Laptop Super Kencang Harga 9 Jutaan! Review ADVAN AI-Gen (2025) (YouTube Video)
Jumpa lagi J TV ya. Ini adalah laptop dari brand lokal yang super kencang ya. Laptop satu ini memang pernah kami review tapi ini adalah varian barunya. Speknya masih mirip-mirip aja ya. Menggunakan prosesor laptop gaming yang super kencang AMD Ryzen 7 8000 HS series. Menariknya yang satu ini RAM-nya bisa di-upgrade ya. Yang ini pakai RAM SODIM 16 GB DDR5. Jadi kalau dirasa kurang dia masih bisa di-upgrade. Storage-nya masih 1/2 TB. Bodinya juga masih pakai material logam. Jadi terasa premium. Harganya cuma Rp9 jutaan. Ya, ini adalah Advance AI Gen 2025. Ya, lagi-lagi Advan mengeluarkan sebuah laptop dengan value yang menarik ya. Dibandingkan dengan AI genen sebelumnya, laptop yang satu ini memiliki beberapa perbedaan. Tapi tenang karena performanya dia tetap masih super kencang. Kita langsung mulai dari spesifikasinya. Untuk prosesor di pakai AMD Ryzen 7 8845HS ya. Code name-nya adalah haw point. Arsitekturnya Zen 4 nm. Default TDP-nya 45 wat dengan 8 core dan 16 trad maksimum boost clock-nya tuh up to 5,1 GHz dan total L3 cas-nya 16 MB. Dia sudah dilengkapi dengan NPU yang disebut AMD Ryzen AI dengan performa up to 16 tops. Nah, kalau dikombinasikan dengan CPU dan IGP-nya performa totalnya mencapai 38 tops. Untuk integrated graphics dia pakai AMD Radion 780M. Ini punya 12 graphic skore dengan total 768 shader units. Tentunya karena berbasis arsitektur RDN3 dia sudah support akselerasi AV1. Untuk RAM 16 GB DDR5 5600 langsung dual channel. Nah, kalau AI yang dulu pakai RAM onboard yang satu ini sudah pakai dua keping sodim. Frekuensinya sedikit lebih pelantap. Ini wajar karena dia pakai sodim ya. Nah, kalau kalian merasa bahwa 16 GB itu kurang, kalian bisa upgrade dengan mengganti RAM yang sudah terpasang di laptop ini. Nah, untuk storage dia masih pakai 512 GB SCSD, M.2, NVME, PCI, Gen 4. Masih kurang tenang, Advan masih menyediakan satu lagi slot M.2 tambahan di laptop ini. Tapi perlu diperhatikan karena letak SSDM.2u kedua ini ada di atas modul Wii, kami sarankan agar tidak terlalu mengencangkan baut SSD M.2 yang ada di ujung agar SSD-nya enggak bending saat dipasang. Nah, untuk baris connectivity-nya dia pakai Mediatek RZ616 WiFi 6 dan Bluetooth-nya versi 5.2. Untuk kapasitas baterainya di 60 wat hour dan OS-nya pakai Windows 11 Home. Untuk body dia pakai front factor clim shell atau laptop classic. materialnya adalah logam. Warnanya disebut silver metalic. Untuk desain laptop satu ini mirip seperti Advance Work Plus yang pernah kami review. Desainnya low profile dan terkesan profesional. Tapi karena yang satu ini sudah menggunakan body logam, Advance AI Gen ini terasa jauh lebih premium dibandingkan yang work. Untuk dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22,3 cm, dan ketebalan di 1,77 cm. Untuk bobot laptopnya aja di 1,41 kg dan chargernya 250 gr. Ini adalah charger konektor type C ya. Dan kabelnya ini bisa dilepas dari adapter atau kepala chargernya. Nah, total bobot kalau dibawa-bawa jadi 1,66 kg. Untuk display ini adalah panel IPS ukuran 14 inci. Resolusinya full HD plus 1920 * 1200. Jadi aspek rasio kekinian di 16 bing 10. Refresh rate-nya 60 Hz. Kalau dari pengujian kami, tingkat kecerahannya ada di 315 nits dengan gamut covers kurang lebih 61-an% sRGB dan gambut volume kira-kira 62%-an sRGB. Layarnya memiliki permukaan nonlar, jadi minim pantulan bayangan yang mengganggu kenyamanan pemakaian. Exelnya juga bisa dibuka hingga sudut 180 derajat. Jadi kekinian ya, layarnya jadi lebih aman dari resiko rusak akibat enggak sengaja kedorong. Dan desain seperti ini juga memudahkan pengguna kalau ingin memperlihatkan isi layar ke lawan bicara di depannya di atas meja yang mungkin kecil gitu ya. Nah, untuk bingkai layar ini tergalan cukup tipis di sisi kanan dan kiri layar. Di bawah ada logo Advan dan di sisi atas ada kamera. Nah, kalau bicara soal kameranya, sayangnya ini masih pakai resolusi 720p 30 fps. Sementara untuk mikrofon terletak di samping kanan dan kiri kamera. Untuk kemampuan kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini yang ada di luar untuk menguji kemampuan rice can sling dari laptop Advance AI yang 2025. Untuk suaranya sendiri ini bagus ya. Dia bisa nge-filter suara berisik yang ada di belakang saya dan suara saya masih terdengar dengan cukup jelas ya. Sekarang kita menguji kamera dari laptop Advance AI Gen keluaran tahun 2025. Untuk kameranya sendiri ini dia punya resolusi 720p ya. Jadi ya kualitasnya seperti yang bisa kalian lihat seperti ini. Kalau memang kalian ingin gambarnya terlihat jelas saat menggunakan kamera laptop ini, kami sangat menyarankan untuk menggunakan laptopnya di ruangan dengan pencahayaan yang cukup seperti sekarang ini. Oke, untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker yang mengarah ke alas laptop. Untuk suara yang dihasilkan masih terasa agak kurang lantang ya di telinga kami ya. Kalau mau lebih mantap untuk main game atau nonton bisa pakai headphone atau earphone ya. Kan laptopnya udah punya audio jack atau pasang speaker tambahan bisa juga. ya. Nah, untuk konektor di kiri ada satu USB 3.2 gen one type C yang 5 Gbps. Lalu ada 1 HDMI, 1 USB 3.2 gen 5 Gbpsps, dan 1 USB 3.2 gen one type C yang 5 Gbps. Beralih ke sisi kanan, ada audio combo jack yang 3,5 mm, ada 1 USB 2.0, ada satu USB 3.2 gen 5 Gbps dan ada Kensington lock slot. Untuk keyboard ini pakai keyboard model chcklet dengan ukuran yang pas ya. Bahkan untuk pengguna dengan jari besar pun udah nyaman. Berbeda dengan Advance Worpl, keyboard ini punya tombol anak panah yang ukurannya normal. Sayangnya kita tidak menemukan adanya tombol navigasi seperti home end up, dan page down. Untuk tombol power-nya terpisah dari layout keyboard. Jadi aman, enggak ada istilah enggak sengaja kepencet nih di sini nih ya. Nah, aman ya. Saat digunakan keyboard-nya terasa nyaman dengan travel distance yang juga cukup dalam. Keyboard-nya juga dilengkapi dengan backlit berwarna putih yang memiliki dua tingkat kecerahan. Tingkat kecerahan ini dapat diatur dengan tombol function plus f9. Nah, untuk touchpad-nya saat kami coba ini terasa sangat nyaman. Mirip seperti sebuah laptop yang kelas premium. Saat melakukan klik kiri, switch-nya terasa soft dan empuk. Jadi nyaman banget saat diklik. Nah, dia punya ukuran 12 * 7,2 cm dan posnya terletak center to body atau sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. Telapak kanan memang masih bisa masuk ke area touchpad, tapi ada fitur palm rejection dari touchpad ini. Jadi bisa mencegah input touchpad yang tidak disengaja secara efektif. Nah, untuk pendinginan dia menggunakan sistem pendinginan aktif dengan dua kipas dan dua heat pipe intake dari bawah ekha. Oke, kita masuk ke aspek performa. Di Advance AI Gen terdapat tiga mode performa yang dapat kita temukan di software AI assistant dengan opsi performance, balance, dan silent. Mode performa juga dapat diubah secara cepat dengan shortcut function plus huruf X. Kita lihat konsentrasi performanya pakai C bench R23 stabilitas selama 30 menit. Untuk skor maksimumnya di mode balance itu mencapai 15.519 poin. Di mode performance itu bisa mencapai 16.279 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan di mode balance ada di kisaran 15.300 sampai 15.400-an poin. Dan di mode performance ini cukup menarik ya karena ada dua ulangan yang skornya turun hingga 13.000an ribuan poin, tapi kemudian naik lagi dan bertahan di 15.300 hingga 15.400-an poin mirip seperti mode balance. Nah, untuk suhu kerjanya saat menggunakan mode performance di awal pengujian suhu CPU sempat ada di kisaran 85 sampai 91 derajat celcius tapi kemudian turun dan berhasil stabil di kisaran 76 sampai 80 derajat celcius. Jadi ini adem banget. Oke, langsung aja kita lihat kalau kita pakai Adobe Premiere Pro Posisi 2025 ya pakai video yang 2 menit 7 detik seperti biasa. Untuk 4K60 video export software only butuh waktu 9 menit 18 detik. Kalau pakai GPU acceleration di 5 menit 40 detik. Jadi mungkin mendingan pakai 4K 30 ketimbang yang 60 fps. Lalu untuk 1080p 60 fps video export software only udah 1 menit 26 detik. Kalau pakai GP extension di 1 menit 35 detik. Ini kencang. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 video export dengan GP acceleration kita lihat CPU ada di kisaran 60 sampai 60 derajat celcius saja. Aman banget. Kita lihat sekarang Devin Resolve 19.1 software videoing kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Masih pakai video yang sama 2 menit 7 detik ya. Untuk 4K 6C video export butuh 10 menit 33 detik. Sementara untuk 10860 fps video export butuh 2 menit 58 detik. Lumayan kencang untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export suhu CPU dari kisaran 60 sampai 67 derajat celcius saja. Adem banget di sini. Kita lanjut ke capcut video editor. Video masih sama ya. Durasi 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video export 1 menit 42 detik kencang. Untuk 1080p 60 fps video export hanya 35 detik saja. Nah, suhu kerjanya pada pesat melakukan 4K video exporting susip dari kisaran 57 sampai 68 derajat celcius. lebih adem lagi. Oke, sekarang kita langsung lihat pengujian kalau dipakai main game. Hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] [Tepuk tangan] Oke, di game yang terakhir Assassin's Creed Miras selama 30 menit. Kita lihat suhu kerjanya. SU CP di kisaran 65 derajat celcius dengan sekali spike ke cuma 67 derajat Celcius. Aman banget. Lanjut untuk su permukaannya. Untuk area permukaan keyboard titik terpanasnya ada di area tengah di kisaran 37 sampai 42 derajat Celcius. Sedangkan di area kiri yang sering digunakan untuk main game itu suhunya ada di kisaran 34 sampai 35 derajat Celcius. Lalu area kanan suhunya ada di kisaran 33 sampai 37 derajat Celcius. Sementara untuk palm rest-nya aman banget di bawah 30 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan baca ada di 3.55 MB/ dan tulis di 1695 MB/s. Ya, ini memang bukan e seperti kecepatan SSD PC Gen 4 yang biasa kami uji dan lebih mirip PC Gen 3 ya. Tapi ini udah jauh lebih bagus daripada hardisk atau SSD SATA yang biasanya dikisaran 500 Mbps doang. Oke, lanjut untuk pengujian daya tahan baterainya. Kita pakai mode balance dengan tingkat kecerahan di 150 dan volume 25%. Hasilnya untuk lokal video playback 1080p kita dapat 9 jam 40 menit sampai baterainya habis. Ini hasil tergolong oke dan ini masih mirip seperti Advan AI Gen yang sebelumnya pernah kami uji. Nah, untuk charging 30 menit terisi di 41% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 45 menit. Ini kalau totalnya memang agak sedikit lebih lambat dari harapan kami, tapi mengingat baterai sudah terisi 98% dalam waktu 2 jam masih lumayan ok lah ya rasanya. Oke, untuk harga resminya adalah Rp9.999.000. Tapi tenang, kalau kalian cek ee di beberapa marketplace online, terutama saat promo, harganya bisa turun jauh yang satu ini. Coba deh kalian searching. Nah, terus tulis di kolom komentar kalian nemu laptop ini di harga berapa? Oh ya, Advance AAJEN1 ini juga sudah dilengkapi dengan garansi resmi Advance Indonesia selama 1 tahun. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, layar yang satu ini masih belum 100% SRGB. Jadi, mungkin kurang cocok untuk kegiatan content creation kelas profesional. Kami sarankan untuk menggunakan monitor eksternal yang sudah mendukung kalau memang kita butuh akurasi warna tinggi. Tentunya minimum 100% SRGB lah monitornya ya. Tapi kalau hanya digunakan untuk editing video atau foto yang casual aja mau dipakai belajar editing gitu ya dan gak butuh akurasi warna yang tinggi-tinggi amat ini sih udah kencang banget dan udah aman lah ya tentunya karena laptop ini pakai panel IPS seenggaknya untuk konsistensi warna masih tergorong lebih bagus jauh lebih bagus daripada panel VA atau TN ya. Nah, untuk kamera ini juga ya punya resolusi 720p dan belum dilengkapi dengan Windows Studio Effect. Padahal sebenarnya prosesornya udah mampu karena udah punya NPU di sini. Lalu masih belum ada bundling Microsoft Office dan garansinya memang cuma 1 tahun. Dan si menariknya dia pakai prosesor AMD Ryzen 7 8845 HS yang super kencang untuk harganya. Ini performanya udah cocok untuk laptop gaming sebetulnya prosesornya ya. dia udah punya 8 core dan 16 trad. Jadi nyaman banget buat multitasking. Buat ngedit video 1080p masih kencang enggak ada masalah. 4K30 masih bisa banget ya. Kalau mau 4K60 pakai CapCut. Kencang parah tadi itu ya. Dan karena ini punya NPU, laptop ini mampu mengerjakan berbagai workload AI yang memang sudah didukung oleh Ryzen AI. Kemudian untuk integrated graphics ini juga udah lumayan kencang. Main game esport lancar, main game triple A juga masih bisa nyaman di sini. RAM-nya juga lega dan siap pakai 16 GB dual channel. Dan kalau kurang ini masih bisa di-upgrade RAM-nya. Jadi aman untuk jangka panjang. Su kerja juga tergolong rendah dan sudah dilengkapi dengan mode performa juga. Lalu masih ada slot M.2 SSD tambahan kalau mau nambah ya. Konektornya juga lengkap dan banyak di sini. Lalu dia punya WiFi 6ei yang future proof. Pertanyaannya, Advance Aajen ini jadi cocoknya buat siapa? Pertama untuk kalian mencari sebuah laptop terjangkau dengan performa prosesor super kencang. Yang satu ini cocok banget. Lalu untuk pekerja kantoran ini juga cocok selama memang pekerjaan sesuai dengan spek laptopnya atau nyari laptop untuk anaknya yang lagi sekolah atau kuliah selama memang tidak membutuhkan kemampuan diskrit graphics yang gila-gilaan yang satu ini cocok banget nyaman untuk multitasking. Kemudian kalau mau nyari laptop tipis terjangkau tapi tetap bisa main game ini bisa banget dipakai buat ngedit video 1080 p 60 fps lancar 4K 30 juga masih oke banget enggak ada masalah pastikan aja kalau butuh akurasi warna bisa gunakan monitor eksternal yang sesuai atau kalian mungkin butuh laptop tipis untuk programming untuk coding ya bisa juga selama memang spek laptopnya sesuai dengan software yang kalian gunakan ya sekali lagi Advan menghadirkan sebuah laptop dengan value yang sangat menarik jadi kalau memang sebuah Laptop tipis Itu adalah yang kalian cari. Advance AI ini jadi sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Irfan Jaka Tv.
