Laptop Gaming Performa Kencang Cocok Buat Kerja - Review Lenovo Legion 5 (15AKP10) (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming copilot plus PC pertama dari Lenovo ya. Prosesor pakai AMD Ryzen AI7 350 yang udah punya NPU dengan performa up to 50 tops. Jadi jelas sudah memenuhi syarat-syarat dari cilot plus PC. Disk grafiknya udah pakai yang paling baru pakai Nvidia GeForce RTX 5070 laptop GPU. RAM-nya langsung 32 GB DDR5 5600 dual channel udah tinggal pakai banget. Storage-nya juga udah super lega 1 TB dan masih ada satu slot tambahan lagi. Layarnya OLED WQ XGA 165 Hz dan pastinya udah 100% di CP3. Yang menarik bobotnya enggak nyampai 2 kg dan tentunya dia punya garansi 3 tahun khas Lenovo yang lengkap dengan ADP selama 3 tahun juga. Ini adalah Lenovo Legend 5. Ya, kalau menurut saya sih laptop yang satu ini lebih cocok disebut sebagai laptop high performance ketimbang sebuah laptop gaming. Karena memang speknya sangat mumpuni digunakan untuk berbagai kegiatan content creation. Mulai dari desain dua dimensi, video editing sampai 3D desain, itu semuanya bisa dilakukan dengan lancar pakai laptop yang satu ini. Dan karena prosesornya udah punya NPU, berbagai kegiatan AI ringan yang bisa manfaatkan NPU ini bisa berjalan dengan daya yang rendah. Jadi lebih hemat baterai dibandingkan kalau pakai CPU atau pakai GPU-nya. Oke, sekarang langsung aja kita bahas laptop ini. Mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosesornya pakai AMD Ryzen AI 7350. Code name-nya Kraken Point. Litografi TSMC 4 nanm finfat default TDP-nya adalah 28 wat. Dia punya total 8 core dan 16 thread yang terdiri dari 4 Zen 5 core dan 4 Zen 5C. Lalu untuk maksimum turbo frekuensin-nya ada di 5 GHz dengan kapasitas L3 cash-nya di 16 MB. Untuk NPU-nya pakai AMD Ryzen AI dengan performa up to 50 tops. IGP-nya itu AMD Radion 860M yang punya 8 graphic skore dan total 512 shader units. Nah, untuk kapasitas RAM-nya adalah 32 GB DDR5 5600 langsung dual channel udah lega dan benar-benar langsung siap pakai. Tapi kalau dirasa mengkurang tenang karena kita bisa mengganti kepikim yang sudah terpasang. Lanjut lagi untuk kapasitas storage-nya langsung 1 TB SSD M.2 NVM PCI Gen 4. Masih ada satu lagi slot SSD M.2 di laptop ini yang masih kosong. Kalau dirasa kurang, kita bisa nambah SSD tanpa perlu mengganti SSD yang sudah terpasang tadi. Lalu untuk diri GP-nya dia pakai Nvida GPX RTS 5070 laptop arsitekturnya blackwell yang baru ya. Untuk total kuda cors-nya ada 4.608 dan kapasitas RAMnya ada di 8 GB GDDR7 128 bit. maksimum 2GP-nya up to 115 watt dan tentunya sudah support fitur resizable bar. Nah, di software Legion Space ini ada menu GPU working mode. Ini untuk mengubah mode GPU dengan empat opsi, yaitu hybrid mode, DG GPU mode, hybrid iGPU only, dan hybrid auto mode. Untuk kreativitas wireless dia pakai Mediatek MT7925. Ini udah support Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya ini lumayan besar ya, di 80 wat hour. Untuk OS-nya dia pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body form factornya adalah clamp Shell atau laptop klasic. Materialnya diunakan anodiz sun blasting aluminium di bagian atas dan polikarbonat untuk cover bawahnya. Nah, untuk warna ini namanya adalah eclipse black atau hitam. Ini hitam legam ini ya. Untuk desain seperti biasa Lenovo menghadirkan desain yang minimalis profesional yang sangat cocok dengan warna gelap dari Cesi laptop ini. Desain seperti ini membuat Legend 5 ini cocok digunakan di berbagai kegiatan formal seperti saat meeting, ketemu klien, buat kuliah gitu ya. Keren banget soalnya nih, profesional banget penampilannya. Nah, seperti biasa terdapat logo Legend di area tengah cover atas dari laptop ini. Legen 5 ini juga terlihat memiliki ukuran body dan bobot yang lebih mungil dan ringan dibandingkan pendahulunya. Perhatikan ya untuk dimensi panjang 34,4 cm, lebar 25,5 cm, dan ketebalan 2,25 cm di sisi paling tipis, dan 2,39 cm di sisi paling tebalnya. Untuk bobotnya laptopnya aja hanya di 1,94 kg. Sementara untuk chargernya ada di 620 gr. Ini adalah charger 245 watt. Jadi wajar ya kalau bobotnya segini ya. Jadi total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan chargernya adalah 2,56 kg. Biasanya nih kalau untuk laptop gaming bobot segini tuh baru laptopnya aja ya, bukan sekalian dengan chargernya. Oke, lanjut untuk display Legion 5 ini menggunakan layar Lenovo Pure Side OLED display. Panelnya ini adalah panel OLED dengan ukuran 15,1 inci ya. Mungil ya dia ya. Untuk resolusinya adalah WQ XGA atau lebih tepatnya di 2560 * 1600 pikel. Aspek rasionya itu modern di 16 bres rate-nya 165 Hz. Jadi pakai buat gaming udah cocok banget. Yang satu ini menurut L Volerang ini punya tingkat maksimum di 500 nits di mode SDR dan 1000 nits untuk mode HDR. Sedangkan untuk kal gambutnya dijanjikan di 100% di CP3. Nah, kalau pengujian kami menunjukkan bahwa tingkat kecaran maksimumnya di mode STR adalah 502 nits. Sementara di mode HDR itu bisa mencapai 1035 nits. Ini terang banget dan ini sesuai banget dengan klaim Lenovo. Bahkan ada lebih-lebih dikitlah. Untuk gambut coverage-nya itu ada di 99,9% DC3 dan gambut volumen-nya ada di 124,5% DC P3. Jadi kalau memang kalutnya terasa terlalu luas nih ya, kita bisa ngubah profil warna layarnya pakai software Xride Color Assistant. Jadi bisa disesuaikan ya ada Adobe RGB, DCIP3, sRGB dan lain-lain. Nah, begitu ya. Kalau layar laptop memang bisa diatur biasanya. Itu sebabnya kalau untuk layar laptop kita pilih untuk sistem profesional itu pakai yang DCIP3 supaya bisa dicun ke sRGB atau P3 atau color space manapun yang kira-kira dibutuhkan oleh penggunanya. Nah, layar ini diklaim juga sudah dikalibrasi di pabrik dengan X Re. Jadi kalau mau dipakai buat content creation layarnya harusnya udah cocok banget. Mau dipakai buat nonton? Wah jelaslah ini oke banget kalau buat nonton ya. Karena layer sudah support Dual Bion dan memenuhi standar display HDR True Black 600. Dipakai berlama-lama juga tetap nyaman karena udah disertifikasi TUV Rinland flicker free dan low blue light agar mata tuh enggak cepat lelah di situ ya. Nah, layar ini punya permukaan yang glossy seperti layar oled pada umumnya. Permukan seperti ini membuat warnanya ditampilkan tuh jadi lebih cemerlang lagi biasanya. Nah, yang ini membuat penampilan jadi profesional karena layar laptop ini bisa dibuka hingga 180 derajat. Jadi kayak laptop bisnis ya, ini memudahkan kita bisa menampilkan isi layar ke lawan bicara yang ada di depan kita meskipun ada di atas meja. Bisa tuh ya. Nah, layar seperti ini juga dapat mengurangi resiko patahnya engsel saat layar itu mungkin enggak sengaja kedorong. Untuk bingkai layar mungkin sedikit terlihat tebal ya, tapi ini masih wajar untuk ukuran sebuah laptop gaming. Layar ini dikelay memiliki 90% active area ratio. Nah, di bagian atas terlihat ada semacam notch khas Lenovo yang dapat memudahkan kita saat membuka layar ini. Di area ini juga terdapat kamera dan mikrofon tentunya. Nah, kalau bicara soal kamera, laptop yang satu ini menggunakan webcam dengan resolusi 2,1 megapel atau 1080p 30 fps kalau digunakan untuk merekam video. Tentunya karena laptop ini adalah copyright plus PC, fitur-fitur dari Windows Studio Effect seperti auto framing, eye contact, dan background blur itu bisa berjalan dengan lancar menggunakan NPU dari laptop ini. Jadi, kita bisa lihat ya di sini ya, saat kita aktifkan fitur-fitur tadi, NPU-nya yang bekerja ya. Jelas ya. Nah, untuk mikrofon ini dilengkapi dengan fitur AI noise cancelling yang dapat diakses melalui software Lenovo Vantage. Untuk mikrofonnya ini terletak di sisi kanan dan kiri kamera yang tadi. Untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Sekarang kita uji kamera dari laptop Lenovo Legion 5 keluaran tahun 2025. Untuk kameranya sendiri ini bisa dibilang kualitasnya bagus ya. dia punya resolusi 1080 P30 dan detail gambar dari kamera yang satu ini itu juga kelihatan cukup jelas gitu. Ee warnanya rapi, gambarnya kelihatan rapi juga. Jadi udah oke bangetlah untuk sebuah laptop gaming di kelas harga segini. Berikutnya kita tes mikrofon dan kemampuan nice cancelling dari laptop yang satu ini. Untuk sekarang kipas laptopnya itu berputar dengan kecepatan 100% secara terus-menerus. Sebagai perbandingan suara yang satu ini direkam menggunakan smartphone yang biasa kita gunakan di pinggir jalan. Nah, jadi kalian bisa dengar sendiri ya kalau emang suara saya itu masih bisa kedengaran dengan jelas gitu. Fitur nice canceling-nya mampu nge-filter suara kipas dari laptop yang satu ini. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan dua buah speaker dengan konfigurasi stereo yang terletak di bagian bawah laptop mengarah ke samping kanan kiri perangkat. Terdapat software Nahimic yang dapat digunakan untuk mengubah equalizer dan profil audio. Untuk kualitas suaranya sebetulnya udah cukup oke sih ya. Sebetulnya cukup oke tapi memang kurang dalam. Mungkin tidak masakan ada bass di sini. Mungkin karena speakernya emang cuma dua ya dan terasa kurang lantang untuk kelas harganya. Meski demikian, kita melihat bahwa software Nahimik-nya memang bisa membantu mengatur untuk mendapatkan karakter suara yang tepat. Lanjut untuk konektor. Di sebelah kiri ada satu Ethernet port dan ada satu USB 3.2 gen to 10 Gbps type C. Yang ini mendukung data transfer, power delivery hingga 100 watt, dan display port 2.1. Kemudian ada satu USB 4 GBS type C, ada USB 3.2 gen One 5 GBS yang mendukung fitur always on. Beralih ke sisi kanan, di sini ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada satu e shutter webcam switch dan ada dua USB 3.2 gen one yang 5 Gbps. Beralih ke bagian belakang ni ya, masih ada lagi bagian belakangnya ya. Ada satu HDMI dan ada satu DC in. Oke, untuk keyboardnya dia menggunakan Lenovo True Strike keyboard dengan layout khas Legion 5. Di bagian kanan terdapat tombol pet. Jadi, cocok nih mod digunakan yang sering ngetik-ngetik angka saat bekerja. Travel key-nya ini ada di 1,6 mm dengan soft landing switches yang terasa lunak dan silent. Jadi, nyaman banget dipakai buat mengetik. Mau dipakai di tempat yang hening juga tetap aman karena enggak berisik nih keyboard-nya. Untuk tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end ini menyatu semua ya dengan 6 pad. Untuk tombol anak panahnya juga punya ukuran yang penuh jadi nyaman saat digunakan enggak kekecilan. Tombol ini sudah dilengkapi dengan backlit RGB yang punya 24 zona warna. Ya, kalian enggak salah yang satu ini punya 24 zona warna. Pengaturan warna dan tingkat keserahannya dapat dilakukan melalui software Legion Space. Oke, untuk touchpad-nya laptop ini punya touchpad yang ukurannya cukup besar di 12 * 7 cm. Yang satu ini menggunakan desain buttonless dengan lapisan milar. tentunya ini juga sudah mendukung multi touch presion touchpad dan berbagai gesture Windows. Untuk posisinya menariknya ini senter tuh space baret jadi harusnya ini tidak terlalu mengganggu pada saat kita mengetik ya. Oke, lanjut lagi untuk sistem keamanannya. Legend 5 ini sudah memiliki sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera yang tentunya juga sudah mendukung fitur Windows Hello. Jadi kita bisa login dengan praktis tapi tetap aman. Nah, untuk sistem pendingin Legion 5 menggunakan sistem pendingin aktif yang disebut sebagai Legion Cold Front Hyper dengan dua buah kipas dan tiga buah heat pipe intake udara dari bawah dengan lubang pungan udara yang cukup besar ke arah belakang. Meskipun ke arah belakang, layar laptop yang satu ini tetap aman, tidak kesembur ya. Karena exel layarnya itu ada di atas chesis laptop jadi tidak kena semburan udara panas. Ini kan klasik ya, laptop-laptopnya Lenovo gaming tuh seperti ini biasanya. Nah, lanjut lagi ke aspek performanya. Nah, kalau bicara soal performa di sini ada mode performa yang dapat kita ubah melalui software Legion Space dengan empat opsi yaitu quiet, balance, performance, dan custom. Saat kita klik ikon kecil di sebelah mode custom terbuka menu tambahan dengan mode tambahan yaitu extreme mode. Nah, selain itu kita juga dapat mengatur berbagai parameter secara manual menggunakan slider yang tersedia dan melakukan save profile di pengaturan yang telah kita ubah. Kita juga dapat mengatur kecepatan kipas di dalam mode yang satu ini. Nah, selain melalui software Legion Space, pengaturan mode performance juga dapat dilakukan dengan menggunakan shortcut function plus huruf Q. Nah, Legend 5 ini juga sudah dilapili dengan Lenovo AI Plus Engine yang memanfaatkan dedicated chip bernama Lenovo AI Core 3. Fitur ini mampu menyesuaikan mode performa secara otomatis sesuai dengan beban kerja yang diberikan kepada laptop ini. Oke, langsung aja kita lihat sekarang konsistenasi performanya pakai Sab R23 stability test selama 30 menit. Pertama kita cek dulu skor maksimum yang bisa dicapai. Di mode balance skor maksimumnya ada di 18.149 poin. Di mode performance itu bisa mencapai 18.274 poin. Sementara untuk extreme mode skornya mencapai 18.473 poin. Kemudian untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance itu di kisaran 17.600 sampai 17.900 poin. Di mode performance skor sempat turun ke kisaran 16.400-an poin sebelum kembali naik ke kisaran 17.900-an poin. Sementara di ekstreme mode, skor mampu bertahan di kisaran 18.200 sampai 18.003. 1300-an poin. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan SBZ R23 stabilitas, SU CPU sempat sustain di kisaran 96 sampai 98 derajat celcius. Tapi saat tengah pengujian sudah dapat turun dan bertahan di kisaran 85 derajat celcius saja. Tapi seperti biasa ya, yang kayak begini-begini terjadinya di software-software khusus yang memang hanya menghajar part CPU doang. Kalau software modern biasanya kan enggak ya udah berbagi itu dengan komponen-komponen lain entah dengan NPU, GP atau dengan GPU-nya. Oke, kita lihat aja langsung nih di Blender 4.3 Barber Shop render test. Ini yang beratnya nih ya. Untuk CPU render selesai dalam waktu 27 menit 13 detik. Kalau kita pakai GPU render dengan kuda, wah cuma butuh 2 menit 19 detik saja. Kencang. Nah, untuk suhu kerjanya persama melakukan GPU render. SU CPU dan GPU itu ada di kisaran 60 sampai 63 derajat Celcius saja. Jadi terbuktikan kalau software-nya modern mau yang berat sekalipun enggak panas ya. Lanjut untuk Adob Premier Prosisi 2025. Untuk 4K60 video export dengan software only saya dalam waktu 6 menit ya. Untuk GPS lisan saya dalam waktu 1 menit 15 detik. Sementara untuk 1080p video exporting durasinya 2 menit 7 detik ya dengan software saya dalam waktu 1 menit 14 detik udah kencang. Kalau pakai GPU Acceleration hanya 22 detik saja kencang parah. Nah untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting SUCP-nya dari kisaran 60 sampai 70 derajat celcius saja. Sementara GPU-nya lebih adem lagi di 50 sampai 60 derajat celcius. Kita lanjut ke Davinci Resoft. Software videoing kelas profesional tapi ini versi gratisnya ya. Untuk 4K60 video exporting sudah dalam waktu 2 menit 6 detik. Mantap, kencang banget. Untuk 1080 60 fps video exporting saya dalam waktu hanya 34 detik saja. Untuk su kerja padaan 4K video export CPU dari kisaran 60 sampai 70 derajat celcius sementara GPU di 50 sampai 65 derajat celcius. Aman, enggak ada masalah. Sekarang mari kita lihat 3D graphic skornya. Untuk fire track dia dapat 36.145 5 poin. Untuk time spy dapat 14.136 poin. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan time spy stress test suhu GPU dari kisaran 75 derajat celcius aja. Oke, karena yang satu ini judulnya adalah laptop gaming, mari kita uji kemampuan gamingnya seperti apa. Ah. [Musik] Nah, untuk game yang terakhir ini Assassin's Creed Mirage ya selama 30 menit kita lihat suhu kerjanya. CPU-nya terjaga aman ternyata di kisaran 60 sampai 70 derajat celcius. Sementara untuk GPU juga aman di bawah 70 derajat Celcius. Untuk su permukaan untuk titik terpanas permukaan keyboard itu ada di area tengah keyboard ada di kisaran 43 derajat celcius. Sedangkan area kiri dan kanan aman di bawah 38 derajat Celcius. Untuk palmres jelas aman di bawah 30 derajat celcius. Lanjut untuk storage testnya. Kita lihat ya kecepatan dari storage-nya. Ini untuk kecepatan baca SSD-nya adalah 7.087 MB/s dan tulisnya di 5.712 MB/s. Ini udah mantap, udah nyenggol 7.000. R000 ya. Lanjut untuk batery testnya. Kita set brightness ke 150 l dan volume di 25%. Dan untuk mode performa kita set ke balance dan mode GPU ada di hybrid. Refresh rate-nya tetap di default 165 Hz. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p, baterai baru habis setelah 7 jam pas. Ini hasil yang cukup wajar mengingat ini adalah sebuah laptop gaming dengan performa yang super kencang. Kalau memang ingin baterainya lebih awet lagi, kita bisa ubah mode GPU-nya ke hybrid IGP only karena baterainya baru habis setelah 10 jam. Pas kalau dalam mode yang satu ini. Mantap ya, lumayan ya. Oke, lanjut untuk charging testnya. Legend 5 sudah dilengkapi dengan teknologi super rapid charge yang mempersingkat durasi pengisian baterai. Dan ini emang beneran kencang sih karena di 30 menit pertama baterai sudah langsung terisi ke 52%. Sementara di 60 menit terisi di 91%. Untuk mencapai 100% hanya butuh waktu 1 jam 10 menit. Ini kencang banget, udah mirip kayak smartphone. Padahal ini laptop gaming dengan baterai 80 wat hour. Lumayan besar baterainya. Oke, untuk harganya unit yang satu ini dijual dengan harga kisaran Rp30.999.000. Dan ini sudah termasuk Lenovo AI Now Microsoft Office Home 2024. gratis langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun dan gratis langganan PC Game Pass selama 3 bulan. Game-game-nya ini semua original ya dan gratis. Jadi kalian tinggal instal lewat Microsoft Store aja. Enak kan? Udah enggak perlu bingung beli game lagi karena udah ada ratusan game dari berbagai genra yang bisa dimainkan. Lalu tentunya dia juga dapat garansi Legend Ultimate support 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection selama 3 tahun juga. Dengan garansi ini, kita akan mendapatkan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenovo yang juga seorang gamer dalam hal optimalisasi hardware dan juga software. Teknis ini dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari dalam setahun. Kita bisa pakai fitur chat, telepon, tol free, maupun email juga bisa. Selain itu, juga dukungan perbaikan cepat di tempat pengguna. Jadi enggak perlu datang ke service center. Sementara untuk ADP atau essential damage protection ini menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna yang ada di luar garansi utamanya. Seperti misalnya kena ketupan cairan, jatuh enggak sengaja, retak LCD, keyboard mati, core setting listrik gitu ya. Ini semua ditanggung 100% selama 3 tahun dan ini bisa diklaim lebih dari sekali tapi selama bukan di part yang sama. Untuk part yang sama itu maksimum dua kali klaim. Mantap. Oke, kita lanjut untuk hal yang perlu diperhatikan tentunya kalau yang kalian cari adalah sebuah laptop yang tipis dan super ringan. Yang satu ini agak kurang cocok ya. Mungkin cocoknya kalian ngari ke seri yoga yang jelas-jelas tipis dan ringan. Tapi sebetulnya untuk sebuah laptop gaming ini termasuk yang ringan loh ya. Kemudian untuk suhu kerjanya CPU-nya terlihat agak tinggi di skenario yang memang membebani prosesor 100% secara terus-menerus. Tapi tenang karena hal ini bisa diakali dengan mengubah mode performance ke balance aja. Setelah itu kita juga bisa set batas suhu maksimum CPU-nya pada software Legion Space di mode custom. Tinggal turunin aja batas suhunya ke 95 derajat Celcius. Beres ya. Kemudian untuk speakernya. Untuk kelas harganya memang rasanya speakernya ee masih kurang mendentum gitu ya. Walaupun separasinya sudah cukup oke. Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah ini bukan laptop gaming dengan layar yang besar. Biasanya kita dapat laptop gaming tuh di 15,6 sampai 16 inci. Yang satu ini layarnya sedikit lebih kecil membuat laptopnya mau sedikit lebih kompact di 15,1 inci. Dari sini menariknya, laptop gaming ini punya performa yang super kencang dan sudah termasuk kategori copilot plus PC. Jadi berbagai fitur-fitur khusus dari copilot plus PC bisa dijalankan di laptop yang satu ini. Prosesor juga kencang ya dengan AMD Ryzen AI 7350 yang punya 8 core 16 thre. Multitasking lancar banget. udah punya NPU. Jadi, software yang bisa manfaatkan NPU bisa jalan dengan lebih irit. Buat gaming, beh ini lancar banget. Content creation juga enggak ada masalah ya karena sudah dipadukan dengan deskrip GPU NVID GPS RTX 5070 yang kencang parah. RAM-nya juga udah langsung 32 gig udah langsung siap pakai yang satu ini. Storsnya juga lega. Kalau 1 TB masih kurang, masih bisa kita tambah lagi tanpa perlu ganti SSD yang sudah terpasang. Dan oh ya, SSD yang terpasang juga kencang parah tadi ya. Layarnya juga mewah ya, padahalnya olet 2,5K, 165 Hz dan udah 100% DCIP3. Mau buat gaming atau content creation cocok banget, bahkan sampai ke level profesional pun cocok. Kemudian pengaturan mode performa di software Legion Space ini juga lengkap ya, cocok buat kalian suka otak-atik performa. Charging kencang banget. Desain laptopnya juga minimalis nih. Cocok buat kegiatan yang formal juga. Pengin kelihatan lebih gaming tinggal nyalain backlit RGB keyboard-nya aja. Mantap. Bobot laptopnya juga terhalang ringan untuk performa yang ditawarkan. Kemudian meskipun belum punya slot micro SD atau SD card, konektornya juga udah tergolong lengkap sih yang satu ini. Bahkan punya USB 4 dan USBC yang bisa digunakan untuk charging. Wi-nya udah WiFi 7 juga udah future proof banget. Garansinya udah 3 tahun Legion Ultimate support lengkap dengan 3 tahun accidental damage protection. Pertanyaannya laptop yang satu ini cocoknya buat siapa? Pertama, buat gamer yang lagi nyari sebuah laptop gaming dengan bobot yang cukup ringan, laptop ini bisa sangat dipertimbangkan ya. Lalu untuk content creator, baik itu untuk desain 2D, editing video, atau 3D ini jelas cocok. Mau ngedit video sampai 4K lancar, enggak ada masalah. Mau coba 8K, 8K30 harusnya bisa-bisa juga ya. Atau mungkin juga untuk kalangan profesional dan mahasiswa di jurusan yang sering berkecimpung dengan cat atau desain 3D ini kencang banget ya. Mungkin nyari laptop high performance buat programming atau giatan AI ini juga cocok asalkan memang aplikasi yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi dari laptopnya. Jadi intinya kalau memang dicari adalah sebuah laptop high performance kelas mainstream premium, layar mewah, desain low profile dan bobot di bawah 2 kg, rasanya Lenovo Legend 5 yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Ded Irfan, Jakat Dibu TV.
