Laptop Intel Core Ultra di Bawah 8 Juta?! Review ADVAN Workmate Ultra (YouTube Video)
Laptop pakai Intel Core Ultra 5 di tahun 2026 bisa dibeli di bawah Rp8 juta. Nih Advan beneran enggak sih ya? Nah, yang satu ini udah pakai Intel Core Ultra 5 115U. Biasanya laptop harga segini tuh prosesornya masih pakai Intel Core generasi 12 loh ya. Jadi keren nih ya. Dan karena namanya Core Ultra prosesornya udah pakai NPU. RAM-nya ini 8 gig dan masih bisa di-upgrade. Nah, layarnya udah pakai IPS. Resolusinya juga 1200p, jadi kekinian ya. Ini adalah Advance Workmate Ultra ya. Laptop 1 ini memang beneran menarik sih ya. Karena saat video sudah dibuat kita bisa bilang bahwa Advance Workmate Ultra adalah laptop dengan prosesor Intel Core Ultra seri 1 yang paling terjangkau. Hal ini membuat Advance Workmate Ultra jadi cocok digunakan oleh pelajar dan mahasiswa yang biasanya punya budget terbatas nih untuk beli laptop ya. Tapi semenarik apa sih laptop yang satu ini? Mari kita bahas dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 5 115. Code name-nya meteorlex. Litografinya udah Intel 4 ya, Intel 4. Default TDP-nya 15 watt. Dia punya total 8 core 10 tradiri dari 2 performance core, 4 efficient core, dan 2 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensin-nya ada di 4,2 GHz dan dia punya 10 MB Intel Smart Cash. Untuk NPU dipakai Intel AI Boost dan performanya mencapai 11 tops. IGP-nya pakai Intel Graphics dengan total 3 X Corse. Untuk RAM-nya itu 8 GB DDR5 5600 single channel itu yang terpasang. Di sini total ada dua slot Sodim. Yang satu sudah terisi. Jadi masih ada satu slot SODIM tambahan yang kosong ya. Jadi kalau mau di-upgrade tinggal nambah aja aman ya. Untuk storage-nya 256 GB SSD M.2 NVM PCI Genry. Sayangnya memang cuma ada satu slot SSD di laptop yang satu ini. Jadi kalau mau ngupgrade itu harus cabut yang bawaannya dan mengganti dengan yang lebih besar. Untuk K wireless-nya dia pakai Intel WiFi 6 AX101. Jadi udah sport WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Baterainya kapasitasnya ada di 45 wat hour dan OS-nya pakai Windows 11 Home. Untuk body factornya adalah clamp shell atau laptop klasik ya. Materialnya polikarbonat. warna. Nah, ini warna unit yang uji ini warnanya blue atau biru. Untuk desain ini sama seperti Advance Workmate yang pernah dulu kita review ya, laptop saat ini punya desain yang simpel, minimalis, mirip seperti laptop Tin and Light class entry level lainnya. Jadi cocok nih kalau mau dipakai untuk sekolah, kuliah, atau bahkan untuk kerja juga ya. Di bagian pungung layar kita bisa temukan ada logo Advance di situ. Untuk dimensinya panjang 31,5 cm, lebar 21,8 cm dengan ketebalan di 1,93 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,45 kg, chargernya 142 gr. Jadi total kalau dibawa sekitar 1,6 kg masih lumayan oke. Untuk layarnya ini pakai panel IPS ya, ukuran 14 inci, resolusinya WuxgaGA atau tepatnya 1920 * 1200 pikel. Jadi aspek rasionya modern 16 bfresh-nya tentunya di 60 Hz. Nah, dari pengujian kami tingkat cisaran maksimumnya ada di 318 nitz. Kemudian untuk gamut coverage dan kamut volume-nya itu sama ya di 57,5% sRGB. Memang ini masih kurang pas untuk content creation yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi kalau emang butuh akurasi warna tinggi sih ya gampang. Pasang monitor eksternal aja ya. Lalu layarnya itu punya permukaan yang matte atau antigare. Jadi tidak menentukan bayangan saat digunakan. Exelnya ini bisa dibuka sampai 180 derajat. Ini memudahkan kita saat ingin menampilkan isi layar ke lawan bicara yang tepat ada di depan kita. Dan exel seperti ini juga meminimalkan potensi terjadinya kerusakan saat layar tidak sengaja terdorong. Bingkai layarnya juga cukup tipis ya. Ketebalan sisi kanan kirinya di kisaran 6 mm. Sedangkan untuk bikin atas memang sedikit tebal karena seperti biasa ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya saat menggunakan aspek rasio 4 bya resolusi 1,9 megapel atau 1200p. Tapi kalau kita ubah ke 16 b 9 resolusinya jadi 720p 30 fps. Perlu diperhatikan walaupun prosesor yang ada di laptop ini sudah punya NPU, sayangnya di saat pengujian kami tidak menemukan fitur Windows Studio Effect di laptop yang satu ini. Kemudian untuk mikrofonnya ini terletak di samping webcam ya. Nah, untuk kontes gambar dan pengujian mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, saat ini saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Advance Bmate yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya kondisinya lagi ramai kendaraan ya. Kalau menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas dan noise di belakang bisa diredam dengan cukup baik? Dan ini adalah hasil perekaman menggunakan kamera dari laptop Advance Workmate yang satu ini di kondisi cahaya studio. Nah, laptop ini bisa merekam video up to 1200p 30 fps di rasio 4 b. Sementara kalau kita pakai 16 b 9, resolusi tertingginya itu ada di 720p 30 fps. Nah, sebagai catatan, kalau kalian mau hasil perekamannya itu maksimal, pastikan kalian juga berada di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai, ya. Oke, masuk ke audionya. Laptop ini menggunakan dua buah speaker stereo. Jadi ya posnya di sisi kanan kiri laptop mengarah ke alas laptop. Untuk kata suaranya ini standar laptop untuk las harga skini ya. Enggak terlalu lantang dan ya kalau mau lebih mantap sih pakai headphone tambahan atau pakai speaker tambahan aja deh. Untuk konektor di kiri ada satu USB type C yang hanya digunakan untuk charging. Lalu ada satu USB 3.2 gene. Ada satu HDMI yang besar. Ada satu USB 3.2 gen one type C yang ini support data transfer, display output, dan power delivery. Di sebelah kanan ada satu micro SD card leader, ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada satu USB 2.0, ada satu USB 3.2 gen one dan ada satu canington lock slot. Nah, untuk keyboard ini sama persis seperti Advance Workmate yang pernah kita review ya. Tombolnya bukan yang paling silent, tapi masih nyamanlah digunakan untuk mengetik. Tombol navigasi seperti page up, page down itu menyatu dengan tombol anak panah. Tapi sayangnya di sini belum ada tombol home dan end. Untuk tombol anak panah atas dan bawah itu punya ukuran yang setengah dari tombol-tombol lainnya. Dan sama seperti workpad-nya sebelumnya, keyboard-nya juga masih belum dilengkapi dengan backlit. Nah, laptop ini menggunakan precision touchpad ya dengan ukuran 12 * 6,6 cm. Posisinya ini menyenangkan. Center to space bar. Jadi, ini jarang kesenggol telapak tangan saat kita sedang mengetik. Nah, untuk sistem pendingin dia menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas dan satu heat pipe. Intake udara dari bawah dan ekhaya ke arah belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Langsung aja kita lihat konsistensi performanya dengan Sinam R23 stability test selama setengah jam. Untuk skor maksimum yang dapat itu adalah di 5.146 poin. Dan untuk skor yang bisa pertahankan ada di kisaran 4.900 sampai 5.000-an poin. Kita juga tes konsistensi performanya saat tidak dicolok ke charger. Untuk skor yang dipertahankan di sini ada di kisaran 4.700-an poin. Lumayan ya, sudah lumayan kencang juga. Lalu untuk suhu kerjanya, suhu CPU sempat spike ke 80 derajat Celcius di awal, lalu kemudian turun dan bertahan di kisaran 60 derajat celcius. Nah, karena laptop ini datang dengan konfigurasi RAM single channel 8 GB, kita juga akan mengetes dengan konfigurasi 16 GB dual channel sebagai perbandingan. Mari kita mulai dengan Adobe Premiere Pro CCI 2026 ya. Kita gunakan video baru ya, yang durasinya 5 menit pas. Untuk video 1080p 60 fps. Sporting time-nya itu kalau pakai RAM 8 GB single channel itu butuh waktu 7 menit 39 detik. Kalau pakai RAM 16 GB dual channel jadi 5 menit 43 detik. Nah, untuk suhu kerjanya di awal proses eksport suhu naik ke 71 deraj celcius tapi kemudian turun dan bertahan di bawah 60 derajat celcius. Adem banget ya. Sekarang kita coba pakai Dafin Vinci Resolve 20. Ini software video editing kelas profesional tapi versi gratisnya yang kita pakai. Videonya sama 5 menit juga untuk video 1080p 60 fps. Exporting time-nya itu dengan RAM 8 GB single channel adalah 13 menit 26 detik. Kalau RAM-nya 16 GB 2 channel itu 11 menit 36 detik. Untuk suhu kerjanya suhu siipnya sempat naik ke 77 derajat Celcius, tapi kemudian langsung turun ke 60 sampai 63 derajat Celcius. Lagi-lagi suhunya aman banget. Lanjut ke CapCut. Videonya masih sama ya, durasinya 5 menit pas juga. Nah, untuk video 1080p 60 fps exporting-nya untuk menggunakan RAM 8 GB single channel itu 5 menit 18 detik. Wah, udah mantap sebutnya pakai single channel juga ya. Kalau RAM-nya 16 GB du channel butuh waktu 4 menit 53 detik. Sedikit lebih baik. Untuk suhu kerjanya pesat exporting, suhu CPU itu sempat spike ke 80 derajat celcius dan langsung turun ke kisaran 60 derajat celcius. Ya, walaupun ini laptop terjangkau, tapi tetap bisa dipakai buat game-nya. Dan hasilnya seperti ini. Oke, di game terakhirnya kita pakai Gensin Impact ya. Kita mainkan selama setengah jam lalu kita cek suhunya. Susip itu stabil dan adem di kisaran 59 sampai 61 derajat Celcius. Nah, untuk suhu permukaannya titik terpanas ada di area atas kanan laptop ini mencapai 43 derajat Celcius. Tapi ini wajar ya karena ini adalah area pembongan udara panas dari dalam laptop. Kalau area permukaan keyboard semuanya aman di bawah 40 derajat celcius. Area terpanas ada di tengah keyboard dengan suhu di kisaran cuma 34 sampai 38 derajat Celcius saja. Untuk area kiri keyboard ada di 33 sampai 35 derajat Celcius. Dan area kanan suhunya sama seperti area palmrest ada di kisaran 27 sampai 31 derajat celcius. Sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 3413 MB/ dan tulis di 2.218 MB/s. Hasil yang wajar untuk SSD yang di kelas seperti ini ya. Lalu untuk daya tahan baterainya seperti biasa untuk baterai reset brightness di 150 unit dan volume di 25%. Hasil yang saat digunakan untuk lokal video playback resolusi 1080p. Baterai habis setelah 9 jam pas. Ini hasil yang juga memuaskan untuk sebuah laptop tin and light di kelas harga segini dan terutama karena cover baterai itu cuma 45 wat hour. Oke, lanjut untuk charging test. Selama 30 menit baterai terisi 29%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam pas. Ini hasil yang sesuai harapan kami untuk laptop kelas harga segini ya. Nah, untuk harga dan garansi ya, laptop yang satu ini dijual di harga resmi Rp7.999.000 dan ini sudah mencakup Windows 11 Home dan garansi 1 tahun. Tapi tentunya harga jualnya ini sangat bervariasi ya, tergantung voucher yang kalian punya itu sebagus apa gitu ya. Kalau kami sih nemunya rata-rata bisa di bawah harga resminya. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya ini masih single channel. Tapi tenang, kita bisa upgrade dengan mudah ke dual channel. Lalu storage-nya masih 256 GB ya. Ya, wajarlah buat tahun 2026 ya. Lalu belum ada bundle Microsoft Office. Kalau mau diinstal Office sendiri bisa kok, aman. Dan kalau mau pakai alternatif yang lain seperti Google Docs dan lain-lain itu masih bisa juga. Nah, dari si menariknya dia pakai prosesor yang tergolong baru ya, apalagi untuk laptop kelas harga segini. Dia punya 8 core 10 trad. Jadi udah lumayan nyaman buat modifasing ringan ya. Dipakai ngetik, browsing, Excel, bikin presentasi PowerPoint. Ah, bisa banget. Enggak ada masalah. Mau ngedit video 1080p 60 fps juga lancar. Di sini catatannya untuk pakai CapCut atau Adobe Premiere. Bahkan ya mau gaming tipis-tipis juga bisa. Ee lebih nyaman lagi kalau misalnya kita upgrade RAM terlebih dahulu. S kerja tergolong aman banget saat dipakai untuk kerjaan yang berat. Mau SU CPU atau SU permukaannya itu semuanya aman. Layar IPS resolusi WuxgaGA dan bisa dibuka sampai 120 derajat. Jadi ini udah kekinian mirip seperti laptop-laptop kelas bisnis. Konektor juga lengkap dan melimpah nih. Ada micro SD carder dan USBC yang full function juga. Jadi kita bisa nambahin dua layar ekstra dengan laptop yang satu nih. Chargernya pakai USB type C jadi praktis juga ya. Dia udah punya Wii 6 dan bentut versi 5.2 ya membuat dia jadi lebih future proof. Jadi pertanyaannya Advance Workmate Ultra ini cocoknya buat siapa? Ya tentunya untuk pelajar atau mahasiswa yang butuh laptop terjangkau dengan performa mumpuni ya di tahun 2026 ini cocok banget dipakai buat kerja atau pebisnis UMKM pemula yang butuh laptop terjangkau juga cocok banget. Mau dipakai buat editing foto atau video sampai full HD, wah ini sih lancar-lancar aja ya. Kalau butuh akurasi warna tinggal pakai monitor eksternal aja. Untuk pengguna rumahan yang butuh laptop sebagai sarana hiburan atau konsumsi konten seperti nonton, browsing, gaming ringan, ini juga oke. Kali ini Advance emang keren sih bisa ngasih laptop harga segini pakai pressor yang tergolong baru. Ini pakai core ultra loh. Dan performanya juga mantap. Dia pakai gaming juga masih bisa ngedit video juga masih lancar. Intinya kalian dicari adalah sebuah laptop tipis dan ringan yang pakai prosesor Intel Core Ultra dengan harga bisa di bawah Rp8 juta. Rasanya laptop satu ini adalah salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Oh. [musik]
