Jungkat

Laptop Lemot, Anggarannya Ngotot | Skandal Chromebook 9.9 Triliun.. (YouTube Video)

  • 19/06/2025

Kalau biasanya saya ngebahas laptop midrange rasa flagship atau laptop BBJS budget pas-pasan jiwa sosialita, sekarang kita bakalan ngebahas laptop kentang harga sultan. Jadi laptop Chromebook yang harganya itu R10 juta, RAM 4 gig, storage cuma 32 gig. Ini harga kalau masuk ke pemerintahan. Kus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendin di Putristek tahun 2019 hingga 2022. Chromebook senilai Rp9,9 triliun. [Musik] Jadi di sini kita bakalan ngebahas laptop yang secara RAM sebenarnya cuma 4 GB, storage-nya cuma 32 GB kerumbuk lagi. Terus harganya Rp10 juta dan ini udah diatur sama Peraturan Menteri Nomor 5 tahun 2021. Jadi ini bukan video review sih. Biasanya kan kita bahas ya laptop ini buat apa, fungsinya apa. Nah, sekarang kita bakalan bahas uangnya ini lari ke mana. Jadi ini adalah video skandal Chromebook yang total budgetnya 9,9 triliun hampir 10 triliun. Untuk paham konteks kenapa masalah ini sekarang menjadi besar. Jadi di awal era-era pandemi lah tahun 2021 itu kan ya semua orang enggak boleh keluar terus akhirnya murid-murid juga enggak boleh sekolah work from home dan juga sekolah dari rumah. Niat awalnya itu muliah untuk mengurangi learning loss atau biar anak-anak itu tetap bisa belajar di rumah. Dan tiap sekolah itu bakalan murid-muridnya bakalan dikasih bantuan laptop, gurunya juga dikasih bantuan laptop dan anggarannya itu cukup fantastis triliun. Ada dari DAK atau Dana Alokasi khusus korupsi. Eh enggak, enggak ada korupsinya. Dana alokasi khusus sama DSP, dana bantuan operasional satuan pendidikan. Jadi kalau digabung anggarannya itu 10 triliun. Letak keanehan pertama muncul itu karena hasil temuan dari Kejaksaan Agung. Nah, plot twist-nya ada keanehan yang muncul karena menurut data dari Kemen DIC Boot Rek dan juga ICW data internal mereka sebenarnya ya data di lapangan mereka itu enggak butuh Chromebook harusnya malah pakai laptop Windows. Cuman di bawah kepemimpinannya Mas Menteri itu kayak diarahkan atau dalam tanda kutip itu dipaksakan untuk pakai laptop Chromebook. Padahal udah ada observasi atau data internal dari Kemendikbot Ristex di tahun 2019. Sebenarnya data di lapangan itu murid-murid atau sekolah itu enggak butuh Chromebook, butuhnya Windows. Alasannya sangat sederhana sih, karena hasilnya tidak efektif dan laptop Chromebook itu memang haus akan internet. Karena produk-produk Chromebook itu kan ya produknya Android, produknya Google ya. Ya biasanya itu pakai Google Docs, Google Seats, Google Drive ya pokoknya sesuatu yang online lah. Karena kalau misalkan on device ya enggak kuat karena RAM 4 gig storage 32 gig ya mau buat apaan ya? Internet di Indonesia itu intinya kayak chat sama gebetan lah ya. Kadang ada, kadang enggak ada. Kadang ya disuruh nunggu mulu. Jadi intinya peringatan awal itu udah ada. Enggak usah pakai Chromebook, pakai Windows aja. Tapi temuannya ya diduga itu kayak dipaksakan pakai Chromebook sampai dikunci dengan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2021. Peraturannya ini ditandatangani sendiri sama Mas Nadim, Mas Menteri ya. sampai spek minimalnya tadi RAM 4 gig storageus 32 gig dan OS itu wajib chrome OS, enggak boleh OS yang lain. Sekarang kita bahas ke bagian yang paling bikin saya gemes sih. Karena sebenarnya saya tuh menghindari video-video kayak gini lah. Kalau kalian lihat di KID tuh jarang banget lah nyentuh video-video kayak gini. Cuman ya entah kenapa saya ngerasa gemas saja dan masih relate dengan DKID itu di laptopnya ya. Karena harga Chromebook R10 juta, RAM 4 gig, storage 32 gig itu kayak wow gitu loh. Lemaknya itu terlalu banyak. Okelah, di tahun 2021 di pandemi memang ada kelangkaan laptop. Jadi kalau kalian ingat di sekitar pandemi harga-harga laptop itu memang melambung tinggi. Jangankan laptop ya, webcam atau sesuatu yang berhubungan dengan online, belajar online itu pasti naik pada saat itu. Tapi seaik-naiknya ya enggak sampai R10 juta gitu loh. Saya seingat dulu Saeron itu ya N4020 itu naik bisa sampai Rp juta atau bahkan bisa sampai Rp8 juta. Okelah langkah. Tapi buat Chrombook, harga pasarnya aja buat apalagi buat kalian yang sering ngikutin harga laptop di DKID atau di Jagat Travieu atau di manapun lah. Chromebook 4 gig 32 gig itu ya paling 3 sampai 4 juta atau R juta lah mentoknya ketika langka 2021. Dan kalau udah masuk LKPP atau harga e-catalog pemerintah, harga pasarnya itu naik lagi bisa R sampai Rp7 juta. Kalau saya lihat datanya sih Advance, ZX, siap lagi brand satunya OAXO itu juga pernah ngeluarin Chromebook juga di LKPP masuk e-katalog dan harganya itu di kisaran 6 sampai R juta. masih okelah ya, masih masuk akal buat saya. Mungkin ada biaya cost sendiri buat TKDN-nya, mungkin untuk garansi khusus atau software managemen. Ya okelah naik segitu masih wajarlah. Tapi ya sebenarnya enggak wajar juga sih ya kerbuk R juta ya. Wah, saya mau bela tapi enggak bisa belain ya. Masih mahal lah Rp7 juta. Nah, anehnya lagi penyidik menemukan harga per unit laptopnya itu enggak 6 sampai R juta. Jadinya itu R10 juta. Jadi, ada selisih Rp3 juta. Okelah Rp3 juta satu laptop. Tapi bayangin kalau misalkan ratusan ribu laptop dananya aja 10 triliun. Nah, lemaknya ini berapa dan ke mana aja? Nah, penyelidikan Kejaksaan Agung mengarahnya itu ke stafsus Kementerian sih. Inisialnya FH dan juga JT. Mereka menjadi sorotan setelah mereka diperiksa di apartemen mewah mereka dan di situ penyidik nyita-nyitain kayak hardisk, dokumen ya hampir semuanya lah diita ya biar ada barang bukti. Karena peran mereka inilah yang sedang diinvestigasi secara insentif. Apakah dua orang ini pembisik mengarahkan dari laptop Windows tadi untuk pakai Chromebook 4 gig 2 giga R juta tadi atau mereka jembatan penghubung antara kementerian dan vendor-vendor tertentu? Sebenarnya ICW atau Indonesian Corruption Watch dan juga Copel udah mencium bau-bau project markup ini di sekitar tahun 2021 karena memang rentan mark up, rentan suap dan rentan korupsi sampai pungutan liar. Nah, yang jelas di kasus ini yang dirugikan sih ya jelas siswa dan juga guru yang belajar ya. Terus apa kata Mas Menteri? Wah, beliau sih katanya kaget ya. Wah, saya kaget kok diusut kan sudah sesuai aturan. Kira-kira begitulah. Beliau sekarang didampingi sama Bang Hotman Paris ya, pengacara handal dan ya alasan utamanya sih kenapa sesuai prosedur karena pada waktu itu sebenarnya kementerian itu udah menggandeng Jam Datun jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. buat pendampingan hukum. Jadi kayak biar sesuai sama peraturannya gitu. Tapi kata Kejaksaan Agung, jam Datun ini cuman kayak ngasih apa ya? Kayak semacam ngasih konsultasi administrasi. Jadi bukan ngasih stempel bebas korupsi gitu. Kalau saya analogikan sih ibaratnya kayak gini ya. Kalian itu di jalan tol terus kalian tanya ke Pak polisi, "Pak polisi, boleh enggak saya lewat jalan tol?" Ya boleh-boleh aja. Itu kan jalan umum. Tapi kalau misalkan kalian di jalan tol itu ngebut sampai 200 km sampai menyebabkan kecelakaan, ya enggak boleh. Kira-kira analoginya kayak gitulah. Jadi pendampingan hukumnya kayak sebatas proses administrasinya aja. Tapi kalau udah di luar itu atau udah melenceng dari konsultasinya, ya tetap salah. Mungkin itu ya maksudnya Kejaksaan Agung. Kita tunggu prosesnya aja. Cuman ya yang bikin saya ngelus dada kenapa laptop Chromebook Rp4 juta 32 gig itu R10 juta per unitnya? Itu yang agak mind blow di otak saya itu yang agak gemesin. Dan saya pengin bikin video itu di situnya sih. Kemarin DKID aja nge-review Z. Zare apa si USA? Livebook ZX Livebook atau Lbook ya itu juta pakai N4020. RAM 4 gig storage 128 gig. Itu aja dikomplain loh sama netizen. Mahal. Rp juta harusnya pakai Intel N100 enggak pakai Intel N4020. Nah, ini 4 gig 32 gig R juta. Wah, coba itu kasih satu laptopnya saya review ke sini coba. Saya yang dihujat sama netizen itu. Ya, kesimpulannya ya jadinya laptopnya pasti lambat ya. Terus buat nginstal apa 32 GB OS sekarang itu aplikasi sekarang juga gede-gede. Bahkan yang aneh bin unik lagi ya ada aplikasi pemerintah namanya itu Dapodik atau data pokok pendidikan. Nah, banyak guru yang komplain. Kenapa? Karena laptop yang dikasih sama pemerintah untuk digitalisasi tadi yang 4 gig 3, 2 GB tadi itu enggak bisa nginstal aplikasi di laptop itu. Nah, kebayang ya gimana mau ibaratnya kayak kalian mau nginstal, kalian mau main Cyberpunk tapi kalian punya prosesor core i3 terus RAM cuma 8 gig enggak ada GPU-nya. Ya ibaratnya kalau keinstal yang bisa keinstalnya cuman tembaknya doang ya. Jadi environmentnya itu enggak keinstal. Dan ternyata Yanza ibunya guru ya. Dan Dapodik itu apa sah Windows 8 minimal Windows 8 dan bayangin dikasihnya kromein belum engak jadi yang bikin aplikasi dan yang distribusi laptop enggak sinkron sama sekali pemerintah kan selalu bilang ya investasi pendidikan itu investasi jangka panjang ya siapa yang enggak setuju ya saya juga setuju kalau yang enggak bisa dilihat sekarang investasinya itu pasti jangka panjang nanti. Tapi kalau misalkan 10 triliunnya R juta per unit laptop, ya investasi jangka panjangnya bukan di pendidikan. Jadinya ke hukumnya ini hukumnya ini bakalan panjang nih jatuhnya. Tapi kasus ini masih bergulir di Kejaksaan Agung ya. Jadi belum ada yang ditetapkan tersangka. Semuanya masih ini juga ya. Intinya sih kalau dari saya sih saya kayak cuman ya gimana ya kalau kalian terbiasa ng-review laptop atau kalian tahu informasi tentang laptop Chromebook R10 juta 4 gig 2 GB itu kayak gimana gitu. kayak ngerasa ish uang pajak saya kok dibuat beli Chrombook Rp10 juta 4 gig 3 2 gig itu kayak gimana gitu ya. Tapi intinya skandal Chrombuk ini kita buat pengalaman pahit aja lah ya. Kalau di mana era digitalisasi kalau tidak diimbangi sama transparansi ya jadinya koruptorisasi. Wih gila kata-kata saya bagus juga ya. Tapi sekolah kalian atau kalian ada yang pernah dapat enggak laptop bantuan pemerintah yang spesifikasinya 4 gig 2 gig R juta nih? Kalau dapat, coba deh kalian tulis di kolom komentar. Biasanya kalian bikin apa? Kalian buat apa? Kalian main dinosaurus di Chrome yang loncat-loncat itu atau apa, coba tulis di kolom komentar ya. Atau kalau misalkan kalian dikasih dana langsung sama pemerintah R10 juta tapi harus dibelikan laptop, kira-kira kalian mau beli laptop apa? Coba tulis di kolom komentar juga ya. Sed and see you on the next video.

Lihat di YouTube