Laptop Gaming Sultan Tanpa Kompromi! Review ASUS ROG Strix G16 (2025) (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming monster terbaru dari Asus yang super kencang. Pertama prosesornya super kencang karena udah pakai Intel Core Ultra 9 prosesor 275H. Kedua, GPU-nya juga super kencang. Ini pakai Nvidia GeForce RTX 5070 Ti laptop. Ketiga, RAM-nya udah langsung 32 GB DDR5 5600 dual channel. Storage-nya juga super lega. 2 TB SSD M.2, 2 NVM PCI Gen 4. Keempat, layarnya pakai Nebula display resolusi 2,5K 240 Hz dan sudah 100% dp3. Dan yang paling kita suka cover bawahnya sudah pakai tooless design. Jadi kalau mau di-upgrade gampang banget ya. Ini adalah ROG Strix G16 2025. Oke, buat kalian yang ingat atau sempat nonton, laptop yang satu ini sudah kita tampilkan dalam video liputan Asus DC 2025 Januari 2025. Nah, sekarang buat yang kepengin beli yang satu ini, laptopnya udah dijual di Indonesia. Yang satu ini oleh RJ disebut sebagai The Records Breaking Gaming Laptop with Nebula Display karena sudah pakai CPU dan GPU top tier untuk memenuhi berbagai kebutuhan gaming dan content creation penggunanya. Udah enggak sabar pengin tahu performa kencang apa dan apa kemampuannya yang lain? Nah, ayo kita bahas. Tapi seperti biasa kita mulai dari spesifikasi utamanya dulu. Untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 9 processor 275 HX. Squad name-nya Arrow Lake, litography TSMC N3B, base power 55 watt. Dan menurut Asus yang satu ini punya TDP di 80 watt. Dia punya total 24 core yang terdiri dari 8 performance core dan 16 efficient core. Maksimum turubah frekuensinya 5,4 GHz. Nah, karena ada nama ultranya tentunya dia punya NPU ya. Nah, NP-nya ini pakai Intel AI Boost yang up to 13 tops. Kemudian sistem grafis terintegrasinya adalah Intel Graphics dengan 4X Corse ya. Tentunya karena udah X Corse dia support akselerasi Quicks AV1 dan H265. Untuk RAM 32 GB DDR 5 5600 dual channel 128 bit. Konfigurasi RAM-nya ini langsung siap pakai dan kalau emang butuh upgrade dia masih bisa di-upgrade sampai 64 GB. Untuk storage 2 TB SSD NVM PC Gen 4 ini udah super super lega lah ya nih ya. Nah, kalau saya masih kurang tenang karena Asus masih punya satu lagi slot SSD M.2 tambahan jadi kalau perlu upgrade tinggal nambah aja enggak perlu ganti SSD yang terpasang. Untuk disk GP-nya dia pakai Nvida GeVTX 5070 Ti laptop. Ini arsitektur blackwell yang terbaru ya. Totalnya dia punya 5.88 kuda CE. VirAM-nya itu ada di 12 GB GDDR 7 192 bit. Maksimum TGP-nya up to 140 wat dilengkapi dengan rate racing course generasi keempat dan tensor CE generasi keelima. Tentunya ini sudah support resizable bar juga. Di software Armory Crate, kita bisa mengubah mode GPU-nya dengan empat opsi, yaitu ultimate, standar, Eco mode, dan optimize. Nah, buat kalian merasa masih kurang kencang, ROG Strix G16 juga ada yang pakai GPU RTX 5080 laptop dengan TGP up to 175 watt. Nah, untuk kektivitas wireless-nya dia menggunakan Intel WiFi 7 BE2 tentunya udah bisa Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya lumayan besar nih di 90 wat hour. Sistem operasinya tentunya pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body form fact vor factornya ini clim shell atau laptop klasic. Materialnya adalah polikarbonat. Nah, untuk dari sisi desainnya ROG STX G16 2025 ini terinspirasi dari desain mobil balap yang aerodinamis membuat laptop ini jadi kelihatan lebih ramping dibandingkan generasi sebelumnya. Di bagian tepi belakang ini menukan desain curve mirip seperti mobil balap ya. Desain cover atasnya juga tergolong sangat simpel dengan garis diagonal kecil dan logo ROG yang besar. Di bagian bawah body laptopnya ini dilengkapi dengan light bar RGB di sepanjang casisnya dan memberikan kesan floating atau melayang saat light barnya dinyalakan. Pengaturan warna dari light bar RGB ini dapat disinkronisasikan dengan perangkat RGB lain yang mendukung aura efek dari ROG dan dapat diatur melalui software Armory Crate. Dan kalau kita berbicara mengenai bagian bawahnya tadi sudah dijelaskan ya kalau laptop yang satu ini menggunakan tooless design. Jadi kita tidak memerlukan alat apapun untuk membuka cover bawahnya ini. Cukup buka kunci dan slide bagian bawahnya ini. Nah, saat kita mau upgrade SSD juga tidak perlu obeng karena Asus menggunakan sistem Qedge yang ada di motherboard ROG mereka. Jadi kalau kita mau upgrade RAM, upgrade SSD atau membersihkan kipas, semua bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Gitu dong. Harusnya begini. Nah, kalau kata Asus sih eh ini your ultimate pit stop ya. Mungkin karena proses bongkar dan upgrade-nya secepat di pitstop Formula 1 mungkin ya. Oh ya, saat cover bawahnya dibuka, laptop ini akan secara otomatis memutus semua aliran listrik dari baterai ke motherboard. Jadi ini lebih aman kalau kita mau ganti RAM atau SSD. Nah, untuk warnanya namanya adalah Eclipse gry atau abu-abu. Dimensinya panjang 35,4 cm, lebar 26,8 cm, dan untuk ketebalannya sisi paling tipis di 2,28 cm dan paling tebalnya ada di 3,08 cm. Untuk bobotnya itu laptopnya aja di 2,57 kg. Sementara chargernya itu 635 gr. Nah, ini chargernya adalah charger yang punya daya total di 280 watt. Jadi total bobotnya kalau di bawah-bawah ada di 3,2 kg. Wajarlah untuk monster yang kayak begini ya. Nah, untuk display dia menggunakan ROG Nebula Display. Ini adalah IPS level panel ukurannya 16 inci dengan resolusi 2,5K atau lebih tepatnya 2560 * 1600 piksel. Aspek rasanya udah modern nih 16 bfresh rate 240 Hz dengan respon time di 3 ms dan sudah support Nvidia Gync ya. Jadi layarnya udah cocok banget buat gaming. Menurut Asus peak brightness-nya ada di 500 dis dengan kelar gamot di 100% di CP3. Nah kalau dari pengujian kami tinggati secara maksimumnya ternyata lebih tinggi sedikit ada di 536 nitz. Sementara gambut coverage-nya ada 97,3% di CP3 dengan gamut volume di 104,2% DC IP3. Layarnya ini udah panton validated. Jadi emang udah cocok banget dipakai untuk content creation. Mau dipakai berlama-lama juga tetap nyaman karena sudah ada sertifikasi low blue light dari Tuv Rinland. Layar ini menggunakan ACR technology yaitu dua lapisan film ACR atau ambientrast ratio. Nah, ini diklaim akan membantu mengurangi pantulan cahaya serta meningkatkan kontras dan warna pada layar. Jadi meskipun layarnya matte atau antiglare, warna itu bisa ditampilkan dengan cerah. Di sini bingkai layarnya sisi kanan kirinya juga tergolong tipis di sini. Dan untuk bingkai atas memang sedikit lebih tebal karena seperti biasa ada kamera di situ. Nah, untuk kameranya punya resolusi 1080p 30 fps dan sudah support fitur Windows Studio effect. Mikrofonnya terletak di sisi kanan dan kiri webcam. Untuk atas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Ya, kita sekarang uji kamera dari laptop Asus ROG Strix G16 untuk keluaran tahun 2025. Untuk kamera ini dia punya resolusi 1080p ya dan kualitasnya bisa dibilang cukup bagus. Meski demikian, kami sarankan untuk menggunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup terang seperti saya sekarang ini agar kualitas gambarnya jadi lebih jelas lah kayak gitu. Dan karena laptop ini udah punya prosesor yang menggunakan NPU yang sudah punya NPU, jadi kita bisa juga menemukan beberapa fitur Windows Studio Effect seperti yang pertama ada automatic framing. Kemudian eh ini automatic framing. Eh kalian bisa lihat. Nah, ini dia kameranya geser sendiri otomatis ke saya. Kemudian ada contact seperti biasanya dan ada background effect yang dia ngebuat background kita jadi blur ya. Berikutnya kita juga akan tes mikrofon dan kemampuan cancling dari laptop yang satu ini. Tapi ini kita enggak akan bawa ke pinggir jalan ya karena ini laptop gaming sebagai gantinya. Kipas dari laptop ini sekarang berputar di kecepatan 100% secara terus-menerus. Sebagai perbandingan, suara yang satu ini direkam menggunakan smartphone yang biasa kita gunakan di pinggir jalan. Jadi, gimana? Suara kipasnya bisa dihilangkan dengan cukup rapi ya. dan suara saya jadi masih kedengaran dengan jelas. Oke, lanjut untuk audionya. Laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker dengan smart amplifier technology. Terdapat software Dolby Access untuk mengatur profil audio dan equalizer. Nah, untuk speakernya memang terasa agak kurang lantang di tengah kami ya. Apalagi untuk sebuah laptop dengan kelas harga seperti ini. Meskipun demikian, kualites suarnya masih tergolong bagus ya. Detailnya rapi, vokalnya cukup jelas, dan bassnya udah mulai terasa walaupun bukannya menggelegar ya. Oke, untuk konektornya dari kiri di sini ada DC in satu, Ethernet port, 1 HDMI 2.1, 1 USB 3.2 gen 2 type A yang 10 GBS dan ada dua Thunderboard 5 ya, Thunderbard 5 di sini. Lalu ada satu audio jack combo 3,5 mm. Sementara itu, diisi kanan ada dua USB 3.2 Gen 2 type E yang 10 GBPs. Oke, untuk keyboard-nya nah itu tombolnya menggunakan ROG Overstroke Technology yang diklaim dapat membuat tombolnya lebih responsif. Meskipun ukurannya 16 inci, keyboard yang satu ini masih belum dilengkapi dengan tombol 6 pad. Sedangkan untuk tombolnya ini rasanya sangat solid dan e cukup soft ya saat digunakan untuk mengetik. Di bagian atas terdapat lima tombol makro untuk akses cepat ke volume, mute mikrofon, mode performa, dan software Armory Crate juga. Kelima, fungsi tombol ini dapat diubah sesuai dengan kebutuhan penggunanya melalui software Armory Crate. Tombol anak panahnya punya ukuran yang besar ya di sini dan menyatu dengan tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end. Jadi ini tetap nyaman untuk digunakan. Nah, untuk tombol QW er dan ASDF ini punya key caps yang semi transparan untuk menandakan bahwa nih nih nih nih tombol yang dipencet kalau kalian mau main game. Tentunya keyboard-nya sudah digapi dengan backlit perky RGB dengan tiga tingkat kecerahan. Untuk pengaturan tingkat kecerahannya dan mode cahaya lanjutan dapat diakses melalui software Armory Crate lagi. Nah, untuk touchpad ini ukurannya tergolong besar 15 * 9,9 cm. ini diklaim 36% lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Touchpad-nya ini tidak memiliki tombol khusus ya buat klik kanan dan kiri, tapi tentunya dia sudah menggunakan Windows precision touchpad. Lanjut untuk sistem keamanan. Laptop game ini sudah dilengkapi dengan sistem kameraan biometrik yang berupa infrared kamera dan sudah support Windows Hello. Nah, untuk sistem pendinginnya ini menarik ya karena ROG Strix G16 2025 sudah menggunakan ROG intelligent cooling yang menggabungkan berbagai teknologi. Pertama ada end to end vaper chamber dengan heatsingc sandwich design. Jadi vaper chambernya ini punya permukaan yang luas dan dihimpit oleh dua lapisan heat pipe yang mengarah ke belakang. Desain seperti ini memastikan agar pembuangan panas bisa sangat optimal. Kedua, laptop ini menggunakan teknologi try fan atau tiga buah kipas untuk menjamin sirkulasi udara maksimal ke area vaper chamber dan komponen internal dari laptop yang satu ini. Ketiga, laptop ini menggunakan liquid metal conductout extreme sebagai solusi thermal compound untuk CPU dan GPU-nya. Jadi, harusnya panas bakal dilepas dengan cepat sekali nih ya. Nah, desain pendinganan ini diklaim mampu membuat temperatur prosesor turun hingga 15 derajat Celcius dan menurunkan tingkat kebisingan pada mode turbo dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Nanti kita cek ya suhunya seperti apa. Benar enggak nih sesuai janji nih ya. Oke, kita langsung masuk dulu ke aspek performa. Nah, di sini terdapat menu pengaturan profil performa pada software Armory Create dengan opsi Windows, Silent, Performance, Turbo, dan Manual. Nah, mode-mode performa ini dapat kita ubah dengan cepat menggunakan tombol M4 atau makro 4. Oke, sekarang langsung kita aja lihat konsistensi performa SinB R23 selama 30 menit kita looping. Untuk skor maksimalnya di mode Windows skornya mencapai 35.444 poin. Di mode turbo skornya bisa mencapai 39.630 poin. Ini skor yang udah kencang banget ya untuk sebuah laptop gaming ini udah super kencang. Nah, sebagai perbandingan di salah satu laptop ROG dengan prosesor Intel Call Ultra 9 185H tahun lalu, skor tertingginya itu ada di 19.151 poin di mode turbo. Jadi, kita bisa lihat bahwa skornya ini sudah dua kali lipat lebih tinggi. Ini kencang banget sih ya. Lalu kalau kita lihat skor yang bisa dipertahankan di mode Windows itu skornya ada di kisaran 34.000-an poin. Sementara di mode turbo skornya ada kisaran 38.000an poin. Tetap tinggi juga. Nah, untuk suhu kerja suhu CPU dari kisaran 80 sampai 90 derajat celcius dalam pengujian ini ya. Ini masih tergolong adem banget untuk pengujian Sin R23 dengan skor yang tinggi banget seperti itu. Oke, langsung aja kita pakai aplikasi Blender 4.3 Barber Shop scene render ini yang beratnya nih ya. Dengan CPU render selesai dalam waktu 11 menit 54 detik. Sementara kalau kita pakai kuda sesuai dalam waktu 1 menit 50 detik saja. Nah, su kerja pada saat menggunakan GPU tadi ya. Ya, CPU-nya ada kisaran 60 sampai 73 derajat celcius saja. Sementara GPU ada di 60 sampai 70 derajat celcius saja. Oke, lanjut ke Adobe Premiere Pro CCI 2025. Kita menggunakan video yang 2 menit 7 detik untuk 4K60 video export. Software only 3 menit 39 detik. Kalau pakai GPU acceleration itu 53 detik saja ya. Ini 4K60 video export. Lalu untuk full HD video export yang 60 fps, software only saja sudah 42 detik kalau pakai GPU acceleration. Video yang 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 17 detik saja. Ini sih super super kencang ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export dengan GPU acceleration suhu CPU di kisaran 60 sampai 74 derajat celcius. Sementara GPU dikisaran 60 sampai 65 derajat celcius. Oke, lanjut ke Davinci Resoft 19.1. Ini software fidating kelas profesional tapi kita pakai versi gratisannya. Nah, kita pakai video yang sama 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video export selesai dalam waktu yang kencang juga 1 menit 54 detik. Lalu kalau untuk yang full HD 60 fps video export hanya 30 detik. Kencang parah nih ya. Nah, untuk suhu kerja yang melakukan 4K video export suhu CPU dari kisaran 70 sampai 86 derajat celcius saja. Sementara GPU di kisaran 60 sampai 70 derajat Celcius. Oke, kita lanjut lagi. Kita gunakan AI image generation benchmark UL Prosiion. Nah, kita menggunakan stable Division XL FP16 untuk menggambarkan kemampuan diskrit GPU-nya saat digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan AI image generation. Jadi, kita mau bikin gambar nih pakai AI ya. Nah, di sini skornya ada di 1884 poin dengan kecepatan generate di 19,8 detik per gambar. Oke, lanjut untuk trim graphic skor di time spy skor itu mencapai 17.848 848 poin. Sebagai perbandingan di laptop ROG Strix G16 gener sebelumnya yang pakai RTX 4070 skornya ada di 13.095 poin. Jadi peningkatannya ada di 36,2%. Ini jauh sih jauh ya. Nah untuk su kerjanya pada saat menjalankan time spy stress test GPU terlihat ada di bawah 74 derajat celcius aja. Wah masih aman banget. Oke, kita lanjut dengan pengujian gaming dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] [Tepuk tangan] Saat mainkan game terakhir ini, Assassin's Creed Miras selama 30 menit kita cek suhu kerjanya. SU CPU ada di kisaran 69 sampai 72 derajat Celcius saja. Sementara untuk GPU-nya ada di kisaran 71 sampai 72 derajat Celcius. Adem ya. Kemudian untuk su permukaannya untuk titik terpanas ada di bagian atas dekat area ekha dan tombol M5 ini mencapai 45 derajat Celcius. Sedangkan seluruh permukaan keyboard itu tergolong rendah ya di kisaran 31 sampai 37 derajat Celcius saja. Sementara untuk palmr itu di kisaran 27 sampai 33 derajat Celcius. Oke, kita lanjut lagi untuk storage test ya. Dengan Crystal Desma kita dapatkan bahwa kecepatan baca SSD-nya ada di 63 MB/ dan tulisnya di 5849 MB/s. Memang ini bukan skor paling tinggi yang pernah kita lihat, tapi antara 7.000 dengan 6.400 itu sudah bedanya tipis banget lah ya. hampir enggak terasa. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Untuk pengujian baterai kali ini kita ubah refreshet layar ke 60 Hz, brightness di 150 Nits dan volume di 25%. Untuk mode performanya kita pakai ke Windows. Hasilnya saat kita gunakan untuk lokal video playback resolusi 1080p. Baterai habis setelah 9 jam 40 menit. Hampir 10 jam. Ini bagus banget sih sebetulnya ya untuk sebuah laptop gaming yang kencangnya kencang parah ini. Oke, lanjut untuk charging-nya. Ini baterainya 90 watt hour ya. Nah, jadi sudah tinggal dikit lagi dari kapasitas baterai maksimum yang 99 wat hour. Jadi ini 90 watt hour udah gede sebetulnya. Nah, dalam 30 menit pertama baterai sudah terisi di 57% dan selama 1 jam baterai itu sudah nyampai 92%. Untuk mencapai 100% dia butuh waktu 1 jam 35 menit. Ini kencang banget ya, terutama mengingat ukuran baterainya yang sudah besar. Jadi memang ini monster sekali. Nah, jadi kalau kita lihat sekarang harganya berapa? Nah, untuk unit yang kami uji itu harganya ada di kisaran Rp52.999.000. Nah, kalau kalian merasa laptop gaming sekencang ini masih kurang kencang, ada satu varian lagi yang pakai GPU RTX 5080 laptop dengan harga di Rp61.999.000. Dan semua itu sudah termasuk ROG backpack, ROG Impact gaming mouse, dan USB type C adapter 100 watt. Iya, iya dapat adapter kedua ya. Dapat charger kedua di sini, ya. Lalu ada gratis berlangan PC Game Pass selama 3 bulan dan tentunya ada Microsoft Office Home and Student 2024. Nah, ini enggak perlu langganan lagi ya. Dan ada garansi resmi Asus ROG Indonesia selama 2 tahun yang bisa diklaim di seluruh dunia plus Asus VIP Perfect Warranty di tahun pertama. Nah, kalau Asus VIP perfect wary ini mencakup seluruh kerusakan termasuk lalian pengguna dan ditanggung 100% oleh Asus dan ini bisa diklaim sebanyak satu kali dengan catatan klaim ini harus dilakukan di dalam negeri atau di Indonesia. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan tentunya. Yang pertama, laptop yang satu ini bukan untuk kaum mendang-mending. Karena memang ini adalah laptop yang komponen hardware-nya baru semua dan performanya super kencang dan bahkan suhunya bisa terjaga ya. Nah, lalu kalau kalian mencari laptop yang tipis dan ringan tentu pilihannya bukan satu ini mungkin bisa lirik ke Zevirus ya walaupun tentunya performanya enggak akan semonster yang satu ini. Berikutnya untuk speaker. Untuk kelas harga segini kita merasa buah speakernya terasa biasa aja. Eh, bagusnya detailnya oke, tapi kami merasa kurang lantang aja. Lalu mungkin perlu diperhatikan bahwa walaupun dia pakai layar 16 inci, tapi dia belum punya tombol 6 pad secara khusus. Kalau di Strix G16 Geri sebelumnya, touchpad-nya itu pakai number pad. Yang ini enggak pakai number pad. Nah, dari segi menariknya pertama jelas ini adalah laptop gaming super kencang. Mungkin salah satu yang paling kencang yang pernah kami uji. Prosesornya super kencang pakai Intel Core Ultra 9 prosessor 275 HX yang punya total 24 core. Jadi nyaman banget mau dipakai buat multitasking, mau dipakai buat gaming, content creation itu kencang karena dia sudahudah dipadukan dengan disket grafis yang RTX 5070 Ti laptop ya. Ya itu luar biasa memang. Lalu untuk gaming esport atau triple A kencang yang satu ini buat editing video 4K60 bahkan 3D modeling aman banget. ya. RAM-nya udah lega dan siap pakai. Storage-nya juga lega. Kalau dirasa kurang masih bisa di-upgrade lagi nih storage-nya ya. Nah, kalau mau upgrade juga simpel karena enggak perlu pakai obeng atau prying tools ya. Tinggal buka kuncinya, geser dikit dan angkat. Gampang banget ini ya. Su kerjanya juga tergolong rendah. Mau dipakai buat apapun tetap aman. Enggak usah mikir-mikir lagiah ya. Desainnya juga cakep nih untuk sebuah laptop gaming. Kalau mau kelihatan banget kesan gamingnya, nyalakan RGB light bar yang ada di bawah laptop. Sementara kalau perlu penampilan kalem ya matiin aja ya. Layarnya juga mewah banget ya. Jadi nyaman banget untuk apapun kegiatannya. Konektornya lengkap dan berlimpah. Bahkan ada dua Thunderbolt 5 di sini. Kamera juga ada 1080p infrared dan punya sistem kameraan biometrik dan sudah support Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4 yang futur proof. Garansi globalnya nih bisa diklaim di seluruh dunia selama ada service center resmi Asus dan dilengkapi juga dengan Asus VIP perfect warranty. Pertanyaannya, ROG Strix G16 yang satu ini cocoknya buat siapa? Yang pertama, yang jelas ini buat kalian yang membutuhkan sebuah laptop super kencang dengan performa tanpa kompromi. Intinya nyari yang kencang banget. Ini pilihannya gitu. Mau dipakai buat gaming super lancar. Mau untuk content creator, editing video, 3D modeling, dan rendering bisa banget. buat programming atau mau digunakan untuk pekerjaan yang pakai AI ini, CPU dan GPU-nya udah kencang banget. Pastikan aja software yang digunakan memang sudah sesuai dengan spek laptop ini. Ini laptop yang beneran enggak main-main sih. Pas pertama kita lihat di CS, kita udah penasaran dengan performanya dan ternyata semua hasil pengujiannya itu bisa melampaui ekspektasi kami. Intinya kalau kalian memang mencari sebuah laptop gaming yang rata kanan tanpa kompromi, ROG Strix G16 yang satu ini sangat layak untuk dipertembkan. Bentar, masih kurang kencang ya udah pakai yang RTX 5080 aja bisa kan? Lebih kencang lagi tuh. Saya Irfan Jaka TV.
