Jungkat

Laptop Kencang yg Putih & Cantik: Review Lenovo Legion 7i Gen 10 (2025) (YouTube Video)

  • 29/12/2025

Laptop gaming ini bodinya hanya setebal laptop convertibel ya, tebalnya hanya 1,79 cm. Enggak cuma itu, bobotnya juga enteng di bawah 2 kg. Biasanya sih laptop gaming itu tebalnya di atas 2 cm dan bobotnya di atas 2 kg. Tapi walaupun yang satu ini tipis dan ringan, performanya tetap enggak kaleng-kaleng. Laptop game changer ini menggunakan GPU Nvida GeForce RTX 50 series. Prosesornya juga enggak main-main karena punya 24 core dalamnya. Jadi enteng banget buat multitasking yang berat. RAM-nya langsung 32 GB dan masih bisa di-upgrade kalau dibutuhkan. Bisa pasang 2 SSD juga nih di sini. Jadi kapasitasnya bisa jadi besar banget. Layarnya juga spesial. Pakai panel OLED 100% DCI IP3 resolusi 2,5K 165 Hz. Laptop gaming uning yang satu ini adalah Lenovo Legend 7i Gen 10 keluaran 2025. Iya. Sebenarnya bisa dibilang bahwa laptop ini adalah versi terjangkau dari Legend Pro 7i Gen 10 yang sudah pernah kita review beberapa waktu yang lalu. Berbeda dengan versi Pro yang menawarkan GPU hingga GeForce RTX 5090 laptop yang satu ini hanya tersedia hingga GeForce RTX 5070 laptop untuk opsi tertingginya hanya ya 5070 loh ini ya. Oke, langsung aja kita mulai pembahasannya dari spesifikasi utamanya. Untuk disk GPU-nya dia pakai Nvidia GeForce RTX 5070 laptop GPU dengan kapasitas 8 GB GDDR 7. GPU tersebut menggunakan arsitektur Nvidia Blackwell dengan 4.608 kuda course dan dilengkapi dengan fourth generation rate racing course serta ada fifth generation tensor course juga. Dengan adanya RT course frame rate game itu bisa tetap tinggi meskipun fitur ray tracing yang berat itu kita aktifkan. Nah, fitur Racing sendiri akan mensimulasikan pencahayaan seperti di dunia nyata ya. Jadi, tampilan grafis game-nya akan jadi realistis banget. Contohnya, kita bisa lihat nih di game HalfLife 2 dengan mod RTX ini ya. Game yang umurnya udah 21 tahun ini tampilannya jadi lebih kekinian dan lebih realistis berkat teknik pencahayaan Rayracing. Contoh lainnya kita bisa lihat nih di game Doom The Dark Ages. Uniknya game ini enggak cuma punya Ray tracing, tapi juga past tracing dan ray reconstruction. Jadi pencahayaannya lebih detail dan lebih realistis lagi. Selain itu, RTS 5070 laptop juga punya tensor core terbaru yang membuat kemampuan AI-nya itu bisa mencapai 798 tops. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan RTX 4070 laptop yang cuma 321 tops aja. Dengan kemampuan kencang itu, GU ini bisa melipat gandakan frame rate berkali-kali lipat lebih tinggi saat DRSS4 multi frame generation-nya kita aktifkan saat lagi main game. Nah, ini beda ya dengan frame generation sebelumnya yang hanya memproduksi satu frame tambahan. Multif frame generation akan memproduksi hingga 3 frame tambahan untuk setiap frame yang dirender. Hasilnya game Triple A super berat jadi bisa dimainkan dengan frame rate ratusan FPS bahkan dengan setting rata kanan ya. Nah, kemampuan tinggi itu juga membuat si GPU ini bisa menjalankan aplikasi berbasis AI dengan lancar. Satu contohnya seperti aplikasi Confi UI yang satu ini ya. Nah, kita bisa dengan mudah menciptakan gambar yang kita inginkan cukup dengan masukkan sebuah teks atau prom seperti ini aja. Nah, bisa dilihat nih gambar yang kita inginkan langsung jadi dalam waktu beberapa detik saja. Enggak cuma itu, AI dari RTX 50 series juga bisa kita pakai saat desain 3D dengan aplikasi Blender misalnya. Di aplikasi ini ada fitur AI noiser agar tampilan di viewport dan hasil rendernya itu bebas dari noise. Nah, ini bisa dilihat nih ya bedanya saat dinoar-nya aktif dan kalau tidak aktif. Nah, GPU Nvidia juga punya fitur Nvidia reflex yang bisa menurunkan tingkat input latency saat lagi main game. Jadi, saat gamer menekan tombol di keyboard, mouse atau gamepad ya game akan lebih cepat merespon input tersebut dibandingkan kalau ini tidak diaktifkan. Nah, fitur ini seharusnya bisa membantu gamer saat memainkan game FPS kompetitif atau game action yang membutuhkan penekanan tombol yang cepat dan akurat. Nah, untuk gamer yang melakukan streaming atau merekam gameplay mereka, kemampuan encoder AV1 di RTS 50 series kini ditingkatkan. Jadi, kualitas gambarnya lebih baik lagi dibandingkan yang sebelumnya. Sekarang ada juga mode AV1 ultra high quality yang membuat kualitas gambarnya bisa lebih baik lagi. Nah, kodik AV1 sendiri dikelai mampu menawarkan kues gambar lebih baik dibandingkan H24 dengan bit rate yang sama. Tentunya kemampuan RTS 50 series juga ditunjangkan dengan aplikasi Nvidia App yang merupakan penerus GeForce Experience. Nah, dengan Nvidia App kita bisa dengan mudah mengupdate driver ke versi terbaru atau berpindah dari game ready driver ke studio driver. Selain itu, kita juga bisa mengaplikasikan setting game yang direkomendasikan Nvidia sesuai dengan tipe GPU. Jadi, frame rate-nya enggak patah-patah. Bahkan kita juga bisa memaksa game tertentu agar bisa menggunakan fitur DLSS4. Di aplikasi ini kita juga bisa mengartikan fitur RTX Video Enhancement yang bisa meng-upscale video resolusi rendah ke resolusi yang lebih tinggi. Enggak ketinggalan, kita juga bisa menghasilkan fitur Nvidia overlay untuk merekam sesi main game kita, baik dalam bentuk video ataupun dalam bentuk gambar screenshot. Selain itu, Nvidia Overlay bisa kita gunakan pula untuk menampilkan informasi tingkat frame rate, latency, dan juga utilisasi CPU serta GPU saat kita lagi main game. Bahkan di sini ada juga fitur automatic tuning yang secara otomatis mencari setting clock terbaik untuk GPU yang sedang kita gunakan. Nah, 5070 laptop di sini memiliki nilai TGP 115 watt, jadi sedikit lebih tinggi dibandingkan standar Nvidia yang menjanjikan di 100 watt, ya. Nah, di laptop ini kita juga bisa mengatur apakah GPU tersebut aktif terus-menerus bergantian dengan IGP atau hanya integrated graphics prosesornya aja yang aktif. Oke, lanjut lagi. Untuk prosesornya dia pakai Core Ultra 9 275 HX yang punya 24 core 24 thread. Untuk integrated graphics-nya dia pakai Intel Graphics. Untuk NPU dia pakai Intel AI boost ya. Nah, untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 32 GB DDR 5 5600 MHz dual channel langsung ya 128 bit dan laptop ini dilengkapi dengan dua slot SODIM jadi bisa kita upgrade. Teoritis prosesor laptop ini mendukung kapasitas hingga 256 GB. Sementara kecepatan tertinggi bisa mencapai 6400 MHz dengan RAM tipe CU Dim ya. Nah, untuk storage dia pakai 1 TB SSD M.2 and NFM PCI Gen 4x4. Laptop ini menggunakan SSD yang 2242. Ukuran fisiknya kecil di sini. Tapi tenang, kita tetap memiliki dudukan untuk SSD 2280 yang ukurannya panjang gitu ya. Laptop ini juga dilengkapi dengan slot MD2 kedua. Jadi, kita bisa menambah kapasitas SSD-nya tanpa mengganti SSD utamanya. Lanjut untuk wireless connectivity-nya. Dia pakai modul Mediatek yang udah support Wii 7 dan Bluetooth versi di 5.4. Sementara itu untuk kapasitas baterainya lumayan besar di 84 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11. Body factornya adalah clam shell atau laptop klasic. Materialnya adalah aerospace grade aluminium untuk punggung layar dan penutup sisi bawah. Untuk warna ini namanya yang kita tes ini glacier white ya. Nah, untuk desain untuk penampilan sini sangat Lenovo legend banget di sini. Desain khas legend yang seperti laptop profesional tetap dipertahankan di sini. Bahkan dengan menggunakan warna putih, laptop ini jadi jauh dari kesan gaming dan terlihat seperti laptop kerja dengan layar besar atau mungkin laptop content creator dengan layar besar. Untuk dimensinya panjang 36,1 cm, lebar 26,3 cm dengan ketebalan untuk sisi paling tipis 1,59 cm, sisi paling tebalnya di 1,79 cm. Ini sih tipis banget ya untuk spek tinggi yang tadi itu. Nah, untuk bobotnya laptopnya aja di 1,98 kg. Ini enteng untuk laptop gaming 16 inci. Chargernya itu di 568 gr. Ini adalah charger yang besar ya di 245 watt ya. Nah, total bobot kalau dibawa-bawa semuanya itu ada di 2,54 kg saja. Jadinya biasanya kalau performanya udah monster gini udah 3 kiloan totalnya ya. Nah, ini masih lumayan enteng. Untuk display ini adalah layar ukuran 16 inci. Resolusinya 2560 * 1600 piksel dengan aspek rasio 16 b. Untuk refresh rate-nya 165 Hz dan dia mendukung variabel refresh rate Nvidia Gync ya. Untuk panelnya ada panel OLED dan menurut Lenovo tingkat ciceraan maksimalnya di 500 nits untuk mode SDR dan 1100 nits di mode HDR dengan kargam 100% di CP3. Oke, kalau kita ukur dengan alat kami dapat di mode SDR itu ada di 503 nits dan untuk mode HDR ada di 1090 nitz udah mirip banget sama janjinya. Lalu untuk gamut coverage-nya ada di 100% di CP3 dengan gambut volume di 118,4% DCIP3. Menurut Lenovo layar ini sudah dikalibrasi warnanya di pabrik dengan standar XRD. jadi cocok untuk editing dan desain kelas profesional. Dan dia juga punya sertifikasi display HDR True, Black 1000 dan Dual Bision. Jadi cocok untuk menikmati streaming film atau main game di mode HDR. Enggak cuma itu, di sini juga ada sertifikasi Tuv low blue light dan Tuv Rinland flicker free. Jadi mata kita tetap nyaman dan aman walaupun menatap layar yang satu ini berjam-jam. Nah, untuk permukaan layar dia punya sifat glossy ya. Di mana ini normal untuk sebuah layar OLED. Meskipun dia akan mantulkan sedikit bayangan, permukaan seperti ini justru membuat warna yang tampilkan tu jadi lebih cemerlang lagi. Bingkai layar juga menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan, kiri, atas, dan bawah. Jadi, tingkat aktif area rasionya mencapai 91,78%. Tentunya layar laptop ini dapat dibuka lurus sampai 180 derajat. Jadi aman dari resiko rusak akibat kedorong enggak sengaja. Dan ini juga akan bikin kita mudah menunjukkan tampilan layar ke orang yang berada di hadapan kita. Nah, laptop gaming ini dilengkapi dengan kamera infrared 5 megap ya. Kamera ini bisa merekam gambar hingga resolusi 5 megapel dengan aspek rasio 4 bap kalau aspek rasionya adalah 16 b 9. Sedangkan untuk kemampuan perekaman videonya adalah 1440p 30 fps. Kamera ini sebenarnya sudah mendukung fitur Windows Studio Effect, tapi kita bisa bikin kemampuan kamera jadi lebih canggih lagi dengan menginstal aplikasi Nvidia Broadcast. Di aplikasi ini fitur kameranya lebih lengkap dibandingkan yang pakai Windows Studio Effect saja. beberapa fiturnya seperti background blur, background remove, background replace, auto frame, eye contact, viny dan video noise removal ada di sini. Menariknya lagi sekarang ada fitur virtual key light yang akan membuat tampilan kita di kamera terlihat lebih terang seolah-olah disorot lampu tambahan. Bisa dilihat nih ya, beda tampilannya antara dimatikan dan kalau dinyalakan. Perlu diperhatikan, fitur ini akan membuat GPU bekerja dengan load yang sangat tinggi ya. Jadi lebih disarankan digunakan untuk aktivitas non gaming sih sebetulnya. Tentunya di Nvidia Broadcast juga punya fitur untuk mikrofon seperti noise removal, room eco removal, dan yang terbaru Studio Voice. Nah, saat Studio Voice diaktifkan, kualitas perekaman mikrofon laptop ini diklaim mendekati kualitas perekaman di studio kelas atas. Studio Face juga akan membuat GPU bekerja dengan load yang tinggi ya. Jadi disarankan digunakan untuk aktivitas non gaming. Nah, untuk perbedaan suara antara Studio Voice aktif dan tidak aktif bisa didengarkan pada klip berikut ini. Oke, ini hasil rekaman suara kalau fitur Nvidia Studio Voice-nya tidak diaktifkan. Nah, kalau ini hasil rekaman suara kalau fitur Nvidia Studio Voice-nya diaktifkan. Jadi, gimana nih? Ada bedanya atau enggak? Oke, laptop ini juga dilengkapi dengan dua buah modul mikrofon yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera. Nah, kami sangat puas lah dengan kualitas kamera 5 megapel di laptop gaming yang satu ini. Gambar yang ditangkap terlihat jernih dan detail mukanya baik, warna juga natural. Di sini seharusnya si kita enggak perlu lagi ya beli webcam tambahan kalau mau dipakai buat live streaming nih ya. Nah, mikrofon di laptop ini juga mampu menangkap suara kami dengan jelas. Uniknya, meskipun tidak kami temukan fitur noise cancellation, mikrofon dari laptop ini bisa menghilangkan suara bising di sekitar kami dengan baik banget. Mungkin ini fiturnya udah aktif secara otomatis saja ya. Oke, saat ini kita uji kemampuan noise canceling dari laptop Legion yang satu ini ketika kita menggunakan kipas dalam kondisi maksimal. Nah, untuk hasilnya suara saya masih terdengar dengan cukup jelas dan noise dari kipas bisa diredam dengan baik. Oke, untuk sistem audionya laptop gaming ini dilengkapi dengan dua buah speaker dari Harman. Untuk pengaturan profil dan equalizer suara disediakan melalui aplikasi Nahim. Nah, suara yang dikeluarkan tuh masih terasa agak kurang lantang aja di telinga kami ya, walaupun enggak bisa dibilang yang terlalu pelan juga suaranya. Sementara untuk kuat suaranya ini udah tergolong mantap sih sebetulnya. Walaupun kami sedikit berharap dia bisa lebih lantang lagi sih. Cuma itu aja. Kerapihan suaranya udah mantap sih sebetulnya. Lanjut untuk konektor dan tombol. Di sebelah kiri ada satu USB 3.2 gen ada satu Thunderbolt yang sudah support power delivery, display output dan perangkat Thunderbolt. Lalu ada satu 3,5 mm audio combo jack. Lalu di sisi kanan ada SD card reader. Iya, ukuran besar ya. Lalu ada e shutter switch dan ada satu USB 3.2 gen one. Beralih ke sisi belakang di sini ada satu HDMI 2.1 dan ada DC in. Sayangnya laptop gaming ini tidak punya konektor Ethernet ya, tapi tenang, kita bisa aja sih nambahinnya ya dengan pakai Assoris USB 2 Ethernet. Oke, untuk keyboard-nya laptop ini sepertinya menggunakan keyboard yang sama seperti di Legend Pro 7i Gen 10 dengan perbedaan hanya pada warnanya aja. Jadi sensasi pemakaiannya dan kenyamanannya memang enggak beda jauh. Dia nyaman sekali dipakai buat main game secara intensif maupun untuk mengetik. Untuk travel distance-nya ada di 1,6 mm. Jadi terasa cukup dalam saat ditekan ya. Dia juga punya key caps dengan cekungan sedalam 0,3 mm yang bisa mencegah resiko jari itu enggak tepat pada saat kita ngetik ya. Jadi pas terus kalau kita ngetik. Keyboardnya juga dilengkapi dengan backlit perky RGB. Jadi warna setiap tombolnya bisa dibuat berbeda satu dengan yang lainnya. Kita bisa mengatur tingkat kecerahan dan efek lampunya di aplikasi Legend Space. Sementara untuk tombol function plus space bar ini bisa digunakan untuk berganti profil efek warna lampu. Nah, untuk touchpad area touchpad ini ukurannya adalah 12 * 7 cm dan ini menggunakan bahan milar untuk permukaannya. Jadi tentunya pakai ini mulus lancar ya. Dan Lelo menempatkan touchpad laptop ini secara sejajar dengan tombol space bar yang memberikan kenyamanan optimal saat kita mengetik. Nah, saat kami coba memang jari itu jadi bergerak mulus di atas permukaan touchpad dan tombol klik kiri klik kanannya mengeluarkan suara clicky saat ditekan. Oke, untuk security-nya selain dilengkapi dengan switch untuk mematikan kamera, laptop gaming ini juga dilengkapi dengan pengamanan biometrik dengan pengenalan wajah. Nah, untuk sistem pendinginan, laptop gaming ini menggunakan sistem pendingin Legion Cold Front Hyper dengan tiga buah heat pipe tembaga dan dua buah kipas. Untuk lubang ventilasi pembangan udaranya ada dua yang semuanya mengarah ke belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Laptop game ini dilengkapi dengan empat profil performa yaitu quiet, balance, performance, dan custom. Kita bisa mengubah profil tersebut dengan menekan tombol function plus huruf Q atau melalui aplikasi Legion Space. Menarik ya, di mode custom disediakan pengaturan yang lebih lengkap untuk power limit dan temperature limit untuk prosesornya. Selain itu disediakan juga menu pengaturan untuk kecepatan kipas ya. Jadi, kecepatan kipas memang hanya bisa kita atur di mode custom ini aja ya. Lalu disediakan pula menu overclock GPU kalau kita pilih mode balance, performance atau custom. Nah, perlu diperhatikan untuk pengujian di mode custom kami menggunakan kecepatan kipas di 100%. Oke, sekarang langsung aja kita mulai pengujiannya. Tapi kali ini kita mulai pengujiannya dari gaming dan hasilnya adalah seperti ini. Oke, untuk game yang terakhir ya, Assassin's Creed Miras. Kita mainkan selama 30 menit dan kita lihat sekarang su kerjanya. S rata-rata pressor ada di bawah 80 derajat Celcius dengan sesekali ada sedikit lompatan di atas 80 derajat Celcius. Sementara suhu GPU Nvidia-nya hanya ada di kisaran 68 sampai 70 derajat celcius. Untuk suhu permukaan body setengah jam main game yang sama tadi. Untuk keyboard area paling panas kami temukan di tengah dengan suhu kisaran 43 sampai 44 derajat Celcius. Tapi tenang untuk area WASD ya suhunya masih aman di bawah 35 derajat Celcius. Sementara untuk area body sekitar keyboard suhu paling tinggi tercatat di angka 42 sampai 43 derajat Celcius di dekat tombol power. Sedangkan untuk area palm rest itu aman semuanya di bawah 35 derajat Celcius. Oke sekarang kita lanjut ke Cineb R23. Kita stabilitas selama setengah jam dan skor tertinggi yang dicapai adalah 34.113 poin di moda balance, 37.263 poin di mode custom. Sementara skor bisa dipertahankan adalah 28.700 sampai 29.000 poin di mode balance. Sementara di mode custom kita dapat 32.400 sampai 32.700 poin. Nah, suhu kerjanya pesat menjalankan sinab R23 stabilitas selama setengah jam di mode balance superor sempat naik di awal ke 93 derajat Celcius. Kemudian turun tapi ya setelah itu ya sampai di bawah 75 derajat Celcius. Sementara di mode custom supressor sempat naik ke 103 derajat celcius di awal penghujan. Tapi kemudian dia turun ke 77 sampai 80 derajat celcius dengan beberapa kali lompatan sedikit di atas 90 derajat Celcius. Ya memang lompatan di awal agak tinggi tapi tenang karena TJMX pressornya di 105 derajat Celcius jadi itu masih dalam batas aman sebetulnya. Oke lanjut untuk blender 4.3.2 dengan barber shop scene. Untuk CPU rending dalam waktu 12 menit 50 detik. Tapi kalau kita pakai GPU rendering, kita pakai kuda sesuai dalam waktu hanya 2 menit 41 detik saja. Mau lebih kencang? kita bisa GPU rendering pakai optics ya. Nah, ini cuma butuh waktu 1 menit 27 detik saja. Kalau kita lihat suhu kerjanya pada saat melakukan GP rendering dengan kuda supressor ternyata bisa dikendalikan di bawah 70 derajat celcius. Sementara GPU Nvidia cuma sekitar 60 sampai 61 derajat celcius saja. Sekarang kita lihat kalau Adobe Premiere Pro 2025 videonya 4K60 2 menit 7 detik durasinya. Kalau pakai software only saya dalam waktu 4 menit 8 detik. Tapi kalau pakai kuda ini cuma butuh waktu 1 menit 18 detik saja. Ingat 4K60 ini ya. Lalu kalau videonya full HD 60 fps durasi yang sama dengan software only saya dalam waktu 45 detik udah kencang. Sementara kalau kita pakai kuda hanya butuh waktu 21 detik saja. Nah untuk su kerja pada saat melakukan 4K video Sport dengan kuda su kerja prosesor dan GPU ternyata terkendali di bawah 70 derajat Celcius. Aman banget. Lanjut untuk Da Vinci Resoft 19.1. Software video editing class profesional tapi ini versi gratisnya. Untuk video 4K60 2 menit 7 detik, selesai dalam waktu 2 menit 19 detik saja. Kalau videonya full HD 60 fps, durasi yang sama saya dalam waktu hanya 35 detik. Nah, syukurnya pada saat melakukan 4K video exporting, surat Tata pressure masih bisa dikendalikan di bawah 80 derajat Celcius dengan lompatan sekali aja ke 82 derajat Celcius. Sementara suhu tertinggi GPU NVD-nya hanya berkisar 63 sampai 64 derajat Celcius saja. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan Kristma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 6.702 702 MB/s dan tulis di 5935 MB/s. Ini tergolong kencang karena SSD-nya bukan yang panjang. Ini ukuran fisiknya cuma 2242. Sekarang mari kita lihat daya tahan baterainya dengan beritasnya 150. Volume suara di 25% ya mode balance layarnya di 2,5K 165 Hz untuk 1080p local video playback. Kalau GPU Nvid-nya kita buat aktif terus-menerus, baterai habis setelah 3 jam 26 menit. Kalau GP Nvidia dan IGP-nya aktif, baterai habis setelah 4 jam 21 menit. Harapan kami sebetulnya masih bisa lebih read lagi ya. Meskipun dengan spek seperti ini sih sebetulnya masih cukup normal sih ya. Oke, sekarang kita lihat kecepatan charging-nya dengan rapid charge setengah jam saja baterai sudah terisi di 51%. Untuk dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 38 menit. Ini kencang banget ya dibandingkan patokan kami yang standarnya ada di 2 jam pas sebetulnya. Oke, untuk harganya laptop monster ini ditawarkan dengan harga kisaran Rp39.900. Rp999.000. Untuk bonus mulianya tentunya didapat Microsoft Office Home 2024 yang aktif selamanya. Lalu ada langganan Microsoft 365 selama 1 tahun juga. Nah, laptop gaming ini juga dilindungi garansi Legend Ultimate Support sekaligus accidental damage protection selama 3 tahun semuanya ya. Dengan garasi tersebut kita mendapatkan layanan panduan dan saran dari teknisi ahli Lenovo yang juga seorang gamer untuk optimalisasi hardware dan juga software. Kita bisa menghubungi teknisi tersebut selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari dalam setahun melalui fitur chat, telepon, tol free, maupun email. Selain itu disediakan juga dukungan perbaikan cepat di tempat pengguna. Jadi tidak perlu repot datang ke service center. Sementara untuk accidental damage protection ini akan menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna di luar garansi utama seperti ketumpahan cairan, jat enggak sengaja, retak panel LCD, keyboard mati atau cleting listrik. Dan semuanya ini ditanggung 100% selama 3 tahun. Ini bisa diklaim lebih dari sekali ya sebetulnya, tapi selama bukan di part yang sama. Untuk part yang sama itu maksimum diklaim bisa dua kali. Menariknya lagi, Leno menyebutkan kalau garansi ADP ini sebetulnya bisa diperpanjang sampai dengan 4 tahun. Tapi tentunya ada tambahan biayanya. Oke, kita langsung aja masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama ya ini warnanya putih ya bodinya ya. Jadi ada kemungkinan seiring dengan waktu ini warnanya bisa berubah atau paling enggak jadi cepat kotor kalau tidak dirawat dan dibersihkan secara rutin. Kemudian untuk opsi kecepatan kipas 100% itu hanya ada di mode custom. Lalu untuk daya tahan baterainya ini membuat dia agak kurang cocok untuk aktivitas mobile tanpa bawa-bawa charger. Lalu kemudian dengan harga seperti ini kuota speakernya harusnya mungkin bisa lebih lantang lagilah ya. Dan terakhir di sini tidak ada konektor Ethernet tapi untungnya kita bisa beli aksoris USB to Ethernet sih. Nah, dari segi menariknya bodinya ini tipis dan ringan untuk ukuran laptop gaming 16 inci atau laptop high performance 16 inci bodinya. Nah, ini warna putih juga ya. Kalau tadi kita membuat itu dalam hal yang pribatikan, tapi sebetulnya kalau dilihat-lihat lagi ini penampilan jadi unik dan beda. Keren jadinya. Kemudian dia langsung pakai RTX 5070 laptop. Mau main game triple A lancar, tumpah-tumpah FPS-nya. Terutama kalau pakai multifame generation, mau ngedit video enteng banget. Mau desain cat atau desain 3D, rendering enggak ada masalah di sini. Mau jalan aplikasi AI aman asalkan aplikasinya kompatibel dengan RTX 5070 di laptop yang satu ini. Lau dia udah pakai prosesor 24 core. Multitasking enteng di sini. Jalan aplikasi berat juga enteng banget. Dan dia siap jalan aplikasi yang bahkan butuh NPU. Suhu kerja juga terkendali dengan aman di sini walaupun performanya tinggi banget. RAM udah langsung 32 GB bisa di-upgrade pula. Lalu kalau pasang 2 SSD juga bisa di sini. Layarnya wah ini mewah buat main game, nonton film atau editing bisa juga ya. Charging-nya juga kencang. Ini bisa di bawah 2 jam nge-charge-nya. Konektor juga cukup lengkap dan ada thunderbolt-nya. Dan dia punya slot untuk SD card yang besar juga. Backlit keyboard-nya ini pergi RGB. Kualitas kameranya memuaskan banget. Wii-nya udah WiFi 7 dan garansinya sudah punya ADP sampai 3 tahun. Jadi, Lenovo Legend 7i Gen 10 ini cocoknya buat siapa sih? Ini harusnya cocok untuk mereka yang butuh laptop high performance, layar besar tapi penginnya enteng dan bodinya enggak boleh terlalu besar dan mungkin cari yang penampilannya keren juga ya. buat dipakai kerja kantoran ya harusnya juga bisa kalau memang kerjaannya butuh laptop yang kencang banget kayak gini mau dibawa meeting juga enggak ada masalah karena penampilannya jauh dari kesan laptop gaming dan dia juga cocok dipakai untuk mesin editing video apalagi kalau materi videonya masih 4K 60 fps doang enteng banget itu. Dipakai editing dengan materi video AV1 atau yang color format 422 juga bisa karena GP-nya udah support buat desainer 3D, animator 3D design cat ini harusnya juga cocok apalagi kalau aplikasinya emang kompatibel. dengan si Artx 5070 laptop. Buat gamer mau main game Triple A, game esport atau mau dipakai live streaming bisa banget karena laptop ini speknya kuat dan kencang banget ya. Pada akhirnya kalau memang butuhnya adalah laptop high performance yang enteng di bawah-bawah dan bodinya enggak tebal, langsung siap pakai dan bisa digunakan untuk hampir semua aktivitas, Lenovo Legend 7i Gen 10 ini adalah salah satu pilihan yang tidak bisa dilewatkan. Saya Ded Irfan, Jaka TV.

Lihat di YouTube