Laptop Premium untuk Kerja Serius & Multitasking Berat - Review Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition (YouTube Video)
Ini adalah sebuah laptop kerja profesional yang beneran didesain untuk multitasking. Di laptop ini kalian bisa pakai monitor eksternal hingga tiga monitor. Eksternalnya ya tiga monitor ya. Jadi nyaman banget mau multitasking. Performanya juga kencang karena dia pakai Intel Core Ultra 9 series 2 ya yang punya total 16 core. RAM-nya langsung 32 GB LPDD5 dan SSD langsung 1 TB. Udah lega banget. Layarnya olet. Resolusinya 3K 120 Hz 100% DCI IP3. Jadi nyaman banget buat dip kerja berlama-lama ya. Ya. Ini adalah Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition 14 Gen 10 ya. Laptop yang satu ini memang sangat cocok dipakai buat multitasking. Bukan karena dia bisa pakai banyak monitor eksternal, tapi juga karena prosesornya yang super kencang. Nah, kita mulai aja pembahasan laptikasi dasarnya terlebih dahulu, ya. Nah, untuk prosesornya pakai Intel Core Ultra 9 processor 285H. Code name-nya Aerolake H yang baru nih ya. Fabrikasi TSMC N3B base power 45 watt. Dia punya total 16 skore, 16 thread yang terdiri dari 6 performance core, 8 efficient core, dan 2 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 5,4 GHz dan cash memorinya 24 MB dengan Intel Smart Case ini lumayan besar nih ya. Dia juga sudah punya NPU Intel AI boost dengan performa up to 13 tops. IGP-nya ini pakai Intel Arc 140T GPU. dia punya 8 cores dan tentunya sudah support akselerasi AV1 dan quicking juga. Untuk RAM-nya 32 GB LPDDR 5X 8400 on board ya, dual channel 128 bit. RAM-nya onboard ya, jadi kita enggak bisa upgrade yang satu ini. Tapi kapasitasnya langsung 32 GB, langsung dua channel dan speed-nya juga udah kencang banget. Jadi enggak ada masalah sih harusnya. Storage 1 TB SSD M.2nvmi PCI Gen 4 ya. SSD yang terpasang di sini punya ukuran 2242 jadi bukan yang paling panjang. Nah, kalau dirasa kurang, tenang ya. Karena laptop ini punya satu slot SSD M.2 tambahan, jadi enggak perlu ganti SSD yang terpasang. Slot keduanya ini sudah langsung mendukung SSD M.2 yang ukurannya 2280 atau yang versi besar yang gampang dicari. Konektivitas wireless-nya menggunakan Intel WiFi 7. Tentunya ini besar WiFi 7. Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterainya besar ya 84 wathour. Untuk sebuah laptop tin and light ini besar sekali sebetulnya. OS pakai Windows 11 Home dan untuk body form factornya clam cell atau laptop classic. Materialnya anodized aluminium. Warnanya ini namanya adalah Luna Grey. Untuk desain ini terlihat sangat mirip dengan Yoga Slame 7i yang pernah kita review. Di sudut bodinya juga tampak merupakan rounded design yang melengkung-melengkung gitu ya. Yang membedakan dari yang non pro itu adalah ukurannya untuk layar ya. Itu adalah 14,5 inci. Nah, untuk logo Lenovo terlihat rapi ya di area tengah cover atas laptopnya. Intinya kalau dari desain yang satu ini udah beneran kelihatan profesional. Untuk dimensi panjangnya 32,5 cm, lebar 22,8 cm, dan ketebalan di 1,69 cm. Untuk bobot laptopnya ada di 1,54 kg. Chargernya 210 gr. Jadi kalau dibawah-bawah di 1,75 kg. Nah, untuk display-nya laptop 1 ini menggunakan layar Lenovo Pure Side Pro Display. Ini adalah panel OLED dengan ukuran 14,5 inci. resolusinya 3K atau 3.000 * 1876 piksel. Aspek rasionya 16 bfresh rate 120 Hz dan sudah mendukung dynamic refresh rate. Menurut Lenovo layernya punya tingkat kecerahan di 500 nitz. Wah, cerah banget ya dengan kaler gambut di 100% di CP3. Nah, kalau misalkan pengujian kami tingkat kecaran maksimumnya di mode SDR itu ada di 505 nits dengan di mode HDR bisa mencapai 1060 nit. Sedangkan untuk gambut covers-nya ada di 99,7% di CP3 dengan gambut volume di 122,5% DC IP3. Yang jelas layarnya udah cocok banget kalau mau dipakai buat kerja nonton, ngedit video, ngedit foto, aman ya. Apalagi layarnya sudah disertifikasi Dolby Vision Vesa Display HDR True Black 1000. Ya, dipakai berlama-lama juga tetap nyaman karena sudah ada sertifikasi Tuv Flicker Free, TUV low blue light, dan sertifikasi ISEve. Nah, meskipun ini bukan laptop convertible, layarnya sudah support touch screen ya. Jadi lebih nyaman lagi kalau kita mau melakukan navigasi seperti untuk scrolling-scrolling dokumen gitu misalnya. Nah, layar ini juga dapat dibuka hingga 180 derajat. Jadi memudahkan kita sangat ingin memperlihatkan isi layar ke lawan bicara. Exel seperti ini juga mengurangi kemungkinan kerusakan saat layarnya enggak sengaja terdorong. Tentunya permukaan layarnya ini glossy, jadi memang sedikit mantentukan bayangan. Tapi layar seperti ini justru membuat warna yang ditampilkan jadi terlihat lebih cemerlang. Untuk bingkai kanan kirinya tergolong tipis, sedangkan bingkai atas terlihat agak tebal karena ada notch sebagai tempatnya webcam dan mikrofon di situ. Nah, sama seperti Yoga Slim 7 yang pernah kita review, laptop ini menggunakan webcam resolusi 5 megapel yang saat digunakan untuk video recording resolusi maksimumnya ada di 1080p 30 fps. Nah, webcam ini juga dilengkapi dengan privacy e-shatter yang dapat membantu menjaga privasi penggunanya. Tentunya yang satu ini sudah support Windows Studio Effect seperti background effect, auto framing, dan contact. Fitur-fitur ini dapat diakses melalui aplikasi kamera atau melalui shortcut pada tasb di pojok kanan bawah. Untuk mikrofonnya terletak di samping kanan kiri kamera dan ada satu set mikrofon yang terletak di area body laptop lebih tepatnya di bawah touchpad mengarah ke pengguna. Mikrofonnya juga dapat dilengkapi dengan fitur AI noise cancelling yang dapat diakses melalui software Lenovo Vantage. Untuk hasil kamera dan kualitas mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Yang ini adalah kamera dari laptop Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition. Untuk kualitas gambarnya ini bisa dibilang bagus banget ya untuk kelas harganya dan dia kameranya punya resolusi 1080p. Jadi jelas gambarnya lebih bagus dari laptop lain yang kameranya masih 720p. Dan kalau kalian mau gambarnya bagus seperti ini, ee saya sarankan untuk menggunakan kameranya di ruangan dengan pencahan yang cukup seperti saya sekarang ini ya. Kali ini sedang ada di luar untuk menguji kemampuan noise cancelling dari laptop Lenovo yang satu ini. Untuk kualitas suaranya ini bisa dibilang bagus ya. Suara saya masih bisa ditangkap dengan jelas. Dan suara background yang di belakang ini, suara bising di belakang ini bisa dihilangkan dengan cukup rapi. Nah, untuk audio laptop ini menggunakan konfigurasi 4 buah speaker 2 watt yang terdiri dari dua wover dan dua twitter. Dua lubang speaker terletak di samping kanan kiri keyboard mengarah ke pengguna dan dua lubang lagi terletak di bagian bawah mengarah ke alasnya laptop. Dan speaker-speaker ini sudah mendukung fitur Dolby Atmos serta smart amplifier. Di sini terdapat software Dolby Access yang dapat digunakan untuk mengubah preset audio dan equalizer. Nah, untuk suaranya tergolong sangat lantang ya, apalagi untuk sebuah laptop yang tin and light seperti ini. Kualitas suaranya sangat bagus, detail suara terdengar jelas dan sangat rapi. Bassnya juga ternyata cukup kuat dan memuaskan meskipun bukan yang tipe menggelegar atau mendum, tapi sudah ada bassnya di sini. Oke, untuk konektor dan tombol di kiri ada 1 HDMI 2.1 up to 8K 60 Hz ya. Lalu ada dua Thunderbolt yang mendukung USB 4 Gbps, power delivery 3.0, dan display port 2.1. Kemudian ada satu SD card reader, bukan micro SD, SD card reader. Lalu di kanan ada e shutter switch tombol power, satu audio combock 3,5 mm, dan ada 2 USB 3.2 gen one yang 5 Gbps. Ini udah melimpah banget nih ya konektornya untuk sebuah laptop tipis seperti ini. Nah, untuk keyboard dia menggunakan keyboard chicklet dengan layout khas Lenovo. Switch-nya punya travel key yang cukup dalam di 1,5 mm. Saat digunakan untuk ngetik, ini terasa soft dan silent, enggak berisik dan nyaman saat digunakan. Seperti biasa terdapat tombol copilot key yang dapat digunakan untuk mengakses fitur Microsoft copilot dengan cepat. Nah, untuk tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Dan untuk tombol anak panah atas dan bawahnya ini punya ukuran yang setengah dibandingkan tombol lainnya tentunya. Yang satu ini juga sudah dilengkapi dengan backglit berwarna putih dengan dua tingkat kecerahan dan satu tingkat keserahan lagi yang otomatis di sini. Oke, untuk touchpad ukuran touchpad tergolong besar ya di 13,5 * 8 cm. Jadi, lebarnya itu dari tombol alt hingga alt yang kanan. Meskipun demikian, letaknya masih center to space bar, jadi masih jarang tersenggol saat kita sedang mengetik. Di sini tidak terdapat tombol khusus untuk klik kanan dan kiri, tapi dia sudah menggunakan precision touchpad yang mendukung berbagai gesture dari Windows. Untuk sistem keamanan, laptop ini menggunakan sistem pengamanan biometrik berupa kamera infrared yang sudah support Windows Hello juga tentunya. Untuk sistem pendinginnya, laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif berupa dua buah kipas dan dua buah heat pipe yang diklaim bisa meng-handle TDP sampai 75 watt, intake udara dari bawah dan ekha itu ke arah belakang. Oke, sekarang kita lihat aspek performanya. Di laptop ini kita bisa menemukan mode performa yang ada di software Lenovo Fantase. Di sini ada tiga opsinya, performance, adaptive power mode, dan batery saver. Mode performa ini bisa diakses melalui software Lenovo Vantage atau pakai shortcut function plus huruf Q seperti sebelum-sebelumnya juga ya. Nah, untuk konsistensi performanya pakai SBZ R23 stabilitas selama 30 menit. Kita lihat skor tertinggi yang bisa dicapai. Untuk mode adaptive power itu bisa 21.279 poin. Sedangkan di mode performance itu bisa 22.279 poin. Nah, untuk skor yang bisa dipertahankan di mode adaptive power itu di sekitar 18.000-an poin. Sementara di mode performance dikisaran 20.000-an poin. Oh, ini tinggi banget ya. Lalu untuk konsistensi performa di mode baterai, skor tertinggi itu mampu mencapai 22.548 48 poin. Sementara skor yang pertangkan juga sama nih di kisaran 20.000-an poin. Jadi ini skor yang terlihat sangat mirip seperti saat laptop tercolok ke charger. Oke, untuk su kerjanya di mode performance suip itu sempat bertahan di kisaran 99 sampai 102 derajat celcius di ran pertama tapi kemudian turun dan sustain di kisaran 86 sampai 91 derajat celcius dengan spike beberapa kali di saat awal run ke 105 derajat celcius. Ya, ya, ya. Saya tahu suhunya terlihat agak tinggi ya. Tapi yang perlu diperhatikan, prosesor yang satu ini punya su pengoperasian maksimal atau TJMX di 110 derajat Celcius, bukan 100 seperti prosesor biasa ya. Jadi secara teoritis yang satu ini suhunya masih ada di bawah batas maksimum atau batas wajar yang ditetapkan oleh Intel. Oke, sekarang kita lanjut untuk aplikasi Blender 4.3.2 dengan BMW render test. Untuk CPU rendering sesuai dalam waktu 1 menit 54 detik. Sementara untuk GPU rendering pakai one API sesuai dalam waktu 43 detik. Nah, SU kerjanya pada saat melakukan GPU rendering, SU CPU itu ada kisaran 65 sampai 80 derajat celcius saja. Masih aman ya, enggak nyampai seperti tadi. Lanjut untuk Adobe Premier Pro Sisi 2025, kita pakai video 2 menit 7 detik yang biasa kita pakai. Untuk 4K60 video export software only dalam waktu 4 menit 27 detik. Sementara kalau pakai GPU acceleration sesuai dalam waktu 3 menit 44 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps video exporting dengan software only sudah dalam waktu 1 menit 3 detik. Kalau untuk pakai GPU acceleration saya dalam waktu 1 menit saja. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 video export dengan GPU acceleration untuk suhu CPU itu stabil di kisaran 65 sampai 82 derajat Celcius. Lagi-lagi ini masih tergolong aman. Lanjut untuk Davini Resolve 19.1. Ini software video editing kelas profesional tapi versi gratisnya. Kita pakai video yang sama durasinya ya 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video export selesai dalam waktu 6 menit 6 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps video export selesai dalam waktu 1 menit 37 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export CPU itu ada di kisaran 63 sampai 90 derajat celcius. Lagi-lagi masih aman banget. Kalau untuk capcut bagaimana? Nah, ini masih pakai durasi sama ya videonya ya. Untuk 4K60 video export selesai dalam waktu 1 menit 20 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps video exporting sesuai dalam waktu 41 detik saja. Nah, meskipun ini sebenarnya laptop untuk kerja ya, tapi seperti biasa kita akan tetap tes kemampuan gamingnya. [Musik] He. Oke, di game terakhir ini kita lihat suhu kerjanya pasat mainkan Assassin's Creed Mira selama 30 menit. Untuk suhu CPO ada kisaran 64 sampai 80 derajat celcius. Nah, sekarang kita lihat suhu permukaannya. Area terpanas ada di bagian atas ekha di atas keyboard yang mencapai 45 derajat Celcius. Tapi tenang, area ini kan enggak disentuh ya biasanya ya. Jadi enggak ada masalah harusnya. Karena kalau untuk permukaan keyboard di seluruh area suhunya itu tergolong rendah di bawah 35 derajat celcius. Titik terpanas ada di dekat tombol V dan B yang hanya mencapai 36 derajat Celcius. Untuk sebuah laptop Tin and Light ini suhu yang rendah banget apalagi lagi dihajar game dan game-nya juga masih lancar di sini. Nah, sekarang kita lanjut ke storage test. E dengan kristalisma kita dapatkan bahwa kecepatan baca SSD-nya ada di 6777 MB/ dan kecepatan tulisnya ada di 5.514 MB/. Emang sih enggak nyampai 7.000 tapi ini masih termasuk SSD yang kencang. Oke, kita lanjut ke pengujian daya dataan baterainya. Di sini gratis kita set di 150 Nit dengan volume di 25%. Lalu mode performa kita set di adaptive power. Hasilnya untuk digunakan local video playback dengan resolusi 1080p, baterai habis setelah 12 jam 10 menit. Ini adalah hasil yang lumayan untuk kelas prosesornya yang super kencang dengan layarnya yang resolusinya tinggi. Meskipun sebenarnya ini masih ada sedikit di bawah harapan kami untuk sebuah laptop Tetin Nlight Class premium tahun 2025. Oke, sekarang mari kita coba kecepatan charging-nya. 30 menit pertama terisi di 53%. Sementara dari kosong sampai penuh ternyata hanya butuh waktu 1 jam 15 menit. Ini baterainya besar loh di 80-an wat hour dan S dalam waktu 1 jam 15 menit. Udah kayak HP aja yang satu ini ya. Kencang banget durasi chargingnya. Nah, untuk harganya laptop yang satu ini kita temukan di beberapa marketplace online dengan harga kisaran Rp21.999.000 dan ini sudah mencakup Microsoft Office Home and Student 2024. Nah, ini yang versi tidak berlanganan. Nah, kalau mau cobain Microsoft 365 yang berlanganan, tenang, ada gratisnya juga selama 1 tahun. Lalu ada lagi gratis berlangganan Xbox PC Game Pass selama 3 bulan. Lalu dia dapat garansi 3 tahun premium care lengkap dengan accidental damage protection. Dan di sini ADP-nya itu bisa diklaim berkali-kali. Nah, oke kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Tentunya karena RAM dari laptop ini sudah menyatu dengan komponen pressor, jadi dia tidak bisa di-upgrade. Tapi karena RAM-nya udah kencang banget ya DDDR 5X 8400 dan kapasitas udah 32 gig udah lebih dari cukup sih harusnya ya. Kemudian buat yang memang butuh sebuah copilot plus PC yang satu ini belum masuk kategori tersebut. Tapi tenang, berbagai fitur copilot lain masih tetap bisa diakses dengan laptop ini ya. Dan kameranya juga tetap bisa pakai NPU. Kemudian untuk suhu kerja terlihat agak tinggi di pengujian yang membebani CPU 100% secara terus-menerus. Tapi tenang karena meski suhunya terlihat agak tinggi sebenarnya ini masih di bawah batas suhu pengoperasian maksimal yang ditetapkan oleh Intel. Dan meskipun demikian, jika memangsa kurang nyaman liihat angka tersebut kita bisa ubah ke mode performa lain seperti adaptive power atau batery saver. Masih tetap monster juga sih performance-nya. Lalu untuk daya tahan baterainya, kita berharap dia bisa tahan sedikit lebih lama lagi mengingat ukuran baterai yang besar. Tapi mengingat ini adalah Call Ultra 9. Lalu layarnya juga resolusinya tinggi banget. Jadi mungkin kedua faktor itu membuat laptop ini tidak bisa bertahan 15 sampai 17 jam seperti harapan kami. Dari si menariknya, performanya ini super kencang untuk sebuah laptop dengan dimensi dan bobot seperti ini karena udah pakai Intel Core Ultra 9 process Processor 285H yang punya total 16 core. Mau ngedit foto kencang yang satu ini. Rendering 3 juga masih bisa selama objek 3-nya memang tergolong simpel ya. Lalu gaming jelas bisa banget karena memang IGP Intel Arc 140T GPU yang ada dalam laptop ini udah kencang. Apalagi ada teknologi Intel XCS juga jadi makin nyaman dipakai buat gaming. Udah nyaman banget juga mau dipakai untuk multitasking, mau dipakai buat kerja dengan banyak monitor. Ini bisa sampai empat monitor totalnya ya. Satu monitor di laptop ditambah tiga monitor eksternal. Makin produktif lagi nih kalau buat kerja ya. Sirja juga masih aman meskipun digunakan untuk bermain game ataupun bekerja. Storage lega banget 1 TB. Layar udah pakai OLED resolusi 3K 120 Hz. Udah 100% di IP3 juga. Mau dipakai buat apa aja udah bisa sih sebetulnya. Udah nyaman banget yang satu ini. Lalu meskipun tipis, laptop satu ini juga punya konektor yang lengkap dan lumayan berlimpah. Bahkan punya dua USBA yang besar dan punya satu slot SD card yang besar juga. Ini bukan yang mikro. Nah, kalau misalnya habis foto atau habis ngambil video di kamera ini bisa langsung aja dicolok ke sini dan mindahin ke dalam laptop yang satu. Nih gampang kan? Untuk therb-nya juga ada dua. Jadi opsi ekspansinya lebih luas lagi. Kemudian dia punya sistem keamanan biometrik dan speakernya ini keren banget ya. Enggak akan nyesal deh dengarin satu ini ya. Kemampuan reselnya juga udah oke banget di sini. Garansinya panjang lengkap dengan ADP selama 3 tahun juga. Jadi Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Pertama jelas yang membutuhkan laptop tipis, ringan, kelas premium, tapi butuh performa prosesor super kencang untuk multitasking. Yang ini cocok banget. Lalu untuk pekerja kantoran, butuh laptop buat kerja, dipakai buat meeting atau presentasi, ini cakep ya, desainnya profesional. Kemudian untuk yang butuh laptop TV supaya mudah dibawa-bawa tapi punya opsi ekspansi hingga tiga monitor eksternal supaya bisa dicolok pas sampai di kantor ya mungkin ada yang butuh kerja banyak monitor. Nah, ini bisa banget. Lalu butuh laptop yang bisa buat editing foto, edit video, desain 2D, atau bahkan desain 3D masih bisa juga di sini. Atau mungkin buat laptop tu programming. Yang satunya juga memang bisa. Asal pastikan aja software-nya yang kalian gunakan sudah cocok dengan spesifikasi laptop yang satu ini. I. Laptop satu ini memang keren ya. Udah tipis, ringan, tapi performanya super kencang. Jadi kalau kalian sudah mencari sebuah laptop tin and light yang cocok untuk dipakai multitasking berat, rasanya Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jakibu TV.
