Laptop Mewah Idaman Kami! Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11) (YouTube Video)
Laptop premium idaman itu harusnya tuh seperti ini. Desain cantik, body tipis banget, bobotnya super ringan. Ini cuma 960-an gram ya, by the way ya. [mendengus] Tapi performanya enggak dicut sama sekali. Prosesornya pakai yang paling baru dan paling kencang. Intel Core Ultra X9 Processors 378H. Dipakai multitasking berat, jelas lancar banget. Mau dipakai main game triple A terbaru, editing video, desain 3D masih kencang. Karena IGP-nya pakai Intel Arc B90 GPU. RAM-nya juga super lega dan super kencang. 32 GB LPDDR 5X 9600 ya. Layarnya premium pakai panel P OLED ya 14 inci resolusi 2,8K 100% DC IP3 dan udah 120 Hz. Baterainya 75 wat hour dan bisa tahan 20 jam lebih ya. Nah, ini adalah Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition. Oke, kalau lihat dari speknya laptop satu ini memang keren banget ya. Tapi yang bikin kami terkejut itu bukan cuma spek di atas kertas yang tadi disebut di awal. Dari desainnya, pengalaman pakainya, kemampuan AI-nya, performanya sampai daya tahan baterainya itu benar-benar membuatnya layak. Disebut sebagai laptop AI kelas premium. Ya udah deh, kita mulai aja langsung bahasannya dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Prosor seperti dibahas tadi, dia pakai Intel Core Ultra X9 processor 378H. Code name-nya panterleake tentunya. Litografi eh bukan dua, bukan 3 nanom. Ini Intel 18A ya udah di bawah itu ya. Untuk base power di 25 watt. Dia punya total 16 core 16 thread yang terdiri dari 4 performance core, 8 efficient core, dan 4 low power effisent core. Maksimum turbo frekuensinya di 5 GHz dan kapasitas Intel smart cash-nya ada di 18 MB. Cukup besar. NPU-nya pakai Intel AI Boost. Dia punya performa up to 50 tops. Jadi jelas udah masuk kategori copilot plus PC. Untuk integrate graphics dia pakai Intel Arc B390 GPU. Wah, terlalu kencang nih ya. Punya total 123 CS ya. Ya, ini pakai XE3 Corse yang baru dan jauh lebih kencang tentunya kalau dibandingkan dengan X Course generasi sebelumnya. Lalu dia udah support rate tracing, XCSS super sampling, dan XCS frame generation. IGP ini juga sudah punya akselerasi Quicksink, AV1, dan H266. Iya, bukan H265, H266 decode. Kapasit RAM-nya ada di 32 GB LPDDR 5X 9600. Memang gak bisa di-upgrade, tapi RAM-nya udah pakai yang paling kencang LPDDR 5X 9600 dan kapasitasnya untuk 2026 ini super super lega banget ya untuk laptop tin and light 32 GB. Untuk storage-nya pakai 1 TB SSD M.2 NVMI PC Gen4 hanya ada satu slot SSD M2 di laptop ini. Jadi kalau mau di-upgrade harus cabut yang bawaannya. [mendengus] Untuk kreativitasnya yang wireless-nya ini pakai modu Intel WiFi 7 BE211, support Wii 7 gigabit WiFi dan Bluetooth-nya 5.4. Lalu kapasitas baterainya ada di 75 wat hour. Lumayan besar nih ya. Sebentar untuk OS dia pakai Windows 11 Home 25 H2. Untuk body factornya adalah clampell atau laptop classic. Untuk material dia pakai material magnesium aluminium alloy. Jadi memang terasa kokoh walaupun bobotnya super ringan. Untuk warnanya yang kita uji ini adalah Cash Shell ya. Nah, untuk desainnya Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition ini benar-benar memiliki desain yang menggambarkan sebuah laptop mewah. Bodinya yang magnesium aluminium tadi itu dilapisi dengan yoga coat. Nah, ini adalah lapisan spesial yang mampu memberikan kesan soft dan smooth ya saat disentuh. Lapisan ini punya finishing matte dan diklaim bisa menjaga laptop agar tetap terlihat bersih tanpa noda dan anti bekas sidik jari. Lapisan ini juga sudah melalui proses pengeringan UV untuk menjaga supaya warna laptopnya jadi lebih awet. Dan seperti biasa kita bisa menemukan logo Lenovo di area belakang layar. Nah, walaupun super ringan, laptop ini diklaim sudah lolos uji standar ketanan military standar 810H ya. Nah, untuk dimensi panjangnya 31,2 cm, lebar 21,3 cm, dan tebalnya di 1,39 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja hanya 962 gr. Lalu chargernya itu juga di 182 gr. Ini adalah charger 65 watt ya, dan adapternya sudah menyatu dengan colokan listriknya. Jadi ringkes aja kalau dibawa-bawa. Total bobotnya kalau dibawa dengan charger tadi adalah 1,14 kg. Ini ringan banget ya. Biasanya laptop yang 1,1 sekian kg itu sudah termasuk enteng. Laptopnya aja. Ini laptop plus charger ya. Untuk layarnya ini menggunakan P OLED Pure Site Pro dengan ukuran 14 inci. Nah, buat yang belum tahu perbedaan dengan layar OLED biasa, P OLED itu menggantikan kaca tradisional di OLED dengan material plastik. Penggantian material ini diklaim memberikan durabilitas lebih baik terhadap benturan karena dia lebih enggak mudah retak gitu aja poinnya karena dia pakai plastik ya jadi lebih fleksibel aja gitu. Nah, untuk resolusinya itu ada di WQ XGA plus atau tepatnya 2.880 * 1800 pikel. Aspek rasionya ada di 16 bing 10. Refresh rate-nya tinggi ya di 120 Hz. Layaknya sebuah laptop tin and light class premium. Oke, lanjut. Menurut Lenovo tingkat kecaran maksimal di mode SDR itu mencapai 500 nits dan di mode HDR mencapai 1100 nits. Ini tinggi sih ya, sedangkan kelar ggam mod-nya dijanjikan di 100% di Fitri. Oke, berdasarkan pengujian kami, tingkat kecerahan maksimal untuk mode STR itu mencapai 479 nits dan untuk kecerahan maksimal di moda HDR itu mencapai 1242 nitz. Ini sih jauh melebihi klaim dari Lenovo ya. Luar biasa. Sementara untuk gamut coversage-nya ada di 98,6% di CP3 dengan gamut volume di 104,3% di CP3. Nah, kalau warnanya terlalu luas, rasanya terlalu kaya gitu ya, enggak perlu khawatir karena kita bisa ubah preset warna melalui software Landovo Fantase. Contohnya kalau kita tes di mode sRGB, gambut coversage-nya berubah menjadi 98,4% sRGB dengan gambut volume tepat di 100% sRGB. Jadi jelas ya kalau kayak begini jadi cocok banget kalau mau dipakai untuk kegiatan content creation. Dipakai nonton juga nyaman banget karena udah ada sertifikasi ISFE, Dolby Vision, dan display HDR Trueback 1000. Layar ini juga sudah mendukung touch screen ya sampai 10 poin multitasouch dan dia dilapisi juga dengan Corning Gorilla Glass 3 biar aman ya. Jadi makin gampang kalau mau dipakai buat zoom in, zoom out atau scrollsroll dokumen rasanya lebih natural aja. Nah untuk permukaannya nih glossy seperti layar olet touch screen pada umumnya. Jadi warna yang ditampilkan tuh sangat cemerlang efeknya ya. Untuk bingkai layarnya terlihat sangat tipis ya dengan active area ratio yang sangat tinggi di 92,3%. bingkai atas sedikit lebih tebal karena ada webcam di area tersebut. [mendengus] Oh ya, kalau kita bicara soal Excel-nya ini bisa membuka sampai hampir 180 derajat. Sayangnya enggak nyampai 180 derajat tapi ya udah lumayan lah ya. udah lumayan agak-agak rata. Paling enggak kalau segini lebih amanlah kalau enggak sengaja kesenggol sama tangan. Oke, sekarang kita bahas kamera dan mikrofonnya. Untuk kamera resolusinya 5 megapel. Udah keren ya. Nah, saat digunakan untuk mengambil gambar atau merekam video, resolusi maksimalnya ada di 2560 * 1440 piksel 30 fps. Kamera ini sudah mendukung fitur-fitur Windows Studio Effect seperti background effect, auto framing, dan eye contact. Privasi pengguna juga terjaga ya karena sudah dilengkapi dengan privacy setter yang terletak di samping kanan body laptop. Nah, untuk mikrofon dia punya empat array mikrofon yang terletak di bukan di samping kamera ya, tapi di sisi body laptop yang mengarah ke pengguna. tentunya mikrofon ini juga sudah dilampir dengan fitur noise cancellation yang dapat diakses melalui software Lenovo Vantage. Nah, untuk kontes kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Lenovo Yoga yang satu ini. Untuk resolusinya dia bisa sampai 1440p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini ya. Ini sih udah bagus banget ya. Kepakai banget kalau misalnya mau dipakai untuk kebutuhan meeting online ataupun video call. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Lenovo Yoga yang satu ini. Nah, bisa kalian lihat di sekeliling saya ini lagi ramai banget ya. Wajar karena ini jam pulang kantor. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri ini udah terbilang bagus. Suara saya bisa ketangkap dengan sangat baik dan noise diskit bisa kedam dengan baik juga. Oke, untuk sistem audionya laptop ini menggunakan konfigurasi empat buah speaker. Iya, empat buah speaker yang terdiri dari duver dan dua twitter yang masing-masing memiliki rating 2 watt. Lubang suaranya terletak di alas laptop mengarah ke samping kanan kiri dan ada juga yang ke arah pengguna terletak di samping kanan kiri keyboard. Terdapat software Dolby untuk mengubah preset audio dan equalizer suaranya. Nah, untuk suaranya mungkin bukan yang paling lantang di kelas segini ya, tapi kualitas suaranya mewah ya. Suaranya rapi banget. bassnya beneran terasa nendang walaupun laptopnya super tipis. Mid dan high-nya juga kedengaran dengan jelas sekali di sini. Intinya sih kami puas banget ya dengan speakernya. Oke, untuk konektor di kiri ada dua Thunderbolt, di kanan ada webcam privacy shutter, ada tombol power, dan ada satu Thunderbolt 4. Tentunya semua konektor Thunderbolt 4 ini sudah mendukung power delivery 45 sampai 64 watt, display port 2.1, dan penggunaan berbagai perangkat Thunderbolt lainnya. Konektornya memang hanya ada Thunderbot 4empatnya, tapi Lenovo sudah menyediakan aksesoris. Di sini ada Lenovo USBC 4 inin Hub gen 2 ya. Dalam paket penjualan tersedia nih, enggak usah beli-beli lagi. Konektor yang tersedia di sini ada 1 HDMI, ada 2 USB 3.2 gen one type E dan ada satu audio jack combo 3,5 mm ya. Oke, sekarang kita lanjut untuk keyboard-nya. Laptop ini menggunakan e keyboard chicklet dengan layout khas Yoga yang sangat nyaman saat digunakan untuk mengetik. Tombolnya terasa solid ditekan tapi soft dan silent memberikan pengalaman mengetik yang maksimal. Tombolnya ini punya key travel di 1,5 mm dengan kedalaman cekungan tombol di 0,3 mm. Travel yang dalam dan cekungan yang cukup dalam ini membuat kenyamanan ngetiknya itu luar biasa ya. Nah, tombol-tombol ini juga sudah diberikan lapisan khusus yang membuatnya tahan air dan minyak dari jari kita. Ini menjaga agar tombol tetap bersih dan warnanya tidak mudah berubah. Nah, sama seperti keyboard laptop yoga lainnya, tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end ini menyatu dengan tombol anak panah. Dan untuk tombol anak panah yang atas dan bawah ini ukurannya setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit warna putih ya, yang punya dua tingkat kecerahan dan ada satu opsi backlit otomatis. Oke, untuk touchpad ini terasa mewah banget ya karena sudah menggunakan heptic touchpad. Ini nyaman banget digunakan nih ya. Aktivitas seperti scrolling, pinching, swiping itu terasa sangat smooth berkat adanya glass surface yang ada di touchpad ini. Ukurannya [mendengus] di 12* 7 cm dan letaknya itu agak melebar ke kanan dari tombol space bar hingga tombol Alt. Oke, untuk sistem keamanannya laptop ini dilengkapi dengan sistem kameraan biometrik berupa infrared kamera yang otomatis langsung mendukung Windows Hello. Jadi, kita bisa login dengan mudah dan cepat tapi tetap aman. Untuk sistem pendingin, laptop ini pakai sistem pendingin aktif dengan dua kipas dan dua buah heat pipe. Lenovo [mendengus] juga menggunakan material grafin aluminium ya sebagai solusi thermal interface material untuk meningkatkan konduktivitas suhu. Jadi panas dari CPU itu makin mudah menyebar ke heat pipe dan dibuang melalui heat sink. Heat pipen-nya juga dicim menggunakan material diamond copper yang mampu menghantarkan panas lebih baik dibandingkan heat pipe tembaga biasa. Intake udara dari bawah dan ekosnya [mendengus] ke arah belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Di software Lenovo Vantage, kita bisa temukan mode profil performa dengan tiga opsi, yaitu extreme power boost, adaptive performance, dan extreme low power. Mode performancenya juga dapat kita ubah ya dengan shortcut function plus huruf Q seperti biasa. Oke, sekarang kita lihat konsentrasi performanya dengan cineb R23 stability test. Kita cek skor maksimalnya dulu ya. Di mode adaptif skornya udah mencapai 17.812 poin. Dan di mode extreme power itu skornya bisa sedikit lebih tinggi di 19.218 218 poin. Sedangkan untuk skor bisa dipertahankan di mode adaptive performance itu bertahan di kisaran 16.000 sampai 16.100-an poin. Sementara untuk extreme power itu skornya bertahan kisaran 17.700 sampai 17.900-an poin. Kita juga sekarang tes konsistensi performanya saat tidak dicolok ke charger ya. Dan hasilnya skor maksimal yang mampu dicapai adalah 19.190 poin. Dan skor yang saya pertahankan ada di kisaran 18.000-an ribuan poin. Jadi antara dicolok ke charger dengan tidak dicolok ke charger skornya tuh mirip-mirip aja sama-sama kencangnya. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya kalau kita menyalikan Sin R23 stability test. Untuk suhu sipnya dari kisaran 71 sampai 83 derajat Celcius dengan beberapa kali spike di awal run yang mencapai 90 sampai 97 derajat celcius. Tapi ingat ini cuman spike saja jadi harusnya masih aman. Oke, lanjut aja langsung kita coba untuk apa? 3D rendering boleh dong tipis-tipis ya. Blender 5.0 kita pakai BMW 27 scene ya dengan CPU render Sai dalam waktu 2 menit 13 detik. Kalau kita pakai GPU render jadi 23 detik saja. Lumayan nih ya. Ini kencang banget nih. Bahkan kita juga sempat tes pakai Blender spreess scene yang super berat itu ya. Waktu rendernya pakai GPU bisa cuman 6 menit 21 detik. Itu sih lumayan kencang ya untuk IGP ya. Lanjut sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat melakukan GPU render. Suhu CPU ada di kisaran 70 sampai 80 derajat Celcius aja. Jadi ini masih adem-adem aja. Lanjut untuk Adobe Premiere Pro CC 2026. Kita pakai video durasi yang 5 menit yang baru ya. Nah, untuk 4K 60 video exportingnya butuh waktu 7 menit 59 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps itu butuh waktu 2 menit 21 detik. Untuk suhu kerjanya melakukan 4K60 video exporting SU CP ada di kisaran 60 sampai 76 derajat celcius dengan sekali aja ada spike ke 95 derajat Celcius di akhir jadi aman banget. Nah, di sini sebetulnya kita exporting 4K60 sudah lumayan cepat ya. Tapi kalau mau yang kencang sih rasanya paling tinggi di 4K 30 FPS tuh udah nyaman sekali. Oke, lanjut untuk Dafinci resoft 20.1 yang free version ya, versi gratisnya ini ya. Nah, videonya masih durasi 5 menit ya. Untuk 4K60 video export selesai dalam waktu 8 menit 54 detik. Untuk 1080p 60 fps video exportnya butuh waktu hanya 2 menit 31 detik. Ingat ya, ini video 5 menit ya. Nah, untuk suhu kerjanya untuk 4K6 di export suhu CPU sempat bertahan di 86 sampai 97 derajat Celcius di awal run tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 70 sampai 80 derajat Celcius. Nah, kalau di sini kita bisa bilang bahwa untuk 4K60 agak berat ya, tapi untuk 4K 30 ini masih enak banget harusnya ya. Oke, kita lanjut ke AI image generation benchmark. Kita pakai UL Prosion ya. Benchmark ini digunakan untuk menguji kemampuan NPU pada procesor saat digunakan untuk menghasilkan gambar dari input tex. Ini pakai stable division 1.5. Hasilnya NPU di laptop ini hanya butuh waktu 10,3 detik saja untuk menghasilkan satu gambar resolusi 512 * 512 piksel. Sebagai perbandingan NPU di Intel Core Ultra 7258V di laptop Yoga juga ya generasi yang sebelumnya itu butuh waktu 11,236 detik. Nah, ini hanya pakai NPU ya. Kita enggak ngitung IGP-nya. Nah, kalau kita pakai IGP-nya tentu akan jauh lebih kencang lagi ya. Jelas efeknya di sini adalah dia sudah siap kalau mau dipakai untuk software-software AI yang offline. Contohnya nih, kita pakai LM Studio buat generate teks. Nih, lumayan kencang ya, enggak usah nunggu lama-lama. Atau mau pakai Intel Playground buat generate image bisa juga. Ini semua offline loh, offline enggak pakai online-online-an. Nah, sekarang mau dipakai buat gaming. Hmm, jelas bisa ya. Ini kan panterle ya. Hasilnya seperti ini nih. [musik] Oke, ini game terakhir nih. Suhu kerjanya gimana? Di Cyberpunk 2077 selama setengah jam. Untuk suhu CPU ada kisaran 68 sampai 73 derajat Celcius saja. Untuk suhu permukaan dari laptopnya masih aman juga ternyata. Area terpanas ada di tengah keyboard, lebih tepatnya di sela-sela tombol keyboard. Nah, ini mencapai 47 derajat Celcius. Tapi ingat, ini hanya di sela-sela huruf F, G, dan V, bukan di tombolnya ya. Untuk tombolnya cuma 38 derajat celcius, masih di bawah 40 ya. Sementara area keyboard kiri dan kanan itu suhunya di bawah 35 derajat Celcius. Palmr bahkan di bawah 31 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan dari SS-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 6.629 MB/ dan tulis di 5888 MB/. Ini tergolong kencang ya, bahkan read dan R-nya itu udah mirip ya, kencang banget. Lanjut untuk baterai tes. Kita lihat deh tahan baterai sekarang. Untuk pengujian baterai ini mode performance kita set di adaptive performance beratnya 150 lit dan volume di 25%. Nah, saat kita jalankan lokal video playback 1080p baterai baru habis setelah 20 jam 10 menit. Keren. Ini sesuai ekspektasi kami untuk laptop-laptop panter Lake ya. Dan kita juga pakai pengujian baru sekarang ya untuk baterai ya. Kita pakai Prosion Office Productivity Battery Life. Hasilnya kita dapat 15 jam 13 menit. Nah, perlu diperhatikan ya bahwa benchmark baterai dari Prosion ini mensimulasikan buka, tutup, dan kerja menggunakan Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook tanpa berhenti, tanpa jeda. Jadi udah oke banget nih. Jelas bisa dipakai buat kerja seharian. Sekarang lanjut charging test. 30 menit pertama terisi di 34%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 45 menit. Ini ada di bawah ekspektasi kami ya. maksudnya lebih cepat dari ekspektasi kami. Ekspektasi kami adalah yang normalnya di 2 jam. Jadi ini 1 jam 45 menit cukup oke ya. Laptop mewah yang satu ini dijual mulai dari Rp39.999.000. Ya. Ya, jangan heran kalau menurut kami ini sebetulnya cukup murah ya karena tahun 2026 spek seperti ini bisa tembus sampai Rp50 juta loh ya. Ini masih bisa ditahan di bawah R juta ini sudah luar biasa. Dan semua itu sudah mencakup Lenovo USBC 4 inin hub 2 yang tadi ya. Lalu ada Lenovo Yoga mouse, ada Lenovo Yoga Sleeve 14, ada Microsoft Office Home yang aktif permanen, dan ada garansi 3 tahun lengkap dengan accidental damage protection dan premium care. Ya, ini ADP yang bisa diklaim berulang-ulang kali itu ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini RAM-nya onboard ya. Iyalah onboard ya, jadi enggak bisa di-upgrade gitu ya. Tapi ingat untuk 2026 ini 32 GB LPDDR 5X 9600 ini lega dan kencang banget. Kemudian konektornya cuman USBC atau Thunderbolt aja gitu ya. Tapi untungnya udah ada USBC hub tambahan dalam paket penjualan. Jadi aman enggak usah beli-beli lagi ya. Udah termasuk semuanya. Nah, dari sisi menariknya pertama desainnya itu premium. Premium banget [mendengus] ini. Mewah dan beneran terasa laptop kelas atas. Eh, tapi begini, kalian harus pegang. Begitu kalian pegang nanti kalian tahu, wow mewah ya gitu. Bobotnya juga super ringan dikisaran 960 gr. Bodyinya juga tipis banget di sini. Prosesornya ini yang enggak tanggung-tanggung. Ini pakai Intel Core Ultra X9 di sini ya. Tinggi banget ini settingannya nih yang dipasang di sini. Mau multitasking jelas lancar. Editing video aman banget. 3D modeling bahkan masih bisa ya. Gaming dilibas semuanya. NPU-nya up to 50 tops. Dipakai buat kelihatan AI yang butuh NPU juga udah mantap. Yang satu ini SSD lega dan kencang. Layarnya juga mewah ya, pakai Violet 2,8G. Cocok mau dipakai buat apapun. Baterai irit udah cocok dipakai buat WFA atau WFC seharian tanpa nyolok charger ya. Dia juga punya sistem kameraman biometrik dan kameranya dilengkapi dengan prae FFC shutter secara fisik. Kemampuan no scaningnya juga udah oke di sini. Wii-nya juga Wii 7 feature proof. Garansi 3 tahunnya ini lengkap dengan premium care dan accidental damage protection yang bisa diklaim berulang-ulang kali. Jadi Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition yang satu ini cocoknya buat siapa? Yang pertama ya, Lenovo ingat cocok buat saya pasti ya. Oke, lanjut. Kemudian buat eksekutif, pebisnis atau pekerja kantoran yang butuh laptop styan, super ringkas e ini cocok banget, cocok banget ini satu ini ya. Mau dipakai work from anywhere bisa baterainya awet, kamera support Windows Studio effect W caningnya juga cukup bersih. Untuk content creator juga ah cocok mau ngedit video kencang, desain 2D, 3D juga lancar ya. Okelah kalau 3D mungkin 3D yang ringan ya. Apalagi kalau sering kerja di luar ruangan, ini cocok banget. Dan kalau lagi jenuh kerja, mau nge-game juga bisa nih pakai laptop ini tanpa nyolok charger juga masih kencang aja. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop mewah kelas atas dengan body ringkas, bobot super ringan, dan tetap punya performa yang kencang banget. Rasanya Lenova Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition ini sangat layak untuk dipertimbangkan.
