Jungkat

LAPTOP KERJA PALING TANGGUH!! Review ASUS ExpertBook P3 (YouTube Video)

  • 15/07/2025

Bismillah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Asli sampai sekarang masih kaget karena diajak untuk ngelihat dan juga sharing cerita tentang satu buah laptop yang konsepnya ini adalah full untuk kantoran, bukan content creation, bukan ngedit-ngedit, bukan gaming. Dan barangnya ada di belakang sini. Ini dia Asus Expert Book P3. Nobotech review. Barengan Novotch Review dan Asus Expert Book P3 yang bakal kita bahas ini adalah sebenarnya salah satu varian aja dari lineup expert book series yang rilis tahun 2025 ini. Yang menarik adalah walaupun laptop ini adalah jatuhnya laptop profesional dan kerja kantoran atau bisnis line up gitulah ya. Tapi untuk masalah ketangguhan oh jangan salah. Laptop ini tidak bermasalah walaupun dia jatuh dari meja, keyboardnya kesiram, bahkan saat layarnya ketekan, saat ada benda asing yang menginterupsi bagian layar saat kita tutup laptop. Asus Expert Book P3 itu aman untuk hal-hal seperti ini. Konsepnya worry free dari bagian performa dan juga dari bagian durabilitas. Dan sejujur-jujurnya di awal saya agak takut ya ngebas laptop ini karena kok takutnya gitu ya kurang relate dengan penggunaan saya sehari-hari. But L and behold selama 1 minggu terakhir ini ternyata kerjaan administrasi saya lebih banyak dibandingin syuting dan juga ngedit. Jadi ya paslah ada laptop expert book P3 ini. Secara spesifikasinya memang Asus Expertbook P3 ini bukan yang tipikal gas kencang gitu ya untuk ngedit ataupun juga untuk gaming ya. Kalau dipaksain sih sebenarnya bisa, tapi kan untuk apa? Peruntukannya bukan untuk seperti itu. Makanya di sini ee uji benchmark yang saya sampaikan konsepnya hanya sebagai nice to know aja lah. Dan ini dia beberapa angka benchmark yang saya punya mulai dari sin bench, Geek Bench, dan enggak ketinggalan crystal dismark-nya untuk read dan juga right speed-nya. Dari angka benchmark tadi ketakar ya performanya Asus Expert Book P3 ini memang ditujukan untuk kita yang senang multitasking dan juga perlu mengolah-ngolah data lah gitu ya. Makanya kehadiran dari si 10 core dan juga 16 thread di laptop ini itu jadi makes sense. Untuk uji coba hariannya sendiri saya lebih banyak bikin-bikin file yang berhubungan dengan PowerPoints, docums, dan juga Excel. Jatuhnya bisa dibilang berjalan aman. Kalaupun ada satu hal ya yang di awal banget saya coba itu membuat terkesima adalah di bagian keyboard dan juga touchpad-nya. Kok bisa gitu ya untuk satu buah keyboard yang bentuk keys-nya tuh tidak ada dis-nya jadi dia rata aja tapi travel key-nya ini udah nyaman. Terus juga bahan dari keyboard-nya pun juga terasa oke. Berbeda dengan keyboard-keyboard lain yang pernah saya gunakan. Terus udah gitu secara design per keys-nya kayak space antara satu keys dengan keys lain tuh seperti berbeda dibandingkan dengan keyboard lain. Yang stand out adalah fontnya yang ada di keys-nya itu terlihat lebih besar. Tapi memang satu hal yang harus saya amini adalah desain seperti ini jatuhnya seperti corporat banget dan enggak berhenti di keyboard aja loh. Keseluruhan device-nya pun juga desainnya corporat. Tapi dengan corporate F ini hadir pula keunggulan-keunggulan Asus Expert Brook Pit untuk corporate users ya. Terutama untuk teman-teman yang emang eh lagi nonton video ini kepikiran untuk membeli laptop ini untuk timnya lah atau mungkin untuk dipakai di kerjaan atau di bisnisnya. Bisa dibilang TCO atau total cost of ownership dari laptop Asus Expert Block P3 ini masuk dalam kategori mantap. Baynya gini, laptop R jutaan tapi secara teknologi didesain untuk bisa bertahan sampai up to 5 tahun ke depan. Dan secara durability juga dipikirkan dengan baik karena udah lulus sertifikasi MIL STD 810H dengan total 24 pengujian terbanyak yang hadir di line up laptopnya Asus manapun. Tujuannya tentu untuk ngebikin ada perlindungan yang dirasa lebih maksimal untuk penggunaan jangka panjang. kita spill ya beberapa ketahanan yang dipunya sama si Asus Expertbook P3 ini sambil kita demoin deh. Yang pertama adalah Expert Book P3 ini punya ketahanan atau spare resistance di bagian keyboard sama dengan 78 cc cairan. Misal kita lagi kerja terus numpahin air di atas laptopnya tinggal dimiringin aja nanti airnya akan keluar semua. Bahkan sampai di bagian bawah keyboardnya airnya pun akan keluar. Karena di bagian bawah keyboard-nya ini udah ada sistem irigasinya atau sistem jalur airnya. Contoh kedua, kita lagi ngebuka laptop terus di tengah-tengahnya tiba-tiba kita lupa naruh benda asing, bolpen lah atau apalah. Terus kita tutup nih laptopnya kencang-kencang brek. Nah, ini pun juga konsepnya secara layar masih akan aman, berfungsi tanpa masalah. Masih belum puas? Kita lanjut deh siksa-siksanya. Pas launch itu saya ngelihat ya ada demo expert book itu diinjak sama orang dan dia emang tahan sih e tekanan up to 85 kg ya. Jadi kita uji coba aja nih. Berat saya sih jauh di atas itu. Kita injak dan ya hasilnya seperti ini ya. Alhamdulillah masih aman. Saya yang ngeri tapi ya alhamdulillah masih aman. Ini akan kepakai konsepnya nanti saat gitu ya, Teman-teman. Misalnya lagi commute nih naik kereta itu udah banyak cerita teman-teman saya yang tiba-tiba layar laptopnya retak. Nah, ini kepakai tuh di situ ya. Tapi tentu keunggulan fisik dan durability-nya tidak hanya di bagian yang nampak terlihat aja gitu ya. Di bagian internalnya pun juga ada perlindungan tersendiri. Contohnya adalah durability di bagian hingche. Asus Expert Brook Pitry ini udah sempat dites buka tutup sampai dengan siklusnya 50.000 ri kali dan kekuatannya ini masih aman ya. Yang kedua untuk masalah portnya dalamnya ada metal plat yang ngebikin siklus lepas pasang portnya itu bisa lebih lama. Sempat dites ya, jatuh dari ketinggian 120 cm dan ya bolak-balik hasilnya pun masih aman ya. Demo-demo kasarnya udah kita balik ke performanya aja. Secara spesifikasinya Asus Expertbook P3 yang saya pegang ini menggunakan Intel Core i7 series. RAM-nya 16 GB. tapi bisa di-upgrade sampai dengan 64 GB. Dan untuk storage-nya sendiri 1 TB tapi bisa ditambah ya bukan diganti, ditambah sampai dengan 3 TB. Untuk Chelse-nya sendiri Asus Expert Brook P3 ini menggunakan aluminium dengan bobot 1,36 kg jadi mudah dibawa ke mana-mana dan bagian sudut-sudut internal dalamnya itu sudah diperkuat dengan cionet. Untuk bagian thermal cooling-nya sendiri, laptop ini sudah menggunakan sistem expert cool thermal design namanya. Untuk masalah portnya sendiri, Asus Expert Book P3 ini lengkap ya. Di sebelah kiri kita akan ketemu dengan dua buah type C 3.2 Gen 2, ada HDMI 2.1 dan juga ada satu buah 3.2 Gen One type AUSB plus audio combo. Di sebelah kanan ini portnya lebih sedikit ya, hanya ada satu buah USB type A 3.2 gen one Ethernet port dan juga Kensington Nano Security slot. Dan design portnya sendiri sengaja banyak ditumpukin di sebelah kiri. Jadi kalau kita lagi pakai mouse di sebelah kanan itu tidak terganggu dengan banyaknya aksesoris yang nempel ya di USB-nya kita. Dari sisi baterainya sendiri, laptop ini menggunakan baterai dengan besaran 50 wat hours dan udah support charging speed 65 watt. Untuk ngisi daya dari 5 ke 60% itu hanya perlu waktu di bawah 50 menit. Dan yang menyenangkan sebenarnya adalah konsep bahwa karena dia udah support 65 watt, semisal nih pengin dicharge menggunakan power bank yang juga udah 65 watt itu bisa atau pakai chargeran third party yang sudah support 65 watt juga bisa. Kalau misalkan memang chargeran bawaannya Asus Expert Brook P3 yang agak besar itu pengen ditinggalin di rumah. Untuk layarnya sendiri, Asus Expert Book P3 ini dilengkapi dengan layar 14 inci. resolusinya 2.5K anti glare. Jadi kerjanya lebih nyaman karena pantulan cahaya ini tertahan ya, tidak mengganggu di layar. Dan karena di tahun 2025 ini AI is a thing, tidak mungkin dong Asus Expert Book Pitri ini tidak punya fitur AI. Jadi hadir yang pertama ada copilot dan enggak ketinggalan hadir yang namanya Asus AI Expert Meet. Ini adalah software khusus yang membantu kita saat lagi online meeting gitu ya, seperti menaruh watermark, punya subtitles yang auto diterjemahkan, transkripsi meeting dengan pengenalan subjek pembicara dan juga merangkom hasil meeting. Ibaratnya kayak kita punya MOM tapi tidak perlu orang lain yang bikin karena sudah ee dibikin sama si Asus AI Expert harusat ya untuk bisa menjalankan software ini diperlukan RAM minimal 12 GB. Oh ya, tentu AI expert bit ini sendiri juga memerlukan AI mic. Jadi, makanya laptop ini memiliki Asus Two way AI noise cancelling yang konsepnya adalah di saat kita menggunakan laptop ini di luar misalkan sambil meeting dan segala macamnya tetap secara audio masih clear jernih jadi yang mendengar lawan kita juga masih nyaman. Nah, tentu konsepnya karena Asus Expert Book P3 ini adalah laptop profesional kerja gitu ya. Kebayang enggak sih dalamnya tuh banyak data-data kantor gitu kan. Keamanan jadi penting dong ya kan? Nah, makanya Asus Expert Brook P ini udah dilengkapi dengan Asus Expert Guardian. Jadi secara BIOS misalnya udah NIS SP 80015 dan juga sudah include 5 tahun update firmware dan driver. Tentu e fungsi security standar seperti IR kamera plus juga fingerprint dengan TPM 2.2 chip itu udah hadir. Hadir pula dengan MV Plus 1 tahun setiap pembelian Asus Expert Book B3. Nah, mulut udah berbusa nih. Kayaknya panjang banget ngomong dari tadi ya, masalah e daya tahan, durability, performa, dan segala macamnya. Tapi sebenarnya untuk melengkapi TCO atau total cost of ownership jadi berasa lebih panjang, tentu masalah after sell service jadi penting dong. Nah, Asus Expert Brook P3 ini udah lengkap dengan 3 years warranty plus 2 years accidental damage protection. Dan untuk level corporate ada tambahannya lagi onside service. Tadi seperti singgung untuk masalah harga Asus Expert Book P3 ini memang mulai start dari R jutaan dan ya untuk pembelian yang sifatnya partai besar atau mungkin volume itu bisa langsung ke asus.com. Ada opsinya di sana request volume purchase. Tapi menariknya adalah kita juga bisa nih beli partai-partai kecil atau mungkin bahkan beli satuan. di e-commerce juga udah hadir disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman sendiri itu perlunya gimana ya ngerti? Kita hidup di satu era yang banyak banget orang ngerjain kerjaan e tiga posisi gitu kan tapi kan tidak semua posisi-posisi itu berhubungan dengan content creation, editing, atau mungkin kreatif-creative jobs gitulah. Ada juga kok yang kerjaan-kerjaan jatuhnya profesional dan segala macam ya. Ini emang dibutuhkan nih satu buah device yang jatuhnya durable, bisa digunakan lebih lama. Bahkan kalau misalnya nih si pegawai ini cabut karena terlalu dikasih banyak kerjaan sama Anda, laptopnya masih bisa diambil nanti diturunin lagi ya ke pegawai selanjutnya. Karena memang ya konsepnya kan penggunaan dari Asus Expert Brook Pitri ini sendiri untuk jangka panjang. Dan ya itu pendapat saya ya tentang si Asus Expert Book P3 ini. Pendapat Anda gimana? Yuk kita ngobrol. Apakah ada kebutuhan yang belum terpenuhi? tulis di kolom komentar kita diskusi untuk sarang taufik buuh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lihat di YouTube