Jungkat

Laptop Spek Gaming Paling Worth it ?! TECNO Megabook K14SFA (YouTube Video)

  • 01/08/2026

Laptop ini harganya 9 juta kurang 1.000 dan jujur waktu lihat prosesornya Ryzen 5 7535 HS, reaksi pertama saya bukan wah gila kencang pakai prosesor laptop gaming, tapi malah lah bukannya ini di kompetitornya ada yang harga 7 jutaan ya. Tapi ternyata setelah saya tes laptopnya, jawabannya itu bukan cuma di prosesornya aja. Baterainya bisa tembus 14 jam lebih di PCMark, port-nya lengkap ada 9, bodinya full metal dan bobotnya cuma sekitar 1,4 kg. Dan performanya surprisingly ketika enggak pakai cas tetap mirip. Tapi sayangnya ada satu deal breaker yang mungkin patut kalian pertimbangkan ketika kalian beli laptop ini. Jadi apakah kelebihannya tadi bisa mentoleransi kekurangannya itu? Langsung aja kita bahas. Hai Andika, Guys di sini. Jadi ini adalah Techno Megabook K14S dan unit yang kita punya ini ya, ini yang model K14SFA. Jadi versi AMD 7000 series pakainya Ryzen 5 7535 HS, Radeon 660M, RAM-nya 8 GB dengan storage 512 [musik] GB. Techno ini baru resmi ngejual laptopnya di Indonesia di tanggal 24 Juli dan dia ada tiga SKU. Yang kita bahas ini dengan harga 8 triple 9, terus ada Ryzen 7735 HS, 16 512 itu di 10 triple 9 dan Intel Core i 13 900 HK 16 512 di 12 499. Jadi secara positioning ya si Techno yang kita bahas ini yang paling [musik] masuk akal lah harganya. Cuma lucunya sekarang kan memang tahun 2026 dan prosesor ini tuh lahir tahun 2023. Ini prosesor Zen 3 plus Rembrandt R jadi 6 core 12 thread, boost bisa sampai 4,55 GHz. Kalau dibilang apakah masih kencang? Ya masih ya karena ini memang laptop gaming HS itu stand for high performance slim [musik] yang biasanya itu ada di ROG yang style, terus juga MSI style yang laptop gaming tapi tipis dulu di zamannya. Tapi kalau dibilang modern, ya selisihnya 3 tahun ya, karena memang faktor komponen lagi mahal-mahalnya, RAM, storage, chip juga lagi mahal. Jadi Tecno ngambil shortcut karena Tecno kan di branding-nya itu kalau [musik] kita dengar kata Tecno, ya harganya kan terjangkau ya. Makanya Tecno ngambil shortcut prosesor yang keluaran 3 tahun lalu biar harganya masih terjangkau. Yang pertama, kenapa saya bisa ngerti Tecno ini jual harga 9 jutaan kembali 1.000, pertama jelas desain dan materialnya sih. Karena bodinya ini all metal, enggak ada yang pakai plastik bahkan area bagian bawahnya yang biasa pakai plastik, itu enggak, ini all full metal. Jadi feel-nya itu enggak kerasa kayak laptop budget plastik. Ketebalannya sekitar 18 mm dan bobotnya 1,4 kg. Buat laptop 14 inch dengan kapasitas baterai 70 watt hour, ini lumayan tipis. Karena biasanya kalau kita ngomongin laptop tipis, baterainya itu ikut ditipisin. Tecno enggak. Masuk di tas juga masih enak, dipakai mobile masih masuk dan charger-nya juga pakai yang 65 watt gan USB-C. Jadi adaptornya juga enggak terlalu berat dan kalian tinggal bawa satu adaptor aja buat ngecas HP kalian, device kalian yang lain, ya bisa HP Tecno yang lain, Tecno 8 contohnya yang baru launching juga kemarin. Untuk engsel, dia bisa dibuka dengan satu tangan dan kalian coba dengar aja cara nutupnya aja udah kerasa laptop mahal ya. Tuh, enggak yang cetak plastik gitu, enggak. Tuh, kayak anteng banget kalau orang Jawa bilang ya. Dan one handed mode ini, ya kalau misalkan tangan kalian lagi pegang kopi, itu masih nyaman [musik] sih, cuman jangan sampai kopinya ketumpahan di laptopnya. Karena sayangnya laptop ini belum punya ADP kayak saingannya di brand lokal. Nah, saran saya buat Tecno mungkin ke depan bisa kerja sama sama insurance manapunlah ya dan coba kasih customer itu ADP. Jadi, biar customer itu ngerasa lebih aman aja gitulah. Untuk security, tombol power-nya udah memisah dengan [musik] keyboard. Ini jarang banget di laptop harga segini. Tecno, good job. Dan udah ada fingerprint-nya juga. Security yang lain, webcam-nya. Webcam-nya ini udah ada privacy shutter-nya. Ini dua fitur yang sering banget diremehin, tapi menurut saya fitur ini padahal yang bakalan kepake terus. Nah, ini salah satu selling point yang menurut saya patut diapresiasi dari Tecno. Port-nya, seperti yang saya bilang tadi, ada [musik] 9 dan lengkap banget. Di satu sisi ada HDMI 1.4, sayangnya ya, bukan yang versi 2.1. Terus satu USB-C yang full fitur, jadi bisa power delivery, bisa data transfer, dan juga bisa untuk monitor. Terus ada USB-C lagi khusus untuk charging, ada USB-A 3.2, audio jack, dan Kensington lock. Dan di sisi satunya ada USB-A lagi, ada card reader, ada RJ45 ethernet. Jadi, buat kalian yang sering pake kabelan, masih bisa. Walaupun bodinya tipis, tapi Tecno enggak pelit ngasih input LAN. Dan jujur, untuk port buat laptop 14 inci 1,4 kilo, ini lumayan lengkap. Tapi port selengkap ini kalau digunain untuk real use skenario kita, bisa buat apa emang? Contohnya, kalau misalkan kalian editor, kalian mau pindahin file bisa pake card reader. Kalau kalian mahasiswa presentasi, tinggal colok HDMI. Terus kantor yang Wi-Fi-nya hidup segan mati tak mau, bisa pake colok LAN. Dan USB-C full fitur ini, yaitu tadi, bisa buat untuk full function, untuk extend ke monitor. Tapi yang perlu dicatat ya, HDMI-nya tadi masih 1.4. Jadi, speed-nya itu masih enggak terlalu kenceng. Plus, kalau kita ngomongin konektivitas yang wireless, Wi-Fi-nya ini udah oke banget dengan Wi-Fi 6 dan Bluetooth-nya udah pake Bluetooth versi 5.4. Tapi saran saya buat Tecno, mungkin Wi-Fi-nya diganti Wi-Fi 5 aja terus fitur lainnya itu ditambah ya. Karena di Indo, terutama di Malang sih, saya enggak tau di Jakarta, di Indo itu provider kayak Biznet, itu masih pake Wi-Fi 5. Jadi, bottleneck. [musik] Layarnya 14 inch full HD terus 16 banding 9 rasionya brightness-nya sih diklaim 300 nits, 300 nits seharusnya masih aman buat outdoor juga. Dan di harga segini 9 jutaan itu banyak laptop yang sudah pakai aspek rasio yang saya bilang modern rasio 16 banding 10 contohnya kayak Advan Heritage terus dari Infinix juga Infinix Xbook B14 itu juga sudah WUXGA 16 banding 10. Jadi kalau kita ngomongin kompromi sayangnya di bagian layar. Terus untuk color akurasinya pas kita tes dia juga belum yang 100% sRGB jadi coverage-nya itu di 66,9% Adobe RGB-nya di 47,6% P3-nya cuma di 48,9% jadi kalau kalian adalah critical color editing yang butuh warna ya solusinya sih bisa beli monitor eksternal yang 100% sRGB toh USB-C-nya tadi sudah full function. Keyboard-nya punya backlight dengan tiga tingkat adjustment terus juga keyboard-nya menurut saya pas ya walaupun laptop ini laptop tipis tapi travel distance-nya enggak terlalu pendek dan feel ngetiknya itu enggak yang murah gitu. Touchpad-nya juga menurut saya sudah luas enggak ada komplainlah untuk input device ini touchpad-nya juga kerasa mahal bukan yang plastik yang biasanya suaranya itu cetak-cetek ini masih kerasa mantap dan mahal. Speaker dia pakai dua speaker dengan 2,5 watt yang dituning sama Techno VOC dan juga DTS yang karakter suaranya untuk laptop tipis standar saja sih kira-kira seperti ini suaranya. Nah sekarang kita masuk ke bagian performa emangnya chipset keluaran 2023 walaupun dia ini dulu di zamannya prosesor gaming apakah masih oke buat digunakan di 2026? Kita coba dulu di Cinebench R23 dengan mode plug ya atau di charge kita tes 10 kali rata-rata multicore-nya itu di 9.143 poin, singlecore-nya di 1.421. Kalau dibanding data dengan Ryzen 5 yang lain, skor segini sebenarnya masih normal. Dan kalau kita lihat CPU package-nya pas R23 plug tadi, itu spike-spike-nya bisa di 40 watt. Nah, yang menarik ketika adapter-nya dicabut. Skornya itu memang turun, tapi enggak banyak, cuman sekitar 8.300-an poin, singlecore-nya di 1.400-an poin. Jadi, multicore-nya itu cuman turun sekitar 8 sampai 9 persen. Dan kalau kita lihat CPU package-nya, memang turun juga ketika enggak pakai adapter itu di 35 watt. Dan untuk suhunya, pas pakai adapter tadi, itu spike-spike-nya di 100 derajat Celcius, tapi kalau enggak pakai adapter di kisaran 85 derajat Celcius. Tapi kalau kita ngomongin AMD seri ini, sebenarnya 100 derajat Celcius itu masih aman. Karena kalau enggak aman, biasanya laptopnya bakalan throttle dan juga mati. Tapi siapa yang mau beli laptop untuk tes Cinebench kalau bukan reviewer doang. Jadi, kita coba untuk editing, real skenarionya seperti apa. Premiere Pro 4K selesai dalam waktu cuman 8 menit 10 detik. Kalau full HD, selesainya 5 [musik] menit 48 detik. Blender CPU render 4 menit 23 detik, GPU render cuman 4 menit 14 detik. Nah, angka-angka ini sebenarnya menjelaskan positioning laptop ini itu mau di mana. CPU-nya udah kuat untuk kerja produktif menengah ya, bukan yang high banget. Edit video juga masih bisa, rendering ringan masih bisa, tapi jangan [musik] lihat kata HS ini untuk "Wah, ini prosesor yang workstation banget." Karena walaupun se-HS-HS-nya dia, dia tetap keluaran 2023. Dan satu lagi, di Libre Key yang saya bilang tadi, untuk unit yang kita review ini ya, yang varian paling terjangkaunya Tecno, itu RAM bawaannya cuman 8 GB, kenceng sih, LPDDR5. Tapi, untuk varian yang lain kayak Ryzen 7 dan juga i9 tadi kan udah 16 [musik] GB ya. Dan kalau kita ngomongin Windows 11 sekarang ya, 8 GB itu kayak kurang gitu. Karena Windows itu posisi idle aja banyak banget aplikasi running on background yang memakan RAM. Jadi saran saya kalau ada budget-nya atau ada rezekinya, ambil yang langsung 16 GB atau beli RAM 8 GB untuk di-upgrade jadi dual channel. Karena sebenarnya kalau kita ngomongin AMD ya, AMD itu yang saya suka itu dia bisa minjam RAM untuk jadi VRAM. Nah, semakin banyak RAM-nya bagus untuk prosesor AMD karena VRAM-nya juga bisa nambah. Tapi kalau kebutuhan kalian itu sebenarnya cuman untuk office aja ya ya aman-aman aja sih. Kayak SSD-nya nih udah 512 GB 1/2 TB [musik] yang read-nya itu sekitar 3.500 Mbps dan write-nya sekitar 2.800 Mbps. Ya, bukan SSD yang paling kencang yang pernah kita review memang, tapi di kelas harga segini udah oke banget. Terus kalau kalian gunain untuk kebutuhan office aja kayak PowerPoint export slide ke 150 slide PDF itu cuman 14,47 detik, Excel random data yang gede banget itu 114 detik. Nah, kalau untuk gaming sebenarnya prosesor Ryzen yang HS ini ya, dia punya IGP yang bisa dibilang ini IGP semi gaming karena dia pakai Radeon 660M. Dan di Valorant hasilnya dengan resolusi 1080p low minimumnya 35 fps average-nya bisa dapat 74 fps maksimum bisa tembus 99. Dota full HD juga fastest minimum di 43 [musik] average 64 maksimum bisa tembus 99. Jadi kalau kalian itu main game-nya yang game-game e-sport ya dia masih playable banget. Tapi jangan dijadiin dia untuk main game yang triple A kayak contohnya Resident Evil, Cyberpunk, wah kasihan ya. Dia bisa ngos-ngosan. Yang menarik sebenarnya di 3DMark ya, 3DMark itu kan sebenarnya simulasi untuk [musik] skor GPU-nya kayak gimana. Nah, kita coba loop sebanyak 20 kali untuk stress [musik] test dan hasilnya stability-nya ini oke banget dengan skor 99,4%. Artinya sistem pendinginannya konsisten. Dan kita juga udah ukur pakai flir ketika dia full load main game terus-menerus berapa sih suhu permukaannya? Masih di batas aman karena untuk skor tertingginya itu di 49,6 derajat tapi wajar di atas keyboard seperti biasa. Sementara area WASD dan keyboard yang bakalan kita sentuh terus itu cuma sekitar 39,6 derajat Celcius. Jadi batasnya itu 42 derajat, ini di bawah 40 derajat jadi sangat-sangat [musik] aman. Lanjut ke bagian yang menurut saya ini jadi selling point yang enggak digembar-gemborkan sama Tecno tapi ini selling point yang sangat menarik, baterainya. Baterainya ini gede banget 70 watt. Buat ukuran laptop 14 inch 1,4 kilo ini gede loh ya dan Tecno klaim sekitar 17,5 jam. Tapi pas kita mungkin itu video playback ya karena video playback tanpa WiFi memang bisa lebih tinggi. Tapi pas kita tes di PCMark 10 modern office unit kita ini tembus 14 jam 33 menit. Ya sekitar 83% dari klaim brand dan untuk prosesor seri HS dapat segitu menurut saya oke banget apalagi kalau kita lihat TDP-nya tadi bisa nyentuh di 50 eh 40 watt. Terus kita juga sampling untuk baterai kayak 10 menit untuk YouTube dia turun cuma 1% office 10 menit cuma turun 1% gaming 10 menit berkurangnya cuman 4%. Tapi penggunaan real-nya ya bakal tergantung dengan sinyal WiFi kalian terus juga cuaca, suhu ruangan tapi kalau untuk di lab kita ya segitu skornya. Tapi intinya pattern-nya jelas sih si K14S ini segmentasinya buat mahasiswa dan pekerja kantoran menurut saya oke banget. Karena kalau misalkan kalian mahasiswa kuliah jam 08.00 pagi pulang sore terus juga pekerja yang meeting pindah-pindah ruangan atau males rebutan colokan di coffee shop justru ini termasuk salah satu alasan kenapa harus beli si Tecno Megabook ini karena ya kencang tapi baterainya lumayan awet apalagi charging-nya [musik] tadi 65 watt. Nah selling point lain yang mungkin tidak dimiliki sama brand ODM lokal ya Tecno ini walaupun dia masuk ke kategori laptop affordable tapi untuk software AI-nya untuk software ekosistemnya bisa saya bilang dia termasuk salah satu yang paling niat dan bahaya juga. Karena beberapa brand multinasional enggak ada yang seniat bikin ekosistem dan juga AI kayak punyanya Tecno ini. Karena kalau kita lihat di sini ada fitur ya yang jadi selling point-nya Tecno yaitu Tecno AI. Jadi ada dual mic AI ENC buat ngeredam noise waktu meeting. Terus ada Tecno PC Manager buat monitoring, optimasi, troubleshoot sampai PC clone. Dan kalau kalian punya HP Tecno atau grupnya Transsion Holding lah ya kecuali Itel karena saya belum melihat ada list-nya Itel. Ada yang namanya One Leap Transfer buat transfer file. Terus ada multi screen dan ada integrasi antar perangkat juga. Ya konsepnya sama kayak Smart Connect lah ya kalau di Motorola atau sama kayak di Huawei tapi ini versi Tecno sendiri. Nah, sekarang kalau kita lihat harganya ini kan di 8 triple 9 dan kalau kita lihat kompetitornya ya dari brand lokal itu ada ADM AD ADM lagi. ADM Advan Workplus Heritage itu di 7 jutaan. RAM-nya sama-sama 8 GB 512. Terus baterainya sekitar 60 watt hour. Jadi kalau target kalian itu beli di harga segitu pure untuk Ryzen 7535 HS-nya ya si Tecno ini menurut saya kalah harga lah ya. Infinix Xbook B14 itu harganya sekitar 8 jutaan untuk yang varian 8 GB mirip-mirip sama ini. Kalau yang 16 GB itu 10 jutaan. Tapi layarnya lebih modern rasio dengan 16 banding 10. Nah, selain itu enggak saya sebut karena untuk brand-brand multinasional harganya sudah 10 juta ke atas ya untuk prosesor ini jadi enggak usah disebut. Nah, kalau kita lihat position-nya Tecno ini di mana dengan harga segitu jelas ini laptop yang kalau kalian cari dengan materialnya full metal yang feel-nya itu mahal, fingerprint ada dan baterainya lebih awet ya Tecno ini posisinya ada di sini. Dan satu lagi yang menarik kalau dia pakai baterai only atau enggak di plug adaptornya itu performanya enggak yang turun signifikan cuma turun sekitar 8 sampai 9%. Okelah, jadi pertanyaannya ya apakah si Tecno Megabook ini worth it atau enggak? Jawaban saya sih worth it tapi penggunaannya harus tepat sasaran, harus jelas. Kalau kalian cari laptop buat kuliah, kantoran, browsing berat, presentasi, meeting, coding ringan sampai yang menengah lah ya dan prioritas utama kalian itu adalah baterai awet plus port-nya lengkap dengan feel yang kerasa mahal, adem karena metalnya, ya Tecno Megabook K14S ini menarik banget. Karena PCMark-nya tadi tembus 14 jam 33 menit untuk laptop dengan prosesor high performance oke banget. Bodinya metal tapi cuma 1,4 kilo aja jadi enak dibawa dan performanya yang penting waktu enggak dicolok itu masih bagus. Tapi kalau penggunaan kalian itu udah lumayan berat ya apalagi buka banyak aplikasi, terus editing serius, virtual machine, desain [musik] atau mau pakai laptop 4 sampai 5 tahun tanpa mikirin limit RAM, ya menurut saya sih kalian wajib cari yang 16 GB atau upgrade menjadi 16 GB atau langsung ke Ryzen 7 atau Intel Core i5-nya. Overall K14S Ryzen 5 ini bukan laptop yang menang karena prosesornya paling kencang, dia menang karena jadi paket kerja mobile yang lengkap dengan baterai yang gila awetnya untuk prosesor ini ya. Cuma yang perlu diperhatikan ya ibarat nasi padang itu es tehnya ada, rendangnya ada, lauknya lengkap lah. Cuma nasinya separuh karena RAM-nya cuman 8 GB. Jadi konsennya kalau misal beli ini minimal upgrade RAM walaupun RAM memang mahal, ya upgrade-nya nanti ajalah kalau misal kebutuhan multitasking-nya udah lebih. Saya Sandi Kesuma Budhi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Tecno

Inovasi pintar, gaya masa depan. Jelajahi jajaran smartphone, tablet, dan laptop TECNO dengan desain futuristik, performa ekstrem, dan harga paling kompetitif.