, kita akan juga sekalian tes ya nanti ya di kondisi dua channelnya seperti apa. Kita lihat konsistensi performa dengan Sinab R23. Kita cek skor maksimalnya ya. Di mode performance, skor mampu mencapai 18.926 poin. Di mode turbo, skor bisa mencapai 20.294 poin. Dan kalau kita tes di mode manual dengan fan maksimum, skornya bisa didorong sedikit lebih tinggi ke 20.880 poin. Lalu untuk bisa dipertahankan di mode performance itu bisa di 17.000-an poin. Di mode turbo itu bisa dikisaran 20.000-an poin sampai kanan keenam. Lalu dia turun dan bertahan di kisaran 18.000-an poin. Kalau di mode manual ini skornya bagus banget ya karena dia bisa bertahan di kisaran 20.600 00 sampai 20.800-an poin. Sekarang kita lihat suhu kerjanya, Pak saat menjelankan sin band ini ya. Di mode manual dengan kecapan kipas maksimal, suhu terlihat sangat-sangat aman di bawah 69 derajat celcius. Ini keren banget ya. Bisa seadem gini tapi performanya kencang. Oke, langsung aja kita masuk ke Blender 5.0 di blender splash screen yang berat ya. Untuk CPU render dalam waktu 25 menit 50 detik tentunya itu enggak asyik ya, agak lambat. Jadi pakai GPU aja. Kita pakai GPU render dengan optik selesai dalam waktu 4 menit 13 detik saja. Ini baru kencang. Untuk suhu kerjanya kita lihat baah CPU ada di kisaran 55 sampai 60 derajat celcius. Dan untuk GPU adem banget di bawah 60 derajat celcius. Untuk Ad Premiere Pro CCI 2026 untuk 4K60 video export ya, single channel itu 4 menit 28 detik. Dua channel nice ini jadi 3 menit 45 detik kencang. Lalu untuk 10860 FPS video export single channel 1 menit 5 detik. Dua channel 1 menit 1 detik. Untuk suhu kerjanya melakukan 4K video expert suhu CPU itu adem di bawah 67 derajat celcius dan GPU adem banget di bawah 64 derajat celcius. Lanjut ke Davinci Resoft 20.1 software videoting kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Video sama ya durasinya 5 menit. Untuk 4K 60 video export single channel 12 menit 28 detik, dual channel 12 menit 10 detik. Untuk 1080p video export-nya single channel 3 menit 34 detik, dua channel 3 menit 31 detik. Kalau software yang digunakan adalah Daavin Cry Soft yang versi gratis nih ya. sepertinya lebih cocok untuk video 1080p 60 fps aja ya. Nah, untuk su kerja bersama melakukan 4K 6p exporting di dafinci suhu CP masih terlihat aman banget di kisaran 60 sampai 65 derajat celcius dengan spike beberapa kali tapi itu pun hanya ke 70 sampai 74 derajat celcius. Sedangkan SU GPU juga aman banget di kisaran 50 sampai 60 derajat celcius. Nah, untuk terima graphic skor firestrike DX11 itu ada di 25.619 poin. Time spy DX12 itu di 9.064 poin. Oke, kita langsung masuk dalam gaming test. Tapi untuk pengujian gaming, kita akan langsung pakai konfigurasi dual channel biar langsung optimal aja. [musik] Yeah. wo [musik] Nah, untuk SU kerjanya di Cyberpunk 2077 selama setengah jam, SU CPU dari kisaran 68 sampai 70 derajat Celcius dan GPU masih dari kisaran 63 sampai 68 derajat Celcius. Ini aman banget buat gaming berat berlama-lama ya. Oke untuk suhu permukaannya titik panas ada di atas tengah keyboard ini mencapai 45 derajat Celcius. Tapi ini wajar karena ini adalah area pembungaan udara panas dari dalam laptop ya. Nah untuk area keyboard bagian terpanas itu ada di tengah atas yang ada di kisaran 37 sampai 42 derajat celcius. Kalau area yang sering dipegang saat main game seperti di area kiri suhunya ada di bawah 30 derajat celcius. Untuk area nampet juga suhunya di bawah 30 derajat Celcius. Untuk area palm rest ini aman sekali di bawah 28 derajat Celcius. Sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya ya. Untuk kecepatan bacanya ada di 5218 MB/ dan tulis di 3.469 MB/ Bukan SSP J terkencang yang pernah kami uji tapi udah ok lah untuk sebuah laptop gaming ya udah ada 5.000-nya untuk R ya udah lumayan. Nah, lanjut untuk daya tahan baterainya. Seperti biasa kita set brand 150 dan volume 25%. Untuk refresh rate 144 Hz dan mode performa kita set di Windows. Saat digunakan untuk lokal video playback 1080p, baterai baru habis setelah 7 jam 50 menit. Nah, kalau kita tes pakai ulion battery office productivity benchmark, laptopnya bisa bertahan di 4 jam 2 menit. Ini udah hasil yang sesuai ekspektasi kami saja untuk sebuah laptop gaming dengan spek seperti ini ya. Kurang lebihlah target kami 8 jam sebetulnya tadinya. Sekarang kita lihat untuk charging test-nya. Menariknya di sini ya, walaupun baterai tadi hanya 8 jam kurang dikit ya untuk dipakainya, tapi ini dikompensasi dengan charging-nya yang kencang banget. 30 menit pertama langsung terisi 66%. Sedangkan untuk mencapai 100% hanya butuh waktu 1 jam 20 menit. Nah, untuk harganya laptop gaming 1 ini dijual dengan harga Rp27.999.000. Dan ini semua sudah termasuk Microsoft Office Home 2024, Microsoft Office 365 basic selama 1 tahun, gratis langanan PC Game Pass selama 3 bulan, dan garansi resmi Asus Indonesia selama 2 tahun yang bisa diklaim di seluruh dunia. Plus Asus VIP Perfect Warranty. Asus VIP perfect warranty ini mencakup seluruh kerusakannya, termasuk kelalaian pengguna dan ditanggung 100% oleh Asus dan bisa diklaim satu kali per tahun. Jadi total dua kali dengan catatan bahwa klaim ini harus dilakukan di dalam negeri atau di Indonesia. Sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, konfigurasi RAM masih single channel 16 GB, tapi ya kita masih bisa upgrade ke dual channel. Lalu layarnya masih WUXGA, tapi udah 100% sRGB dan udah 144 Hz. Jadi bisa buat gaming dan content creation. Dari sini menariknya performanya menarik nih. Prosesornya punya 16 core yang kencang buat multitasking. Dipakai gaming sambil streaming juga masih oke banget. Disk GPU juga mumpun nih. Bisa gaming tripl terbaru dengan fitur retracing dan MFG juga dipakai buat video editing atau desain 3D juga masih oke banget. Su kerja juga super super adem. Bahkan saat kita jalankan di mode turbo atau mode manual. Pengaturan mode performanya juga sangat lengkap. Desain simpel, minimalis. Ini cocok nih dipakai buat kuliah sampai buat kerja formal ya bahkan ya. Dan enggak cuma itu, durabilitas juga enggak main-main karena sudah diklaim lolas pengujian military grade. Konektor juga lengkap dan melimpah. Udah support WiFi 6, Bluetooth versi 5.4. Lalu dia punya garansi global yang bisa diklaim di seluruh dunia selama ada service center resmi dari Asus dan ada VIP perfect warranty yang meng-cover kelalaian penggunanya. Oke, pertanyaannya Asus Staff Gaming 16 ini cocoknya buat siapa? Buat kalian butuh laptop high performance dengan desain minimalis dan profesional, ini bisa jadi pilihan. Untuk gamers yang pengin main game Triple A keluaran terbaru jelas bisa. Buat content creator yang sering edit foto, edit video sampai desain 3D cocok yang satu ini ya. Dan yang terakhir untuk programmer yang butuh laptop performa tinggi ini cocok. Tapi pastikan dulu bahwa speknya memang sesuai dengan aplikasi yang digunakan. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop gaming atau laptop performa tinggi yang worthed dengan desain simpel yang cocok dipakai untuk apa saja. Rasanya Asus Staff Gaming 16 ini bisa jadi salah satu pilihan kalian.
