Jungkat

Laptop Idaman Creator & Gamers Sultan!! - ROG Zephyrus G16 (Core Ultra 9 285H) (YouTube Video)

  • 26/08/2025

Tahun lalu kita udah pernah ng-review ROG Zeverirus G16, yaitu laptop creator yang paling mewah dengan core ultra 9185H dan juga RTX 4070. Nah, tahun ini Zevirus G16 tersebut di-refresh dengan Core Ultra 9285H dan juga RTX-nya diganti ke 5070 Ti. Tapi pertanyaannya dengan Rp55 juta, apakah laptopnya masih worth it buat dibeli? [Musik] Desain dari Zevirus G16 yang tahun ini seperti yang tadi kita udah bilang, enggak ada dirubah apapun dari tahun lalu. Mungkin kita recap sedikit kali ya. Bagian depannya itu cuma ada garis LED berwarna putih aja yang dinamakan slash lighting dan tentunya bisa dicustom di armory Crate juga. Bentuk laptopnya juga udah tipis banget. Ini adalah laptop 16 inch yang tertipis dan juga beratnya cuma 1,5 kg buat yang SKU kita. Walaupun begitu, laptopnya masih punya build quality yang solid meski tanpa military grid. Hingch-nya ini solid banget buat ngebuka layarnya dengan satu tangan. Hampir mirip feelingnya dengan Razer Blade ataupun MacBook. Dan buat layarnya dia udah menggunakan panel OLED berukuran 16 inch 2.5K dengan refresh rate sampai 240 Hz. Soal kontras dan akurasi warna tidak usah ditanya lagi pastinya udah mentok kanan. Dan di Armory Create kita juga bisa mengatur color profile dari monitornya seperti sRGB mode, Vivit atau DCIP3 kalau kalau kalian creator film. Keyboard-nya masih punya layout yang sama dengan sebelumnya yaitu lebih boxy dan terlihat lebih kayak laptop kerja daripada laptop gaming. Power button-nya juga tentu terpisah dengan patch up patch down yang tergabung dengan aeropad. Volume dan armory crate dedicated button juga dapat ditemukan di kiri atas dari keyboard-nya. Tapi sayangnya media button itu absen dari keyboard ini. Gua agak menyayangkan sih ROG bisa naruh ada tombol buat aura farming tapi enggak bisa naruh tombol buat media button. Nah, tapi overall letak dari keyboard ini agak centered. Jadi saat ngetik ya kadang suka kena-kena dengan touchpad-nya yang bagol itu. Nah, ngomong-ngomong soal touchpad nih ya, Zevirus itu kan punya touchpad yang super luas. itu benar-benar meng-cover hampir seluruh surface bawahnya dan juga punya front firing speaker dengan total en speaker. Jadi kalau kita lihat ya dari bentuk touchpad-nya, ukurannya, terus juga dari speakernya yang punya en speaker itu, itu udah membuktikan bahwa Zevirus J16 ini sudah sekelas dengan Razer Blade atau MacBook Pro sekalipun. Dan seperti di SKU sebelumnya juga di pembelian laptop ini selain dari adapter utamanya yang 240 watt, kita juga diberikan adapter USBC sampai 100 wat. Buat konektivitas di sebelah kanan ada full size SD card reader dan dua USB 3.2 Gen2 di mana satunya adalah type A dan satu lagi type C. Sementara di sebelah kiri ada charging port, full HDMI 2.1 port, satu Thunderbolt port, dan satu lagi USB 3.2 Gen 2 type A dan audio combock. Enaknya ada masing-masing USBC di kedua sisi. Jadi bisa charge PD dengan mudah mau dari sisi manapun. Prosesor yang ada di laptop ini udah di-upgrade ke Core Ultra 9 285H yang terbaru, yaitu prosesor yang udah cukup mentok kanan dari Intel yang sekarang dengan RTX yang juga udah di-upgrade ke 5070 Ti. Dan kalau RAM-nya masih sama di 32 gig LP DDDR5X. Dan buat SSD-nya dia ada dua slot di mana yang satunya udah terisi 1 TB PCI genen 4X4 dengan speed yang cukup kencang dan satu lagi itu masih bisa diisi terserah kalian. Buat CPU-nya ternyata performa dari Core Ultra 9 285 ini hanya naik sedikit dari yang versi tahun lalunya. Mau di CineBch 2024 pun ya performanya ini masih di bawah Ryzen AI 9 HX370. Nah, buat RTX 5070 Ti-nya, skornya ini naik sih. Memang lumayan signifikan ketimbang RTX 4070 kemarin. Namun tentunya dengan kompensasi nambah 20 watt juga TDP-nya. Di game-game yang triple A seperti Black Miss Wukong, sayangnya laptop ini hanya dapat 54 FPS walaupun sudah menyalakan frame generation. Nah, buat dapetin frame rate yang playable turunin dulu settingan rate racing-nya. Monster Hunter Wilds juga bisa dapat sampai 90 FPS. Cyberpunk bisa dapat sampai 112 FPS. Sementara Spider-Man 2 dan juga Harry Potter KW2 bisa dapat FPS 100-an. Nah, kalau game wibu gratisan entah kenapa hanya dapat 70-an FPS. Mungkin karena ada yang pakai RTX High. Sementara di Adobe Premiere Pro render time-nya ini lumayan kerasa bedanya antara SKU tahun lalu dengan yang tahun ini. Ya, lumayanlah ada peningkatan di video editing dan blender pun juga sama kencangnya. Jadi kelihatan kalau laptop ini memang cocok untuk para video creator ataupun 3D artis atau juga bisa juga 3D desainer. Nah, selain dari performa spesifikasi yang ngebedain SKU ini dengan yang tahun lalu adalah coolingnya. Kalau yang tahun lalu itu sampai punya tiga kipas buat pendinginannya yang kali ini memakai vaper chamber. Tapi karena power usage dari laptop ini juga gede, tetap vaper chamber sekalipun enggak bisa menutupi panasnya surface laptop ini. Kita juga lihat secara CPU temperature dia masih menyentuh 105 derajat. Walaupun stabilnya di 80 sampai 90-an, tapi yang paling menarik perhatian adalah suhu GPU-nya nih. Di mana dia ada di sekitar 82 sampai 85 derajat celcius. Dan ini sama dengan SKU tahun lalu yang memakai RTX 4070. Yang membedakan adalah power usage GPU-nya itu sekarang signifikan naik. yang tadinya hanya 75 sampai 85 watt menjadi 110 sampai 120 wat. Di sini Asus sudah benar sih memberikan cooling system yang terbaik untuk GPU yang haus akan daya. Yang salah adalah performa yang diberikan 5070 Ti laptop dari 4070 kayaknya enggak sebanding dengan kenaikan dayanya. Seperti SKU yang tahun lalu, Zevirus G16 ini juga masih menjadi primadona di kalangan creator dengan performa yang lancar buat ngapain aja, apalagi saat mobile. Membuat laptop ini menjadi lebih cocok buat jadi portable workstation ketimbang laptop gaming. Laptop ini juga bisa sebenarnya buat dipakai sebelahan sama monitor dengan USBC. Namun saat nampilin layar misal ke 4K dengan layarnya dia sendiri yang udah 2K mungkin agak berat ya dan membuat dia tuh jadi suka nge-lag. Jadi kita saranin untuk pakai adapter 240 watt-nya juga apabila dihubungkan dengan monitor especially yang 4K. Nah, speakernya ini masih menjadi top notch di kelasannya di mana clarity-nya jelas, bass-nya ada, mid-nya juga separasinya bagus. Jadi ini adalah speaker kelas atas yang bisa kita temukan di laptop setipis ini. Dan bater life-nya juga sekarang nambah dikit dari tahun lalu. Mungkin karena udah ggak pakai tiga kipas lagi. Overall ya enggak heran sih kalauirus G16 itu jadi idaman para content creator karena Asus ROG itu sendiri udah menjadi laptop gaming terbaik dan nomor satu di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Buat kualitas webcam-nya, dia resolusinya masih full HD 30 fps dan kalau dilihat dari kualitasnya ya lumayan mirip dengan Vivobook, tapi karena dia itu udah ada NPU-nya juga jadi udah support dengan yang namanya automatic framing atau Windows Studio Effect yang lain. Dan kalau misalnya melihat dari resolusi ini, sebenarnya ini e webcam yang lumayan biasa aja. Sebelum masuk ke kesimpulan, gua mau kasih tahu dulu salah satu hal yang meresahkan gua dalam me-review G16 yang tahun ini. Jadi, SKU dari Zevirus yang baru ini itu cukup banyak ya, sampai kita bingung kira-kira yang cocok untuk kita itu yang mana. Apalagi kalau kita sudah mempertimbangkan SKU yang tahun lalu. Jadi SKU dari Zevirus G16 yang tahun ini itu ada tiga. Yang pertama itu pakai 5070 Ti dengan harga Rp54 juta atau yang review unit ini. Ada juga yang pakai 5070 biasa dan ada juga yang pakai 5060. Tapi perbedaan harga antara 5070 Ti dengan yang lainnya itu cukup jauh. antara 5070 Ti dengan 5070 itu beda harganya bisa Rp9 juta loh. Alias yang 5070 harganya cuma Rp45 juta dan yang 5060 itu harganya cuman R0 jutaan. Kalian bayangin deh, nambah ti doang itu harganya bisa nambah Rp9 juta. Ya kita gak tahu sih apakah e performanya itu jauh banget bedanya dengan yang 5070 biasa karena kita enggak sempat ngetes yang 5070-nya dia. Kalau budget kalian lebih mepet lagi, ada juga yang SKU tahun lalu dengan RTX 4070 di harga Rp34 juta. Walaupun ya RAM-nya masih 16 gig sih, tapi tetap aja yang kalian dapat itu adalah Zevirus G16. yang modelnya ini masih sama, masih gini-gini aja gitu ya. Kira-kira menurut kalian gimana? Mendingan beli yang sekalian mewah aja sampai Rp jutaan atau mending beli yang tahun lalu?

Lihat di YouTube