Laptop GeForce RTX 5090 Kemahalan ? Ini aja lebih Murah ! MSI Vector GeForce RTX 5070 Ti (YouTube Video)
Laptop gaming sekarang sudah seperti pesawat tempur. Performanya liar, tapi harga enggak bikin kita mundur. Karena VG yang dipakai enggak akan bikin kita babak belur, bahkan akan bikin lawan kalian mundur. Kenal ini MSI Vector 16, bentar namanya sulit. MSI Vector 16 HX AI A2XW HG. Tolong dong MSI, namanya disimpelin. [Musik] Nah, laptop ini menggunakan GPU dari Nvidia dengan arsitektur Blackwell Series dengan SKU lengkapnya Nvidia GeForce RTX 5070 Ti. Ngomongin soal laptop gaming, VGA atau GPU jadi salah satu komponen yang paling penting seperti kalian punya mobil dan kalian pasang turbo charge dan wus. langsung kencang. Nah, biar kebayang bagaimana kencangnya GPU ini, kita sudah coba nih ya di Blender saat kita menggunakan CPU, laptop ini selesai di 1 menit 12 detik. Tapi kalau pakai GPU sekejap mata cuman 13 detik. Nah, artinya rendering menggunakan GPU punya speed 6 kali lebih kencang jika dibandingkan dengan CPU-nya. Nah, untuk spesifikasinya laptop ini sudah menyediakan Nvidia GeForce RTX 5070 Ti dengan 12 gig GDDR7 dan Advance AI dengan 992 tops atau trilli operation pers. Untuk turbo busnya di 2.220 MHz serta TDP maksimalnya di 140 watt. Lumayan gede juga. dipadukan dengan prosesor dari Intel yaitu Intel Core Ultra 255 HX dengan clock speed 1,8 hingga 5,2 GHz dengan 20 core masing-masing di 8 p core dan 12 core. Totalnya ada di 20 trad. Untuk RAM-nya 16 gig GDDR5 walaupun bukan speed yang paling kencang, dia lumayan di 5600 eh mega transfer per second. NVIDIA punya tagline untuk semua GPU di RTX 50 series-nya, yaitu game changer. Tapi apakah semengubah itu? Kita lihat teknologinya terlebih dahulu. Nah, Nvidia memperkenalkan DLSS4 atau deep learning super sampling-nya dengan multiframe generation. Nah, penjelasan simpelnya seperti ini nih. Nah, kalau 1 detik itu ada 30 gambar, jadi kita ibaratkan gambar itu FPS ya kalau di sini ya. Artinya udah lumayan kencang. Nah, kalau 1 detik ada 60 gambar, itu jauh lebih mulus. Kalau 1 detik sang animator disuruh gambar 120, udah ngomel pastinya. Di sinilah teknologi AI atau multi frame generation-nya bekerja. Sang animator cukup buas 1 frame, 2 frame, dan AI-nya akan secara otomatis meng-generate gambar di tengah-tengahnya. Nah, baru tuh diduplikasi sampai 60 gambar. Jadi, total keseluruhan itu ada 120 gambar. Jadi kalau 1 second atau 1 detik ada 120 itu akan mulus banget kan. Nah, apakah akan semengubah itu di game? Sekarang kita masuk ke game yang pertama yang langsung kita siksa dengan game yang cukup berat yaitu Black Meid Wukong. Kita akan bagi side by side dan dengan preset cinematic plus rate tracing kita buat very high serta resolusi kita buat full HD plus. Kita akan coba empat skenario sekaligus. Coba kalian perhatikan. Eh, video ini di sebelah kiri tanpa multiframe generation atau MFG-nya kita buat off. Visualnya sih udah gila, tapi FPS-nya memang agak berat. Nah, sebelah kanan kalau kalian perhatikan multiframe generation-nya kita aktifkan dua kali. Ini langsung beda banget dibandingkan dengan sebelah kiri. DLSS-nya benar-benar ngangkat kualitas gambarnya. Lanjut ke multiframe generation tiga kali. Ini sudah benar-benar next level dibandingkan sebelumnya. Gameplay-nya juga terasa cinematicknya dan tetap responsif. Dan yang lebih gila kalau kalian perhatikan di sebelah kanan kita pakai multiframe generation 4 kali. Pengalaman gamingnya sudah benar-benar maksimal dengan average XPS kita dapat di 112 FPS dan ini bagus banget, keren banget dan AI-nya ngebantu banget untuk extra frame-nya. Multifame generation-nya benar-benar jadi rahasia dapur kenapa FPS-nya bisa nge-booster dari 40-an sampai 112 FPS. Lanjut ke Cyberbank 2077. Ini game bukan open world biasa. Ini game yang bisa dikatakan game yang bisa nge-bully VGA gitu ya. Pencahayaannya juga kompleks dan kita pakai preset rate racing dan DLSS off untuk pengujian pertamanya. Dan rata-rata kita dapat di cuman 45 frame pers. lumayan berat untuk dengan settingan seperti ini. Tapi kalau kita ubah settingannya ke tetap dengan retracing off dan kita aktifkan frame generation-nya 4 kali, FPS-nya lompat jauh dari tadi 44 fps jadi 175 fps. Berarti berapa kali lipat tuh ya? Hmm, bahkan bisa hampir lima kali lipat loh. Tapi kalau punya spesifikasi kayak gini cuman ngejar sekedar FPS kayaknya sayang sih ya. kita ubah settingannya juga. Ke red racing kita buat ultra. Lalu DLSS kita buat performance dan multiframe generation-nya kita tetap di angka 4 kali. Ini definisi untuk smart gaming. FPS-nya memang turun di 81 untuk minimalnya. Average-nya di 84 FPS dan maksimalnya di 106. Tapi ini enggak ngorbanin fluiditasnya dan gameplay-nya juga tetap nyaman dan kualitas gambarnya tetap ciamik. Lanjut ke game Enzoy yang bisa dikatakan punya grafik tajam dan lighting-nya juga bisa dikatakan modern. Dan untuk frame generation-nya kita akan di awal-awal kita buat off. Kita rata-rata dapat di sekitar 36 frame pers. Tapi saat posisi frame generation-nya kita nyalakan dengan eh graphic rate racing-nya ultra DLSS kita buat performance kita dapat di sekitar 70 dan paling rendah di 62 frame pers. Artinya dibandingkan dengan mul frame generation-nya saat kita off-kan itu bisa naik 30 sampai 50%. Nah, mau tes game apa lagi nih? Ke Monster Hunter mungkin ya game yang jauh lebih fokus ke detail dan effect partikelnya. Setting pertama kita pakai ultra dan tanpa DLSS atau retracing-nya kita buat off juga. Kita rata-rata dapat di 37 frame pers dengan maksimal di 46 frame pers. Ini agak brute force sih ya untuk GPU-nya. Dengan gameplay kayak gini juga hasil image-nya enggak oke-oke banget. Kita coba di DLSS on dan multiframe generation-nya kita buat on, rate racing-nya kita buat off. Kita rata-rata di 40 sampai 56 dan FPS-nya naik dikit dibandingkan dengan setting sebelumnya. Tapi kalau DLSS kita on-kan dan frame generation-nya kita on-kan dan retracing on, kita dapat maksimal di 78 FPS dan average-nya ada di 59 fps. Ini rasa cara setting untuk mainkan game ini yang paling nikmat dia. Dan ingat, performance kayak gini kita jalan di resolusi QSD Plus. Sekarang kita masuk ke game yang cukup demanding. Tapi Nvidia GeForce RTX 5070 ini mampu dipreset ultra. RDR2 untuk DLSS kita buat quality. Kita dapat rata-rata FPS-nya masih cukup tinggi di 73 frame pers. Dengan settingan seperti ini, scene cinematicknya masih dapat banget sih. Lanjut ke Valoran dengan setting eh FHD Plus ya. Kita dapat FPS yang tumpah-tumpah gila nih. Bisa sampai 419 FPS. Gila, lancar banget. Smooth banget. Di sini ada salah satu fitur di Nvidia yang cukup menarik, yaitu Nvidia Smooth Motion. Itu berlaku untuk game-game yang memang FPS-nya di-lock. Jadi, buat kalian yang pecinta Gensin Impact atau kalian salah satu dari jutaan pemain tersebut yang pengin dapetin pengalaman yang menarik dan terbaik di game ini, kalian bisa manfaatin fitur smooth motion ini. Caranya gampang banget, kalian tinggal instal Nvidia Apps dan kalian bisa jalankan Gensin Impact-nya via Nvidia Apps. Dan jangan lupa kalian aktifkan fitur smooth motion yang ada di bawah. Dan hasilnya yang biasanya game ini diock di angka sekitar 60 fps ya, game ini bisa langsung lompat lebih dari 120 fps yang pastinya buat pengalaman kalian main di game ini jauh lebih asik dan jauh lebih smooth juga. Jadi sedikit kesimpulan bahwa tagline dari Nvidia Game Changernya itu bukan gimik tapi benar-benar bisa menongkrak performance-nya sangat signifikan. Dari pengujian game-game tadi bisa dikatakan salah satu kunci dari keberhasilannya adalah performance-nya cukup konsisten. Pada pengujian kita pada 3D Mark E stress test kita dapat skor yang cukup menyenangkan, cukup perfeksi di 98,9% artinya dia lolos uji stres test dan saat uji retracing di solar B kita dapat skor yang besar luar biasa di 72.197 7 poin. Wah, sekarang kita akan coba bahas masalah produktivitasnya. Nvidia itu punya software namanya Nvidia Broadcast. Memang tidak langsung terinstall di laptopnya. Kalian bisa download di website-nya Nvidia dan itu free dan fiturnya banyak banget. Salah satunya kalau kalian lihat ada Studio Voice ya. Memang walaupun masih beta tapi sudah sangat bisa digunakan. Dan fitur ini berfungsi sebagai atau bisa upgrade kualitas mikrofon kalian selayaknya mikrofon mahal. Jadi cocok banget kalau kalian pakai untuk podcast, voiceover, atau konten-konten yang berhubungan dengan suara. Ada juga voice removal. Fungsinya menghilangkan suara di latar belakang kayak apa ya? kipas AC mungkin, lalu suara bising di sekeliling kalian saat posisi kalian lagi meeting, dan ada slider srank-nya juga untuk atur seberapa agresif AI-nya. Kalau kalian perhatikan di tab video, ada fitur yang sangat berguna untuk kalian yang kerjaannya meeting online terus gitu ya. Mulai dari virtual background, kalian bisa ubah-ubah background-nya. Di sana ada juga eh background blur yang bisa kalian eh adjust juga dan itu rapi banget blurnya. dan juga ada background remover. Auto frame juga gak ketinggalan untuk menjaga posisi kalian kalau kalian bergerak-bergerak untuk tetap stay di tengah. Dan yang paling menarik nih, ada Virtual key adjust pencahayaannya sangat signifikan seolah-olah di depan kalian atau di kanan atau kiri kalian tuh ada softbox yang membuat gambarnya akan jauh lebih cantik, jauh lebih dramatis, jauh lebih cinematik. Enggak cuman itu, fitur AI-nya juga sangat berguna. Kalian bisa install juga anything lm gitu ya. Kalian bisa generate untuk offline AI assistant gitu ya. Dan cukup banyak pilihan di sana. Kalian bisa ajari AI kalian sendiri. Semakin banyak yang kalian inputkan di sana akan semakin pintar dan akan semakin mempermudah pekerjaan kalian. Di sini juga kalian bisa pakai banyak LLM provider mulai dari open AI, Gemini, Nvidia NIM, bahkan untuk import AI dari meta seperti lama pun juga bisa. Tapi punya Microsoft juga enggak ketinggalan. Jadi kalian tinggal pilih aja download dan import di software ini. Untuk GPU semuanya sudah kita tes. Sekarang kita masuk ke pengujian CPU-nya. Kita mulai dari pengujian sintetisnya dulu di R15 dengan looping 10 kali. Untuk skor multior-nya kita dapat rata-rata di 5.140 sampai 5.160. Dan artinya prosesor ini punya konsistensi performance yang oke banget. Jadi siap banget untuk dipakai rendering. Single core-nya pun bisa dikatakan sangat tinggi di 310 poin. Masuk ke R23 dengan simulasi yang sama seperti E15 kita looping 10 kali dan kita dapat skor rata-rata di 30.200 sampai 33.500 poin. Performance-nya konsistensinya juga masih sama. Ini berarti Intel Core Ultra 7 benar-benar memaksimalkan limit performance-nya dan dijaga tetap sangat konsisten. Tapi kalau kita benchmark laptop ini dengan mode bater only performance-nya turun kurang lebih sekitar 30%. Mungkin salah satu alasannya biar enggak boros-boros banget di baterai ya. Dan terbukti juga pada pengujian rel kita untuk YouTube streaming kita gunakan 10 menit kita dapat pengurangan baterai di 8%. untuk pekerjaan harian atau untuk ngetik-ngetik gitu ya di 10 menit kita hanya turun di 5% aja. Lumayan irit sebenarnya tapi kalau kita pakai untuk gaming turun 17%. Nah, kalau kita ulik tadi untuk CPU-nya bisa dikatakan cukup tinggi performance-nya dan terbukti juga pada rendering premiere di video 4K. Laptop ini mampu menyelesaikan di 1 menit 21 detik. Kencang banget. Lalu untuk FHD di 28 detik dengan catatan kita menggunakan mode software only yang artinya kita ekspornya menggunakan CPU. Kalau pakai GPU harusnya lebih kencang sih. Kalau semua hal yang berat-berat seberat hidup kalian sudah kita lewati tadi, sudah kita bahas tadi, kita masuk ke hal-hal yang ringan. Ekspor PPT to PDF dengan 150 seat mampu selesai hanya 4 detik saja. Kaca enggak tuh? Lalu randomis data Excel yang besar sekali hanya 34 detik. Tadi pada game Gin Impact tadi sudah kita spill mengenai Nvidia Apps. Nvidia Apps ini pengganti GeForce Experience yang kalian bisa download free di website-nya Nvidia. Cukup banyak perubahannya, tapi yang paling menarik ada di tab grafik di mana kita udah enggak perlu repot-repot lagi atau bingung cari setting game-nya. Tinggal tekan tombol klik optimize, kalian bisa langsung main dengan settingan yang direkomendasikan oleh AI Nvidia. Kalau kita lihat performance-nya tadi bisa dikatakan laptop ini cukup stabil dan tebal. Tapi trade off-nya ada di mana? Di bagian desain dengan form vektor 16 inch seperti ini, bisa dikatakan laptop ini cukup tebal untuk sebuah laptop gaming. Dimensinya ada di 35,7 * 28,4 cm dan tebalnya 2,85 cm. Lumayan tebal enggak tuh? Dan bobotnya bisa dikatakan ya selayaknya laptop gaming 16 in ada 2,7 kilo. Untuk bahan yang dipakai di bagian punggung layarnya menggunakan bahan metal dengan logo MSI khas MSI di bagian tengah ini enggak berubah. Tapi sayang memang enggak nyala sih dia ya. Tapi di bagian bahan lain, di bagian pampres dan di bagian bawah laptop menggunakan plastik polikarbonat. Untuk Excel-nya sendiri bisa dikatakan cukup solid. Beda seperti beberapa MSI yang lain dan hint-nya ini kalau kalian perhatikan enggak sampai 180 tapi paling enggak ini oke dibandingkan dengan beberapa MSI yang khususnya entry level yang dia cukup solid dan enggak goyang kalau kalian perhatikan seperti ini. Dan untuk keseluruhan desainnya bisa dikatakan ini desain yang tidak semua orang suka mungkin ya. Tapi kalau pengin nonjolkan kesan gamingnya ini gaming banget sih memang. Untuk keseluruhan desainnya sih sebenarnya mengingatkan pada GE66 ini mirip banget sebenarnya. Itu keluaran tahun mungkin tahun 2022-an gitu ya. Coba kalian cari nih search di Google GE MSI GE66. Layar sudah. Kita turun ke bagian keyboard-nya. Kalau keyboard-nya jujur aja no complain. Ini keyboard yang memang khas dari MSI yang mahal banget. Keyboard-nya full size dengan 24 zone RGB keyboard dan Fel clicking-nya juga enak banget. Kalau kalian masuk di seri-seri seperti ini ya kalian enggak akan komplain, pasti puas banget. Untuk keyboard-nya sendiri punya empat level tingkat pencahayaan yang kalian bisa atur menggunakan tombol function F8 dan shortcut untuk copilot-nya juga enggak ketinggalan dan tombol WASD-nya dibuat transparan biar kesan gaming-nya itu semakin keluar. Touchpad-nya juga gede banget. dia senter terhadap body dan untuk semua fiturnya berjalan normal. No complain lah untuk masalah pembahasan ini. Untuk layarnya bisa dikatakan punya golden ratio 16 balitas gambarnya bisa dikatakan bagus banget dengan resolusi QSD 240 Hz. Puas banget enggak tuh? Kalian tadi main Valoran bisa tembus sampai 400 Hz gitu ya. Itu 240 Hz-nya kepakai banget. Untuk tingkat akurasi warnanya, MSI claim di 100% sRGB, tapi kita dapat di 92% sRGB. Adob RGB-nya di 85%, P3-nya di 79,6%, NTSC-nya di 85%. Dan untuk brightness-nya bisa dikatakan lumayan gede dan enak banget kalau kalian pakai di luar ruangan. Jadi cocoklah kalian pakai Ngave. Selain bentuknya dia yang a catching gitu ya, brightness-nya bisa sampai di 374 nitz. Selain performance-nya yang monster dan punya fitur yang canggih di Nvidianya tadi, tapi MSI tetap menyematkan fitur-fitur yang harusnya berguna buat kalian. Yang pertama ada infrared kamera nih. Dia mendukung Windows Hello kalian dengan resolusi 1080p 30 fps yang punya kualitas bagus banget untuk sebuah laptop gaming. Contohnya begini. Oke. Oke. Ya, ini dia cakep kok kameranya. Untuk mendongrak performanya juga ada fitur overbost dengan shortcut function tombol atas atau tombol bawah. MSI Center juga enggak ketinggalan sebagai pusat komando dari laptop ini. Mulai hardware monitor, fitur MSI AI engine-nya juga ada. Buat yang kalian malas untuk setting-setting tinggal klik aja. Mau manual ada user scenario dan Mystic Like-nya untuk atur RGB-nya juga ada. Jadi secara fitur lengkap banget mulai dari software MSI dan juga software dari Nvidia-nya. Salah satu hal yang buat laptop ini punya performance kencang dan stabil karena dia memiliki teknologi yang namanya Cooler Boost 5 dengan dua fan dan 6 buah heat pipe. Dengan desain seperti ini, keuntungannya adalah dia bisa menyematkan port yang cukup banyak. Kalau kalian perhatikan di bagian belakang ada DC diletakkan di sana Kenchin lock lalu juga ada HDMI 2.1 yang support layarnya hingga 8K60 Hz. Enggak ketinggalan juga ada RJ45 port. Di sebelah kanan ada dua buah USB type E3.2 gen2 yang speed-nya kencang banget. Jadi kalian enggak perlu rebutan juga cari colokan yang USB type E yang kencang. Di sebelah kiri dia menyematkan Thunderbolt 5.0 dua buah sekaligus. yang di sebelahnya juga disematkan SD card reader. Untuk Thunderbolt-nya dia sudah support untuk power delivery dan display port juga. Artinya dia support hingga empat screen sekaligus satu screen native dan tiga external screen. Kesimpulannya adalah fitur-fitur di laptop ini khususnya di Nvidia GeForce-nya dia punya tagline game changer itu bukan gimmik dan benar-benar tadi sudah kita buktikan mulai dari fitur rate racing-nya, DLSS4-nya yang ada di laptop ini, dan multiframe generation-nya enggak lupa juga smooth motion-nya benar-benar ngedongkrak performance-nya dari yang rendah hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibanding sebelumnya. Fitur-fitur AI-nya pada Nvidia Broadcast juga sangat berguna untuk hal-hal produktivitas, gak cuman gimik doang juga. Lalu ada software Nvidia Apps yang benar-benar buat kaum-kaum malas seperti saya ini sangat berguna. Tinggal klik tombol optimize dan jalanin game-nya dan semuanya lancar. Laptopnya sendiri juga berbekal cooler boost 5 teknologi baru dari MSI yang buat performance kalau kalian perhatikan di sinetis R23 dan R15-nya itu sangat stabil dan juga terbukti pada 3D Mark E stres test-nya kita lolos uji stres test yang cukup tinggi juga. Artinya dalam pemakaian jangka panjang laptop ini bebas banget dari throttle. Jadi sudah enggak ada lagi tuh kalian main game nge-lag marah. Jadi bisa disimpulkan laptop ini punya performance selayaknya PC tapi bisa kalian lipat. Oke, cukup sekian video kita kali ini. Kalau kalian ada pertanyaan, kita bisa diskusi di kolom komentar dan jangan lupa di-subscribe juga. Saya Rico. See
