Jungkat

Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It? Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10 (YouTube Video)

  • 29/10/2026

Ini adalah laptop high performance kelas atas yang super worth it dari Lenovo karena performanya beneran kencang. Dia pakai prosesor Intel Core i9 14900HX yang punya total 24 cores, 32 thread. Mau dipakai buat multitasking berat enggak ada masalah, pasti kuat. Apalagi RAM-nya juga super-super lega ya, 32 GB DDR5 yang sudah langsung dual channel. In this economy, RAM segede gini super mewah banget. GPU-nya juga kencang ya pakai RTX 5060 laptop. Storage langsung 1 TB dan dia masih punya slot SSD tambahan. Layar juga mewah ya, WQXGA IPS 240 Hz dan sudah 100% DCI-P3. Wah, ini cocok banget deh buat pekerjaan profesional ya. Dan garansi sudah worry-free ya karena ada accidental damage protection khas Lenovo. Harganya enggak naik jauh dibandingkan tahun 2025. Ya, ini adalah Lenovo Legion Pro 5i Gen 10. Ya, bagi kami Legion Pro 5i itu selalu jadi sweet spot laptop kelas atasnya Lenovo karena kita dapat sebuah laptop gaming yang beneran lengkap dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan seri atasnya. Oke, langsung saja kita mulai pembahasan ini dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor, dia pakai Intel Core i9 processor 14900HX. Code name-nya adalah Raptor Lake, litografinya Intel 7 base power di 55 W. Total dia punya 24 cores dan 32 threads. Ini terdiri dari 8 performance cores dan 16 efficient cores. Untuk maximum turbo frekuensinya ada di 5,8 GHz ya kan ini i9 ya. Lalu untuk Intel Smart Cache-nya juga besar 36 MB. Untuk integrated graphics dia pakai Intel UHD Graphics. Ini punya 32 execution units ya. Untuk kapasitas RAM-nya 32 GB DDR5 5600 dual channel 128 bit. Jadi jelas ini langsung siap pakai. Storage juga 1 TB SSD NVMe PCIe Gen 4 sudah langsung lega. Kalau kurang, masih ada satu slot SSD M.2 tambahan yang kosong. Jadi tinggal nambah tanpa perlu ganti yang sudah terpasang tadi. Discrete graphics dia pakai RTX 5060 laptop GPU, VRAM-nya 8 GB GDDR7 128 bit TGP 115 watt. Untuk konektivitas wireless-nya dia pakai modul Realtek di sini, support Wi-Fi 7 dan Bluetooth-nya versi 5.4. Sementara kapasitas baterainya lumayan besar di 80 watt hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body form factor-nya tentunya clamshell atau laptop klasik. Materialnya adalah kombinasi aluminium untuk cover bagian atas dan polycarbonate untuk cover bawahnya. Nah, untuk desain ini beneran khas Lenovo Legion Pro 5i ya. Visualnya red column, low profile, dan profesional untuk sebuah laptop gaming. Desain seperti ini membuatnya cocok digunakan untuk berbagai kegiatan formal atau di lingkungan kerja sekalipun. Intinya sih kita suka banget sih dengan desain laptop gaming yang satu ini atau mungkin lebih tepatnya dibilang laptop high performance saja deh ya. Oke, untuk warna ini eclipse black atau hitam. Dimensinya panjang 36,4 cm, lebar 26,8 cm, dan tebalnya 2,16 cm untuk sisi paling tipis dan 2,59 untuk sisi paling tebal. Untuk bobotnya laptopnya saja di 2,37 kg, charger-nya 614 gram. Ini adalah charger 245 watt. Jadi ya wajar ya kalau bobotnya segini ya. Untuk total bobot dibawa-bawa ya ini kan monster ya 2,99 kg. Untuk display dia pakai panel IPS berukuran 16 inci, resolusinya WQXGA tepatnya 2560 * 1600 pixel. Aspek rasionya modern ya 16:10 dan refresh rate-nya sudah langsung 240 Hz. Menurut Lenovo, layar ini punya tingkat kecerahan di 500 nits. Dengan color gamut di 100% DCI-P3. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecerahan maksimalnya untuk mode SDR ada di 496 nits. Nah, untuk mode HDR dia mencapai 497 nits. Untuk gamut coverage ada di 97,9% DCI-P3 dan gamut volume di 101,5% DCI-P3. Ya, kalau warnanya dirasa terlalu luas atau terlalu berwarna ya bikin bingung pas ngedit ya, kita bisa atur preset warna layar melalui software X-Rite. Nah, contohnya kita coba tes di mode sRGB. Hasilnya gamut coverage-nya ada di 99,7% sRGB dan gamut volume di 104,3% sRGB. Jadi bisa diatur sesuai kebutuhan, ya. Cocoklah mau dipakai buat gaming atau nonton atau untuk konten creation. Oh, ya, kalau buat nonton dia sudah punya sertifikasi display HDR 400 dan Dolby Vision juga. Dipakai berlama-lama juga nyaman. Dia sudah punya sertifikasi TUV Rheinland Low Blue Light. Dan layarnya bisa dibuka sampai 180 derajat. Itu seperti laptop bisnis kelas profesional. Bingkai layar juga tergolong tipis dengan active area rasio mencapai 91,7%. Oke, untuk kameranya ini ada di bagian atas layar dengan resolusi 5 megapixel untuk aspek rasio 4:3. Kalau kita ubah ke 16:9 resolusinya bukan 1080p tapi 1440p. Bisa 30 fps pula, ya. Tapi karena belum dilengkapi dengan NPU, kamera ini memang belum mendukung fitur Windows Studio Effect. Untuk mikrofon ini ada di sisi kanan dan kiri kamera dan sudah dilengkapi dengan fitur noise cancellation yang dapat diakses melalui software Legion Space. Untuk hasil pengujian kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop Lenovo Legion yang satu ini. Untuk resolusi maksimal videonya ini sampai 1440p 30 fps, ya, untuk aspek rasio 16:9. Selain itu ada juga aspek rasio 4:3 dengan resolusi maksimal sampai 1944p 30 fps. Untuk pencahayaannya di sini kita menggunakan lampu studio, ya, jadi pencahayaannya lumayan terang. Dan untuk hasil gambarnya di sini juga detailnya cukup tinggi, gambarnya terang dan juga minim dari noise. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dan noise canceling dari laptop Lenovo Legion yang satu ini. Untuk skenarionya di sini kita mengatur kecepatan kipas ke 100%, ya, untuk mensimulasikan berisiknya suara kipas laptop. Dan hasilnya suara saya terdengar dengan jelas dan noise dari kipas laptop bisa diredam dengan baik. Bisa dilihat, ya, untuk kualitas gambarnya saat kita coba di studio kamera ini mampu menangkap gambar dengan jernih. Detail muka masih terlihat jelas dan warna kulit juga tampak natural, enggak over saturated, ya. Lanjut untuk audionya, laptop yang satu ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker mengarah ke alas laptop. Kita juga bisa atur profil suara dan equalizer melalui software Nahimic atau pakai Lenovo Vantage juga bisa. Untuk suaranya sudah tergolong lantang, ya, walaupun masih terasa agak kurang menggelegar untuk sebuah laptop gaming di tahun 2026. Meskipun demikian, kualitas suaranya sudah cukup memuaskan lah ya dengan bass yang terasa bulat dan cukup dalam. Nah, untuk konektor di kiri ada DC in, satu HDMI, ada dua USB 3.2 Gen2 Type-C, lalu ada satu USB 3.2 Gen2. Di kanan ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada dua USB 3.2 Gen1 dan ada ethernet port. Kita lanjut ke keyboard-nya. Seperti biasa, keyboard di laptop gaming Legion ini menggunakan Legion True Strike Keyboard dengan soft landing switches ya. Travel distance-nya 1,5 mm dengan kedalaman cekungan di 0,3 mm. Jadi, ini nyaman banget dipakai buat ngetik-ngetik. Keyboard-nya juga dilengkapi dengan fitur anti-ghosting. Jadi, cocoklah dipakai buat main game ya. Seperti biasa, tombol anak panahnya punya ukuran yang penuh. Jadi, nyaman kalau kita nge-game pakai tombol-tombol ini. Tombol numpad juga masih tersedia ada di sisi sebelah kanan tentunya. Keyboard-nya dilengkapi dengan backlit RGB dengan 24 zona warna yang dapat diatur dengan shortcut function plus space bar atau melalui software Legion Space. Nah, untuk touchpad-nya ini pakai precision touchpad ukurannya 12 * 7,5 cm. Letaknya nih center to space bar. Tidak terdapat tombol khusus untuk klik kiri dan kanan ya, tapi karena center to space bar ini enak sih sebetulnya ya. Lanjut untuk sistem pendinginnya. Dia menggunakan sistem pendingin yang diberi nama Legion Coldfront Hyper. Ini memadukan dua kipas berukuran besar dengan high performance copper heat pipes dan heat sinks yang dapat menjaga suhu agar performanya tetap konsisten. Airflow-nya juga sudah didesain sedemikian rupa agar dapat mendinginkan heat pipe dengan optimal. Intake udara dari bawah dan exhaust ke arah belakang. Jadi, tidak akan mengganggu kenyamanan tangan saat menggunakan mouse ya karena enggak ada yang ke kanan. Oke, untuk aspek performanya sekarang. Laptop gaming ini dilengkapi dengan empat profil performa. Ada quiet, balance, performance, dan custom. Kita bisa mengubah profil tersebut dengan menekan tombol function plus huruf Q seperti biasanya. Atau kita juga bisa pakai aplikasi Legion Space. Menariknya, di mode custom disediakan pengaturan lebih lengkap untuk power limit dan temperature limit untuk prosesor. Selain itu, disediakan juga menu pengaturan untuk kecepatan kipas. Jadi, kecepatan kipas hanya bisa kita atur di mode custom ya. Nah, untuk menu overclock GPU juga dapat kita temukan di aplikasi ini. Di custom mode ini juga ada preset ekstrem ya. Perlu diperhatikan untuk pengujian di custom mode kami akan menggunakan preset ekstrem dengan kecepatan kipas 100% dan karena di mode ini kita bisa set suhu maksimalnya, kita set juga nih di 95 derajat Celcius. Oke, sekarang kita masuk ke pengujiannya. Silakan Rifki. Ya, thank you Mas Dedy dan sekarang kita masuk ke pengujian laptopnya. Untuk pertama kita tes konsistensi performanya menggunakan Cinebench R23 stability test. Kita lihat skor maksimalnya di mode balance skornya mencapai 26.736 poin. Di mode ekstrem skornya mencapai 27.770 poin dan untuk mode ekstrem dengan limit suhu 95 derajat skornya bisa mencapai 30.329 poin. Kemudian untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance skornya ada di kisaran 19.000-an poin. Di mode ekstrem skor sempat turun ke 25.000-an poin tapi kembali naik dan bertahan di kisaran 27.000-an poin. Sedangkan di mode ekstrem dengan limit suhu 95 derajat skornya ini bisa bertahan di 27.000-an poin stabil tuh ya. Lalu kita cek suhu kerjanya. Di mode ekstrem suhunya sempat terlihat stabil di 100 derajat Celcius tapi kemudian turun ke 90 derajat Celcius dengan spike di tiap awal run mencapai 100 derajat Celcius. Ini sebenarnya agak panas ya tapi tenang karena kita bisa atur suhu maksimal CPU-nya melalui software Legion Space. Kalau di mode ekstrem dengan limit suhu 95 derajat Celcius suhu maksimalnya itu juga beneran ada di kisaran 95 sampai 96 derajat Celcius. Lalu kemudian suhunya itu turun dan bertahan di kisaran 90 sampai 91 derajat Celcius. Tapi tetap ya di awal run ini tetap ada spike ke 95 derajat Celcius. Nah, kalau dibandingin mode ekstrem tadi ini adem ya. Dan kalau memang suhunya itu kalian ngerasa kurang nyaman dengan suhu setinggi ini, kita bisa atur ke limit yang lebih rendah gitu. Misalnya kita atur di 90 atau kita atur di 85 derajat Celcius itu juga bisa. Atau ya tinggal ubah aja performanya ke mode balance. Karena di mode balance suhu itu spike ke 100 derajat Celcius hanya sekali dan kemudian turun untuk bertahan di kisaran 65 sampai 68 derajat Celcius. Dan kalau di mode ini spike-nya itu hanya sesekali ke 83 sampai 93 derajat Celcius. Jadi aman ya. Dan untuk pengujian berikutnya kita akan gunakan mode ekstrim dengan limit suhu di 95 derajat Celcius. Masuk ke pengujian konten creation dengan software beneran nih. Kita pertama pakai blender 5.0 menggunakan blender splash screen. Untuk CPU render bisa selesaikan dalam waktu 16 menit 52 detik. Dan untuk GPU render itu selesai dalam waktu 2 menit 50 detik. Nah, untuk suhu kerjanya saat kita gunakan GPU render tadi suhu CPU itu ada di bawah 70 derajat Celcius. Dan untuk suhu GPU-nya itu ada di bawah 60 derajat Celcius. Berikutnya kita cek untuk edit video. Kita gunakan Adobe Premiere Pro CC 2026. Kita gunakan video durasi 5 menit yang biasanya. Untuk video 4K 60 video export kita selesai dalam waktu 2 menit 44 detik. Dan kalau videonya 1080p 60fps selesai dalam waktu hanya 48 detik. Jadi udah kenceng ya ini. Dan kita juga lihat suhu kerjanya saat melakukan 4K 60 video export. Suhu CPU itu ada di kisaran 50 sampai 70 derajat Celcius. Dan sempat sekali spike di akhir proses export ke 89 derajat Celcius. Sedangkan untuk suhu GPU itu ada di bawah 68 derajat Celcius. Masuk ke software berikutnya ada DaVinci Resolve 20. Ini versi yang gratis. Videonya masih sama dengan durasi 5 menit. Untuk 4K 60 video export selesai dalam waktu 6 menit 45 detik. Dan kalau 1 menit 49 detik. Untuk suhu kerjanya saat kita melakukan 4K 60 video export suhu CPU ada di kisaran 90 sampai 97 derajat Celcius. Dan suhu GPU terlihat aman di bawah 65 derajat Celcius. Berikutnya kita cek kemampuan GPU-nya. Kita pakai 3D Mark graphic score. Untuk Fire Strike atau DirectX 11 score-nya bisa mencapai 32.320 poin. Sedangkan untuk DirectX 12 kita gunakan Time Spy score-nya mencapai 12.397 poin. Untuk suhu kerjanya suhu GPU ada di bawah 75 derajat Celcius. Jadi aman ya ini ya. Berikutnya tentu kita juga akan tes kemampuan laptopnya ya. Jadi kalau laptopnya dipakai buat gaming hasilnya kurang lebih seperti ini. [musik] Nah, di game yang terakhir ini Cyberpunk 2077 kita jalankan selama 30 menit dan kita cek suhu kerjanya. Suhu CPU ada di kisaran 80 sampai 90 derajat Celcius dengan sesekali spike mencapai 97 derajat Celcius. Untuk suhu GPU-nya ada di kisaran 75 sampai 59 derajat Celcius. Nah, untuk suhu permukaannya ini titik terpanas tuh ada di dekat tombol power ya, di tengah dekat tombol power itu yang mencapai 44 sampai 45 derajat Celcius. Tapi tenang ini bukan area keyboard ya, karena untuk seluruh permukaan keyboard-nya itu suhunya ada di bawah 40 derajat Celcius. Dan untuk area numpad dan area kiri yang memang sering kita tekan saat kita main game itu suhunya ada di bawah 35 derajat Celcius. Dan untuk area palmrest-nya ini aman ya, di bawah 30 derajat Celcius. Oh ya, perlu diperhatikan ya saat kita melakukan pengujian gaming di laptop ini itu kami menemukan bahwa baterainya berkurang saat kita mainkan game-nya di mode ekstrem walaupun udah kita colok ke charger. Setelah 1 jam bermain game baterainya itu turun kurang lebih ke kisaran 82%. Ini setelah 1 jam main ya, jadi tiap jam itu baterai turun sekitar 18 sampai 19%. Penurunan baterai ini baru berhenti setelah kapasitas baterainya itu ada di sekitar 11% lalu dia perlahan naik ke 12% dan kembali lagi turun ke 11%. Jadi bakal ada di kisarannya aja nih 11 12 11 12 gitu. Ini juga menunjukkan bahwa prosesor Intel Core i9 14900HX yang satu ini mampu mempertahankan performa tinggi dalam sesi gaming yang panjang ketika sistem diberikan ruang daya yang memadai. Solusinya kalau enggak mau baterainya turun banyak pas main game kita bisa ubah mode performa ke mode performa yang lainnya nih. Contohnya ke performance atau mungkin ke balance aja. Atau kalau misalnya memang pengen masih pakai mode ekstrem ya, itu kita bisa pakai charger laptop Legion lainnya dengan daya yang lebih besar. Contohnya ini kita juga tes menggunakan charger Legion yang 300 watt. Penurunannya ini masih sangat wajar ya. Setiap 1 jam kita mainkan tuh penurunannya hanya 5%. Jadi ini masih wajar dan kalau turunnya kayak gini sih tetap masih bisa dipakai seharian sebelum menyentuh ke titik 11% 12% tadi. Nah, untuk berikutnya kita cek ke pengujian storage-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 6.879 megabyte per second dan kecepatan tulisnya ada di 6.851 megabyte per second. Untuk sebuah SSD PCI Gen 4 ini sih kencang banget ya. Kecepatan baca dan tulisnya itu sama-sama hampir menyentuh ke 7.000. Berikutnya kita masuk ke pengujian baterainya. Untuk pengujian baterai seperti biasa kita set brightness di 150 nits dan volume di 25%. Untuk refresh rate ini tetap di default ya di 240 hertz dan mode performa kita set di balance. Hasilnya saat digunakan untuk local video playback 1080p baterainya bisa bertahan selama 6 jam 15 menit. Ini hasil yang cukup wajar ya untuk sebuah laptop gaming monster dengan performa kencang seperti yang satu ini. Dan kalau refresh rate-nya kita ubah ke 60 hertz, baterai itu bisa bertahan sedikit lebih lama ke 7 jam 30 menit. Berikutnya kita cek kecepatan charging-nya. Di 30 menit pertama baterainya sudah terisi 54% dan untuk mencapai 100% itu hanya butuh waktu 1 jam 30 menit. Ya, ini sih keren banget ya charging-nya. Nah, untuk pembahasan harga dan yang lainnya kita kembalikan ke Mas Dedy. Ya, untuk harganya laptop yang satu ini dijual di harga kisaran 32.999.000 dan semua itu sudah termasuk Microsoft Office Home 2024. Ini enggak perlu langganan lagi. Ada Microsoft 365 selama 1 tahun juga dan ada garansi 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection 3 tahun juga dan ada Legion Ultimate Support juga. Ya, accidental damage protection ini memberikan jaminan terhadap berbagai kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian kita sebagai pengguna. ADP ini berlaku selama 3 tahun penuh ya ditanggung 100% dan dapat diklaim berkali-kali selama emang bukan di partai yang sama. Sementara itu Legion Ultimate Support ini adalah layanan dengan tagline dari gamer untuk gamer yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan panduan dan saran dari seorang teknisi ahli yang gamer juga ya untuk masalah optimasi hardware dan software. Teknisi ini dapat dihubungi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun. Enggak ada liburnya dia ya. Dan ini bisa pakai fitur chat, telepon toll free maupun email. Nah, sekarang kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jelas ya karena ini laptop high performance kelas atas yang performanya maksimal. Bobot laptop plus charger itu hampir menyentuh 3 kg. Kalau butuhnya yang super tipis dan super ringan, mungkin bisa melirik ke seri Legion Slim. Lalu, dia belum punya konektor Thunderbolt 4. Kemudian, suhu kerja terlihat tinggi saat kita gunakan mode extreme di beberapa pengujian. Tapi tenang, karena kita bisa atur batas suhu maksimal CPU melalui software Legion Space. Pengaturannya lengkap banget di sini. Atau kalau enggak mau ribet, ya udah tinggal pilih mode balance aja, masih kencang kok. Lalu, kalau kita main game di mode extreme, baterai bisa berkurang walaupun sudah dicolok ke charger. Solusinya, kita bisa atur mode performa ke yang lebih rendah atau gunakan charger Lenovo Legion yang punya daya lebih besar, minimal yang 300 watt lah. Oke, dari sisi menariknya, performanya sih kencang banget. Processornya Intel Core i9 14900HX ini menawarkan kombinasi performa single core dan multi core yang kuat untuk gaming kompetitif, content creation serta multi tasking yang berat banget. Mau dipakai gaming, kencang. Multi tasking, jelas lancar. Bahkan untuk gaming sambil recording, live streaming atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, processor Intel Core i9 14900HX ini masih mampu memberikan pengalaman yang responsif. Discrete GPU juga mumpuni, bisa main game keluaran baru dengan setting rata kanan. Mau desain 3D atau CAD, ini juga masih lancar banget. RAM-nya super lega, ini ekonomi RAM 32 GB dual channel itu sudah mewah banget, langsung siap pakai aja. Storage juga lega dan masih ada satu slot SSD M.2 tambahan di sini. Desainnya juga keren banget ya, minimalis, low profile jadi bisa dibawa buat kerja dan meeting juga. Masih kelihatan profesional. Layarnya kelas atas, sudah 100% DCI-P3 dan sudah 240 Hz, cocok dipakai buat apa aja. Charging juga kencang banget, 1 setengah jam sudah penuh. Konektornya melimpah. Lalu dia pakai gaming grade keyboard. Lalu sudah support Wi-Fi 7, Bluetooth versi 5.4 yang future proof. Dan ini penting banget, garansinya 3 tahun lengkap dengan Legion Ultimate Support dan Accidental Damage Protection. Ya, dengan kombinasi prosesor Intel Core i9 14900HX dan RTX 5060 Laptop GPU, Lenovo Legion Pro 5i Gen 10 ini menawarkan keseimbangan yang menarik antara performa gaming, produktivitas, dan konten creation. Bagi pengguna yang membutuhkan satu perangkat untuk bermain, bekerja, dan berkarya, kombinasi hardware ini rasanya sangat solid. Nah, jadi Lenovo Legion Pro 5i Gen 10 ini cocoknya buat siapa? Yang pertama jelas ya, buat pengguna profesional yang butuh laptop high performance untuk kerjaan yang super berat. Ini akan cocok banget. Kemudian akan cocok juga untuk yang butuh laptop gaming yang punya desain low profile. Mungkin karena kalian mau pakai buat kerja. Ya, mungkin butuh laptop high performance yang desainnya low profile gitu ya. Yang ini tentunya mantap banget. Dan ya, balik lagi untuk gamers yang butuh laptop gaming yang siap pakai, yang bisa memainkan berbagai game ter-terbaru atau main game e-sport dengan ratusan FPS. Ya, yang ini jelas bisa ya. Kemudian untuk konten kreator mobile yang kerjanya enggak cuman ngedit video tapi juga 3D modeling sampai CAD. Atau ngedit videonya udah yang 4K 60, yang ngerekamnya mungkin di open gate open gate itu. Nah, ini bisa banget ya. Atau mungkin ada yang butuh laptop performa tinggi yang future proof yang performanya masih kencang sampai beberapa tahun ke depan. Nah, ini bisa nih, bisa banget nih. Jadi, kalau dicari adalah sebuah laptop gaming yang langsung siap pakai, punya performa tinggi banget, dan cocok buat apa saja, serta ini penting, punya garansi kelas premium ya. Rasanya Lenovo Legion Pro 5i Gen 10 yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube