Laptop RTX 5000 Paling WORTH IT? - Axioo Pongo 775 (YouTube Video)
Akhir tahun lalu kami sempat menobatkan PUO 760 sebagai salah satu laptop gaming dengan price to performance paling worth it di segmen belasan juta. Apakah Axio sekarang juga bisa mendominasi segmen 20 jutaan dengan Pongo 775? [Musik] Setelah merilis banyak sequel Pongo mulai dari 725 sampai 760 V2, inilah lompatan berikutnya untuk Pongo seri 7. Pomo 775 adalah desain laptop gaming 16 inch pertama di seri mainstream alias bukan dari lineup Pongo Studio maupun Pongo Monster. Sekilas emang enggak kelihatan beda dari saudara-saudaranya. Namun pas dibuka kita bisa lihat layarnya lebih luas meminimalisir beasel bawah. Namun posisi engsel enggak pindah. Sebagian besar konstruksi Pongo 775 dari polimer kecuali bagian punggung aluminium polos berlogo merah yang udah khas banget. Sebagai mesin gaming di kelas 20 jutaan, desainnya sangat simpel dan fungsional. Basel tipis di empat sisi, tergolong kompact, dan gampang masuk tas 15 inch karena enggak punya pantat yang menonjol. Perlu dicatat aja bahwa layarnya belum bisa ditidurin meski angsel di atas body. Kelebihan utama Pongo 775 dibanding 760 dan 960 adalah layar IPS 16 inch QHD plus 180 Hz 100% sRGB. Rasio 16 bajam dan sangat nyaman dipakai kerja content creator maupun gaming sekaligus berpotensi maksimalin kemampuan sang RTX 5070 Mobile yang akan segera kita bahas. Bagi yang mau upgrade dari laptop resolusi Full HD, inilah saatnya. Benefitnya sangat kerasa. Webcam sekarang udah full HD. Di sisi kanan ada USB 3.2 gen 1 bareng USBC 3.2 gen 2 support DP tapi tetap belum bisa charging PD. Lalu di belakang ada land port, charging port, HDMI, dan mini DP. Terakhir di kiri ada slot gembok satu lagi USB A3.2 gen1 dan satu USB 2.0. Andai bisa ada satu lagi port USBC dan slot SD card, ini bakal mantap. Oke, langsung aja kita ke inti sarinya yaitu sang RTX 5070 biasa non Ti. Karena Core i7 Gen 13 di sini masih prosesor yang sama persis kayak Pomo 760 V2. Sekedar cukup untuk enggak botol neck disandingin sama si GPU. RTX 5070 ini memang enggak sekencang 5070 Ti Mobile secara chip terlebih V RAM terbatas di 8 gig. Namun ingat ini GDDR7 yang punya bandwidth jauh di atas GDDR6 bawaan RTX 4070. Dari upgrade VAM aja mestinya bisa perform lebih oke dibanding RTX 4070 mobile paling kencang sekalipun. Not to mention ada support DLSS4 multiframe generation buat yang mau maksimalin layar refresh rate tinggi. By the way, kami tes ini dengan konfigurasi default RAM dual channel 16 gig sangat disarankan buat upgrade ke 32 gig kalau emang suka main game rata kanan. Terus ada dua slot NVM Gen 4 yang salah satunya udah keisi 512 gig. Sang Core i7 13620H perform bagaimana mestinya dan actually sedikit lebih kencang dari chip yang sama di Pongo 760. Maybe karena sistem coolingnya lebih proper, chip ini dijamin masih kuat buat keep up mainin game-game triple A terbaru dan ngerjain workload content creator mainstream seperti ngedit video 4K dan desain 3D karena toh mostly akan dibantu sang GPU. Contoh di Premiere Pro ini terbukti bisa unggul dibanding RTX 4070 di laptop merek sebelah. Secara performa grafis 5070 TGP 100 wat dengan Max Switch ini agak lebih kencang ya dibanding RTX 4070 140 watt. Tapi gap-nya masih tetap lumayan jauh kalau dibanding RTX 5070 Ti yang sebelumnya kami tes di MSI Vector. Namun mengingat harganya ini termasuk price to performance yang sangat nampol. Kalian bisa jalanin hampir semua game triple A dengan cukup lancar di setting reta kanan atau setidaknya very high di resolusi QHD dengan DLSS 4 dan ray tracing. Jika frame generation normal aja dinyalain itu udah cukup buat jalanin secara mulus tanpa masalah. Emang ada beberapa game dengan opsi high race texture dan settingan ray tracing seperti Wukong yang akan struggling pada VAM di bawah 12 gig. Namun buat gamer mainstream faktanya V RAM segini itu bukan isu yang gimana banget. Game-game yang terasa berat tinggal kalian matiin aja fitur retracing-nya kalau benar-benar mau lancar jaya. Cooling so far gak ada isu serius. Ini casisnya oke dalam disipasi panas berkat heat spider gede serta empat heatsing di tiga sisi. Kebantu juga karena CPU-nya bukan seri HX yang bisa narik listrik 100 watt ke atas terus-terusan. Suhu di sekitaran WASD no problem. Untuk gaming aja kadang fans speed-nya tiba-tiba muter kencang sampai hampir mentok di 5.000-an RPM dan 50 dbel. Dan itu main kencang suaranya kalau enggak pakai headset. Di luar itu pretty much segalanya identik dengan PU 700 series lain. Misal full size keyboard lengkap pakai RGP 1 zona, tombol panah besar, tombol power pisah. Tapi saya enggak ada fungsi Fn lock dan enggak ada lampu indikator caps lock/6 lock. Touchpad dan kualitata speaker stereo standar daya tahan baterai sekitar 5 jam. playback YouTube di mode battery saver. Menariknya nih, adapter bawaan relatif kompact pakai unit 180 watt yang tidak terlalu gede. Dari review barusan bisa disimpulin bahwa Pongo 775 sangatlah menarik pada harga yang sekarang ditawarin. Tinggal upgrade RAM ke 32 gig, otomatis ini bisa setara setup PC RTX 5060 budget Rp15 jutaan. Dia udah punya modal layar bagus, cooling mumpuni, dan ternyata RTX 5070 makes sense kok kalau kalian mau upgrade dari laptop yang masih pakai RTX 3070, namun belum cukup budget buat dapetin RTX 5070 Ti. Sedangkan nih merek lain banyak yang baru ngasih RTX 5050 di harga Rp20 juta. Bahkan macam Asus baru bisa ngasih RTX 5060 tanpa layar 100% sRGB dan sasis yang lebih basic. Intinya sekarang kalau kalian nyari laptop 20 jutaan pas, aksi Oppo 775 termasuk pilihan paling chengli terlebih udah include garansi resmi 3 tahun. Apakah udah sebagus ini value-nya masih pantes kalian mendangmingin? Jangan lupa buat like dan share. Gue Mike. Sampai jumpa di next video
