Jungkat

Laptop Gaming Tidak Hanya untuk Gamer! Seri Mengenal Laptop Gaming - Part 2 (YouTube Video)

  • 18/10/2025

Siapa bilang laptop gaming itu cuma buat gamer? Siapa bilang laptop gaming itu cuma buat main game? Laptop gaming itu sebenarnya juga bisa dipakai buat kerjaan yang berat-berat selain main game. Itulah sebabnya kenapa kami merasa bahwa laptop gaming itu sebenarnya lebih cocok disebut laptop high performance atau laptop yang kencang banget gitu ya. Tapi sebenarnya kerjaan berat apa sih yang bisa dijalanin pakai laptop gaming? Emang sekcang apa sih performa laptop gaming e pas dipakai untuk kerjaan yang berat-berat? Emangnya cocok kerja pakai laptop gaming? Nah, kita kasih tahu jawabannya dalam video satu ini ya. Ini adalah video kedua dari seri video mengenal laptop gaming. Ya, kami tahu pekerja biasanya pakai laptop workstation dong untuk pekerjaan yang berat-berat. Tapi sebenarnya laptop gaming itu bisa juga sih dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan berat yang biasanya dilakukan oleh laptop workstation. Ini bisa terjadi karena spek hardware laptop gaming dan work station itu bisa dibilang mirip satu dengan yang lainnya. Satu contohnya bisa dilihat dari tipe prosesor laptop gaming dan work station akan menggunakan prosesor tipe high performance yang jumlah core-nya melimpah dan power-nya tentunya besar. Ini penting ya karena kerjaan berat itu biasanya pakai aplikasi yang butuh jumlah core yang banyak jadi prosesornya harus yang spesial. Lalu laptop gaming juga punya GPU diskret. Nah, ini juga penting karena GPU diskrit atau GPU yang terpisah dari prosesor itu biasanya punya kemampuan akselerasi khusus untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Misalnya akselerasi atau mempercepat pengolahan video atau pengolahan objek tiga dimensi. Tentunya GPU diskritnya bukan pakai yang low power lah ya, tapi yang high performance juga. Selain itu, kapasitas RAM dan storage laptop gaming umumnya langsung besar dan bahkan bisa ditambah, bisa di-upgrade lagi sesuai dengan kebutuhan kita. Uniknya laptop gaming itu bisa jadi alternatif terjangkau dibandingkan laptop workstation kalau pekerjaan kita tidak butuh sertifikasi khusus yang biasanya hanya ada di laptop workstation. Tahu dong kalau sertifikasi khusus itu bikin harga laptop workstation enggak mungkin bisa murah gitu ya. Apalagi laptop workstation tertentu itu sulit dibeli secara bebas oleh pengguna umum karena terkadang harus dibeli dalam jumlah banyak atau hanya tersedia melalui jalur project ya. Jadi harus dibeli oleh perusahaannya ya. Jadi enggak aneh ya kalau saat ini banyak pekerja memilih laptop gaming untuk alat kerjanya dan performa laptop gaming masa kini juga enggak kaleng-kaleng. Bahkan laptop gaming tertentu bisa punya performa yang hampir setara dengan PC desktop yang besar. Satu contoh laptop gaming yang bisa dipakai sebagai kuda beban pekerjaan kita adalah HP Omen Max 16 yang satu ini yang di sebelah saya. Nah, ini akan kita pakai sebagai contoh dalam video kali ini. Laptop ini menggunakan prosesor terbaru Intel Core Ultra seri HX dengan 24 core di dalamnya. Ini tipe prosesor yang memang didesain khusus buat ngejalan kerjaan-kerjaan berat. Jadi cocok dengan aplikasi yang butuh jumlah core secara masif. Contohnya seperti aplikasi yang digunakan untuk desain 3D, animasi, cat, atau computer edit desain, ataupun editing video. Dia juga pakai GPU yang enggak kaleng-kaleng. Yang satu ini pakai langsung RTX 5080 laptop. Kalau buat main game sih enggak usah ditanya ya, ini kencang pakai banget. Nah, kalau buat kerja bagaimana? tenang. Mau kerjaan berat seperti desain dan renderin 3D atau Cat, bikin animasi 2D atau 3D, editing dan eksport video resolusi tinggi atau mau jalanin AI, semua bisa cepat selesai dengan akselerasi yang dimiliki oleh GPU yang satu ini. Menariknya lagi, GPU Nvida umumnya didukung secara luas oleh sejumlah aplikasi ternama. Jadi, pekerja memiliki pilihan aplikasi yang jauh lebih beragam. Laptop ini misalnya by default punya RAM 32 GB. Jadi, aplikasi berat yang butuh RAM besar itu bisa jalan mulus. Bahkan kalau kurang besar masih bisa kita upgrade dengan mudah sesuai dengan kebutuhan. Di sini juga bisa pasang 2 SSD. Jadi kita bisa punya ruang penyimpanan yang kapasitasnya masif buat nyimpan file kerja yang besar-besar itu. Selain itu, dia juga punya layar 2,5K IPS 100% RGB. Jadi cocok untuk kerjaan yang butuh akurasi warna yang baik seperti editing video atau gambar. Lalu sekencang apa sih laptop gaming ini kalau dipakai buat jalanin kerjaan yang berat? Ayo kita lihat ya. Pertama kita coba lihat performanya kalau dipakai buat ng-render 3D. Nah, di sini kita pakai aplikasi Blender dengan file 3D Barber Shop. Ya, kalau misalnya kita render pakai pressor aja, waktu yang dibutuhkan adalah 13 menit 7 detik. Ini sebenarnya udah tergolong kencang ya, karena dia pakai prosesor yang 24 core. Tapi tunggu dulu, kalau kita pakai RTX 5080-nya buat ngrender, waktunya jadi jauh lebih singkat. Hanya butuh waktu 1 menit 29 detik saja. Nah, di Blender ini juga ada fitur AI noiser yang bisa memanfaatkan RTX 5080-nya. Dengan AID Noiser, hasil render dan tampilan di viewport itu jadi bebas dari noise yang mengganggu. Jadi di sini kalau kita enggak punya GPU sekencang ini dalam sebuah laptop gaming ya, pekerjaan e rendering 3D ini tidak akan bisa sekencang ini. Bahkan tidak mendekati kecepatan proses yang bisa dilakukan oleh laptop yang satu ini. Berikutnya kita coba export video 4K60 dengan Adobe Premiere Pro. Kalau kita pakai akselerasi RTX 5080-nya, video 2 menit 7 detik yang biasa kita pakai itu selesai dalam waktu 50 detik saja. Bahkan saat coba export video yang sama dengan Da Vinci Resolve itu butuh waktu hanya 1 menit 37 detik. Ini aplikasi yang berat loh ya. Nah, ini sudah jauh lebih kencang dibandingkan durasi videonya. Berarti mengindikasikan bahwa ini memang kencang banget tentunya kalau kita cuma ngedit-ngedit video full HD ya 1080p 60 fps, ini sih jauh lebih kencang waktu ekspornya. Eh, bentar. Mau ngedit video 8K bisa enggak? Bisa juga nih ya kita coba nih edit pakai Adobe Premiere Pro dengan dua video 8K 30 fps. Di sini video kedua ditampilkan secara picture in picture di atas video yang satunya. Durasi videonya 5 menit dan kita coba lakukan sedikit color grading dan penambahan teks. Untuk mengekspor video tersebut ke video 8K 30 fps juga laptop ini butuh waktu 5 menit 54 detik. Ya, durasi expertnya memang tidak sepanjang durasi videonya, tetapi ini sudah tergolong kencang sekali. Karena ini video 8K berat banget. Mendekati durasi videonya aja itu sudah bagus sekali. Tentunya kalau mau editing video AV1 atau yang kelas profesional dengan KAR format 422 juga bisa karena RTX 5080-nya udah support. Jadi mau ngedit video ya sampai kelas profesional sampai resolusi 8K pun pakai laptop gaming apalagi yang sekelas kayak gini ya aman kencang banget. mungkin butuh ngejalanin proses AI secara offline ya offline ya bukan chat GPT yang online bukan bukan tenang laptop gaming ini juga bisa misalnya kita mau pakai AI untuk menciptakan gambar buat ngelengkapin materi pekerjaan kita enggak perlu jago gambarnya di sini kita cukup masukin teks atau prom gambar yang kita inginkan ke aplikasi seperti Confi UI yang satu ini. Selanjutnya kita tinggal pencet tombol run dan gambar yang diinginkan jadi dalam sekejap. Ingat, ini jalannya offline. Jadi, kita enggak perlu nge-share gambar kita atau ide kita ke online, ya. Oh ya, kalau menggunakan aplikasi AI yang lain yang jalannya offline, tenang, ya. Di sini juga karena pakai GPU yang kencang tadi bisa dikerjakan secara offline. Enggak terbatas hanya membuat gambar doang, bisa macam-macam kok. Lalu buat yang kerjanya pakai aplikasi CAT atau computer edit desain ya, ini bisa juga pakai laptop gaming. Kita bisa langsung aja coba buka file desain dengan aplikasi 3DS Max misalnya ya. Di sini kita bisa lihat nih pergerakan object di viewport portnya mulus banget. Jadi enggak ada gejala nge-lag-nge-lag pas kita lagi ng-edesain yang seberat apapun. Nah, sekarang jadi tahu kan kalau laptop gaming itu juga bisa dipakai untuk kerja. Apalagi kalau kerjaannya super berat yang butuh performance kelas laptop work station. Hampir semua pekerjaan berat yang bisa dijalankan di laptopnya juga bisa dikerjakan dengan lancar di sebuah laptop gaming. Bahkan bisa dibilang performa antara laptop gaming dan itu sangat mirip ya untuk jenis pekerjaan tertentu. Jadi sebenarnya punya laptop gaming itu bukan cuma buang uang, tapi bisa juga buat cari uang. Iya. Bahkan kami juga ngedit video pakai laptop gaming. Ya, saya paham bahwa mungkin ada mungkin yang kalian yang masih mahasiswa ya ngasih proposal ke orang tuanya. laptopnya, laptop gaming, orang tuanya agak sedikit ragu gitu ya. Nah, mungkin bisa kasih lihat video ini ya. Jadi, e memang begitulah adanya. Entah kenapa industri memilih untuk menggunakan nama laptop gaming, tapi saya yakin bahwa mungkin di atas 80% penggunaannya itu bahkan bukan dengan tujuan untuk gaming nomor satu, bukan. tapi untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berat ini. Oke, sekian dulu pembahasan kali ini dan eh semoga sudah paham semuanya mengenai laptop gaming yang tidak hanya buat gaming itu. Dan kita akan jumpa lagi di seri video mengenal laptop gaming berikutnya. Saya Didi Irfan Jaga Dib TV. [Musik]

Lihat di YouTube