Jungkat

Laptop ROG Versi Murah !! Asus TUF FA608UP (YouTube Video)

  • 24/09/2025

Buat kalian yang cari laptop gaming dengan performanya yang bisa ditanding, layarnya bening, bodinya kokoh, dan anti banting, pokoknya laptop yang siap bikin mantan kalian pangling. Karena secara spek, wah dia bisa bikin merinding. Ya udah enggak usah kebanyakan stalking. Selamat menonton yang udah terlanjur asing. [Musik] Hai Andika, Guys. Di sini kalau kita ngomongin laptop gaming biasanya ya kalau enggak tebal ya cepat panas. Bisa jadi kompor alias panasnya kebangetan. Tapi beda dengan laptop yang satu ini. Kenalin ini adalah Asus Staff Gaming A16. Spoiler aja ya pas kita coba untuk main game Valoran sekitar 1 jam suhunya bisa stabil di 60 sampai 70 derajat celcius. ini termasuk adem dibanding sama laptop yang pernah kita coba sebelumnya yang sama-sama pakai RTX 5070 dan yang bikin pangling atau apa bahasa Indonesia ya yang bikin salf sekarang itu ada kayak semacam pantatnya jadi Asus punya desain baru di mana lubang exhaus-nya nonjol ke belakang sampai melewati layarnya jadi seolah punya pantat tapi masih ramping dan seksi sih nah si Asus Toof yang pengin kita review ini punya SKU namanya itu FA608 UP namanya lumayan panjang yang Dia ngebawa kombinasi AMD Ryzen 7 260 sama RTX 5070. Jadi mau dipakai multitasking aplikasi berat, ngedit kreatif sampai ngegas game triple A semuanya bisa. Nanti kita bahas di bagian performa. Spesifikasi lengkap prosesornya dia AMD Ryzen 7260 dengan 8 core 16 red plus boost clock-nya bisa sampai 5,1 GHz. Dan ini bukan sekedar angka aja ya, tapi prosesor ini memang didesain untuk multitasking berat. Mau buka aplikasi barengan, editing video, sambil gaming di belakang layar, semuanya tetap lancar. RAM bawaannya juga dikasih 16 GB dengan DDR5 5600 dual channel. Kalau masih kurang juga masih bisa di-upgrade sampai 64 GB karena dia DDR, bukan LP DDR jadi enggak di-solder. Terus untuk GPU-nya si Ryzen 760 ini dikombinasi sama RTX 5070 dari Nvidia yang hasilnya pengalaman gaming makin stabil, render berat jadi ganas. Pakai fitur AI di Windows pun juga dilipas. Jadi bukan cuma gamers aja yang bakalan senang sama laptop ini, tapi content creator yang suka render. Rendering 3D pun juga masih lancar. Enggak percaya? Ya udah langsung aja kita coba untuk benchmark sintetisnya dulu, ya. Seperti biasa, di Ceb R23 dan ini kita tes di mode turbo lewat armory crate-nya. R23 dia dapat performa single core itu di 1729 dan untuk multicore-nya bisa stabil di kisaran 17.000 1000 poin. Dan kalau kita lihat suhunya seperti biasa Ceb Band dia spike spack di 90 derajat celcius dan kalau kita lihat CPU package power-nya bisa nyentuh sampai 80 watt. Yang menarik biasanya ya laptop gaming itu kalau misalkan tanpa adapter pasti performanya turun lumayan signifikan. Tapi beda dengan TUF Gaming A16 dengan prosesor Ryzen 7-nya ini karena performanya itu cuman turun sekitar 4,8% kalau enggak dicas. Dengan R23 single core-nya tetap di kisaran 1700. Nah, multiore-nya itu masih di rata-rata 16.208 poin. Dan kalau kita lihat memang untuk CPU package power-nya tanpa dicas ini tetap nyentuh di angka 80 watt, tapi kalau untuk temperaturnya turun tuh. Jadi spike-speknya di 70 derajat celcius. Dan yang menarik lagi ya ketika kita tes pakai Time Spy 3D Mark test-test yang berarti dia diloop sebanyak 20 kali. Jarang loh ya laptop gaming itu yang lolos skornya. Dan Asus ST ini lolos dengan skor 99,8%. Gila, kurang 0,2 udah sempurna tuh. Dan untuk skor time spy Firestrike atau solar B yang ada rate racing-nya, kalian bisa lihat skornya di sini. Dan ketika stres-stes tadi kita coba lihat juga untuk charge CPU dan juga GPU-nya. Jadi untuk GPU power-nya itu dia bisa nyentuh di 110 watt dengan temperatur di 85 derajat Celcius. Kalau untuk CPU package karena dia time space trest itu pakai GPU jadi enggak gede-gede banget sih ya dengan 30 watt suhunya di 80-an derajat celcius. Lanjut, sekarang kita coba untuk editing. Tadi kan saya mention ini bukan cuman untuk gamer saja, tapi buat content creation bisa juga. Karena ketika kita coba untuk render Adobe Premiere Pro dengan template yang memang bias kita pakai untuk 4K, dia mampu merrender dengan durasi waktu cuma 1 menit 4 detik. Kalau kalian mau lebih kencang lagi, bisa export full HD. Selesai dalam waktu cuma 35 detik aja. Nah, untuk blender dengan template BMW, CPU rendernya itu selesai dalam waktu 2 menit 34 detik. Kalau mau lebih kencang lagi bisa pakai GPU rendernya dengan 5070-nya tadi selesai cuma dalam waktu 18 detik. Kalau untuk suhu sih pas kita export 4K di Adobe Premi Pro tadi, kalian lihat aja chartnya sendiri ini enggak ada masalah, aman-aman aja. Tapi yang mungkin agak lumayan itu di CPU rendernya ya, karena CPU-nya stabilnya di 85 derajat celcius dengan package power di 70 watt. Asusi ngeklaim kalau GPU-nya ini bisa tembus di 110 watt ya. Dan memang terbukti ketika time spice test tadi kita lihat power GPU-nya itu di 115 wat. Tapi sebenarnya kalau dibuat untuk gaming ya jarang sih bakalan nyentuh di 115 wat tergantung game-nya, tergantung settingannya. Jadi sekarang langsung kita coba aja dengan skenario beberapa game. Contohnya kayak game yang enggak butuh GPU banget yaitu Valoran. Kalau grafiknya itu low. Buat kalian yang pengen cari FPS lebih, bisa di low karena maksimum FPS-nya bisa tembus di 312. Gila. Tapi kalau grafiknya kita naikin jadi high, maksimum FPS-nya tembus di 256 dan E FPS-nya di 164. Dota 2 kalau kita pakai settingan rata kiri, average FPS-nya di 114, maksimumnya bisa tembus 197 FPS. Nah, kalau kita settingannya best looking, average FPS di 87, maksimumnya masih bisa tembus di 114. Dropnya itu enggak pernah di bawah 100 FPS. Wering wave kita coba langsung aja di grafiknya yang ultra quality. Jadi mentok ratakan dan hasilnya average FPS di 117 maksimumnya bisa tembus 122 FPS dropnya cuma di angka 107 FPS. Lanjut ke Red Dead Redemption 2 dengan grafiknya itu di ultra juga. Mentok rata kanan. Average FPS dia bisa dapat 78, maksimum di 96 dan drop-dropnya cuma di 62 fps. Nah, sekarang kita coba game triple A yang lain tapi dengan beberapa skenario ya, karena kita bakalan ngetes DLSS-nya, frame generation-nya, dan kalau misalkan fitur itu mati, skornya berapa. Kita coba dulu di Cyberpunk dengan DLSS-nya ada di performance. Racing-nya ultra, paid racing-nya on, dan multifame generation-nya kita off-kan dulu. Jadi, kita coba dulu frame rate yang bukan tanda kutip penipuan, ya. Dan hasilnya average FPS-nya masih aman di 54, maksimumnya di 60, dropdropnya di 44 fps. Nah, sekarang kita naikin pelan-pelan kayak frame generase-nya dua kali. Average FPS dia bisa naik di 91, maksimum FPS bisa tembus di 102. Kalau kita naikkan ketiga kali average FPS bisa 138, maksimumnya bisa 142 FPS. Sekarang mentok terakhir empat kali average FPS bisa jadi 153 dan maksimum bisa tembus 181 FPS. Jadi bayangin Cyberpunk kalau kalian punya monitor yang 185 Hz itu bisa insink gitu sama game-nya ya dengan 181 FPS-nya walaupun memang pakai frame generation 4. Lanjut di black midukong dss on. Rate racing-nya very high frame generation-nya seperti biasa kita matikan dulu average FPS yah. Dia cuma dapat 33 maksimumnya 41. itu dropnya bisa sampai di bawah 30 fps 28. Jadi kita naikin frame generation-nya dua kali dan hasilnya playable banget dengan average FPS 56 maksimumnya bisa tembus 66 FPS. Kalau tiga kali average-nya di 73 maksimumnya 91. Nah, kalau kali 4 average FPS di 92 dan maksimum FPS bisa 109. Lanjut kita coba di game Monster Hunter. frame generation-nya kalau kita matiin dulu itu average FPS-nya di 51. Maksimumnya bisa tembus 66. Dropdopnya ya hampir 30 FPS ya dengan 31 FPS. Tapi kalau frame generasinya kita nyalakan a FPS-nya langsung loncat ke 92 maksimumnya bisa tembus 124 dan drop-dropnya cuma di 64 FPS. Nah, kalau kita lihat chart ketika kita main game tadi contohnya kayak Valoran CPU temperaturnya itu stabilnya di 69 derajat celcius aman. GPU power-nya juga cuma butuh 26 watt kalau Valoran karena dia CPU bond. Nah, jadi langsung aja kita coba lihat di game Cyberpunk. Cyberpunk dengan tes 4 mode frame generation tadi yang paling tinggi itu kalau kita pakai mode frame generation 4. Karena kalau kita lihat package power-nya bisa spik-spck di 90 watt, tapi suhu GPU-nya masih di angka aman ya, di bawah 80 derajat celcius. Terus CPU-nya juga stabilnya di kisaran 80-an derajat celcius dengan package power di kisaran 40 wat. Jadi jarang sih nyentuh 115 wat, tapi seenggaknya kalau misalkan kalian punya aplikasi atau game yang lebih berat lagi, dia masih mampu ngangkat FPS-nya karena masih ada sisa tenaga lah istilahnya ya. Karena dia cuma butuh sekitar 90 watt. Jadi masih sisa 25 watt. Yang paling gede sih di game Wukong tapi ketika frame generation-nya off ya itu bisa nyentuh tuh di 115 watt GPU-nya. Dan karena sekarang zamannya AI, wah si kombinasi Ryzen 7260 yang punya 16 tops digabung sama Nvidia RTX 5070 yang top-nya juga gede. Jadi kalau kita gunain untuk AI contohnya kayak Jagger Note dengan Imus AI itu selesai cuma dalam waktu 1 menit 23 detik. Kalau stable diffusion XL Turbo cuma selesai dalam waktu 17 detik. Terus jangan lupa ya, karena si Ryzen 7260 ini sebenarnya didesain laptop gaming yang kencang tapi secara efisiensi bagus juga dan kapasitas baterainya ini 90 wat hour. Tapi ketika kita tes di modern Office PC Mark 10 dengan mode silent settingan brightness di 50% dan audionya 0% dia dapat di 6 jam 59 menit. Jadi ya masih okelah. Kalau untuk real scenarionya kayak kita coba YouTube-an 10 menit dia berkurang 5%. Untuk ngetik-ngetik aja 10 menit berkurang 3%. Dan kalau untuk gaming 10 menit dia berkurangnya 10%. Terus walaupun tipis dia anti panas karena Exusu sudah nyiapin second gen arc full fan pendingin yang lebih adem. Jadi enggak ada drama. Laptop tiba-tiba teriak mirip pesawat tempur. Dan hasilnya ya terbukti tadi suhunya itu tetap di angka aman. Walaupun kadang kalau misalkan pas full load suara kipasnya enggak yang berisik banget sih, tapi kedengarlah. Dan pas kita geber laptop ini tadi, benchmark sintetis main game yang sebanyak itu dengan beberapa mode estafet ya, dengan suuh ruangan di sekitar 30 derajat celcius untuk suhu permukaannya ya. Yang bagian tertinggi seperti biasa ada di atas keyboard itu di 42,5 derajat Celcius. Tapi untuk tombol WASD dan tombol lain keyboard yang bakalan sering kita pakai itu aman di 32,4 derajat Celcius. Jadi enggak ada drama yang namanya ketika main game tangan kita melepuh gitu. Itu agak lebai sih, tapi intinya enggak hangat lah di tangan ya. Storage bawahnya udah dikasih 1 TB SSD M2.22NVME Gen 4 juga yang bikin booting kerasa kayak kedip doang ya udah kelar karena speed-nya itu ada di 6300 Mbps. Rid-nya w-nya di 5500-an Mbpsps. Dan yang menarik masih ada satu slot 0 NVM lagi tambahan. Jadi kalau misalkan suatu saat 1 TB ini kurang karena mungkin game kalian banyak ya bisa ditambah lagi. Lanjut soal performasi saya enggak ada komplain apalagi ini masuk ke seri entry level ya. bisa dibilang bukan ROG, masih di ranah Asus Toof dan layarnya saya kira bakalan dikompromi, tapi ternyata enggak. Memang klaimnya Asus untuk kal akurasinya sRGB-nya itu ada di 100% dan pas kita tes pakai Kalman sRGB-nya itu ada di 97,2% ya agak meleset sedikit sih tapi ya hampir 100% lah. Adob RGB-nya di 84%, P3 81%, brightness ada di 346 nitz dan untuk layarnya dia ini full HD plus dengan refresh rate 165 Hz pakai panel IPS yang sudah support sama Nvidia G6. Jadi untuk layar warna cakep dan fitur gaming-nya juga dapat. FI untuk F608 ini juga ada SKU yang layarnya udah QXD. Jadi tinggal pilih aja sesuai kebutuhan. Lanjut. Di atas layarnya ini ada webcam yang resolusinya itu 1080p 30 FPS yang kira-kira kualitasnya seperti ini. Selain webcam, di atas ini juga ada IR kamera ya. Jadi untuk akses mudah login ke Windows Hilo. Cuman saran saya kalau misalkan kalian mau streaming, gaming, dan di-upload di YouTube, dipublish, pakai webcam eksternal sih. Karena ini ya standarnya laptop sekarang aja untuk kualitasnya. Tapi yang menarik karena dia udah ada AI-nya. Jadi kalau kalian tanya apakah support sama Windows Studio Effect, ada automatic framing, background effect. Saya coba langsung aja ya. Nah, dan ada automatic framing juga. Jadi kita mau ke mana pun kameranya bakalan ngejar. Cuman blurnya itu blur yang kurang rapi ya. Coba kalau potret blur, ah potret blur lah masih lebih oke dibandingkan yang standar blur. Terus dia juga ada yang namanya mic noise constellation. Cancellation ya standar lah ya. Kalau misalkan ini suaranya terk dengan baik. Nah ini suaranya kalian dengarkan. Jadi suara saya bisa tetap kedengar. Tapi yang unik katanya dia bisa kayak ada AI yang memprediksi suara kita itu kalau misalkan dia lagi jauh suaranya bakalan tetap nangkap dekat gitu dengan efek zoom-nya kayak gini. Apakah iya? Saya enggak bisa dengar. Jadi, kalian coba tulis di kolom komentar kayak gimana. Dari segi penampilan sih yang terlihat cukup beda ya pantatnya tadi ya. Dan sekarang itu dia lebih lebih tipislah dibandingkan laptop gaming lain ya. Karena biasanya laptop gaming lain itu kan di atas 2 cm. Nah, ini sekarang dimensinya cuma 1,79 cm jauh di bawah 2 cent. Dan untuk bobotnya juga lihat aja masih lebih ringan dibandingkan laptop gaming yang lain. Exelnya coba kita tes ya, apakah dia bisa dibuka dengan satu tangan. Bisa jawabannya dan apakah bisa untuk fitur presentasi bisa juga. bisa sampai 180° L. Terus karena namanya ini tough kuat berarti dia juga kuat ya anti banting. Bukan anti banting sih, tapi setidaknya dia punya standar militer dengan STD 810H yang artinya dia udah melewati tes guncangan, getaran, ketinggian, sungguh rendah, sungguh tinggi yang udah ready lah kalau misalnya kita bawa ke kampus KKN, ke pelosok terus kena ee ekspedisi geter-geter pasportasi itu aman. Untuk input device kayak keyboard dan touchpad, dia keyboard-nya full size lengkap dengan nonpad. Travel distance-nya tiap key termasuk nyaman meskipun keep caps-nya lebar-lebar. Dan seperti biasa signatnya Asus STF di bagian WAD-nya itu dibikin transparan. Plus dia juga udah RGB backl yang bisa diatur di armory crate-nya. Tapi sayangnya RGB-nya ini masih satu zona ya. Jadi kalau kita ganti ya ganti semua. Tapi untuk ukuran t yang sebenarnya di entry level ya masih ok lah. Untuk touchpad posisinya agak ke kiri mengikuti layout keyboard-nya. Permukaannya juga cukup luas. Saat ditekan ada F clicky dan sudah terasa cukup premium. Buat urusan port juga lengkap. Ada input power, port line HDMI 2.1, terus ada USB 4 type C dengan kecepatannya 40 Gbit/ plus dukungan display port. Ditambah lagi ada USBC 3.2 GEN2 yang udah support 10 GB/y display port bahkan G6. Terus ada audio jack combo. Sedangkan di sisi kanan cuman ada dua port USB type E 3.2 yang bisa dibuat naruh dong. Kanannya sih yang agak pelit ya, tapi kalau secara jumlah sebenarnya cukup komplit. Untuk konektivitas yang wireless dia pakai Wi-nya itu WiFi 6i triple band yang ditandem dengan Bluetooth 5.3. Terakhir soal fitur lain seperti biasa karena ini laptop gamingnya Asus jadi dia punya fitur atau software bawaan yang namanya armory Crate. Mau setting performa kipas sampai RGB bisa diatur di sini. Mau adem, mau kencang, mau jadi lampu pasar malam bisa. Tinggal klik aja. Ada lima mode performa yang bisa kita akses lewat Armory Crip. Dan karena pada dasarnya laptop ini laptopnya Asus, jadi untuk software-software yang sebenarnya udah pernah kita demoin, ini software kayak semacam yang mempermudah hidup kita. Contohnya kayak Screen Expert yang bikin multitasking lebih rapi. Ada. Terus juga ada Glide X yang bisa bikin HP kalian jadi layar kedua untuk mirroring bisa. Jadi laptop 16 inch s ini bisa digabungkan sama smartphone 6 inch buat monitor portable. Tapi monitor portable 6 inch kecil juga sih. Untuk harganya ketika video ini saya buat ya, saya cek-cek di marketplace sih harganya di sekitar Rp24 juta. Nanti link pembiliannya akan saya taruh di kolom deskripsi. Dan harga ini yang menarik ya kalau kita beli Asus Staff Gaming A16. Untuk kerja dan kuliah juga udah dibekali Microsoft Office Home 2024 plus yang 365 basic selama 1 tahun dengan tambahan penyimpanan cloud dan akses Office secara online. Semua itu makin tenang karena ASUS kasih 2 tahun garansi global. Ditambah untuk pembelian Asus seri TAF gaming dan Asus gaming mulai tanggal 1 September 2025 sekarang akan dapat juga 1 tahun VIP perfect warranty. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Asu Staff Gaming A16 yang SKU-nya Ryzen 7260 dengan RTX 5070. Kesimpulannya jelas dia punya performa yang kencang mau gaming ataupun kerja kreatif hajar habis. Desainnya tipis, terus tahan banting, layarnya punya refresh r yang tinggi, plus bonus software dan garansi yang bikin jadi paket lengkap. Tapi tentu ada beberapa catatan ya karena harganya Rp24 juta. Tapi walaupun R24 juta kelasnya itu masih bukan kelas ROG. Jadi enggak mungkin dia bisa nyalip beberapa sekstore di ROG. Contohnya kayak RGB Liting. RGB Lighting-nya ini cuman satu zona aja. Kameranya memang udah 1080p pakai IR kamera, tapi saran saya mending pakai webcam eksternal kalau dibuat streaming. Dan yang menurut saya paling aneh secara penggunaan itu indikator ngecasnya sih. Karena indikator ngecasnya itu ada di bagian belakang. Jadi kalau misalkan kita ngecas set, nah kita harus buka dulu. Sebenarnya ya enggak ribet, cuman butuh waktu ekstra dan tenaga ekstra aja. Soal data baterai sebenarnya secara kapasitas gede 90 watt hour. Dan menurut saya ini salah satu laptop gaming yang baterainya ya enggak bisa dibilang yang kayak laptop vivobook atau zenebook. Tapi untuk ukuran laptop gaming dia lumayan awet. 7 jam laptop gaming dengan connect Wii itu lumayan loh. Dan overall kalau kalian cari laptop gamingnya Asus yang masih cukup terjangkau ya dibandingkan dengan ROG dengan spek yang lumayan tinggi, Ryzen 7260 plus RTX 5070 harga Rp24 juta ya masih lumayan oke lah ya. Karena kalau untuk ROG dengan spek yang Ryzen 7 RTX 9070 lumayan harganya. Jadi, TAF ini bisa jadi alternatif lah. Saya Nik and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube