Jungkat

Laptop HyperX Bagus Ga Sih? - HyperX Omen 15 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Seperti yang kita udah lihat di CES kemarin, sekarang lineup gaming laptop Omen itu sudah masuk ke lineup-nya HyperX. Dan walaupun memang sih masih dalam kategorinya HP karena diakuisisi oleh HP si HyperX ini, tapi kenapa ya kok Omen bisa masuk ke lineup-nya HyperX yang di mana itu kuatnya di periperal. Jadi, HP ingin membuat sebuah ekosistem gaming yang memang nyambung antara hardware atau dari mesin gamingnya sampai ke periferalnya dia. Dan aim-nya sih nantinya itu akan bisa diatur oleh satu software aja. Dan ya brand Omen yang memang udah identik di PC gaming high end sekarang menjadi bagiannya HyperX yang memang sudah identik dengan periferal seperti ya headset, terus keyboard dan juga mouse ya. Kalau misalnya nanti akan bisa sinergi, itu akan memberikan pengalaman gaming yang enggak setengah-setengah seperti motonya si HyperX itu sendiri ya, yaitu ya where All Gamers yang nantinya itu akan menjadi satu solusi atau one solution for all inone solution lah gitu. Nah, kita bahas saja mulai dari laptopnya yang berukuran 15 inch. Kalau dari desain, Omen tetaplah Omen. Enggak ada perubahan yang terlalu signifikan dari sebelumnya. Hanya aja laptop 15 inci ini lebih komact dari yang biasanya. Bodinya masih terbuat dari polikarbonat solid dengan logo HyperX yang menurut gua malah lebih elegan logo Omen yang ditaruh di sini. Tapi dengan body yang solid itu membuat laptopnya jadi lebih berat. 2,3 kg dan berat adapternya aja sampai 770 gr. Ya, maklumin kalau nanti laptop plus adapternya bisa jadi 3 kg sendiri. Nah, hingch layarnya ini solid banget ya. Di sini kita enggak ngelihat adanya wobel sama sekali dan bahkan layarnya punya spek yang kelas atas. Ukurannya masih 15 inci, tapi karena ini 16 bing 10, jadi cuma 15,1 inci. Resolusinya QHD 180 Hz dengan color gamut yang lumayan. Ditambah brightness-nya bisa sampai 500 nits ke atas. Ini cakep banget buat dipakai gaming di luar ruangan yang suka banyak cahayanya. Bagian keyboard-nya diubah sedikit. Font-nya sekarang jadi lebih ada aksen gaming-nya. Tetap punya pad dengan spacing yang teratur. Dan function button-nya juga lengkap. Volume ada, lock windows ada, dan play juga ada. Arrow button juga sekarang dibuat lebih normal. Dan yang amazing-nya, keyboard ini sudah pakai polling rate 8000 Hz alias response time-nya itu minim banget delay. Dan ada fitur yang gua baru temuin di lini Omen, yaitu keyboard-nya bisa diemap sesuka kita di Omen Gaming Hub-nya. Yes. Jadi key di sini bisa diemap atau dimakro secara natif di dalam Omen Gaming Hub. Gokil sih ini fiturnya. Belum lagi polling rate yang tadi kita sebut juga cocok untuk pro player atau yang suka main Souls di mana butuh reaction time secepat mungkin. Nah, tapi karena keyboard-nya itu punya yang lumayan gede, jadinya typing-nya kita itu jadi condong ke kiri. Dan placement touchpad-nya ini kadang suka mengganggu saat typing. Untungnya sih palm rejection-nya bekerja dengan baik ya, walaupun kadang-kadang masih suka gerak crossornya pas typing. Dan buat konektivitas layout omen sekarang agak dirubah sedikit. Di sebelah kanan ada satu USB 3.2 gen 1 dengan LAN port. Di belakang sekarang ada satu USB 3.2 Gen 2 dan HDMI 2.1. Kita senang sekarang Omen ada port di belakangnya lagi. Namun kenapa nih charging port malah ada di sebelah kiri berbarengan dengan satu lagi USBA? Padahal kalau charging port di belakang itu pasti lebih praktis. Apalagi kalau udah didampingin sama layar. Walaupun memang USBC yang ada di belakang ini support dengan PD dan DP sampai 100 watt juga dan support dengan slip and charge. Saat masuk ke Indonesia, HyperX Open 15 ini ada beberapa SKU, tapi yang datang ke studio kita itu pakai prosesor Intel Core i7 14650 HX dengan Nvidia GeForce RTX 5050 yang TGP-nya di 115 wat. Dan karena RAM sekarang harganya udah naik banget, di sini Omen 15-nya ya hanya 16 gig RAM 1* 16 aja tapi udah DDR5 5600. Buat storage di sini ada dua slot SSD yang di mana satu udah keisi sama 1 TB PCI Gen 4X4 sementara masih ada satu slot lagi buat upgrade. Jadi di sini HP lebih ngasih ruang buat upgrade-nya di mana ada satu lagi slot SODIM dan satu lagi slot SSD. Tinggal tergantung usernya aja. Dan performa dari Core i7-nya sih menurut gua so far oke. Ini sebanding dengan laptop kompetitor yang udah memakai spek yang sama namun udah pakai dual channel dan tentunya Core i7 14 gen ini masih lebih kencang ketimbang Core Ultra 7 yang 255H sekalipun. Skore 3D mark-nya juga apabila kita compare dengan laptop yang kurang lebih sama tapi pakai dual channel 2*8 ini membuktikan kalau di DDR5 ini single channel dan dual channel itu enggak terlalu signifikan bedanya. Lalu gimana dengan performa RTX 5050-nya di gaming? Apakah siap untuk diajak main game di 2K? Jadi di Cyberpunk kita bisa dapat sampai 74 FPS di FG 2 dan 122 FPS di FG * 4. Spider-Man 2 pun bisa dapat sampai 75 fps. Wooding waves itu dapatnya 83 FPS di settingan yang kurang lebih sama. dan Arknights Enfield itu di 85 fps. Beberapa settingan ini memperlihatkan kalau settingan optimal saat main game 2K di laptop ini ya matiin RTX-nya dan pakai frame game k. Dan buat Premiere Pro ataupun Blender ya bukan masalah lah buat RTX 5050 dan Core i7 ini buat ng-render project 4K sekalipun. Lalu dengan dua fan dan 5 heat pipe, laptop ini udah lumayan adem. Di mana CPU-nya cuma sekali nyentuh 84 derajat dan sisanya stabil di 71 sampai 76 derajat Celcius. Sementara GPU-nya itu hanya mentok di 75 derajat celcius saja. Lucunya, CPU ini cuma ngambil power di 43 watt aja yang di mana ini cukup rendah buat sebuah prosesor Intel yang high power dan GPU-nya juga cuma ngambil power mentok-mentok di 100 watt saat gaming yang berarti masih ada ruang buat overclock yang bisa dilakukan di Omen Gaming Hub. Lalu kita sendiri sebenarnya ngetes laptop ini enggak terlalu lama karena minjamnya emang cukup cepat. Tapi ada beberapa hal yang kita notice. Yang pertama adalah baterainya ini cukup gede di 70 watt hour. Video playback-nya pun lumayan lama. Speakernya juga enggak ada di samping, melainkan ada di depan seperti soundbar. Suaranya soso. Bassnya memang lebih bulat dari laptop gaming biasa, tapi masih belum sefenomenal itu. Omen gaming hub-nya juga secara fungsionalitas ini sama dengan yang sebelumnya. Bahkan fiturnya nambah, bisa OC GPU, bisa ngatur memory clock speed, dan bahkan bisa remap keyboard seperti yang kita bilang tadi. Tapi enggak enaknya pas dibuka ya iklannya banyak banget. Iklan game inilah, iklan game itulah dan kadang suka membuat nge-lag. Tapi di dalam Omen Gaming Hub ini ada fitur yang enggak ketinggalan unik dan hal tersebut adalah fan blade yang bisa muter secara reverse untuk ngebersihin fannya dari debu. Yes, fannya bisa berputar berlawanan arah buat ngebersihin debunya. Ini fitur baru pertama kali sih gua ketemuin di laptop gaming. Jadi, profile performance di laptop ini tuh ada empat. Echco, balance, performance, dan Unleash di SKU Intel. Jadi, keempat profil ini bisa sesekali memutar fannya secara terbalik untuk bersihin fannya dari debu. Ini adalah fitur dari HP agar laptopnya itu enggak gampang kotor dalamannya. Dan kalau kita lihat di atas itu beaselnya dia agak tebal karena ada kamera 2,1 megapel di atas itu bisa ngerekam sampai full HD 30 fps. Dan kalau misalnya lighting-nya lagi bagus ya kurang lebih kualitasnya itu seperti ini. Gambarnya ya lumayan jernih dan juga saturasinya oke. Tapi balik lagi dia masih suka ada noise-nya juga. Jadi ketimbang mengejar price to performance, HP sekarang lebih fokus untuk memberikan pengalaman gaming yang di mana dalam satu ekosistem dan itu lebih seess ya. Di dua brand ini, Omen dan HyperX itu enggak menutup kemungkinan kalau nanti ke depannya bakal ada bundle-bundle entah itu gaming laptop bisa dibandle sama mouse atau sama headset sekalipun dan mungkin bakal memberikan value yang lebih kalau misalnya beli satu paketan. Dan kalau misalnya untuk ekosistem yang mereka bicarakan ini sebenarnya gua pas pertama eh pai laptop HyperX gua bakal ngiranya bahwa periferalnya itu akan diatur di software yang sama juga yaitu di Omen Gaming Hub. Tapi ternyata memang masih belum dan kita masih mesti ya downloadity itu lagi. Jadi ya masih di dua software yang berbeda walaupun keyboard-nya seperti yang gua bilang tadi itu sudah bisa diatur di Omen Gaming Hub. Nah, kalau misalnya untuk periperal HyperX sekarang yang sudah gua tes itu kemarin gua dikirimin juga lumayan banyak, tapi yang gua tes itu baru dua karena ngetes laptopnya pakai si periferalnya itu. Yang pertama adalah headsetnya. Headset gua baru nyoba yang jet series itu warnanya warna biru muda. Suaranya lumayan oke dan clamping force-nya juga enak. di situ suara yang namanya juga HyperX itu kan sekarang memang masih identik dengan headsetnya ya dengan cloud series dan sekarang kemarin itu Jet series juga masih bagus. Terus untuk mouse-nya kemarin itu gua nyobain yang Pulse Fire dan sebenarnya sih lumayan juga dan kalau misalnya itu bisa diatur dalam Omen Gaming Hub sih sebenarnya masih oke lagi. Cuman tolonglah XP kalau bisa Omen Gaming Hub-nya itu iklannya dikurangin lah. Jadi enggak terlalu nge-lag gitu. Nah, lanjut ngomongin harganya. Sebenarnya kemahalan gak sih kalau laptop yang pakai RTX 5050 itu ditaruhnya di harga 23,5 juta? Sebenarnya ya kalau kita melihat kompetitornya yang lain sekarang harga gaming laptop udah pada segituan juga. Dan kalau misalnya kalian ngelihat misalnya Acer nih, Acer itu dia yang 22 sampai R3 juta itu juga udah pakai yang RTX 5050. Bahkan prosesornya itu pakai Ultra 7 255h. Terus kalau Lenovo pun itu bahkan Core i7-nya masih yang 13650HX dan ya kurang lebih speknya sama gitu. RAM-nya juga masih 16 di harga Rp2-an juta. Terus juga paling MSI kemarin MSI itu dia speknya kurang lebih sama yang e kita review ini. Cuman bedanya ya RAM-nya dibuat 2 * 8. Kalau ini 16 * 1 plus minus sih kalau di sana dia udah dual channel ada slightly lebih bagus tapi kalau misalnya untuk Omen ini ya HP ingin memberikan e ruang untuk upgrade lah untuk kalian. Dan kalau misalnya gua sendiri, misalnya gua mau nyari memang laptop di harga jut R-an juta gitu untuk jadi daily driver, gua mungkin ngambil yang Omen ini. Bukan karena gua review-nya karena sekarang lagi ng-review ini ya, tapi ya mikirin upgradabilitasnya juga gitu. Jadi bisa nyicil. Dan kalau misalnya untuk harga RAM dan harga SSD ya ini adalah new normal yang harus diterima. Ini adalah new price yang harus diterima. Jadi ya kita terima aja dulu untuk sekarang. Dan paling itu aja sih kalau misalnya kalian sendiri menurut kalian RTX 5050 ini capable enggak sih untuk 2K gaming habis ngelihat graf kita tadi?

Lihat di YouTube