Jungkat

Laptop Kecil Ini RAMnya 128 Giga!!! - Asus ProArt x GoPro (YouTube Video)

  • 08/05/2026

Laptop yang dituntut punya performa sekencang mungkin, terus dengan form factor sekecil mungkin dan baterai seefisien mungkin itu makin banyak di pasaran. Dan Asus itu adalah salah satu brand yang menjuarai laptop dengan tiga kategori tersebut. Pertama mereka ngeluarin Zevirus lah yang laptop gaming tipis, terus juga ada flow series. Dan sekarang Asus membuat sebuah ultimate laptop creator yang gak cuman kencang tapi juga efisien dan juga form factornya kecil dan setipis mungkin tapi dengan RAM yang sampai 128 gig. [musik] Sebelum bahas laptopnya, kita mau sebutin dulu kelengkapan saat beli laptop ini. Beda sama beberapa laptop-laptop lain yang kardusan doang, di laptop ini kita dikasih box spesial berwarna hitam dengan tulisan Pro Art GoPro Edition. Terus ada tulisan Explorer and Creator di bawahnya. Yah, padahal yang beli laptopnya belum tentu suka explore. Lalu baru kita akan melihat laptopnya dengan corak yang kurang lebih sama dengan boknya. Lalu di bawah itu ada hard case raget. Di dalamnya juga ada sling rope yang bisa membuat case ini menjadi sling back. Dan selain dari hard case ini, kita juga menemukan ada stylus yang dinamain Asus Pen 3.0 yang nanti kita akan bahas lebih lanjut. Masuk ke laptopnya, desain dari ProArt ini berbasis dari PX13 series yang tahun lalu udah pernah diluncurin juga, tapi kali ini desainnya diubah sedikit untuk collab dengan GoPro. Bagian luarnya dibuat garis-garis dengan logo Pro Art dan GoPro yang subtle banget naruhnya. Jujur bagian luarnya itu keren banget buat sebuah laptop colab. Ada ciri khas colabnya tapi tetap elegan. Bobotnya itu cuma 1,38 kg dan laptopnya juga tipis buat sebuah two ininone. Memang cocok menjadi sebuah laptop yang kompact. Hingch dari laptop ini lumayan mulus saat dibuka pakai satu tangan, terutama untuk sebuah two ininone. Tapi untuk screen wobble-nya dia masih kerasa. Namun sebagai sebuah laptop memang ini kerasa premium banget pas dibuka. Bagian hingch dan atas keyboardnya ini punya motif garis-garis kecil yang ganteng juga menurut kita. di mana laptop ini punya banyak detail-detail kecil yang kita dapetin di sini. Layarnya ini berukuran 13,5 inch dengan resolusi 3K OLED 16 b ya. Color gambutnya enggak usah dipertanyakan lagi buat sebuah pro art laptop. Udah PON validated juga walaupun sayang masih ketahan di 60 Hz. Keyboard-nya punya layout yang sama seperti Pro Art series atau laptop Asus pada umumnya. FN function seperti biasa cukup lengkap tapi Asus tuh kayaknya anti banget ya untuk naruh play pa di laptop mereka. Dan kalau kalian perhatiin di F8 itu ada GoPro button buat instan ke GoPro player-nya mereka. Ini adalah software editing milik GoPro yang secara fungsionalitas sih masih terbatas tapi ya berfungsi banget buat ngekut-ngekut action scene di dalam video terutama video 360. Selain itu ada instan button untuk pro art software-nya juga yang di mana fiturnya itu lumayan banyak mulai dari ganti profile warnanya di mana ada mode sRGB di CP3 dan natifnya dia. Kalibrasi monitor juga bisa dan ada fitur-fitur lain yang dikategoriin di dalam Creative L. Aeropad juga tersambung dengan home page up dan page down. Tinggal pakai Fn aja cuma enggak ditulis di legend. Yang keren itu adalah touchpad-nya di mana ini gede banget. Panjangnya itu 12,7 cm dan lebarnya 7,8 cm H2H. Jadi dari ujung sampai ujung. Bahannya itu enak banget loh. Mana ini adalah salah satu touchpad yang bahannya paling mulus yang pernah kita pakai. Dan di sini ada Asus Dial, salah satu fitur pro art yang memang biasanya ada di laptop mereka. Ini adalah virtual dial yang kalau mau dipakai kita mesti ngidupin dulu dialnya di switch yang ada di kanan. Buat penggunaannya jujur ini ya menurut gua nice to have aja karena gak terlalu membantu banget. Di desktop sih dia bisa ngatur brightness sama volume tapi ya karena udah ada dedicated button sepertinya enggak perlu. Ini akan kita bahas lebih lanjut lagi. Nah, buat konektivitas di sebelah kanan itu ada micro SD card reader, USB 3.2 Gen 2 type A dan USB 4 type C. Sementara di sebelah kiri ada charging port kotak, full HDMI 2.1 FRL, satu lagi USB 4 dan audio combo jack. Ada dua hal yang gua notice di sini. Yang pertama adalah USB 4 type C-nya ada di dua sisi yang berarti kita bisa connect ke monitor USBC di dua orientasi entah kiri atau kanan. Dan micr SD card reader di sini kayaknya memang didedikasikan buat GoPro user. Buat Pro Art X GoPro ini, Asus memilih prosesor yang punya IGP paling kencang dari AMD hari ini, yaitu Ryzen AI Max Plus 395. Ini adalah prosesor 16 core 32 stret yang pakai IGP Radeon 8060s. Di mana ini setara sama RTX 4060. Tapi karena ini memakai shed V RAM, jadi Asus menaruh RAM yang sampai 128 GB LPDDR5X di laptop ini. Buset dah, ini RAM apa SSD? Anjay. Sementara storage-nya sendiri kapasitasnya itu cuma 1 TB PCI Gen 4X4. sayang sih di harga segini dia gak ngasih sampai 2 tera gitu, tapi ya ini bisa digantilah ke depannya. Perform CBCH dari CPU ini itu oke banget. Dibanding sama Ryzen AI9 itu performanya lebih kencang dan dibanding sama Core Ultra 9 itu pun masih lebih unggul CPU ini. Memang sih CPU ini didedikasikan buat power user. Jadi bukan ultra book user. Sementara bagian GPU-nya juga enggak kalah jauh dengan RTX 4060 Mobile. Kalau kita mau nguji gamingnya, laptop ini bisa main Cyberpunk di atas 100 FPS asalkan resolusi full HD 1200p dan ngaktifin FSR. Kalau Wing waves bisa sampai 55 fps dan Spider-Man 2 bahkan bisa dimainin di 102 FPS asalkan nyalain frame generation. Buat editing video serius di Premiier Pro, scrubbing footage 4K juga mulus di display laptop ini bahkan dengan efek-efek grading sekalipun. Render time-nya juga lumayan singkat buat sebuah Ultra Book tapi enggak sesingkat gaming laptop. Sementara di Blender, rendering-nya baru sebanding dengan gaming laptop asalkan menggunakan HIP. Buat pendinginannya, dia memakai dua fan dan tiga heat pipe. Di mana satu heat pipe kecil ini cuma buat PRM. Suhu CPU-nya sih cukup rendah, mentok di 82 derajat aja bentar, lalu stabilnya di 78 derajat celcius. Sementara power-nya dia itu berbeda antara CPU dan GPU. CPU-nya itu memakai power sekitar 60 wat, GPU-nya juga 60 watt. Jadi total itu sekitar 120 wat. Makanya power braknya itu gede di 200 watt karena akan powering layar juga, RAM, backlit dan lain-lain. Dan buat suhu surface-nya dia itu hangat di bagian pam. Jadi bagian kiri dan kanan itu bisa mencapai 40 derajat celcius. Jadi kalau lagi full load jangan dimainin sering-sering. Jadi untuk seorang content creator terutama yang suka traveling dan memakai action cam macam GoPro harus diakuin bahwa laptop kompact dengan performa kencang itu adalah kebutuhan yang fundamental. Batery capacity dari sebuah laptop portable juga harus gede karena bakal dibawa ke mana-mana. Dan untungnya laptop ini ya sedang-sedang aja tapi batery life-nya itu bisa gede karena efisiensi dari prosesor itu sendiri. Sementara ya power brake aslinya itu lumayan gede di 200 wat kalian bisa ganti ini pakai USB CPD buat jadi power portable. Untungnya suara speaker ini dicune jadi bagus oleh Dolby Atmos yang gua sangat sarankan untuk dinyalakan terus di profil dynamic karena ini adalah yang paling bagus suaranya. Lalu buat mode 2 inone dan juga stylus-nya, kalau di kita ini bonus yang menarik aja ya karena enggak kepakai banget. Tapi buat orang-orang yang kerja di lapangan ini bakal berguna banget sih. Sementara buat keyboard-nya ini adalah salah satu laptop tipis yang keyboard-nya paling enak yang pernah kita cobain. Buat kualitas kameranya sebenarnya ini enggak jelek. Dia itu udah beresolusi 2,1 megap alias ini udah full HD. Terus juga bisa ngerekam sampai 30 fps. Terus karena ini laptopnya juga udah pakai NPU jadi ada background effect mau ngeblurin kayak sekarang. Stand standard blur, portrait blur itu udah bisa. Terus juga bisa automatic framing ya intinya Windows Studio Effect udah bisa. Oh iya, privacy shutter juga bisa. Cuman untuk di laptop seharga Rp56 juta seharusnya sih kalau kata gua ya taruh yang 5 megapel lah. Jangan pelit-pelit banget gitu untuk laptop yang premium. untuk seorang content creator, 3D designer, ya intinya creative worker ya atau bahkan power user seperti arsitek dan juga teknik sipil, ini adalah sebuah laptop impian mereka yang di mana bisa dibawa ke mana-mana, bisa sangat efisien dan juga performanya itu tetap kencang karena dia memakai IGP, jadi efisiensinya itu lebih bagus dan ditambah juga Ryzen itu kan sekarang lagi bagus-bagusnya tuh efisiensinya. Jadi kalau misalnya kita pakai ngedit video atau buka aplikasi yang 3D saat kita pakai enggak pakai nyolok gitu, performanya sih masih mungkin sekitar 90 sampai 95% tapi itu tidak mengganggu pekerjaan kita biasanya. Dan kalaupun kita mau bawa power brake yang lebih kecil seperti yang 100 watt itu juga masih oke kalau menurut gua. Nah, tapi kalau misalnya kita bahas colab-nya dulu deh yang GoPro-nya ini menurut gua GoPro-nya ini lebih ke gimik ya. Karena ya kalau kita punya laptop ini enggak harus kita punya GoPro juga. Memang untuk orang yang e mungkin content creator eh action cam yang pakai GoPro gitu yang ngeditnya sih lebih gampang. Kita untuk akses ke GoPro player-nya juga mudah. Terus juga kita untuk ngedit-ngedit kamera footage 360 juga ini adalah laptop yang salah satu yang bagus juga cuman ya bukan berarti ini hanya untuk user GoPro doang ya untuk micro SD card reader-nya termasuk bonus lah. Tapi yang gua paling suka dari laptop ini adalah USBC-nya yang ada di di kiri dan di kanan dan dua-duanya itu USB. E terus kalau untuk RAM-nya ya, RAM-nya sendiri sebenarnya 128 gig menurut gua agak overkill. Apalagi di tahun 2026 ini di mana orang pada berhemat RAM ini tuh kayak dikasih apa ya? Kayak di dikasih kemewahan lebih gitu. Tapi kemewahannya belum tentu juga kepakai sama kita. Kecuali mungkin kalau kalian itu adalah seorang yang mau punya offline AI dan offline AI-nya itu sangat bergantung sama RAM atau ya mungkin multitasking-nya itu sangat banyak dan butuh kapasitas RAM yang lebih-lebih kan kita enggak tahu juga. Tapi ya menurut gua, kalau menurut gua, gua mungkin e lebih prefer untuk pakai yang 64 gig, tapi kalau bisa harganya lebih murah. Itu aja sih sebenarnya. Dan balik lagi ya, Asus itu sendiri sebenarnya untuk menjual laptop dengan harga Rp57 juta seperti ini ya menurut gua cukup berani ya karena ini kan adalah segmen yang di mana ya hanya power user aja gitu yang ingin mengeluarkan uang segitu banyak untuk sebuah laptop karena bagi mereka ini adalah alat untuk mencari uangnya juga gitu. Dan Asus sendiri juga tahu karena ini adalah alat buat nyari uangnya mereka, makanya service after sales-nya itu juga enggak main-main. Kalau garansinya itu bisa sampai 3 tahun, terus juga ada ADP-nya juga. Terus juga ada fitur-fiturnya kayak kalau kalian mau garansinya itu diantar jemput juga bisa. Terus juga ada laptop spanya yang berarti kalau kalian mau minta bersihin atau rep pasta itu gratis. Terus juga ada namanya fastland ya. Sebenarnya kalian nyerobot antrian aja sih. Jadi kalau kalian pakai Pro Art, ROG atau Zenbook itu di antri kalian bisa nyerobot antrian lah intinya ya. Intinya memang mereka enggak nanggung-nanggung lah ngasih pelayanan after sales-nya kalau misalnya kalian beli laptop memang semahal ini. Walaupun menurut kalian itu sendiri ya sebenarnya 128 gig RAM itu overkill enggak sih?

Lihat di YouTube