Jungkat

Laptop "Legendaris" Infinix Kembali! Spek Baru, Tetap Terjangkau! Review Infinix Inboox X2 2025 (YouTube Video)

  • 14/10/2025

Laptop cluster jangkau yang legendaris dari Infinix kini kembali lagi. Prosesornya pakai Intel Core i5 generasi ke-13. RAM-nya langsung 16 GB langsung siap pakai. Storage-nya juga lega 1/2 TB ya. Layarnya IPS full HD dan udah langsung 100% sRGB. Bodinya logam jadi makin terasa premium. Harga R jutaan aja. I ini adalah Infinix Inbook X2 2025. Oke, tentunya laptop yang satu ini adalah penerus dari seri Inbook X1 yang dulu kita sudah pernah review juga dan tentunya yang satu ini juga hadir sebagai peningkatan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Penasaran yang baru seperti apa? Yuk kita bahas. Tapi mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk pressor dia pakai Intel Core i5 134. Code name-nya adalah Raptor Lake. Litography Intel 7. base TDP-nya di 15 watt. Total core-nya ada 10 core, 12 thread yang terdiri dari 2 performance core dan 8 effisent core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,6 GHz dan dia punya 12 MB Intel Smart Cash. IGP-nya pakai Intel Iris Xi Graphics yang punya total 80 execution unit. Tentunya sudah support akselerasi Quick Sync dan AV1 juga bisa. Untuk kapasitas RAM-nya itu langsung 16 GB ya. LPDDR 4X 4267. Memang ya yang satu ini RAM-nya enggak bisa di-upgrade tapi ya udah 16 GB. Jadi harusnya udah cukuplah untuk berbagai kegiatan yang biasa dilakukan dengan laptop tipe seperti ini. Untuk storage-nya itu di 512 GB SSD M.2 and Viami PCI. Ini menarik ya laptop sekecil ini tapi tetap menjadikan slot M.2 kedua jadi bisa nambah kapasitas tanpa harus ganti SSD yang pertama atau yang utamanya. Untuk Kif wiress-nya dia pakai Intel WiFi 6 AX101. Sudah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapasitas baterainya ada di 50 wat hour. OS pakai Windows 11 Home. Untuk front factornya ini adalah clamp Shell atau laptop klasic dan materialnya untuk cover atas laptopnya ini pakai material logam. Sedangkan cover bawah dan dalam area keyboard-nya ini pakai polikarbonat. Untuk warna yang kami uji ini warnanya grey atau abu-abu. Buat yang kurang suka warna abu-abu karena rasanya mungkin terlalu mainstream, tenang karena masih ada varian warna lain yang lebih ekspresif yaitu ada blue atau biru dan ada green atau yang hijau ya. Nah, untuk desain yang satu ini masih sangat mirip seperti laptop Inbox X series generasi sebelumnya. Bisa lihat di cover bagian atas ini ada garis horizontal yang memisahkan desain finishing cover-nya. Bagian atas terlihat agak mengkilap ya dan bagian bawah terlihat lebih dove. Dan seperti biasanya kita bisa melihat logo Infinix yang berukuran kecil di tengah kanan cover atas. Untuk dimensinya panjang 32,4 cm, lebar 21,1 cm, dan ketebalan di 1,5 cm. Bobotnya untuk laptopnya aja di 1,23 kg dan chargernya 158 gr. Ini adalah charger yang mirip seperti charger smartphone ya. Kepala adapternya itu menyatu dengan colokan dan kabelnya ini bisa dilepas. Jadi mudah nih buat dibawa-bawa. Daya chargernya itu ada di 45 watt dan karena menggunakan type C jadi bisa dipakai untuk nge-charge smartphone juga. Jadi untuk total bobot yang kita bawa-bawa dengan chargernya adalah 1,39 kg. Ini masih tergolong ringan ya. Biasanya untuk laptop kelas segini nih ya laptopnya aja itu 1,4 kg. Ini sedikit di bawah dan itu sudah dengan charger. Nah, untuk display dia pakai panel IPS dengan ukuran 14 inci. Resolusinya full HD atau 1920 * 1080 piksel. Aspek rasionya 16 b 9. Refresh rate-nya 60 Hz. standar laptop tint and light ya menurut Infinix tingkat kecerahan layarnya ada di 300 Nit dengan kelar gambut di 100% sRGB. Nah, kalau kami uji tingkat kecaran maksimumnya itu untuk kondisi dalam ruangan ada di 313 nitz. Sementara untuk gamut covers ada di 94,3% sRGB dan gamut volume ada di 99,3% sRGB. Sudah miriplah mendekati dengan klaimnya Infinix. Ini keren banget ya. Laptop harga segini dapat layar yang udah 100% sRGB. Jadi kalau misalnya mau dipakai buat editing foto atau video ringan ya yang butuh akurasi warna, ini udah cukup cocok ya. Buat nonton juga udah asyik banget karena layarnya IPS jadi warnanya juga konsisten. Layarnya punya permukaan antiglare. Jadi ini nyaman digunakan karena minim pantulan cahaya. Untuk layarnya nih sayangnya memang masih belum bisa dibuka sampai 180 derajat. Sementara untuk bingkai kanan kirinya ini tergon tipis di kisaran 6 mm. Kalau bingkai atas memang sedikit lebih tebal karena seperti biasa ada webcam dan mikrofon di area tersebut. Nah, untuk kamera yang tadi itu resolusinya ada di 720p 30 fps. Seperti biasa di laptop Infinix ini terdapat lampu flash yang terletak di samping kanan dan kiri kamera. Lampu flash ini dapat diaktifkan dengan menekan tombol function plus space bar. Lalu untuk mikrofonnya kamera. Untuk kemampuan kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Jadi kedengaran ya kalau suara bisin di sekitar kami masih masuk ke dalam mikrofon laptop Infinix yang satu ini. Jadi sepertinya laptop ini tidak punya fitur noise cancellation. Tapi tenang, walaupun bising ternyata suara kami masih bisa terdengar dengan jelas. Untuk kamera dengan sensor 720p, kualitasnya sudah cukup baik. Meskipun kami menjumpai ada sedikit artifak kompresi dan juga noise di gambarnya. Mikrofon laptop ini juga bisa menangkap suara kami dengan jelas. Secara keseluruhan kualitasnya masih memadai untuk video call atau online meeting. Ya, laptop ini menggunakan speaker stereo yang terletak di samping kanan dan kiri mengarah ke alas laptop. Di sini ada software DTS audio yang dapat digunakan untuk mengubah equalizer dan profil suara dari speaker ini. Untuk kualitas suaranya ya seperti biasa ya, laptop dari Infinix ini punya speaker yang lantang dengan kualitas suara yang lumayan bagus untuk kelas harganya. Bassnya masih lumayan agak terasa lah di situ. Mid dan high-nya terasa cukup jelas. Separasi juga udah oke untuk laptop kelas R jutaan. Nah, untuk konektor di kiri ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen satu USB type C yang sudah mendukung transfer data, charging port default. power delivery 3.0 dan display output. Lalu di sisi kanan ada satu micro SD card reader, ada satu USB type C, satu audio jack combo, 1 USB 3.2 gen one satu Kensington lock slot. Oke, beralih ke laptop yang satu ini menggunakan keyboard chicklet dengan tombol yang cenderung silent. Jadi kalau mau dipakai di ruangan yang hening ini udah oke banget, enggak ganggu sekitarnya. Tombolnya juga sangat solid ya saat digunakan untuk mengetik. termasuk nyamanlah yang satu ini. Menariknya di sini tombol-tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan endsia lengkap di sisi kanan. Jadi akan lebih nyaman saat digunakan untuk scrolling halaman atau dokumen yang panjang. Nah, untuk tombol anak panah ini ukurannya terlihat lebih kecil dibandingkan tombol lainnya. Nah, keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit putih ya dengan dua tingkat kecerahan. Jadi kalau mau dipakai di ruangan yang gelap masih oke yang satu ini. Untuk touchpad ini ukurannya tergolong besar di 12,4 * 7,1 cm. Posisinya cenderung center to body, jadi sedikit melebar ke kanan dari space bar-nya. Tidak ada tombol khusus untuk klik kanan dan kiri, tapi tentunya dia sudah pakai precision touchpad yang mendukung berbagai gesture dari Windows. Beralih ke sistem pendingin, laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu buah kipas dan dua buah heat pipe. Intake-nya itu dari bawah dan ekha. Sekarang kita masuk dalam aspek performa. Langsung aja kita lihat konsistensi performanya pakai Snabbance R23 dengan stability test selama setengah jam. Untuk skor maksimal itu mencapai 4.337 poin. Sementara skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 2.500 sampai 3.000-an poin. Lalu untuk performanya saat tidak dicolok ke charger ini malah kelihatan sedikit lebih tinggi ya. Skor tertingginya ada di 5.297 poin. Sementara skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 3.500 sampai 4.000 poin. Ini memang bukan skor tertinggi yang pernah kami uji untuk laptop kelas harga ini ya. Atau untuk laptop yang pakai prosesor jenis ini performanya seperti agak ditahan. Meskipun sebenarnya udah cukup untuk kegiatan yang bi dilakukan di laptop tipis seperti ini. Tapi dari segi positif ya kita bisa lihat bahwa SU kerjanya itu sangat rendah karena saat jalankan sinbase R23 stabilitas test tadi SU CPU hanya sekali aja spike di awal penghujian ke 87 derajat celcius. Kemudian dia langsung turun dan stabil di kesaran 55 sampai 60 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai Adobe Premier Proisi 2025. Seperti biasa kita pakai video yang 2 menit 7 detik. Untuk 1080p 60 fps video exporting, software only selit 34 detik. Sementara kalau kita pakai GPU acceleration itu di 2 menit 49 detik. Nah, Sukerja pada saat melakukan 1080p video exporting dengan GPU acceleration, susip itu sempat spike ke 75 derajat celcius tapi langsung turun dan bertahan di bawah 60 derajat celcius. Lanjut ke Dainci Resoft 19.1. Ini software videot kelas profesional, tapi ini versi gratisnya ya. Kita masih pakai video yang sama durasinya untuk 1080 60 fps. Video exportingnya butuh 7 menit 53 detik. Nah, untuk suhu kerjanya kita lihat di sini SU CPU sempat spike sekali aja di awal ke 69 derajat Celcius. Lalu kemudian turun dan bertahan bahkan di bawah 56 derajat Celcius. Nah, untuk capcut video editor kita masih pakai video yang durasinya sama. Hasilnya untuk 1080p 60 fps video exporting butuh waktu hanya 1 menit 30 detik. Jadi kalau mau dipakai buat editing video di laptop harusnya CapCut ini paling cocok ya. karena kencang yang satu ini. Oke, untuk suhu kerjanya untuk 1080p video export suhu si CPUnya ada kisaran 53 sampai 60 derajat celcius saja. Enggak ada tuh lompatan yang terlalu tinggi di sini. Oke, sekarang kita lanjut untuk pengujian yang kalian tunggu-tunggu biasanya ya. pengujian untuk gaming [Musik] Was? Nah, di game yang terakhir nih, GTA 5 kita mainkan selama setengah jam. Susu CPU terlihat ada di kisaran 51 sampai 55 derajat celcius. Ini adem banget sih. Untuk suhu permukaan kita lihat area terpanas di permukaan keyboard ada di sebelah kiri dengan SU yang sebenarnya masih tergolong nyaman karena berada di bawah 38 derajat Celcius. Untuk area tengah ada di kesaran 32 sampai 36 derajat Celcius. Sementara area kanan bahkan di bawah 31 derajat Celcius. Untuk area palm rasi jelas aman banget bahkan di bawah 30 derajat celcius. Sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 3.376 MB/ dan tulis di 2.792 MB second. Nah, oke. Sekarang kita cek untuk daya tahan baterainya. Seperti biasa untuk pujian baterai beritasnya kita set di 150 dengan volume di 25%. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p, baterai bisa bertahan selama 9 jam pas. Ya, ini termasuk hasil yang cukup oke untuk sebuah laptop di kelas harga segini. Biasanya patokan kami itu yang bagus ada di 8 jam untuk kelas harga segini. Oke, sekarang kita lihat untuk charging test. Setengah jam pertama baterai terisi di 25%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 40 menit. Durasi chargingnya agak sedikit di bawah harapan kami. Biasanya kita harapannya ada di 2 jam sebetulnya. Meskipun demikian, saat masuk 2 jam itu sebetulnya sudah terisi di 90% dan 2,5 jam itu baterai terisi di 98%. Jadi sebetulnya ya enggak buruk-buruk amatlah hasilnya ya. Oke, untuk unit yang kami uji ini mulai dijual di harga Rp7.199.000 ya. Ini varian 16 gig ya. Lalu untuk varian 8 giganya itu harganya di Rp6.799.000. Nah, selain unit yang kami uji, Infinis juga punya beberapa laptop yang lagi ada promo turun harga nih ya. Ada inbook Air Core i3, RAM 8 juga SSD 512. Harganya turun ke Rp5.399.000. Lalu ada inbook Air Pro Plus core i5 134U, RAM 16 GB SSD 512. Nah, ini udah pernah kita review ya. Nah, ini harganya sekarang turun ke Rp9.699.000. Dan yang terakhir ada inbook X2 2025 yang pakai Core i3, RAM 8 gig SSD 256. Ini harganya di Rp5.599.000. Nah, buat kalian yang enggak mau ketinggalan promo menarik lainnya dari Infinix, langsung aja follow sosial media Infinix di @infinixid aja. Atau kalau mau check out langsung laptopnya bisa langsung cek official store dari Infinix di marketplace favorit kalian. Laptop satu ini juga sudah ditanggung garansinya selama 1 tahun ya. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dari segi performa laptop yang satu ini memang bukan yang paling kencang untuk kelas harganya ya. Performa prosesornya memang kelihatan agak ditahan, tapi si positifnya suhu kerjanya jadi rendah banget ya. Walaupun dipakai di ruangan tanpa AC, ini harusnya tetap aman. Lalu kemudian RAM-nya nih on board, enggak bisa di-upgrade, tapi udah langsung 16 GB untuk unit yang kami uji nih. Jadi udah cukup banget ya untuk laptop di kelas harga segini. Kemudian dia belum dilengkapi dengan Microsoft Office dalam paket penjualannya. Tapi tenang, kan masih banyak alternatif lain yang gratis seperti Google Docs atau Libre Office. Dan kalau mau diinstal Microsoft Office sendiri itu sebetulnya bisa juga aman kok bisa diinstal di sini. Kemudian yang terakhir adalah garansinya. ini hanya 1 tahun garansi standar. Dari si menariknya, pertama jelas harganya menarik karena untuk laptop R jutaan kecil ya kita sudah mendapatkan laptop yang layarnya wah banget. Layar IPS 14 inci full HD dan udah 100% sRGB. Jadi kalau mau dipakai buat editing foto atau video yang butuh akurasi warna ini udah lumayan oke lah. Lalu meskipun performanya agak ditahan, laptop ini masih bisa diajak editing foto atau editing video ringan. Menurut kami 1080p 30 fps itu udah mantap. 60 fps pun masih bisa asal disesuaikan ya aplikasinya pakai yang mana. Lalu untuk suhu kerja dan suhu permukaannya ini aman banget ya dan storage dia udah pakai SSD yang kapasitasnya lumayan lega juga di 1/2 TB atau 512 GB. Kemudian material buah di atasnya ini pakai logam jadi terasa premium sekali. Bobotnya juga tergolong enggak berat-berat amat buat kelas harganya. Chargernya juga ringkas jadi mudah kalau mau dibawa-bawa. Konektor juga tergolong lengkap. Bahkan masih punya micro SD card reader juga. Keyboard juga nyaman dan ada backlit-nya warna putih di sini. Dan tentunya karena dipakai WiFi 6 ini udah lebih future proof. Nah, pertanyaannya Infinix Inook X2 2025 ini cocoknya buat siapa sih? Oke, pertama mungkin buat orang tua yang nyariin laptop untuk anaknya sekolah. Ini cocok sih bobotnya cukup ringan dengan performa yang pas untuk sekolah ya. Lalu untuk pegawai kantoran atau guru mungkin yang sering menggunakan laptop untuk kerjaan ringan seperti ngetik-ngetik ya untuk bikin dokumen, bikin PPT buat presentasi ini cocok banget ya. atau mungkin butuh laptop terjangkau buat editing foto atau video yang ringan. Yang ini juga cocok, layarnya udah 100% sRGB. Intinya kalau yang dicari adalah sebuah laptop terjangkau yang serba bisa dan punya penampilan serta feel yang premium, sepertinya laptop yang saat ini bisa masuk dalam pertimbangan kalian. Saya Did Irfan Jib TV.

Lihat di YouTube