Jungkat

Laptop Mewah Idaman Kami! Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11) (YouTube Video)

  • 29/07/2026

Laptop premium idaman itu harusnya tuh seperti ini. Desain cantik, body tipis banget, bobotnya super ringan, ini cuma 960-an gram ya, by the way ya. [mendengus] Tapi performanya enggak di-cut sama sekali. Prosesornya pakai yang paling baru dan paling kencang, Intel Core Ultra X9 Processor 378H. Dipakai multitasking berat jelas lancar banget. Mau dipakai main game triple A terbaru, editing video, desain 3D, masih kencang. Karena GPU-nya pakai Intel Arc A390 GPU. RAM-nya juga super lega dan super kencang. 32 GB LPDDR5X 9600, ya. Layarnya premium, pakai panel pOLED ya, 14 inci, resolusi 2,8K, 100% DCI-P3, dan udah 120 Hz. Baterainya 75 watt hour dan bisa tahan 20 jam lebih, ya. Nah, ini adalah Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition. Oke, kalau lihat dari speknya, laptop satu ini memang keren banget ya. Tapi yang bikin kami terkejut itu bukan cuma spek di atas kertas yang tadi disebut di awal. Dari desainnya, pengalaman pakainya, kemampuan AI-nya, performanya, sampai daya tahan baterainya, itu benar-benar membuatnya layak disebut sebagai laptop AI kelas premium. Ya udah deh, kita mulai aja langsung bahasannya dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Prosesor, seperti dibahas tadi, dia pakai Intel Core Ultra X9 Processor 378H. Codename-nya Panther Lake tentunya. Litografi, eh, bukan dua, bukan tiga nanometer. Ini Intel 18A ya. Udah di bawah itu ya. Untuk base power di 25 watt. Dia punya total 16 core, 16 thread yang terdiri dari empat performance core, delapan efficient core, dan empat low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya di 5 GHz dan kapasitas Intel Smart Cache-nya ada 18 MB, cukup besar. NPU-nya pakai Intel AI Boost, dia punya performa up to 50 tops, jadi jelas sudah masuk kategori Copilot Plus PC. Untuk integrated graphics dia pakai Intel Arc B390 GPU, wah tengah kencang nih ya, punya total 12 XI3 cores ya. Ya, ini pakai XI3 cores yang baru dan jauh lebih kencang, tentunya kalau dibandingkan dengan XI cores generasi sebelumnya. Lalu dia sudah support ray tracing, XSS super sampling dan XSS frame generation. IGP ini juga sudah punya akselerasi Quick Sync AV1 dan H.266, ya bukan H.265, H.266 decode. Kapasitas RAM-nya ada di 32 GB LPDDR5X 9600. Memang enggak bisa di-upgrade, tapi RAM-nya sudah pakai yang paling kencang, LPDDR5X 9600 dan kapasitasnya untuk 2024 ini super-super lega banget ya untuk laptop thin and light 32 GB. Untuk storage-nya pakai 1 TB SSD M.2 NVMe PCIe Gen4. Hanya ada satu slot SSD M.2 di laptop ini, jadi kalau mau di-upgrade harus cabut yang bawaannya. Untuk [mendengus] konektivitasnya, yang wireless-nya ini pakai modul Intel WiFi 7 BE211, support WiFi 7, Gigabit WiFi dan Bluetooth-nya 5.4. Lalu kapasitas baterainya ada di 75 watt hour, lumayan besar nih ya. Sementara untuk OS dia pakai Windows 11 Home 25 H2. Untuk body form factor-nya adalah clamshell atau laptop klasik. Untuk material dia pakai material magnesium aluminium alloy, jadi memang terasa kokoh walaupun bobotnya super ringan. Untuk warnanya yang kita uji ini adalah seashell ya. Nah, untuk desainnya, Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition benar-benar memiliki desain yang menggambarkan sebuah laptop mewah. Body-nya yang magnesium aluminium tadi itu dilapisi dengan Yoga Coat. Nah, ini adalah lapisan spesial yang mampu memberikan kesan soft dan smooth ya saat disentuh. Lapisan ini punya finishing matte dan diklaim bisa menjaga laptop agar tetap terlihat bersih tanpa noda dan anti bekas sidik jari. Lapisan ini juga sudah melalui proses pengeringan UV untuk menjaga supaya warna laptopnya jadi lebih awet. Dan seperti biasa kita bisa menemukan logo Lenovo di area belakang layar. Nah, walaupun super ringan, laptop ini diklaim sudah lolos uji standar ketahanan militer standar 810H, ya. Nah, untuk dimensi, panjangnya 31,2 cm, lebar 21,3 cm, dan tebalnya di 1,39 cm. Untuk bobotnya, laptopnya aja hanya 962 g. Lalu, charger-nya itu juga di 182 g. Ini adalah charger 65 W, ya, dan adaptornya sudah menyatu dengan colokan listriknya. Jadi, ringkas aja kalau dibawa-bawa. Total bobotnya kalau dibawa dengan charger dari tadi adalah 1,14 kg. Ini ringan banget, ya. Biasanya, laptop yang 1,1 sekian kg itu sudah termasuk enteng laptopnya aja. Ini laptop plus charger, ya. Untuk layarnya, ini menggunakan Pure OLED Pure Side Pro dengan ukuran 14 inci. Nah, buat yang belum tahu perbedaan dengan layar OLED biasa, Pure OLED itu menggantikan kaca tradisional di OLED dengan material plastik. Penggantian material ini diklaim memberikan durabilitas lebih baik terhadap benturan karena dia lebih enggak mudah retak. Gitu aja poinnya karena dia pakai plastik, ya, jadi lebih fleksibel aja gitu. Nah, untuk resolusinya, itu ada di WQXGA Plus atau tepatnya 2.880 * 1.800 pixel. Aspek rasionya ada di 16:10. Refresh rate-nya tinggi, ya, di 120 Hz layaknya sebuah laptop thin and light kelas premium. Oke, lanjut. Menurut Lenovo, tingkat kecerahan maksimal di mode SDR itu mencapai 500 nits dan di mode HDR mencapai 1.100 nits. Ini tinggi sih, ya. Sedangkan color gamut-nya dijanjikan di 100% DCI-P3. Oke, berdasarkan pengujian kami, tingkat kecerahan maksimal untuk mode SDR itu mencapai 479 nits dan untuk kecerahan maksimal di mode HDR itu mencapai 1.242 nits. Ini sih jauh melebihi klaim dari Lenovo, ya. Luar biasa. Sementara untuk gamut coverage-nya ada di 98,6% DCI-P3 dengan gamut volume di 104,3% DCI-P3. Nah, kalau warnanya terlalu luas, rasanya terlalu kaya gitu, ya, enggak perlu khawatir karena kita bisa ubah preset warna melalui software Lenovo Vantage. Contohnya, kalau kita tes di mode sRGB, gamut coverage-nya berubah menjadi 98,4% sRGB dengan gamut volume tepat di 100% sRGB. Jadi jelas ya, kalau kayak begini jadi cocok banget kalau mau dipakai untuk kegiatan content creation. Dipakai nonton juga nyaman banget karena sudah ada sertifikasi eye safe, Dolby Vision, dan display HDR True Black 1000. Layar ini juga sudah mendukung touchscreen ya sampai 10 point multi touch dan dia dilapisi juga dengan Corning Gorilla Glass 3 biar aman ya. Jadi makin gampang kalau mau dipakai buat zoom in, zoom out, atau scroll-scroll dokumen rasanya lebih natural aja. Nah untuk permukaannya ini glossy seperti layar OLED touchscreen pada umumnya. Jadi warna yang ditampilkan tuh sangat cemerlang efeknya ya. Untuk bingkai layarnya terlihat sangat tipis ya dengan active area rasio yang sangat tinggi di 92,3%. Bingkai atas sedikit lebih tebal karena ada webcam di area tersebut. [mendengus] Oh ya, kalau kita bicara soal engselnya ini bisa membuka sampai hampir 180 derajat. Sayangnya enggak sampai 180 derajat, tapi ya sudah lumayanlah ya, sudah lumayan agak-agak rata. Paling enggak kalau segini lebih amanlah kalau enggak sengaja kesenggol sama tangan. Oke, sekarang kita bahas kamera dan mikrofonnya. Untuk kamera resolusinya 5 megapixel sudah keren ya. Saat digunakan untuk mengambil gambar atau merekam video resolusi maksimalnya ada di 2560 * 1440 pixel 30 fps. Kamera ini sudah mendukung fitur-fitur Windows Studio Effects seperti background effect, auto framing, dan eye contact. Privasi pengguna juga terjaga ya karena sudah dilengkapi dengan privacy shutter yang terletak di samping kanan body laptop. Nah untuk mikrofon dia punya 4 array mikrofon yang terletak di bukan di samping kamera ya, tapi di sisi body laptop yang mengarah ke pengguna. Tentunya mikrofon ini juga sudah dilengkapi dengan fitur noise cancellation yang dapat diakses melalui software Lenovo Vantage. Nah untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Ya, kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Lenovo Yoga yang satu ini. Untuk resolusinya dia bisa sampai 1440p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini ya. Ini sih sudah bagus banget ya. Kepakai banget kalau misalnya mau dipakai untuk kebutuhan meeting online ataupun video call. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon Nah, bisa kalian lihat di sekeliling saya ini lagi ramai banget ya, wajar karena ini jam pulang kantor. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri ini sudah terbilang bagus, suara saya bisa tertangkap dengan sangat baik dan noise di sekitar bisa teredam dengan baik juga. Oke, untuk sistem audionya laptop ini menggunakan konfigurasi empat buah speaker. Ya, empat buah speaker yang terdiri dari dua woofer dan dua tweeter yang masing-masing memiliki rating 2 watt. Sumber suaranya terletak di alas laptop mengarah ke samping kanan kiri dan ada juga yang ke arah pengguna terletak di samping kanan kiri keyboard. Terdapat software Dolby untuk mengubah preset audio dan equalizer suaranya. Nah, untuk suaranya mungkin bukan yang paling lantang di kelas segini ya, tapi kualitas suaranya mewah. Suaranya rapi banget, bass-nya beneran terasa nendang walaupun laptopnya super tipis. Mid dan high-nya juga kedengaran dengan jelas sekali di sini. Intinya sih kami puas banget ya dengan speaker-nya. Oke, untuk konektor di kiri ada dua Thunderbolt 4. Di kanan ada webcam privacy shutter, ada tombol power dan ada satu Thunderbolt 4. Tentunya semua konektor Thunderbolt 4 ini sudah mendukung power delivery 45 sampai 64 watt, display port 2.1 dan penggunaan berbagai perangkat Thunderbolt lainnya. Konektornya memang hanya ada Thunderbolt 4 ya, tapi Lenovo sudah menyediakan aksesoris. Di sini ada Lenovo USB-C 4 in 1 hub gen 2. Ya, dalam paket penjualan tersedia nih, enggak usah beli-beli lagi. Konektor yang tersedia di sini ada satu HDMI, ada dua USB 3.2 gen 1 type A dan ada satu audio jack combo 3,5 mm. Ya. Oke, sekarang kita lanjut untuk keyboard-nya. Laptop ini menggunakan keyboard chiclet dengan layout khas Yoga yang sangat nyaman saat digunakan untuk mengetik. Tombolnya terasa solid saat ditekan tapi soft dan silent memberikan pengalaman mengetik yang maksimal. Tombolnya ini punya key travel di 1,5 mm dan kedalaman cekungan tombol di 0,3 mm. Travel yang dalam dan cekungan yang cukup dalam ini membuat kenyamanan mengetik itu luar biasa ya. Nah, tombol-tombol ini juga sudah diberikan lapisan khusus yang membuatnya tahan air dan minyak dari jari kita. Ini menjaga agar tombol tetap bersih dan warnanya tidak mudah berubah. Nah, sama seperti keyboard laptop Yoga lainnya, tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end ini menyatu dengan tombol anak panah. Dan untuk tombol anak panah yang atas dan bawah ini ukurannya setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Keyboard-nya juga sudah dilengkapi dengan backlight warna putih ya, yang punya dua tingkat kecerahan dan ada satu opsi backlight otomatis. Oke, untuk touchpad ini terasa mewah banget ya karena sudah menggunakan haptic touchpad. Ya, ini nyaman banget digunakan nih ya. Aktivitas seperti scrolling, pinching, swiping itu terasa sangat smooth berkat adanya glass surface yang ada di touchpad ini. Ukurannya di [mendengus] 12 * 7,5 cm dan letaknya itu agak melebar ke kanan dari tombol space bar hingga tombol alt. Oke, untuk sistem keamanannya laptop ini dilengkapi dengan sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera yang otomatis langsung mendukung Windows Hello. Jadi, kita bisa login dengan mudah dan cepat tapi tetap aman. Untuk sistem pendingin laptop ini pakai sistem pendingin aktif dengan dua kipas dan dua buah heat pipe. Lenovo [mendengus] juga menggunakan material grafin aluminium ya sebagai solusi thermal interface material untuk meningkatkan konduktivitas suhu. Jadi, panas dari CPU itu makin mudah menyebar ke heat pipe dan dibuang melalui heatsink. Heat pipe-nya juga diklaim menggunakan material diamond copper yang mampu menghantarkan panas lebih baik dibandingkan heat pipe tembaga biasa. Intake udara dari bawah dan exhaust-nya [mendengus] ke arah belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Di software Lenovo Vantage kita bisa temukan mode profil performa dengan tiga opsi, yaitu extreme power boost, adaptive performance, dan extreme low power. Mode performanya juga dapat kita ubah ya dengan shortcut function plus huruf Q seperti biasa. Oke, sekarang kita lihat konsistensi performanya dengan Cinebench R23 stability test. Kita cek skor maksimalnya dulu ya. Di mode adaptive performance skornya sudah mencapai 17.812 poin. Dan di mode extreme power itu skornya bisa sedikit lebih tinggi di 19.218 poin. Sedangkan untuk skor yang bisa dipertahankan di mode adaptive performance itu bertahan di kisaran 16.000 sampai 16.100-an poin. Sementara untuk extreme power itu skornya bertahan di kisaran 17.700 sampai 17.900-an poin. Kita juga sekarang tes konsistensi performanya saat tidak dicolok ke charger ya. Dan hasilnya skor maksimal yang mampu dicapai adalah 19.190 poin dan skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 18.000-an poin. Jadi antara dicolok ke charger dengan tidak dicolok charger skornya itu mirip-mirip aja, sama-sama kencangnya. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya kalau kita menjalankan Cinebench R23 stability test. Untuk suhu CPU ada di kisaran 71 sampai 83 derajat Celsius dengan beberapa kali spike di awal run yang mencapai 90 sampai 97 derajat Celsius. Tapi ingat ini cuman spike saja. Jadi harusnya masih aman. Oke, lanjut aja langsung kita coba untuk apa? 3D rendering, boleh dong tipis-tipis ya. Blender 5.0 kita pakai BMW 27 scene ya. Dengan CPU render selesai dalam waktu 2 menit 13 detik. Kalau kita pakai GPU render jadi 2 23 detik saja. Lumayan nih ya. Ini kencang banget nih. Bahkan kita juga sempat tes pakai Blender Space Scene yang super berat itu ya. Waktu render yang pakai GPU bisa cuman 6 menit 21 detik. Itu sih lumayan kencang ya untuk IGP ya. Lanjut sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat melakukan GPU render. Suhu CPU ada di kisaran 70 sampai 80 derajat Celsius saja. Jadi ini masih adem-adem aja. Lanjut untuk Adobe Premiere Pro CC 2026. Kita pakai video durasi yang 5 menit yang baru ya. Nah untuk 4K 60 video exporting-nya butuh waktu 7 menit 59 detik. Sementara untuk 1080p 60 FPS itu butuh waktu 2 menit 21 detik. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K 60 video exporting, suhu CPU ada di kisaran 60 sampai 76 derajat Celsius dengan sekali aja ada spike ke 95 derajat Celsius di akhir export. Jadi aman banget. Nah di sini sebetulnya kita exporting 4K 60 udah lumayan cepat ya. Tapi kalau mau yang kencang sih rasanya paling tinggi di 4K 30 FPS itu udah nyaman sekali. Oke, lanjut untuk DaVinci Resolve 20.1 yang free version-nya, versi gratisnya ini ya. Nah, videonya masih yang durasi 5 menit ya untuk 4K 60 FPS export selesai dalam waktu 8 menit 54 detik. Untuk 1080p 60 FPS video export-nya butuh waktu hanya 2 menit 31 detik. Ingat ya, ini video 5 menit ya. Nah, untuk suhu kerjanya untuk 4K 60 FPS export, suhu CPU sempat bertahan di 86 sampai 97 derajat Celsius di awal run, tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 70 sampai 80 derajat Celsius. Nah, kalau di sini kita bisa bilang bahwa untuk 4K 60 agak berat ya, tapi untuk 4K 30 ini masih enak banget harusnya ya. Oke, kita lanjut ke AI Image Generation Benchmark. Kita pakai UL Procyon ya. Benchmark ini digunakan untuk menguji kemampuan NPU pada processor saat digunakan untuk menghasilkan gambar dari input teks. Ini pakai Stable Diffusion 1.5. Hasilnya, NPU di laptop ini hanya butuh waktu 10,3 detik saja untuk menghasilkan satu gambar resolusi 512 * 512 pixel. Sebagai perbandingan, NPU di Intel Core Ultra 7 258V di laptop Yoga juga ya, generasi yang sebelumnya, itu butuh waktu 11,236 detik. Nah, ini hanya pakai NPU ya, kita enggak ngitung IGP-nya. Kalau kita pakai IGP-nya tentu akan jauh lebih kencang lagi. Ya, jelas efeknya di sini adalah dia sudah siap kalau mau dipakai untuk software-software AI yang offline. Contohnya nih, kita pakai LM Studio buat generate teks nih, lumayan kencang ya, enggak usah nunggu lama-lama. Atau mau pakai Intel Playground buat generate image, bisa juga. Ini semua offline loh, offline, enggak pakai online-online-an. Nah, sekarang mau dipakai buat gaming? Hmm, jelas bisa ya. Ini kan Panther Lake ya. Hasilnya seperti ini nih. [musik] Oke, di game terakhir ini suhu kerjanya gimana di Cyberpunk 2077 selama setengah jam untuk suhu CPU di kisaran 68 sampai 73 derajat Celcius saja. Untuk suhu permukaan dari laptopnya masih aman juga ternyata. Area terpanas ada di tengah keyboard lebih tepatnya di sela-sela tombol keyboard. Nah, ini mencapai 47 derajat Celcius. Tapi ingat ini hanya di sela-sela huruf F, G dan V bukan di tombolnya ya. Untuk tombolnya cuma 38 derajat Celcius masih di bawah 40 ya. Sementara area keyboard kiri dan kanan itu suhunya di bawah 35 derajat Celcius. Palm rest bahkan di bawah 31 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan dari SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 6.629 megabyte per second dan tulis di 5.888 megabyte per second. Ini tergolong kencang ya, bahkan read dan write-nya itu sudah mirip ya kencang banget. Lanjut untuk baterai test kita lihat daya tahan baterai sekarang. Untuk pengujian baterai ini mode performa kita set di adaptive performance brightness 150 nits dan volume di 25%. Nah, saat kita jalankan local video playback 1080p baterai baru habis setelah 20 jam 10 menit. Keren. Ini sesuai ekspektasi kami untuk laptop-laptop Panther Lake ya. Dan kita juga pakai pengujian baru sekarang ya untuk baterai ya. Kita pakai Procyon Office Productivity Battery Life. Hasilnya kita dapat 15 jam 13 menit. Nah, perlu diperhatikan ya bahwa benchmark baterai dari Procyon ini mensimulasikan buka-tutup dan kerja menggunakan Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook tanpa berhenti, tanpa jeda. Jadi, udah oke banget nih. Jelas bisa dipakai buat kerja seharian. Sekarang lanjut charging test. 30 menit pertama terisi di 34% sementara dari 0 sampai penuh butuh waktu 1 jam 45 menit. Ini ada di bawah ekspektasi kami ya. Maksudnya lebih cepat dari ekspektasi kami. Ekspektasi kami adalah yang normalnya di 2 jam. Jadi, ini 1 jam 45 menit. Cukup oke. Ya, laptop mewah yang satu ini dijual mulai dari 39.999.000 rupiah ya. Ya, jangan heran kalau menurut kami ini sebetulnya cukup murah ya karena tahun 2026 spek seperti ini bisa tembus sampai 50 juta loh ya. Ini masih bisa ditahan di bawah 40 juta ini udah luar biasa. Dan semua itu sudah mencakup Lenovo USB-C 4 in 1 hub gen 2 yang tadi ya. Lalu ada Lenovo Yoga Mouse, ada Lenovo Yoga Sleeve 14, ada Microsoft Office Home yang aktif permanen, dan ada garansi 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection dan premium care. Ya, ini ADP yang bisa diklaim berulang-ulang kali itu ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini RAM-nya onboard. Ya iyalah onboard ya. Jadi, enggak bisa di-upgrade gitu ya. Tapi ingat untuk 2026 ini 32 GB LPDDR5X 9600. Ini lega dan kencang banget. Kemudian konektornya cuman USB-C atau Thunderbolt aja gitu ya. Tapi untungnya udah ada USB-C hub tambahan dalam paket penjualan. Jadi, aman enggak usah beli-beli lagi ya, sudah termasuk semuanya. Nah, dari sisi menariknya, pertama desainnya itu premium, premium banget. [mendengus] Ini mewah dan beneran terasa laptop kelas atas. Eh, tapi begini, kalian harus pegang. Begitu kalian pegang, nanti kalian tahu, "Wow, mewah ya." gitu. Bobotnya juga super ringan, di kisaran 960 gram. Bodinya juga tipis banget di sini. Prosesornya ini yang enggak tanggung-tanggung, ini pakai Intel Core Ultra X9 di sini ya. Tinggi banget ini settingannya nih yang dipasang di sini. Mau multitasking jelas lancar, editing video aman banget, 3D modeling bahkan masih bisa ya. Gaming dilibas semuanya. NPU-nya up to 50 tops nih, dipakai buat kegiatan AI yang butuh NPU juga sudah mantap yang satu ini. SSD lega dan kencang. Layarnya juga mewah ya, pakai POLED 2,8K, cocok mau dipakai buat apapun. Baterai irit, sudah cocok dipakai buat WFA atau WFC seharian tanpa nyolok charger ya. Dia juga punya sistem keamanan biometrik dan kameranya dilengkapi dengan privacy shutter secara fisik. Kemampuan noise canceling-nya juga sudah oke di sini. Wi-Fi-nya juga Wi-Fi 7, feature proof. Garansi 3 tahunnya ini lengkap dengan premium care dan accidental damage protection yang bisa diklaim berulang-ulang kali. Jadi, Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition yang satu ini cocoknya buat siapa? Yang pertama ya, Lenovo ingat cocok buat saya, pasti ya. Oke, lanjut. Kemudian, buat eksekutif, pebisnis, atau pekerja kantoran yang butuh laptop stylish, super ringan, super ringkas, eh ini cocok banget. Cocok banget ini satu ini ya. Mau dipakai work from anywhere, bisa. Baterainya awet, kamera support Windows Studio Effects, noise canceling-nya juga cukup bersih. Untuk konten kreator juga aduh cocok. Mau ngedit video kencang, desain 2D, 3D juga lancar ya. Okelah, kalau 3D mungkin 3D yang ringan ya. Apalagi kalau sering kerja di luar ruangan, ini cocok banget. Dan kalau lagi jenuh kerja, mau nge-game juga bisa nih pakai laptop ini. Tanpa nyolok charger juga masih kencang aja. Jadi, kalau yang dicari adalah sebuah laptop mewah kelas atas dengan bodi ringkas, bobot super ringan, dan tetap punya performa yang kencang banget. Rasanya Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition ini sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube