Laptop Gigabyte Turun Gunung ! Yang lain minggir dulu.. (YouTube Video)
Lah, gigabyte bikin laptop kirain cuma komponen PC doang. Itulah kata-kata orang-orang ketika mereka tahu kalau ada laptop gigabyte. Ya wajar sih ya karena kalau kita ngomong ini gigabyte itu branding diota kita pasti flash disk enggak ya? Karena memang nama gigabyte di sini tuh jauh lebih nempel sama motherboard, GPU, [musik] dan komponen PC lainnya. Dan sebenarnya laptop gigabyte kalau di global itu ada ya, cuman mereka memang gak launch di Indo aja. Nah, kalau kalian ingat ketika saya berangkat di Comutex beberapa bulan kemarin, saya tuh ngebahas ada laptop Gigabit. Saya bilang waktu itu bakalan resmi masuk induk dan akhirnya udah ada dua laptop gigabyte di depan saya yang bisa langsung kita tes dan apakah dia bakalan awet di Indo laptop Gigabit ini atau setahun aja. Terus Chau lagi kayak brand yang pernah juga setahun terus COW lagi karena saingannya di ini itu berat. Jadi langsung aja kita bahas. Hai Andika guys di sini. Jadi kenalin di depan saya ini udah ada dua laptop dari Gigabyte. Yang kanan ini namanya Gigabyte Aero X16 dan yang kiri Gigabyte Gaming E16. Buat yang belum tahu, sebenarnya Gigabyte itu udah mulai bikin laptop tahun 2000-an ya. Jadi udah lama sebenarnya. Cuman memang kalau di Indo karena enggak masuk, jadi yang kalian tahu ya kayak komponen-komponennya aja. Kalau untuk kelasnya sebenarnya lineup-nya pas Sai di Cometex itu ada banyak cuman karena di sini dua, jadi kita fokus ke dua ini dulu. Yang pertama ada Aero X16. ini dibikin biar lebih bisa fleksibel buat banyak kegiatan kayak allrounder lah. Sedangkan gaming A16 fokus utamanya jadi laptop gaming yang mainstream. Tapi menariknya kedua laptop ini sama-sama pakai GPU RTX 5060. Jadi udah kita tes bedanya dia. Walaupun dia sama-sama pakai RTX 5060 racikannya beda. Tapi sebelum kita masuk ke performa sabar dulu ya. Kita coba bahas desainnya dulu deh. Apakah secara desain dia bisa bersaing di Indo? [musik] Kalau dua laptop ini ditaruh sebelahan, sebenarnya segmentasi dari masing-masing laptopnya udah langsung kelihatan kok. Si Aero X16 itu kelihatan lebih kalem, minimalis, dan enggak banyak tingkah. Berasa kayak laptop kerja atau laptop creator yang kebetulan bisa dipakai gaming. Sedangkan kalau si gaming A16 ya namanya aja udah gaming A16. Jadi jelas target marketnya siapa? Gamers. Tapi desainnya ini tetap minimalis. lebih kelihatan garang aja lah ya ketimbang yang Airu. Untungnya namanya itu Aero X16 ya, bukan digabung X-nya karena kalau digabung jadi kayak brand motor ya. Ierox. Si IOX cuma clear [tertawa] [berteriak] si Aero X16 dia punya ketebalan cuma 16,7 mili dengan bobot cuma 1,9 kg. Buat laptop 16 inch yang punya [musik] diskrit GPU RTX 5060 ini sih udah termasuk tipis dan ringan. Jadi masih enaklah kalau misalkan kita mau bawa ke mana-mana. Kalau buat yang gaming A16 secara bentuk emang lebih berasa kayak laptop gaming banget meskipun desainnya tetap minimalis, bodinya ini lebih berisi dan secara feeloh. Dan secara bobot jelas karena si Gaming A16 ini ngejarnya performa jadi memang airflow-nya dibikin lebih luas. Jadi laptopnya jadi lebih tebal. Tapi kalau kita ngomongin soal angel, kedua engel-nya ini udah bisa dibuka dengan satu tangan dan udah bisa dibuka yang E16 aja ya. Bisa dibuka sampai 180° Lay. Sementara Areo Areo enggak tuh Aero masih belum. [musik] Nah, di bagian layar ini cukup berbeda. Ini juga bisa jadi pertimbangan buat kalian mau milih yang gaming X16 atau Irox Aero X16. Untuk spesifikasi layar sebenarnya kedua laptop ini mirip. Speknya bisa kalian lihat di tabel yang ada di [musik] layar ini ya. Cuman bedanya di Iero X16 pakai panel yang udah 100% sRGB. Sedangkan di Gaming A16 itu cuma sekitar 57,2% [musik] aja untuk coverage sRGB-nya. Dan di gaming A16 ini yang kita bahas ini yang varian Flu XD tapi sebenarnya dia ada yang VXGA juga yang resolusinya itu lebih tinggi [musik] dengan yang udah 100% sRGB juga. Jadi intinya kalau kalian mau beli pastiin SKU-nya atau kode laptopnya itu yang benar ya. Karena ya sama seri [musik] bukan berarti sama speknya juga ya biasalah ya beda S. Tapi kalau kalian bingung dengan angka-angka itu tadi intinya kalau kalian adalah orang yang color critical editing pilihnya [musik] yang IRO karena secara resolusi lebih gede dan coverage sRGB-nya juga lebih luas. Sedangkan kalau kalian cuman gaming aja jarang untuk editing dan enggak butuh warna yang gimana-gimana, pilihnya yang gaming A16. Kalau kalian pengin tahu perbandingannya ketika dijejerin ya dua laptop ini warnanya si gaming A16 itu kelihatan lebih pucet dan detailnya gak setajam panel 1600-nya punyanya [musik] AO. Tapi resolusi full HD ini sebenarnya punya keuntungan kalau memang target marketnya itu gaming. Kenapa? Karena GPU-nya enggak harus ng-render gambar dengan resolusi 2.600 tadi. Cukup di 1080p aja bisa lebih dapat FPS yang tinggi. Dan karena kita enggak bisa milih, pastiin aja kalian itu kebutuhannya mau gaming atau yang allrounder kayak Iero ini. Karena kalau Iero pasti lebih mahal nanti harganya. Sedangkan gaming A16 kalau orientasinya gaming ya 165 Hz. Menurut saya sih masih oke lah ya. Lanjut kita bahas soal performanya. Tapi ini karena dua laptop sekaligus jadi biar enggak terlalu lama durasinya. Untuk spesifikasinya kalian bisa langsung lihat aja tabel berikut ini. Dan kalau dilihat dari tabelnya sebenarnya ada beberapa part yang sama persis kayak memori RAM sama-sama 16 GB DDR5 dengan kecepatannya segitu. GPU juga sama-sama RTX 5060 8 GB. Jumlah core prosesor 8 core 16 thre tapi dalamannya ini beda. Si Aero X16 pakai Ryzen AI 7350 dengan kombinasi 4 core Zen5 dan 4 core Zen5C dengan boost sampai 5 GHz. Sedangkan gaming A16 itu pakai Ryzen 7 260 jadi belum sekencang Ryzen 7 350 yang dia punya 8 core dan pakai arsitekturnya Zen4 tapi boost clock-nya sebelah malah lebih tinggi ya di 5,1 GHz. Tapi buat orang awam pasti langsung wah ini 5,1 GHz pasti lebih kencang nih. Nah, ini biasanya sales-seles ini emang yang penting cuan ya sales-seles itu ya. Jadi jangan beranggapan 5 dengan 5,1 GHz itu pasti lebih kencang sih 5,1 GHz. Karena clock speed itu cuma salah satu faktor yang nentuin performa prosesor. Arsitektur core-nya aja ini udah beda, karakter core-nya beda, power limit dari laptopnya juga bisa beda. Belum lagi sistem cooling-nya. Tapi daripada kita debat 5 GHz sama 5,1 GHz lebih kencang mana yang penting gak 10 + 6 18 gitu ya. Jadi langsung aja kita tes gimana performanya dan kalian bisa lihat side to side ini si Aero X16 kita running single core di R23. Di gaming A16 juga kita running single core dan juga multiore di R23. Dan kalian bisa lihat langsung bedanya di sin BCH R23 justru Ryzen 7 260 memang lebih unggul tapi sekitar 3% lah ya. Nah, di sini saya mulai mikir, ngapain beli Ryzen 7 yang lebih mahal. Kalau Ryzen 7 yang 260 aja ternyata lebih kencang. Ya, awalnya saya mikir ini apakah ini anomali ya. Jadi, saya sempat cek juga untuk laptop-laptop lain yang pakai prosesor sama dan ternyata memang enggak enggak ada yang anomali. Dan jawabannya karena si Ryzen 7 260 ini punya 8 full Zen 4 core ya. Sementara Ryzen AI7 tadi kan pakai kombinasi 4 core Zen5 dan 4 core Zen 5C. Nah, si Zen 5C ini memang untuk karakter-karakter clock speed yang dibikin untuk efisien lah. Kayak prosesornya itu bukan prosesor yang kencang. Tapi kalau kita lihat single core-nya di Ryzen AI 7750 di Aero X16 itu unggulnya lumayan jauh sekitar 13%. Dan ini kita juga udah tes tanpa adapter ya keduanya. Kalian juga bisa lihat chartnya ketika kita tes skenario kedua tanpa adapter. Dan hasilnya sih kalau pas pakai colokan si Gaming X16 menang tipis, tapi pas dicabut ya enggak pakai colokan Aero X16 balik yang menang tipis. Karena itu tadi dia dibikin untuk seefisien mungkin biar baterainya lebih awet tapi performanya tetap kencang. Kalau mobil itu kayak mobil hybrid lah. Lanjut kita tes untuk RTX 5060-nya ini di settingan tuningan dua laptop SKU. Apakah sama dan hasilnya kalian bisa langsung lihat tabel berikut ini juga. Hasilnya sih menurut saya masih mirip-mirip lah ya. Nah, yang menarik di Ieron-ya sih, jadi ini walaupun lebih tipis dibikin efisien, ternyata performa GPU-nya itu gak disunat sama sekali kalau kita lihat dari test 3D Mark-nya tadi. Terus selain tes 3DMAX, kita juga coba juga di Adobe Premiere Pro Blender. Kalian bisa lihat juga chart-nya berikut ini dan performanya sama, mirip-mirip juga. Jadi kalau untuk GPU enggak ada performa yang disunat, tapi yang saya salut sih tetap di Aero karena secara body lebih tipis, lebih ringan, tapi performanya masih oke. Nah, tapi gimana kalau digunain untuk gaming ya? Cuman gaming ini biar bisa keluar performa native-nya. Jadi untuk si Aero X16 kita pakai resolusi native bawaannya. Si Gaming A16 juga pakai full HD native bawaannya. Dan hasilnya di empat game yang kita coba mulai dari Valorance, Cyberpunk, kalian bisa lihat chart-cartt-nya berikut ini. Di sini terlihat beda banget ya Aero di beberapa game kayak Valoran contohnya average bisa dapat 200 FPS sementara si Gaming A16 131 FPS. Dota 2 aero juga lebih tinggi, wotering waveo juga lebih tinggi. Tapi kalau untuk game yang butuh GPU banget, gaming A6 tetap unggul ya. Dengan di Cyberpunk itu average-nya 148 FPS. Sementara di IO 16 itu di 106 fps. Kalau untuk booting wave sih masih mirip-mirip aja. Cuman yang menarik di sini nih seharusnya sih kalau secara airflow dia kan lebih tebal, lebih berat ya. Airflow-nya harusnya lebih bagus. Sekali lagi yang aero ini menarik banget karena ketika kita tes untuk suhu permukaannya suhu tertingginya itu mirip-mirip dengan di kisaran 55 derajat celcius, 52 derajat Celcius. Tapi yang menarik untuk tombol-tombol yang bakalan kita pakai kayak WAD itu enggak anget sama sekali di bawah 40 derajat celcius. Kalau untuk gaming A16 sih biasalah ya karena kan airflow-nya ya itu tadi karena bodinya tebal jadi airflow-nya lebih luas. Yang menarik di aironya suhunya ternyata bisa sama kayak gaming A16. Ini perlu angkat topi. Sistem engineering-nya keren banget. Kalau untuk baterai kita juga udah tes keduanya di PCA maffice ya. Selisihnya sih menang aero karena mungkin prosesornya lebih efisien tadi. Tapi ya namanya laptop gaming ya. Jadi enggak bisa bertahan yang sampai 8 jam gitu pas kita tes di PC Max. Untuk Aero X16 dapatnya 3 jam 52 menit dan gaming A16 3 jam 8 menit. Jadi selisihnya cuman sekitar ya hampir sejam lah. Sekarang kita bahas input device-nya ya. Keyboard sama touchpad-nya. Feel-nya enak mana di antara gaming X16 sama Iero X16. Aero ini pakai golden curve keyboard namanya. Jadi f tombolnya menurut saya cukup enak. Feedback-nya berasa, tacktailnya juga lumayan dapat, tapi suaranya enggak terlalu berisik. Dan ini cocok sama karakternya Aero karena mungkin memang dievelop kayak gini ya. Jadi tombol keyboard-nya itu yang silent. Kalau ini kan agak tuh agak lumayan berisik ya. Jadi ini silent kalau kalian bawa ke kafe ke perpustakaan masih aman, enggak mengganggu orang lain. Sementara untuk gaming A16 sebenarnya juga nyaman, tapi suaranya lebih berisik ketimbang si Aero X16. Dan jujur aja buat Gabit, saya sih lebih suka feel nyamannya di Aero ketimbang di gaming A16 ya. Karena dia kayak lebih dalam gitu travel-nya. Enggak cocok buat saya. Dan kalau F ttail-nya sih nyaman cuman terlalu berisik. Untuk touchpad keduanya juga mirip-mirip, sama-sama luas cuman beda desain aja. Kalau di gaming A16 itu dia kayak semacam dia kayak jadi portal [musik] pesawat luar angkasa gitu ya, kayak pintu luar angkasa. Sementara di Aero lebih simpel. Kalau saya sih lebih suka yang simpel-simpel karena saya penggembarnya simple plan. Kalau untuk konektivitasnya keduanya yang wireless sama-sama pakai WiFi 6ei dan Bluetooth-nya juga pakai Bluetooth versi 5.2. Dan walaupun dia udah ada GPU-nya, GPU-nya juga lumayan kencang, tapi portnya juga masih dikasih [musik] USB 4. Jadi enggak ada bat AMD disupport sama USB 4. Laptopnya dikasih port USB type C USB port yang artinya bisa kalian koneekin ke external GPU, [musik] display port karena ini bandwid-nya kencang banget. Selain hardware yang udah saya jelasin tadi, Gigabyte ini juga bawa software-nya sendiri ya, sama kayak brand multinasional yang lain. Namanya itu GM. GMade ini konsepnya kayak AI agent yang bisa bantu ngaturin laptop. Cara pakainya kita bisa tahan tombol shortcut GM yang ada di keyboard. Terus kalau di layar muncul GMIT chatbot-nya, kalian ketik aja misal aku mau main game atau aku mau meeting atau ante-ant asing bisa di situ. Nah, nanti sistemnya bakal bisa ngebantu buat nyesuaiin performance mood-nya, cooling mood-nya, bahkan sampai mode GPU-nya. GMID-nya ini juga bisa dibuat ngetesting hal lain ya. Mirip-mirip kayak software bawaan laptop gaming pada umumnya lah ya. [musik] Kayak nge-setting performance mode, lihat status, monitoring, sampai milih skenario profile yang sesuai kita pengenin. Terus ada satu lagi yang menurut saya juga menarik. namanya itu AI Power Gear. AI Power Gear ini fungsinya buat ngatur konsumsi daya laptop secara otomatis. Tergantung kondisi laptopnya lagi dicolok charger atau lagi dicolok eh atau lagi pakai baterai. Jadi misalnya pas charger di cabut, dia bisa mainin di serkit GPU RTX-nya dan pindah pakai integrated GPU. Terus refresh rate layarnya juga bisa diturunin kalau panelnya support. Tujuannya apa? Ya, buat ngurangi konsumsi [musik] daya biar lebih awet lagi. Karena seperti yang kalian tahu baterainya tadi kan cuman hampir 4 jam ya. Ada lagi GM Creator. Ini buat generate gambar AI langsung dari laptopnya. Cuman syaratnya kita harus download modelnya dulu biar AI-nya bisa [musik] jalan lokal. Sekali lagi ya, jalan lokal enggak perlu internet. Jadi kalian mau generate apapun bisa apapun ya. Dan karena laptopnya udah pakai RTX 5060 jadi secara lokal ya emang udah mumpuni. Terus masih ada lagi guys banyak banget. Namanya itu GMate Coder. Simpelnya ini AI yang bisa bantu kalian buat vibe coding lah ya. Jadi, misal kalian enggak terlalu jago coding, kalian bisa kasih perintah aja pakai bahasa kayak bikinin saya coding buat bikin aplikasi kalkulator sederhana. Nanti AI-nya bakal bantu bikinin kodenya. Kalau kalian emang programmer, dia juga bisa bantu ngelekapi kode yang udah ditulis. Jadi, kerjanya bisa lebih cepat. Kurang lebih kayak punya asisten programmer di laptop lah. Cuman ya dia cuman bantuin bikin kodenya ya. Kalau misalkan kalian prom bantuin [musik] saya bikin GTA 7 gitu kayaknya enggak bisa. Okelah. Jadi itu tadi adalah review dari kedua laptop gigabyte yang resmi masuk Indo. Jadi ada Gaming A16, ada IO X16. Jangan digabung X-nya ya, karena tetap bakal jadi Ierox. Dan kedua laptop ini menarik karena sama-sama pakai RTX 5060 tapi segmen marketnya bisa berbeda. Yang satu memang untuk gaming, yang satu ini buat orang yang suka meeting. Tapi pekerjaannya juga masih mirip-mirip di rendering kayak engineering, teknik sipil, ya, arsitektur itu enak pakai Aero X16 ini. Karena secara desain simpel, dibuat meeting juga enggak malu-maluin dan bobotnya lebih enteng dibandingkan gaming A60. Sedangkan gaming A16 ya buat orang yang emang dari awalnya nyari laptop gaming yang usernya gak terlalu sering bawa laptop ke mana-mana terutama ke Pegadan. Bahaya kalau laptop dibawa ke Pegadan itu bahayalah pokoknya. Dan kalau ditanya dari kedua laptop ini mending mana? Kalau buat saya ya karena saya suka ngonten dan saya sering liputan. Kalau saya sih bakalan pilih IO X16. Tapi kalau kalian adalah orang yang ya kayak di rumah aja, kerja di cafe yang mungkin kafen-nya udah langganan di situ, ya bisa pakai gaming A16 ini. Dan yang saya salut dari Gigabyte dia masuk ke Indo udah prepare siap banget. Kenapa? Karena untuk yang baru launching di Indo, mereka juga udah punya garansi [musik] ADP atau accidental damage protection selama 2 tahun. Jadi misalkan laptopnya human error lah intinya ya. sama kayak laptop brand multinasional lain bakalan di-cover sama gigabyte. Dan untuk yang standar warantinya ini udah global ya. Jadi seumpama kalau kalian lagi di luar negeri dan laptop kalian rusak bisa klaim garansi juga di sana enggak perlu lagi nunggu balik [musik] ke Indo. Dan kalau kalian beli yang varian Aero X16 kalian juga dapat backpack serta Adobe Express subscription selama 1 tahun gratis. Wah, padahal Adobe itu lumayan loh. Dan kalau kalian beli yang gaming A16 juga dapat backpack plus mousepad AMP900. Kalau untuk harganya jujur saya belum tahu berapa, tapi bocorannya sih kayak Aero X16 ini R6 jutaan dan si gaming A16 ini bakalan ada di kisaran R5 jutaan. Dan ingat dia pakai RTX 5060 ya, bukan RTX 5050. Tapi menurut kalian dengan harga segitu misalkan benar ya ini saya juga belum tahu harganya bakalan fix atau enggak nanti kalau udah ada update-nya bakalan saya taruh di kolom deskripsi. Tapi kalau emang beneran segitu menurut kalian apakah Gigabyte ini bisa bersaing di Indonesia? Coba tulis di kolom komentar ya. Saya abudi and see you on the next video.
