Laptop Ryzen 5 Paling Terjangkau? - Advan Soulmate Plus (YouTube Video)
Kalau kita mau beli laptop di harga 3 sampai R juta, biasanya kita dapat laptop pakai prosesor apa sih? Apakah Seleron, Pentium atau malah Ryzen 3? Gimana kalau gua bilang bahwa kita bisa dapetin laptop dengan Ryzen 5 di harga di bawah R juta? Karena ini adalah laptop budget, jadi build quality-nya juga tidak terlalu yang bagus-bagus banget. Laptop ini terbuat dari full plastik, hanya aja bobot dan ketebalannya itu terasa lebih premium dari harganya. Hinch-nya tentu enggak bisa dibuka dengan satu tangan karena laptop harga segini tentunya masih pakai hingch yang kualitas standar. Layarnya berukuran 14 inch berpenalty N 1366 * 768 yang color space-nya juga masih lumayan rendah. Masih oke mengingat ini adalah laptop R juta yang masih murah. Tapi sayang aja kenapa tidak IPS. Menurut kalian kalau misalnya Advance keluarin versi IPS menarik enggak? Coba deh tulis di komentar. Keyboard-nya punya layout yang decent, tidak pakai dan home page up dan page down itu tergabung dengan arrow. Ditambah power button-nya itu secara elegan bisa terpisah dengan keyboard utama. Buat konektivitasnya di sebelah kanan ada micro SD card slot, audio combo jack, 1 USB 2.0, 1 USB 3.2 gen one dan catching turn lock. Sementara di sebelah kiri ada charging port, USB 3.2 gen one lagi, HDMI port, dan satu USBC yang bisa juga buat dipakai ngecas. Gil loh, laptop 4 juta USBC-nya udah PD ya. Laptop ini menggunakan Ryzen 5 3500, sebuah prosesor middle budget beberapa tahun lalu yang di mana masih menggunakan arsitektur Zen 2. Namun tahun ini udah bisa kita dapetin di laptop seharga Rp4 juta. RAM-nya di sini udah 8 gig Sodim dengan satu slot RAM lagi alias ini upgradable. Ditambah ada juga 256 Gig SSD PCI E genent 3 yang kalau misalnya kita lihat dari speed-nya ya di 2025 ini soso. Namun buat sebuah laptop 3 sampai R juta ini udah lumayan oke. Dikta laptop di bawah R5 juta ya jujur Ryzen 5 3500 U itu bersinar banget dengan performanya. Bayangin aja ya lawannya kalau enggak Intel Celeron ya Pentium. Paling dia masih kalahnya ya dengan Ryzen 3 7320 U di mana itu adalah Zen 2 yang sudah disempurnakan. Tapi ya laptop yang memakai Ryzen 3 ini enggak R jutaan juga, Bos. Apalagi graphicsnya juga lumayan banget, masih bisa gaming tipis-tipis. Dia udah bisa mainin Dota 2 mentok kiri di 48 fps, Little Nightmares di 41 fps, dan kalau misalnya mau main Hon Kai Starrel itu masih bisa sih, tapi FPS-nya di bawah 30. Termasuk ya awesome lah buat sebuah laptop di harga segini. Kalau mau video editing tipis-tipis, sebenarnya di laptop ini masih bisa asalkan video ringan aja dan aplikasinya pakai CapCut ya. Buat pendinginannya, dia cuma memakai satu heat pipe dan satu fan aja. Karena ini bukanlah CPU yang terlalu demanding. Suhu CPU-nya hanya maksimal di 68 derajat celcius dan stabilnya di 64 derajat. Ini dikarenakan CPU package power-nya itu juga hanya 15 watt aja, termasuk low powered namun enggak sampai di bawah 10 watt. Sejauh ini ya Advance OLM Plus itu benar-benar laptop 4 jutaan yang PW banget buat dipakai kerja multimedia ataupun ngerjain tugas sekolah saat booting ataupun pindah-pindah aplikasi. Dia enggak selemot laptop lain di harganya dan juga masih bisa gaming tipis-tipis yang di mana itu termasuk bonus di laptop seharga R jutaan. Namun memang ada beberapa hal yang masih dimaklumi karena ini adalah laptop murah. Contoh, keyboardnya itu kurang dalam travelnya dan suaranya juga agak cempreng. Jadi kita saranin untuk banyak-banyak pakai earphone kalau mau kerja sambil dengar lagu. Baterainya sendiri berkapasitas 45,6 wat hour. Di pemakaian kita dia hanya bisa 6 jam aja yang di mana enggak begitu panjang-panjang banget. Tapi ya sos lah. Charger stoknya pun enggak terlalu berat buat dibawa ke mana-mana atau kalian bisa juga bawa charger USBC PD kalian. Kalau mau lebih simpel, webcam-nya masih belum support dengan Windows Hello, tapi sudah ada privacy shutter-nya. Dan karena laptop ini menggunakan Windows 11 yang makin lama makin boros RAM, kita sangat menyarankan buat nambah RAM 8 gig lagi biar lebih smooth experience-nya. Paling ya yang disayangkan dari laptop ini itu hanyalah monitornya yang masih TN. Terakhir buat koneksi. Memang laptop ini mentoknya masih pakai Wii 5 dan juga Bluetooth 4.2. Ini juga bertujuan untuk memangkas ongkos agar harga laptopnya itu lebih murah. Jadi singkat kata, sebenarnya ini laptop untuk siapa sih? Kalau menurut kita, ini cocok banget buat pelajar yang mau ngerjain tugas sambil gaming tipis-tipis atau ya casual user yang memang nyari laptop dengan e budget yang mepet banget. Dan kalau misalnya kita lihat dari price to performance-nya, ini adalah rajanya di harga di bawah R juta. Walaupun kuno ini masih perform apalagi kalau didampingi sama SSD. Apalagi CPU ini udah support dengan update Windows 11 24H2 jadi masih kompatibel dengan software-software kekinian. Tapi kalau misalnya ditanya soal batery live memang batery life-nya tidak terlalu lama karena ini adalah laptop dengan e powerful CPU. Tapi gimana nih menurut kalian kalau misalnya kalian nyari laptop dengan budget mepet, apakah kalian mementingkan price to performance atau batery life? [Musik]
