Laptop Spek Gaming Paling Worth it ?! TECNO Megabook K14SFA (YouTube Video)
Laptop ini harganya Rp9 juta kurang 1000 dan jujur waktu lihat prosesornya R 57535 HS. Reaksi pertama saya bukan, "Wah, gila kencang pakai prosesor laptop gaming, tapi malah lah bukannya ini di kompetitornya ada yang harga R jutaan ya. Tapi ternyata setelah saya tes laptopnya, jawabannya itu bukan cuma di prosesornya aja. Baterainya bisa tembus 14 jam lebih di PCMAX. Sportnya lengkap ada 9, bodinya full metal dan bobotnya cuma sekitar 1,4 kg. Dan performanya surprisingly ketika enggak pakai cas tetap mirip. Tapi sayangnya ada satu deal breaker yang mungkin patut kalian pertimbangkan ketika kalian beli laptop ini. Jadi, apakah kelebihannya tadi bisa mentoleransi kekurangannya itu? Langsung aja kita bahas. Hai Andika, Guys, di sini. Jadi, ini adalah Techno Megabook K14S dan unit yang kita punya ini, ya, ini yang model K14 SFA. Jadi, versi AMD 7000 series. Pakainya Ryzen 5 7535HS, Radeon 660M. RAM-nya 8 GB dengan storage 512 [musik] GB. Tekno ini baru resmi ngejual laptopnya di Indonesia di tanggal 24 Juli dan dia ada 3 SKU yang kita bahas ini dengan harga 89 terus ada Ryzen 7 7735 HS 16512 itu di 1099 dan Intel Core Inen 13900 HK 16512 di 12499. Jadi secara positioning ya si tekno yang kita bahas ini yang [musik] paling masuk akal lah harganya. Cuma lucunya sekarang kan memang tahun 2026 dan prosesor ini tuh lahir tahun 2023. Ini prosesor Zen 3 Plus rim brand air. Jadi 6 core 12 thre boost bisa sampai 4,55 GHz. Kalau dibilang apakah masih kencang? Ya masih ya karena ini memang laptop gaming. HS2 stand for high performance Slim [musik] yang biasanya itu ada di ROG yang style terus juga MSI style yang laptop gaming tapi tipis dulu di zamannya. Tapi kalau dibilang modern ya selisihnya 3 tahun ya karena memang faktor komponen lagi mahal-mahalnya. RAM, storage, chip juga lagi mahal. Jadi Tekno ngambil shortcut karena Tekno kan di brandingnya itu kalau [musik] kita dengar kata Tekno ya harganya kan terjangkau ya. Makanya Tekno ngambil shortcut prosesor yang keluaran 3 tahun lalu biar harganya masih terjangkau. Yang pertama kenapa saya bisa ngerti Tekno ini jual harga Rp9 jutaan kembali R000? Pertama jelas desain dan materialnya sih. Karena bodinya ini all metal, gak ada yang pakai plastik. Bahkan area bagian bawahnya yang biasanya pakai plastik itu enggak. Ini all metal. Jadi feel-nya itu enggak kerasa kayak laptop budget plastik. Ketebalannya sekitar 18 mm dan bobotnya 1,4 kg. Buat laptop 14 inch dengan kapasitas baterai 70 wat hour ini lumayan tipis. Karena biasanya kalau kita ngomongin laptop tipis, baterainya itu ikut ditipisin. Take no enggak. Masuk di tas juga masih enak, dipakai mobil masih masuk. Dan chargernya juga pakai yang 65 watt gun USBC. Jadi adaptornya juga enggak terlalu berat dan kalian tinggal bawa satu adaptor aja buat ngecas HP kalian, device kalian yang lain ya. Bisa HP tekno yang lain, techno 8 contohnya yang baru launching juga kemarin. Untuk Excel dia bisa dibuka dengan satu tangan. Dan kalian coba dengar aja cara nutupnya aja udah kerasa laptop mahal ya. Tuh, enggak yang cetak plastik gitu, enggak tuh kayak antep banget kalau orang Jawa bilang ya. Dan oneed mode ini ya kalau misalkan tangan kalian lagi pegang kopi itu masih nyaman [musik] sih. Cuman jangan sampai kopinya ketumpahan di laptopnya karena sayangnya laptop ini belum punya ADP kayak saingannya di brand lokal. Nah saran saya buat Tekno mungkin ke depan bisa kerja sama sama insurance manapun lah ya dan coba kasih customer itu ADP. Jadi biar customer itu ngerasa lebih aman aja gitulah. Untuk security tombol power-nya udah memisah dengan [musik] keyboard ini jarang banget di laptop harga segini. Take dulu, good job. Dan udah ada fingerprint-nya juga. Security yang lain, webcam-nya. Webcam-nya ini udah ada privacy satter-nya. Ini dua fitur yang sering banget diremehin, tapi menurut saya fitur ini padahal yang bakalan kepakai terus. Nah, ini salah satu selling point yang menurut saya patut diapresiasi dari Tiko. Portnya seperti yang saya bilang tadi ada [musik] sembilan dan lengkap banget. Di satu sisi ada HDMI 1.4 sayangnya ya, bukan yang versi 2.1. Terus satu USBC yang full fiture. Jadi bisa power delivery, bisa data transfer, dan juga bisa untuk monitor. Terus ada USBC lagi khusus untuk charging, ada USB 3.2 audio jack, dan cancing tone lock. Dan di sisi satunya ada USB lagi, ada card reader, ada RJ45 Ethernet. Jadi buat kalian yang sering pakai kabelan masih bisa walaupun bodinya tipis tapi tekno enggak pelit ngasih input L. Dan jujur untuk port buat laptop 14 inci si 1,4 kilo ini lumayan lengkap. Tapi port selengkap ini kalau digunain untuk real skenario kita bisa buat apa emang? Contohnya kalau misalkan kalian editor, kalian mau pindahin file bisa pakai card reader. Kalau kalian mahasiswa presentasi tinggal colok HDMI. Terus kantor yang Wi-nya hidup segan mati tak mau bisa pakai colokan. Dan USBC full fiture ini yaitu tadi bisa buat untuk full function untuk extend ke monitor. Tapi yang perlu dicatat ya, HDMI-nya tadi masih 1.4. Jadi, speed-nya itu masih enggak terlalu kencang. Plus, kalau kita ngomongin konektivitas yang wireless, Wi-Fi-nya ini udah oke banget dengan WiFi 6 dan Bluetooth-nya udah pakai Bluetooth versi 5.4. Tapi saran saya buat tekno mungkin Wii-nya diganti Wii 5 aja terus fitur lainnya itu ditambah ya. Karena di Indo, terutama di Malang sih ya, saya enggak tahu di Jakarta di Indo itu provider kayak bised itu masih pakai WiFi 5. Jadi battlenck [musik] layarnya 14 inch full HD. Terus 16 bing 9 rasionya brightness-nya sih diklaim 300 nits. 300 nit harusnya masih aman buat outdoor juga. Dan di harga segini Rp9 jutaan itu banyak laptop yang udah pakai aspek rasio yang saya bilang modern rasio 16 banya kayak Advan Heritage. Terus dari Infinix juga Infinix XBook B14 itu juga udah WiUXGA 16 bing 10. Jadi kalau kita ngomongin kompromis sayangnya di bagian layar. Terus untuk color akurasinya pas kita tes dia juga belum yang 100% sRGB. Jadi, coverage-nya itu di 66,9%, adob RGB-nya di 47,6%, P3-nya cuma di 48,9%. Jadi kalau kalian adalah critical color editing yang butuh warna, ya solusinya sih bisa beli monitor eksternal yang 100% sRGB. Toh USBC-nya tadi udah full function. Keyboard-nya punya backlit dengan tiga tingkat adjustment. Terus juga keyboard-nya menurut saya pas ya walaupun laptop ini laptop tipis tapi travel disinnya enggak terlalu pendek dan feel ngetiknya itu enggak yang murah gitu. Touchpad-nya juga menurut saya udah luas. Enggak ada komplain lah untuk input device ini. Touchpad-nya juga kerasa mahal bukan yang plastik yang biasanya suaranya itu cetak-cetek ini masih kerasa antep dan mahal. Speaker dia pakai dua speaker dengan 2,5 watt yang dituning sama tekno VOC dan juga DTS yang karakter suaranya untuk laptop tipis standar aja sih. Kira-kira seperti ini suaranya. di sana ya Allah [musik] kita di sana di sana. Nah, sekarang kita masuk ke bagian performa. Emangnya chipset keluaran 2023 walaupun dia ini dulu di zamannya prosesor gaming, apakah masih oke buat digunakan di 2026? Kita coba dulu di sini Benz R23 dengan mode plug ya atau dicas. Kita tes 10 kali. Rata-rata multior-nya itu di 9.143 poin, single core-nya di 1421. Kalau dibanding data dengan Ryzen 5 yang lain, skor segini sebenarnya masih normal. Dan kalau kita lihat CPU package-nya pas R23 plug tadi itu spik-seknya bisa di 40 watt. Nah, yang menarik ketika adapternya dicabut, skornya itu emang turun tapi enggak banyak, cuman sekitar 8.300-an 1300-an poin. Single core-nya di 1400-an poin. Jadi, multiore-nya itu cuman turun sekitar 8 sampai 9%. Dan kalau kita lihat CPU package-nya memang turun juga ketika enggak pakai adapter itu di 35 watt. Dan untuk suhunya pas pakai adapter tadi itu spek-spaeknya di 100 derajat celcius tapi kalau enggak pakai adapter di kisaran 85 derajat celcius. Tapi kalau kita ngomuin AMD seri ini sebenarnya 100 derajat celcius itu masih aman. Karena kalau enggak aman biasanya laptopnya bakalan throttle dan juga mati. Tapi siapa yang mau beli laptop untuk test Science Bench kalau bukan reviewer doang? Jadi kita coba untuk editing rilis skenarionya seperti apa. Premiere Pro 4K selesai dalam waktu cuma 8 menit 10 detik. Kalau full HD selesainya 5 [musik] menit 48 detik. Blender CPU render 4 menit 23 detik. GPU render cuman 4 menit 14 detik. Nah, angka-angka ini sebenarnya menjelaskan positioning laptop ini tuh mau di mana. CPU-nya udah kuat untuk kerja produktif menengah ya, bukan yang high banget. Edit video juga masih bisa, rendering ringan masih bisa. Tapi jangan [musik] lihat kata HS ini untuk wah ini prosesor yang workstation banget gitu. Karena walaupun sehsHS-nya dia, dia tetap keluaran 2023. Dan satu lagi deal breaker yang saya bilang tadi untuk unit yang kita review ini ya, yang varian paling terjangkaunya Techno itu RAM bawaannya cuma 8 GB. kencang sih LP DDDR5 tapi untuk varian yang lain kayak Ryzen 7 dan juga i tadi kan udah [musik] 16 GB ya dan kalau kita ngomongin Windows 11 sekarang ya 8 GB itu kayak kurang gitu karena Windows itu posisi aja banyak banget aplikasi running on breakground yang memakan RAM jadi saran saya kalau ada budgetnya atau ada rezekinya ambil yang langsung 16 GB atau beli RAM 8 GB untuk di-upgrade jadi dual channel karena sebenarnya kalau kita ngomongin AMD ya AMD itu yang saya suka itu dia bisa minjam RAM untuk jadi V RAM. Nah, semakin banyak RAM-nya [musik] bagus untuk prosesor AMD karena V RAM-nya juga bisa nambah. Tapi kalau kebutuhan kali itu sebenarnya cuman untuk office saja ya aman-aman aja sih. Kayak SSD-nya nih udah 512 GB 1/2 TB [musik] yang RIT-nya itu sekitar 3.500 Mbps dan wight-nya sekitar 2.800 Mbps ya. Bukan SSD yang paling kencang yang pernah kita review memang, tapi di kelas harga segini udah oke banget. Terus kalau kalian gunain untuk kebutuhan Office saja kayak PowerPoint, export slide ke 150 slide PDF itu cuma 14,47 detik. Exel randomis data yang gede banget itu 114 detik. Nah, kalau untuk gaming sebenarnya prosesor Ryzen yang HS ini ya, dia punya IGP yang bisa dibilang ini IGP semi gaming karena dia pakai radion 660M dan di Valoran hasilnya dengan resolusi 1080p low minimumnya 35 fps, heage-nya bisa dapat 74 fps maksimum bisa tembus 99. Dota full HD juga fastest minimum di 43, [musik] average 64 maksimum bisa tembus 99. Jadi kalau kalian itu main game-nya yang game-game esport ya dia masih playable banget. Tapi jangan dijadiin dia untuk main game yang triple kayak contohnya Resident Evil, Cyberpunk. Wah kasihan ya dia bisa ngos-ngoset. Yang menarik sebenarnya di 3D Max ya, 3D Max itu kan sebenarnya simulasi untuk [musik] skor GPU-nya kayak gimana. Nah, kita coba loop sebanyak 20 kali untuk [musik] stres tes dan hasilnya stability-nya ini oke banget dengan skor 99,4%. Artinya sistem pendinginannya konsisten dan kita juga udah ukur pakai FLIR ketika dia full loadot main game terus-menerus berapa sih super mukanya masih dibatas aman karena untuk skor tertingginya itu di 49,6 derajat tapi wajar di atas keyboard seperti biasa sementara area WASD dan keyboard yang bakalan kita sentuh terus itu cuma sekitar 39,6 derajat [musik] celcius. Jadi batasnya itu 42 derajat ini di bawah 40 derajat. Jadi sangat-sangat [musik] aman. Lanjut ke bagian yang menurut saya ini jadi selling point yang gak digembar-gemborkan sama Tign, tapi ini selling point yang sangat menarik. Baterainya, baterainya ini gede banget, 70 watt. Buat ukuran laptop 14 inch 1,4 kil ini gede loh ya. Dan Tno klaim sekitar 17,5 jam tapi pas mungkin itu video playback ya karena video playback tanpa Wii memang bisa lebih tinggi. Tapi pas kita tes di PC Max 10 Modern Office, unit kita ini tembus 14 jam 33 menit ya sekitar 83% dari klaim brand. Dan untuk prosesor seri HS dapat segitu menurut saya oke banget. Apalagi kalau kita lihat TDP-nya tadi bisa nyentuh di 50 eh 40 wat. Terus kita juga sampling untuk baterai kayak 10 menit untuk YouTube dia turun cuma 1%. Office 10 menit cuma turun 1%. Gaming 10 menit berkurangnya cuman 4%. Tapi penggunaan dril-nya ya bakal tergantung dengan sinyal Wii kalian. Terus juga cuaca, suhu ruangan. Tapi kalau untuk di lab kita ya segitu skornya. Tapi intinya pattern-nya jelas sih si K14s ini segmentasinya buat mahasiswa dan pekerja kantoran menurut saya oke banget. Karena kalau misalkan kalian mahasiswa kuliah jam 8.00 pagi pulang sore, terus juga pekerja yang meeting pindah-pindah ruangan atau malas rebutan colokan di coffee shop, justru ini termasuk salah satu alasan kenapa harus beli si Tekno Megabook ini. Karena ya kencang tapi baterainya lumayan awet. Apalagi [musik] charging-nya tadi 65 watt. Nah, selling point lain yang mungkin tidak dimiliki sama brand ODM lokal ya, Tikno ini walaupun dia masuk ke kategori laptop affordable, tapi untuk software AI-nya, untuk software ekosistemnya bisa saya bilang dia termasuk salah satu yang paling niat dan bahaya juga karena beberapa brand multinasional enggak ada yang seniat bikin ekosistem dan juga AI kayak punyanya TNO ini. Karena kalau kita lihat di sini ada fitur ya yang jadi selling point-nya Techno yaitu Techno AI. Jadi ada dual mic AI AC buat ngeredam noise waktu meeting. Terus ada Techno PC manager buat monitoring optimasi turbo shoot sampai PC clone. Dan kalau kalian punya HP Techno atau grupnya transit holding lah ya kecuali Itel karena saya belum lihat ada listnya itel. Ada yang namanya one lip transfer buat transfer file. Terus ada multi screen dan ada integrasi antar perangkat juga ya. Konsepnya sama kayak Smart Connect lah ya kalau di Motorola atau sama kayak di Huawei. Tapi ini versi tekno sendiri. Nah, sekarang kalau kita lihat harganya ini kan di 89 dan kalau kita lihat kompetitornya ya dari brand lokal itu ada ADM eh ADM lagi ODM Advance Work Plus Heritage itu di R jutaan. RAM-nya sama-sama 8 GB 512 terus baterainya sekitar 60 wat hour. Jadi kalau target kalian itu beli di harga segitu pure untuk Ryzen 7535 HS-nya ya si tekno ini menurut saya kalah harga lah ya. Infinix XBook B14 itu harganya sekitar R jutaan untuk yang varian 8 GB mirip-mirip sama ini kalau yang 16 GB itu R jutaan tapi layarnya lebih modern ratio dengan 16 banding 10. Nah, selain itu enggak saya sebut karena untuk brand-brand multinasional harganya udah Rp10 juta ke atas ya untuk prosesor ini. Jadi enggak usah disebut. Nah, kalau kita lihat position-nya Tchno ini di mana dengan harga segitu. Jelas ini laptop yang kalau kalian cari dengan materialnya full metal yang feel-nya itu mahal, fingerprint ada dan baterainya lebih awet. Ya, Tikno ini posisinya ada di sini. Dan satu lagi yang menarik kalau dia pakai baterai only atau enggak diplug adapternya itu performanya enggak yang turun signifikan, cuman turun sekitar 8 sampai 9%. Okelah. Jadi kesimpulannya pertanyaannya ya, apakah si tekno megabook ini worth itak? Jawaban saya sih worth it, tapi penggunaannya harus tepat sasaran, harus jelas. Kalau kalian cari laptop buat kuliah, kantoran, browsing berat, presentasi, meeting, coding ringan sampai yang menengah lah ya. Dan prioritas utama kalian itu adalah baterai awet plus sportnya lengkap dengan feel yang kerasa mahal, adem. Karena metalnya ya Tekno Megabook K14s ini menarik banget karena PC b-nya tadi tembus 14 jam 33 menit untuk laptop dengan prosesor high performance oke banget. Bodinya metal tapi cuma 1,4 kilo aja jadi enak dibawa dan performanya yang penting waktu enggak dicolok itu masih bagus. Tapi kalau penggunaan kalian itu udah lumayan berat ya, apalagi buka banyak aplikasi, terus editing serius, virtual mesin, [musik] desain, atau mau pakai laptop 4 sampai 5 tahun tanpa mikirin limit RAM, ya menurut saya sih kalian wajib cari yang 16 GB atau upgrade menjadi 16 GB atau langsung ke Ryzen 7 atau Intel Core i9-nya. Overall, K14S Ryzen 5 ini bukan laptop yang menang karena prosesornya paling kencang. Dia menang karena jadi paket kerja mobile yang lengkap dengan baterai yang gila awetnya untuk prosesor ini ya. [musik] Cuman yang perlu diperhatikan ya, ibarat nasi Padang itu es tehnya ada, rendangnya ada, lauknya lengkap lah cuman nasinya separuh karena RAM-nya cuman 8 GB. Jadi konsennya kalau misal beli ini minimal upgrade RAM. Walaupun RAM memang mahal ya upgrade-nya nanti aja l kalau misal kebutuhan multitasking-nya udah lebih berat. Saya budi and see you on the next video.
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...

















