Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekenceng Apa? Review ASUS ROG Strix G16 (G615) (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming monster dari Asus yang performanya super kencang karena yang satu ini udah pakai diskrit GPU Nvidia GeForce RTX 5080 laptop GPU yang game changing dipakai buat gaming atau content creation jelas kencang banget. TGP-nya up to 175 watt. Mau dipakai buat AI juga aman. Kapas RAM-nya super lega ya. 16 GB GDDR7. Prosesor juga enggak kalah kencang ya karena pakai Intel Core Ultra 9 275HX. RAM-nya udah langsung pakai 32 GB DDR5 5600 dual channel. Storage udah langsung 2 TB SSD super lega dan masih punya satu slot SSD kosong lagi ya. Mau upgrade RAM atau storya juga gampang karena pakai tooless design. Layarnya 2,5K 240 Hz dan udah pakai 100% DCI P3. Cocok buat dipakai apa aja ya. Ini adalah ROG Strix G16. Oke, buat yang s ngikutin video review Jagat pasti udah enggak asing lagi sama laptop yang satu ini. Karena memang kalau dilihat sekilas laptop ini mirip seperti ROG Strix G16 yang dulu pernah kita review. Tapi sebenarnya yang ini beda karena ini sudah pakai disk GPU yang game changing yang jauh lebih kencang, yaitu Nvidia Gefosce RTX 5080 laptop GPU. Penasaran bakal kencang apa laptopnya? Mari kita bahas mulai dari spesifikasi dasarnya. Seperti tadi, dia pakai Nvidia GeForce RTX 5080 laptop GPU. Kapasitas RAM-nya udah lega banget. 16 GB GDDR7. Dia udah pakai arsitektur Nvidia Blackwell yang terbaru. Dia punya total 7.680 kuda CE maksimum GP-nya up to 175 wat. Jadi, udah jelas kencang tentunya. GPU ini juga sudah dilengkapi dengan Ford gen Rayracing course dan fifth gen tensor course. Dengan adanya RT course, frame rate saat main game itu bisa tetap tinggi walaupun kita mengaktifkan fitur rate racing. Ini karena seluruh proses rayracing dikalkulasi terpisah menggunakan artic yang memang spesifik didesain untuk hal tersebut. Fitur retracing sendiri bisa mensimulasikan pencahayaan yang sangat realistis seperti layaknya cahaya di dunia nyata ya. Di beberapa game modern tidak hanya mendukung fitur retracing, tapi patracing dan ray reconstruction. membuat pencahan di dalam game menjadi lebih realistis lagi. Nah, untuk menjaga agar frame rate tetap tinggi, Nvidia memanfaatkan AI upscaling dan multiame generation yang ada di dalam DLSS4 dan DLSS 4.5. Fitur ini berjalan mengandakan tensor core yang dibuat khusus untuk menjalankan proses AI seperti upscaling dan multiframe generation. Hasilnya walaupun game diet mentok kanan dan fitur retrac yang diaktifkan, game tetap bisa berjalan dengan frame rate yang tinggi dan konsumsi dayanya tetap efisien. Contohnya di game yang satu ini ya. Resident Evil requirement. Kita bisa lihat perbedaan FPS saat kita gunakan fitur DLSS dan multifame generation. Kalau fitur DLSS dan MFG-nya kita matikan, game-nya hanya berjalan di puluhan FPS. Tapi saat dinyalakan fiturnya, kita bahkan bisa dapat sampai ratusan FPS lebih. Keren banget, kan? Nah, berikutnya di game Doom The Dark Ages kita bisa lihat perbedaan yang signifikan juga. Kalau fitur DLSS dan MFG kita matikan game-nya berjalan di kisaran puluhan FPS. Tapi kalau kita aktifkan DLSS dan MFG, frame rate-nya bisa nyampai ratusan FPS lagi nih. Bukan hanya berfungsi di game ya, kemampuan AI dari GPU ini juga dapat dimanfaatkan di berbagai software AI dan software content creation yang sudah memiliki fitur AI. Contohnya seperti di aplikasi Confi UI yang satu ini, kita bisa dengan mudah menciptakan gambar yang kita inginkan. Cukup dengan masukkan teks atau prom dan gambar yang kita inginkan bisa langsung jadi dalam waktu yang sangat singkat. Dan ini dikerjakan secara offline loh. Kalau di software content creation kita bisa lihat di blender juga nih ya. Di aplikasi ini ada fitur Aid noiser agar tampilan di viewport dan hasil rendernya itu bebas dari noise. Bisa dilihat nih bedanya saat di noisernya aktif dan tidak aktif. GP terbaru dari Nvidia juga memiliki fitur Nvidia reflex ya yang bisa menurunkan tingkat input latency saat mainkan game. Jadi saat tombol keyboard ditekan atau mouse digerakkan, game akan lebih cepat merespon input tersebut. Fitur ini bisa membantu gamer saat mainkan game FPS yang kompetitif atau game action yang membutuhkan penekanan tombol dengan cepat. Mau dipakai streaming? Tenang karena GPU Nvida dan GeForce RTS 50 series sudah mendukung encoding AV1 jadi kues gambar bisa lebih bagus dibandingkan yang pakai H264 dengan bit rate yang sama. Tentunya kemampun ATS 50 series juga ditunjang aplikasi Nvidia App yang merupakan penerus GeForce Experience. Dengan Nvidia App, kita bisa dengan mudah mengupdate driver ke versi terbaru atau berpindah dari game ready driver ke studio driver. Selain itu, kita juga bisa mengaplikasikan setting game yang direkomendasikan Nvidia sesuai dengan tipe GPU. Jadi, frame rate-nya enggak patah-patah. Bahkan kita bisa memaksa game tertentu agar bisa menggunakan fitur DLSS4. Di aplikasi ini kita juga bisa mengatakan fitur RTX Video Enhancement yang bisa meng-upscale video resolusi rendah ke resolusi yang lebih tinggi. Enggak ketinggalan kita bisa mengaktifkan fitur Nvidia overlay untuk merekam sesi main game kita, baik dalam bentuk video maupun gambar screenshot. Selain itu, Nvidia Overlay juga kita bisa gunakan untuk menampilkan informasi tingkat frame rate, latency, dan juga utilisasi CPU serta GPU saat kita lagi main game. Bahkan ada juga fitur automatic tuning yang secara otomatis mencari setting clock terbaik untuk GPU yang kita gunakan. Nah, di laptop ini kita juga bisa mengatur apakah GPU tersebut aktif terus-menerus bergantian dengan IGP atau hanya IGP-nya yang aktif. Oke, untuk prosesornya dia pakai Intel Core Ultra 9 275HX yang punya base power 55 watt, total core 24 cores dengan 24 threads. Tentunya prosesor yang satu ini juga punya NPU dan integrated graphics ya. Untuk kapasitas RAM itu di 32 GB DDR 5, dual channel 128 bit. Konfigurasi RAM-nya udah langsung siap pakai banget. Kalau emang butuh upgrade, kita bisa upgrade hingga 64 GB dengan mengganti RAM yang terpasang. Untuk storage 2 TB SSD NVM PC Jen4 ini udah super lega ya. Kalau masih kurang tenang karena laptop ini masih punya satu slot SSD F2.2 tambahan ya. Jadi kalau perlu upgrade tinggal nambah aja enggak perlu ganti SSD yang udah terpasang. Nah untuk RedB wireless dia menggunakan Intel WiFi 7 BE2 tentunya udah support Wii 7 atau Wii 7 dan Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterainya juga besar 90 watt hour dengan OS Windows 11 Home. Nah, untuk body form factornya adalah clampell atau laptop klasik, materialnya polikarbonat ya. Nah, untuk desain laptop ini menggunakan desain yang sama seperti ROG Strix G16 yang sudah pernah kita review. Desain cover atasnya tergolong sangat simpel ya dengan garis diagonal kecil dan logo ROG yang besar. Bagian bawah body laptopnya itu dilengkapi dengan light bar RGB sepanjang casis dan memberikan kesan floating jadinya ya atau melayang nih ya saat light bar-nya dinyalakan. Pengaturan warna dari light bar RGB ini dapat disinkronisasikan dengan perangkat RGB lain dan dapat diatur melalui software Armory Crate. Sama seperti yang sebelumnya, cover bawah laptop ini menggunakan tooless design. Jadi, kita tidak memerlukan alat apapun untuk buka covernya. Cukup buka kunci dan slide bagian bawahnya. Saat kita mengupgrade SSD juga enggak perlu pakai obeng karena sudah menggunakan sistem Qedge seperti yang ada di motherboard ROG mereka. Jadi, saat kita mau upgrade RAM, upgrade SSD atau membersihkan kipas, semua bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Oh ya, saat cover bawahnya dibuka, laptop ini akan secara otomatis memutus semua aliran listrik dari baterai ke motherboard. Jadi, biar lebih aman kalau kita mau upgrade RAM atau SSD. Untuk warnanya ini foldult green ya. Ini sebenarnya warna yang masih sama seperti yang Eclipse gry kemarin. Bedanya ada hiasan berwarna hijau terang di sudut belakang laptop. Untuk dimensi panjang 35,4 cm, lebar 26,8 cm. Dan untuk ketebalannya di sisi paling tipis adalah 2,28 cm. Di sisi paling tebalnya 3,08 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 2,57 kg dan chargernya 82 gr. Untuk chargernya yang satu ini punya total daya di 380 wat. Jadi emang dibuat lebih bisa full power yang satu ini ya. Untuk total bobot kalau di bawah-bawa sekitar 3,4 kg. Nah, untuk display dia menggunakan ROG Nebula Display. Ini APS level panel ya, ukurannya 16 inci dengan resolusi 2,5K atau tepatnya 2.560 * 1600 pikel. Aspekasnya udah modern di 16 bing 10. Refresh rate-nya 240 Hz dengan response time di 3 m dan sudah mendukung Nvidia Ging. Jadi layarnya udah cocok banget ya buat gaming. Menurut Asus peak brightness-nya ada di 500 Nit dengan color gamut di 100% di CP3. Berdasarkan pengujian kami, kita lihat bahwa tingkat kecaran maksimumnya itu memang ada di 506 nits dengan gamut coverage di 98,7% DCI IP3 dan gamut volume ada di 105,3% DCI IP3. Kalau dirasakan color gamutnya terlalu lebar, kita bisa ubah color profile-nya melalui software Armory Crate. Kita coba set di mode sRGB dan hasilnya gamut coverage-nya berubah jadi 99,6% SRGB dan gambut volume di 104,1% sRGB. Layarnya juga udah panton validated jadi memang udah cocok banget buat content creation ya. Mau ditonton berlama-lama juga tetap nyaman ya karena udah disertifikasi low blue light dari Tuv Rinland. Layernya menggunakan AGLR atau antiglare and low reflection technology yang diklaim dapat mengurangi pantulan bayangan hingga 55% dan memberikan kontras warna hingga 4,5 kali lebih baik dibandingkan layar antigar biasa. Bingkaian layar sisi kanan dan kiri juga tergolong tipis ya di sini. Untuk bing atas memang agak sedikit tebal karena ada kameranya di situ. Nah, untuk kameranya udah punya resolusi 1080 30 fps dan udah mendukung fitur Windows Studio FX. Kalau butuh fitur taman lagi, kita bisa instal aplikasi Nvidia Broadcast. Aplikasi ini punya fitur yang lebih lengkap lagi ya, beberapa fiturnya seperti background blur, background remove, background replace, auto frame, eye contact, vet, dan video noise removal. Menariknya lagi, sekarang ada fitur virtual key lights yang akan membuat tampilan kita di kamera terlihat lebih terang seolah-olah disorot lampu tambahan. Bisa lihat ya, beda tampilan antara dimatikan dan dinyalakan. Perlu diperhatikan, fitur virtual key akan membuat GPU bekerja dengan load yang sangat tinggi. Jadi lebih sarankan digunakan untuk aktivitas yang non gaming. Untuk mikrofon ini terletak di sisi kanan kiri webcam dan sudah dilengkapi dengan fitur noise canceling yang dapat diakses melalui aplikasi My Asus. Untuk yang butuh efek mikrofon tambahan, Nvidia Broadcast punya fitur untuk mikrofon lainnya seperti noise removal, room echo removal, dan yang terbaru Studio Voice. Saat Studio Voice diaktifkan, kualitas perekaman mikrofon laptop tuh diklaim mendekati kualitas perekaman di studio kelas atas. Studio VI juga akan membuat GP bekerja dengan load yang sangat tinggi ya. Jadi disarankan untuk digunakan untuk aktivitas non gaming. Oke, ini adalah hasil perekaman audio saat fitur Nvidia Studio Voice tidak diaktifkan. Dan yang ini adalah hasil perekaman audio saat fitur Nvidia Studio Voice diaktifkan. Gimana? Kedengaran enggak bedanya? Lalu kues kameranya terlihat cukup terang dengan detail gambar yang cukup rapi untuk sebuah webcam laptop. Kemampuan noise cancelling bawaan laptopnya juga udah sangat mencukupi dan mampu menghilangkan noise kipas dari laptopnya. Untuk hasil pengujian kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari Asus ROG Strix G16 yang satu ini. Untuk pencahayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. Dan untuk resolusi maksimal kameranya ini sampai 1080p 30 fps. Untuk hasil gambarnya ini terlihat sudah cukup terang. Detailnya tinggi dan juga minim dari noise. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dan noise cancelling dari laptop Asus Arogistrix G16 yang satu ini. Untuk skenarionya di sini kita mengatur kecepatan kipas laptop ke 100% ya untuk mensimulasikan suara berisik dari cat laptop. Dan seperti yang kalian dengar, suara saya bisa terdengar dengan jelas di sini. Sementara suara kipas laptop bisa diredam dengan baik di laptop ini. Nah, untuk audionya dia menggunakan konfigurasi dua buah speaker dengan smart amplifier technology. Terdapat software Dolby Access untuk mengatur profil audio dan equalizer. Untuk speakernya memang terasa agak kurang lantang di tengahnya kami ya, apalagi untuk sebuah laptop dengan kelas harga segini. Meskipun demikian, kualitas suaranya masih tergolong bagus. detailnya terdengar dengan rapi, vokalnya cukup jelas, dan bassnya juga sudah terasa walaupun bukan tipe yang menggelegar banget. Nah, untuk konektor di kiri ada DCIN, ada satu Ethernet port, ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 Gen 2 Type A yang 10 Gbps dan ada 2 Thunderbolt serta ada satu audio jack combo 3,5 mm. Di sisi kanan kita lihat ada 2 USB 3.2 GEN2 type E yang 10 GBPS. Nah, untuk keyboard ini tombol keyboardnya menggunakan ROG Overstroke Technology yang diklaim dapat membuat tombolnya jadi lebih responsif. Walaupun ukurannya 16 inci ya, keyboard-nya ini masih belum dilengkapi dengan tombol 6 padet. Sedangkan untuk tombolnya ini terasa sangat solid dan cukup soft saat digunakan untuk mengetik. Di bagian atas terdapat lima tombol makro untuk akses cepat ke volume, mute microphone, mode performa, dan software Armory Crate. Kelima fungsi tombol ini dapat diubah sesuai dengan kebutuhan penggunanya melalui software Armory Crate juga. Tombol anak panahnya ini punya ukuran yang besar ya dan menyatu dengan tombol navigasi seperti home, page up, page down dan end. Untuk tombol QW E dan R dan ASDF itu punya key caps yang semi transparan di sini. Tentunya keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit per key RGB dengan tiga tingkat kecerahan. Untuk pengaturan tingkat kecerahan dan mode cahaya lanjutan dapat diakses melalui software Armory Crate. Nah, untuk touchpad-nya ini ukurannya tergolong besar ya 15 * 9,9 cm dan terletak sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. Touchpad-nya ini tidak memiliki tombol khusus untuk klik kiri dan kanan, tapi dia sudah menggunakan Windows precision touchpad. Untuk sistem keamanan, laptop ini sudah dilengkapi dengan sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera yang sudah mendukung Windows Hello. Nah, untuk sistem pendingin, laptop ini menggunakan ROG intelligent cooling yang menggabungkan berbagai teknologi. Pertama ada end to end vaper chamber dengan heats sandwich design. Jadi, vaper chambernya ini punya permukaan yang luas dan dihimpit oleh dua lapis heat pipe yang mengarah ke belakang. Desain seperti ini menghasilkan agar pembungan panas bisa sangat optimal. Kedua, laptop ini merupakan teknologi try fan atau tiga buah kipas untuk menjamin sirkulasi udara maksimal ke area vaper chamber dan komponen internal dari laptopnya. Dan ketiga, laptop ini menggunakan liquid metal conductout extreme sebagai solusi thermal compound untuk CPU dan GPU-nya. Ini luar biasa ya. Nah, untuk aspek performanya sekarang seperti biasa terdapat menu pengaturan profil performa pada software Armory Crate yang opsinya adalah Windows Silent Performance Turbo dan Manual. Mode performa juga dapat kita ubah dengan cepat dengan menggunakan tombol M4 atau makro 4. Oke, langsung kita mulai pengujiannya. Tapi kali ini kita mulai dari gaming terlebih dahulu. Nah, saat kita mainkan game yang terakhir ini Cyberpunk 2077 selama setengah jam su kerja dari CPU-nya itu ada di kisaran 79 sampai 83 derajat celcius dan su kerja GPU ada di kisaran 76 sampai 80 derajat celcius. Sedangkan tusuk permukaannya titik tertinggi ada di 47,8 derajat Celcius. Tapi ini di area atas ya, di atas tombol M5. Ini wajar mengingat ini adalah area pembuangan udara panas dari dalam laptopnya. Dan sebenarnya ini enggak ada masalah karena memang area ini tidak pernah disentuh saat kita bekerja atau kita main game. Untuk area yang STU seperti permukaan keyboard itu suhu tertinggi ada di dekat huruf N yang mencapai hanya 40 derajat Celcius. Lalu untuk area yang sering digunakan untuk main game seperti tombol WASD, suhunya hanya ada di kisaran 30 sampai 35 derajat celcius. Untuk pamres sih suhunya adem banget di bawah 30 derajat celcius. Lanjut untuk terima grafik skornya. Untuk time spy skornya mampu mencapai 21.145 poin. Sebagai perbandingan, RTX 4080 laptop GP yang pernah kita tes itu skornya cuman 18.851 poin. Jadi terlihat ada peningkatan mencapai 12%. Ini cukup tinggi ya. Lalu untuk suhu kerja di time spice stress test itu suhu GPU sempat naik ke 82 derajat celcius di awal pengujian tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 78 sampai 80 derajat celcius. Nah, sekarang kita lihat konsistensi performanya dengan Cineb R23 jam kita loop. Untuk skor maksimumnya di mode performance itu mencapai 35.559 poin. Sementara di mode turbo mencapai 39.005 poin. Ini skor yang udah kencang banget ya untuk sebuah laptop gaming ya. Kalau kita lihat skornya bisa dipertahankan di mode performance masih skornya ada di kisaran 34.000. ribuan poin. Sementara di mode turbo skornya ada di kisaran 37.000an poin. Sekarang kita suhu kerjanya. Di awal pengujian SU itu sempat naik ke kisaran 98 sampai 99 der Celcius. Tapi masuki ran kedua dan seterusnya SU CPU turun ke kisaran 90 sampai 95 derajus. Ini masud golong aman ya. Mengingat batas suhu pengoperasian maksimal prosesor ini adalah 105 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat untuk blender 5.0 splash screen kita pakai ya. Untuk CPU render itu sesai dalam waktu 13 menit 25 detik. Untuk GPU render dengan kuda saya dalam waktu hanya 2 menit 38 detik saja. Dan kalau kita pakai optics yang spesifik digunakan untuk diskrit GPU seri RTX, hasilnya bisa lebih kencang lagi. Bahkan turun sampai 1 menit 24 detik saja. Nah, suhu kerjanya pada saat menjalankan dengan GPU renderer, solu CPU itu ada kisaran 70 sampai 80 derajat celcius. Sementara GPU ada di 70 sampai 75 derajat celcius saja. Masih aman. Sekarang kita lihat Adobe Premier Prosisi 2026. Kita pakai video kita yang baru ya, yang durasinya 5 menit. Untuk 4K60 video exporting butuh waktu hanya 1 menit 53 detik. Ingat ini videonya 5 menit ya. Jadi ini cepat banget sebetulnya. Untuk full HD video exporting hanya butuh waktu 37 detik saja. Nah untuk su kerja pada melakukan 4K video exporting suhu CPU ada di kisaran 70 sampai 80 derajat celcius dan sempat sekali spike ke 85 hingga 90 derajat celcius. Sedangkan untuk SU GPU ada di kisaran 70 sampai 72 derajat celcius saja. Lanjut ke Davinci Resolve 20 ya. Ini software video editing kelas profesional. Ini versi gratis yang kita pakai. Videonya kita pakai sama durasinya 5 menit ya. Untuk 4K60 video export itu butuh waktu 5 menit 11 detik. Ini sudah lumayan kencang. Lalu untuk full HD video exporting butuh waktu 1 menit 29 detik saja. Untuk suhu kerja pesat melakukan 4K video exporting suhu CPU dari kisaran 78 sampai 88 derajat celcius. Sementara GPU hanya 60 sampai 70 derajat celcius. Sekarang kita coba dengan UL Prosion ya. AI image generation benchmark. Kita menggunakan stable division XL untuk menggambarkan kemampuan diskri GPU-nya saat digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan AI image generation. Skor kita dapatkan adalah 2.368 poin dengan kecepatan generate di 15,831 detik per gambar. Sebagai perbandingan kita pernah tes Nvidia GeForce RTX 5070 Ti laptop GPU. Skornya ada di 1884 poin dengan kecepatan generate di 19,8 detik per gambar. Nah, sekarang kita lihat storage test-nya ya. Dengan Kadisma kita dapatkan bahwa kecepatan batch-nya ada di 6.346 MB/ dan tulis di 5859 MB/. Ini SSD sudah cukup kencang ya untuk sebuah laptop gaming seperti ini. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Untuk pengujian baterai kita ubah gratis ke 150 Hits dan volume di 25% mode performa kita ubah ke silent. Hasil ya saat kita coba untuk lokal video playback ya resolusi 1080p. Baterai itu habis setelah 7 jam 15 menit. Ini hasil yang masih sangat bisa diterima untuk laptop gaming yang monster gini. performance-nya ya. Apalagi resolusi layarnya emang di 2,5K dan refresh rate-nya tetap di 240 Hz. Oke, sekarang kita coba charging test ya. 30 menit pertama baterai terisi di 56%. Untuk mencapai 100% ternyata dia hanya butuh waktu 1 jam 40 menit. Ini kencang banget untuk sebuah laptop gaming. Oke, untuk harganya ya harga resminya adalah Rp59.999.000 Dan ini sudah termasuk mendapatkan ROG backpack, ROG Impact Gaming Mouse, USB type C adapter 100 wat ya dapat ekstra adapter yang 100 watt juga. Lalu ada gratis berlanganan PC Game Pass selama 3 bulan. Masih dapat lagi Microsoft Office Home and Student 2024. Ya, iya itu yang enggak perlu bayar-bayar lagi itu ya. Lalu ada garansi resmi Asus Arog Indonesia selama 2 tahun yang bisa diklaim di seluruh dunia. Plus ada 2 tahun Asus VIP Perfect Warranty. Jadi untuk AR Strick bukan 1 tahun lagi nih ya sekarang ya. Keren ya. Asus VIP Perfect Warranty ini mencakup seluruh kerusakan termasuk kelalaian pengguna. Ini ditanggung 100% oleh Asus dan bisa diklaim satu kali setiap tahunnya. Jadi untuk yang satu ini total bisa diklaim dua kali dengan catatan bahwa klaim yang satu ini harus dilakukan di dalam GRE ya atau di Indonesia untuk yang VIP perfect waranty. Dan garansi ini juga sudah mencakup Asus Premium Service. Sebuah layanan premium baru dari Asus yang mencakup dukungan pengiriman dua arah untuk pengguna di area yang jauh dari service center. Ada juga laptop spa atau perawatan dan pembersihan profesional untuk laptop di Asus Service Center dan ada fast lane priority handling atau prioritas antrian untuk diagnosis. dan perbaikan yang lebih cepat di service center. Jadi, buat yang tertarik dengan Asus ROG Strix G16 yang satu ini bisa langsung cek aja di ROG Exclusive Store atau Asus Exclusif Store terdekat di kotak kalian. Sekarang kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jelas laptop yang satu ini bukan laptop yang ringan. Ini tergolong berat ya. Apalagi kalau ditambah dengan chargernya. Tapi ini wajar mengingat laptop ini performanya monster banget. Lalu speakernya sebenarnya terlalu bagus ya. detailnya juga oke, tapi untuk les harga segini suaranya jadi terdengar kayak biasa aja, masih agak kurang lantang menurut kami. Lalu kemudian walaupun dia punya ukuran yang 16 inci, tapi yang satu ini belum dilengkapi dengan tombol 6 pad. Kemudian opsi kipas 100%-nya itu hanya ada di mode custom atau manual, jadi enggak bisa diakses dengan mudah-mudah amat. Kemudian dari segi menariknya nih sekarang ya performanya. Nah, ini enggak bertanya lagi ya, udah jelas super kencang. Beneran laptop gaming monster ya. Dis GPU pakai Nvidia Geos RTS 5080 laptop GPU. Buat gaming super lancar banget. Mau gaming esport sampai gaming triple E dengan setting grafik mentok kanan aman semuanya. Frame rate juga bisa ratusan ya. Berkat DLSS dan multi frame generation udah anti lag lah yang satu ini ya. Dipakai buat content creation juga lancar banget dari editing video sampai cat dan 3D modeling lancar semuanya. Viram super lega 16 GB. Jadi mau jalan aplikasi AI juga aman asalkan aplikasinya emang udah kompatibel dengan diskrit GPU-nya. Presor juga kencang ya, punya 24 core di sini. Cocok dipakai multitasking dan aplikasi berat. Mau ngejalan aplikasi yang butuh NPU juga aman di sini. SU kerja juga sangat terkendali. Ini cukup mengejutkan ya. Apalagi mengingat bahwa laptop yang satu ini punya performa yang monster. RAM dan storage semua juga udah siap pakai aja. Butuh kapasitas lebih gede, tenang, upgrade-nya juga gampang. Udah pakai tooless desain, jadi enggak perlu nyari obeng buat upgrade RAM atau SSD. Bahkan untuk bersihin kipas sekalipun layarnya ini juga mewah. Cocok buat berbagai macam kegiatan. Desain juga fleksibel, bisa jadi laptop high performance, low profile, dan bisa juga jadi laptop gaming yang ngejreng banget ya. Konektornya lengkap dan melimpah. Kamera udah 1080p dan punya sistem kamera biometrik sudah support Wii 7, Bluetooth 5.4, feature proof lah yang satu ini ya. Garansi global juga bisa diklaim di seluruh dunia selama ada service center resmi Asus dan dilengkapi dengan Asus VIP perfect warranty dan Asus Premium Service. Nah, pertanyaannya RJX G16 ini cocoknya buat siapa? Tentunya buat gamers yang butuh laptop high performance yang nyaman dan lancar buat main game keluaran terbaru. Settingan mentok kanan lengkap dengan trade tracing, DLSS, dan multi frame generation ini cocok banget pastinya. Butuh laptop high performance buat content creation, mungkin dipakai buat ngedit video atau bahkan cat atau tradesign ini cocok banget juga ya. Atau mungkin butuh laptop yang bisa handle gaming sekaligus streaming dalam waktu yang bersamaan. Ini kuat banget. Untuk programmer atau pekerja yang butuh lokal AI, nah CPU dan GP-nya udah kencang. Pastikan aja bahwa memang software-nya sudah sesuai dengan spesifikasi laptopnya. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop high performance yang langsung siap pakai tanpa kompromi dan lancar digunakan untuk berbagai aktivitas. Rasanya Asus ROG Strix G16 dengan RTX 5080 yang satu ini layak sekali untuk dipertimbangkan.
