Jungkat

Laptop Lokal, Harga Paling Masuk Akal ! Axioo Pongo 755 AMD (YouTube Video)

  • 16/05/2026

Laptop gaming lokal sekarang makin brutal. Dengan harga yang masih masuk akal, dia bisa jadi tukang jagal buat laptop-laptop brand internasional. Bawa RTX 50 series biar performa makin nakal, layar cakep bikin visual sensasional. Dan yang menarik garansinya behidence bakalan diganti total. Ya udah enggak usah sok handal. Selamat menonton warga Senegal. Squidnya agak kacau sih emang ya. Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah laptop dari Axio sipongo 755 yang varian AMD. [musik] Udah banyak banget yang request di kita ya, "Bang, review dong AO Pungo yang AMD." Nah, hari ini kita turutin nih. Dan datangnya dia kali ini bukan bawa prosesor AMD yang ecek-ecek, tapi bawa prosesor AMD yang powerful. Dan ada satu pencapaian dari laptop ini yang enggak dimiliki sama brand internasional sekalipun. Apa itu? Jangan skip videonya, yuk kita bahas. Dari Luxe ya. Ini khasnya Po, mirip-mirip kayak versi sebelumnya, hitam polos. Ada logo PO di tengahnya ya. Cukup minimalis lah desainnya untuk kelas laptop gaming. Dan desainnya seperti yang kalian tahu mirip sama manufacturnya ya. Jadi belum ada perubahan. Tapi desainnya yang suka ini enggak norak ya, enggak terlalu terlihat gaming banget. Jadi masih match kalau dipakai untuk kegiatan apa aja yang non gaming entah itu formal atau nonformal. Untuk materialnya dia campuran. Jadi yang backover ini pakai aluminium. Sedangkan amrest-nya ini pakai polikarbonat atau bahasa awamnya plastik feel plastikinnya sih masih lumayan berasa. Untungnya bobotnya enggak begitu berat ya 2,3 kg aja meskipun dimensinya lumayan tebal di 2,7 [musik] cent. Untuk ukuran laptop gaming sebenarnya udah tergolong ringan, udah di atas standarnya lah. Kalau untuk port, portnya lengkap. Kalian bisa lihat aja birol ini dan penempatannya juga enggak bikin kita riweh soal perkabelan. Port-port display, charger, LAN itu ada di belakang. Sedangkan port USB ada di samping kiri dan juga kanannya. Lengkap, enggak pelit. [musik] Lanjut. Sekarang kita coba bahas layarnya. Apakah ada di komprom? Jadi harganya lebih murah. Ternyata enggak. Layarnya ini pakai panel IPS ya, real IPS bukan IPS level. Dia punya dimensi 16 inch, resolusinya full HD plus, dan refresh rate-nya sih untuk ukuran laptop pomo ya lumayan di 165 Hz. Cocoklah buat kalian gamers yang mainnya itu game kompetitif, layarnya ini berasa smooth, gak patah-patah, nyaman kalau dipakai buat main game kompetitif. Tapi, tapi sayangnya kalau misalkan kalian editor pakai pungu ini, color gamut dari PU 755 ini masih belum 100% sRGB. Pas kita tes dia di 94%, P3-nya 73%, NTS di 67%. ya hampir 100% masih bisa lah. Tapi kalau kalian perfeksionis banget ya kalian harus beli monitor eksternal yang udah coverage-nya itu 100% sRGB. Nah, kalau untuk brightness-nya tipikalnya udah lumayan tinggi ya. Pas kita tes itu ada di 442 nit. Terakhir soal aspek rasio dia ada di 16 bing 10. Jadi kalau kalian gunain laptop ini untuk productivity juga, ini namanya golden ratio. Jadi pas diroll atau kalian butuh page yang lebih panjang, enggak perlu scroll-sroll lagi. Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang mungkin kalian tunggu-tunggu dari laptop ini performanya. Untuk spesifikasi lengkapnya, kalian bisa langsung lihat aja tabel atau birol berikut ini biar enggak terlalu panjang durasinya. Nah, kalau kalian lihat spesifikasinya, coba fokus ke prosesornya ya. Dia pakai Ron 7 255 plus RTX 5050. RAM-nya di DR5 dan asal kalian tahu harganya itu di 20 jutaan. Kalian cek aja spesifikasi yang sama di marketplace kesayangan kalian. Bebas. Aco. Ini bisa dibilang salah satu yang paling terjangkau. Apalagi di kondisi kayak gini ya, RAM, SSD, dan juga prosesor itu lagi mahal-mahalnya. Axio berani kasih harga yang terjangkau. Sekarang zamannya jadi brand lokal itu jadi lebih masuk akal harganya. Kalau ngomongin AMD Ryzen 7 255 sendiri, ini prosesor yang lumayan mantap. TDP-nya kalau di spesifikasinya sih ditulis 35 sampai 45 watt. Tapi pas kita tes faktanya ternyata tuningannya Axio bisa bikin TDP-nya lebih dari itu. Nanti kalian lihat sendiri. Terus buat GPU-nya sendiri biasanya laptop gaming itu kan dikasih TJP-nya sekitar 100 watt ya. Tapi pungu ini enggak. Dia ngasih yang 115 watt. Bukan yang TDP paling oke di laptop tapi udah lebih dari standarnya yang 100 wat. Terus terakhir ya, RAM-nya udah pakai DDR5 ya, bukan DDR4. Dan sekarang langsung aja kita coba benchmark dia. Benchmark sintetis dulu. Seperti biasa [musik] kita coba di SB R23 mode unplug dan juga pakai charger. Di mode pakai charger dia itu single core-nya di 1737, multior-nya stabil di kisaran Rp15.000-an. Dan seperti biasa karena ini laptop gaming ya yang prosesornya seri high performance. Jadi kalau misalkan tanpa dibantu adapter istilahnya kalau komputer itu ya karena dia enggak ada PSU-nya ya dayanya jadi berkurang. Dan untuk multiore itu stabilnya di 5.000-an, single core-nya di 1000 poin kalau misalkan tanpa charger. Cuman kalau kalian perhatikan TDP-nya, TDP-nya itu bisa diangkat sampai 60 watt. Jadi dia lebih tinggi dibandingkan klaimnya AMD sendiri. Kalau untuk temperatur sih pas S Bench R2R3 ini seperti biasa dia spek-speknya masih di bawah 90 derajat Celcius sih. Jadi masih di tingkat aman. Nah, yang menarik di tes kedua nih 3D Max. Jadi, kita loop dia sebanyak 20 kali di time spice test. Biasanya untuk laptop-laptop yang prosesornya kencang itu enggak lolos. Tapi tuningannya Axio ini bagus loh, karena dia lolos dengan skor 97,2%. Kalau untuk skor 3D Max lainnya kayak Time Spy, Firestack, Solar B, kalian bisa lihat di sini aja ya. Ini cukup tinggi sih karena dia pakai RTX 5050. Nah, kalau kalian lihat di bagian stress test tadi di time spice stress test dia juga TGP-nya bisa tembus di 115 wat. Tuh lihat garisnya ya di atas 100. Wah ini cukup oke juga ternyata tuningannya. Lanjut kita sekarang coba dia untuk editing untuk religious skenarionya seperti apa. Seperti biasa kita coba di Adobe Prem Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai. Dan untuk export ke 4K dia selesai dalam waktu 1 menit 2 detik. Untuk full HD lebih kencang lagi 37,41 detik. Gimana kalau misalkan saya kebutuhannya itu untuk rendering 3D Bang? Tenang kita tes juga di blender dengan template BMW kayak biasanya. Dan untuk CPU render dia selesai dalam waktu 2 menit 26 detik. Untuk GPU-nya lebih kencang lagi, Guys. 26,29 detik. Kalau untuk t game, tes game yang ringan-ringan kalian langsung lihat chart berikut ini aja lah ya. Ada Dota 2, Valoran, Wring Wave yang semuanya udah lebih dari playable. Yang mau saya highlight di sini mungkin game Cyberpunk aja karena dia bisa memanfaatkan fitur dari RTX 50 series-nya di Cyberpunk ini. Kalau kita enggak pakai racing dan lain-lain, jujur sih ya masih bisa dimainin lah ya, tapi kayak kurang enak gitu, masih ada patah-patahnya. Nah, kalau kita aktifin fitur DLSS 4.0-nya dan juga multiframe generation-nya, F-nya berubah. Di multiframe generation 2 aja, average CPS dia bisa dapat 66. Jadi, kalian bisa lihat chart-nya ini kita coba di tiga kali dan juga multifame generation yang 4 kali yang FPS-nya bisa tembus average ya di 116 FPS. Gokil sih kalau pakai 50 series emang. Nah, sekarang kalau kita lihat suhunya pas game tadi kita gempur tadi di chartge-nya itu dia enggak pernah sampai 90 derajat celcius. Untuk prosesor AMD sebenarnya dia bisa ditarik ke atas 100 derajat celcius. Tapi tuningannya ini ternyata gak pernah sampai 90 derajat celcius. Tapi kalau untuk super permukaannya lumayan anget ya. Angetnya itu di bagian atas keyboard seperti biasa letaknya hos dia ada di 48 derajat Celcius. Tapi kalau misalkan keyboard-keyboard-nya dan juga tombol WASD yang bakalan sering kita gunain untuk main game itu masih di kondisi aman lah. Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang sayangnya ini mungkin salah satu aspek kenapa Axio ini bisa lebih terjangkau dibandingkan brand Interlain ya. karena dia ada kompromi di bagian baterai. Secara kapasitas untuk ukuran laptop gaming, baterainya ini enggak gede-gede banget, 51,5 wat hour. Ini sama kayak laptop-laptop entry level lah. Sayangnya ya. Biasanya laptop gaming itu harusnya di atas 80 wat hour. Jadi karena cuman 51,5 wat hour pas kita tes di PC Mark 10 dia cuma dapat 4 jam 8 menit aja. Kalau dibilang itu awet, enggak sama sekali, ya. Dan kalau kalian gunain untuk main game, ya paling 1 jam, 1 jam seteng udah habis. Sempat kita sampling juga kayak YouTube 10 menit dia berkurang lumayan 7%, untuk office 10 menit berkurang 5% dan untuk gaming 10 menit dia berkurang 12%. Untuk chargernya dia gede karena ini memang laptop gaming untuk nambah power-nya dia juga di 180 watt dan ngecas 0 dari 100% butuh waktu sekitar 2 jam 10 menit. Lumayan cepat sih ya kalau untuk ngecasnya. Dan menurut saya ini langkah yang bagus juga dari Axio karena biasanya kan memang laptop gaming itu baterai pasti ampas lah kalau laptop gaming itu. Jadi dia ngasih kapasitas yang gak terlalu gede tapi ditambahin di segmen lain, di sektor lain biar harganya masuk akal. Karena gimanapun laptop gaming itu bakalan lebih keluar performanya kalau sama dicas. Jadi menarik juga ya kalau di komprimnya di baterai kayaknya masih banyak yang bisa mentoleransi lah. Kalau untuk kamera kira-kira seperti ini. Standar dia kalau misalkan saya goyang-goyang ada auto exposure yang kurang nge-lock gitu ya dan juga ada noise-nya. Jadi saran saya kalau punya duit mending beli webcam eksternal aja kalau digunain untuk streaming ya. Tapi kalau digunain untuk cuman meeting online, kalian enggak sebagai pembicara, cuman sebagai peserta aja untuk argen-argenan ini masih cukup sih. Nah, karena tadi tuningannya menurut saya bagus, saya penasaran. Jadi kita buka aja bagian dalamnya dan kita coba lihat sistem coolingnya ini kayak gimana. Dan ternyata, boh mantap sih coolingnya ini ya. Kalau kalian lihat dual fan-nya ini ukurannya gede dan heat type-nya ada lima. Geser ke bagian bawah fan. Di sini ada dua slot M2 NVM. Satu slot udah keisi SSD dengan 512 GB 4 * 4 dan satunya masih kosong. Jadi kita bisa upgrade storage lagi. Kalau RAM sih udah keisi semua ya. Kalau misal mau upgrade ya masih bisa tapi harus ganti supportnya itu bisa sampai 64 GB. Terakhir fitur yang enggak lupa dibawa sama Axio karena ini seri gaming. Jadi dia ada software bawaan kayak semacam control center gitulah dari Pomo 755 yang di sini kita bisa setting macam-macam. Ada Mux switch buat ganti GPU yang mau kita pakai. Jadi kita bisa pakai EGP ataupun dedicated graphic card-nya. Terus ada performance mode, setting fan bisa juga buat setting RGB dari keyboard-nya. Kalau untuk keyboard-nya sendiri udah kayak bukan AX yang saya kenal sih ya. Feelnya itu udah nyaman. AX itu di branding saya itu masih Myook seri-seri lawas yang keyboardnya kerasa murah gitu. Tapi kalau ini udah enggak, udah nyaman banget. Saya enggak ada komplain. Touchpad-nya juga udah responsif, cukup luas juga areanya. Kalau untuk speaker jujur aja soso aja ya. Speakernya bukan sesuatu yang ya pokoknya asal al suaranya. Kira-kira seperti ini suaranya. Dan terakhir mungkin ini bukan fitur ya, ini lebih ke tanggung jawabnya Axio. Karena menurut saya memang AXO ini laptop ODM tapi jarang-jarang laptop ODM itu bisa ngasih garansi seekstreme Axio karena dia punya ADP atau accidental damage protection. Jadi misalkan laptopnya amit-amit pas saya syuting ini dia jatuh tiba-tiba rusak g human error ya bukan salah AX tapi salahnya kepala BGN salahnya kalian sendiri gitu ya itu bakalan dicover 100% enggak [musik] ada uang tambahan lagi. Dan ada satu benefit lagi dari Axio. Kalau misalkan kalian repasta atau cleaning laptop ini kayak misalkan ada debu atau apapun itu, kalian tinggal bawa aja ke service centernya [musik] Asio dan itu digaransi coba tanya eh coba tanya coba tebak berapa lama lifetime gila. Jadi kalau kalian punya laptopio kayak laptop spa gitu kalian pengen dibersihin bukan kalian doang yang bisa spa ya. Laptop itu bisa spa juga itu lifetime gratis dari Asio. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Axio Pongo 755 versi AMD kali ini. Harganya itu 199 tapi itu harga resmi dari AXU. Biasanya bakalan banyak yang jual di bawah atau kalau misalkan kondisi kayak gini mungkin ada juga yang jual di atas SL api. Cuman kalian lihat aja lah. Nanti saya taruh link pembilannya di pojok kiri video ataupun di deskripsi ya. Dan kesimpulannya jujur dengan kondisi harga RAM, storage, harga laptop, harga HP, semua naik. Apalagi brand-brand internasional yang ugal-ugalan naiknya ya. Bahkan Intel Core IT itu bisa sempat nyentuh di Rp10.400 00 untuk harga kulak retail-nya ya, bukan harga end user. Jadi untuk Axio dengan AMD prosesor ini plus RTX 550 harga segitu menurut saya ya jadinya brand lokal sekarang makin masuk akal. Apalagi ditambah lagi dengan RAM-nya udah 16 GB terus storage-nya udah 512 GB enggak diirit-irit jadi 256 GB. Enggak pakai SATA. Ini pakai NVME Genf 4 masih bisa di-upgrade juga untuk storage-nya. Jadi kalau misalkan nanti kondisi SSD udah mulai murah kalian bisa upgrade juga. Layar juga udah mantap. Full HD plus refreshnya di 165 Hz. nyaman buat nge-game. Performanya juga mantap. Seperti yang kalian lihat datanya tadi ada ADP juga. Cuman kalau kita ngomongin kekurangan sih ya bodinya masih lumayan tebal ya. Padahal kalau kita main bobot, bobotnya udah oke loh. Terus baterainya cuma 51,5 watt hour. Kurang banget. Tapi ya laptop gaming itu memang harus dicolok. Jadi ya baterai itu kayak formalitas saja sebenarnya kalau di laptop gaming. F touchpad-nya masih agak kerasa plastik dan angelnya itu masih lumayan w ya. [musik] Tapi desainnya saya juga kurang suka ya. Desainnya itu entah kenapa pungu menurut saya desainnya itu enggak kelihatan gitu. Kalau ini laptop R juta kalau kita enggak tahu spek ya. Tapi overall di kondisi kayak gini Rp juta untuk ASO 755 menurut saya ini adalah salah satu alternatif atau solusi buat kalian yang pengin laptop gaming tapi saingannya atau berinternasional itu masih mahal. Saya dik and see you on the next video.

Lihat di YouTube