Jungkat

LAPTOP SADIS !!! kesiram, jatuh, keinjak tetap aman | Asus ExpertBook P3 & P5 (YouTube Video)

  • 11/07/2025

Oke, jadi ini adalah Asus Expert Brook P3E. [Musik] Duh, untung nyala ya masihnya masih agak tegang. Oh. Eh, eh eh goblok Kiki, rek. Wah, makin hancur laptopnya nih. Wah, intro tadi itu settingan ya, karena memang si expertbook yang mau saya injek ini ya di launchingnya kemarin dia disiram air, dibanting, tapi dibantingnya di karpet. Nah, kita tadi kan di keramik ya, kita lebih ekstrem. Dan yang nginjak kemarin juga bobotnya kayaknya cuman 40 kilo. Nah, saya 75 kg plus sandal swalo berarti sekitar 80 kg lah ya. Ah ah ah. Nah, kayak uh bunyi dia kertek. Nah, kita coba lihat kalau video ini enggak jadi upload atau enggak jadi tayang, berarti ya laptopnya rusak ya. Semoga aja tayang. Oke, langsung kita balik ke studio. Kita review. Kita mulai dari yang paling aneh. Layar. Layarnya ini 144 Hz dan ini laptop bisnis. Mau buat apa? mau main game atau biar pas scroll speedset ribuan baris angkanya kelihatan lebih cinematik gitu, biar email penolakan dari HRD kelihatan lebih smooth. Kan enggak gitu juga. Awalnya saya juga mikir kayak gitu tapi ini bukan tentang cinematik ketika scroll atau gaming sih, tapi soal kenyamanan mata. Perbedaan antara 60 Hz dan 144 Hz ternyata di daily use itu real banget. Semua pergerakan pas mindahin kursor, terus drag and drop aplikasi, scrolling dokumen panjang. terasa jauh lebih mulus dan responsif dan lebih enak aja di mata karena motion blur-nya berkurang. Secara psikologis saya ngerasa kerja itu lebih enteng dan mata enggak gampang lelah. Ini fitur mewah dari gamers yang dimasukin ke budak corporat. Jenius sih. Spesifikasi layarnya juga udah di level premium. Panelnya 14 inch. Resolusinya gede. Aspek rasionya 16 bing 10. Yang lebih enak buat baca dan ngetik. Kalau untuk color akurasinya entah itu P3 atau P5 layarnya sama sih sebenarnya ya margin errornya itu 1% karena ketika kita tes untuk yang P5 sRGB-nya itu hampir 98%, adob RGB 84%. P3 itu ada di 98,3%. SRGB P3-nya 85,7%. Terus tipical brightness-nya juga mirip-mirip di 450-an. Terus yang saya suka lagi di Asus Expert P series ini layarnya juga udah ada antilare. Kalau dipakai kerja di kafe pinggir jendela enggak ada pantulan diri saya sendiri. Ini detail yang sering diabaikan. Tapi buat orang yang menghabiskan berjam-jam di depan laptop, ini fitur yang lumayan penting sih. Jadi, Asus Expert Book P series ini ada tiga SKU ya, ada P1, P3, dan P5. Untuk spesifikasi lengkap ketiganya kalian bisa baca langsung di sini aja. Kalau untuk spesifikasinya P1 ini yang paling entry dengan Intel Core i5 tapi tetap H series. Seri entry-nya aja kencang nih prosesornya. Terus yang P3 P3 i7 13620H juga. Dan yang P5 itu Intel Core Ultra 7258V. Prosesornya prosesor kencang semua ya. P1 dan P3 juga high performance. Belum lagi yang P5 ini ya, dia punya 47 tops atau trillins operation per second. Jadi dia bisa AI on device. Kalau untuk sementara ini sih AI-nya yang on device ya, webcam sama noise cancellation. Ya, kita coba deh webcam-nya. Dan ini adalah kualitas webcam-nya yang menurut saya cukup oke ya. Dan di belakang saya udah putur ini nama judulnya itu ASMR 1 jam tetangga renova. Jadi ada suara gerenda, suara tukang 1 jam ya. Ini kalau misalkan hari Minggu parah banget sih. Nah, ini kalau kejadian di kita, kita meeting online terus ada suara gerenda-grenda kayak gini, kita tinggal masuk ke software My Asus. Nah, kira-kira seperti ini kualitas suaranya kalau misalkan mikrofonnya itu pakai noise cancelling ya. Apakah kalian masih bisa mendengar suara tukang yang berisik ini? banget ya. Padahal ini cuman speaker meemang suara orang grenda itu kayak bikin pusing gitu. Plus karena dia ada Windows Studio Effect-nya, jadi kita bisa pakai background effect untuk blur juga. Jadi kalau misalkan kita lagi di tempat yang cafe yang ramai banget biar enggak terganggu saya bisa pakai potret blur atau standar blur seperti ini. Tapi kalau buat mabar bisa enggak, Bang? Ya, sebenarnya ini bukan laptop gaming, bukan toh ataupun ROG. Tapi jawabannya bisa sih karena dia punya Intel arc yang kemampuannya udah loncat jauh dari sebelumnya. Di performa sintetiknya untuk yang P3 yang partai ya, dia single core-nya dapat 1760. Multi core-nya stabil di kisaran 10.000 poin. Kalau untuk tes stability-nya, Time Spy ST test-nya dia lolos hampir 100% dan untuk skor spy atau fast track kalian bisa lihat di sini. Lanjut kalau kita gunain untuk editing yang P3 dulu ya, yang Intel Core i7 13620H. Setelah itu kita bahas yang P5. Jadi untuk editing render ke 4K dia selesai dalam waktu 3 menit 49 detik. Kalau full HD ya selisihnya cuman dikit aja sih 3 menit 1 detik. Kalau digunakan untuk blender, template BMW, CPU rendernya selesai 3 menit 52 detik. Kalau untuk GPU rendernya 3 menit 51 detik. Kalau buat gaming tipis-tipis kayak Dota 2, dia solusi full HD, graphic fastest, average FPS dia 108, minimumnya 89, maksimumnya bisa sampai 121 FPS. Kalau Valoran settingan rata kiri juga minimal FPS-nya dia dapat di 187 tapi maksimum bisa tembus sampai 284 FPS. Cyberpunk, wah sebenarnya enggak cocok ya untuk main Cyberpunk, tapi saya penasaran dengan Intel arc-nya kayak gimana performanya dan hasilnya. Average dia dapat 28, maksimumnya bisa dapat 35, dropdopnya bisa sampai 24 FPS. Sebenarnya angka yang lumayan ya. DLSS-nya ada di performance rate racing-nya off. Ya memang dia enggak sanggup untuk main Cyberpunk, tapi Intel Arc-nya berarti memang benar-benar bekerja dengan baik ya, karena Cyberpunk masih bisa dapat hampir 30 FPS. Kalau untuk yang P5 atau seri tertingginya ya single core-nya mirip-mirip aja sih 1900-an poin di R23. Multicore-nya juga 10.000 poin. Terus kalau misalkan enggak dicas ada penan performa tapi enggak banyak, lihat aja chart ini. Stabilnya itu di kisaran 8.000-an poin lah untuk multiore-nya. Cuman kalau kita ngomongin performance sebenarnya lebih kencang P3 tadi ya. karena dia high performance. Sementara yang ini Intel Core Ultra 7 yang sebenarnya ini hyper trade-nya itu kayak dilimitasi gitu. Dan untuk rendering-nya Adobe P Pro dia 5 menit 13 detik ya lebih lama dibanding P3. Blender CPU rendernya 4 menit 10 detik. GPU rendernya juga sama 4 menit 12 detik. Jadi kalau kita perhatikan secara performance sebenarnya lebih kencung P3 tapi kalau kita ngomongin awetnya baterai lebih awet P5. Jadi sebenarnya kalian bisa pilih sih, pilih yang performance-nya kencang tapi harus mengorbankan baterai atau performance-nya ya di tengah-tengah tapi baterainya lebih awet. Lanjut kita coba untuk gaming juga yang P5. P ini Dota 2 graphic fastest sama dengan P3 tadi. Average FPS di 83, maksimumnya 107, dropdrop-nya di 61 fps. Valoran masih aman dengan average FPS 136, dropdrop-nya cuma 108. Gensin Impact itu masih bisa dapat average FPS 54, dropdropnya 49. Jadi masih aman juga. Tapi yang menarik kalau kita gunain untuk main Cyberpunk dengan settingan sama dengan P3 tadi, ini angkanya lebih gede sih dengan P5 itu average FPS di 37, maksimumnya 42, dropdopnya di 33 fps. Ini menandakan berarti kalau soal GPU lebih kencang di seri P5. Dan emang terbukti di test 3D Mark-nya ya, Time Spy dan juga skore 5 track-nya itu lebih gede dibandingkan Asus Expertbook yang P3. Kalau untuk kebutuhan kerja Office aja yang ringan-ringan ya dilahap sih sama dia ya. Contohnya kalau misalkan kalian pengin export powerpoint 150 slide ke PDF, dia cuma selesai dalam waktu 6 detik. Excel randomis data yang large banget 36,25 detik. Nah, setelah kita stres tes terus juga kita tes untuk gaming, kita tes suhu permukaannya apakah dia anget dan hasilnya suhu tertinggi itu di 44,9 derajat Celcius dan WAD-nya juga lumayan ya 44,9 derajat celcius. Tapi yang perlu dinote itu tadi ketika kita stres-stes dan main game langsung ya, tanpa rehat. Jadi kalau kebutuhan kalian cuman ya office terus tipis-tipis editing ringan medium ya harusnya enggak setinggi ini untuk suhu permukaannya. Tadi saya bilang kalau yang P5 ini baterainya lebih efisien, lebih awet karena memang multi tradahnya itu di limit sama Intel untuk bisa dapat baterai yang lebih awet dan hasilnya memang awet ya ketika kita tes untuk moderin Office dengan brightness 50% 17 jam 26 menit. Terus karena dia ada eiei-nya juga, jadi kita coba juga di stable diffusion itu selesai cuman dalam waktu 3 detik. Terus Jagger Note selesai dalam waktu 10 detik aja. Dan satu hal lagi yang perlu dicatat memang RAM-nya ini udah 16 GB LPDDR 5X kencang tapi karena LP low power jadi dia diolder di motherboard enggak bisa di-update. Tapi ada varian yang 32 GB sih. Jadi pastikan kalau kalian beli kalian tertarik dengan laptop ini dan butuh jangka panjang ya memori RAM itu juga harus dicatat atau diperhatikan. Soal charging dia dapat adapter yang udah USBC. Jadi bukan yang DC biasa. USBC 65 watt yang untuk ngecas 0 ke 100% cuma butuh waktu enggak sampai 2 jam. Konektivitas juga lengkap parah. Kita dapat dua port Thunderbolt 4, dua port USBA XDMI 2.1 dan ada port lain. Ini port wajib buat pebisnis ya karena butuh internet yang stabil. Keamanannya juga udah kayak berangkas berjalan. Dia ada fingerprint yang jadi satu sama tombol power. Terus kamera infrared buat login Face ID. penutup fisik webcam ada dan di dalamnya juga udah ada chipset TPM 2.0. Data-data penting kita bakalan terenkripsi di dalam laptop, enggak dibawa di cloud jadi lebih aman. Kalau soal desain sih desainnya enggak mencolok ya. Desainnya itu standar biasa aja. Desain yang minimalis dan modern. Desain yang enggak bakal diuber-uber sama orang pajak. Simpel dengan logo expertbook kecil. Enggak neko-neko. Bahan materialnya pakai aluminium dan solid. Enggak ada area yang kopong. Bobotnya cuma 1,2 kg dengan ketebalan 1,5 cent. Enteng dan enak untuk dibawa ke mana-mana. Nah, untuk harga dia start from R jutaan ya. Untuk yang P1 itu yang pakai Intel Core FF High series itu Rp7 juta. Terus P3 itu sekitar 12 sampai R juta. Dan P5-nya ada yang 16 sampai Rp juta tergantung SKU ya. Nanti link pembelian lengkapnya dan promosinya akan saya taruh di kolom deskripsi di bawah atau kalian bisa langsung check out di pojok kiri video ini. Ada kok. Dan series P apapun yang kalian beli itu udah include sama Asus Expert warranty dan juga VIP warranty selama 3 tahun yang ada ADP-nya. Jadi kalau misalkan suatu saat dia jatuh human error ya kebakar kongset bakal dicover 100% sama Asus. Kesimpulannya sebenarnya laptop ini buat siapa ya? Kalau dari harganya yang terjangkau start dari R juta loh ya. Sebenarnya bukan untuk pebisnis aja ya. Ini laptop yang segmentasinya udah melebar ke semua orang. Karena kelebihannya jelas prosesor walaupun yang R jutaan dia pakai H series. Layarnya juga cakep dengan color akurasi yang gede tahan banting juga. Dan tes-tes yang kalian lihat tadi sebenarnya udah kita lakuin berulang-ulang karena kita juga udah bikin video short-nya dan kita enggak bisa pakai video short itu untuk footage video vertikal. Jadi kita tes ulang yah. ngetesnya lumayan lah ini. Dan yang terpenting kalau kita lihat harganya ya di kompetitornya yang ada label laptop bisnis, harganya itu bisa Rp15 juta sampai 20 juta ke atas. Tapi Asus varian terendahnya dibikin terjangkau R7 juta. Varian paling tingginya dibikin yang enggak terlalu mahal juga Rp16 juta. Intinya buat yang pengen fokus mikirin bisnis enggak kepengin ke distract. Ke distracknya itu masalah-masalah simpel kayak di laptopnya overheat, blue screen, keyboard-nya enggak nyaman. Itu kan jadi workflow kita ketika produktif kan berkurang ya. Nah, kalau misalkan kalian pengen fokus bisnis aja, Asus ini bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.

Lihat di YouTube