Jungkat

Laptop gaming yang lagi happening | Lenovo Legion 5 IRX10 (YouTube Video)

  • 26/08/2025

Yang akan kita bahas di video ini adalah laptop gaming yang udah pakai RTX 5060 dan powered by AI. Ya, ini adalah Lenovo Legend 5 Gen 10 tipenya 15 IRX 10. [Musik] Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Pertama kali pegang laptop ini, satu hal yang gua notice ini sedikit lebih komact daripada generasi-generasi yang sebelumnya. Panjangnya 25,5 cm, lebar 34,4 cm, tebalnya 2 sampai 2,1 cm. Jadi secara dimensi tahun ini Legend 5 dengan layar 15 inch itu sedikit lebih komact. Materialnya juga masih premium ya di bagian yang casing dan backdoor pakai aluminium. Sedangkan di bagian yang surface-nya itu pakai anadiz aluminium dengan finishing sun blasting. Nah, di bagian bawah dia pakai PC ABS. Untuk opsi warnanya cuma ada satu aja yaitu Eclipse Black. Hitamnya ini matte ya alias kelihatannya pekat banget. Kesan garang dan juga e cleannya itu kerasa banget. Di bagian back door-nya ada tulisan legend yang cukup gede, ada di tengah, nunjukin identitas dari laptop gaming-nya itu sendiri. Sisanya ini kelihatan clean. Gua suka angselnya. Pas gua coba angkat, ini terasa solid dan juga premium. Dan khas laptop premium, angselnya ini bisa diangkat pakai satu tangan, bisa dibuka satu tangan. Nah, untuk angelnya sendiri ini bisa kita rebahin sampai 180 derajat. Buat mobilitas tinggi ya kita butuh effort aja sih buat bawa-bawanya di dalam tas. Karena beratnya ini 1,9 kg yang kalau dibawa lama-lama sih ini bakal kerasa pegal juga. Untuk di bawah satu tangan masih cukup oke sih. Karena tebalnya kan enggak setebal laptop gaming pada umumnya, tapi ya tetap butuh effort. Nah, kita lihat di sekelilingnya ini ada satu Ethernet RJ45, 1 USB C 3.2, Gen 2 yang support power delivery 100 watt, dan display port 2.1. Terus ada satu USB C 3.2 gen 2 support display port 1.4. Ada satu USB 3.2 gen 1 yang support always on. Dan di sebelah kanan ada 2 USB A 3.2 gen 1 electronic camera shutter, satu combo jack 3,5 mm, dan juga di belakang ada 1 HDMI 2.1. Legend 5 Gen 10 ini dia pakai Intel Core i7 14700HX yang punya 20 core 28 trad, boost clock speed-nya up to 5,5 GHz. Untuk grafiknya ada Intel UHD grafic dan Nvidia RTX 5060 dengan RAM 8 GB GDDR7 bus clock speed-nya 2,4 GHz. TGP-nya gede 115 watt dengan 572 AI Tops. Baik, CPU dan GPU-nya ini diatur sama chip khusus bikinan Lenovo namanya Lenovo L1 yang sudah berbasis AI katanya. Kita bakal dapetin power yang besar ketika dibutuhin, tapi juga jadi lebih efisien ketika cuma pakai untuk ee tas yang ringan-ringan aja. RAM-nya ada dua slot, bawaannya ada dua RAM 12 GB DDR5 4800. Jadi total 24 GB. Storage-nya ada 4 slot. Bawaannya 512 GB SSD M.2 2242 PCI 4.0. Konektivitasnya WiFi 7 dengan Bluetooth versi 5.4 udah pakai Windows 11 Home Edition. Gua juga udah coba beberapa aplikasi benchmark di laptop ini di 3D Mark. Gua pertama running yang speedway buat ngukur performa ray tracingnya. E dapat overall score 2961 dengan frame rate 29 FPS. Lanjut ke steel nomad. Overall skor-nya 2.737, frame rate-nya di 27 fps. Lanjut di time spy, overall skor-nya 13.055 dengan grafik skornya ada di 12.581 dan CP score 16.601 poin. Di storage benchmark, laptop ini dapetin overall score 1746. Terus gua juga running crystal di smark storage-nya dapat speed sequence rate di 6,9 GBPS dan sequence ride di 5,9 GBPS. Di PC Mark 10 overall skor-nya 7.848. Di sini bagian digital content creation-nya dapetin skor 15.000-an. Di mana ini angka yang cukup tinggi ya. Lanjut ke Geekbench 6 dapat skor single core 2.767 dengan multiore 15.725. Lalu gua running GPU benchmark-nya juga dengan API OpenCL skornya R9.000-an dengan HP Vulcan skornya R98.000-an. Next main game Dota 2 dengan resolusi natifnya dan juga settingan best looking bisa dapetin frame rate 90 sampai 100 FPS. Ini enak banget lancar. Di game yang lebih berat, Black Meet Kong di sini gua setting grafiknya di resolusi natifnya 2.500* 1600 piksel pakai DLSS 4 kali. Settingan paling recommended itu di high. Di sini kita bisa dapatin frame rate 143 sampai 182 IPS. Jadi layar 165 Hz-nya ini enggak mubazir. Kalau di-et ke very high dapat 120 sampai 143 FPS. Di scene paling kompleks itu bisa turun sampai 88 FPS. Tapi ini jarang kejadian. Paling pas lagi lawan big boss aja. Kalau mau nyalain rate racing di resolusi natifnya ini kita harus set grafiknya sampai low baru bisa playable. Jadi menurut gua better set resolusinya ke full HD plus 1920* 1200 pikel di rate racing low dengan grafik medium bisa dapetin 65 sampai 77 fps dan sesekali drop ke 55 fps. Tapi ini masih playable. Di Warhammer Space Marine dengan settingan resolusi natif frame gen X4 dan semua gua set serba high berhasil dapetin angka yang tinggi 182 sampai 193 FPS. Bukan cuma CPU dan GPU-nya yang powerful, cooling system-nya juga efektif. E suhul di laptop ini sangat terjaga pas kita pakai buat main game. Dan tahun ini Lenovo sudah dengerin kita ya di area pampres keyboard ataupun di atas keyboard ini aman banget enggak kerasa panas sama sekali. Kemudian untuk sistem pendinginnya ini pakai Legian C Front Hyper yang punya dua kipas gede ee buat ngalirin hawa panasnya ke bagian ventilasi yang ada di belakang laptop. Lenovo sendiri ngeklaim kalau airflow-nya ini udah improve berkat 3D copper heat pipes yang punya dimensi yang gede dan ada vacuum shield hyper chamber-nya. Terus laptop ini udah pakai layar OLED 15,1 incixga 2500* 1600 pikel peck brightness 500 nit dengan finishing glossy 100% DC IP3 refresh rate 165 support Dolby Vision dan udah tersertifikasi Vesa HDR True Black 600 TV rain llin flicker free dan juga low blue light untuk baselnya bukan yang tipis gitu ya masih cukup tebal apalagi di bagian dagunya karena dia nyatu sama exelnya di bagian atas Atas juga ada gundukan yang isinya ini webcam dan ada dua mikrofon array. Layarnya ini cakep pol, detailnya tajam, dynamic range-nya luas, warnanya vibran dengan saturasi yang menurut gua ini cukup pas ya. Di YouTube juga udah bisa playback HDR. Eh, saat kita play konten HDR pun warnanya ini enggak ada yang wash out sama sekali. Di Netflix enaknya juga udah support Dolby Vision. Sumpah layarnya ini bisa ngasih gambar yang cakep pol. Warna hitamnya itu pekat banget dan skin tone-nya juga akurat. Speakernya ini cukup lantang, efek surround-nya juga oke. Walaupun untuk sebuah speaker laptop gaming sebenarnya kalau kita adu sama yang lain ini sebenarnya masih agak kurang nendang. Totalnya ada dua speaker 2 watt by Harman Cardon dan udah optimize oleh Nahimic Audio. Ada aplikasi Nahimic di mana kita bisa dikasih beberapa profile. Di sini juga ada beberapa fitur yang bisa kita nyalain kayak suround sound dan juga volume stabilizer. Yang mungkin sedikit mengganggu adalah finishing glossy di layarnya ini. Kalau kita nonton siang-siang dekat jendela kayak posisi gua sekarang. Apalagi ketemu warna hitam itu pantulannya berasa banget. Yang mau pakai laptop ini buat kerja, touch patch-nya udah buttonless miler surface yang buat dipegang-pegang itu rasanya enak ya. E feel premium itu benar-benar berasa. Kepresisian dan juga keakuratannya ini juga mantap. sayang ukurannya ini agak sedikit mini. Jadi kalau buat kerjaan yang lebih serius kayak ngedit foto atau ngedit video tetap harus pakai mouse tambahan biar lebih enak. Keyboard-nya punya RGB Legend Spectrum for Zone Lighting yang bisa kita custom dari aplikasi Legend Space. Terus ada NAlock-nya juga dan khasnya keyboard Legend True Strike dia punya feedback yang empuk dan juga mumble. Tapi jaraknya ini memang lumayan rapat ya. Jadi harus adaptasi lagi kalau mau dipakai buat ngetik secara cepat. Buat meeting online ada webcam 5 megapel dengan electronic shutter yang tombol switch-nya ada di sisi kanan. Resolusinya ini udah full HD, kualitasnya cukup baik. Dan untuk mikrofonnya ada dua array yang langsung menghadap ke kita. Jadi dia bisa menangkap suara kita dengan sangat baik. Ada juga fitur noise cancelling-nya yang kita bisa nyalain di aplikasi Lenovo Vantage. Sayangnya e fiturnya ini enggak sebanyak laptop-laptop eh kerja ya, laptop working-nya si Lenovo. Btw, Lenovo sekarang juga udah punya aplikasi AI-nya sendiri namanya Lenovo AI Now yang masih beta. Ada beberapa fitur kayak content translation, dokumen summary, dokumen insight, dokumen comparison, terus juga ada PC assistant dan cloud chat juga ya. ini semacam copilot gitulah. Nah, untuk aplikasi AI pun ini bisa dilibas dengan gampang karena GPU di laptop ini kan powerful. Jadi memang laptop gaming kayak gini sebenarnya enggak terlalu butuh dedicated GPU kayak respon pas kita pakai copilot atau generative erase di pen itu berasa cepat. Baterainya 80 watt hour yang kalau kita pakai untuk kerja browsing atau ngetik-ngetik itu bisa bertahan 4 jam. Kita bakal dapetin e batok chargernya 245 watt yang ukurannya masih terbilang cukup kompact untuk sebuah laptop gaming. Dan yang gua suka dari Lenovo seperti biasa ya, warranty-nya dengan accidental damage protection. keduanya itu dikasih secara cuma-cuma, secara gratis selama 3 tahun dan mereka berani bilang kalau kita bisa ngeklaim sampai berkali-kali. Ini gokil sih. Jadi rasa aman banget ya buat kita yang mau pakai laptop ini untuk jangka panjang. Dan kesimpulannya, Legend 5 Gen 10 ini berhasil hadir bukan cuma lebih kencang, tapi dengan body yang lebih komact juga yang ternyata impact-nya ini cukup terasa. Apalagi buat kita yang suka bawa-bawa laptop buat main game, buat kerja di mana aja. Ini enak banget.

Lihat di YouTube