Jungkat

Laptop RTX 4060 Termurah tapi gak Murahan !! (YouTube Video)

  • 23/07/2025

Hai Anika, guys. Di sini jadi review itu emang enak ya. Enaknya saya bisa nyobain laptop duluan. Contohnya kayak laptop yang satu ini. Dia bisa dipakai main nonton sama istri, mainin istri sambil nonton, mainin Gensin Impact sambil nontonin tutorial maksudnya ya. Karena game Gensin Impact itu kan game open world yang grafiknya bagus ya. Dan si Axio Pomo 760 V2 ini layarnya udah cukup akurat dengan sRGB-nya itu menyentuh 95%, P3-nya ada di 83,5%. Jadi warna dari Gensin Impact itu munculnya itu natural tapi tetap fiber. Refresh range-nya juga kencang, ada di 144 Hz. Dipakai scrolling pas pakai mouse itu kayak mulus gitu. Kalau dibuat main juga mulus, enak kal apalagi mainnya sama istri tadi ya. Kayak di game-game kompetitif refres-nya kepakai banget. Dota 2 kita maksimal dapat di 120-an FPS dengan settingnya best looking loh ya, resolusi full HD. Valoran beneran bakal tumpah-tumpah walau dengan setting high kita dapat rata-rata di 346 FPS. Gensin aman juga udah mentok 60 fps di setting high. Terus black midukong kita coba di settingan very high di LSS-nya kita on-kan. Retracing kita buat very high itu masih bisa dapat 50-an FPS. Kalau mau FPS yang lebih tinggi ya tinggal disesuaikan aja settingannya. Mungkin DLSS-nya bisa dimentokin juga. Cyberpunk 2077 di LSS kita buat performance dan retracing-nya di medium, kita juga masih bisa dapat maksimal di 60-an FPS. Gimana dari tes game itu aja udah nyaman banget kan? Jadi kita langsung bahas aja detail dari Axio Pongo 760 V2. Tampilannya ini ngingetin kita sama brand internasional yang logonya IO ya. Ya, kalian tahulah ya, saya enggak usah sebut nama tapi kalau inisialnya sih Acer kemarin yang kita bahas ya sama banget. Bedanya logo pungu atau gorillanya ada di tengah dan lebih terkesan gaming aja daripada si Acer. Dan untuk sebuah laptop gaming ini lumayan tipis. Dimensinya itu ada di sini kalian bisa baca dan tebalnya itu 2,39 cent. Bobotnya juga di sekitar 2,1 kg. Untuk laptop yang high performance, laptop gaming itu lumayan ringan. Dan yang saya salut walaupun tipis mereka tetap ngasih spesifikasi yang cukup monster dan sistem coolingnya juga enggak main-main. Mereka ngasih nama advance cooling sih dan ventilatornya dibikin lebih baik jika dibandingkan Pongo 760 versi sebelumnya. Dan di tes kita di SP test yang berarti dia di loop sebanyak 20 kali, stability-nya cukup gede loh ya dengan 98,6% dan hasilnya dia lolos. Skorim sp-nya pun enggak bisa diomong kecil di 9.000-an untuk fire strike di R.000-an. Gampangnya angka-angka ini ya, semakin dia gede semakin baguslah. Terus untuk 3D Max Solar B yang mensimulasikan retracing di laptop ini juga skornya itu gede loh di R8.000-an. Dari tadi kita ngomongin spesifikasi monster, tapi sebenarnya spesifikasi monsternya ini kayak apa sih? Prosesor dia pakai Intel Core i7 13620H 10 core 16 th dengan TDP 45 watt. Terus GPU-nya pakai Nvidia GeForce RTX 4060 laptop GPU 8 GB GDDR6 dengan TGP-nya 100 watt. Jadi kalau CPU dan GPU digabung hampir 150 wat. TGP yang gede tadi itu adalah salah satu alasan kenapa gaming-nya bisa dapat segede tadi. Ya, layar yang full HD juga sih karena layarnya belum yang 2K ya. Untuk RAM-nya agak disayangkan dia belum pakai yang DDR5 pakainya di DDR4 tapi untungnya udah dikasih RAM yang secara kapasitas gede 16 GB jadi udah cukuplah dan enggak perlu repot-repot upgrade lagi. Stusage-nya 512 GB NVM Gen 4 yang speed-nya juga enggak pelit loh. 7.000 Mbps untuk RID-nya dan 4.700-an untuk W-nya. Kalau dibandingin si IO kemarin ya, SSD-nya lebih kencang si ini sih. Dengan spesifikasi setinggi itu ketika kita tes di sintetis SB Bench tahun 2024, kita dapat skor di 662 untuk multiicore-nya dan single core-nya di 101. Sebagai perbandingan ya kalau dibandingin dengan Ryzen 7 7735 HS yang punya tahun lebih mudah skor sin bench-nya itu ada di 620 sampai 680 poin. Terus di R23-nya juga lumayan. Memang bukan Intel Core 7 1620H yang paling kencang yang saya bahas, tapi tetap tinggi dengan rata-ratanya di 12.000 poin, paling rendahnya 11.000 poin, single core-nya ada di 1727 poin. Untuk baterai only kita dapat skor 7.000-an dan single core-nya di 10.29 poin. Berarti turun performanya ketika chargernya ini kita cabut sekitar 35%. Ya wajar sih namanya laptop gaming dengan diskrit GPU TGP-nya aja 150 wat. Kalau enggak dibantu adapternya yang gede, ya pasti turun performanya. Makanya laptop gaming itu harus sering dicolok ya. Karena kalau gak dicolok ini kita coba aja di modern office ya. Baterainya itu cuman dapat ya 2 jam 4 menit. Dan pas kita tes sendiri di pengujian video 10 menit untuk video YouTube itu streaming berkurang sekitar 8%. Ngetik-ngetik dengan ada Wii 10 menit berkurang 4%. Gaming 10 menit berkurang 15%. Jadi ya kalau misalkan bawa laptop ini ya saya saranin bawa adapternya juga biar performanya kencang dan enggak bingung soal baterai. Terus kalau digunain untuk produktivitas bisa enggak, Bang? Wah. Ya namanya laptop high performance pasti bisalah. Contohnya di Adobe PM Pro dengan template yang memang bisa kita pakai export 4K. Dia selesai dalam waktu 1 menit 16 detik. Kalau export full HD selesai dalam waktu 45 detik aja. Untuk blender dengan template BMW, CPU rendernya selesai dalam waktu 3 menit 5 detik. Tapi kalau kalian ngerasa kurang kencang, pakai GPU-nya aja. Karena GPU rendernya selesai dalam waktu cuma 22 detik. Karena dia pakai GPU Nvidia dan kalau kita ngomongin Nvidia sebenarnya ya, hardware EA-nya Nvidia itu yang paling matang ya. karena top-nya jumlahnya gede banget. Jadi kita coba juga untuk generative AI-nya pakai software stable division dan Jager Note dipakai ngelamun sebentar aja udah selesai ya. Karena stable diffusion selesai 5 detik, Jager Note cuma selesai 3 detik aja. Kalau untuk kegiatan Office export powerpoint ke PDF 150 seat kelar cuma 6 detik aja. Terus randomis data Excel yang gede itu cuma selesai dalam 37 detik aja. Untuk kamera kira-kira seperti ini kualitasnya ya. Walaupun dia 1080p 30 fps, tapi menurut saya sih nothing special di kameranya karena enggak ada Windows Studio Effect pertama. Terus juga noise-nya masih lumayan ya. Saran saya kalau misalkan mau streaming gaming ya pakai webcam eksternal atau bisa pakai HP dengan software-nya Intel. Kita bisa menggabungkan HP dengan webcam-nya laptop ya. Kira-kira seperti ini. Tapi POV-nya lumayan ya. Lumayan wet cuman kurang kurang terang dan noise-nya masih dikit-dikit. Laptopnya juga punya banyak port lengkap. Type E jelas ada, mini display ada, bahkan sampai portline juga ada. Udah disediain semua. Jadi kalau kalian butuh gaming yang internetnya stabil, colokin pakai LAN-nya aja. Untuk keyboard sebenarnya secara F dan travel distance itu nyaman ya. Cuman preferensi saya biasanya saya itu pakai laptop 15,6 inch yang tanpa ada 6 pad-nya. Jadi ini ada 6 pad-nya. Sebenarnya kalau buat orang yang suka berkerja dengan angka ya enak-enak aja. Cuman karena preferensi saya atau saya ah terbiasa keyboard yang enggak pakai padet, jadi tombol-tombolnya ini kayak kerasa lebih kecil untuk jari-jari saya yang lumayan kayak paha ini ya. Ftag-nya sebenarnya cakep, terus juga ada RGB-nya juga rapi. Untuk touchpad dia punya surface dan permukaan yang halus. Tombol klik kiri dan kanannya juga pas ya. Kalau enggak bisa dibuji perlebihan lah, enggak jelek juga. Jadi ya standar aja untuk kualitas audio. Walaupun kata AXio ini udah diuning sama Sound Blaster tapi kualitasnya kayak kurang ngebas, kurang imersif sih. Sound stensingnya sih luas. Ya, kira-kira seperti inilah suaranya. [Musik] Di Aio Pongo juga ada software control centernya. Walaupun bukan original dari Axio, tapi secara UI dia juga udah keren dan fiturnya lengkap. bisa dipakai untuk performance setting, hardware monitor, terus setting RGB keyboard, dan fitur batery charge option. Kalau mau dipakai sambil dicolok, kalian bisa aktifin recomended battery charge biar enggak overcharge. Dan jangan lupa, sekarang kalian itu wajib Nvidia itu drivernya ganti atau software-nya ganti dari yang namanya Nvidia GeForce Experience ke Nvidia Apps karena lebih ringan dan update-nya real time juga. Lalu ada AI yang bantu untuk optimalisasi game yang kalian pakai. Jadi tinggal tekan optimize aja. Lalu mainin game-nya tanpa setting ini itu dia bakal lebih optimal. Ada Nvidia Broadcast juga yang bisa kalian pakai. Ini software yang berguna banget, apalagi buat kalian yang berhubungan dengan audio visual. Harganya. Nah, untuk harga ini Asi emang selalu ngasih harga yang enggak masuk akal ya menurut saya. Jadi kayak brand lain itu jadi overprice atau mereka marginya terlalu banyak saya juga kurang paham. Tapi yang jelas harganya Akio untuk Intel Core Aser 13620H plus Nvidia GeForce RTX 4060 ini enggak sampai Rp2 juta loh. Harganya itu cuma ada di Rp15 juta. Untuk perpaduan CPU dan GPU ini aja harganya udah enggak masuk akal. Brand lain tuh jadi kayak kemahalan gitu. Dan harga ini udah include garansi panjang sampai 3 tahun. Dan cover area untuk klaim garansinya ya mungkin untuk brand lokal dia yang paling luas lah. Plus ada ADP ekstra 1 tahun. Jadi kalau misalkan rusak atau dicolong, dirampok ya intinya human error, Asio bakal ganti laptopnya. Gokil. Kesimpulannya laptop ini buat siapa sih dengan harga yang lumayan terjangkau untuk spesifikasinya? Ya jelas buat orang-orang yang suka mainin game triple A atau yang butuh high performance kayak gaming enthusias, terus creator atau editor juga bisa karena layarnya punya akurasi warna yang hampir 100% sRGB. Cakep. Sistem coolingnya juga udah upgrade juga dibandingkan versi sebelumnya dan terbukti uji lolos tresn test juga tapi tumbalnya atau kekurangannya menurut saya ada di baterai ya karena baterainya modern office aja cuma dapat 2 jam jadi dia benar-benar tergantung sama adapternya. Terus kekurangan lain untuk nekan harga biar bisa semurah ini Axio mengkorbankan OHS atau Office home and student juga plus Windows. Jadi DOS ya Windows sih sebenarnya kalian bisa beli harganya juga lumayan terjangkau kok sekarang enggak semahal dulu. Intinya harganya boleh lokal, tapi performanya top global.

Lihat di YouTube