Laptop Snapdragon 5 Jutaan?! Kejutan Qualcomm di Computex 2026 (YouTube Video)
Laptop Snapdragon X kurang terjangkau. Tenang, Qualcom punya solusinya. Ini dia Qualcom Snapdragon C atau Snapdragon C yang lebih terjangkau. Nah, tapi laptop ini bisa dipakai buat apa? Kencang enggak? Irit enggak? Nah, ini hanya salah satu teknologi dari Qualcom yang paling baru yang akan diumumkan di Comotex 2026 yang semuanya akan kita kupas tuntas. Ya, cukup mengejutkan ya. Qualcom tiba-tiba meluncurkan prosesor untuk laptop yang sangat terjangkau. Snapdragon C atau Snapdragon C. Kayaknya makin menjadi-jadi nih Qualcom ya. Kalau mau yang terjangkau ada laptop Snapdragon C ya. Mau yang super kencang ada laptop Snapdragon X2 Elite. Mau tengah-tengah ada juga opsinya buat native apps. Wah, itu banyak banget ya. Saat ini udah lebih dari 1800 native apps tersedia untuk laptop Snapdragon. Iya, ini yang under Windows ya. Udah. beneran natif ya untuk ARM-nya Snapdragon ya. Bahkan saat ini ada lebih dari 6.000 aplikasi nonf jalannya normal-normal aja di laptop Snapdragon. Jadi kompatibilitasnya udah keren banget. Ini perkembangan yang sangat-sangat cepat ya, hanya dalam waktu sekitar 2 tahunan aja. Oh ya, untuk daftar lengkap aplikasinya bisa langsung cek aja di website Workson WA. Prosesor Snapgon C ini stadi punya konfigurasi 8 core dan tentunya tetap punya NPU. Jadi bisa menjalankan AI tanpa perlu connect ke internet. Menurut Qualcom laptop Snapcen C ini akan dijual dengan harga mulai dari 300 atau sekitar Rp5 jutaan dengan kurs saat video ini dibuat. Nah, untuk saat ini rencananya akan ada laptop stand dari Acer, HP dan Lenovo. Oke, di Komtes 202 kali ini kami berhasil menemukan salah satu laptopnya di dalam boot Acer. Laptopnya adalah Acerpire GO 15. Fresor Sagan C di laptop ini dipasangkan dengan RAM 8 gig dan SSD 512 gig. Laptop ini menggunakan layar 15,6 inci dengan resolusi 1080p. Laptop ini juga dilengkapi dengan dua konektor USB type C, 1 HDMI, dan 1 USB type A dan ada juga kamera full HD di sini. Sayangnya untuk brand lain e belum kelihatan di Comx 2026 ya. Laptop dengan prosesor Snapdragon Se rencananya akan mulai dijual di akhir tahun 2026 ini. Nah, selain laptop Snapdragon C di komputer kali ini juga dipamerkan laptop-laptop Snapdragon X2 Elite dan Snapdragon X2 Plus di boot Qualcom. Kalau Racer ada nih Swift Spin 14 AI laptop convertibel ini tersedia dalam dua versi yaitu Snapdragon X2 Elite dan Snapdragon X2 Plus. Berikutnya ada laptop dari Asus seperti ZenBook A14, ZenBook A16, Vivobook S16, dan Pro Art PZ14. Menariknya semuanya termasuk Viobook yang terjangkau itu menggunakan Snapdragon X2 Elite. Jadi performanya ya mentok ke atas ya. Nah, selain laptop, Asus juga punya versi mini PC-nya yaitu As QN10 yang juga pakai Snapdragon X2 Elite. Merek berikutnya adalah HP yang punyaai Omnibook X, Omnibook Ultra, Elite Book X, dan Elite Book 6 ya. Keempatnya juga punya dua versi prosesor dengan Snapdragon X2 Elite yang super kencang atau Snapdragon X2 Plus yang lebih terjangkau. Sementara dari merek Lenovo ada Yoga Slim 7X dan Idpad 5X 2 in1. Kedua laptop ini punya versi dengan Snapdragon X2 Plus, tapi hanya Yoga yang ada versi Snapdragon X2 Elite-nya. Berikutnya ada laptop dari produsen Korea Selatan yaitu Samsung dengan Galaxy Book 6 Edge-nya yang menggunakan Snag X2 Elite. Jadi kelihatannya cuma dalam waktu beberapa bulan saja juma perangkat yang menggunakan prosesor Snapdragon X2 series itu makin banyak ya sekarang ya. Padahal saat kami liputan di CS 2026 Januari 2026 jumlahnya itu masih sangat sedikit. Nah selain pamer varian laptop Qualcom juga pamer performa laptop dan bagian X2 series di boot mereka. Contohnya di pengujian speedometer nih ya. Dua laptop HP Omnibook Ultra. Di sini terlihat Omnibook Ultra dengan Snapdagan X2 Elite menghasilkan skor average lebih tinggi dibandingkan versi Core Ultra 7 356H-nya. Menariknya walaupun skornya lebih tinggi, Omnibook Ultra versi Naagan X2L itu hanya mengurangi kapasitas baterai sekitar 52% dibandingkan kompetitornya menghabiskan sekitar 72%. Tentunya ini dengan asumsi dalam jangka waktu yang sama ya. Berikutnya ada HP Omnibook 3 dengan stabil X yang diadu dari tahan baterainya dengan MacBook Neo. Di skenario Office Pertivity dengan durasi pengujian yang sama, sisa baterai Omni 3 ini masih berada di 66%. Sementara MacBook Neo udah ada di 38%. Selanjutnya ada adu Performa AI dengan benchmark Geigbench AI. Di sini Omnibook Ultra versi Snapdragon X2 Elite diadu dengan versi Core Ultra X98H dan juga diadu ke MacBook R5. Di benchmark ini terlihat quantized score laptop Snapdag X2 Elite itu lebih tinggi dibandingkan kompetitornya dengan perbedaan yang cukup jauh. Selain itu, Quakom juga menemukan kemampuan gaming dari laptop Snapdragon X2 Elite dengan game Cyberpunk 2077. Di sini terlihat ya, laptop Asus Zenbook A16 dengan seron X28 itu memiliki average FPS lebih tinggi dibandingkan laptop Samsung Galaxy Book 4H yang pakai Snapdragon X Elite. Jadi udah lumayan jelas ya bagaimana performa dan keiritan baterai laptop Snapdragon dibandingkan dengan kompetitor dan pendahulunya. Tentunya isi boot Qualcom enggak cuma itu aja. Di sini ada sejumlah developer yang mendemokan aplikasi mereka yang berjalan di laptop Snapdragon. Contohnya developer ini ya punya aplikasi AI untuk memantau pengunjung melalui kamera CCTV. Dengan memanfaatkan AI, kamera CCTV bisa memantau jumlah pengunjung, jenis kelamin, perkiraan umur, bahkan warna baju bagian atas dan bawah yang digunakan. Ini akan berguna untuk tempat seperti area pameran, toko, atau bahkan mall dengan pengunjung yang sangat banyak dan butuh pemantauan untuk keperluan keamanan atau survei tipe pengunjung. Lalu ada developer yang mendemokan aplikasi EI yang bisa dipakai oleh dokter. Dengan aplikasi ini, dokter cukup berbicara melalui mikrofon. mengenai keluhan pasien dan aplikasi tersebut dengan cepat akan mendiagnosa penyakitnya lalu menyarankan tindakan penanganan serta obat-obatnya ya. Berikut ada demo aplikasi AI buatan Aceri. Berbeda dengan aplikasi jenis lainnya, dengan aplikasi ini kita bisa menciptakan gambar dengan menggunakan deskripsi yang ada di internet. Misalnya kita mau bikin gambar Gunung Everest. Kita cukup ambil deskripsi dari Wikipedia kemudian diinput ke aplikasinya dan gambarnya bisa langsung jadi. Jadi kita enggak harus jago bikin prom buat gambar gambar pakai AI. Berikutnya ada aplikasi AI dari Acer juga yang memudahkan kita membaca tulisan yang terlalu kecil pada sebuah dokumen. Menariknya karena diperbesar pakai AI tulisannya tetap terlihat jelas dan enggak jadi burem. Bahkan tulisan diperbesar tadi bisa kita putar-putar jadi bisa dibaca rekan bicara di depan atau di samping kita. Lalu ada demo aplikasi AI yang bisa membuat kamera yang disambung ke laptop jadi lebih pintar. Nah, demo di sini menggunakan laptop yang terhubung ke tablet. Aplikasi EAI ini membuat kamera di tablet bisa melakukan face tracking dan juga bisa menerjemahkan tulisan yang diarahkan ke depan kamera. Uniknya, kamera tablet ini punya field of view yang luas. Jadi bisa menangkap gambar barang-barang di atas meja. Jadi seperti kita punya kamera di langit-langit ruangan yang mengarah ke atas meja. Tentunya aplikasi AI tadi dijalankan di NPU laptop Snapdragon. Jadi lebih aman karena enggak perlu terhubung ke internet. Nah, di Komunes 2026 kali ini, CEO Qualcom Christiana Amon juga menyebutkan dalam keynote-nya kalau perangkat dengan cip mereka bisa menjalankan AI secara lokal. Menariknya, perangkat tersebut tidak hanya terbatas smartphone, tablet, dan laptop saja ya. Perangkat TWS, smartwatch, smart glasses, robot, mobil, hingga sistem kamera CTV juga bisa ikut turun serta dalam menjalankan agentic AI ini. Tentunya perangkat-perangkat tersebut terhubung di dalam satu ekosistem yang sama ya. Dan untuk menghubungkan semua perangkat tersebut, Qualcom mempersiapkan jaringan 6G dengan kemampuan uplink yang kencang. Ini penting ya agar tidak ada latency dari perangkat ini ke server. Jaringan SG ini juga nantinya akan dipakai untuk menentukan lokasi perangkat agentic AI tersebut. Nah, berbeda dengan AI biasa yang membutuhkan perintah atau prom dari kita berkali-kali untuk menyelesaikan pekerjaan, agentik AI hanya membutuhkan sedikit perintah dari kita. Ajantik ini akan secara otomatis membuat keputusan sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan dan hanya meminta perintah tambahan kalau dibutuhkan. Oh ya, masih ingat kalau Qualcom akan terjun ke data center? Nah, wujud fisik data center Qualcom Dragonfly itu akhirnya muncul di Komputes 2026. Tapi sayangnya belum ada detail lebih lanjut yang diperlihatkan di sini. Oh ya, di komes kali ini kita juga diberikan kesempatan untuk mewawancarai Kedar Conda SVP GM of Coming at Qualcom. Talking about AI, AI features are often built for countries like US or countries in the Europe or well more developed countries. Uh what specifically makes Snapdragon approach relevant for users in market like Indonesia where connectivity is inconsistent and cloud AI isn't always an option? Yeah, a very good question. Look, I don't from Qucom's perspective with the Snapdrag and X sersies platforms, it is designed for everybody. Hm. It starts with the Xelite, the X+ and the X. And the reason why we kept this thing similar across all the years is the three matrics I talked about performance, battery life and AI. We wanted to make sure we're keeping it consistent across the entire stack. Indonesia specifically obviously the price points and the sweet spot of consumers that you know buy laptops is more in the X series type stuff even though there is a good market. So with that I think we have the ability to provide more and more consumers the option. Now when you think of I don't think there's anything specific that we do that is for only markets such as US or Europe. We were all entering in a very different world. We're entering in a world where agents are going to start playing a very important role. Sure, agents are going to take precedence in terms of being the center of connecting all these different devices whether it's your phone, your watch, your XR glass, your earbudds, your PCs, auto. So all of these will get connected and that is honestly for every consumer including in Indonesia that is using all of these devices that are powered by Snapdragon. So I think the way we're developing this technology is for everybody. It's for everybody. Ya, especially for the NPU probably ya, the BV NPU probably. Yes. So, we can we can use it offline easily. Right. Correct. Alri. Um, okay. Students and creator in markets like Indonesia can always rely on cannot always rely on fast internet. Again, no fast internet there. Give me one concrete example on how on device AI on a Snapdragon laptop changes can change their daily workflow today. Yeah. Look, here is a real example. Right. The challenge that the industry faces right now is one of tokens. Tokens. Okay. If any consumer has used AI, yes, actively. Yep. It could be anything. It could be using it for coding. If you are an architect, you're using it for designing. If you are an artist, you're using it to create art. You know that the problem that every consumer runs into right now is you run out of tokens. Yeah. And so the ability to be able to bridge and run some of these models on device to help reduce the cost of tokens is going to be very important. Yeah, you know earlier today I mentioned this in my keye which is about a billion people that use in the AI today over the 6 billion people that use the internet of which only 1 billion people are using AI today and so all of the problems that I'm explaining it's just about getting started. I think every consumer is going to use AI and they're going to start to see the need for on device processing. Yeah. But at the same time we believe that the it's going to be very distributed. The consumer doesn't need to know. I'm going to give you an example. Okay. Back in the day you know we uh we had something called background blur on your phone. Yep. You remember that we uh you know if you are clicking a picture then we moved the background blur which was back then called boke effect. Its everything in the background. The fun part was all of that was running on the NPU, right? But the consumer didn't know. Similarly here, we'd like to get to this distributed entic model where the workloads are hybrid. The consumer doesn't need to know. They just know that they can use more AI to do their daily job in a much more effective manner. I think they don't even have to know that they are using AI. That's exactly correct, right? They just know that I can do this and much better in a more productive manner. 100%. Yes. I don't know about using the AI word too much. I I agree with you. I agree with you. It has to be like features like Exactly. Whether it's using AI or not AI, we don't It doesn't matter. It doesn't really matter as long as it get the job done, right? Right. Okay. Next one. Eh, Qualcom just launched the Snapdragon C. Yeah. Uh, I think it's to push into more affordable segment. So, why does Qualcom care about making laptop cheaper and how does this fit into the broader AIPC ecosystem that you are building? Yeah, when we launch the X, we then launched the X plus and we launched the X. Yes, with that our intent was to provide ubiquitous capabilities like performance, battery, life and AI to price points that scale from 599 all the way up. But we both know that in a lot of countries there is a large market out there. Yeah. For device price points that are sub 500. The dam is large. Consumers want an experience that is enhanced. They haven't seen new capabilities for many many years. To drive disruption the space. So while we're not giving out the detail specs yet, [tertawa] Snapdragon C does offer I will tell you we will focus on the same three metrics. We will provide consumers amazing performance, incredible battery life, right? And AI and AI. So it has in these classes. I wish I could tell you right now. [tertawa] I want to tell you but I'm not ready to tell you that yet. Right. All right. [mendengus] Okay. So you you think that it's it's going to be like a very good addition to the X series. Definitely definitely. Alri. [mendengus] And the thing as we see that the windows is already ready right now right for for arm. So ok ya. Jadi udah jelas ya mengenai teknologi-teknologinya Qualcom di Comotex 2026. Udah jelas juga mengenai kemampuan laptop Qualcom Snapdragon C ini ya. Lalu buat kalian sendiri bagaimana? Tertarik dengan laptop dengan pressor Snapdragon C ini enggak atau kalian malah lebih tertarik dengan laptop yang pakai Snapdragon X2 series atau mungkin dengan teknologi Qualcom lain yang lebih menarik? Ya langsung aja deh tertarik yang mana? Tulis di kolom komentar. [musik]
