Laptop Murah 2 Jutaan ! Keren buat Pelajar Zyrex L-Book (YouTube Video)
Ada yang tahu gak ini laptop apa? Laptop yang cocok untuk orang yang punya gaya hidup hemat. Harganya cuman R jutaan dan enggak akan bikin kita melarat. Dibawa ke mana-mana juga masih enak dilihat. Dan yang penting enggak cuman hemat harga, tapi dia juga hemat listrik, hemat tenaga, dan hemat storage-nya. Gimana enggak, storage-nya cuman pakai 128 GB dan ini pakai AMMC bukan? SSD yang dapat speed di antara sekitar 200-an untuk read dan bright-nya. Tapi beruntung laptop ini punya tempat untuk kita tambah storage dan speed untuk SSD-nya bisa sampai 500-an naik dua kali lipat. Jadi kalau kalian tertarik dengan laptop ini, buruan deh beli SSD dan pindah untuk sistem Windows-nya ke SSD yang baru karena punya speed jauh lebih tinggi. Dan apa aja kelebihan serta kekurangan dari laptop ini? Kita bahas di DKID Media. Tadi sudah saya spill untuk harganya di angka sekitar R jutaan. Ini murah banget dan laptop ini bisa nge-booster banget untuk digitalisasi di Indonesia. Bagaimana enggak kalau kalian lihat data ini pada tahun 2022 SD persebaran penggunaan eh laptopnya itu hanya di 5% saja. Itu menurut Badan Statistik ya. Dan dari tahun ke tahun kalau kalian lihat datanya dari tahun 2018 hingga tahun 2022 itu cenderung turun dan data untuk 2023 sampai 2025 tidak ditampilkan. Apakah angkanya semakin hancur atau semakin lebih baik? Padahal pada zaman COVID pada saat itu digitalisasi benar-benar digencar-gencarin dan untuk siswa atau pelajar diwajibkan punya device untuk mendukung pendidikan. Miris banget. Tapi ini realita di lingkungan pelajar di Indonesia. Setidaknya semua itu bisa terobati dengan beberapa brand yang sekarang saling bertarung di laptop di rentang harga R jutaan. Salah satunya ada di Z Lifebook 14 ini. Mungkin dari kalian banyak yang skeptis nih, banyak yang komen, "Ah, itu Clevo, itu ODM." Tapi itu merupakan salah satu cara untuk buat laptop ini jadi harganya sangat terjangkau sehingga bisa dijangkau di kalangan menengah ke bawah ataupun pelajar. Dan dari desainnya sendiri perlu kita apresiasi kalau dibandingkan dengan eh brand Zrex yang lain. Dia berani menyematkan logo Z baru di bawah eh di tengah. lebih simpel, lebih e catching dan pastinya bikin orang kepo dibandingkan dengan Zerex yang lain yang cuman hanya sekedar tulisan Zerex yang ada di bagian ujung. Tapi ini jauh lebih estetik. Dengan logo simpel seperti ini pengin menunjukkan kesan clean dan premium aja dan jauh lebih enak sih dilihatnya. Untuk desainnya sendiri bisa dikatakan ini laptop yang cukup kompa karena hanya memiliki 32,2 cm untuk panjangnya, lalu 20,9 cm untuk lebarnya dan ketebalannya ya enggak tipis-tipis banget juga enggak tebal-tebal banget di angka 1,7 cm. Dan bobotnya ini cukup ringan, Teman-teman. Hanya di 1,3 kg. Setidaknya untuk bobot seperti ini dan dimensi seperti ini memang segmentasi laptop ini sudah cukup jelas untuk karangan pelajar. Jadi kalau dibawa ke sekolah, dibawa mobilitas gitu ya, naik motor segala macam ini cukup enak. Enggak banyak makan tempat dan bobotnya yang pasti ringan. Karena untuk kekuatannya pasti untuk anak-anak pelajar enggak akan sekuat orang dewasa seperti kita. [Musik] dan pindah ke layarnya. Dia punya frame layar yang cukup tipis di bagian kanan dan kiri ya seperti laptop kekinian walaupun ini harganya tergolong murah dan layarnya di 14 inch menggunakan panel TN Yesn dan dengan resolusi SD 60 Hz. Ya, setidaknya memang laptop ini gak bisa dipakai untuk editing video, bahkan editing 3D atau bahkan untuk main game. Tapi laptop ini pas banget untuk kalian pakai nonton channel YouTube TK ID dengan mode hemat kuota. Ya, jelas karena resolusinya hanya di 720p. Untuk layarnya yang cukup menarik, kalian bisa buka sampai 180 derajat seperti ini. Tapi memang agak disayangkan panel yang dipakai TN. Jadi kalau kalian pakai atau screen sharing gitu ya dengan teman depan kalian itu layarnya memang agak burem. Jadi paling enak memang dipakainya di kondisi normal seperti ini. Untuk layar kita tidak bisa berharap banyak di rentang harga R jutaan. Layar yang dipakai seperti yang saya katakan tadi di layar TN dan resolusi SD. Untuk NTSC kita dapat di 45% dan untuk sisanya kalian bisa cek di layar [Tepuk tangan] ini. Berikut hasil kamera dari ZX Livebook. Surprisingly, kualitasnya cukup baik dan video ini diambil pada kondisi indoor dengan pencahayaan yang kurang oke. Kalian bisa lihat. Nah, kurang lebih seperti ini dan maksimal untuk resolusinya ada di 1200p dengan 30 fps tapi dengan rasio 4 b. Untuk rasio 16 b 9 maksimalnya hanya di 720p. Nah, video saat ini diambil menggunakan 720p rasio 16 b 9. Sedikit ada penurunan kualitas jika dibandingkan dengan 1200p, tapi untuk kualitas suaranya ya soso lah ya. Nah, di atas juga masih ada privacy shutter yang nempel dan kemungkinan besar memang ini jadi tren untuk laptop zaman sekarang. Untuk keyboard-nya standar F ngetik bisa dikatakan cukup enak ya. Masih enak walaupun tidak seenak yang kalian beli di harga 67 R8 jutaan ya. Cuman memang nilinasi dari keyboard-nya sendiri dia cukup berisik. Jadi agak clicky seperti ini. Dan yang paling menarik dibandingkan dengan keyboard kebanyakan brand lain untuk tombol home pitch up, pitch down, dan-nya diletakkan di satu baris. Saat kalian rolling di web browser gitu dengan tab yang cukup banyak atau saat kalian mengerjakan Word, Excel, PowerPoint ini navigasinya jadi enak banget. Dan ada tombol pintasan copilot di antara tombol alt dan control. Kalian bisa langsung masuk ke mode copilot di Windows 11-nya. Dan juga disayangkan, enggak disayangkan juga sih karena memang harganya tergolong murah, tidak ada backlit. Jadi tidak perlu berharap ke arah sana. Untuk touchpad dia senter terhadap spasi lalu agak berisik untuk klik kanan dan klik kirinya. Cuman untuk fungsi-fungsi lain seperti palm rejection dan smart gestur-nya juga masih jalan sangat normal. Sekarang kita akan masuk ke bagian performance. Tapi dari tadi kita belum bahas spesifikasinya. Untuk spesifikasi dia pakai Intel Celeron N4020. Ya, ini masih walaupun bisa dikatakan prosesor yang cukup lama tapi masih banyak dipakai di brand-brand lokal ataupun internasional. Jadi memang prosesor ini spesialisasi untuk kalian ajak sekedar mengetik untuk video streaming, untuk browsing segala macam. Kalau untuk editing berat pasti. Nanti kita akan coba juga. Dan untuk grafiknya, Intel UHD grafik pastinya tanpa dedicated. Dan yang paling beruntung adalah RAM yang ditanamkan di laptop ini sudah 8 GB. Walaupun Zc menyertakan slot tambahan, artinya kalian bisa tambah hingga 16 gig. Tapi saya rasa dengan spesifikasi seperti ini 8 gig itu lebih dari cukup. Kita langsung masuk ke pengujian produktivitasnya. Kalau untuk Premiere Pro mungkin agak berlebihan kalau kita pakai di laptop ini. Jadi kita pakai CapCut dengan editing e ala DKID. Kita dapat menyelesaikan di 7 menit 1 detik. Diomong jelek banget juga enggak. Ekspor PPT to PDF kita menyelesaikan di 34 detik walaupun itu 150 slide dan randomis data yang besar banget bahkan untuk laptop-laptop yang bisa dikatakan midrange itu biasanya selesai di angka hampir 1 menit. Laptop ini bisa menyelesaikan di 3 menit 5 detik. Dari dua pengujian itu tadi saja sudah cukup kelihatan bahwa peran RAM 8 gig di sini sangat menguntungkan dibandingkan beberapa laptop yang di harga R jutaan yang masih menyertakan RAM 4 GB. Masuk ke pengujian sintetis di R15. Kalian bisa lihat chart-nya seperti ini. Kita dapat rata-rata di 100-an CB. single core-nya di 44 poin. Lalu untuk R23 kita dapat single core di 258 poin dan multiore-nya di 252 poin. Sebenarnya kita tidak fokus ke pengujian sintesis R15-nya. Kita looping lima kalinya, enggak. Tapi yang paling menarik adalah laptop ini tanpa menggunakan fans sama sekali, hanya menggunakan plat untuk pendinginnya. Dan suhu CPU-nya itu dipertahankan maksimal di 70 derajat celcius bahkan di bawahnya. Dan untuk CPU package power-nya sesuai dengan hakikat untuk N40 di 6 watt. Dan yang paling menarik juga clock speed-nya bisa sampai di 2,5 GHz. Artinya apa? Ya memang untuk performance N4020 ini seperti ini dan tidak disunat sama sekali atau tidak dipotong sama sekali performance-nya. Ngomongin suhunya tadi dengan pengujian yang menurut kami cukup berat untuk sebuah laptop dengan prosesor Intel Celeron, suhu permukaannya bisa dikatakan cukup dingin, hanya 40 derajat di bagian atas atau di bagian pembuangan ekhaya walaupun ini tanpa fan ya, Teman-teman ya. Dan untuk di daerah lain hanya di 36,4 derajat celcius. Cukup gokil sih untuk sebuah laptop yang ini enggak ada kipasnya loh. Dan ini silent banget. Lanjut ke pengujian sintetis GPU-nya. Dan laptop ini tidak lolos uji stres-tes pasti. Dan untuk spy-nya tidak bisa dikatakan tinggi. Jadi dengan data seperti ini kalau kalian memaksa untuk main game, parah sih kalian. Tapi laptop ini sangat bisa diandalkan di sisi yang lain. Dengan baterai yang hanya 45 wat hours 6000 mAh, laptop ini pada pengujian kita menggunakan YouTube streaming 10 menit hanya berkurang 4% saja. Dan untuk mengetik, untuk menulis skripsi atau naskah, 10 menit hanya berkurang 2% saja. Dan hemat baterainya bisa dibuktikan saat kita melakukan pengujian PC Mark 10 modern Office dengan kapasitas baterai yang tidak terlalu besar, kita dapat hasil yang 10 jam lebih. Mantap enggak tuh? Dukungan portnya juga bisa dikatakan cukup lengkap untuk sebuah laptop entry level. Di sebelah kanan terdapat micro SD reader, dua buah port USB type E, combo jack audio, dan juga canon lock. Di sebelah kiri juga lebih lengkap lagi nih. Ada DC in atau charging port USB type A 3.2 gen 1, ada HDMI, USB type C dengan full function. Artinya kalian bisa pakai untuk ngecas atau untuk display port juga. Hasilnya laptop ini bisa menggunakan tiga screen sekaligus walaupun ini entry level dengan satu screen native atau di laptopnya dengan dua external screen. Untuk kualitas speakernya sendiri ya susulah apa yang bisa kita harapkan dengan laptop di harga R jutaan. Tapi dia punya dua buah speaker di bagian bawah kanan dan kiri. Dan juga kalau kita ngomong trel-nya masih cukup oke tapi minusnya bassnya kurang nendang lah. Contohnya kayak gini. Kesimpulannya, laptop ini bisa banget untuk mendongkrak digitalisasi di Indonesia yang sempat merosot. Dengan harga R jutaan, kalian dapat laptop seperti ini yang cukup komplit, yang cukup bisa diandalkan juga dibandingkan dengan merek-merek lain yang punya spesifikasi yang mirip dengan harga yang lebih mahal. Untuk after sales-nya sendiri, kalian mendapatkan 1 tahun garansi yang kalian bisa klaimkan di seluruh Indonesia di service center Z. Di sisi lain, kebutuhan pelajar di 2 sampai 3 tahun ke depan bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi, laptop ini benar-benar cocok untuk investasi ke pelajar. Bobotnya ringan, daya tahan baterai yang bisa diandalkan, serta opsi upgrade RAM dan storage-nya sangat bisa diandalkan untuk beberapa tahun ke depan, setidaknya sampai kalian lulus. So, segmentasi laptop ini sudah sangat jelas mengincar para pelajar yang punya budget terbatas dan butuh untuk digitalisasi di Indonesia. Dan apakah ZX LiveBook 14 ini sangat bisa dipertimbangkan? Kalian coba tulis di kolom komentar. Oke, cukup sekian untuk pembahasan laptop kali ini. Saya Rico.
