Jungkat

Laptop Kerja Tuh Harusnya Kek Gini ! ASUS Vivobook 14 Flip OLED TP3407AA (YouTube Video)

  • 09/06/2026

Vivobook ini gak bisa dipandang sebelah mata. Gak cuman bisa buat ngetik sama nonton semata, tapi bisa buat gaming tipis-tipis sampai sketsa. Buat gambar enggak perlu pihak ketiga. Bisa langsung coret-coret di layarnya tentunya pakai pen bawaannya. Layarnya juga bisa di-flip 360 sampai nempel ke bodinya. Jadi enggak ngeganggu sama keyboard pas nyalurin imajinasi yang udah ada. Ya udahlah ya, enggak usah kelamaan ngomongnya. Selamat menonton orang-orang yang enggak mau kaya raya. [berteriak] [musik] Hai Andika, Guys. Di sini kenalin ini adalah Asus Vivobook 14 Flip TP3407A. Sesuai dengan namanya Flip, makanya Vivobook ini beda dengan Vivobook pada umumnya. Emang kalau dilihat secara tampilannya aja sih kayak enggak jauh beda ya dari yang lainnya. Ya, desainnya ini clean, minimalis, enggak banyak embel-embel yang berlebihan khas vivubook lah. Cuman yang ngebedain ada di bagian exelnya yang bisa dibuka flip ke belakang sampai 360 nempel ke body belakang. Jadi enggak cuma rebahan, tapi dia juga bisa kayak tebelnya dari 16,9 mili dengan bobot 1,57 kg buat laptop 2 inone ini lumayan tipis dan ringan. Jadi kalau dimasukin ke tas ransel bisa masuk dengan nyaman. Di bawa juga bikin punda itu enggak ngerasa kayak kita punya beban bawa utang negara. [tertawa] Tapi yang menarik walaupun dia kelihatan kalem, bodinya ini tetap badak karena standarnya Asus kayaknya ya. Kayaknya semua Asus vebook itu punya standar military grade dengan std 810H. Jadi kita bisa lebih worryf free untuk pakai laptopnya dengan lumayan barbar. Dan karena dia two inone bisa jadi tablet. Jadi dia ini punya 4 ininone mode juga. Uh, ada banyak skenario mode yang bisa kita pakai. pertama ya mode standar claim shell kayak laptop pada umumnya bisa buat kerja atau ngetik sehari-hari terus ada ten mod mood atau mode tenda yang bentuknya mirip sama tenda kayak yang kita praktikin kayak gini jadi layarnya itu kelihatan full kita enggak keganggu sama keyboard cocok buat nonton atau streaming. Ada stand mode juga yang ini posisi keyboard-nya ada di bawah enak buat presentasi atau meeting karena fokusnya ke layar. Dan yang terakhir ada tablet mode yang menurut saya paling nyaman buat bikin sketsa, coret-coretan, atau catatan sama stylus bawaannya. stylus bawaan ya yang artinya di dalam paket pembeliannya kita udah dapat stylus stylus-nya untuk ukuran bonusan ini lumayan cakep desainnya simpel warnanya hitam dove nyatu kalau disandingin sama si laptopnya enggak tabrakan gitu sama desain laptopnya feel pas dipakainya kemarin saya minta tolong asuran untuk gambar di sini juga katanya enak ya berasa kayak pakai pensil beneran responnya itu nyaman, enggak delay gripnya juga [musik] pas di tangan jadi buat coret-coret bikin sketsa masih kerasa natural enggak kayak pakai stylus eksternal yang murah dan soal pm rejection Laptop ini juga udah support pump rejection. Jadi kalau kalian gambar terus enggak sengaja kena pam itu masih aman aja. Terus stylus-nya ini juga punya docking khusus buat charging yang udah magnetik. Magnetnya cukup kuat. Kalau kita naruh stylusnya kurang pas, nanti bakalan otomatis muter sendiri ke posisi yang pas biar dia bisa kecharging. Dan kalau kita lihat dari docking-nya enggak cuman fungsional doang, tapi juga estetik kalau ditaruh di setup meja dijadiin kayak semacam properti tambahan. Dan kalau kita ngomongin laptop 2 inone one, salah satu alasan kenapa orang itu beli laptop 2 inone sebenarnya layar ya. Karena layarnya kan bisa jadi tablet dan tablet itu salah satu alasan utama orang beli tablet itu karena layarnya. Nah, untuk layarnya Asus ini punya dimensi 14 inch yang masih oke buat produktivitas. Tablet 14 inch itu kan gede banget ya. Dan untuk panelnya dia pakai OLED dengan resolusi full HD plus. Sayangnya refresh-nya masih 60 Hz nanti saya jelasin. Tapi untuk aspek rasionya itu di 16 bing 10. Aspek rasio yang memang biasanya dipakai buat produktivitas. Dan pas kita tes kala akurasinya, SRGB-nya itu di 100%, P3-nya hampir 100%. Buat yang awam mungkin dengan angka-angka ini ya. Intinya kalau misalkan kalian nampilin foto atau video yang banyak warnanya, warna yang ditampilkan sama layar ini adalah warna aslinya. Jadi enggak ada yang meleset, akurat. Jadi kalau Anda adalah fotografer dan editor video, bakalan suka banget sih. Karena apa yang akan Anda tampilkan ke klien atau mau cetak hasilnya akan sama kayak yang Anda pengin. Basel-nya juga tergolong tipis ya. screen to body rasionya itu 85% yang bikin tampilannya itu lebih luas dan lebih lega pas dipakai. Jadi walaupun dimensinya 14 inch kayak saya rasa laptopnya ini gede banget gitu kayak 15,6 karena baselnya lumayan tipis. Nah, tapi sayaknya ada satu hal yang mengganggu saya sih karena ya memang panelnya OLED tapi sayangnya refreshing-nya itu masih 60 Hz. Buat saya pribadi yang terbiasa pakai layar 120 Hz di mana ketika scrolling itu smooth kayak jalannya itu langsung s terus balik ke 60 Hz nyobain 60 Hz itu kayak ya ada yang beda gitu ibaratnya habis jalan tol saya pindah jalur ke jalan yang makan Dam. Jadi feel-nya beda sih mungkin ke depan saran saya buat ASUS kalau misalkan laptop 2 inone mending kayaknya IPS aja tapi 100% sRGB tapi dikasih refresh range minimal 90 atau 120 Hz. Beralih ke bagian input device atau keyboard-nya. Secara F dari keyboard-nya layout-nya udah compact ya, tapi tanpa net karena dia 14 inch. Dan setja saya pakai buat ngetik scriptnya laptop ini juga tombolnya itu responsif, empuk, enggak [musik] terlalu nekan biar dapat input jadi pengalaman ngetiknya lebih enak. Kalau dipakai lama itu enggak bikin cepat pegal. Touchpad juga udah nyaman, responsif, licin, gak ada komplain lah. Laptop ini pakai prosesor terbaru dari Intel si Panter Leck yang menarik karena dia punya fabrikasi yang bisa dibilang paling kecil saat ini ya di 2 nanm. Jadi dia pakai Intel Core Ultra 7 prosesor 355 dengan 8 core, 8 trad dan juga punya chip usus komputasi AI dengan 49 tops. Buat yang belum tahu apa itu tops, gampangnya gini deh. [musik] Semakin banyak tops itu berarti semakin kencang operasi AI. per secondnya, per detiknya. Dan dengan 49s ini laptopnya jadi punya tombol dedicated untuk copilot plus PC karena standarnya Microsoft itu minimal harus punya 40 tops. Nah, P copilet plus PC ini buat apa sih? Ya, buat Windows AI ya. Jadi kalau misalkan kalian bikin draft email, rangkum dokumen atau jadwal, itu bisa pakai tombol ini aja. Dan yang menarik dengan 49 TUPS ini dia bisa jalankan AI lokal tanpa internet. Saya udah coba di stable diffusion XL Turbo. Software untuk bikin gambar AI dengan laptop lain yang tanpa NPU khusus itu bisa makan waktu 30 sampai 60 detik. Tapi di sini Jagger Note itu cuma 21 detik. Kalau di Fusion XL Turbo cuma 4 detik. Dia juga ada story cube. Ini kayak semacam hubajemen fil media berbasis AI yang bisa otomatis kategorikan foto dan video kita. Dan ada live caption juga, caption otomatis real time untuk konten berbahasa asing. Jadi kalau misalkan kelihat konten bahasa Pak Prabowo gitu ya, itu bakalan muncul tuh kayak wah orang desa enggak pakai dolar. Terus subtitel-nya bakal muncul kayak gitu. Bercanda ya. Pokoknya bahasa asinglah itu bisa muncul live capc buat performa real-nya prosesor tadi ditemani sama RAM yang di kondisi RAM saat ini lagi mahal-mahalnya Asus enggak pelit lah ya. Karena RAM-nya langsung dikasih 16 GB LPDDR5 dan juga storage 1/2 TB yang speed-nya lumayan kencang. Rate-nya di Mbps, W-nya di 5100 Mbps. Lanjut ke pengujian sintetisnya. Kita coba di CineBZ R23. Kita coba di skenario dengan adapter ya atau ya pakai casen. Untuk single core dia dapat di 1833. Multi corore-nya stabil di kisaran 9.700 sampai 9800 poin. Nah, kalau misalkan tanpa adapter memang ada penurunan performa. Tapi enggak banyak dengan stabilnya itu multiore di 8.600 sampai 8.900 poin. Single core-nya juga turun 1700. Tapi sekali lagi enggak banyak ya. Nah, untuk suhu pas running SBZ R23 di skenario rata kanan pakai adapter tadi kalau kita lihat TDP-nya itu spike-speknya bisa sampai di 35 wat dan suhunya juga bisa spike di 95 derajat celcius. Tapi itu kalau dibuat cine bench ya karena memang cine bench itu kayak benar-benar mengekstrak tenaga dari prosesornya. Dan saya juga penasaran berapa TDB yang bisa diambil di laptop ini. Ternyata mentoknya bisa sampai 35 watt. Lanjut di pengujian 3D Max-nya. Kita coba lihat untuk spy dia dapat skornya. Kalian bisa langsung lihat di layar. Festack-nya juga bisa langsung dilihat di layar. Solarb di 11.000-an stres tesnya dia lolos dengan skor 98,1%. Menarik biasanya laptop 2 inone itu jarang yang lolos ya karena dia tipis banget. Nah, karena color akurasinya tadi udah hampir 100% P3-nya, jadi laptop ini sebenarnya cocok buat kalian yang profesional editing. Tapi kalau untuk editing sih nyaman. Gimana untuk rendering? Jadi kita coba di Adobe Premi Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai. Dan hasilnya export 4K itu di 2 menit 49 detik. Terus kalau untuk blender, kalian pengin belajar-belajar 3D rendering masih bisa lah ya. Tapi ya harus agak sabar karena pas kita eksport CPU rendernya itu di 4 menit 1 detik. Kalau GPU-nya di 4 menit 6 detik. Ya, mirip-mirip aja. Nah, tapi kalau untuk kebutuhan Office kita coba juga untuk PowerPoint 150 slide kita export ke PDF dia itu selesai dalam waktu 6 detik. Excel randomis data yang large banget itu selesai dalam waktu 26 detik. Nah, sebenarnya laptop ini tuh bukan laptop gaming, tapi karena di TKID itu SOP-nya udah harus ada tes gaming, jadi gak apa-apa ya kita tes juga karena siapa tahu kalian habis bosan kerja, kalian bosan nonton Netflix, kalian pengen nge-game. Game apa aja sih yang playable di laptop ini? Kita coba di game Dota 2 dengan grafiknya fastest, resolusinya full HD, average FPS dia dapat di 151, maksimumnya bisa tembus di 206. Valoran juga aman aja dengan grafik lu. Di average FPS dia bisa dapat 253, maksimum FPS-nya di 311. Cyberpunk dengan grafik low super resolution-nya ada di performance dia bisa dapat di 48. Everage FPS-nya maksimum FPS 55. Nah, yang menarik ini kan laptop sebenarnya enggak punya dedicated GPU ya, tapi dia punya fitur kayak semacam penipuan FPS lah. Dengan frame generation-nya kita nyalain walaupun dia IGP aja. Cyberpunk dia bisa naik average FPS-nya di 78, maksimumnya bisa tembus di 91. Jadi kalau kalian main game triple A juga asalkan dengan frame generation-nya kalian nyalain itu masih playable. Kalau kalian suka main game yang lagi ramai sekarang kayak Wering Wave, dia juga masih aman dengan average FPS di 56 maksimumnya tembus di 60 fps. Nah, di game-game tadi kalau kita lihat chart-nya, charge-nya itu secara temperatur secara TDB sebenarnya kadang spek di 30 watt, tapi kayak dibanting lagi di 30 watt untuk stabilnya. Nah, tapi yang menarik temperaturnya itu enggak sepanas kayak di sb tadi dengan temperaturnya itu rata-rata di 83 sampai 85 derajat celcius. itu temperatur bagian dalamnya ya. Kalau untuk bagian luarnya Flir suhu permukaan tertingginya sih ada di 44,2 derajat celcius tapi seperti biasa area di atas keyboard ya karena exhaust-nya di situ. Tapi untuk tombol WAS di yang tombol keyboard yang biasanya bakalan kita sering pakai itu masih aman di 41,1 derajat celcius. Buat baterai walaupun ini bukan laptop gaming, surprisingly baterainya gede banget ya. Dia ada di 70 wat hour yang biasanya itu ada di Asus Toof juga 70 watt hour. gede secara kapasitas, tapi gimana daya tahan baterainya? Pas kita coba untuk nonton YouTube 10 menit, dia berkurang 2%. Browsing 10 menit pakai Wii berkurang juga 2%. Terus kalau kita tes pakai PCA dengan skenario modern office, brightness-nya 50%, volumenya ada di 10%, dia bisa bertahan sekitar 25 jam 23 menit. Gokil itu awet banget sih. Bahkan bisa dibilang itu di atas klaimnya Asus. Karena klaimnya Asus itu kan ada di 25 jam. Untuk konektivitas chargernya dia udah pakai yang type C ya, jadi lebih fleksibel bisa buat nge-change device lain juga. Port type C-nya juga gak cuman satu buat cacan doang, masih ada satu lagi di sebelahnya. Port lain ada banyak, ada type E3.2, HDMI, audio jack, micr SD, card reader pun masih ada. Yang absen paling RJ45 buat LAN. Konektivitas wireless-nya juga bisa dibilang yang futur proof paling baru walaupun di Indo ini masih belum ya. Karena Wii-nya dia udah pakai Wii 7, bluetooth-nya juga udah pakai Bluetooth paling low power dengan Bluetooth versi 6. Fitur lain mungkin kualitas webcam, webcam-nya kira-kira seperti ini dan dia punya top tadi. Jadi, Windows Studio effect-nya bisa nyala. Misalkan background kalian itu kayak saya ini kayak [musik] berantakan, tinggal dikasih background effect aja dan dia bakal langsung ngeblur kayak gini. Ada contact, ada auto framing juga. Dan resolusinya sudah lumayan ya di 1080p 30 fps. Kira-kira kualitasnya seperti ini. Oke, jadi cukup segitu aja video review dari Asus Vivobook 14 flip kali ini. Nah, pertanyaannya apakah worth it? Worthed kalau di tangan yang pengguna spesifik. Nah, siapa ya? Contohnya kayak profesional atau mahasiswa yang sering mobile yang laptopnya itu selalu hidup di tas terus berpindah tempat dan jarang punya colokan karena baterai 25 jamnya itu bukan gimmik marketing udah kita tes pakai PC modern Office beneran 25 jam. Ternyata refresh rate 60 Hz punya peran dalam efisiensi baterai. Terus buat contentor ringan sampai menengah lah ya yang run edit video itu full HD atau 4K. Export 4K-nya di bawah 3 menit itu masih aman workflow-nya. Ditambah buat kalian yang pengin layar olet dengan sRGB 100% dan P3 99% karena warna yang kalian lihat itu adalah warna yang sebenarnya. Jadi kalau mau present ke klien itu enggak malu-maluin gitu ya. Terus juga buat pengguna yang fleksibilitas mungkin bosan pakai mode laptop, entertainment bisa pakai mode tenda. Terus mah kalau misalkan mode sketsa gambar pakai pen bisa pakai mode tablet kayak gitu-gitu. Sama pengguna yang butuh investasi jangka panjang sih. Kenapa? Karena Asus ini punya 3 tahun garansi internasional plus ADP atau accidental damage protection. Jadi kalau misalkan kita hitung sebenarnya Rp1 juta dibagi 3 tahun per bulannya kalian bayar sekitar R527.000. Sebenarnya untuk ngitung angka depresiasinya untuk se bulan Rp527.000 karena garansinya 3 tahun itu termasuk murah untuk laptop ini. Dan biasanya ya laptop Asus itu saya enggak pernah lihat laptop Asus yang dia itu rusak dalam 3 tahun. biasanya kadang sampai 6 atau 7 tahun itu enggak rusak-rusak. Tapi buat kalian yang pengen gaming serius triple A ya walaupun dia tadi Cyberpunk kuat ya, tapi kan pakai frame generation on. Jadi kalau kalian game serius ya saran saya sih bisa Asus TUF Asus Saruji ya karena kalian bakalan dapetin imersif atau pengalaman yang beda dibandingkan kalian pakai laptop ini. Terus kalau kalian butuh refresh rate yang tinggi 120 Hz enggak cocok karena laptop ini sayangnya masih 60 Hz dan kalau budget kalian terbatas di bawah Rp15 juta misalnya ya. yang enggak cocok pakai laptop ini. Tapi overall si Asus Vivobook 14 Flip ini selain layarnya yang cuma 60 Hz, menurut saya kompromisinnya itu aja sih. Selain itu, menurut saya kalau misalkan kalian cari laptop 2 inone ini bisa jadi salah satu laptop yang menurut saya terbaik saat ini. Apalagi garansinya ADP 3 tahun. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube