Jungkat

Laptop Gaming Ringan & Kencang dng Charger USB-C: Review Acer Nitro Lite 16 (YouTube Video)

  • 29/06/2025

Ini laptop gaming pertama yang kami uji yang charger utamanya itu pakai charger USB type C. Ya, enggak salah dengar laptop gaming ini chargernya mirip seperti charger untuk laptop tipis dan ringan bahkan HP ya. Tapi tenang, laptop gaming ini tetap kuat untuk main game triple A untuk processornya pakai Intel Core generasi ke-13. Jadi masih lumayan kekinian lah performanya. GP-nya udah pakai RTX 40 series. Jadi performa dan fitur-fitur gamingnya tetap kekinian. RAM-nya 16 GB dual channel. Jadi langsung siap paka enggak perlu upgrade-upgrade lagi. Tapi kalau mau upgrade tetap bisa, enggak ketinggalan layarnya udah 180 Hz, IPS 100% sRGB, jadi siap buat main game kompetitif dan juga untuk editing. Laptop gaming unik satu ini adalah Acer Nitro Lite 16. Ya, selain unik, laptop gaming terbaru dari SRI ternyata juga ringan ya bobotnya ya. Dan harganya juga ya bobotnya di bawah 2 kg dan harganya di bawah Rp15 juta. Jadi masuk dalam kategori laptop gaming yang relatif terjangkau. Selain itu dia juga menggunakan warna putih untuk bodinya bukan warna hitam atau abu-abu atau silver seperti yang lain. Oke langsung aja kita mulai bahasanya dari spesifikasi utamanya. Untuk pressor dia pakai Intel Core i5 13420Hasi Intel 7 base power 45 watt. Dia punya 8 core 12 trad yang terdiri dari 4 performance core dan 4 efficient core. Intel smart cash-nya 12 MB. Integrated graphicsnya pakai Intel UHD graphics dengan 48 execution unit. Tentunya yang satu ini sudah support Intel Quicks dan kemampuan untuk decode video AV1. Untuk memori atau RAM-nya dia langsung 16 GB DDR 5 4800 MHz dual channel. Laptop ini menggunakan konfigurasi RAM onboard 8 gig dan RAM dalam slot SODIM 8 gig. Jadi kalau kapasitasnya masih kurang besar, yang di sodim-nya ini masih bisa kita upgrade. Nah, untuk storage 512 GB SSD M.2 NVME PCI Gen4. Untuk disk GPU di pakai Nvida GeForce RTX 4050 laptop GPU dengan 6 GB GDDR6. Nilai TGP maksimumnya adalah 55 watt. Jadi masih sesuai dengan standar Nvidia. Sementara untuk AI tops-nya GPU ini bisa mencapai 194 poin di antap lebih kencang dibandingkan NPU paling kencang yang manapun saat ini ya. Tidak ketinggalan GPD juga sudah mendukung fitur tertentu dari DLSS 4. Untuk wires connectivity dia menggunakan modul Real tech yang sudah support Wii 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapasitas baterainya ada di 53,99 wat hour. Untuk OS tentunya dipakai Windows 11. Untuk perfectornya dia pakai clamp shell dan materialnya adalah polikarbonat. Warnanya ini namanya adalah pearl white ya. Untuk desain Nitro Light 16 ini sepertinya menggunakan sasis body Nitro V16. Jadi bentuk dan lekukan bodinya itu mirip banget. Lucunya penggunaan warna putih mutiara ini menurut kami malah membuat laptop gaming ini jadi pusat perhatian saat digunakan di tempat yang ramai. Misalnya mau dipakai di kafe gitu ya pasti jadi perhatian nih karena warnanya nih ya desainnya itu sudah terlihat minimalis dan ornamen gamingnya juga tidak terlalu mencolok. Secara keseluruhan penampilannya terasa unik dan kekinian. Untuk dimensinya panjang 36,2 cm, lebar 24,8 cm, dan ketebalan di 2,29 cm. Dan bobotnya, nah ini yang menarik nih. Laptopnya aja cuma 1,88 kg. Lumayan jauh di bawah 2 kg ya. E jarang sebuah laptop gaming 16 inci dengan ukuran body sebesar ini bobotnya itu di bawah 1,9 kg. Untuk charger cuma 295 gr. Ini adalah charger 100 wat dengan konektor USB type C. Penggunaan charger seperti ini sebenarnya menguntungkan ya, karena kita bisa dengan mudah menggantinya dengan gun charger 100 watt yang memiliki ukuran lebih kecil dan bobot lebih ringan kalau dibutuhkan. Kita bahkan bisa pakai charger brand lain ya, enggak perlu pakai charger dari Acer sendiri. Bisa kan dari brand-brand yang spesialis charger yang bikin charger kecil-kecil gitu bisa. Bisa dicari marketplace juga. Nah, total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan charger bawaannya itu juga baru 2,18 kg. Ini biasanya untuk laptop gaming aja 2,18 itu udah ringan. Ini laptop plus chargernya. Oke, untuk display ini adalah layar berukuran 16 inci besar ya jadinya ya. Resolusinya 1920 * 1200 pikel. Jadi aspek rasionya 16 bing 10. Refresh rate-nya 180 Hz dengan response time di 3 ms. Ini adalah panel IPS. Menurut Acer layar ini punya color gamut 100% sRGB. Kalau kami ukur dengan kami, kita lihat bahwa tingkat kecerahan maksimum ada di 438 nits dalam ruangan, ya. Dan ini udah termasuk terang sekali untuk layar laptop gaming kelas mainstream. Biasanya itu kecerahan tuh cuma sekitar 300 nit doang. ini lumayan jauh di atas harusnya nih ya layar seperti ini udah cocok untuk masuk di seri Predator yang lebih high end ya untuk gamut coverage-nya di 98,8% sRGB dengan gambut val 119,2% sRGB. Hasil seperti itu menandakan bahwa layar laptop ini lumayan cocok digunakan untuk editing yang membutuhkan akurasi warna yang baik. Mau dipakai buat game atau streaming film tentunya juga sudah mantap. Layar ini juga sudah memiliki fitur Icer comfy view. Jadi permukaan layarnya itu minim dari pantulan-pantulan bayangan yang bisa mengganggu kenyamanan pemakaian. Bingkainya juga sudah menggunakan desain yang cukup tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Uniknya saat kita membuka layar dengan sudut tertentu, sisi belakang body bagian keyboard itu akan ikutan mengangkat. Ini membuat sirkulasi udara yang masuk dari bagian bawah itu menjadi lebih lancar dan meningkatkan kenyamanan juga saat kita sedang mengetik. Desain seperti ini juga membuat bingkai layar bagian bawah yang sebenarnya tebal jadi terlihat lebih ramping aja. Oke, sekarang kita masuk ke kamera dan mikrofonnya. Laptop ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps bukan 720p ya. Untuk model mikrofonnya ada dua, ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera. Nah, kemampuan kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Jadi, seperti inilah kualitas kamera dan mikrofon Acer Nitro Lite 16. Terlihat ada banyakis ya dan juga artifak kompresi pada gambar yang ditangkap kamera. Walaupun begitu, kualitasnya masih cukup memadai untuk sekedar video call atau online meeting. Untuk mikrofon, suara kami ternyata bisa ditangkap dengan jelas dan masih terasa natural. Oke, berikutnya kita coba apakah suara bising masih masuk ke mikrofon laptop Acer Nitrol Lite 16 ini. Saat kamu uji, ternyata suara bisingnya masih masuk ke mikrofon laptop Acer Nitrol Light 16 ini. Jadi, kita lagi main game, suara kipas yang di 100%-nya masih kedengaran di mikrofon laptop ini. Lanjut ke audionya. Laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke bawah. Ya, loh. Suara yang dikeluarkan laptop ini terkena cukup lantang di telinga kami. Kualitas suara cukup oke di kelas harganya dengan bass yang masih memadai untuk mengisi sektor frekuensi rendah. Nah, untuk rektor di sebelah kiri kita lihat ada satu Thunderbolt 4 yang mendukung transfer data, power delivery, dan display output. Lalu ada satu HDMI 2.1 dan 1 USB 3.2 gen one. Beralih ke sisi kanan di sini ada 1 3,5 mm audio combo jack, ada satu USB 3.2 gen one, ada 1 GB Ethernet, dan ada satu Kensington lock slot. Jadi ada konektor Thunderbolt. Tapi sayangnya kalau kita lagi nge-charge, Thunderbolt ini kepakai untuk charging. Jadi enggak bisa kita pakai. Nah, kalau Thunderbolt-nya ini mau digunakan sembari nge-charge, kita butuh hub khusus yang tentunya bisa membagi antara masuknya listrik ke dalam laptop dan masih tetap ada konektivitas Thunderbolt di situ. Lanjut untuk keyboard-nya. Sebenarnya enggak ada yang baru di sini ya. Sepertinya Nitro Lite 16 ini menggunakan keyboard Nitro V15 jika kita lihat dari tata letak dan bentuk tombolnya. Kalaupun ada perbedaan itu hanya pada warna tombol keyboard-nya yang dibuat mirip dengan warna body kecuali untuk tombol WASD yang pakai warna biru muda. Untuk tombol net itu ada di sini ya dengan desain yang lebih ringkas dengan tiga kolom aja. Tapi sayangnya tombol anak panah atas dan bawah ini ukuran cuman separuh dari tombol lainnya. Jadi terasa kecil untuk yang jarinya besar. Nah, saat kami coba travel distance dari keyboard ini ternyata e cukup dalam. Jadi terasa nyaman saat ditekan. Walaupun untuk feedback-nya masih terasa sedikit kurang cepat untuk sebuah laptop gaming. Nah, untuk lampu backlit warnanya ternyata juga dibuat sama seperti tombolnya yaitu putih. Ini bukan pakai yang RGB jadi kelihatan lebih low profile, lebih elegan aja. Nah, untuk tingkat cerahnya itu ada dua yang dapat diubah dengan menekan tombol function plus F11. Untuk touchpad areanya itu ukurannya 12,6 * 8,3 cm. Touchpad ini memanjang dari tombol space bar hingga tombol cilot. Saat kami gunakan itu hanya akan ada sedikit bagian telapak tangan kanan yang masuk ke area taspad saat kita mengetik. Jadi tidak terlalu mengganggu kenyamanan lah. Pergerakan jari kami dan permukaan taspad juga masih lancar meskipun tidak menggunakan bahan kaca di sini. Oke untuk cooling systemnya desain sistem pendingin Nitro Light 16 ini mengingatkan kami pada desain sistem pendingin Nitro keluaran beberapa tahun lalu yang menggunakan dua kipas bersebelahan. Untuk jumlah heat pipe-nya ada dua dengan satu lubang pembuangan udara ke arah belakang menuju permukaan layar. Tapi tenang, layarnya bukan layar OLED kan? Jadi ya amanlah. Nah, kita masuk ke aspek performasnya. Langsung aja kita coba Sinabans R23. Dia stability test selama 30 menit, skor tertinggi yang dicapai adalah 9.065 poin. Sementara skor yang dapat dipertahankan adalah 7.800 sampai 7.900 poin. Untuk suhu kerja pada saat menjalankan CBAS R23 stabilitas selama setengah jam. Suhu presor itu sempat naik hingga 100 derajat celcius di awal penghujan sebelum akhirnya turun ke kisaran 70-an derajat celcius. Tapi suhus tinggi ini yang di awal tadi kan bisa dikendalikan dan ini harusnya terjadi pada software-software yang memang spesifik banget hanya menyerbu prosesor saja. Eh, software-software modern, aplikasi modern biasanya tidak seperti itu. Mari kita lihat kalau kita pakai Blender 4.3.2 seperti apa. Kita pakai barbershop scene yang berat banget ini. CPU rendering selesai dalam waktu 57 menit 59 detik. Sementara untuk GPU rendering pakai kuda ini hanya sesuai dalam waktu 4 menit 1 detik saja. Kencang banget. Nah, su kerjanya pada saat GPU rending dengan kuda, surat-rata prosesor dan GPU tambahannya itu dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat Celsius. Tuh kan, software 3D animasi aja aman di sini sebetulnya ya. Lanjut Adobe Premiere Pro 2025. Untuk video 4K60 2 menit 7 detik dengan software only saya dalam waktu 10 menit 21 detik. Kalau kita pakai kuda saya dalam waktu 2 menit 28 detik. Udah lumayan kencang. Kalau videonya full HD 60 fps durasinya sama dengan software on dalam waktu 2 menit 18 detik. Kalau pakai kuda terbang 43 detik saja ya. Nah, untuk suhu kerja yang pasat melakukan 4K video export dengan kuda lagi-lagi terlihat sistem peringan laptop ini mampu mengendalikan suhu prosesor dan GPU tambahannya itu di bawah 70 derajat celcius. Oke, sekarang kita pakai Dainci Resoft 19.1. Aplikasi video editing yang kelas profesional tapi ini versi gratis. Untuk video 4K60 2 menit 7 detik juga selesai dalam waktu 4 menit 13 detik untuk exportingnya ya. Lalu untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik. Selesai dalam waktu 1 menit 3 detik saja. Kencang banget. Nah, untuk suhu kerjanya perat melakukan 4K video exporting di awal supressor sempat bergerak di rentang 68 sampai 92 derajat celcius sebelum akhirnya bergerak turun di rentang 66 sampai 83 derajat Celcius. Sementara GPU tambahan tetap berada di bawah 70 derajat Celcius. Jadi lagi-lagi aman di sini. Oke, kita lihat kalau untuk pakai caput bagaimana. Kalau video 4K60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 1 menit 7 detik kencang. Lalu untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 27 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pasat melakukan 4K video exporting surat tata presta terlihat berada di bawah 80 derajat celcius. Meski memang sekali-sekali ada lompatan di atas 80 derajat celcius, sementara suhu tertinggi GPU itu tercatat hanya menyentuh 65 derajat celcius saja. Adem semua kan? Ini software-sofware berat semua nih. Mari sekarang kita lihat untuk handbreak bagaimana. Di sini kita melakukan konversi video 4K 60 2 menit 7 detik ke format full HD ya. 1080p format AV1 tanpa akselerasi sesai dalam waktu 7 menit 44 detik. Kalau kita pakai akselerasi NV Encoder selesai dalam waktu 4 menit 13 detik. Nah, suhu kerjanya pada saat melakukan konversi dengan NV Encoder, prosesor tuh memang sempat naik ke 100 derajat Celcius di awal pengujian, tapi dia langsung turun dan dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius. Sementara suhu tertinggi GPU tambahan itu hanya mencapai 55 derajat Celcius saja. Jadi kita lihat di sini bahwa kalau toh dia mencapai suai yang tinggi itu cuman sebentar dan langsung ditarik supaya lebih adem. Oke, sekarang mari kita coba. Sesuai dengan namanya laptop gaming, kita harus tes performa gamingnya. Hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Nah, untuk suhu kerjanya selama setengah jam memainkan Assassin's Creed Mirage ya, surat harta prosesor terlihat terkendali aman di bawah 75 derajat Celcius. Sementara untuk GPU-nya itu aman di bawah 70 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan body kita lihat untuk keyboard area paling panas kita temukan di area tombol N. Suhunya sekitar 46 sampai 47 derajat Celcius. Tapi sayangnya untuk tombol WASD suhunya ternyata tembus sedikit di atas 40 derajat Celcius. Harapan kami sih ini bisa terjaga di bawah 40 derajat celcius ya supaya jari itu nyaman terus di situ. Untungnya untuk palmres su itu ada di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan keal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 4.763 MB/ dan tulis di 2573 MB/. Ini sebenarnya udah tergolong kencang ya SSD-nya, hanya saja untuk kecepatan tulisnya kita sebetulnya berharap dia bisa lebih tinggi lagi ya di 3.000-an lah ya harusnya tapi ya udah kencang juga sih. Oke lanjut untuk daya tahan baterainya kita setting berat di 150 dengan volume suara di 25% dan layarnya kita taruh di full HD 180 Hz. Untuk 1080p local video playback, baterai habis setelah 11 jam 3 menit. Ini untuk prosesornya ya. Ini tergolong irit sekali ya untuk prosesornya yang e digunakan ini karena ini masih Intel Gen 13 ini bukan yang core Ultra. Oke, lanjut untuk charging-nya. 30 menit pertama terisi di 37% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 53 menit. Patokan kami normalnya adalah 2 jam. Jadi ini sudah sedikit lebih baik daripada harapan kami. Oke, untuk harga laptop yang satu ini dijual di harga Rp14.699.000. Selain yang satu ini tersedia juga versi Intel Core i7 13620H dengan RTX 2050 yang harganya adalah Rp12.999.000. Untuk bonus pembelian kita mendapatkan Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya, enggak perlu bayar-bayar lagi. Lalu masih ada juga langganan Microsoft 365 selama 1 tahun. serta kita juga dapat garansi 3 tahun yang sudah termasuk 3 tahun service, 2 tahun spare part, dan 1 tahun AADP atau Acercal damage protection. Nah, AADP ini akan memberikan jaminan perlindungan untuk kerusakan diakibatkan kelalaian pengguna. Yang satu ini bisa digunakan satu kali di dalam tahun pertama pembelian. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, konektor Thunderbolt-nya enggak bisa digunakan ya secara langsung saat charger kita pakai ya. Lalu untuk kecepatan tulis SSD-nya, harapan kami bisa sedikit lebih tinggi lagi. Lalu kemudian warna putih pada body ini keren. Tapi memang ada kemungkinan dia bisa berubah atau jadi cepat kotor kalau tidak dirawat dengan baik. Dari sini menariknya malah kita lihat tadi warna putihnya yang menarik ya. Jadi body berwarna putih ini terlihat unik sekali ya jadinya ya. Ee enggak terlalu terlihat seperti laptop gaming. Lebih kayak laptop high performance untuk kreator gitu ya kalau warna putih begitu. Oke, lalu bob-bobotnya di bawah 1,9 kg tergolong ringan untuk sebuah laptop gaming 16 inci. Lalu udah punya RTX 450 pula di sini. Suhu kerja juga aman, masih aman di sini. Cuma ada spike-spike tipis doang. RAM-nya juga di sini langsung 16 GB dual channel dan masih ada yang pakai Sodim jadi bisa di-upgrade. Untuk layarnya ini istimewa untuk kelas harganya. Lalu baterainya ini irit banget untuk spesifikasinya. Charging juga masih di bawah 2 jam. Kemudian dia udah pakai charger USB type C. Konektor juga lengkap dan ada thunderbolt juga. Lalu ada garansi kelalaian pengguna di sini. Ada bonus Microsoft Office yang aktif selamanya. Nah, jadi pertanyaannya Acer Nitro Lite 16 ini cocoknya buat siapa sebenarnya? Yang satu ini harusnya cocok untuk gamer yang pengin laptop gaming kencang siap pakai bisa di-upgrade tapi harganya enggak mahal-mahal amat. Apalagi udah pakai 4050 jadi fitur gaming-nya udah kekinian. atau buat pelajar atau mahasiswa yang butuh laptop high performance buat aktivitas belajar di sekolah juga harusnya cocok apalagi harganya masih relatif terjangkau dan masih punya ADP pula di sini ya. Kemudian yang mau nyari laptop terjangkau ya kreator lah atau ya semua video editing gitu ya ee ini pastinya juga cocok karena layarnya udah 100% sRGB dan RTX 4050-nya udah bisa handle video-video AV1. Nah, penampilannya juga akan cocok, enggak kelihatan seperti ngedit pakai laptop gaming karena putih begini ya. Nah, lalu kemudian dipakai untuk kerja di kantor? Harusnya juga bisa asalkan pekerjaan kita cocok dengan spek laptopnya. Mau dipakai coding ya bisa juga sih ya asal aplikasinya memang cocok dengan spek yang satu ini ya. Ini sangat layak masuk dalam daftar pilihan kita untuk laptop high performance siap pakai yang harganya terjangkau dan penampilannya beda banget. Saya Dirfan Jaka TV.

Lihat di YouTube