Laptop Ngantor Anti NYOLOK! - HP OmniBook X (YouTube Video)
Belum lama kemarin kami baru aja nyoba sebuah laptop Snapdragon X terbaru di harga Rp15 jutaan. Apa iya itu pilihan terbaik? Karena saat ini di range harga yang sama HP punya Omnibook X. Oke, sedikit intro buat yang belum update. Omnibook series itu penamaan baru yang menggantikan line up laptop-laptop mainstream dan ultra portable HP. Specter emang sekarang digantikan oleh Omniook Ultra dan Sasis NV sekarang ditandai sebagai Omnibook X. Omnibook X yang pertama rilis di Indonesia ditenagai dua Snapdragon X Elite dan Snapdragon X Plus sebagai notebook Microsoft coilot plus berbasis ARM 64 pertama yang dijual oleh HP. Setelah harganya sekarang turun ke Rp15 jutaan, tampaknya makin menarik buat dilirik. Pertama ini secara build quality persis NV atau Elite Book 14 yang udah kita lama kenal. Body full aluminium, touch screen lapis kaca, touchpad luas, dan body simpel karena ya NV itu laptop standar karyawan SCBD. Harus ringkas dan elegan sekaligus nyaman dipakai dan tahan lama biar kantor enggak bikin pengadaan laptop 2 tahun sekali. Nah, tapi dibandingin laptop bisnis pada umumnya yang ngandelin layar full HD, termasuk si kompetitor yang disebut di intro, Omnibook X udah dikasih touch screen IPS 2. Tajam. Dia emang belum support stylus dan bukan OLED yang terang-terang amat, tapi oke buat nama-nambah alternatif input selain keyboard dan touchpad. Terus kalau layarnya rapat gini dijamin nambah semangat kerja dan produktif dong. Karena buat ngonten maupun konsumsi konten jadi lebih enak di mata. Disayangkan aja exelnya ini gak bisa ditidurin sampai 180 derajat. Webcam pun perfect buat con call resolusi 5 megapel dan bisa rekam video QD. Lengkap dengan segala fitur Windows Studio EX standard copilot plus punya privacy shutter dan tentu support Face ID serta presence detection. This is how the camera looks like and I like how I look here. Percolokan sangat sederhana, hanya ada combo audio jack dan USB 3.2 gen2 always on di kanan. Lanjut kiri ada satu USB 4 full function dan satu USBC 3.7 GN2 yang sama-sama full function bisa ngecas dan nyolok monitor. Di dalam sang prosesor udah ada pula modem WiFi 7 integrated dan Bluetooth 5.4. Lantas apa benar Snapdragon X Plus jadi pilihan prosesor ARM terbaik di harga segini? Pertama, SU Snapdragon X Plus yang dipakai oleh Omnibook X adalah SQ1P 42100 alias yang paling basic di antara semua lineup X Plus. Chip ini di atas kertas punya clock speed lebih tinggi dibanding X126100 yang dipakai merek sebelah. Tapi sama-sama ke limit performa GPU Ardeno X145 1,7 Tiflops. Lebih rendah dari 3,8 Tiflops bawaan X Plus X1 P64 atau 4,6 Tiflops pada X Elite. RAM bawaan adalah 16 gig dual channel dan ada SSD 512 gig upgradable. Well, kenyataannya dibanding Snapdragon X9 Plus ini gak lebih kencang di Cinebench 2024 dan gap-nya bisa lumayan jauh dibanding X Elite. Ini juga menurut kami karena HP seperti biasa berusaha main aman yang penting enggak panas dan bunyi kipas enggak kencang. Untuk kerjaan sehari-hari yang enggak dimanding ini fine banget. Jauh lebih efisien dibanding let's say prosesor Intel Gen 13. Hanya saja keterbatasan performa bakal noticeable saat berkaitan rendering visual. Terlebih buat aplikasi yang masih jalan di atas emulasi seperti Premiere Pro. Nevertheless, inilah skore benchmark IGP X145-nya. Kita juga mencoba beberapa gaming test untuk menunjukkan bahwa ini bukan iGPU yang ideal buat gaming ataupun rendering visual yang intensif. D segi kuli enggak ada masalah dengan sistem satu heats dan satu kipas yang sederhana karena toh chipnya efisien daya. Sekali lagi, kalau HP berani naikin fans speed dan nge-push sang prosesor sedikit lebih mentok, mestinya bisa-bisa aja. Layout keyboard backlit dua tingkatnya enggak jauh beda dibanding NV standar. Tombol powernya atuh di ujung kanan atas. Di sampingnya ada F12 yang berfungsi ganda sebagai shortcut snipping tool. Begitu pula kualitas speaker. Secara fitur dan pengalaman ini standar Ultra mainstream. Cuma rasanya lebih lengkap aja since ada touchscreen dan webcam-nya yang cakep. Dibantu NPU yang sangat capable pula. Daya tahan baterai masih menjadi nilai utama laptop-laptop Windows on Arm di mana kita dapat run time YouTube hingga 18 jam di mode bateriy saver. Di settingan brightance maksimum pun kita masih dapat kisaran 13 jam sambil dipakai browsing dan ngetik juga. untuk ngantor shift 8 jam. Let's say rasanya enggak akan perlu-perlu amat tiap hari bawa charger ke kantor. Oke, sebelum masuk ke kesimpulan, gua mau nyampein pesan sponsor nih, yaitu HP lagi ada promo menarik double bonus spesial di hari spesial bersama HP Indonesia. Promonya hanya sampai 15 Mei 2025. Kesimpulannya, apakah ini laptop yang worth it di harga Rp15 jutaan? Sebenarnya sebagai laptop Snapdragon X, dia punya feature set yang lumayan lengkap jika kalian enggak peduli sama desain 2 inone, bobot ultra ringan di bawah 1 kilo, atau layar OLED dengan refresh rate tinggi. Namun ngelirik opsi lain dari HP di harga yang sama, gue mungkin akan prefer NV 14 X360 dengan Intel Core Ultra 5 yang udah pakai layar OLED. Dia ngasih fleksibilitas penggunaan lebih luas dari segi software maupun hardware sebagai Ultrabook Twin One berbasis X86 yang basically hanya mengorbankan daya tahan baterai dan kemampuan NPU dibanding Omnibook X. Ini perlu diingat, kita enggak sekedar dapat Office 2021 dan garansi 2 tahun, tapi juga jaminan ADP HP 2 tahun. Hehe. Soal menang mending, saatnya kami kembalikan ke kalian. Sekian dulu dari gue Mike and as always stay safe, stay healthy. [Musik]
