Jungkat

Laptop RAM 16 GB yang Masih MURAH !! Lenovo V14 G4 ABP (YouTube Video)

  • 09/01/2026

Hai Andika, Guys. Di sini kalian sadar enggak kalau sekarang part komponen terutama RAM untuk di PC itu harganya bisa naik berkali-kali lipat? Nah, laptop itu juga bakalan naik karena di dalam laptop itu kan ada RAM, ada SSD juga ya. Makanya kalau kalian ngeh sebenarnya ada laptop yang variannya itu 16 GB tapi jadi 8 GB karena diambil 8 GB sama tokonya. bukannya oportunis oportunis atau gimana sih tokonya ya, tapi memang ya mereka untuk beli barang yang baru lagi di tahun 2026 itu bakalan mahal. Tapi tenang, saya sudah nyariin satu laptop yang menurut saya harganya masih make sense lah ya. Dan laptop ini pakai RAM 16 GB dengan storage-nya 512 GB. Harganya masih di bawah Rp7 juta. Jadi kenalin ini adalah Lenovo V14 G4AB. Dia pakai prosesor Ryzen 5 7430. Kalau kita lihat di marketplace dengan spek yang sama ya, ada Tekno Megabook itu di kisaran Rp7.100, RAM-nya 16 GB, storage 512, terus ada Asus. Asus malah Rp9 jutaan ya, ada Acer Rp7 juta 6,9 juta. Tapi kalau kalian lihat RAM-nya ini varian yang 8 GB. In this economy, waduh, in this economy, in this situation, RAM itu udah jadi sesuatu yang benar-benar barang primer, terutama buat kalian yang suka kerja. Karena kalau kita ngomongin RAM 8 GB di Windows 11, beh udahlah ya megap-megap. Kalian buka Chrome 10 tab sambil buka zoom sambil Excel ya, dia bisa not responding. Belum lagi kalau kalian bergelut di bidang AI yang emang lagi ramai sekarang RAM juga jadi salah satu hal yang krusial buat generate image. Kalau RAM 8 GB let's say anggap aja Windows ambil 3 GB terus kalian pakai prosesor AMD kalian ambil 2 GB untuk V RAM sisanya berapa cuman 3 GB. Nah 3 GB Windows 11 mau buat apa? Jadi menurut saya di 2026 kalau kalian pakai Windows 11, RAM 16 GB itu udah jadi standar minimal lah. Udah standar minimalnya 16 GB. RAM sekarang mahal lagi. Nah, balik lagi sekarang ke Lenovo V14. Ini kalau kita ngomongin desain ya, desainnya gini-gini aja ya. Mirip sama Adiap ya. Mirip kayak mobil BMW atau Mercy lah. Baik seri 3, 5 atau 7 BMW. Interiornya bakalan sama. Nah, ini mirip-mirip kayak gitu. Mau ada patch 157 V14 desainnya mirip-mirip. Tapi untungnya portnya cukup lengkap ya. Karena di seri V ini sebenarnya kan seri komersial yang emang line up-nya bisnis dengan harga terjangkau. Jadi portnya lengkap. RJ45 ada, USB type E ada HDMI ada type C pun juga ada. [musik] Nah, yang saya sayangkan di bagian layar sih entah kenapa Lenovo V14 itu enggak ada yang IPS. Ya, ya. Memang dia harganya terjangkau, tapi ya komprominya ada di layar. Dia layarnya belum IPS, masih TN dan jangan berharap OLED ya. Dan untuk color akurasinya pas kita cek srb-nya cuma di 54,1%, adob RGB di 47,1%, NTS 47,9%, brightness cuma di 252 Nit. Tapi kalau brightness masih ok lah. Tapi yang saya suka dari Lenovo, kalau kalian suka nonton videonya di KID, saya selalu bilang kalau Lenovo adalah keyboard yang paling nyaman dari brand laptop. Jadi walaupun keyboardnya Lenovo dari dulu gak pernah berubah bentuk, saya gak pernah komplain karena memang enak tektailnya, empuk, silent, dibuat bikin script itu kayak lebih cepat aja gitu jadinya menyenangkan. Cuman sayangnya di laptop ini walaupun harganya udah R juta ke atas ya, dia belum punya backlit keyboard. Kalau kita ngomongin laptopnya Techno Infinix di harga segitu biasanya udah dapat back light. Lanjut di bagian touchpad. Ukurannya standar dengan posisinya senter di space bar. Jadi aman dari telapak tangan kalau lagi ngetik. materialnya pakai plastik dengan permukaan licin tapi presisi. Dia juga udah support sama Windows precision driver, ada Palm Rejection juga dan ya kalau soal touchpad enggak ada komplin sih. Sekarang kita bahas soal performanya ya. Seperti yang saya bilang tadi, dia pakai R 7430. RAM-nya 16 GB, DDR4 dan juga storage-nya 512 GB. Konfigurasinya RAM ini agak unik ya, karena 8 GB-nya diolder dan sisanya dalam bentuk ke pink. SODIM. Jadi secara teori kalau kalian mau upgrade RAM jadinya 8 + 16 jadinya 24 GB. Jadi kalau misalkan kalian lihat laptop banyak sih laptop yang RAM-nya 24 GB kayak Axio. Itu berarti RAM yang 8 GB-nya diolder. Makanya dia kasih 16 biar jadi 24. Kalau untuk performanya kita langsung tes aja di sintetic ya. R23 dia single core-nya dapat di 1390. Multi core-nya dapatnya di 7.900-an. Nah, kalau kita pakai mode baterai only atau adapternya kita cabut tidak ada penunan performa. Single core tetap di segituan, multiore juga tetap di sekitaran 7.900-an. Dan kalau kita lihat suhunya pakai mode adapter itu spike-spek-nya di 80 derajat celcius dengan CPU package power di 24 watt. Sama di mode baterai only juga mirip-mirip power dan juga suhunya. Oh ya, soal storage dia juga bisa di-upgrade. Ini kan bawaannya 512 GB yang speed-nya itu ketika saya tes di Crystal Sismax di 3600-an Mbps W-nya 3100-an Mbps. Tapi kalau kalian ngerasa 512 GB ini kurang, kalian masih bisa upgrade dengan ada slot SATA di laptop ini. Lanjut kalau untuk tes grafisnya kita coba AMD Radon-nya ya. Di test 3d Max test dia lolos dengan 99,7%. Terus kalau untuk time spy fast track skornya kalian bisa lihat di sini. Lanjut, sekarang kita coba dia untuk editing seberapa powerful RAM 16 GB dengan Ryzen 5 7430 ini. Kalau misalkan kalian pakai di Premiere Pro Export 4K dengan template yang memang biasanya kita pakai itu exportnya di 7 menit 54 detik, full HD di 5 menit 11 detik. Blender kalau misalkan kalian pengin belajar rendering 3D tipis-tipis bisa kok di sini dengan blender BMW dia CPU rendernya selesai dalam waktu 5 menit 33 detik. GPU rendernya mirip-mirip di 5 menit 38 detik. Tapi yang menarik suhunya sih. Sunya gak seanget ketika di Cine Bandch tadi dengan Xort Premium Pro 4K. Awalnya dia ngangkat di 90 derajat celcius terus turun di 70 derajat celcius. Dan untuk CPU package power-nya awalnya naik di 26 watt tapi dijaga lagi di 20 watt. Kalau untuk blender, CPU rendernya ini memang full banget. Dia speknya di 85 derajat celcius tapi diimbangi dengan package power yang kadang ngangkat di 25 watt. Tapi pertanyaannya apakah laptop ini bisa untuk dipakai gaming? Bisa sih ya karena enaknya AMD itu dia bisa minjam RAM untuk jadi VAM dan kalau misalkan 16 GB kalian ambil 2 GB jadi kan masih sisa 14 GB masih enak gitu dan ini kita konfigurasi pas tes game ini kita ambil V RAM-nya 2 GB dari memori RAM-nya dan hasilnya di Valoran dengan grafik low average FPS dia bisa dapat di 170 drop-dopnya cuma di 130 fps. Dota 2 average FPS di 82 terus dropnya 66 aman. PES 2020 aman juga dengan average CPS di 56, drop-dopnya di 46 fps. Cuman kalau misalkan kalian mau main game triple A di sini jangan ya. Karena di Cyberpunk kita coba average FPS cuma dapat di 20 terus drop-dopnya di 10 FPS. Pas main Cyberpunk itu kita juga coba lihat untuk suhu permukaannya ya karena dia full load banget kan dan suhunya tertinggi itu di 47 derajat Celcius. Tapi keyboard-keyboard sama tombol WD itu masih tergolong aman lah ya di 43 derajat Celcius. Hanget lah ya karena udah di atas 42 derajat celcius. [musik] Terakhir kita bahas baterainya. Baterainya secara kapasitas sayangnya kecil banget ya, cuman 38 wat hour. Tapi karena prosesornya ini prosesor yang efisien seri Ultra low power, jadi untuk datatan baterainya sih masih oke. Pas kita tes di PC Mac 10 modern Office itu 10 jam 52 menit. Masih amanlah. Karena orang kerja itu kan 8 jam, kita dapat 11 jam masih sisa sekitar 3 jam. Fitur lain jelas dia ada Lenovo Vintage. Lenovo Vintage itu adalah software yang menurut saya paling matang dari semua brand laptop. Jadi dia ada rapid charge yang bisa ngecas lebih kencang, terus dia juga punya noise cancellation dan ada untuk setting-setting kamera juga untuk privacy. Cuman kalau misalkan kalian malas buka Lenovo Vintage untuk setting privacy kameranya bisa langsung diide aja privacy yang ada di webcam-nya. Kalau untuk webcam-nya sih resolusinya standar di 720p 30 fps. Kalau misalkan kalian gunain untuk meeting online atau streaming, saran saya ya harus pakai webcam eksternal. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Lenovo V14 G4 ABP. Kesimpulannya ya memang dia bukan laptop yang menurut saya spesial-spesial banget ya karena ya layarnya ini loh layarnya ini yang paling bikin saya kayak agak malas ng-review-nya ya karena dia TN. Cuman kalau kalian cari laptop dengan RAM 16 GB kalian pakai AI, kalian buat produktivitas, multitasking, itu kan butuh RAM ya. Windows 11 juga butuh RAM. Ini termasuk laptop yang masih paling terjangkau saat ini untuk RAM 16 GB dengan prosesor Ryzen 57430U. Storage-nya juga bukan 256 ya, udah di 512 GB. Karena kalian cek aja deh kompetitornya kalau misalkan dengan spek yang sama, harganya itu bisa R7 juta ke atas. Cuman ya itu tadi kalau misalkan kalian gak ada masalah dengan larnya yang TN ya kalian butuh RAM doang kalian bisa lirik laptop ini. Tapi kalau kalian matanya mungkin udah jeli kayak misalkan enggak bisa lihat TN karena udah lihat OLED. Wuh apalagi lihat OLED ya? Lihat APS aja deh. Jangan olet dulu deh kalian lihat APS lihat ke TN itu bakalan ada color shifting. Jadi kalau misalkan kita lihat dari kanan dia ada perubahan warna gitu. Harusnya sih layar TN di 2026 itu vendor harusnya udah enggak usah bikin lah ya. Dipunahin aja l layar TN itu ya. Karena yah gitulah. Sandikudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube