Laptop Snapdragon X Series Termurah Teririt Baterai? Review Lenovo IdeaPad Slim 5x (YouTube Video)
Ini adalah laptop Lenovo paling murah saat ini dengan prosesor Snapdragon X series. Bahkan mungkin ini adalah laptop Snapdragon paling murah di pasaran Indonesia pada saat video ini dibuat. Menariknya walaupun harganya miring, laptop ini pakai Snapdragon X Plus processor bukan yang X ya kan. Kalau yang X polos itu performanya di bawah yang X+ ini. RAM-nya langsung 16 GB LPDDR 5X 8448 MHz. Jadi siap pakai dan kencang. Layarnya udah pakai panel OLED 100% DCI P3. Jadi siap untuk editing class profesional dan daya tahan baterainya juga sangat irit. Lebih dari 20 jam ya. Ini adalah Lenovo Idapad Slim 5X. Ya, berbeda dengan awal kemunculannya, laptop Snapdragon sekarang sudah mulai tersedia versi terjangkaunya. Ya, paling enggak yang lebih terjangkaunya seperti yang kami uji kali ini. Menariknya, walaupun harganya lebih terjangkau, kemampuan NPU dan fitur-fitur tertentunya masih tetap mirip dengan yang harganya paling tinggi. Oke, langsung aja kita mulai pembahasannya dari membahas spesifikasi utamanya. Untuk prosesor, dia pakai Qualcom Snapdragon X Plus X1P2100. Panjang ya namanya ya. Fabrikasi tentunya 4 nanom. Dia punya 8 core, 8 tradon CPU. Maksimum multir trad frequensinya ada di 3,2 GHz dengan single core boost frequency di 3,4 GHz. Total cash-nya besar 30 MB. Integrated graphics-nya dia pakai Qualcom Adreno GPU. Tentunya sistem grafisnya sudah mendukung API Direct X12 jadi mampu menjalankan game-game berbasis Direct X12. Untuk neural processing unitnya atau NPU-nya dia pakai Qualcom Hexagon NPU dengan kemampuan komputasi hingga 45 tops. Jadi tetap sama dengan versi X Elite-nya yang paling tinggi harganya ya. Jadi laptop ini memenuhi persyaratan Microsoft Copilot plus PC. Untuk memori atau RAM dia pakai 16 GB LPDR 5X 8448 MHz dual channel 128 bit. Ini adalah RAM onboard ya. Jadi emang ini enggak bisa di-upgrade. Untuk storage dia pakai 1/2 TB SSD MD.2 2 NVMi PC gen 4x4 dengan ukuran fisik 2242 ini yang agak pendek ya. Sayang sekali kita tidak bisa mengupgrade SSD-nya dengan ukuran fisiknya 2280 ya karena enggak ada dudukannya. Tapi kalau mau pakai 2242 lagi bisa enggak ada masalah. Untuk wires connectivity dia menggunakan modul Qualcom Fast Connect yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 5.4. Tentunya dia juga support Bluetooth audio Connect APTX X ya. Jadi, kualitas suaranya jauh lebih baik dibandingkan kodex SBC atau AAC yang umum dijumpai di laptop selain yang pakai Snapdragon. Tentunya kita juga membutuhkan perangkat yang mendukung kodex Aptex untuk bisa memanfaatkannya. Nah, untuk kapasitas baterainya dia di 57 wat hour. Tapi kita lihat nanti ya kemampuannya seperti apa. Untuk operating system dia pakai Windows 11 versi 24H2. Nah, body factornya adalah clim sell atau laptop klasic. Di sini materialnya ini aluminium untuk punggung layar dan penutup sisi bawahnya. tentunya laptop ini sudah lolos 21 jenis uji daya tahan military standar 810H. Jadi harusnya terjamin ketangguhannya ya. Warnanya ini disebutkan cloud gry atau kalian juga bisa bilang ini warnanya silver ya. Untuk desain Lenovo sepertinya masih menggunakan sasis body yang sama dengan ide pad Slim 5 terbaru lainnya untuk versi Snapdragon ini ya. Hal ini bukan masalah. Mengingat Ide Padlim 5 itu punya penampilan yang low profile dan minimalis dan tampak profesional. Untuk dimensinya panjang 31,2 cm, lebar 2 2,1 cm dengan ketebalan di sisi paling tipis 1,69 cm, sisi paling tebal di 1,79 cm. Untuk bobot laptopnya aja di 1,48 kg dan chargernya di 185 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Untuk total bobot di bawah-bawah itu adalah 1,66 kg. Nah, untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci. Resolusinya 1920* 1200 dengan aspek rasio 16 b. Refresh rate-nya 60 Hz. Panelnya adalah panel OLED. Iya menurut telepon tingkat cecaran maksimumnya ada di 400 nit dengan color gambut di 100% di CP3. Nah, kalau kami ukur hasilnya tingkat kecaran maksimalnya kita dapatkan di 386 saat berada dalam ruangan. Ini sudah sangat dekat sekali dengan janjinya ya. Gambut covers ada di 98,6% di CP3 dengan gambut volume di 120,6% di CP3. Dengan kelar gamut seperti ini, layar ini harusnya udah cocok ya untuk editing yang serius yang membutuhkan akurasi warna yang tinggi. Mau digunakan untuk streaming film atau lated foto pasti udah mantap banget yang satu ini. Mau dipakai untuk kerja berjam-jam juga enggak ada masalah karena layarnya sudah punya sertifikasi Tuv Rinline low blue light dan dia juga flicker free. Untuk permukaan layarnya ini punya sifat yang glossy ya. Nah, permukan seperti ini mungkin akan sedikit memantulkan bayangan-bayangan dari benda-benda atau lampu-lampu di sekitar. Tapi permukaan seperti ini tentunya akan membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Panelnya udah olet, warnanya lebih cemerlang pula. Wah. Lalu bingkai layar ini sudah menggunakan desain yang tipis di keempat sisinya. Jadi tingkat screen to body ringnya cukup tinggi di 90%. Sementara untuk exelirnya memang belum bisa dibuka 180 derajat sih ya. Tapi seenggaknya ini bisa nyaris 180 derajat. Jadi lebih amanlah dari resiko rusak akibat kedorong enggak sengaja. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya, laptop ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps yang sudah didukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, portrait light, eye contact, background effect, serta creative filters lainnya. Tentunya fitur tersebut akan memanfaatkan NPU saat diaktifkan. Jadi, ini harusnya akan lebih irit baterai. Nah, untuk mikrofonnya jumlahnya ada dua buah. Lokasinya ada di kanan dan kirinya kamera. Nah, mikrofon ini sudahudah dilengkapi dengan fitur Lenovo smart Noise cancellation untuk meredam kebisingan di sekitar kita. Nah, kualitas gambar ditangkap oleh kamera ini sebenarnya punya kualitas yang cukup baik dan minim noise saat kami coba di ruangan dengan pencahan mencukupi. Hanya saja wajah kami agak sedikit kemerahan ya saat ditangkap oleh kamera. Lalu untuk mikrofonnya ternyata ini mampu menangkap suara kami dengan sangat jelas saat dicoba di dalam ruangan. Sedangkan saat kami coba di luar ruangan dengan fitur noise cancellation itu ternyata suara kami agak terdistorsi ya. Walaupun kata-kata yang kami ucapkan masih terdengar jelas dan suara sekitar kami itu hilang sepenuhnya. Oke, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon di laptop Lenovo Ideapad dengan prosesor Snapdragon X Plus. Jadi gimana nih kualitasnya? Oke, saat ini saya lagi mau mengunci kemampuan noise cancellation laptop Lenovo ID pad dengan prosesor Snapdragon ini. Jadi, gimana nih suara bising sekitar saya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, untuk sistem audio laptop ini punya dua buah speaker yang sudah mendukung teknologi Dolby Audio. Posisi speakernya ada di sisi kanan dan kirinya keyboard dan ini langsung mengarah ke pengguna. Nah, kita bisa mengatur profil dan equalizer melalui software Dolby Access atau Lenovo Fantase. Di telinga kami, suara speaker laptop ini masih terasa agak kurang lantang ya, walaupun enggak tergolong yang pelan-pelan juga ya. Untungnya suara Nasilan tuh masih dapat dinikmati meskipun untuk sektor bass itu tipis-tipis aja memang. Oke, untuk konektor dan tombol. Di sebelah kiri ada satu USB 3.2 gen 2 type C, lalu ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen 2 yang type C lagi, lalu ada 1 3,5 mm audio combo jack. Beralih ke sisi kanan, di sini ada micro SD carder dan ada dua USB 3.2 gen one. Nah, untuk semua yang USB type C itu sudah mendukung power delivery dan protokol display port. Dengan konektor seperti itu, kita bisa memasangkan tiga monitor tambahan ke laptop yang satu ini. Jadi, kita bisa manfaatkan konfigurasi empat layar sekaligus. Nah, untuk keyboard sebetulnya gak ada yang luar biasa istimewa banget kalau kita pakai standarnya Lenovo ya. Dia tetap menggunakan keyboard khas seri Ideapad yang memang sudah terkenal nyaman banget dipakai untuk mengetik ya. Kalau dibandingkan dengan yang lain ya ini luar biasa. Tapi kalau dibandingkan dengan Lenovo sendiri ya ini standar-standar aja standar kerennya. Kalaupun ada perbedaan itu kita jumpai pada tombol copilot key-nya aja. Keyboard ini dilengkapi dengan lampu backlit warna putih dengan dua tingkat ccerahan yang dapat diatur dengan menekan tombol function plus space bar. Lampu berket juga memiliki mode auto yang akan otomatis menyala saat ruangan menjadi gelap atau mati saat ruangannya terang. Nah, untuk area touchpad ini menggunakan material mil ya dengan ukuran 12* 75 cm. Posisinya sejajar dengan tombol space bar jadi memberikan kenyamanan paling optimal saat kita lagi mengetik. Kalau kita coba ini memang permukaannya mulus banget. Mulus lancar. Jadi kalau kita pakai itu mulus lancar tanpa hambatan sama sekali. Tombol klik kiri dan kanan juga terasa cukup nyaman saat kita tekan ya. Nah, untuk k sistem prosesor Snapdragon X Plus di laptop ini didinginkan menggunakan heat sink dengan dua heat pipe dan satu kipas yang berukuran cukup besar. Untuk lubang ventilasi udaranya ada satu dan mengarah ke belakang menuju ke exel layar. Untuk sistem security-nya laptop ini dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik dengan pengenalan sidik jari dengan posisi sensor di palmr kanan di dekat tombol panah. Selain itu, ada juga penutup fisik kamera untuk mencegah diintip meskipun kamera sedang di-hack. Oke, sekarang kita masuk ke aspek performa. Laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa, tapi tidak seperti laptop Lenovo lainnya. Profil performa tersebut tidak tersedia menunya di software Lenovo Vantage ataupun dalam BIOS. Profil performa ini hanya bisa diubah dengan menekan tombol function plus huruf Q. Seharusnya nama profil performanya sama seperti Lenovo baru yang lainnya ya, yaitu adaptive power mode atau auto, lalu ada battery saver dan performance. Nah, perlu diperhatikan saat ini software untuk mlogging SU dari procesor Snapdragon X series memang sudah ada ya. Hanya saja sampai saat ini kami masih mencari tahu pembacaan sensor mana sih sebetulnya menunjukkan sensor prosesor yang sebenarnya. Jadi untuk saat ini kami belum bisa menampilkan hasil pengujian suhu yang akurat untuk laptop Snapdragon X series kecuali untuk suhu permukaan body. Oke kita lanjut dengan CBch 2024 yang for Arm 64 ya. Sedm 64 ya sudah kompatibel diabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 766 poin di mode adaptive power dan 767 poin di mode performance. Lalu skor yang dapat dipertahankan adalah 740 sampai 750 poin di mode adaptive power dan 760 sampai 770 di mode performance. Sementara itu kalau kita cabut colokan listriknya kita dapatkan skor 600 sampai 630 poin di mode adaptive power dan 730 sampai 750 poin di mode performance. Nah, di mode adaptive power ternyata penurunannya tuh cukup jauh ya kalau kita pakai hanya baterai aja. Sementara kalau kita pakai mode performance bisa dibilang hampir enggak ada bedanya. Jadi kalau mau kencang saat tidak nyolok ke listrik pakai mode performance. Oke, langsung aja kita lanjut ke Adobe Premiier Pro 2025. Perlu diperhatikan, hingga saat ini Adobe belum merilis Premiere Pro versi ARM. Jadi, untuk saat ini yang tersedia hanya Intel Base Premiere Pro yang dapat diinstal dan dijalankan di laptop Snapdragon X series ya. Jadi otomatis ini pakai mode emulasi. Ingat, ini masih pakai mode emulasi. Untuk video 4K60 yang 2 menit 7 detik dengan software ONI ini dieksport dalam waktu 25 menit 14 detik. Sementara kalau kita pakai GPU acceleration via Open CL, ini saya dalam waktu 13 menit 50 detik. Nah, kalau videonya full HD 60 fps durasinya sama. Software only saya dalam waktu 6 menit 3 detik dengan GPU Acceleration pakai open dia selesai dalam waktu 3 menit 27 detik. Jadi terlihat ya kalau kalian pakai Adobe Premiere Pro ya ini cocoknya baru ngedit sampai 1080p 30 fps aja. Kemungkinan besar ini karena dia masih pakai mode emulasi. Nah, kita lihat kalau Da Vinci Resove 19.1 ini sudah for arm 64 ya. Jadi, Davincinnya sudah untuk ARM 64, tapi ini versi gratis ya, tetap ya. Nah, untuk video 4K60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 20 menit 43 detik. Sementara untuk yang full HD 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 5 menit 51 detik. Lagi-lagi di sini kelihatan bahwa yang pas memang baru di 1080p 30 fps kalau kita pakai Dain Resolve yang memang adalah sebuah software yang berat. Oke, sekarang kalau kita pakai CapCut bagaimana? Lagi-lagi capc-nya sudah native ya, sudah ARM 64 juga di sini. Video 4K60 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 3 menit 35 detik. Sementara kalau dia full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 1 menit 1 detik saja. Nah, kalau kalian mengedit video 4K cocoknya pakai CapCut nih ya. Akselerasinya udah mantap banget di sini. Lalu kita coba handbreak ini adalah software untuk convert video ya. Ini lagi-lagi sudah native ARM 64. Dalam pengujian ini kita coba konversi video 4K60 yang tadi yang domit detik ke full HD 60 fps format AV1 tanpa akselerasi hardware ini sesuai dalam waktu 4 menit 19 detik. Nah, kalau kita pakai akselerasi hardware selesai dalam waktu 2 menit 11 detik. Wah, udah mantap nih ya kalau pakai akelorasi hardware ya. Oke, sekarang mari kita tes buat gaming ya. Walaupun laptopnya enggak dirancang buat gaming, tapi ya coba kita tes untuk gaming ya. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua game Windows itu bisa berjalan normal di laptop Snapdagon X series. Ini disebabkan karena game Windows memang rata-rata masih ditujukan untuk prosesor dan Windows yang berbasis X86. Jadi game Windows itu pasti akan jalan di mode emulasi. Untuk datar kompatibilitas game yang dapat berjalan di laptop Snapdragon X series itu bisa dilihat di website Windows on Arm Ready Software ya. Oke, untuk performa gaming-nya kurang lebih seperti ini. [Musik] Nah, untuk Superan body saat mainkan Metro Exodus selama 30 menit. Walaupun menjalankan game yang berat, su permukaan tombol, keyboard dan body sekitarnya ternyata masih aman di bawah 40 derajat celcius. Area palmr itu juga aman di bawah 35 derajat Celcius. Tentunya kalau aktivitasnya ringan-ringan aja ya, itu tentunya permukaan bodinya tidak akan setinggi itu. Bahkan ngedit video juga enggak setinggi itu sih sebetulnya. Oke, langsung kita tes sekarang kecepatan SSD-nya dengan crystal. Lagi-lagi ini software native for arm 64. Kecepatan bacanya ada di 4913 MB/s dan tulis di 4047 MB/ Ini tergolong kencang untuk SSD ukra fisik-nya di 2242. Lanjut untuk ketahanan baterainya. Sekarang kita lihat ya di sini kita setting tingkat brightness di 150 unit seperti biasa dengan volume suara di 25% dan modenya di adaptive power. Untuk 1080p local video playback baterai baru habis setelah 20 jam 43 menit. Ingat tadi ukuran baterainya baru di 50-an wat hour. Ini irit banget. Layar OLED ketemu dengan baterai 57 watt hour masih bisa di atas 20 jam. Luar biasa. Nah, kalau kita melakukan streaming Netflix ya selama 1 jam baterai akan berkurang sekitar 6,1%. Ini kita pakai Netflix aplikasinya ya yang Netflix app ya. Sementara 1 jam streaming YouTube itu baterainya berkurang sekitar 5,2% kalau kita pakai browser Chrome. Oke, sekarang kita lihat untuk charging. 30 menit pertama langsung terisi 46%. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 1 jam 36 menit. Ini sih kencang ya nge-charge-nya ya, cuma 1,5 jam doang. Luar biasa. Baterainya awet tapi ngisinya kencang. Mantap. Untuk harga, harga resminya di sini adalah Rp13.499.000. Nah, buat yang lebih suka versi convertibel yang diubah jadi tablet itu juga ada nih Lenovo Idapad 5X yang two inone. Nah, ini dijual dengan harga Rp14.499.000. Untuk spesifikasi hardware dan jenis konektornya tetap sama seperti versi yang Clim Shell ini. Hanya saja yang satu ini sudah punya touch screen dan sudah punya stylus pada paket penjualannya. Nah, untuk bonus pembelian tentunya kita dapat Microsoft Office Homen Student 2021 ya yang langsung aktif terus ya enggak usah dibayar-bayar lagi tiap bulan atau tiap tahun ya. Lalu laptop ini dilindungi dengan garansi premium care sekaligus accidental damage protection atau ADP selama 2 tahun penuh. Garansi Premium Care itu menawarkan layanan call service center selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Garasi tersebut juga menawarkan layanan perbaikan di tempat seperti di rumah pengguna ya. Jadi datang orangnya ke rumah pengguna ya. Jadi enggak perlu repot-repot lagi ke service center. Sementara itu untuk ADP atau accidental damage protection itu menawarkan proteksi terhadap kelalaian pengguna di luar garansi utama seperti ketumpahan cairan, jatuh enggak sengaja, retak dipanggil LCD, keyboard mati, corsel listrik dan lain-lain. Ini ditanggung 100% selama 2 tahun dan dia dapat diklaim lebih dari satu kali asal bukan di part yang sama. Kalau part yang sama itu maksimum dua kali, tetap aja bisa dua kali ya. Mantap. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan ya. Tapi yang untuk saat ini belum semua aplikasi untuk Windows 11 X86 tersedia untuk versi R64-nya walaupun sudah semakin banyak sebenarnya sekarang ya. Kemudian sejumlah aplikasi Windows 11 X86 akan berjalan di mode emulasi saat dijalankan di laptop ini dan mungkin akan terjadi perbedaan pada performa dan kompatibilitas. Lalu untuk versi yang satu ini sayangnya belum ada USB 4-nya. Nah, dari segi menariknya penampilannya ini low profile minimalis tapi tetap profesional. Lalu dia udah pakai Snapdragon X Plus. Untuk harga segini dapatnya X+. Daya tahan baterai itu sangat irit, tapi performanya masih mampu mengibangi prosesor X86 di aplikasi aplikasi tertentu. Masih kuat juga buat gaming tipis-tipis. Lalu dia punya NPU 45 tops untuk komputasi A tanpa terhubung ke internet. Performa SSDnya juga kencang untuk yang ukuran fisika 2242. Udah mantap nih. Su permukan body juga relatif aman di sini ya. Adem-adem aja. Lalu charging-nya kencang banget. Layarnya udah olet 100% di IP3. Ada konektor USB dan HDMI yang besar juga. Ada pengamanan biometris juga. Ada garansi klien pengguna selama 2 tahun penuh. Dan yang penting banget adalah daya tahan baterainya luar biasa di atas 20 jam. Nah, pertanyaannya Lenovo Idapet Slim 5S ini cocoknya buat siapa jadinya? Ya, dengan daya tahan baterai seperti ini, laptop ini akan cocok banget untuk kaum road warrior yang aktivitasnya nyari selalu di luar ruangan dan akan mungkin sulit ketemu dengan colokan listrik. Untuk pekerja kantoran tentunya ini oke banget ya kalau memang pekerjaannya sesuai dengan kemampuan laptop yang satu ini. Terlebih lagi laptop ini punya penampilan yang profesional jadi cocok dibawa meeting dengan klien. Buat pelajar dan mahasiswa seharusnya cocok banget sih apalagi harganya juga enggak terlalu tinggi sebenarnya untuk sebuah laptop Snapdragon dan ada garansi ADP-nya full 2 tahun. Bahkan kalau ADP-nya mau ditambah jadi 4 tahun juga bisa walaupun memang harus nambah biaya. Kemudian mau dipakai buat editing video juga sebetulnya bisa selama kita pakai aplikasi yang tepat. Misalnya seperti CapCut yang akselasinya udah mantap. Seharusnya laptop ini juga bisa dipakai untuk programming, asalkan aplikasi codingnya memang cocok dengan hardware dan sistem operasi laptop ini. Jadi kalau yang dibutuhkan adalah laptop tipis ringan yang baterainya super irit dan harganya masih relatif terjangkau serta fiturnya komplit. Ya, rasanya Lenovo IDET Slim 5X dengan proses Snapdragon yang satu ini adalah salah satu pilihan yang sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Did Irfan Jakatibu TV.
