Laptop Polytron Secantik & Sekencang Ini?? REVIEW Luxia Pro Ultra 5 (YouTube Video)
Laptop dari Polytron ini desainnya cantik layaknya laptop kelas premium. I ini dari Polytron. Performanya kencang dengan Intel Core Ultra 5 yang udah punya NPU dan RAM-nya langsung 16 GB dual channel. Storage-nya jelas pakai SSD, kapasitasnya 1/2 TB. Layarnya IPS Wuxga dan udah 100% sRGB. Bodinya dari logam dengan bobot hanya di kisaran 1 kg. Jadi ini enteng banget dan garansinya udah 2 tahun lengkap dengan accidental damage protection. Nah, ini adalah Polytron Luxia Pro Ultraf 5. Ya, pasti kalian udah enggak asing ya dengan brand asal Indonesia yang satu ini. Produk-produk Home Appliances dari brand ini memang udah terkenal banget dari zaman dulu. Itu ada mesin cuci, AC, kulkas, speaker, TV, proyektor juga ada. Nah, belum lama ini Politron juga terjun ke dunia otomotif dengan kendaraan elektrik seperti mobil dan motor. Nah, sekarang Polron mulai ikutan masuk ke pasar laptop juga. Dan tentu saja laptopnya S ini juga enggak kalah menarik kalau dibandingkan dengan motor dan mobil listriknya yang wah banget dari Polytron itu. Tapi seperti biasa sebelum kita masuk ke pembahasan lebih dalam lagi, kita mulai dulu dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 5125H. Code name-nya adalah meteor Lake. Litography udah Intel 4 atau Intel 4 ya. Base power-nya di 28 watt. Dia total punya 14 skore, 18 thread yang terdiri dari 4 performance core, 8 efficient core, dan 2 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,5 GHz dan Intel smart cash-nya 18 MB. NPU-nya pakai Intel AIBost dengan performa up to 11 tops. IGP-nya pakai Intel AR Graphics yang punya 7x Corse. Tentunya ini sudah support akselerasi quick syink dan AV1 juga. Untuk RAM kapasitasnya terpasang adalah 16 GB LPDDR 5X 6400 dual channel on board ya. Jadi tentunya ini udah enggak bisa di-upgrade tapi udah 16 GB udah oke lah ya untuk sebuah laptop tin and light di kelas harga segini. Untuk storage-nya 512 GB SSD NVM PCI Gen 4. Hanya ada satu slot SSD di sini. Jadi kalau mau upgrade kita harus ganti SSD bawaan yang udah terpasang. Nah, untuk ktivitas wireless-nya dia pakai Intel WiFi AX101. Ini udah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapasitas baterainya di sini 55 wat hour. OS-nya Windows 11 Home. Untuk body factornya adalah clamp cell atau laptop classic. Materialnya ini kombinasi magnesium aluminium. Nah, spesial nih kalau udah kata magnesium keluar tentunya ini membuat laptopnya terasa kokoh tapi tetap ringan. Untuk warnanya ini namanya Sterling Silver. Nah, untuk desain laptop ini punya desain yang minimalis, stylis, dan kelihatan profesional banget sih ya. Desain sisi cover bawahnya juga memberikan kesan super slim pada laptop yang satu ini. Dipandukan dengan material logam, laptop yang satu ini benaran terasa premium baik saat dilihat maupun saat digunakan. Apalagi karena di area pinggir keyboard itu juga terlihat desain lekukan yang rapi. Jadi memang terasa kalau detail-detail kecil dari desain di laptop ini benar-benar diperhatikan. Intinya laptop yang satu ini benaran cantik ya. Nah, di cover atas terdapat logo Polytron yang terletak di bagian tengah kiri. Untuk dimensi panjangnya 30,8 cm, lebar 21,7 cm, dan ketebalan di 1,56 cm. Bobotnya laptopnya aja di 1,03 kg dan chargernya di 178 gr. Ini adalah charger type C 65 watt dengan kabel yang bisa dilepas dari kepala adapternya. Jadi lebih terasa praktis aja kalau mau dibawa-bawa pergian. Total bobot kalau di bawah-bawah adalah di 1,2 kg. Biasanya nih laptop di kas harga ini bobot laptopnya aja tanpa charger itu 1,3 kg atau bahkan bisa lebih. Nah, ini sudah dengan chargernya aja masih lebih ringan. Untuk display dia pakai panel IPS dengan ukuran 14 inci. Resolusinya adalah WU XGA atau Full HD Plus. Lebih tepatnya 1920 * 1200 pikel. Aspek rasionya 16 bing 10 layaknya laptop premium modern. Refresh rate-nya standar sih di 60 Hz. Nah, menurut Polytron tingkat cecalan maksimumnya ada di 400 Nits dengan kelar gamut di 100% sRGB. Kalau dari pengujian kami, tingkat cecalan maksimumnya ada di 410 nits dengan gambut coverage di 94,8% sRGB dan gambut volume di 101,8% sRGB. Intinya layar yang satu ini udah cocok mau dipakai untuk berbagai kegiatan content creation class profesional. Mau dipakai buat nonton juga udah asik banget tentunya. Permukaan layarnya matte atau antiglear, jadi nyaman digunakan tanpa pantulan bayangan yang mengganggu. Untuk exelnya memang belum bisa dibuka sampai 180 derajat. Tapi ini menarik ya, exelnya ini bisa dibuka dengan satu tangan saja ya. Jadi wah kerasa benar-benar premium ya. Bingkai kanan kirinya juga tergolong sangat tipis dan mungkin salah satu yang paling tipis untuk sebuah laptop di kelas harga segini. Bingkai RS memang agak tebal ya karena di sini ada semacam notch untuk membantu mempermudah kita membuka ya dan dalamnya ada kamera serta ada mikrofonnya. Nah, Polytron Luxia Pro Ultra 5 yang satu ini punya kamera dengan resolusi 1080p 30 fps dan sudah dilengkapi dengan fitur Windows Studio Effect yang bekerja dengan memanfaatkan NPU dari laptop ini. Di bagian kanan bodyi terdapat e-sutter kamera switch yang dapat digunakan untuk menonaktifkan kamera untuk meningkatkan privasi dan keamanan penggunanya. Lalu untuk mikrofonnya ini terletak di sisi kanan dan kiri webcam. Sayangnya memang untuk mikrofon ini masih belum dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Untuk kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita tes kamera dari laptop Polytron Luxia Pro Ultraf 5. Untuk laptop yang satu ini, kameranya punya resorsi 1080p. Jadi, seperti yang bisa kalian lihat gambarnya ini masih tergolong bagus ya untuk sebuah laptop harga Rp10 jutaan. Dan kalau kalian pengin gambarnya terlihat bagus, seperti biasa saya sarankan untuk gunakan di ruangan dengan pencahan yang cukup seperti saya sekarang ini. Ya, kali ini ada di luar untuk mikrofon dari laptop Polytron Luxia Pro Ultra 5 yang satu ini. Untuk mikrofonnya memang sayangnya masih belum dilengkapi dengan noise cancelling, tapi ya kalian masih bisa dengar suara saya ya walaupun jalanan belakang ini ramai seperti ini. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan konfigurasi speaker stereo dengan dua lubang keluaran suara terletak di sisi kanan dan kiri laptop. Ini mengarah ke alas laptop. Untuk suaranya lebih dominan di vokal dan high ya. Bassnya memang terasa tipis di sini tapi suaranya juga udah tergolong lantang untuk laptop kelas harga segini. Walaupun memang bukan yang paling lantang. Kalau mau lebih mantap ya pakai headset aja ya atau tambahin speaker Bluetooth mungkin aman bisa kok di sini. Nah, untuk konektor di kiri ada 1 HDMI, 1 USB 3.2 gen 2 USB 3.2 gen type C yang sudah support data transfer, display output, dan power delivery. Beralih ke sisi kanan, di sini ada e shutter camera switch, ada satu audio jack combo 3,5 mm, ada satu USB 3.2, lalu ada satu USB 2.0, dan ada Kensington lock slot. Nah, laptop yang satu ini menggunakan keyboard chicklet dengan lapisan key caps yang terasa halus saat diraba. Tombol-tombolnya juga terasa solid dan nyaman saat digunakan untuk mengetik. Switch-nya tergolong silent. Jadi cocoklah mau dipakai di tempat kerja yang hening gitu ya. Lalu untuk tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end sayangnya masih tidak tersedia di laptop ini. Untuk tombol anak panah atas dan bawahnya ini punya ukuran setengah dari tombol-tombol lainnya. Sayangnya keyboard ini juga masih belum dilengkapi dengan backlit. Nah, untuk touchpad ini ukuran cukup memuaskan ya. Letaknya center to body. Jadi memang agak sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. Jadi kalau belum terbiasa kadang telapak tangan akan sedikit masuk dalam area touchpad pada saat kita sedang mengetik. Nah, Tasped juga sudah mendukung berbagai gesture dari Windows Precision Driver. Untuk sistem keamanan selain shutter kamera yang tadi sudah kita bahas, laptop yang satu ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan biometrik berupa fingerprint scanner yang terintegrasi dengan tombol power. Fingerprint scanner ini sudah mendukung fitur Windows Hello ya. Jadi, kita bisa login Windows tanpa perlu ngetik-ngetik password. Nah, meskipun dia tipis dan ringan, sistem pendingin dari laptop ini gak main-main loh. Dia dilengkapi dengan dua buah kipas dan dua buah heat pipe untuk memaksimalkan pembuangan udara panas agar performa bisa tetap maksimal dan suhu dijaga dibatas aman. Intake udara dari bawah dan ekos ke arah belakang. Sekarang kita masuk ke dalam aspek performanya. Kita lihat dulu konsistensi performanya dengan sinband R23 stabilitas selama 30 menit. Untuk skor maksimum yang dapat diraih adalah 11.037 poin. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 10.300 300 sampai 10.500 poin. Ini termasuk skor yang tinggi dan terlihat minim gejala throtling. Kemudian performanya saat enggak dicolok ke charger itu skornya bisa dipertahankan di kisaran 10.300-an poin. Ini keren nih ya. Masih mirip dengan skor saat dicolok ke charger. Nah, untuk suhu kerjanya saat menjalankan CineBch R23 stability test di awal pengujian suhu sempat spike ke 100 derajat celcius selama beberapa detik. Tapi tenang karena suhunya langsung turun dan bertahan di kisaran 70 sampai 80 derajat celcius dengan sesekali dia spike ke 90 derajat celcius. Perlu diingat ya, jangan panik dulu ya. Karena prosesor yang satu ini punya suhu pengoperasian maksimal di 110 derajat celcius. Jadi maksnya itu bukan di 100 tapi di 110. Jadi suhu 100 derajat celcius yang tadi itu masih dalam tahap aman apalagi kalau cuma spike-spike doang. Oke, sekarang kita langsung lihat untuk Adobe Premiere Pro 2025. Kita pakai video durasi 2 menit 7 detik seperti biasa untuk export video 4K 60 fps. Software only 10 menit 47 detik. Open shal 5 menit 26 detik. Sementara untuk export video 1080p 60 fps. Software only itu 2 menit 5 detik. Open CL itu dapat 1 menit 27 detik. Jadi harusnya editing video 1080p 60 fps pakai premiere di laptop ini masih aman ya. Kalau mau 4K masih bisalah sampai 4K 30 fps atau 24 fps. Nah sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat menjalankan 4K60 video export di sini. suhu sip itu aman di kisaran 70 sampai 80 derajat celcius saja. Nah, sekarang kita beralih ke Davinci Resolve 19.1. Software video kelas profesional ini versi gratisnya tentunya kita pakai video yang sama. Untuk video 4K60 kita dapat 10 menit 32 detik. Sementara untuk 1080 60 FPS kita dapat 2 menit 39 detik. Nah, su kerjanya pada saat melakukan 4K60 video export susiputa dari kisaran 65 sampai 90 derajat celcius dengan sesekali spike hingga 95 derajat celcius. Masih dalam batas aman juga. Untuk CapCut video editor, kita masih pakai video yang sama. Untuk sport video 4K 60 fps hanya butuh waktu 2 menit 36 detik. Ini udah kencang nih. Lalu untuk export video 1080p 60 fps hanya butuh 1 menit 5 detik. Jadi kalau mau editing video 4K 60 pakai CapCut sih masih aman banget harusnya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 video exporting suhu CPU itu ada di kisaran 70 sampai 84 derajat celcius saja. Aman banget. Oke, tentunya kalian juga mau tahu performanya untuk main game. Nah, hasilnya seperti ini. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat menjalankan Assassin's Creed Mirage selama setengah jam. SH CP ada di kisaran 70 sampai 80 derajat Celcius dengan spek sebanyak 4 kali ke 90 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan titik suhu tertinggi ada di tombol F10 dan F11 yang mencapai 42 derajat Celcius. Tapi tenang karena kita enggak akan nyentuh area ini saat lagi main game biasanya ya. Untuk area tengah keyboard suhunya ada kisaran 35 sampai 40 derajat celcius saja. Kemudian di area kiri dan kanan terlihat adem banget. Sunya ada di bawah 30 derajat celcius. Ini menarik ya, karena memang kipas pendingin laptopnya itu ikut membantu meningkatkan permukaan keyboard dari bawah. Untuk area pam ini jelas aman karena dia ada di bawah 28 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristalisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 4.757 MB/ dan tulis di 3.288 MB/s. Bukan kecepatan SSD PC Genfor terkencang yang pernah kami uji, tapi speech segini udah kencang banget sih sebetulnya ya. Udah 4.000-an. Kalau dibandingkan dengan SSD Genry yang paling kencang sekalipun ini lebih kencang. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterai. Seperti biasa kita set brightness di 150 dengan volume di 25%. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback resolusi 1080p, baterai baru habis setelah 13 jam 40 menit. Ini adalah hasil yang oke banget, keren banget untuk sebuah laptop di kelas harga R10 jutaan yang biasanya kita harapkan 10 sampai 12 jam aja udah bagus banget. Ini bisa hampir 14 jam. Lanjut untuk charging test. Setengah jam pertama baterai terisi di 30%. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 1 jam 50 menit. Durasi charging-nya sudah sedikit lebih baik dari standar yang kami harapkan di 2 jam. Nah, untuk harganya laptop yang satu ini dijual di harga Rp10.999.000 dan ini sudah mencakup Windows 11 Home serta ada garansi 2 tahun lengkap dengan ADP 2 tahun juga. Accidental damage protection dari Polytron ini melindungi laptop dari berbagai kejadian yang tidak disengaja seperti kerusakan tidak terduga dan tidak disengaja. Kerusakan akibat kena air misalnya, bencana alam seperti gempa bumi, gunung berapi, tsunami, bahkan ya kerusakan karena kebakaran, sambaran petir, ledakan itu ditanggung juga. Selain itu, ADP ini juga meng-cover kerusakan dan kehilangan akibat kerusuhan, huruara dan bahkan perampokan. Nah, ADP ini dapat diklaim lebih dari satu kali dalam 2 tahun dengan nilai maksimal seharga laptopnya. Nah, sementara untuk kerugian atau kerusakan diakibatkan oleh hal-hal yang Anda ditampilkan saat ini nih ya. Nah, ini yang enggak ditanggung ya. Tapi paling enggak yang ditanggung sudah banyak banget kok sebetulnya ya. Klaim ADP ini dapat dilakukan dengan syarat ada informasi pengguna, ada kronologi, dan ada dokumen-dokumen pelengkap yang bisa diklaim ke service center Polytron terdekat. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya on board. Jadi, ini emang enggak bisa di-upgrade, tapi ini udah langsung 16 GB dan speed-nya juga kencang. LPDDR5 6400 dual channel di sini. Apalagi untuk tipe laptop seperti ini rasnya 16 gig sudah mencukupi. Lalu kemudian dia masih belum punya fitur microphone noise cancelling. Kemudian keyboard-nya ini belum punya backlit. Lalu terkadang saat telapak tangan masuk ke area touchpad waktu ngetik kursor masih bisa sedikit bergerak dan dia belum punya Microsoft Office bawaan. Tapi kalau kalian mau instal sendiri bisa, enggak ada masalah. Mau pakai Microsoft 365 atau Office-office yang lain itu bisa. Mau pakai yang gratisan itu juga bisa. Tinggal diinstal aja. Nah, dari sini menariknya jelas laptop yang satu ini desainnya cantik banget. Dia punya body dari logam yang terasa mewah saat dilihat dan digunakan. Lalu karena pakai magnesium aluminium tadi, bobotnya ringan banget. Hanya dikisaran 1 kg. Untuk kelas harga segini sih luar biasa sebetulnya. Lalu meskipun dia ringan, performanya tetap kencang dengan Intel Core Ultra 5 yang punya 14 core dan 18 thread. Performanya juga terlihat minimala throtling. Multitasking-nya lancar banget di sini. Editing video 1080p bisa, 4K juga aman tapi pakai CC ya. Lalu untuk gaming IGP-nya juga udah oke banget dipakai main game esport dan game triple A masih aman apalagi kalau game-nya support Intel XS. Pressor juga sudah punya NPU dengan kamera 1080p yang sudah punya fitur Windows Studio effect juga. SU kerja ini tergolong aman di mayoritas pengujian dan bahkan di gaming juga. Lalu layarnya udah IPS WWXGA dan udah 100% sRGB. Mantap. Di sini konektornya juga lengkap bahkan melimpah. Dia punya sistem kameraan biometrik dan e shutter kamera switch untuk webcam-nya juga. Wi-nya udah WiFi 6, futur proof nih. Dan dia punya garansi 2 tahun lengkap dengan ADP 2 tahun juga. Jadi pertanyaannya, Polron Luxia Pro Ultra 5 ini cocoknya buat siapa? Tentunya buat yang nyari laptop tipis, super ringan dengan performa kencang dan harga masih terjangkau. Wah, ini cocok banget. Untuk pekerja kantoran mau dipakai buat meeting, desainnya sih cakep. Yang satu ini. Mungkin juga bisa untuk pekerja lapangan yang sering kerja outdoor dan jarang nemu colokan listrik. Laptop ini ringan di bawa dan baterainya awet ya. Mau dipakai buat editing foto dan video bisa. Bahkan sampai 4K dengan software yang pas ini aman banget. Buat programming juga cocok. Tapi pastikan kalau memang software yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi laptop ini. Kita salut sih dengan Polytron ya. baru pertama keluarin laptop udah bisa ngasih yang sekeren ini. Intinya kalau memang yang dicari adalah sebuah laptop kencang dan desain yang cantik, rasanya Polytron Luxia Pro Ultra 5 yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Apalagi ADP-nya udah 2 tahun nih. Saya D Irfan Jaka TV. [Musik]
