Jungkat

Laptop Thinkpad Versi Murah ! Lenovo K14 Gen 3 (YouTube Video)

  • 12/10/2026

Hai, Adika. Guys, di sini. Di video kali ini saya mau minta maaf kepada loyalisnya ThinkPad ya. Karena dengan harga yang jauh lebih murah di depan saya ini kalian bisa dapat laptop badak yang kemarin sudah kita tes, kita masukin ke kulkas selama 1 jam. Dan di dalam kulkas itu kita coba untuk render Cinebench dan aman juga. Sudah kita jemur juga. Jadi, suhu panas, suhu dingin sudah. [musik] Kenalin, ini adalah Lenovo K14 generasi ketiga. Ini bukan seri biasa kayak Lenovo ADP 3 atau 5 ya. Cara desain sih kayak mirip-mirip memang. Warnanya ini Onyx Grey yang kelihatan kalem, simpel, and professional. Jujur saja, bodinya ini enggak kayak ThinkPad yang pakai aluminium memang, tapi dia sudah pakai plastik polikarbonat lah. Jadi, karena bukan seri ThinkPad jangan ngarep dia pakai aluminium. Tapi justru yang menarik material ini plus-nya bikin bobotnya itu lebih ringan dengan bobot cuma 1,38 kg saja. Enteng, jadi enggak bikin pundak kalian miring pas bawa laptop ini. Dan seperti biasa Lenovo, walaupun dia pakai plastik polikarbonat, tapi laptop ini sudah lolos dengan STD 810H military standard US ya. Bukan military standard-nya Konoha yang memadamkan api pakai semprotan kecil. [berteriak] Jadi, mau diajak kerja rodi, dibanting di bagasi, sampai kena suhu ekstrem kayak tes kulkas tadi, dia tetap survive. Terus buat kalian pebisnis atau owner yang lihatin grafik bukan naik turun ya, tapi turun-turun-turun. Seenggaknya ketika lihat grafiknya turun, mata kalian itu masih sehat karena layarnya sudah diproteksi sama TÜV Rheinland dengan low blue light. Jadi, mata itu enggak gampang sepet. Hati mungkin yang sepet ya karena grafiknya turun terus. Terus dia juga sudah ramah lingkungan dengan dua sertifikasi yang ada di sini. Kalau buat jualan detailnya, kalian bisa pause saja video ini biar kalian bisa lihat speknya secara mendetail. Yang nyenengin banget dari seri profesional kayak gini tuh RAM-nya bisa di-upgrade sampai 64 GB. Tapi saran saya karena ini bukan seri gaming atau memang bukan untuk render, jadi di 32 GB saja lah. Kecuali kalian pengin bikin AI lokal. 64 GB oke lah, tapi ya harga RAM sekarang seperti kalian tahu lebih mahal dibandingkan harga emas. Nilai plus lain SSD-nya sudah 1 TB dengan speed yang super kencang juga. Speed-nya nih kalian bisa lihat di sini. Plus dia juga masih nyisain satu slot kosong jadi enggak perlu ngorbanin SSD bawaan juga. Dan pebisnis atau owner itu biasanya maunya praktis, enggak mau ribet. Dan kalian enggak perlu bawa dongle kalau pakai laptop ini karena semua port-nya itu lengkap. Mulai dari internet RJ45 ada sampai SD card juga ada. Dan enggak usah basa-basi brosur spesifikasi, langsung saja lah ya kita tes gimana performanya laptop yang satu ini. Kalau kita lihat skor Cinebench-nya, kalian bisa lihat di sini ketika di-charge ya. Single core-nya itu di 1.524, multi core-nya ya stabil di antara 7.000 sampai 8.000 poin. Nah, yang menarik ketika charger-nya dicabut atau mode on battery saja, single core-nya malah naik di 1.640. Multi core-nya juga malah stabil di 8.000-an poin. Enggak pernah nyentuh 7.000 poin. Yang artinya kalau kalian pakai buat kerja, kalian enggak usah cari colokan untuk bisa dapat performa yang optimal dari laptop ini. Tapi performa sekencang itu buat main apa sih? Minesweeper? Enggak lah ya. Dengan hasil Cinebench kayak itu tadi, kalau laptop ini kalian gunain untuk rendering contohnya ya. Kalian lihat chart saja ini dengan Premiere 4K dengan template yang memang bisa kita pakai, dia selesai dalam waktu 7 menitan. Full HD selesai di 4 menit 33 detik. Terus untuk Blender dengan template BMW, CPU dan juga GPU render-nya, kalian bisa lihat di tabel ini juga. Lanjut kalau kita pakai dia sesuai dengan kodratnya, PowerPoint contohnya ya, 150 PPT kita export ke PDF selesai dalam waktu 10,48 detik. Excel random base data yang large banget selesai dalam waktu 86,2 [musik] detik. Yang menyenangkan dari laptop kayak gini itu dia itu enggak thermal trottle ya, performa-nya itu kayak gitu terus, [musik] stabil. Ya, buktinya ketika kita tes pakai 3D Mark Time Spy stress test loop sebanyak 20 kali dia lolos dengan skor 99,6%. Kalau skor lain kayak Time Spy, Fire Strike, Solar Bay cukup lah ya, kalian bisa lihat di sini juga. Sebenarnya laptop ini bukan laptop gaming, tapi karena DKID itu dari awal udah selalu nge-review gaming, ya udahlah ya kita coba aja. Untuk game kalian juga bisa lihat chart berikut ini, di Valorant dia dapat average FPS 99, Dota 87 FPS. Cyberpunk sih bisa ya, tapi setting grafik low average FPS-nya 34, tapi drop-drop-nya di 26 FPS. Booting Wave juga sama dengan setting-an balance, average-nya di 54, drop-drop-nya bisa tembus di 30 FPS. Jadi kalau untuk main game asalkan kalian enggak ngejar yang FPS banget di game triple A masih oke sih. Nah, sekarang pertanyaannya suhunya kayak gimana? Biasanya laptop-laptop kayak gini karena bukan laptop gaming, jadi cooling-nya itu enggak secanggih laptop gaming. Tapi ternyata emang bener ya, jadi kalau dibuat untuk bukan segmentasinya gaming itu tadi, suhunya lumayan anget. Dengan suhu tertinggi itu di 53,7 derajat Celcius, WA SD-nya tembus di 45,8 derajat Celcius. Standar kita anget itu di 42, 45 itu udah lumayan agak mengganggu sih. Tapi karena memang dia segmentasinya bukan buat gaming, kalau untuk kerja aja rendering kayak di Premiere Pro masih aman sih. Dia anget kalau digunain untuk main game estafet kayak itu tadi. Untuk baterai kalau dibilang yang awet-awet banget, hmm ternyata enggak juga karena pas kita [musik] tes di PC Mark Modern Office itu dia tembus 7 jam 22 menit, hampir 8 jam waktu orang kerja, tapi enggak tembus yang di atas 10 jam gitu. Terus kalau kita sampling kayak YouTube 10 menit dia berkurang 5%, Office 10 menit berkurang 4%, gaming tadi 10 menit berkurangnya 14%. Jadi lumayan kalau dibuat nge-game. Lenovo ke-14 Gen 3 ini sudah punya layar yang bisa dibilang modern lah ya, kekinian banget dengan 14 inch resolusinya itu WUXGA. Tapi sayangnya kalau kita gunain laptop ini untuk color grading enggak bisa sih, harus pakai monitor eksternal. Karena pas kita tes color akurasinya coverage sRGB-nya cuma nyentuh di 50-an persen, Adobe RGB 30-an persen dan brightness nits mentok di 254. Untungnya kompensasi dari layar itu dibayar sama feel ngetiknya. Feel ngetik di laptop ini empuk banget, travel distance-nya pas bikin ngetik panjang enggak gampang typo, plus sudah ada lampu backlight-nya buat kalian yang hobi lembur di ruangan [musik] gelap. Touchpad-nya juga lega, licin dan responsif banget buat gesture multitasking Windows. Asli, ini experience kerja nya dapat banget. Kalau untuk webcam-nya standar sih ya, 1080p 30 fps. Bahkan ini jam berapa nih? Jam 2, tapi kayak jam maghrib gitu di sini ya. Auranya maghrib, wajah saya sudah aura maghrib, lighting-nya jadi maghrib. Ah, saran saya pakai webcam eksternal saja lah. Tapi untungnya dia sudah ada Windows Studio Effect ya. Jadi kalau misalkan kalian mau mainan background effect, ini kayak gini biar enggak kelihatan terlalu terlalu berantakan masih bisa sih. Uh, auto auto framing-nya juga nge-zoom sendiri tuh. Untuk kameranya juga sudah support infrared kamera untuk login dengan muka. Enggak cuma itu, tombol power-nya juga ngerangkap jadi fingerprint sensor. Jadi kalau kalian mau masuk ke laptopnya tinggal pilih mau pakai Face ID atau fingerprint. Terus bukan laptop bisnis ya kalau dia enggak punya security yang mumpuni. Mirip-mirip sama ThinkPad jadi dia punya fitur TPM 2.0, tapi sayangnya OS bawaannya ini bukan Windows 11 Pro ya. Coba kalau Kalau TPM dipadukan dengan Windows 11 Pro, uh enkripsinya bakal lebih bagus sih. Tapi ya itu kompromi biar harganya lebih murah. Dan misalkan kalian mau upgrade laptop ini ke depan dengan factory reset aja, itu bukan jaminan ya karena bisa recovery. Jadi data kalian itu bisa diambil lagi sama yang ya beli laptop ini. Jadi Lenovo juga udah nyematin fitur sakti namanya ThinkShield Secure Wipe. Ini levelnya beda ya, dia enggak lewat Windows tapi langsung ngasih komando ke SSD buat ngancurin enkripsi datanya secara fisik. Ibarat dokumen, dokumen itu enggak dirusak kertasnya pakai mesin perusak kertas itu tapi langsung dibakar gitu. Jadi enggak bisa disambung-sambungin, enggak bisa direcovery, bener-bener enggak bisa ada yang bisa lihat. Jadi jangankan hacker kelas teri, ahli forensik aja kalau suruh recovery dengan ThinkShield Secure Wipe ini enggak bisa. Ngomongin soal keamanan data, laptop ini memang udah jagoanlah ya berkat fitur BIOS-nya tadi. Tapi aplikasi kerjaan yang kalian pakai untuk kerja udah aman belum? Nah, buat kalian yang nyari keamanan ekosistem di dunia digital sekarang, kalian bisa kenalan sama sponsor kita kali ini yaitu Zoho. Buat yang belasan tahun ya, walaupun muka saya ini muka-muka yang enggak kelihatan punya bisnis tapi saya udah punya bisnis selama ya belasan tahunlah ya. Ada FNB, ada 3D Print, ada Food Box, banyaklah. Dan saya butuh analisa data dan juga analisa keuangan. Dan untuk dua kepentingan itu saya paling anti sama software yang ribet. Dan dengan Zoho ini saya berani bilang kalau Zoho Workplace ini bisa dibilang wah Google Workplace atau Google kantoran killerlah. Pertama dari segi kepercayaan, mereka ini bukan pemain kemarin sore ya. Saking handalnya sistem mereka ini udah dipercaya sama institusi-institusi pemerintahan di India. Bayangin aja ya negara dengan populasi miliaran dan birokrasi super rumit aja percaya penuh sama mereka. Jadi soal kredibilitas udah enggak perlu diraguin lagi. Dan yang bikin saya tenang dengan Zoho, Zoho itu punya klaim kalau mereka enggak jualan data kita ke pihak ketiga. Mereka enggak jualan data perusahaan ya 100% murni milik kita, enggak ada drama rahasia dapur diintip-intip. Dan harganya mmm masih masuk akal kok. Harganya itu mulai 40 ribuan aja per user per bulan dan bayarnya pakai rupiah ya. Jadi secara hitungan sebenarnya dia juga 50% lebih murah dibandingkan Google Workspace. Satu lagi, kata Zoho ya juga enggak ada kalakalan harga naik karena fitur AI per tahun naik per tahun naik gitu enggak ada. AI buatan mereka namanya Zia yang pintarnya sekelas AI berbayar dan ini udah otomatis tersedia 100% gratis. Jadi buat investasi jangka panjang Zoho Book Office ini jawaban paling benar kerjaan satset dompet aman rahasia pun terlindungi karena di foto box saya itu yang foto wah orang-orang penting semua. Kayak teman-teman saya, ibu saya, penting buat saya. Okelah, sekarang kita masuk ke bagian kesimpulan. Eh, tadi ada yang belum ke-mention ya, speaker. Speakernya sih standar lah ya, cukuplah buat meeting pakai Zoho juga. Jadi jangan harap bisa menggetarkan jiwa pas dengerin musik atau buat meeting. Tapi di luar itu mari kita tarik benang merahnya si Lenovo K14 Gen 3 ini adalah definisi sesungguhnya dari kuda pekerja yang lebih terjangkau dibandingkan Lenovo ThinkPad. Bodinya badak tahan banting, prosesornya napas panjang pantang throttling, upgradeability-nya jempolan. Port-nya juga palugada dan fitur keamanannya selevel agen rahasia. Cuman ya dia ada kekurangannya kayak layarnya belum 100% sRGB dan enggak pakai aluminium kayak ThinkPad terus belum pakai Windows 11 Pro. Kalau untuk harga, harganya ini karena Lenovo seri K ini adalah seri komersial ya bukan untuk consumer ya garansinya dia 3 tahun tapi harganya ya tergantung [musik] pesanan sih kayak kalian kalau beli banyak ya lebih murah. Nanti saya kasih nomor resminya lah ya di bawah kalau misalkan kalian adalah perusahaan yang pengen beli laptop komersial kayak gini. Tapi yang jelas dia bakalan jauh lebih murah di bawah ThinkPad. Saya Nikkei Setiabudi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube