Jungkat

Laptop Kerja Apa Laptop Gaming Nih? Lenovo ThinkPad P16 Gen 3 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ada satu hal yang selalu menarik setiap kali Lenovo merilis seri ThinkPad Workstation. Bukan cuman soal desain yang berubah drastis ya, bukan juga soal gimik yang aneh-aneh. Justru karena mereka konsisten mempertahankan identitasnya. ThinkPad P16 Genry ini dari jauh mungkin kelihatan simpel dan kayak laptop kerja banget. Dan seperti biasa, fokusnya itu untuk menciptakan laptop dengan tenaga yang gede dan pengalaman kerja yang selalu stabil. Makanya Lenovo ThinkPad P16 Gen3 ini menarik banget buat kita bahas. Lego. Seri Lenovo Ting Pad workstation ini tuh emang benar-benar laptop kerja. Dari desainnya sendiri selalu enggak neko-neko. Kali ini cuman berwarna hitam dengan ada logo Tingpad di bagian back covernya. Tapi soal durability ini best banget. punya standar durability mil std 810H terlebih pada chesisnya exelnya kaku enggak ringkih dan waktu dibuka layarnya rasanya bukan seperti laptop biasa point merah casting pad masih ada di tengah keyboard-nya dan kali ini punya quick menu sendiri yang bisa diakses dengan double tap detail kecil seperti ini tuh kelihatan sepele tapi lama-lama bakalan berasa ngebantu bangetpad P16 Genry masih mempertahankan philosophy West yang praktis terdapat Thunderbolt 5, SDMI, RJ45, SD Express sampai USBA always on tersedia tanpa harus bergantung pada dungle tambahan. Buat kamu yang sering pindah-pindah tempat kerja, tinggal colok dan langsung jalan. Ini salah satu bagian yang menurut saya masih jarang ditemui di laptop modern yang kebanyakan justru malah mengurangi port. Sekarang kita masuk ke layar dan di sini saya langsung ngerasa bahwa Thingpad P16 Gen 3 punya karakter yang berbeda. Panel 16 inch 3.2K Tandem OLED yang dipakai tajam dan terasa sangat presisi. Aspek rasionya 16 bing 10 yang kerasa luas. Dari hasil pengujian kita yang kita lakuin, color gamutnya berhasil mencapai 100% sgip3. Warna terlihat bersih, enggak terlalu gonjreng dan ngeganggu. dan enak dilihat lama buat kerja bikin desain, editing video, atau cuma buka-buka web browser layarnya ini tuh terasa konsisten. Pck brightness-nya di sekitar 600 nit juga cukup ngebantu saat dipakai di ruangan terang. Refresh rate dari 40 hingga 120 Hz. Ditambah dipakai lama pun juga masih nyaman karena ada ISFE dan tough low blue light. Begitu masuk ke bagian performa barulah kerasa kenapa laptop ini disebut work station. Tingpad P16 Genry dibekali Intel Core Ultra 9285 HX dengan dukungan VPro dan performanya memang stabil di bagian skenario. Geek Band 6 mencatat skor single core 3.005 dan multior-nya 17.593. Angka itu terasa realistis ketika dipakai buka banyak aplikasi sekaligus rendering, editing sampai bikin projject berat bisa berjalan lancar. Di Cineb R23 skor single core-nya di 2.198 dan multior-nya 28.669. Sementara R20 skor single core 830 dan multior-nya di 12.822 masih berada di level tinggi untuk kelas workstation mobile. Dari pengujian 3D Mark Spy mencapai skor 17.085 dengan grafik skor 18.202. Sementara Firestrike menyentuh angka 30.703 dengan grafik skor 40.109. Storage yang dipakai juga ngebut banget nih dengan kristal dismark menunjukkan kecepatan baca di 12.178 megbit/ dan tulisnya di 8.27 megbit/s. File besar terbuka cepat, timeline editing terasa serba responsif dan transfer data enggak bikin workflow jadi berantakan. Kita tes main game juga di laptop ini. Cyberpunk dengan Racing Ultra dan DLSS multiame generation 4XD resolusi 3200* 2000 berjalan di kisaran 130 sampai 140 FPS dengan FPS terendah di sekitar 110. Marvel Rifals di settingan ultra juga stabil di angka 140 sampai 150 FPS. Pengalaman ini ngasih lihat sistem pendinginnya mampu menjaga suhu tetap terkendali walaupun workload grafis yang cukup berat. Ini mah ngalah-ngalahin laptop gaming dengan kecepatan dan kestabilannya ya. Di sisi produktivitas tinpad gen terasa dibuat untuk orang yang benar-benar bekerja dengan data besar. Slot untuk RAM dan storage yang bisa meng-cover sampai ratusan gigabyte dan storage hingga belasan TBte ngebuat laptop ini kerasa siap untuk project jangka panjang. NPU di prosesor Intel Core Ultra juga ngebantu workflow berbasis AI berjalan lebih efisien. Terutama untuk desain seperti rendering berbasis AI atau tertentu. Nah, ini juga udah copilot PC dan ada tombol shortcut-nya juga di bagian keyboard-nya. Ngomongin soal keyboard ini tetap jadi salah satu favorit saya ya. Travel key yang dalam jelas nyaman buat dipakai ngetik lama. Feedback yang benar kerasa, dan layout yang familiar bikin mengetik lama terasa nyaman. Touchpad-nya luas, responsif, dan trackp masih banyak digunain sama banyak orang. Bikin lebih terbiasa dengan workflow tingpad ini. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. ukurannya tuh enggak kecil, jadi mobilitas tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Konsumsi daya juga cukup besar ketika performa didorong maksimal. Jadi, charger masih jadi wajib saat lagi ngerjain tugas yang berat. Setelah beberapa saat saya pakai, Lenovo Ting P16 Genry ini jadi berasa seperti device yang tahu target penggunanya. Fokusnya jelas ke stabilitas kerja, layar presisi, dan performa yang konsisten. Laptop ini kerasa cocok buat engineer content creator profesional sampai pekerja pengolah data yang membutuhkan workstation mobile tanpa harus kena laptop yang kentang. Lenovo juga memberikan premier support selama 3 tahun yang bisa diperpanjang sampai 5 tahun dengan akses teknisi 24 jam. Layanan seperti ini menurut saya cukup penting ya, karena Divas ini biasanya jadi alat kerja utama penggunanya. Benar enggak? [tertawa] Jadi kalau kamu tanya apakah Lenovo Tingpad P16 Gen3 ini layak disebut workstation modern? Jawaban saya laptop ini seperti evolusi dari konsep ThinkPad yang udah ada sejak lama tapi dengan pendekatan yang lebih relevan untuk workflow sekarang ini yang lebih banyak workload pada kerjaan. Misalnya seperti processing AI yang ngebutuhin NPU buat kerja berat. Menariknya [musik] enggak banyak gimik tapi setiap bagian terasa dipikirin banget. Meskipun begitu harganya emang enggak bisa dibilang murah ya. Kalau kamu mau memindang Lenovo Tingpad P16 Gen3 ini, siapin aja budget yang ada tertera di judul video ini. Gimana menurut [musik] kamu? Kemahalan apa kemurahan atau udah pas? Oke, guys. Jadi, itu dia pengalaman saya pakai Lenovo Tingpad P16 Gen3 ini. Semoga bisa menemasan kalian. Sampai jumpa di video selanjutnya.

Lihat di YouTube