Jungkat

Laptop Ryzen 5 Cuma 3 Jutaan ?! Advan Makin Gak Karuan !! (YouTube Video)

  • 22/05/2025

Dulu laptop R juta cuma bisa buat ngetik-ngetik cerita. Performa biasa aja enggak bisa jadi senjata buat cari tahta. Tapi sekarang ada laptop dari AMD yang bisa diajak kerja untuk cari uang berjuta-juta karena dia udah pakai AMD Ryen 5 yang sangat budget pas-pasan jiwa sosialita. Ya udah enggak usah kemakan realita. Selamat menonton pecinta wanita. [Tepuk tangan] [Musik] Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah Advance Soulmate Plus yang wajib banget kita kasih a plus. Karena di harga under R juta yang lebih tepatnya dip, juta dia udah pakai prosesor yang bisa banget diajak kerja. Di kelas harga segini biasanya kita dapat seron lah N4020 atau mentok-mentok paling Celeron N100. Cek aja marketplace. Terus filter di 3 sampai R jutaan rata-rata yang masih seleron. Ya memang ini bukan prosesor Ryzen 5 yang paling baru. Lumayan veteran lah. Tapi dibandingkan dengan kompetitornya yang keluar pada tahun yang sama, dia masih support sama Windows 11. Karena seperti yang kita tahu beberapa prosesor itu udah enggak support sama Windows 11. Jadi kalau misalkan kalian pengin menikmati Windows 11, kalian juga harus tahu prosesor mana batasnya yang dapat update untuk Windows 11. Dan dibandingkan dengan semua prosesor yang ada di kelas harga Rp3 jutaan, Ryzen 5 dari Advance ini yang paling kencang. Dan kalau kita bandingkan di kelas harga yang sama ya, sama-sama Rp3 jutaannya ya, Ryzen 5 3500 U ini dibandingkan dengan Intel N100 masih lebih kencang Ryzen 5 3500 U. Bahkan di versus.com mereka memberikan skor 49 atau 8 poin lebih tinggi dibandingkan Intel Core i3 generasi ke-10. Terus 3 poin lebih baik jika dibandingkan dengan Intel Celeron N100. Si Ryzen 5 3500 ini punya 4 core 8 trad dan enggak cuma buat ngetik-ngetik aja, buat kerja agak berat juga bisa. Gaming bisa juga. Nanti kita coba. Salah satu alasan kenapa sih Ryzen 5 3500 U ini lebih ngebut dibandingkan kompetitornya di kelas harga Rp3 jutaan. Ya, karena clock speed-nya lebih kencang, jumlah core dan juga jumlah trade-nya juga dua kali lebih banyak. Jadi wajar kalau performanya itu lebih kencang. Tapi sekencang apa? Langsung aja kita tes ya. Di harga Rp3,7 juta ini Advance Sulmid Plus punya RAM 8 GB yang sayangnya masih single channel walaupun masih ada satu slot kosong buat kita upgrade. Dan nanti tes performanya bakalan kita tes di single channel, default-nya dan juga dual channel. Untuk GPU dia pakai AMD Radeon Grafik. Dan sekarang langsung aja kita tes Dota 2 di settingan single channel dulu. Pakai single channel, game masih bisa berjalan lumayan lancar, tapi average FPS-nya ada di angka 43. Kadang kerasa agak nahan gitu, apalagi pas war ramei-rame. Begitu kita ganti ke dual channel, average FPS naik jadi 51. Jadi walau cuma nambah satu ke ping RAM, gamepl-nya jadi lebih stabil, FPS naik, dan pengalaman nge-carry teman satu tim pun makin lancar. Dan kalau kita coba di N100 di kelas harga yang sama ya dibandingkan dengan ini, FPS-nya cuma dapat 24. Di Gensin Impact dual channel-nya juga bikin performa makin mantap. Pakai single channel, average FPS-nya ada di angka 44, tapi pas RAM kita upgrade ke dual channel naik jadi 56 fps. Kalau dihitung artinya dia naik sekitar 27%. Lumayan banget buat game open world seberat Genit. Jadi bayangin budget sekitar R juta lah ya dengan nambah RAM biar dual channel. Tapi kalian udah bisa main game against di average FPS yang lumayan. Kalau beli HP R juta aja belum tentu bisa main Gensin juga. Main Valoran di single channel masih bisa dapat FPS yang playable average-nya sekitar 69 untuk grafic low. Tapi begitu pindah ke dual channel langsung naik jadi 86 FPS. Rata-rata gameplay jadi jauh lebih mulus, aiming lebih responsif, dan yang penting enggak drop FPS ya pas mainnya lagi intens. Buat suhu permukaan pas kita cek pakai Fleir setelah kita main game dan juga kita stress tes masih ada di angka aman sih di 40,4 derajat celcius di area exhaust-nya. Sementara di area keyboard dan juga WASD yang bakalan kita sering pakai buat gaming, suhunya masih lumayan adep di 37,6 derajat celcius. Perbedaan RAM single channel dan juga dual channel di prosesor AMD itu kerasa banget ya. Jadi syarat saya mungkin Advan juga bisa ngasih SKU yang 16 GB atau ya kalian bisa upgrade sendiri ke 16 GB dual channel. Karena perbedaannya lumayan. Contohnya di render video di Premiere Pro 4K yang pakai single channel itu butuh waktu 17 menit. Sementara dual channel itu butuh waktu cuma 11 menit. Jadi lumayan banget gap-nya. Di projject yang export full HD juga sama. Single channel 11 menit, dual channel tinggal 8 menit aja. Lanjut ke blender. Wah, ini laptop Rp3 jutaan. Kita tes pakai blender ya dengan template BMW. Karena memang udah SOP kita kayak gitu. Kalau laptopnya kuat ya hajar aja. Dan hasilnya untuk rendering via GPU di single channel dia butuh waktu 14 menit. Tapi di dual channel bisa selesai lebih cepat dengan 12 menit lebih dikit. GPU juga ikut ngerasain efeknya walau gak terlalu signifikan. Dengan GPU rendernya 14 menit 24 detik untuk yang dual channel di 13 menit 56 detik. Render video 4K di CapCut juga kerasa. Cuma butuh 1 menit 30 detik aja di dual channel. Jadi lebih cepat, efisien, dan enggak bikin nunggu lama-lama. Kalau kalian gunakan untuk kebutuhan Office, wah malah kencang banget sih. Kalau misalkan kalian butuh export PDF dari PowerPoint 150 slide, dia cuma butuh waktu 21 detik. Dan untuk Excel randomis data yang gede banget di 93 detik. Hasil tes dibch R15 ini bisa jadi bukti di mode single channel skor multior-nya ada di angka 480 sementara single core-nya di 124. Begitu diganti ke dual channel skornya langsung naik ke 515 di multicore dan 135 di single core. Jadi kalau dihitung-hitung peningkatannya itu multiore naik sekitar 7,3%, single core naik 8,9%. Lanjut ke sinch R23. Lagi-lagi dual channel juga ngasih performa yang lumayan. Pas kita tes pakai single channel, skor multior-nya di 2403, single core 800. Begitu dual channel, multiore jadi 2.678, single core jadi 835. Jadi, multior-nya naik 11,4%, single core-nya naik 4,4%. Jadi, dari tes pengujian kita ini laptop Rp3 jutaan yang wajib untuk di-upgrade biar dual channel. Buat storage-nya juga agak pelit, udah dikasih 256 GB dan pastinya lebih cepat ya. Bukan AMM sih kayak di Soulmid yang biasa tapi udah pakai SSD NVME Gen 3 yang speed-nya bisa tembus di 3.000-an Mbpsps. 1500-an. Jadi buat buka file, instal aplikasi atau buka banyak tab itu lebih cepat. Lanjut ke baterai. Baterainya ini juga lumayan awet ya, padahal secara kapasitas dia cuma 45 watt hour. Dan pada pengujian kita di PC Mark 10 modern Office dia dapat 8 jam 1 menit. 8 jam 1 menit itu udah cukup lah ya kalau digunakan untuk kerja. Karena kan normalnya orang kerja itu ya 8 jam. Ini lebih 1 menit masuk leburan nih. Dengan harga di bawah Rp4 juta, rata-rata laptop yang ada itu ya biasanya kalau enggak panelnya TN terus resolusinya XD dan Advance Soulmate Plus ini layarnya juga masih pakai TN tapi untungnya dia udah bisa dibuka sampai 180 derajat untuk fitur presentasi. Tapi karena TN ya kalau dipakai sering layar sama orang di depan bakal kelihatan agak pudar. Sudut pandangnya sempit. Warnanya juga enggak secerah IPS. Color gamutnya jangan berharap banyak sih karena pas sRGB-nya itu ada di 62%, ada RGB 46%, brightness-nya tipikalnya itu di 350 nit. Lumayan ya untuk brightness-nya itu gede banget. Tapi menurut kalian kalau misalkan dengan konfigurasi kayak gini kita nambah Rp500.000 aja deh terus kita dapat panel IPS, kalian lebih oke enggak 4 juta lebih tapi dapat IPS atau under R juta tapi dapat layar TN? Coba tulis di kolom komentar ya. Di atas layar ada webcam yang kira-kira kualitasnya seperti ini ya. Yang dia seperti yang kalian lihat noise ini kalau misalkan lighting coba di sini ya. Nah, ini juga walaupun ada lighting tapi masih ada beberapa noise. Terus kulit saya juga langsung halus kayak pixelated gitu. Jadi saran saya kalau misalkan kalian mau meeting online ya beli webcam eksternal biar lebih ngebantu. Terus untuk konektivitas portnya untuk ukuran laptop Rp3 jutaan juga lumayan lengkap. Di sebelah kiri ada USB type A, ada HDMI type C 3.2 yang full function yang bisa power delivery dan juga display port. Terus di sebelah kanan ada dua port USB type A, terus ada Audio ja combo, dan masih ada micr SD card reader. Kalau untuk keyboard sesuai dengan harganya sih, tanpa backl tentunya bukannya enggak enak, tapi untuk laptop harga di bawah R juta rata-rata ya kayak gini. Untuk bobot cukup ringan di 1,4 kg. Intinya pleket triplek dengan Advance Work Pro Light. Mirip-mirip. Okelah, jadi cukup segitu aja video review dari Advance Soulmate Plus yang harganya gokil banget sih antara R juta kita dapat Ryzen 5. Itu langka banget. Ibaratnya laptop performa sultan harga rakyat jelata. Di balik bodinya yang simpel, dia nyimpan tenaga dari MD Ryzen 5 3500 U yang dulu biasa nongkrong di laptop harga 6 sampai R jutaan. Gila, performanya ngebut, multitasking, enteng, dan yang paling penting di rentang harga Rp3 jutaan bisa ngelakuin banyak kebutuhan. Kalau misal stres terus pengen ya nge-game tipis-tipis Dota 2, Valoran dan juga Gensin masih bisa. Kekurangannya jelas ada ya, contohnya kayak layarnya, tapi kekurangan ini langsung dicounter sama harganya. Karena kalau kalian lihat di marketplace, enggak ada yang berani jual Ryzen 5 3500 U seterjangkau Advan. Ya, kekurangannya memang ada, tapi semua itu ketutup dengan harga dan performa yang ditawarkan. Jadi kalau ngomongin price to performance di harga 3 jutaan, kayaknya yang satu ini sulit dilawan. Saya budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube