LAPTOP TIPIS PALING TAHAN BANTING! MacBook auto minder 😭 (YouTube Video)
Ini adalah ExpertBook Ultra, sebuah flagship dari line up laptop Asus bisnis untuk tahun 2026 dan gua harus akuin kalau ini adalah laptop yang berhasil melebihi semua ekspektasi hampir di semua aspek ya, sebagus itu dan kabar baiknya laptop ini bisa kita beli secara retail. Laptop ini punya tagline "The flagship of the industry", period. Nah, dijual B2B dan juga B2C, jadi bisa langsung beli di Asus Store. Dari penampilannya sebenarnya sudah bisa kelihatan ya kalau ini adalah laptop yang sangat tipis cuma 1,09 cm. Yang gua punya ini warna jet fog, ada satu pilihan warna lagi namanya moon grey. Menurut gua secara pribadi warna jet fog-nya ini cakep pakai banget. Dia itu hitam matte yang punya finishing kayak sandstone yang mengkilat, macho banget. Desainnya juga sangat simpel ya, clean banget. Back door-nya itu cuma ada tulisan Asus di tengah. Pas kita buka juga clean banget dari sudut-sudut dan tekukan bodinya terlihat sangat rapi saat kita gunakan kesan mewahnya itu dapat banget. Material bodinya dia pakai aerospace grade magnesium alloy bikin laptop ini ringan cuma 1,1 kg. Untuk dimensi laptopnya sendiri juga masih termasuk compact ya, dia panjangnya 31 cm dengan lebar 21 cm. Terus keseluruhan bodinya ini di-coating dengan nano ceramic yang punya ketahanan goresan 9H. Ini tinggi banget ya, rata-rata laptop di pasaran itu ketahanan goresnya ada di 3H aja. Pastinya durabilitasnya juga sangat baik ya karena sudah melewati 24 prosedur uji standar militer 810H. Termasuk ini bisa nahan beban sampai dengan 100 kg. Nah, untuk engselnya ini terasa banget premiumnya, dia punya feel yang enak banget. Bobotnya juga pas, enggak terlalu ringan dan enggak terlalu berat juga. Desainnya gua suka banget. Lihat deh, dia kayak kecil dan menyempil gitu dan pasti kita bisa buka laptop ini dengan satu tangan dengan mudah. Engselnya bisa direbahin sampai segini ya. Nah, di tengah tepat di atas engselnya ini ada satu garis LED yang Asus namain Expert Lumi. Ya, ini sebenarnya kayak gimmick aja sih tapi gua suka. Untuk sekarang LED-nya ini bisa kita atur buat menyala saat kita nyalain atau matiin laptopnya dan pas kita login ke Windows. Sekarang kita lihat IO port-nya di sebelah kiri ini ada satu Thunderbolt 4 type-C yang sekaligus jadi charging port-nya terus ada HDMI 2.1 TDMS, USB type-A 3.2 Gen2 dan combo audio jack. Di sebelah kanan ada type-A 3.2 Gen2 dan juga Thunderbolt 4 type-C. Nah, buat dibawa ke mana-mana laptop ini sudah pasti enak banget. Selain ringan juga dia enggak licin, nge-grip banget pas kita bawa-bawa pakai tangan ya dan di setiap paket penjualannya kita juga dikasih satu pouch kulit sintetis gitu jadi makin enak ya ini buat diajak bepergian. Layarnya ini juga spesial ya, ini adalah debut panel tandem OLED di laptop Asus. Layar touchscreen 14 inci ini punya resolusi 3K. Rasionya 16:10, peak brightness HDR-nya di 1400 nits, 100% DCI-P3, VESA certified HDR True Black 1000, screen to body ratio 91% dan sudah dilapisi Corning Gorilla Glass Victus dan juga Corning Gorilla matte anti-glare display. BTW, tandem OLED ini dia punya lebih dari satu emission layer sedangkan yang konvensional itu biasanya cuma punya satu. Di laptop ini sendiri dia punya dua stack layer jadi detail, warna dan terangnya itu akan lebih baik dengan konsumsi daya yang lebih rendah. Bezel-nya juga cukup tipis, paling bagian atas dan bawahnya yang lebih tebal sedikit aja. Nah, untuk lapisan anti-glare-nya ini juga sukses menghilangkan pantulan cahaya di laptop ini, refleksinya hampir sama sekali enggak ada walaupun kita pakai di dekat jendela ataupun pakai di outdoor sekalipun. Detailnya tajam banget, dia punya profile warna sendiri dan menurut gua warnanya itu punya akurasi yang mantul. Balance, vivid dan skin tone-nya pun terasa natural. Buat setel konten HDR pun ini terasa banget ya. Tandem OLED ini cakep apalagi peak brightness-nya ini termasuk tinggi ya. Tapi sayang seribu sayang di aplikasi Netflix dia enggak support playback Dolby Vision ataupun HDR 10 sama sekali. Ya, walaupun memang masih enak buat dipakaiin nonton Netflix tapi ya sayang aja gitu ya. Terus dia sudah support Dolby Atmos dan spatial audio. Jujur ini speaker-nya sesuatu banget. Laptop ini total dia punya enam speaker, ada dua tweeter dan eh empat woofer dual magnetic yang letaknya ada di pinggir kiri dan kanan laptop ini. Dan speaker-nya itu punya suara yang lantang banget, ini kayak laptop gaming yang gede padahal size-nya aja ini compact banget. Nah, bukan cuman lantang, detailnya, layering-nya itu juga dapat banget. Terus kontrasnya juga berasa. Buat dengerin lagu apa aja itu enak banget, sound stage-nya juga luas. Dan buat nonton Netflix dia itu berasa banget efek surround 360-nya. Ini calon speaker terbaik di laptop 14 inci asli. Nah, untuk serinya sendiri ini tipenya ada beberapa. Nah, yang gua pegang ini adalah versi yang ada setingkat di bawah dari versi yang paling tingginya. Nah, ini dia pakai Intel Core Ultra X7 358H punya konfigurasi 16 core 16 thread. Clock speed-nya up to 4,8 GHz ditandem GPU Intel Arc A390 dan MPU Intel AI Boost yang bisa proses sampai 50 TOPS. RAM-nya sudah disolder, kapasitasnya 64 GB LPDDR5X 8533 MT/s, storage-nya 2 TB PCIe 5.0 SSD, Wi-Fi 7 dengan Bluetooth versi 6.0. Laptop ini juga sudah pakai Windows 11 Pro Edition dan untuk cooling system-nya dia pakai dual fans Expert Cool Pro yang punya TDP up to 50 watt. Nah, untuk benchmark-nya di Geekbench 6 skornya ada di 2845 untuk single core dan 16555 untuk multi core. Gua running GPU benchmark-nya juga pakai API OpenCL ada di 56.000-an dan untuk API Vulkan ada di 61.000-an ya, lumayan banget nih skornya. Di 3DMark Time Spy overall score yang didapat ada di 7438, graphic score-nya ada di 6854 dan multi core-nya 14389. Gua juga running storage benchmark overall score-nya ada di 2123 dengan bandwidth-nya terlihat ini lumayan kencang ya. Kemudian di PCMark 10 overall score-nya ini juga cukup besar ada di kisaran 9 sampai 10.000-an dengan tiga aspek yang punya nilai tertinggi di essentials, productivity dan juga digital content creator. Terakhir di AnTuTu benchmark overall score-nya ada di 3,3 jutaan dengan CPU score 1,7 jutaan dan GPU score 636.000-an. Kemudian gua juga iseng ya buat eh pakai buat main game. Gua coba main Dota 2 dengan setting-an best looking dia bisa dapatin sekitar 90-an FPS. Selama main gua set kipasnya di mode performance dan kipasnya ini terbilang cukup senyap ya padahal dia punya performa yang cukup tinggi. Oke, karena ini adalah sebuah laptop bisnis profesional ya jadi memang lebih relate kalau kita bahas bagaimana ketika laptop ini dipakai untuk bekerja. Nah, sampai bulan April 2026 ini ini adalah laptop terbaik menurut gua untuk dipakai ya kerja. Pertama itu trackpad-nya dia juga gede pakai banget ya. Material yang digunakan juga terasa premium. Dia responsif dan juga akurat. Haptic feedback-nya juga enak ya. Dia punya enam sensor haptic feedback. Sebagai pembanding eh lini MacBook itu cuma punya empat sensor haptic itu aja sudah enak apalagi ini yang enam. Nah, keyboard-nya juga enggak kalah ya. Dia sudah dilapisi excimer UV coating yang bikin eh anti-noda dan juga anti-kotoran. Travel distance-nya 1,5 mm yang enak banget, feedback-nya itu empuk dan smooth. Terus ukuran keyboard-nya ini juga berasa nya pas ya. Nah, untuk meeting-meeting online di depan dia punya webcam 1080p yang sudah dilengkapi dengan privacy shutter. Webcam-nya sendiri sangat design buat meeting-meeting online. Untuk jalanin kayak Windows Studio Effect juga sudah effortless banget. Masih untuk meeting ya, Asus juga ngasih beberapa fitur AI yang bisa kita aktifin di Asus Expert Panel. Di sini kita bisa pakai fitur AI translated subtitle dan beberapa fitur dari Asus Expert Meet kayak webcam watermark dan juga screen watermark. Kemudian untuk mikrofonnya dia juga ada fitur AI noise cancelling yang bisa kita aktifin di aplikasi MyAsus. Di sini kita bisa pilih mode noise cancelling-nya ada shortcut-nya juga di tombol F9. Kualitas mikrofonnya ini juga menurut gua sudah oke banget. Kemudian satu lagi nih untuk biometric unlock-nya ini juga lengkap, dia ada sensor fingerprint yang jadi satu sama tombol power dan dia juga sudah support Windows Hello. Buat keduanya juga seamless ya, gua enggak nemu masalah eh ketika unlock pakai keduanya. Dan kita sudah bisa menggunakan Recall. Nah, Recall ini bakal mengambil snapshot laptop eh jadi kita bisa lihat apa aja yang kita kerjain. Nah, ini penting jadi kita bisa aware kalau ada aktivitas di laptop ini yang diam-diam dikerjain oleh orang lain. Nah, laptop ini sudah bersertifikat Copilot Plus ya jadi respons-nya jauh lebih cepat dan di aplikasi Asus MyExpert itu ada beberapa fitur AI berbayar kayak AI Chat Assistant, AI Expert Meet bisa translate atau nyatat poin-poin pas kita lagi meeting online sampai ngebantu nyari file yang kita simpan offline maupun di cloud cuma dengan ngetik keyword-nya. Jadi jauh lebih simpel untuk penggunaan sehari-hari. Buat sebuah laptop profesional ExpertBook Ultra ini dia sudah NIST SP 800-193. Ini adalah standar keamanan firmware untuk sebuah laptop bisnis ya. BIOS-nya juga sudah punya fitur self-healing yang diambil dari isolated memory. Ada Asus security mikroprosesor juga di sini, dia terisolasi sendiri jadi dia bakal aman waktu laptop ini misalkan terkena cyber attack. Tugasnya membantu BIOS untuk self-healing ketika terjadi kerusakan saat kita melakukan secure flash. Nah, untuk baterainya 70 watt hour gua mengakui efisiensi dari Intel Core Ultra X7 ini. Gua pakai untuk browsing dan kerja selama dua jam baterainya cuma berkurang sebanyak 12%. Gokil. Batok charger-nya juga compact, daya maksimalnya 90 watt ya. Jujur gua enggak pernah bawa-bawa karena baterainya memang bisa tahan seharian. Dan kesimpulannya dari experience gua eh laptop ini adalah sebuah laptop kerja yang benar-benar sempurna ya. Jujur gua akan pakai sebagai daily driver sampai Asus kembaliin laptop ini. Sayangnya ini adalah sebuah laptop bisnis profesional dengan sekuritas yang advance. Kenapa gua bilang sayangnya? Karena kita harus merogoh kocek yang dalam untuk memiliki laptop ini. Bocorannya starting price-nya 38 jutaan. Sebenarnya bukan harga yang terlalu mahal-mahal amat ya untuk sebuah laptop bisnis dengan level sekuritas yang tinggi. Ya intinya memang ini buat bisnis, makanya harganya lumayan. Tapi kalaupun teman-teman ada dananya dan mau pakai buat personal, ya juga bisa, enggak akan ada yang ngelarang. Bungkus. [musik]
