Laptop Kerja Yang Kencang dan Baterai-nya Awet! Review ASUS Vivobook S14 (S3407C) (YouTube Video)
Ini adalah satu rekomendasi laptop kerja yang performanya kencang dan baterainya super awet. Ya, ini adalah Asus Vivobook S14. Prosesornya pakai Intel Core Ultra 7 255H. Performanya udah kencang di sini. Udah ada NPU juga jadi udah kekinian. Baterainya 70 wat hour dan super irit tahan sampai 19 jam. Nah, penasaran sama kemampuan laptop yang satu ini? Simak review-nya. Oke, Vivobook S14 ini adalah seri laptop dari Asus yang biasanya menawarkan hal menarik untuk kelas harganya. Dan di laptop yang satu ini, Asus menawarkan performa yang cukup kencang tapi baterainya irit banget. Oke, langsung kita mulai bahas dari spesifikasinya ya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 7 255H fabrikasi TSMC N3B ya. Udah N3B nih ya. Base power 28 watt. Dia punya 16 core, 16 thread yang terdiri dari 6 performance core, 8 efficient core, dan 2 low power effisent core. Base frekuensi 2 GHz dan maksimum turbo frekuensi di 5,1 GHz. Intel smart cas-nya lumayan besar juga di 24 MB. Untuk integrated graphis dia pakai Intel Arc Graphic 140T dengan 8X CE ini sudah mendukung encode dan decode video AV1. Tentunya IGP ini sudah support fitur retracing dan Intel XCS 2.0 dengan frame generation-nya. Nah, untuk NPU dia pakai Intel AI boost dengan kemampuan komputasi hingga 13 tops. Memori atau RAM-nya itu adalah 16 GB DDR5 5600 MHz single channel. Ini RAM onboard ya, enggak bisa di-upgrade untuk RAM onboard-nya. Nah, kalau kita mau upgrade ya kedua channel itu bisa karena ada satu ekstra slot SODIM yang bisa kita gunakan. Kemudian untuk storage 1 TB SSD M.2 NVM PCI Gen 4x4 di sini hanya ada satu slot M.2 SSD ya, tapi kapasitasnya udah 1 TB. Jadi untuk harganya udah cukup lega sih. Untuk baris connectivity dia pakai modul dari Realtech yang udah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.3. Baterainya ada di 70 wat hour. Lumayan besar juga. Untuk operating system di pakai Windows 11 Home versi 24H2. Nah, body form factornya adalah clam shell atau laptop classic. Materialnya ini perpaduan metal dan polikarbonat. Bahan metal digunakan untuk menutup bawah dan punggung layar. Untuk opsi warnanya ada matte gray dan ada cool silver. Nah, untuk desain seperti biasa nih, Vivobook S14 selalu hadir dengan desain yang terbilang minimalis tapi tetap cantik dan tampilannya profesional sii ya. Di bagian punggung layar ada tipis-tipis tulisan Asus Vivobook. Estetik juga nih ya tampilannya. Laptop ini juga sudah memenuhi standar daya tahan military standar 810H. Jadi terjaminlah ketangguhannya. Secara keseluruhan laptop ini terasa profesional saat digunakan untuk bekerja. Nah, untuk dimensinya panjang 31,52 cm, lebar 2 2,34 cm, dan ketebalan di sisi paling tipis 1,59 cm. Sisi paling tebalnya ada di 1,79 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,46 kg dan untuk chargernya ini 225 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Charger ini hanya terdiri dari satu bagian aja, jadi bentuknya lebih ringkas seperti charger smartphone lah ya. Nah, tentunya desain seperti ini membuatnya lebih praktis mau dibawa ke mana-mana. Total bobotnya kalau di bawah laptop dan chargernya adalah 1,68 kg. Oke, kita bicara soal layarnya sekarang. Ukurannya 14 inci, resolusinya 1920 * 1200 pikel. Jadi, aspek rasionya di 16 bing 10. Refresh rate 60 Hz. Dan ini adalah panel IPS level. Tingkat scen to body rasionya ada di 86%. Ini pakai lapisan antiglare ya. Jadi dia minim pantulan bayangan yang bisa mengganggu kita kalau kita bekerja ya. Nah, menurut Asus tingkat cisaran maksimumnya ada di 300 nis dengan kelarga mut di 45% NTSI. Sementara kalau kami ukur, kita mendapatkan bahwa tingkat kecaran maksimumnya di 337 nit sedikit lebih tinggi dari klaimnya. Lalu untuk gamut coverage-nya di 55,1% sRGB dengan gamut volume di 56,6% sRGB. Segi catatannya ini mungkin terasa agak kurang cocok untuk editing foto atau video kelas profesional. Solusinya kita bisa menggunakan monitor tambahan kalau mau ngedit foto atau video secara lebih profesional menggunakan laptop yang satu ini. Tapi kalau untuk aktivitas harian rasanya ini masih ok lah ya di sini ya. Nah, untuk Excel layar ini bisa dibuka lurus hingga 180 derajat. Profesional banget. Desain Excel seperti ini bisa meminimalkan kemungkinan rusaknya layar akibat enggak sengaja terdorong. Oke, laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps dan sudah dilengkapi dengan privacy shutter secara fisik. Kameranya juga mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, portrait light, eye contact, background effect, dan creative filters. Menariknya, saat fitur Windows Studio Effect diaktifkan, dia akan menggunakan NPU, bukan prosesor atau GPU-nya, ya. Jadi, penggunaan baterainya bisa lebih irit. Nah, untuk kualitas kamera sendiri bagi kami udah cukup oke dan sudah amanlah untuk dipakai meeting online. Di sebelah kiri dan kanan kamera kita lihat ada dua buah mikrofon yang mendukung fitur Asus AI noise cancelling untuk meredam suara bising di sekitar kita. Saat kami tes, mikrofon ini bisa menangkal suara bising di sekitar dengan baik. Dan suara kita pun bisa terdengar dengan cukup jelas ya, tidak mengalami banyak distorsi. Berikut hasil tes mikrofon dan kameranya. Oke, kali ini saya sedang berada di pinggir jalan yang ramai sekali oleh kendaraan nih di belakang saya ini untuk menguji kemampuan noise cancellation dari mikrofon di laptop Asusobook yang satu ini. Bisa didengar ya kalau e background noise di belakang ini bisa diredam dengan baik dan suara saya masih bisa ditangkap dengan jelas. Kalau menurut kalian sendiri gimana nih kemampuan mikrofon dari laptop yang satu ini? Oke, ini adalah contoh kemampuan dari kameranya sih Asus Vivobook S14 ya. Ini resolusinya adalah 1080p 30 fps. Dan kalau di tempat yang pencahayaannya ideal kayak gini hasilnya tuh oke bangetlah untuk dipakai meeting ini aman banget. Dan yang menarik di sini ada fitur-fitur dari Windows Studio Effect. Misalnya di sini kita coba automatic framingnya. Jadi kalau saya geser kameranya akan ngikutin saya. Kalau saya geser sini ngikutin saya juga. Kalau kalau udah gitu kalau mau pakai background blur gitu itu bisa juga. Contohnya ini kita masukin objek di sini mikrofone. Nah, kita nyalain background blur-nya dan ini bisa keblur dengan baik dan wajah saya masih kelihatan jelas. Pokoknya kalau ee laptop ini mau dipakai untuk meeting online atau video call ini udah oke banget kok kualitasnya. Oke, untuk sistem audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke bagian bawah laptop. Kita bisa mengatur profil dan equalizer suara melalui software My Asus. Untuk kualitas suara yang dihasilkan bagi kami tergolong oke dengan detail yang cukup baik. Hanya saja volume suarnya sedikit terasa kurang lantang. Tapi untuk kelas harganya masih dibilang cukup wajarlah ini. Nah, untuk konektor kita bisa lihat di sebelah kiri ada dua USB 3.2 gen one type C yang sudah mendukung power delivery dan protokol display port. Lalu ada satu HDMI 1.4, ada satu USB 3.2 gen type A, dan ada satu audio combo jack. Sementara di sisi kanan hanya ada satu USB 3.2 Gen One yang type A yang besar. Jadi mantap ya. Ada satu port HDMI yang besar dan ada dua port USBC yang udah support display out. Jadi kalau mau kerja dengan empat layar sekaligus bisa banget dengan laptop yang satu ini. Oke untuk keyboardnya dia menggunakan backlit chickl keyboard dengan leus vivook lainnya ya. Untuk travel distance-nya ada di 1,7 mm. Jadi ini nyaman sekali untuk digunakan mengetik. Keyboard ini dilengkapi dengan lampu backlit warna putih dengan tiga tingkat kecerahan yang bisa diubah dengan menekan tombol F4. Kita beralih ke touchpad-nya. Di sini dia menggunakan precision touchpad dengan ukuran 12,7 * 7,9 cm. Lumayan besar juga ya. Posisinya center to body yang memanjang dari tombol alt hingga coiled key yang di sebelah kanan. Lalu touchpad ini dilengkapi dengan palm rejection jadi membuatnya aman saat telapak tangan menyentuh area touchpad pada saat kita sedang mengetik. Nah, uniknya touchpad ini dilengkapi dengan smart gesture seperti swipe bagian kiri untuk ngatur volume, swipe sisi kanan untuk atur brightness atau kalau untuk nonton kita bisa swipe bagian atas untuk memajukan dan memundurkan video ya. Nah, sekarang kita masuk ke cooling systemnya. Sistem ringan laptop ini dilengkapi dengan satu heat pipe dan satu kipas. Ekhaust itu mengarah ke belakang tapi bukan ke arah layar laptopnya. Desain seperti ini membuat layar jadi lebih aman karena enggak kena udara panas secara langsung ya. Oke, untuk sistem security-nya dia dengkapi dengan infrared kamera yang sudah langsung support Windows Hello. Jadi kita bisa login ke Windows dengan lebih cepat dan mudah. Oke, sekarang kita masuk ke aspek performa. Laptop ini dilengkapi dengan empat profil performa yaitu full speed, performance, standar, dan whisper. Kalau kita pakai mode full speed, kipas akan berputar 100% saat ada beban kerja yang berat. Sementara kalau saat idle atau beban kerja yang ringan, kecepatan kipas akan lebih rendah tentunya ya. Jadi suaranya lebih sunyi aja. Nah, keempat profil performa tadi dapat diubah dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui software My Asus. Oke, sekarang kita langsung coba aja dengan Sinab R23. Kita colok ke charger dan kita lihat konsistensi performanya. Diabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang bisa dicapai adalah di 16.102 poin di mode standar dan 16.300 79 poin di mode full speed. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 12.800 sampai 13.100 di mode standar dan 14.900 sampai 15.000 poin di mode full speed. Sekarang kita lihat kalau kita tidak pakai chargernya ya tetap dengan Sinabens R23. Nah, di sini skor yang kita peroleh adalah 12.500 sampai 12.700 poin di mode standar. Jadi, performanya terpasang ke charger atau tidak mirip-mirip aja. Oke, untuk suhu kerjanya pesat melakukan Sinab R23 stabilitas selama setengah jam. Di mode standar supressor sempat naik hingga 95 derajat celcius di awal pengujian. Tapi kemudian sui bisa dikendalikan ke kisaran 80 derajat celcius. Sempat spik ke 90 derajat celcius, tapi cuma sekali aja. Sementara di mode full speed su kerja terbilang mirip dengan mode standar. Sama-sama sempat naik hingga 95 derajat celcius di awal pengujian. Kemudian bisa dikendalikan ke 80 derajat celcius dengan ada spike di 90 derajat celcius. Oke, untuk pengujian performa selanjutnya kita akan uji dengan dua konfigurasi ya. Pertama kita tes dengan RAM single channel. Ini konfigurasi bawaan laptopnya. Tapi kita akan tes juga dengan konfigurasi RAM dual channel untuk melihat performa yang optimal untuk laptop ini. Kita langsung mulai dengan Adobe Premiere Pro 2025 untuk video 4K60 yang 2 menit 7 detik dengan software only on semasnya dalam waktu 7 menit 52 detik untuk single channel dan 6 menit 35 detik kalau kita pakai dual channel. Nah, kalau kita hidupkan open CL-nya ini jadi 10 menit 18 detik untuk single channel dan 8 menit 28 detik dengan dual channel. Sementara kalau videonya ad fps durasi yang sama. Software only 1 menit 39 detik dengan single channel. 1 menit 34 detik dengan dual channel kalau kita pakai open jadi 2 menit 37 detik dengan single channel dan 2 menit pas kalau kita pakai dual channel. Oke untuk suhu kerja pada saat melakukan 4K video exporting dengan Open CL suhu bisa dikendalikan sekitar 60 sampai 70 derajat celcius hampir sepanjang pengujian. Namun di akhir suhu sempat naik ke 80 derajat Celcius untuk saat. Tapi ini terbilang masih sangat-sangat aman ya. Oke, kita lanjut ke Davincy Resolve 19.1. Software videoing kelas profesional, tapi ini versi gratisnya. Untuk video 4K 60 selesai dalam waktu 16 menit 46 detik untuk single channel dan 13 menit 56 detik kalau kita pakai dual channel. Untuk full HD 60 fps durasi yang sama, 4 menit 22 detik untuk single channel dan 3 menit 37 detik untuk dual channel. Nah, untuk sukernya bersama melakukan 4K video exporting ternyata aman-aman aja terkendali di kisaran 60 sampai 70 derajat celcius sepanjang pengujian. Lanjut untuk capcut ya. Video 4K60 yang 2 menit 7 detik lagi. Dengan single channel kita dapat 3 menit 39 detik. Sementara kalau dual channel 1 menit 56 detik. Nah, ini baru mantap nih ya. Lalu kalau videonya full HD 2 menit 7 detik, 1 menit 12 detik kita dapatkan untuk single channel dan 1 menit 9 detik kalau kita pakai dual channel. Sementara suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting lagi-lagi itu ada di kisaran 60 sampai 70 derajat celcius sepanjang pengujian. Lagi-lagi aman. Oke, kita lanjut ke handbreak. Di sini kita melakukan konversi video 4K60 2 menit 7 detik ke full HD 60 fps dengan AV1. Kalau tanpa akselerasi quick sing 4 menit 11 detik dengan single channel dan 3 menit 59 detik kalau pakai dual channel. Sementara dengan akselerasi quick sing kita dapat 2 menit 12 detik kalau single channel dan 2 menit 2 detik kalau kita pakai dual channel. Nah, untuk suhu kerjanya pada persat melakukan konversi dengan quick sing ya. Nah, di sini suhunya berada di antara 70 sampai 80 derajat celcius. Masih sangat aman. Oke, sekarang kita lanjut untuk gaming. Iya, tentu kalian pengin tahu untuk gaming seperti apa ya. Dan hasilnya adalah seperti ini. Oke, di game terakhir ini setengah jam memainkan Assassin's Creed Mirage ya. Su kerja terlihat aman ada di kisaran 65 sampai 70 derajat celcius sepanjang pengujian. Nah, untuk permukaan body saat mainkan game yang tadi titik terpanas di bagian keyboard itu ada di dekat huruf D dan F dengan suhu sekitar 42 sampai 43 derajat Celcius. Area sebelah kiri keyboard suhunya berkisar 37 sampai 39 derajat Celcius. Sementara area sebelah kanan keyboard itu ada kisaran 30 sampai 32 derajat Celcius. Sementara untuk palm rest itu aman banget suhunya bahkan di bawah 31 derajat celcius. Nah, untuk storage-nya kita lihat ya, kecepatan SSD-nya dengan Kadisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 6.972 MB/ dan tulisnya di 5760 MB/. Ini terbilang kencang banget ya, terutama untuk ee kecepatan bacanya ini lumayan kencang untuk kelas harganya. Bahkan ini udah cocok buat laptop gaming sebetulnya SSD-nya nih. Sekarang kita masuk ke pengujian baterainya. Tingkat gratis kita atur ke 150 Hit dengan volume suara di 25% untuk 1080p local video playback. Baterai habis setelah 19 jam 19 menit. Ini adalah hasil yang sangat-sangat bagus, sangat awet banget. Jadi, mau dipakai searian tanpa nyorok ke charger harusnya sih masih enggak masalah ya, kecuali kalau memang kalian kerjanya lebih dari 19 jam. Oke, kalau untuk charging bagaimana? 30 menit pertama baterai terisi di 37%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 53 menit. Lagi-lagi hasil yang bagus karena standar kami adalah 2 jam. Sementara di sini pengisian penuh bisa tercapai kurang dari 2 jam. Oke, untuk harganya. harganya ada di Rp15.799.000 dan kalian bisa beli ini di official store Asus Indonesia atau Intel Indonesia. Untuk bonus pembeliannya kita bisa dapat Microsoft Office Home 2024, lalu ada langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun ya. Kalau yang tadi kan yang home itu yang enggak perlu bayar-bayar lagi. Nah, kalau butuh yang berlanganan masih dapat lagi 1 tahun dan kita dapat backpack juga di sini. Untuk garansi dia dapat 3 tahun international warranty dengan 1 tahun Asus VIP perfect warranty. Dengan VIP perfect warranty ini Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Asus VIP perfect Quarantin dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya ini masih single channel. Saran kami sih langsung upgrade aja ke dua channel supaya performanya bisa lebih maksimal. Kemudian layarnya ini belum yang 100% sRGB. Jadi agak kurang pas kalau mau ngedit foto atau video di kelas yang profesional. Nah, kalau solusinya gimana? Ya tinggal tambahin monitor aja. Tambahan bisa kok dipakai buat ngedit. Dan kalau misalnya mau dipakai buat ngedit-ngedit biasa aja ya buat belajar-belajar aja ini juga masih bisa sih sebetulnya layarnya. Dari si menariknya dia pakai Intel Core Ultra 7 255H yang performanya ternyata kencang dan suhu kerjanya relatif aman. Kemudian dia sudah punya NPU. Jadi aplikasi-aplikasi yang bisa memanfaatkannya akan bisa menggunakan si NPU ini ya. Lalu baterainya ini super irit sampai 19 jam. Konektornya melimpah. Ada USBA, USBC, port HDMI pun masih ada ya. Lalu dia siap dipakaikan multimonitor. Jadi mau kerja pakai empat monitor totalnya itu bisa. Kecepatan SS di bawahnya juga kencang banget. Pengamanan biometrik ada. Lalu ada 3 tahun garansi internasional dan 1 tahun garansi akibat kelalaian pengguna. Jadi kalau mau dibawa ke luar negeri misalnya buat kuliah di luar negeri gitu ya, wah cocok nih 3 tahun loh ada international warranty-nya. Oke, jadi pertanyaannya laptop ini cocoknya buat siapa? Tentunya cocok untuk para kaum road warrior yang aktivitasnya nyaris selalu ada di luar ruangan dan enggak selalu bisa ketemu sama colokan listrik. Lalu untuk kerja kantoran juga pastinya oke banget. Mau dipakai buat multitasking kerjaan kantor ini. Wah aman sih. Ini kencang banget soalnya ya. Mau dibawa meeting dengan klien juga cocok. penampilannya profesional ini. Atau mau diajak meeting online, wah bisa banget. Kan dia punya Jadi fungsional banget nih buat dipakai meeting ya untuk kameranya. Lalu untuk programmer untuk kerjaan coding rasanya masih cocok juga selama software codingnya memang cocok dengan hardware dan sistem operasi dari laptop ini. Dan seperti dibahas tadi kalau mau dipakai buat mahasiswa mungkin yang mau berangkat kuliah ke luar negeri atau belajar di luar negeri ya garansinya itu ya ada international warranty selama 3 tahun. Jadi cocok banget sih memang ya. Ya, pada akhirnya kalau dicari adalah sebuah laptop untuk kerja dengan harga R jutaan yang baterai super irit dan performanya tetap kencang serta punya penampilan yang minimalis, elegan, bahkan profesional. Kami rasa Asus Vivobook S14 ini adalah salah satu pilihan yang menarik dan sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jakatibu TV. [Musik]
