Laptop spesial yang cuma ada 50 Unit di Indonesia! - RoG Flow Z13 x Kojima Production! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini dan kita bakal unboxing laptop dewa dari Asus yang cuma ada 50 unit di Indonesia. ROG Flow Z13 KJP Baru opening aja rasanya udah deg-degan ya, rare item nih. Dari label di kotaknya pun udah ada tulisan yang bikin dia jadi lebih spesial. Kojima Productions. Itu studio game yang didirikan oleh desainer game legendaris Hideo Kojima. Jadi ROG Flow Z13 KJP artinya jelas ya, hasil kerja kelompok antara ROG yang tugasnya itu, job desknya itu, buat ngasih spek yang super gila ke dalam tablet ini. Dede, tablet ini? Ini lu awal bilang laptop? Iya sih, laptop. Hmm, tablet atau laptop ya? Soalnya ROG Flow Z ini emang spesies yang agak unik sih. Waktu itu kita pernah bahas loh pas pertama kali muncul sekitar 4 tahun lalu. Tablet gaming ROG. Mesinnya kegabung sama layar, touchscreen, bisa lepas keyboard. Jadi tablet sih cuma powernya udah kayak laptop gaming. Kotaknya juga kayak laptop. Jadi ya dua-duanya oke lah ya. Soalnya ini resminya tablet cuma cara pakenya kayak laptop dan speknya melebihi kebanyakan laptop gaming. Apalagi spek yang ada di depan kita ini. Dia udah update lagi pake prosesor beringas dari AMD. Ryzen AI Max Plus 395. Nama yang sangat panjang. Dan RAMnya LPDDR5X 128GB. Ini nggak salah cetak ya. 128GB. Parah. Nanti kita tes performanya ya, racikannya ROG ini. Sekarang di awal kita nikmatin racikannya KJP dulu. Kojima Productions yang tugasnya ngasih sentuhan artistik biar konsep laptopnya itu lebih unik lagi. Lebih seru lagi buat gamer sejati atau orang yang seneng koleksi-koleksi karya video Kojima. Dari bungkus kardusnya kelihatan standar aja. Dia warna hitam dengan tulisan ROG Flow Z13 KJP. Tapi di sini ada sebuah info yang unik. Modelnya ini standar GZ302 apa gitu. Tapi kodenya ini gabungan antara tahun berdirinya ROG 2006, tahun berdirinya Kojima Productions 2015, dan 2025 ini mungkin tahun laptopnya lahir ya. Buat varian warnanya adalah Decennium Gold. Decennium itu bukan sejenis logam kayak titanium atau aluminium ya. Walaupun nama belakangnya sama. Decennium artinya per 10 tahun. Itu sesuai banget ngepas sama tahun kelahiran Kojima Productions dan laptop ini selisihnya 10 tahun. Kalau 100 tahun apa? Decennium. Bukan milenium, milenium seribu. Centenium, centenium. CM, gampang ya. Ya milenium, centenium, decennium. Di sebelah kiri ada 2 logo kecil ROG dan Kojima Productions. Ini entah kenapa kecil banget. Mungkin biar nggak alay logo gede-gede. Elegan aja. Awalnya saya bingung sih Decennium itu logam apaan? Apanya titanium? Sepupunya kah? Ternyata artinya itu. Pinter ya penamaannya. Jadi isi kotaknya ada 3 ini. Kita mulai dari yang paling beda dulu. Dari laptop-laptop pada umumnya. Di sini kita dapetin kayaknya ini adalah kopernya ya. Warnanya putih, beda sendiri. Koper buat apa? Apakah ada isinya? Mari kita lihat. Sampai ada plastik di handelnya. Ini adalah aksesoris yang langsung anda kenalin kalau misalnya anda main Death Stranding. Death Stranding itu game pertama Kojima Productions yang langsung populer karena yang bikin Hideo Kojima. Jadi apapun yang dia bikin pasti diantisipasi dan koper ini adalah salah satu alat buat karakter utamanya bawa-bawa barang. Karena Death Stranding itu game porter. Kata orang JNA simulator atau abang kurir simulator karena gamenya emang kayak gitu. Dan koper ini adalah salah satu alat yang penting di dalamnya. Ini fungsinya buat apa ya? Extravehicular creative activity device. Ini bahasanya sangat gaming atau mesin sekali dan ada tulisan for Ludens who dare. Jadi gabungan Ludens itu kayak apa ya? Fansnya Kojima Productions, umatnya Kojima Productions atau kalau di Indonesia itu mungkin Ngabers atau Bocil Kematian atau apa ya? Jemaah, Jemaah Kojima kayak gitu. Itu sebutannya Ludens. Betul sekali! Dan who dare adalah taglinenya ROG. For those who dare. Jadi digabung aja. Di sini ada anti slipnya ya? Walaupun masih licin. Kalau dibuka isinya adalah... Apakah ada isinya? Fungsinya apa? Ini adalah... Kayaknya ini buat laptopnya deh. Ukurannya kotak gini loh, tipis. Karena si tablet emang nggak terlalu tebel. Kalau kita taruh mungkin dia ngepas banget sama cut out yang ada di sini. Nanti coba kita masukin setelah kita unbox kotaknya. Iya sih ini kayak pelican case buat kamera gitu loh. Jadi banyak busa-busanya biar nggak kebentur. Tapi siapa yang membuat laptop seperti ini ya? Kotaknya, kopernya juga lumayan unik gitu. Ludens. Oh bener sekali Ludens yang bawa ini. Statement sekali ya. Jadi gua Ludens nih. Gua beli ini nih. Dan orang kaya. Karena nggak mungkin murah barang kayak ginian. Lanjut ke aksesoris kedua. Ada ROG Flow Adapter. Ini kotaknya lumayan custom. Cuma isinya apakah custom juga? Si adapter atau charger dari laptop ini. Kabel biasa. Terus ini kabel yang konektornya kotak. Biasa juga. Kalau mau di cas pakai type C bisa sih. Jadi nggak harus pakai yang ini. Cuma kalau mau paling ngebut 200 Watt pakai charger bawaannya. Yang beda dari sini... Iya 240 Watt maksimalnya... Oh depannya! Ada gambar tengkorak yang dilapisin sebuah helm atau topeng atau armor. Ini gambar dari seorang atau sebuah atau sesosok Ludens yang selalu mencari cara bermain yang baru. Kalau kata Kojimanya. Itu filosofinya lah. Keren-keren. Sekarang kita masuk ke kotak laptopnya sendiri. Ada tulisan lagi For Buat Ludens yang berani saja. Yang berani bayar. Karena sekali lagi saya nggak tau sih sekarang pas syuting harganya berapa. Karena belum launching. Dari Asus juga belum kasih info yang pasti soal harganya. Cuma... kalau ngeliat spek monsternya nggak bakal di bawah 50 juta sih. Ngeri banget soal speknya itu. Jadi buat Ludens yang berani akan mendapatkan 1 box yang sangat custom sih sampai di pinggir-pinggirnya pun ada tekstur-tekstur tepukan kertas. Ini mungkin ngelambangin Terrain-Terrain atau Medan yang ada di Death Stranding ya. Yang emang banyak eksplorasi wilayah baru sih. Entah bener atau nggak atau sekedar keren-kerenan doang. Saya aja yang bacanya terlalu dalam sok-sok mengartikan apapun misalnya tanda plus disini mungkin cuma bagus-bagusan doang. Tapi... kita berusaha bikin dia jadi lebih spesial. Kasih cerita sendiri. Di dalamnya ada... ini dari kertas semua ya? Wow! Ini kalau dimasukin ke air mungkin bisa larut ya. Karena ini dari kardus gitu loh. Disini ada laptopnya yang ada logo Republic of Gamers dan Kojima Production. Tablet? Laptop? Iya sih. Ini jadi inget kalau ini adalah sebuah tablet karena dia cuma sebongkah gini aja. Plus ada keyboard yang kepasang disini. Nanti kita lihat lebih dalam. Kita coba... lihat ini kita... dapetin apa? For Ludens lagi. Ini isinya banyak sih. Pertama ada gantungan kunci atau tag gitu. Ini mottonya lagi 4Ludens Who Dare. Di belakangnya ada ROG Warnanya gold-gold gitu. Disini ada sticker kah? Bukan deh. Nggak bisa dicabut. Early sketches of ROG Flow by Yoji Shinkawa. Yoji Shinkawa itu... salah satu tangan kanannya Hideo Kojima yang tugasnya ada di art directing atau bagian seninya, bagian desain-desainnya. Kalau Hideo Kojima itu kesutradaranya si Yoji. Yoji Shinkawa ini lebih ke sinematografernya. Jadi yang bagus-bagus desain yang cantik gitu si Yoji, kalau arah seleranya gimana itu Hideo. Dan ini gambar-gambar awal rancangan si Yoji Shinkawa. Jadi dia pakai tinta-tinta atau pakai manual gitu ya kalau lihat stylenya. Oh disini juga ada suratnya. Ada tanda tangan-tanda tangannya yang dicetak tentu saja. Nggak mungkin. Terus ada information update. Pengimpor dari Asus Teknologi Indonesia Jakarta. Ini alamat Asus Indonesia. Terus disini ada... brosur layanan premium kapan saja. Terus disini ada notebook. Oh ini kayaknya informasi quick start guide, informasi soal si tablet, laptop. Ini ada port-portnya bisa dibaca dengan lengkap disini. Terus kita dapetin amplop yang ada garis-garis emasnya. Wuh robot sekali ya desainnya. Garis-garis ada lubang kayak buat exhaust atau heatsink. Ada ROG Flow-nya warna emas. Di dalamnya belum imlek udah angpao nih. Eh tapi kalau tayang udah angpao udah black power nih. Eh! Buah! Banyak! Stiker-stiker buat ditempel di kulkas. Atau bebas sih di koper tadi bisa ditempel atau di meja, di dinding atau disimpen aja koleksi. Ini nggak tau ini kayak nambang krosan gitu. Kayak roti-rotian. Ada ini juga entah buat keren-kerenan atau ini peringatan yang valid yang real buat kita ya. Dan terakhir disini ada buku garansinya. For Ludens Who Dare. Ini juga dibikin spesial sih. Biasanya buku-buku kayak ginian nggak perlu macem-macem buat cap dealer dan lain-lain. Biasa boring aja tapi dibikin custom. Sekarang mari kita buka si laptopnya. Tablet. Laptop. Tablet. Bebas. Kita tarik saja ini momen-momen kok. Oke. Kelihatan ya kalau disini ada warna emas-emas dan ada warna hitam. Ini pakai carbon fiber beneran yang ada motif garis-garis kayak anyaman gini dan ada lubang-lubang buat exhaust. Ada lubang buat exhaust. Ini warna Decennium Gold-nya yang tadi kita baca di depan buat variannya dan bahannya tentu saja dari metal semua ya. Ini carbon fiber dan metal. Disini ada beberapa tulisan kecil juga yang bisa jadi petunjuk atau buat seru-seruan soal cara pakai si tabletnya. Misalnya di atas ini do not touch lens surface karena tulisannya ala-ala robotik-robotik gitu. Jadi dia ingetin kita jangan kebanyakan pegang kamera nih. Si tablet ada kamera dibelakangnya. Terus ada heat fan. Ini tempat panas dikeluarin. Jangan ditutup. Terus disini ada ensure lock is tight. Jadi pastiin si flapnya ini atau standnya ini ditutup rapat atau pastiin dia nggak kendor. Cuma agak susah sih kalau mau kendor soalnya dia standnya kuat banget. Saya pegang kayak gini aja dia bisa tetap stabil ya. Kalau kita berdiriin gini ke mode stand harus dipukul baru dia bisa turun atau kita giniin aja sih. Dia nggak bakal sliding lah tentu aja. Banyak motif-motif lucu juga ala-ala laser yang ditembakin laser yang nyebar garis lurus terus disini oke. Oh kalau dibuka ada banyak banget labelnya misalnya disini ada label keterangan yang selalu ada buat produk resmi Indonesia ada support dan ini nih yang penting AMD Ryzen AI Max Plus terus pake AMD Radeon Graphic yang nanti kita tes performanya gila udah pasti. Energy Star dan Microsoft Office Home 2024 kayak jadi lebih cupus dikit kalau ada officenya tapi ini kan namanya komputer ya jadi bisa dipake buat banyak hal. Terus ada banyak hiasan lain misalnya ada tahun berdirinya kedua kolaborator terus ada Li-Polymer Battery Pack jadi baterainya ada disini 70Wh Micro SD Card ada garisnya ngarah kesini jadi slotnya ada disini dan ada speaker speaker disini dan disini juga jadi ada 2 di ujung kanan dan ujung kiri bawah terus ada apalagi nih banyak banget keterangannya disini ada M.2 SSD kalau sependek ini berarti ukurannya 2230 ya 22 mili kebawah 30 mili ke samping jadi bukan yang 2280 yang panjang tapi yang pendek jadi jangan salah kalau mau upgrade bisa dibuka ya? Efficient Ruang wah ini beneran bisa kebuka loh dan kita tinggal buka lagi Screw Plus nya kita tinggal cabut kalau mau upgrade ini ada pelawaan versi 1TB NVMe PCIe 4 jadi udah ngebut banget cuma kalau misalnya dirasa tidak cukup 1TB bisa diganti saja cuman pastiin yang pendek ya jangan yang panjang minim banget. Sekarang kita tutup lagi wow ini sekali lagi harus ditekankan kalau si Engsel nya ini berat ya dia bisa nahan bobot 1,7 kilo buat totalnya tablet dan keyboardnya kalau keyboardnya kita lepas si ini pake pogo pin agak kenceng agak ngeri bentar pegangan pegangannya gini aja deh nah ini beratnya setengah kilo 0,47 kilo jadi 470 gram kalau bersihnya tabletnya doang dia sekitar 1,2 kilo dan hinge nya ini udah pasti kuat bisa nahan sampe seberat itu nggak kelewer kelewer kalau dari portnya sendiri banyak juga ini sebelah kiri dulu ada speaker ada slot micro SD terus ada DC in terus ada HDMI full size dan ada sepasang port type C 40 gigabit per second yang support display port dan power delivery di atas ada exhaust tempat udara panas dikeluarin terus di tengah ada bling bling For Ludens Who Dare lagi-lagi disini ada exhaust, lagi oh ya tadi saya bilang ini tempat udara dikeluarin salah ini tempat masuk ya kalau keluar selalu di belakang atau atas biasanya bukan selalu selalu beratnya semuanya di kanan ada speaker ada combo jack port type A 3.2 yang 10 gigabit per second ada apa ini ya ini tombol yang agak baru buat saya nanti kita coba volume dan power dibawahnya ada kugupin buat connect ke keyboard ini tebalnya 1,5 cm ngomongin 1,46 atau 47 cm gitu sekarang kita gabungkan lagi dengan woods oke terus kita pake stand keren abis kalau misalnya anda fans Hideo Kojima Kojima Production atau game Death Stranding dan pengen pesen link pre-ordernya atau link belinya saya gak tau link apa yang ada di deskripsi saya kasih linknya aja ada banyak bonus spesial yang di luar video ini juga jadi pastiin lihat syarat dan ketentuan biar lebih jelas ya atau kalau penasaran gak harus punya tapi pengen lihat langsung tablet ini bisa main ke Dia.Lo.Gue Artspace di Jakarta Selatan, dari tanggal 27 Februari sampai 4 Maret sekarang waktunya kita hidupkan si Z13 KJP kalau ini bagian KJP nya gak terlalu relevan atau masih? masih! oke agak serem ya suaranya paket ada kiriman dari kurir Death Stranding yang ditaruh di dalam koper kayaknya lumayan aman ini masih ada ruang-ruangnya nah itu tadi kan kita ngomong mau ngetes si kopernya cuma aneh juga ya bawa laptop kayak gini ya eh kebalik oh bener kayak gini eh kebalik kebalik gini nah oke terus kita tarik oh gini penampakan kalau di dalam si kopernya ngepas sih disini kanan kiri bawahnya ada selak buat jari buat congkel tarik saja dan tutup lagi agak ribet sih asik juga nih jadi kita tinggal tekan bawah nih kalau ini keren sih kalau mau set up di meja berarti tahapnya buka standnya terus ini beginiin oh ada kenaiknya dan kita tinggal swipe langsung ada wallpaper dari Yoji yang sketchnya pake pensil dan tinta ini khas dia banget gaya ngegambarnya konsepnya dan ini adalah gambar sesosok Ludens keseringan ngomong Ludens sekarang kita bakal ngetes segila apa performa dari ROG Flow Z13 nya KJP nya tadi udah sekarang Z13 nya bentuk kecil gini dia bisa pake prosesor monster AMD Ryzen AI Max Plus 395 sekali lagi nama yang panjang dia punya 16 core 32 thread yang arsitekturnya Zen 5 codename nya keren ya Strix Halo atau Sarlacc prosesor ini juga ngebawa AMD XDNA NPU sampe 50 tops dan yang gak kalah penting malah bisa jadi bagian paling pentingnya paling keren dari mesin laptop ini CPU nya udah sepaket sama integrated grafik yang diklaim paling kenceng di platform x86 melewat Radeon 8000 series nya ROG ini pake AMD Radeon 8060S dengan 40 core unit performanya kira-kira setara kayak RTX 4060 atau RTX 4070 yang wattnya rendah integrated grafik loh GPU yang sepaket sama CPU nya gak perlu tambahan chip lagi udah sekuat itu teknologi makin ngeri sih ditambah lagi-lagi prosesor nya juga ngebawa sistem RAM unified memory sampe 128 GB yang fleksibel mau dibagi buat sistem RAM atau VRAM kita bisa atur dedicated graphic memory atau VRAM nya disini bawaannya ke set 64 sama 64 bagi 2 kita bisa pake sampe 96 GB buat VRAM nya bayangin buat ngerender video atau AI atau tekstur gaming yang saya gak kebayang sih 96 GB tekstur gamingnya seberat apa karena GPU aja 24 GB yang paling kencengnya emang speednya beda GDDR yang emang di GPU beneran sama LPDDR disini speednya jelas beda cuma kapasitasnya jauh-jauh lebih tinggi dibanding yang GPU per balok di sistemnya juga langsung kebaca kalau RAM nya cuma 32 GB karena sisa 96 nya lagi ada di VRAM RAM 124 GB jadi dipindah ya yang tadinya 32GB dapet tambahan suplai lagi sebanyak berapa ya? 32GB? Tanpa beli RAM, Anda bisa mengupgrade RAM Anda di sistem Task Manager hanya dengan beberapa klik. Cuma VRAM-nya jadi kurang, jadi ya bersihnya tetap 128 totalannya di dalam si laptop ini. In this economy nyari 128GB gimana caranya kalau nggak kayak gini? Satu batang aja udah berapa RAM sekarang? Aduh 128GB itu mungkin udah 10-20 juta kali jaman sekarang. Di tempat lain kering ROG malah ngeguyur ya pake giniannya. Pertanyaannya apakah VRAM yang sangat tinggi itu berpengaruh ke performa? Jawabannya tergantung sama apa yang Anda pake ya. Kalau misalnya Anda pake aplikasi AI yang modelnya itu berat banget butuh VRAM banyak banget. VRAM yang berlimpah gini bakal berasa tapi kalau misalnya pake model yang enteng paling 5-10GB itu mau VRAMnya kecil atau gede juga sama aja sih. Misalnya disini kita pake model Stable Diffusion 3 yang lumayan berat ya. Terus kita generate dia bakal ngeproses ngemakan RAM tapi di sistem info sini Kita udah kasih VRAM sampe 112GB pun dia tetep aja cuma pake seper-empatnya atau seper-tiganya aja karena dia nggak butuh sampe 100GB-an. Jadi VRAM yang bener-bener berlimpah mungkin kepake di software yang sangat spesifik aja. Bahkan buat model yang udah berat pun dia pakenya 32GB. Kami ada ngetes pengaruh VRAM lawan kecil ya di beberapa game misalnya di Cyberpunk. Kalau VRAMnya kita kecilin banget jadi 4GB doang dia dapet average fpsnya di 46.8 sementara kalau VRAMnya kita kasih 64GB dia dapetnya di 51fps. Naiknya nggak terlalu jauh ya buat selisih RAM yang sejauh itu. Jadi buat game-game yang triple A yang udah berat ginipun VRAM 64GB terlalu berlebihan sih. Mungkin kita kasih 16 pun atau 24 dia udah bisa dapetin hasil yang sama kayak 64. Mau kita tes di game lain juga hasilnya mirip ya. Mau Shadow of the Tomb Raider atau Wukong. Average fpsnya emang naik tapi nggak terlalu jauh. Dia pake sesuai kebutuhan. Game yang bijak emang harus kayak gitu harus optimal. Bagian yang berasa nampol justru soal minimal fpsnya. Titik paling lemot dalam game. Kalau VRAM gede minimum fpsnya bisa lebih tinggi sekitar 10-20% dibanding VRAM yang kecil. Misalnya Wukong bisa 31 vs 38 fps. Shadow of the Tomb Raider bisa 56 vs 63 fps. Jadi di titik paling berat game tetep bisa berasa lebih stabil. Cuma sadarkah anda kita mau mendang-mendingin VRAM banding-bandingin VRAM kecil VRAM besar? Tetep aja frame rate yang dihasilin Z13 ini. Flow Z13KGP ini luar biasa ya. Buat ukuran integrated graphic. Graphic on board loh. Bisa 70-80 fps di settingan yang tinggi. Mulus banget ini. Hogwarts Legacy lagi. Mau main Wukong bisa dapet rata-rata 50 fps di GPU on board. Itu luar biasa. Dan resolusinya juga tinggi. Anda bisa baca sendiri ini settingan yang dipake apa. Terus Cyberpunk juga mantep di resolusi yang tinggi, di settingan yang tinggi. Kalau mau dikecilin bisa dapet lebih tinggi lagi frame ratenya. Mau kita lepasin keyboardnya tinggal cabut. Terus kita mau taruh di atas senderan biar lebih tinggi. Mau kita konek ke display port. Mau kita bawa ke cafe. Mau kita pake touchscreen. Ini bisa juga. Bener-bener alternatif yang mantep banget sih. Sekarang cara gaming udah banyak ya. Mau pake laptop gaming biasa, konsol atau handheld. Atau tablet gaming. Udah sangat capable sekari. Sekari. Sekali. Ya brand-brand bisa mulai macem-macem. Karena mesinnya juga bisa dimacem-macemin ya. Kalau jaman dulu mah chip itu pasti panas banget. Jadi bodinya harus besar biar coolingnya bisa nyeimbangin. Sekarang chipsetnya udah efisien sekali. Satu chip, CPU, GPU, RAM udah kegabung semua. Performa kayak gini bener-bener luar biasa sih. Handheld nanti juga makin gila lagi pasti. Buat skor benchmark CPU. Seperti Cinebench juga dia tinggi. Anda bisa lihat perbandingan sama yang di bawah-bawahnya. Terus buat stress test 3DMark juga dapet 95%. Emang nggak pas sih. Nggak lolos 98%. Tapi buat ukuran komputer sekecil ini. Itu udah prestasi dan grafiknya rata. Dari menit kedua dia turun di menit pertama aja. Tisanya stabil banget. Ini aslinya... Bukan 2 orang. Ini aslinya bisa 2 sih. Bisa jadi laptop, bisa jadi tablet. Aslinya 2 orang nih. Jadi dia bisa kita cabut dan kita pake sebagai tablet. Bisa portrait, bisa landscape, bisa touchscreen tentu saja. Saya matiin dulu magnifiernya. Kita bisa buka Genshin, buka apa. Pake tap-tap doang. Silahkan diatur saja. Ini layarnya juga nikmat 13,4 inci. Resolusinya 2,5K dan yang saya kagumin itu... Dia pake kaca Gorilla Glass. Karena touchscreen jadi harus lebih tahan goresan. Levelnya udah kayak Victus. Tapi dia ada spesialnya juga sebagai sebuah tablet yang gede buat jadi komputer. Dia... Namanya apa ya? DXC. Corning Gorilla Glass DXC. Yang finishingnya tuh kayak glossy. Cuma pantulannya... Bisa diredam ala-ala matte. Jadi nggak bener-bener mantul, mengganggu gitu. Biar warna hitamnya bisa lebih detail lagi. Biar lebih pekat lagi. Rasio layarnya 16x10. Refresh rate-nya 180Hz. Biar gaming yang kompetitif seperti Valorant bisa semulus mungkin. Brightness-nya 500 nits. Udah Pantone validated. Dolby Atmos. Ada 4 speaker. Kita cobain deh audionya. Ini speknya gila sih. Ini udah kayak ngomongin laptop gaming yang mahal. Harganya emang mahal tapi kayak ngomongin laptop. Padahal ini sebuah tablet. Bisa kayak gini. Tablet ya tablet. Tombol volume-nya ada di sini nih. Karena dia tablet nih. Bisa juga sih di sini. Ada shortcut function-nya juga. Fn-nya. Tapi kalau kita mau tekan, nggak ada keyboard tinggal pakai tombol di sini. Di sini juga belum kenceng. Tep. Bagus. Tapi nggak sekenceng itu. Nggak seramai itu suaranya. Kualitasnya sih oke. Kurang volume aja rasanya. Tombolnya apa ya yang tadi kita lihat. Yang penasaran. Screen Expert. Buat masuk ke Armory Crate dan lain-lain. Speakernya sih... Nggak menggugah ya. Biasa aja. Malah agak kurang bass rasanya. Bassnya kayak tipis gitu. Butak juga. Kurangnya itu si Flow-nya. Speakernya nggak terlalu asik. Dia sih agak... Everywhere, anywhere, at once gitu. Kurang rapi aja sih. coba tes kameranya. Halo, halo. Ini pakai ROG Flow Z13 KJP. Pake kamera yang ada di atas layarnya. Saya harus bilang gitu karena... Dia punya 2 kamera. Tadi anda lihat ada di belakangnya juga. Kalau depan dia 5MP. Sama ada IR. Kalau di belakangnya dia 13MP. Yang ini, yang jangan disentuh lensanya. Ada main kameranya dong. Laptop mana yang bisa kayak gini? Karena ini bukan laptop. Terus ada armory crate yang di custom. Ada watermark Ludensnya. Ada tengkorak dan helm topeng. Terus ada Z13 KJP dengan speknya yang panjang dan mantap. Terus ada memory frequency. Ini armory crate sih. Buat ngatur-ngatur settingan gaming. Atau ngatur aura efek. Kalau ini... Apa ini? Keyboardnya lah. Keyboardnya soalnya ada lampunya juga. Cuma ini warna putih sih. Single. Coba kita biruin. Oke, oke. Wah biru sih. Biru sih. Coba matiin lampu dong. Kalau kita ganti warna merah lagi. Apakah jadi merah? Nggak sih. Jadi ternyata birunya tadi itu karena lampunya putih ke biruan. Satu zona aja. Jadi kesimpulan buat ASUS ROG Z13 KJP. Wow. Ini terlalu keren sih. Bentukan tablet bisa jadi laptop. Edisi spesial dan langka. Cuma ada 50 unit di Indonesia. Spek gila. Teknologi prosesor baru. GPU integrated tapi serem. RAM suka-suka. Spek lain juga jelas kelas atas ya. Kalau emang ada budgetnya. Anda sultan atau kolektor. Langsung sikat aja. Buat sultan atau kolektor ya. harga mesin kayak gini. Edisi kayak gini. Nggak mungkin dijual murah. Nggak mungkin di bawah 50 juta. Kalau iya itu kejutan terbesar. mesinnya segitu. RAM lagi kayak gini. Jadi cek link di bawah aja. Buat harga pastinya. Bisa dilihat juga ada promo apa. Ada bonus tambahan apa. Yang nggak ada di video ini. Sama ada dapetin ini ya. Tadi di bawah ada Microsoft Office Home 2024. Sama ada PC Game Pass juga. Selama 3 bulan. Lumayan buat ngecilin damage. Buat si harga laptopnya. Jadi laptop tablet. Jadi like kalau suka dengan video ini. Dislike kalau nggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Kalau ada... Nggak mungkin ada controller kayak LA. Main kayak gini. Udah kayak nge-gym aja. Asik sih.
