Jungkat

Laptop Premium Bisnis AI untuk Profesional Mobile: Acer TravelMate P6 AI (YouTube Video)

  • 19/09/2025

Sebagai bawaan nyenengin bos itu pasti butuh pengorbanan. Kadang sampai diajak kuda-kudaan, kitanya sampai keringetan. Karena enggak mungkin bawanya cuma satu, kan? Apalagi si bos juga bawa laptop yang sering buat punggung kita tertekan. Mending laptopnya si bos itu disumbangkan dan ganti sama yang satu ini. Yang jelas lebih menawan. Dibandingkan dengan laptop biasa yang cuma modal tampilan, jelas laptop ini lebih aman dan siap dipakai untuk cari cuan. Ya udah, enggak usah debat sampai bacok-bacokan. Selamat menonton. yang ditekan sama aturan. [Tepuk tangan] [Musik] Hai Andika, guys di sini kenalin ini adalah Acer Travel Made P614 AI. Laptop super ringan yang bobotnya cuma 960 gr. Itu klaim mereka ya. Tapi pas kita tes ya selisih dikit sih. Masih under 1 kilo kok. Bobot under 1 kilo biasanya itu paling sering kita temuin di laptop 13 inch. Tapi laptop yang satu ini ukurannya 14 inch. Otomatis layarnya juga jadi lebih lega. Ibarat main futsal di lapangan bola, gerakannya itu lebih bebas. Kenapa bahannya bisa seringan ini cuma under 1 kilo? Karena bahan materialnya. Jadi dia pakai bahan material yang namanya carbon fiber dipaduin dengan magnesium aluminium yang jadinya dia kuat dan tahan lama kayak saya. Tapi sayangnya ciri khas travel Mid masih gampang nempel sama fingerprint sih. Mungkin ke depan untuk mid-nya itu bisa dibikin agak biar enggak terlalu gampang nempel fingerprint lah. Laptop ini juga super tipis. Sebagian paling tebalnya aja cuma 1,66 cent. Jadi udah ringan tipis plus ditambah lagi dia udah punya sertifikasi military standar 810H. Mau diajak ke mana pun, hayo. Dengan body tipis ini, spesifikasi dan juga fiturnya juga enggak main-main. Untuk prosesornya dia pakai Intel Core Ultra 7, prosesor powering Intel Vpro B for a busis. Plus segmentasi laptopnya ini memang ditujuin buat para profesional. Jadi fiturnya lengkap banget terutama soal keamanan. Jadi enggak cuma ngebut tapi aman kayak punya bodyguard pribadi, tapi body card-nya ini yang menjaga data kita. Memang dia masih pakai seri V sih. Bedanya seri V sama seri H itu sama kayak seri U sama seri H lah. Kalau seri V itu ibaratnya kayak atlet angkat besi. Memang dia kuat tapi nafasnya pendek. Tapi kalau seri V atau seri U itu bisa dibilang atlet maraton. Jadi dia enggak sekuat atlet angkat besi tapi nafasnya panjang atau baterainya ini awet. Tapi walaupun dia enggak sekuat atlet besi ya kalau digunain untuk daily, terus yang kerjaan profesional harian masih bisalah. Plus ada bonus otak AI dan sistem pengamanan ekstra juga. Karena prosesornya udah kelas VPro ya, jadi bukan prosesor yang ecek-ecek. Ini memang fitur keamanan dan manajemen kelas enterprise. Kalau bos atau manajemen IT perusahaan kita, dia itu pengin ngecek terus atau mau monitoring, mau ngunci atau nge-wap data, itu bisa dilakuin remote jarak jauh. Jadi kalau suatu saat laptopnya hilang dibawa lari karyawan, ya datanya itu masih aman. Prosesor vpro yang udah canggih ini juga udah dikombinasiin sama RAM yang secara kapasitas. Untungnya udah gede ya 32 GB. Kenapa saya bilang untungnya? Karena RAM-nya ini tipe yang LP atau low power. Tapi sekali lagi untungnya udah dikasih dari sananya 32 GB gede langsung. Yang speed-nya juga enggak main-main ya. Kencang banget di 8.533 M transfer per second. Untuk storage gede juga 1 TB yang speed-nya sih standar ya, NVM Gen 4. Jadi read-nya itu di 4800-an MbS, w-nya di 3900-an Mbps. Untuk urusan grafis, laptop ini pakai Intel Arc 140V yang udah didukung sama teknologi kekinian kayak retracing sama incode decode EV1. Jadi hasilnya lebih detail dan hemat file berkat kompresi video H.266 lebih efisien dari H.264 bahkan H.265. Kalau kalian bingung dengan incode decode itu intinya kalau misalkan kalian streaming jadi datanya itu enggak butuh gede-gede karena kompresinya lebih bagus tapi kualitasnya tetap bagus. Dan sekarang langsung aja kita coba uji performa laptop yang enggak ada 1 kg ini. Sebelum kita tes, ada anomali yang menurut saya unik ya. Jadi pertama kalau misalkan kita mau masuk ke mode performa, kita bisa pencet aja shortcut Fn F. Nah, kalau misalkan kita pakai mode plugin single core-nya itu di R23 dia dapat di 1608. Multi corore-nya di kisaran 8.000 sampai 9.000-an poin. Tapi di R23 kalau misalkan tanpa adapter atau mode baterai only malah lebih kencang dengan single core-nya itu di 1900-an dan multiore-nya bisa stabil di 10.000-an. Biasanya laptop-laptop itu kalau misalkan tanpa adapter performanya turun. Nah, ini malah naik kalau misalkan enggak pakai adapter. Kan unik ya. Di R24 juga sama kita coba di mode plugin single core-nya itu 123 multi core-nya di 400-an poin. Nah, kalau misalkan mode baterai only malah naik loh ya. Single core sih tetap 123 tapi multiore-nya di 600-an poin. Dan setelah kita lihat kenapa anomalinya bisa seperti ini? Kayaknya ada di sini sih. Jadi ketika kita pakai mode plugin TDP-nya itu ditahan di 25 sampai 30 watt dengan suhu itu kalau di Cinebz ya biasa ya spek-spek di 80-an derajat celcius. Tapi kalau misalkan mode baterai only, package power-nya itu jadi naik 35 sampai 40 watt dengan suhu yang ya naik juga. Jadi speknya itu di 90-an watt. Di R24 kita juga lihat pola yang sama. Mode plugin dan notde pluginnya malah kayak ditekan gitu. Mode pluginnya itu ditekan biar power-nya lebih rendah. Terus apakah ini hal buruk? Ya menurut saya enggak sih ya karena laptop untuk travel mid namanya aja udah travel mid ya. Jadi teman ketika kita travel, teman ketika kita berpergiat. Jadi kalau misalkan tanpa dicas performanya lebih kencang ya saya sih malah suka yang tanpa dicas biar kencang ya. Dan untuk sistem coolingnya juga menarik karena di Time Spice test dia dapat skor itu 92,5%. Kita pernah uji juga laptop yang mirip-mirip sama Acer Travel Mid ini ada di brand lain prosesor sama juga kelas yang sama juga itu time spice test-nya di 50-an%. Jadi kalau secara tuningan, Acer lebih oke sih. Kalau untuk skore time spy firestrike solar B kalian bisa langsung lihat di sini aja. Yang menarik walaupun dia ini seri V ya, tapi seri V-nya ini tetap kencang kok. Karena ketika kita tes di Adobe Premiere Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai, kita export ke 4K, dia selesai dalam waktu 2 menit 35 detik aja. Kemarin kita ng-review prosesor seri H itu masih di 4 menit. Ultra 5 seri H itu 4 menit, tapi ini 2 menit 35 detik. Kalau kita turunin ke full HD, dia selesai dalam waktu 1 menit 53 detik aja. Terus kalau kita coba untuk rendering 3D dengan blender template BMW, dia juga masih kencang. CPU rendernya di 4 menit 58 detik. Kalau GPU rendernya di 5 menit 18 detik. Nah, kalau dia digunain ya sesuai dengan kodratnya. Laptop Office PowerPoint 150 slide kita export ke PDF cuma selesai dalam waktu 9 detik aja. Excel randomis data yang large banget. Biasanya kan Excel itu kalau datanya udah banyak lumayan lagy ya, lumayan patah-patah. Ini enggak. Dan dia selesai dalam waktu cuma 41 detik aja. Lanjut kita coba untuk gaming. Walaupun sebenarnya Acer Travel Mid ini bukan laptop gaming, bukan Predator, bukan Nitro, tapi gak apa-apa, kita coba aja. Dan hasilnya di Dota 2 dengan resolusi bawaannya dulu di 2,8K best looking average FPS dia dapat di 46, maksimumnya bisa tembus 78. Dropnya cuma di 30 fps. Tapi kalau kalian mau nurunin resolusinya di full HD dengan settingan yang sama, jadi naik. Average FPS di 87, maksimumnya bisa 119, drop-dropnya cuma di 75 fps. Wering wave kita coba di full HD aja. Kalau 2,8K pasti ya berat. Dan hasilnya dengan resolusi full HD ini average FPS dia masih bisa dapat 53, maksimum bisa 60 dropdopnya di 38 fps. Dan karena Intel Arc ini juga udah support sama retracing ya kita coba juga di game yang udah support sama retracing ya. Contohnya di game Cyberpunk kita coba Racing-nya nyala, frame generation-nya juga nyala, resolusi full HD dia masih bisa dapat di average FPS 52, maksimumnya bisa tembus 81, dropdropnya di 47 fps. Tapi kalau misalkan frame generation-nya dan retracing-nya kita matiin, dia enggak ngangkat sih ya dengan average FPS 47, tapi dropnya bisa sampai di bawah 30 fps dengan 24 fps. Wukong juga mirip-mirip kalau frame generation-nya nyala, retracing juga nyala. dia masih bisa dapat average FPS di 44, maksimum bisa 60 terus drop-dropnya di 34 fps. Tapi kalau frame generation kita matiin, ya udah wasalam ya. Enggak bisa playable dengan average FPS 31 tapi dropnya bisa sampai 16 fps. Kalau untuk suhunya ketika main Dota tadi suhunya itu ya rata-rata di 72 derajat celcius dengan CPU package power sekitar 25 watt. Valoran juga sama kayak ditahan di 25 watt dengan suhu yang juga relatif sama 72 derajat Celcius. Dan game-game lain juga sih kayak Wukong, Cyberpunk rata-rata ditahan di 25 watt dengan suhu di 70 derajat celcius yang jadinya karena masih di bawah 80 derajat celcius baterainya bisa jadi lebih awet. Sebelum kita ngauin baterai, kita lihat dulu suhu permukaannya setelah kita benchmark sintetis dan main game Estaafet nonstop ada di berapa, ya. Dan hasilnya tertingginya itu di 49,4 derajat celcius. Lumayan anget di atas keyboard. Tapi kalau untuk tombol, keyboard, terus WAD masih di standar anget-anget kuku lah ya. Karena di 41,8 derajat Celcius seenggaknya enggak di atas 42 derajat Celcius. Nah, untuk baterainya pas kita tes ya pakai PCM modern Office yang dia mensimulasikan ya kerjaan dia itu cukup awet dengan 14 jam 1 menit. Tapi kalau untuk real use-nya ya YouTube kita coba untuk 10 menit main di 5%. Kalau Office dengan Wi-Fi-nya juga tetap nyambung 10 menit berkurang 3%. Gaming 10 menit dia berkurang 10%. Gaming-nya sih memang agak ngoyo ya, tapi kalau digunain untuk kerjaan ringan aja moderin Office bisa 14 jam lebih. Dan karena dia temanya ini laptop AI, coba kita lihat ya fitur-fitur AI di Acer Travel Mid P1614 AI ini ada apa aja? Yang pertama ada yang namanya Acer Asis. Sesuai namanya, ini Assistant AI pribadi yang bantuin kita buat meringkas dokumen, cari data, dan bisa jawab pertanyaan teknis. Semua bisa dilakukan secara on devices ya, alias offline, enggak butuh internet. Ada juga Live R2.0 yang bisa hapus background dengan bantuan AI dan juga bisa buat gambar cuma modal imajinasi prom kita aja. Jadi buat karya itu sekarang gampang ya, cuman kayak berpikir sejenak terus deskripsiin pakai proms udah beres. Terus ada Purified View 2.0. Ini fiturnya bisa untuk bikin muka kita glowing tanpa harus skincare-an. Pas lagi presentasi tiba-tiba ada suara grenda ngi ya ngi itu biasanya tiap minggu ya ada tukang di sini tuh ngieng. Nah, kalau pas kita presentasi bisa pakai purified voice 2.0. Jadi suara ngi itu hilang. Terus ada fitur Acer user sensing juga. Singkatnya laptop ini bisa ngerasain kita ada atau enggak di depan layar. Jadi kalau kita pergi layarnya otomatis ngunci buat keamanan. Pas balik lagi langsung kebuka tanpa ribet. Terus kalau kalian tanya support sama copilot enggak, Bang? Jelas support ya, karena temanya aja udah AI. Pokoknya laptop yang ada AI-nya pasti udah ada cilotnya. Terus dia ada fitur juga yang namanya travel midS semacam dashboard all-inone. Di sini kita bisa cek kesehatan laptop, atur mode performa dan software-software tadi bisa kalian akses di travel Mid Sense-nya. Dan karena dia AI, jadi kita tes AI juga seperti biasa pakai Mus AI. Dan hasilnya dia cukup kencang ya, karena NPU dari CPU-nya menghasilkan sampai 120 tops. Jager Note dia selesai dalam 16 detik dan stabil diffusion XL Turbo selesai dalam waktu cuma 2 detik aja. Jadi kalian enter tak tak selesai. Lanjut ke layar. Layarnya ini punya resolusi bawaan 3K. Panelnya pakai panel pure IPS dengan aspek rasio 16 bing 10. Dan kalau kita ngomongin IPS di Acer, kalau kalian ngikutin DKID, saya selalu bilang Acer itu IPS-nya itu beneran IPS yang real gitu. Mereka enggak pernah pakai IPS level dan IPS-nya selalu bagus. Contohnya ya ketika kita tes pakai Kalman color akurasinya itu sRGB-nya hampir 100% dengan 97,6%. P3-nya di 82,9%. Adob RGB di 87,9%. Brightness-nya juga bisa sampai di 440 nitz. Untuk ukuran laptop hampir 500 nit udah terang banget sih. Terus refresh r-nya juga udah refresh range yang 120 Hz. Jadi kalau misal kita mau scroll kencang-kencang enggak ada tuh yang namanya motion atau mata kita jadi capek karena lihat layarnya kayak ghosting gitu. Untuk ukuran layar laptop bisnis walaupun sayangnya dia belum OLED tapi 3K IPS-nya masih cukup mewah lah. Buat kamera, dia juga punya resolusi yang cukup gede ya, 1440p 30 fps. Wah gila. Tapi masih ada noise ya di muka ya. Coba kita lihat kalau misalkan background effect-nya ini kita matiin atau standar blur atau kita matiin deh. Wah, masih cukup oke. Terus kalau misalkan kita aktifin semua Windows Studio Effect-nya dengan background effect, kira-kira seperti ini ya. Enggak bisa sebagus webcam eksternal sih, tapi 1440p di laptop 14 inch oke banget. Untuk keyboard-nya dia agak beda ya dibandingkan keyboard laptop kebanyakan karena dia kayak misalnya kita tekan itu dia kayak ngelawan gitu. Kayak dia ngotot ke atas ya. Ibaratnya kayak laptop bisnis, tapi dia punya mechanical keyboard F. Padahal ini keyboard membrin loh, tapi feelnya itu mirip-mirip kayak ttile di mechanical keyboard. Jadi buat kerjaannya yang ngetik entah itu ngetik undang-undang, ngetik skripsi, pokoknya ngetik-ngetik lah ini bakalan nyaman dan kayak ketagihan sih. Fitur keyboard-nya standar premium lah ya. Ada backl, ada shortcut koopilot plus juga langsung disiapin. Ini basic tapi wajib banget ada di laptop bisnis kayak gini. Lanjut ke touchpad. Wah, ini enak banget dipakainya. B quality-nya solid, finishingnya pakai Corning Gorilla Glass. Jadi permukaannya halus, navigasi tuh berasa kayak nyapu kaca baru dipel pakai super pel. Licin tapi enggak terlalu licin. Paham enggak sih? Plus ada fitur gimmik yang ya nice to have aja lah ya. Jadi kalau misalkan NPU-nya nyala bakalan ada logo NPU di touchpad-nya ya. Menurut saya sih itu enggak penting sih ya fiturnya ya. Nice to have aja. Selain pakai IR kamera untuk security-nya kita juga bisa pakai fingerprint untuk masuk ke Windows Hero dan tombolnya jadi satu dengan tombol power. Sebenarnya udah oke ya fingerprint menyatu dengan tombol power, tapi sayangnya tombol power-nya ini enggak terpisah sama keyboard-nya. Jadi masih ada chance untuk typo antara backspace dan juga tombol power. Port di sini juga mewah. Ada dua buah USB type E 3.2 Gen one. Satu kanan satu kiri. Khusus yang di kiri itu always on USB juga bisa jadi powerbank saat kondisi laptop mati. Dan enggak tanggung-tanggung dia juga kasih kita dua port USB Thunderbolt 4.0. Selain super cepat support juga untuk power delivery dan display port. Kalau misal punya budget lebih, bisa beli exsternal GPU juga dengan port ini sisanya ada HDMI dan Audio Jacombus. Sayaknya enggak ada SD card reader ya. Buat content creator kayak saya sering banget sih. Saya harus pakai dogle tambahan. Konektivitas lainnya, WiFi udah pakai WiFi 7 Bluetooth versi 5.4 kalau butuh kestabilan koneksi. Setiap pembelian juga udah include converter USB type CU RJ45. Jadi enggak usah khawatir lagi kalau soal RJ45-nya. Ada satu lagi fitur yang menurut saya juga gak kalah penting ya di Acer Travel Mid P6 ini yaitu Acer Dust Defender. Jadi kipasnya bisa muter bolak-balik buat ngusir debu biar enggak numpuk. Hasilnya pendinginan tetap optimal. Umur laptop juga lebih panjang. Ibaratnya kayak punya ART bawaan setiap 6 jam akan nyapu rumah biar tetap bersih. Dan nyapunya itu bolak-balik ya enggak cuma satu arah aja. Jadi debunya itu kalau diputar balik dia bakal hilang. Terus untuk kualitas suaranya di laptop setipis ini cukup imersif. Bassnya masih dapat walau enggak yang deep banget. Vokalnya juga cukup jelas. Untuk suaranya kita bisa atur EQ-nya menggunakan software DTS audio. Dan enggak ketinggalan, ESR ngasih jaminan garansi 3 tahun full spare part dan service tercover juga dengan ADP. Harganya. Nah, memang biasanya laptop-laptop bisnis gini karena yang beli itu biasanya juga pebisnis yang dia mikirin depresiasi juga. Harganya itu di kisaran R5 juta dan bisnis itu kan pasti ngitung penyusutan ya dan anggap aja penyusutannya 3 tahun sesuai dengan masa garansi. Jadi laptop ini harga per bulannya cuma Rp690.000 per bulan kalau dengan hitungan matematika bisnis yang ada depresiasi atau penyusutannya. Dan untuk bisnis R90.000 per bulan sebenarnya juga enggak mahal ya. Asal buat bisnis ya. Kalau beli laptop ini cuman buat ngetik-ngetik, cuman buat main game Dota sih. Salah salah. Jadi intinya Acer Travel Mid P6 ini bukan sekedar laptop bisnis biasa. Dia tipis, ringan, tapi isinya penuh fitur pintar. Mulai dari Dust Defender, Usering, Travel MS sampai fitur-fitur EAI yang banyak banget yang ngebikin kerjaan sehari-hari lebih aman, lebih efisien, dan jelas lebih aman. Performanya juga jempolan kayak atlet maraton betulan dipakai kerja seharian, baterai enggak akan ngos-ngosan. Semua ini berkat prosesornya si Intel Core Ultra 7 Powering Intel VPro Build for Business. Secara desain dia memang low profile. Jujur enggak terlihat mewah sih, ya. Kelihatan bisnis aja. Tapi secara material kalau dipegang feel-nya ini kayak laptop dummy gitu. Enten banget. Karena dia pakai bahan yang namanya karbon dan magnesium aluminium yang bobotnya bisa sampai 960 gr aja. Dipakai kerja serius kayak render bisa, Office entank bisa. Stres butuh nge-game juga bisa. Plus ada fitur mewah Intel V Pro yang juga jaminan buat mengamankan data perusahaan yang biasanya jelas lebih mahal dari laptopnya sendiri. Kemarin aja saya baca cerita di Cina itu seorang tamu di hotel laptopnya hilang. Woh, dia pakai mobil mewah nabrakin hotelnya. Karena yang penting itu bukan laptopnya, datanya. Karena biasanya laptop sama datanya lebih mahal datanya. Kalau untuk kekurangannya sih ya speakernya menurut saya sih bukan yang darareoor gitu ya, biasa aja. Terus karena ini laptop bisnis harusnya udah include sama RJ45 port sih. Memang dia ada dongelnya tapi kan ribet ya kalau pakai dongle. Dan kalau bisnisnya tentang content creation, tentang video, harusnya sih ada slot untuk SD cut reader. Tapi overall ya kalau misalkan kalian memang suka bisnis, ini salah satu laptop yang bisa diajak untuk cari cuan. Sayaudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube