Laptop Kerja Premium yg Ringan Buat Biztrip: Review Acer TravelMate P6 14 AI (YouTube Video)
Ini adalah laptop 14 inci paling ringan atau seya salah satu yang paling ringan yang pernah kami uji. Kalau kami timbang sih berarti cuman sekitar 975 gr saja, enggak nyampai 1 kg. Biasanya berat segini tuh laptopnya di 13 inci, tapi yang ini 14 inci layarnya. Untuk performa tenang yang sat ini masih sanggup kok buat yang berat-berat bahkan masih bisa main game juga. Dia menggunakan Intel Core Ultra 7 processor powering Intel Vro. Jadi memang build for business. Selain itu juga sudah ada sertifikasi VPro. Jadi, laptop ini bisa dengan mudah di-manage oleh pihak IT perusahaan dan sudah divalidasi untuk keperluan bisnis. RAM-nya langsung 32 GB, jadi kapasitasnya lega untuk kerjaan yang berat-berat. Layarnya 2,8K, 120 Hz, IPS 100% sRGB. Jadi mantap buat editing, bahkan kalau buat gaming juga bisa ya. Bahkan dia juga sudah punya dua Thunderbolt, WiFi 7 dan kamera infrared 5 megapel. Ya, laptop bisnis ini adalah Acer Travel Mate P614 AI. Oke, buat yang belum tahu, Travel Mate seri laptop bisnis dari Acer. Jadi, laptop ini memang diperuntukkan untuk kalangan pekerja atau pebisnis yang membutuhkan alat kerja yang handal untuk nyari duit. Ya, buat pengguna biasa juga bisa kok. Bisa cocok juga asal memang sesuai dengan kebutuhannya aja ya. Oh ya, menariknya lagi ini adalah video review pertama kali ya untuk laptop Acer Travel Mate. Yuk, kita langsung mulai aja pembahasannya. Untuk spesifikasi prosesornya pakai Intel Core Ultra 7 processor 268V. Fabrikasinya TSMC N3B ya. Based powernya 17 watt. Dia punya 8 core 8 thread yang terdiri dari 4 performance core dan 4 low power efficient core. Intel smart cas-nya ada di 12 MB. Pressor tersebut mendukung Intel VPro Enterprise. Jadi fiturnya ini yang paling lengkap. Integrate grafisnya dia pakai Intel Arc Graphic 140V dengan 8X Course. Selain mendukung encode dan decode video AV1, IGP ini juga sudah punya kemampuan decode video H266 bukan H265 lagi ya. Tentunya IGP ini juga sudah mendukung fitur rayracing dan Intel XCS 2.0 dengan frame generation-nya. Nah, untuk NPU dia pakai Intel AI Boost dengan kemampuan komputasi hingga 48 tops. Jadi laptop ini mampu menjalankan fitur-fitur copilot plus PC seperti recall, cocreator atau live caption. Untuk memori atau RAM-nya langsung 32 GB LPDR 5X 853 MHz dual channel 128 bit. Perlu diperhatikan letak chip memori Intel Lunar Lake itu menyatu dengan prosesor. Jadi ini memang enggak bisa di-upgrade tapi langsung besar ya. Nah, untuk storage dia pakai 1 TB SSD MD.2 NVMA PCI Gen 4x43-nya dia menggunakan modul Intel yang sudah support WiFi 7 gigabit Wii dan Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterainya ada di 65 wat hour. Untuk OS dia menggunakan Windows 11 24 H2. Untuk factornya adalah clamp Shell atau laptop klasic. Materialnya adalah carbon fiber untuk bagian punggung layar. Ini adalah material yang premium, ringan tapi tetap kuat. Lalu ada juga magnesium aluminium untuk bagian body lainnya. Tapi tenang, laptop ini sudah menuhi standar daya tahan milik dari standar 810H ya. Jadi kalau kena tumpan cairan, kena pasir, jatuh atau kena cuaca dingin itu tetap aman. Untuk warna ini adalah Galaxy black atau hitam. Untuk desain warna body yang gelap dan permukaan yang dove itu membuat penampilan Travel Mate ini kelihatan profesional banget. Tentunya penampilan profesional seperti ini memang dicari untuk kalangan pekerja atau pebisnis untuk laptop kerjanya ya. Jadi tetap oke buat meeting sama klien sekalipun. Nah, untuk ukuran panjangnya 31,3 cm, lebar 22,7 cm dengan ketebalan di sisi paling tipisnya 1,59 cm, sisi paling tebalnya di 1,66 cm. Nah, untuk bobotnya menurut Acer ya, laptopnya ini bobotnya di 960 gr. Tapi kalau kami timbang dengan timbangan kami, dia ada di 975 gr. Bisa dibilang enggak terlalu beda jauh ya antara timbangan kami dengan timbangannya Acer ya. Nah, untuk charger di 255 gr ini adalah charger 100 watt dengan konektor USB type C. Tapi sayangnya charger bawaannya ini punya desain dua bagian dengan kabel tebal. Jadi terasa kurang praktis aja kalau dibawa-bawa. Padahal laptopnya udah kecil dan tipis dan ringan pula ya. Tapi tenang, kita bisa dengan mudah mengganti charger bawaannya dengan gun charger 100 watt yang lebih praktis dibawa-bawa. Total bobotnya kalau dibawa-bawa laptop dengan chargernya adalah 1,23 kg. Biasanya laptopnya aja di 1,23 itu sudah terhitung enteng. Ini laptop dan charger. Jadi hitungannya ini enteng banget. Nah, untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci. Resolusinya 2880 * 1800 pikel. Jadi aspek rasionya ada di 16 bing 10. Refresh rate-nya 120 Hz. Ini adalah panel IPS. Nah, menurut tingkat ccaran maksimumnya ada di 400 nit dengan kelarga muti 100% sb. Nah, kalau kami ukur dalam ruangan, kita bisa mendapatkan 458 nits. Ini lebih tinggi dari klaimnya ya. Untuk gamut covers-nya ada di 98,1% sRGB dengan gamut volume di 110,4% sRGB. Buat editing wah harusnya mantap ya karena akurasi warnanya tergolong lumayan bagus di sini. Buat streaming film atau kerja udah pasti oke lah ya. Layarnya juga sudah memiliki fitur Acer comfy view. Jadi permukaan layarnya minim pantulan bayangan yang bisa mengganggu kenyamanan pemakaian. Bingkai layar juga sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan dan kirinya membuat tingkat screen to body rasionya mencapai 84%. Oh ya, tentunya layarnya bisa diluruskan hingga 180 derajat ya. Jadi ini lebih aman dari resiko rusak akibat kedorong enggak sengaja dan memudahkan kita juga untuk menunjukkan isi tampilan layar ke lawan bicara yang ada di depan kita. Nah, laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 5 megapel. Kalau kami cek aplikasi kamera di Windows 11, kamera tersebut dapat mengambil gambar hingga resolusi 1800p. Sementara untuk perekaman video mencapai 1440p 30 fps dan ada fitur temporal noise reduction-nya. Kamera tersebut juga mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, serta background effect. Nah, kalau diaktifkan ya fitur tersebut akan jalan di NPU. Jadi, penggunaan baterainya akan lebih irit. Selain itu, kamera tersebut juga mendukung fitur Acering. Saat diaktifkan, laptop secara otomatis melakukan lock saat kita menjauh dan segera melakukan login saat kita kembali berada di depan laptop. Jadi lebih aman, ya. Selain itu, layar juga dapat dibuat otomatis meredup saat kita sedang tidak menatap ke layar. Jadi, dia bisa lebih irit baterai. Fitur tersebut juga bisa mengingatkan kita untuk beristirahat sejenak setelah bekerja beberapa waktu atau memberitahu kalau jarak mata kita terlalu dekat dengan layar. Nah, kemudian ada juga kemampuan untuk memindahkan kursor atau window aplikasi dengan cepat ke layar tambahan. Cukup dengan memalingkan wajah ke arah layar tambahannya. Laptop ini juga dilengkapi dengan Acer Purified Voice 2.0 dengan tiga buah mikrofon untuk menghilangkan suara bising di sekitar kita. Dua mikrofon ditempatkan di sebelah kanan dan kiri kamera, sementara satu mikrofon ditempatkan pada sisi pinggir depan body laptop yang dekat dengan penggunanya. Nah, saat dicoba dengan pecahan studio kita, kualitas gambar yang ditangkap dengan kamera ini tergolong cukup oke untuk video call ataupun online meeting. Hanya saja muka kami warnanya agak sedikit pucat ya dan ada artefak kompresi di bagian tertentu ya. Ini dia kemampuan noise cancellation laptop Acer travel mat yang satu ini. Jadi gimana nih suara bisin di sekitar saya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, untuk audionya laptop dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke alas laptop. Kita bisa mengatur profil suara dengan equalizer melalui software DTS. Nah, laptop ini ternyata punya suara yang lantang ya, meskipun bukan yang paling kencang yang pernah kami dengar. Sementara untuk kualitas suaranya cukup oke meskipun cenderung agak flat. Oke, untuk konektor di sebelah kiri ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen 1 type A, dan ada dua Thunderbolt yang mendukung USB 4, power delivery, protokol display port, dan tentunya mendukung perangkat berbasis thunderbolt lainnya. Untuk sisi kanan ada 13,5 mm audio combo jack, ada satu USB 3.2 gen one type A dan Kensington lock nano slot di sini ya. Menariknya dalam paket penjualan disediakan converter USB type C to Ethernet kalau kita butuh koneksi yang lebih stabil untuk internetnya. Nah, untuk keyboard, laptop ini menggunakan Acer comfortable backlight keyboard. Bentuk dan tata letak tombol sebenarnya masih mirip seperti yang kami temukan di seri Swift, hanya saja untuk kenyamanan pakai terasa agak beda. Saat ditekan, tombol seperti mendarat di permukaan yang empuk. Jadi, ini terasa nyaman banget. Tapi tenang ya, tombolnya tetap terasa solid kok saat ditekan. Travel distance-nya ada di 1,6 mm. Jadi terasa dalam saat kita pencet di sini ya. Keyboard ini juga dilengkapi dengan lampu backlit putih yang dapat membantu kita mengetik dalam kondisi minim cahaya. Tingkat cerahannya tuh ada dua yang bisa diatur dengan menekan tombol function plus F11. Oke, untuk touchpad-nya ini ukurannya lumayan besar dan menggunakan permukaan Corning Gorilla Glass. Iya, jadi wah mulus lancar itu ya kalau dipakai ya. Posisinya center to body tapi tidak sejar dengan tombol space bar. Dengan posisi seperti ini memang jadi akan ada bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad. Tapi sepertinya touchpad ini dilengkapi dengan fitur palm rejection. Jadi kursor tidak bergerak ya meskipun sedikit tersentuh telapak tangan. Uniknya di area touchpad ini ada semacam pola yang akan memancarkan cahaya putih saat NPU di prosesor ini sedang bekerja. Jadi kita bisa tahu apakah aplikasi yang dijalankan itu sedang menggunakan NPU atau tidak. Tentunya kita juga bisa mematikan fitur tersebut jika tidak diinginkan. Nah, untuk klik kiri dan klik kanan ini terasa empuk ya saat ditekanan meskipun terasa agak sedikit berat ya. Mungkin ini yang membuat perbedaan ya. Ada settingan yang beda di sini antara yang versi bisnis dan versi yang konsumer biasa. Nah, untuk cooling system laptop ini dilengkapi dengan dua buah heat pipe dan satu kipas besar untuk mendinginkan prosesor. Lubang buangan panasnya ada satu buah yang mengarah ke belakang. Uniknya di sini disediakan fitur dust defender yang akan membalikkan arah putaran kipas setiap 6 jam untuk mengurangi penumpukan debu pada kipas. Kita juga bisa mengetikan fitur ini secara manual di aplikasi Travel Made Sense. Untuk pengamanannya, laptop ini dilengkapi dengan pengamanan biometrik dengan pengenalan sidik jari. Untuk posisi sensornya itu menyatu dengan tombol power. Selain itu, ada juga penutup fisik kamera. Jadi, kita tetap aman dari kemungkinan diintip walaupun sedang di-hack, ya. Nah, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa, yaitu silent, normal, dan performance. Profil performa dapat diubah dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui aplikasi travel Made Sense. Oke, sekarang kita coba pakai Cineb. Saat kami tes dengan charger ya, skor tertinggi yang dicapai adalah 10.412 poin di mode normal dan 10.473 poin di mode performance. Sementara skor yang dapat dipertahankan adalah 7.600 sampai 7.800 poin di mode normal. Dan di mode performance kita bisa mendapatkan 9.800 sampai 9.900 poin. Saat chargeri dilepas ya kita dapatkan 9.500 sampai 9.600 600 poin di mode normal dan 8.500 sampai 8.700 poin di mode performance. Bentar bentar bentar bentarar. Kalau pakai baterai di mode normal malah naik sementara di mode performance malah turun sedikit nih ya. Tapi harusnya itu bukan jadi masalah ya karena performa saat pakai baterai tidak berbeda seperti pakai charger. Enggak jauh beda lah. Jadi persyaratan Evoonya tetap terpenuhi. Oke sekarang mari kita lihat suhu kerjanya menjalankan Cabbage R23 di stabilitas selama setengah jam. Di mode normal, supressor sempat berada sedikit di atas 80 derajat Celcius di awal pengujian. Lalu kemudian dia turun di bawah 80 derajat Celcius. Nah, kalau di mode performance surat-rata prosesor tidak lebih dari 80 derajat Celcius dengan sesekali ada spike hingga 85 derajat celcius saat colongan performa di awal loop pengujian. Jadi, katanya di sini aman sekali ya suhu kerjanya ya. Kita coba langsung pakai Blender 4.3.2 dengan BMW Car scene untuk CPU rendering sesuai dalam waktu 4 menit 2 detik. Sementara kalau pakai GPU rendering dengan one API dalam waktu hanya 44 detik saja. Jadi emang udah lumayan cocok ya kalau mau dipakai untuk sedikit desain 3D. Untuk su kerja pasal melakukan GPU rendering dengan one API supressor terlihat dapat dikendalikan di bawah 75 derajat celcius. Aman banget. Kita lanjut ke Adobe Premiere Pro 2025. Videonya 4K60 yang 2 menit 7 detik seperti biasa dengan software only sesuai dalam waktu 7 menit 7 detik. Detik kalau pakai open seal ses dalam waktu 4 menit 1 detik. Kalau videonya adalah full HD 60 fps durasinya sama. Software on dalam waktu 1 menit 45 detik. Sementara kalau pakai open 1 menit 5 detik. Nah, su kerja pada saat melakukan 4K video export dengan Open CL. Lagi-lagi supressor dapat dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Lagi-lagi aman. Sekarang kita lanjut ke Davinci Resolve 19.1. Software video rating kelas profesional tapi versi gratis yang kita pakai. Untuk video 4K60 yang durasinya sama dengan tadi sesuai dalam waktu 6 menit 15 detik. Sementara kalau videonya adalah full HD 60 fps dengan durasi yang sama, selesai dalam waktu 1 menit 40 detik saja. Lumayan kencang nih ya. Untuk suhu kerjanya pesan melakukan 4K video exporting. Biasanya sih pengujian dengan software ini bisa bikin prosesor itu suhunya naik di atas 90 derajat Celcius. Tapi di sini suhu prosesor sama sekali tidak menyentuh angka 80 derajat celcius. Luar biasa aman. Kita lanjut ke CapCut. Untuk video 4K 60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 1 menit 58 detik saja. Kalau videonya full age di 60 fps durasi yang sama, selesai dalam waktu hanya 1 menit. Nah, kencang banget. Untuk su kerja pasal melakukan 4K video exporting. Nah, di sini superor dikendalikan di bawah 70 derajat celcius dengan sekali lompatan aja ke 71 derajat celcius. Luar biasa adem banget. Lanjut ke handbrak. Di sini kita konversi video for K60 yang 2 menit cur detik ke full HD 60 fps codec AV1 tanpa selasi quick selesai dalam waktu 5 menit 47 detik. Sementara kalau kita pakai Quicks selesai dalam waktu 2 menit 46 detik. Nah, su kerjanya pada saat melakukan konversi dengan quick, supressor sempat naik hingga 84 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun dan celcius. Lagi-lagi aman banget. Oke, kita lanjut ke ulion. Benchmark ini menguji performa NPU di prosesor dalam menghasilkan gambar dari input tex atau promp dengan menggunakan stable division 1.5. NPU laptop ini membutuhkan waktu sekitar 8,8 detik untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 512 piksel. Nah, saya tahu ini laptop bisnis, tapi kalian pasti ada yang mau tahu kemampuan gamingnya seperti apa. Nah, cek ini ya. Oke, di game triple A yang terakhir ini kita lihat setelah kita mainkan Assassin's Creed Mirage selama setengah jam kita su kerjanya SU tertinggi prosesor ternyata hanya mencapai 74 derajat celcius saja. Sementara untuk permukaan bodinya kita lihat selama setengah jam mainkan game yang satu ini. Untuk keyboard area paling panas kami temukan di tombol angka 6 dengan suhu sekitar 42 sampai 43 derajat Celcius. Suhu yang agak tinggi lah ini kita temukan di tombol S dan H dengan kisaran 40 derajat Celcius. Secara keseluruhan area keyboard yang panas berada di area tengah ke arah kiri. Sementara untuk area yang ada di atasnya keyboard itu suhu mencapai 47 derajat celcius. Tapi ya wajar karena ini dekat dengan lubang ventilasi. Sementara untuk palmres suhunya aman di bawah 35 derajat Celcius. Tapi perlu diperhatikan suhu seperti ini juga hanya terjadi saat menjalankan aplikasi yang berat di profil performa tertinggi saja. Jadi kalau aktivitasnya lebih ringan harusnya suhunya akan jauh lebih rendah ya. Oke, sekarang kita lihat kecepatan storage-nya. Dengan Kristal Disma kita dapatkan bahwa SSD-nya kecepatan bacanya ada di 4.808 MB/ dan tulis di 3894 MB/s. Untuk jenis laptopnya ini sebetulnya udah tergolong kencang ya, walaupun memang bukan yang paling kencang yang pernah kami temukan. Oke, beralih ke daya tahan baterainya. Untuk tes baterai kita menggunakan setting berat 150 nit, volume suara di 25% dengan mode normal. Untuk 1080p lokal video playback, baterai habis setelah 13 jam 35 menit. Ini sebenarnya tergolong irit, tapi ini masih di bawah harapan kami untuk sebuah laptop dengan prosesor Lunar Lake yang harusnya bisa mendekati atau bahkan melampaui 20 jam. Sekarang kita lihat kecepatan chargingnya. Setengah jam pertama baterai sudah terisi di 40%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 44 menit. ini lebih cepat dibandingkan standar kami yang berharap di 2 jam. Jadi lumayan ya sekitar 16 menit lebih cepat. Oke, untuk harganya menurut S Indonesia laptop travel ini dapat didapatkan dengan harga mulai dari Rp25 jutaan untuk varian Intel Core Ultra 5226V. Nah, untuk garansinya dia dapat 3 tahun service, 3 tahun spare part, serta ada ADP atau accidental damage protection-nya juga. Nah, ini akan memberikan jaminan perlindungan untuk kerusakan yang diakibatkan kelalaian pengguna. Menariknya dia mendapatkan layanan gratis check up di 110 lokasi Acer seluruh Indonesia yang buka selama 7 hari seminggu. Menariknya lagi khusus member Acer ini akan mendapatkan perpanjangan garansi selama 3 bulan. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini RAM-nya enggak bisa di-upgrade, tapi ini wajar untuk tipe prosesornya. Lagian 32 GB ini udah cukup banget. Kencang pula ya RAM-nya. Lalu daya tahan baterainya seharusnya bisa lebih baik lagi walaupun ini sudah cukup oke sih sebetulnya. Lalu kemudian menurut kami seharusnya charger yang disertakan itu lebih kayak charger smartphone ya. Jadi lebih praktis dibawa-bawa laptopnya. Nah dari si menariknya ini buah-botnya sangat ringan cuma 975 gr. Lalu dia menggunakan material karbon di sini. Lalu dia memenuhi sertifikasi Evo dan bahkan Vro juga. Sudah pakai Intel Core Ultra 200 V series. Buat editing video 4K60 masih lancar. Buat desain dan rendering 3D masih bisa asalkan object 3D-nya memang yang sederhana-sederhana. Mau buat main game lancar. Bahkan untuk game Triple A seperti Black Meh, Wukong yang super berat itu masih lancar juga dan dia siap jalanin aplikasi yang butuh pakai NPU juga. SU kerja terkendali aman juga di sini aman banget bahkan ya layar juga siap untuk editingnya serius bahkan main game kompetitif juga bisa nih sini lalu dia punya konektor USB dan HDMI yang besar disediakan converter ke Ethernet juga di sini ya. Lalu Thunderbat 4-nya ada dua, ada Wii 7, ada pengamanan biometrik, kemampuan cancelation-nya juga sangat baik di sini. Nah, jadi Acer Travel Mate P614 AI ini cocoknya buat siapa sih? Nah, buat pekerja atau pebisnis yang butuh alat kerja serius tapi enteng di bawah-bawah. Enten banget di bawah-bawah. Bahkan ya pastinya ini cocok banget. Apalagi baterainya lumayan irit dan ada sertifikasi VPro-nya. Lalu dia juga punya fitur Windows Studio Effect dan noise cancellation-nya yang bekerja dengan baik. Jadi aman dipakai video call atau online meeting. Buat kerjaan editing video juga cocok nih. Video 4K sisi juga bisa ya. Video pakai F1 juga bisa. Buat desain rendering 3D tipis-tipis juga bisa asal tadi ya. Object 3D-nya sederhana aja. Buat kerjaan yang butuh laptop yang bisa AI harusnya juga cocok asalkan aplikasinya memang support NPU Intel. Lalu buat programming harusnya juga enggak ada masalah asalkan aplikasinya memang cocok dengan hardware laptop ini. Jadi kalau butuhnya laptop untuk kerja serius yang performanya kekinian, fitur komplit dan enteng mau dibawa-bawa ke kantor atau ke meeting atau traveling ke banyak tempat, rasanya Acer Travel Mate P614E ini adalah pilihan yang tidak bisa dilewatkan. Saya Irfan Jaka TV
