LAPTOP GAMING RTX 4050 TERMURAH SAAT INI?! 🤯 Acer Nitro V15 Review! (YouTube Video)
Buat para cewek, saya kasih tahu laptop gaming itu ibarat bunga buat cowok kalian. Coba aja kasih laptop gaming, wah dia bisa senangnya tujuh turunan. Tapi yang jelas mau dikasih bunga atau laptop gaming jangan ditaruh [musik] cowok itu di gerbong yang paling depan. Ya udah enggak usah prihatin sama rupiah yang enggak karuan. Selamat menonton keluarga bangsawan. [musik] Hai Andika, guys, di sini kenalin ini adalah Acer Nitro V15 atau 15 yang sebenarnya saya udah sering banget nge-review Acer Nitro yang varian V15 series. Cuman yang ini beda. Yang ini pakai prosesor Intel. Ibaratnya Acer dengan Intel ini kayak mie instan lah ya. Jadi ada topingnya banyak, ada telur, sosis, keju. Spesial dan harganya juga jelas lebih mahal. Tapi apa spesialnya? Apakah lebih worthed dengan toping-toping itu tadi? Yuk, kita bahas. Jadi, si Acer Nitro V15 yang bakalan kita bahas ini dia pakai prosesor Intel Core 7 processor dengan SKU 240H. H di sini artinya high performance ya, bukan high price karena kalau yang high price itu dolar, yang low price itu rupiah. High performance ini fokus memberikan performa yang lebih dengan 10 core dan 16 trade. Biar ada gambaran, kalian cek aja hasil benchmark sintetisnya di R23. Rata-rata skornya ada di 14.000-an an dengan skor tertinggi di running keet7 kalau sambil dicas. Untuk sui standarnya cine bench ya dengan spike di 100 derajat celcius. Sedangkan untuk single core-nya dia mencetak skor 1814. Sedangkan saat adapternya dicabut skornya itu langsung turun ke 8.000-an. Kayak kalian kerja tapi Jumat sore gitu. Udah tahu besok libur jadi lemas. Jadi kesimpulannya kalau mau performa maksimal dari laptop ini harus sambil dicas. Bukan berarti buruk ya. Itu emang tipikal laptop gaming di kelas ini. Sedangkan suhunya kalau pakai baterai only itu sekitar 65 sampai 70 derajat celcius. Terus kalau untuk Skor R24-nya kalian bisa langsung lihat sendiri aja. Lanjut. Untuk prosesornya tadi itu dikombinasikan dengan Nvidia RTX 4050 dengan V RAM 6 GB dan TGP-nya 75 watt. TGB itu bahasa gampangnya ya seberapa besar daya yang dikasih ke GPU-nya ya. Makin besar ya makin kencang. Sebenarnya 75 watt itu bukan yang paling gede tapi ada tradeof yang bagus. Di stres 3DMAX laptop ini lolos dengan stabilitas 99%. 99% itu artinya tetap konsisten diibaratkan ya kayak orang Stoik lah ya. Dia mau ditekan dari sisi mana pun tetap tenang. Enggak kayak saya yang tadi pagi itu lihat berita pertama naik langsung panik. Lanjut untuk tes grafiknya kalian bisa baca sendiri aja karena yang jelas suhu yang dihasilkan dari 450 di laptop ini dingin dan stabil di angka 65 derajat celcius. Jadi kalau mau main geber malam ketemu malam lagi harusnya masih aman laptopnya mungkin kalian yang tipes ya. Lanjut untuk spesifikasi lainnya. RAM-nya dia langsung kasih kita 16 GB dual channel. Terus untuk penyimpanan ada SSD NVM 1/2 TB yang kecepatannya pas kita tes di 4700 Mbps. W-nya di 3.400 Mbps. Lanjut soal gaming. Sesuai kodratnya kita tes di beberapa game. Kalian bisa lihat langsung chart-nya ini aja kayak di Dota 2 aman aja. Valoran juga aman. Cyberpunk kita coba di settingan rate racing low dan DLSS Performance. Multifame-nya off itu masih bisa dapat di 35 fps average-nya. Kalau multiframe-nya on, dia naik dengan 42 fps. Untuk suhu ketika kita coba main game tadi, suhunya itu rata-rata di atas 80 derajat celcius semua. Enggak setinggi ketika kita coba Cineb R23 tadi. Cuman yang jadi catatan kalau misalkan kita main game dengan performance modood atau Sab tadi juga dengan performance mode, kipasnya lumayan berisik. Suaranya itu mirip drone saya yang kecil kayak mau take off. Nah, takutnya laptopnya ini kalau misalkan suara drone tiba-tiba dia juga naik lagi. Kok bisa cujit? Enggak lucu. Jadi saran saya ya, kalau enggak butuh performance banget enggak usah pakai mode performance rata kanan lah ya. Atau kalau misalkan mau pakai main game rata kanan ya saran saya sih pakai headset aja biar kalian enggak terganggu. Ngomongin terganggu desainnya ini menurut saya juga agak sedikit mengganggu sekarang ya maksud saya. Tapi ngeganggunya itu bukan ngeganggu yang negatif. Justru ngeganggunya ini bikin kita salfox sama desainnya. Walaupun logonya enggak ada lampu RGB atau semacamnya. Kalau logonya kena pantulan cahaya, dia bakal ngasih efek kalau kena cahaya menciptakan warna yang kata ESR itu iris desen. Bahasa gampangnya kayak ada efek-efek pelangi CD-nya gitu. Dan back covernya ini sama SR dinamain victory cover design. Dan yang tadi di intro saya sebut spesial karena desain ini spesial cuman ada di varian Intel aja loh. Di varian Uni SOC enggak ada karena memang As enggak ada chipset un soc. Untuk material bodinya sih pakai polikarbonat dengan finishing semi glossy yang lumayan gampang nempel fingerprint. Jadi harus sering-sering dibersihin. Kalau untuk bagian bodinya sih mid dengan permukaan yang rapi. Untuk keyboard-nya laptopnya udah dilengkapi dengan backlit yang disebut dengan amber backlit. Sesuai namanya, warna lampunya cuman warna oren. Bukan oren-nya basar NAS, tapi warna oren yang terkesan garang dan menyala. Ngebuat keyboard dengan ukuran full size ini kelihatan garang ya. Kayak pemuda Pancasila lah garangnya. Ada oren-orennya gitu. sudah ada dedicated button untuk manggil nitro sense juga yang nanti bakalan kita bahas. Untuk speakernya ini stereo by DTS letaknya ada di samping kiri kanan tepatnya berdekatan sama pamr speakernya ditembak mengarah ke bawah. Kalau dari speaker sih saya enggak ada komentar ya. Ya, speakernya itu standarnya laptop gaming aja lah. Terus untuk portnya di sini Eser ngasih kita dua port USB type E di sisi kiri laptop enggak ketinggalan. Di samping-sampingnya ada satu USB type C, HDMI 2.1, port LAN, dan input power. Terus di sisi kanan masih ada satu lagi USB type E adu comumbo jack. Jadi untuk ukuran laptop gaming ini udah lengkap lah. Kalau ditanya layar dari SR Nitro V15 ini enak buat ngedit atau enggak, langsung aja deh kalian lihat untuk color akurasinya ya. Pas kita tes sRGB hampir di 100% dengan 95% sRGB. Adop RGB-nya 70%, NTSC di 65%. Paling yang kurang menurut saya di brightness nit-nya ya karena enggak sampai [musik] 300 dengan 296. Harusnya sih kalau bal bisa 400 atau 500 bakalan lebih enak kalau dipakai outdoor. Layarnya lega dengan 15,6 inch. Dimensinya panelnya pakai panel IPS. Real IPS kalau Acer itu enggak pernah pakai IPS level kayak brand sebelah. Resolusinya ada di full HD dan refresh rate-nya di 180 Hz. Nah, untuk editing sebenarnya warnanya udah oke, tapi gimana untuk rendering? Rendering sih aman juga ya. Ada BB Premi Pro dengan template yang memang bisa kita pakai. Xort 4K. Dia selesai dalam waktu 1 menit 52 detik untuk full HD 56 detik. Rendering 3D diblender dengan template BMW 2 menit 48 detik untuk CPU rendernya. GPU render cuman 27 detik. Untuk suhunya kalau dipakai Adobe Premier Pro ya itu di bawah 80 derajat celcius. Tapi kalau dipakai untuk CPU render dan juga GPU render di blender itu bisa pick di 100 derajat celcius karena memang ya render untuk 3D itu lebih berat. Nah, untuk software seperti biasa Acer itu punya software bawaan yang namanya itu Nitro Sets. Di software ini kita bisa otak-atik settingan sampai monitoring performa [musik] laptop langsung dalam satu aplikasi. Kayak misal mau ganti skenario profile, atur kecepatan fan, hardware checkup, sampai ganti boot logo pun bisa. Dan Nitro Sens-nya ini bisa langsung kalian panggil lewat dedicated button yang ada di Fro. Jadi butuh apa-apa bisa lebih satset. Udah kayak telepon dumker lah ya. Baru ditelepon langsung datang. Fitur non gaming lain dari laptop ini ada Acer quick panel. Nah, kalau untuk webcam-nya kira-kira seperti ini ya kualitasnya ya. Ya, saran saya sih kalau misalkan kalian jadi pembicara seminar online Zoom pakai webcam exal aja karena dia cuman bisa di 720 30 fps. Tapi yang menarik ini punya purified voice ya. Jadi dia diklaim bisa mereduce suara berisik. Coba ya saya mau tes sekalian. Ini kan suara ada SMS kita nih. Nah, coba apakah dia bisa meredus suara tekan. Jadi ibaratnya saya meeting hari Senin tukang banyak. Duh rumah saya itu grend cuk. Ya itulah ya kalau kalian enggak bisa mendengarin berarti memang freed-nya bagus. Terakhir kita ngomongin soal baterai. Laptop gaming. Kalau kalian ngomongin baterai jangan terlalu berekspektasi tinggi karena kan prosesornya aja udah high performance. TGP VGA-nya tadi 75 watt. Dan ya pas kita tes di PC M dia cuma dapat di 4 jam 10 menit. Standarnya laptop gaming ya. Karena laptop gaming itu memang maksimal kalau dipakai sama charger memang jadi laptop yang memang harus dekat sama colokan. Tapi kalau kita sampling kayak YouTube 10 menit dia berkurang 4%, writing 10 menit berkurang 2%, Cyberpunk tadi 10 menit berkurangnya lumayan [musik] ya 15%. Oke, jadi setelah kita ulik si Acer Nitro V15 atau 15 ini ada beberapa poin yang bisa kita ambil. Pertama, laptop ini dari hasil tesnya menunjukkan bahwa laptop ini punya tujuan untuk menjadi yang [musik] paling stabil. Tapi mengingat prosesornya yang pakai Intel Core Ultra 7240H dengan Nvidia RTX 450, tingkat stabilitasnya pun ya selayaknya laptop gaming dengan power yang lumayan gede ya. Intinya kalau kalian cari laptop yang kencang, stabil, enggak throttle, laptop gamingnya Acer, Acer Nit V15 ini bisa jadi rekomendasi yang menariklah. Cuman ya ada beberapa catatan ya kayak baterainya. Baterainya cuman 4 jam aja kalau di PC Max. Terus fannya menurut saya lumayan berisik dan bobotnya udah menyentuh 2 kilo lebih. Tapi dari sisi layar sih masih bisa kita toleransi ya dengan refresh-nya yang 180 Hz, latency 3 m dan juga color akurasi yang lumayan tinggi. Kalau soal harga, pas script ini saya buat, pas saya syuting ini deh, saya belum nemuin harganya berapa ya di e-commerce manaun. Di officializer ID pun juga enggak ada. Cuman saya nemu di website-nya tetangga sebelah itu harganya di R5.499. Nah, ringgit kan juga lagi naik ya. Bukan ringgit lagi naik sih, tapi rupiah aja yang lagi lemah. Jadi untuk konversi sekarang kalau pakai harga ringgit itu sekitar R4 jutaan. Wah, semoga aja pas masuk Indo bisa di bawah Rp2 juta ya. Semoga tapi R juta kecillah, 21 lah. Itu masih oke sih kalau harga segitu. Saya budi and see you on the next video.
