Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400: Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) (YouTube Video)
Ini laptop tipis dan dengan terbaru dengan prosesor AMD Ryzen AI400 series. Performanya pastinya kekinian karena CPU-nya udah Zen 5 dan GPU-nya udah RDNA 3.5. Pakai RAM 16 GB LPD 5X jadi langsung kencang performanya. Layarnya oled 100% di CP3 jadi cocok buat editing yang serius juga. Baterai juga irit bisa lebih dari 19 jam jadi bisa buat kerja seharian. Laptop yang satu ini adalah Asus Zenbook 14 OLED keluaran tahun 2026. Ya, bisa dibilang bahwa AMD Ryzen AI 400 series ini adalah refresh-nya dari Ryzen AI 300 series. Ini bisa dilihat dari penggunaan arsitektur CPU dan GPU yang masih sama antara kedua seri prosesor tersebut. Kalaupun ada perbedaan hanya ada pada konfigurasi core dan clock speed-nya aja. Tapi gimana ya performanya? Sebelum kita masuk ke situ, kita cek dulu spesifikasinya. Oke, untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen AI 7445. Nah, baru nih ya, 400 series ya. Fabrikasi TSMC 4 nanom finet. Default TDP-nya ada di 28 watt. Dia punya 6 core 12 yang terdiri dari 2 core Zen 5 dan 4 Core Zen 5C. Eltras-nya ada di 8 MB. Perasaannya agak unik ya karena punya 6 core tapi namanya Ryzen AI 7 ya. Biasanya AMD6 core itu pakai nama Ryzen AI5 atau Ryzen 5. Nah, untuk integrate graphics dia pakai AMD Radion 840M. IGP-nya ini pakai arsitektur RDNA 3.5 dengan 4 compute units atau 256 stream prosesor. IGP ini juga udah support fitur ray tracing dan punya kemampuan encode serta decode video AV1. Menariknya kita bisa mengatur secara manual kapasitas virAMnya melalui aplikasi My Asus AMD software atau dari BIOS dengan pilihan kapasitas dari 512 MB hingga 8 GB. Untuk NPU-nya dia pakai AMD RZN AI dengan kemampuan hingga 50 tops. Jadi laptop ini jelas memenuhi persyaratan copilet plus PC dari Microsoft. Untuk memori atau RAM-nya dia pakai 16 GB LPD ada 5X, 7500 MHz, dua channel, 128 bit. Ini RAM on board ya, jadi ini gak bisa di-upgrade tapi udah kencang banget sih. Untuk sourusnya 1 TB SSD M2 NVM PCI Gen 4x4 pada dia menggunakan modul MediaTek yang udah support WiFi 6ei dan Bluetooth versi 5.4. Kapas baterainya lumayan besar di 75 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 25 H2. Nah, bodinya nih fact vornya adalah clamp shell atau laptop klasic. Materialnya aluminium. Tentunya laptop ini sudah menuai standar daya tahan military standar 810H. Jadi terjaminlah ya ketangguhannya. Untuk warna ini namanya adalah jade black. Nah, untuk desainnya laptop ini sepertinya menggunakan sasis body yang sama dengan Zenbook 14 OLED generasi sebelumnya. Bentuk dan lekukan bodinya terlihat mirip sekali. Bahkan kesan penampilan yang mewah ala Zenbook juga tetap dipertahankan di sini. Untuk dimensinya panjang 31,2 cm, lebar 22 cm, dan ketebalan di 1,49 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,22 kg. Untuk chargernya di 218 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Jadi total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan charger adalah 1,44 kg. Untuk display ini adalah layar ukuran 14 inci resolusi 1920 * 1200 piksel dengan aspek rasio 16: 10. Refresh rate-nya 60 Hz dengan response time di 0,2 malah panel OLED. Nah, menurut Asus tingkat cacaran maksimumnya ada di 400 nits di mode SDR dan 600 nits di mode HDR dengan karga gamb di 100% di CP3. Nah, kalau kita ukur kita dapat 396 nits di mode SDR udah mirip ya dan 630 di mode HDR. Nah, ini sedikit lebih tinggi. Untuk gamut coversnya ada di 99,8% DCI IP3 dengan gamut volume di 122,8% DC IP3. Ini berarti layarnya sudah cocok untuk editing serius yang membutuhkan akurasi warna yang baik. Cocok juga untuk streaming video HDR karena punya sertifikasi display HDR True Black 600 dan dia juga punya sertifikasi Tuv Rinland certified dan SS Care Display ya. Jadi mata tuh enggak cepat lelah walaupun bekerja menatap layarnya yang satu ini berjam-jam. Permukaan layar itu bersifat glossy dan ini memang wajar untuk layar OLED dan permukaan seperti ini memang akan memantulkan sedikit bayangan tapi kombinasi glossy dan panel olet itu justru membuat warna ditampilkan tuh sangat-sangat cemerlang. Nah, untuk bingkai layarnya ini juga ada menggunakan desain yang tipis pada sisi kanan dan kirinya dengan tingkat screen to body rasio mencapai 87%. Lalu untuk exel layar yang satu ini bisa dibuka lurus hingga 180 derajat. Jadi, ini aman dari resiko rusak akibat terdorong enggak sengaja dan memudahkan kita untuk menunjukkan tampilan layarnya ke lawan bicara yang tepat ada di depan kita. Oke, sekarang kita lihat kamera dan mikrofonnya. Laptop dilengkapi dengan kamera yang memiliki infrared 1080p 30 fps. Kamera ini sudah support fitur Windows Studio Effect yang akan menggunakan NPU untuk komputasinya. Nah, laptop ini juga dilengkapi dengan dua buah mikrofon yang berada di sisi kanan dan kiri kamera. Mikrofonnya dilengkapi dengan fitur AI noise cancelling untuk meredam suara bising di sekitar pengguna saat melakukan video call atau lagi online meeting misalnya. Kamera ini sebenarnya bisa menangkap gambar dengan kualitas yang baik ya. Hanya saja untuk bagian muka kok jadi agak berminyak gitu kayaknya ya. Kayaknya kontrasnya agak tinggi. Sementara untuk mikrofonnya bisa menangkap suara kami dengan baik dan menghilangkan sepenuhnya suara bising di sekitar kami. Harusnya sih ini bikin kita tetap nyaman saat meeting walaupun di tempat yang ramai ya. Oke, sekarang kita sedang di luar untuk menguji kualitas mikrofon dan noise canceling dari Asus Zenbook 14 yang satu ini. Bisa dilihat kalau di belakang saya sedang ramai, tapi suara saya bisa terdengar dengan jelas di sini dan noise dari background bisa diram dengan baik di laptop ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari Asus Zenebook 14 yang satu ini. Untuk pencahayaan di sini kita menggunakan lampu studio. Jadi, pencahayaannya lumayan terang dan hasilnya gambar juga terlihat terang di sini. Untuk resolusi maksimalnya ini sampai 1080p 30 fps. Dan untuk gambarnya ini sudah cukup detail ya, noise-nya juga minim. Tapi saya merasa ada sedikit oversharpen di sini. Nah, untuk audionya laptop ini digapai dengan dua buah super linear speaker dengan arah keluaran suara ke alas laptop. Speaker tersebut dapat diatur profil dan equalizernya melalui software Dolby setting atau dari My Asus juga bisa. Nah, seperti laptop Zenbook lainnya, kualitas suara speaker laptop ini sangat memuaskan. suaranya itu lantang bahkan laptop seting masih bisa menghasilkan suara frekuensi rendah dengan cukup baik ya intinya khas ZenBook bangetlah ya. Nah, kitaat sekarang konektornya. Di sebelah kiri ada satu USB 3.2 Gen 1 type A yang besar nih ya. Lalu di kanan ada satu USB 3.2 gen 2 type C. Ada satu USB 4 yang mendukung power delivery, display output, dan perangkat-perangkat Thunderbolt. Lalu ada satu 3,5 mm audio combo jack dan ada HDMI 2.1 juga di sini. Nah, untuk keyboard laptop ini menggunakan Ergo Sense keyboard dengan desain dan tletak tombol yang mirip seperti laptop Zenbook terbaru lainnya. Tombolnya itu diberi cekungan sedalam 0,3 mm. Jadi, jari itu enggak mudah bergeser dari tombol yang sedang ditekan saat mengetik dengan cepat. Lalu untuk travel distance-nya ini 1,4 mm. Jadi, terasa cukup dalam ya saat ditekan ya. Menariknya keyboard ini menggunakan switch terbaru yang diklaim lebih hening saat dipakai mengetik. Jadi tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu orang di sekitar kita. tentunya keyboardnya dilengkapi dengan lampu backlit warna putih dengan tiga tingkat kecerahan yang bisa diubah dengan menekan tombol function plus F4. Backlit ini juga punya mode auto di mana lampunya akan menyala otomatis saat ruangan menjadi gelap atau meredup saat ruangannya dalam kondisi yang terang. Nah, untuk touchpad ini area touchpad-nya ukurannya di 13 * 75 cm dengan posisi yang nyari sejajar dengan tombol space bar. Touchpad ini dilengkapi dengan fitur number pad 2.0. Jadi bisa munculkan tombol virtual 6 pad untuk menginput angka dengan cepat. Untuk memunculkannya cukup dengan menekan icon di pojok kanan atas touchpad. Sementara untuk mengatur tingkat citerahannya itu cukup dengan menekan icon di pojok kiri atas touchpad. Nah, sistem pendingan laptop ini dilengkapi dengan satu buah heat pipe dan satu buah kipas. Sementara untuk lubang ventilasi pembuangan panasnya itu ada dua, mengarah ke belakang dan ada yang ke samping kiri. Oke, untuk pengamanan laptop ini dilengkapi dengan sistem biometrik dengan pengenalan wajah. Selain itu, ada juga penutup fisik untuk kamera agar kita tetap aman meskipun kameranya mungkin kena hack ya. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Laptop ini punya tiga profil performa, yaitu performance mode, standard mode, dan whisper mode. Profil performa ini dapat diubah dengan menekan tombol function plus F atau melalui aplikasi My Asus. Sekarang kita lihat performanya dengan Sinabens R23 ya. Ini dicolok ke charger ya. Diabilitas selama setengah jam, skor tertinggi yang dicapai adalah 11.06 poin di mode standar, 11.221 poin di mode performance. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan itu adalah 10.500 sampai 10.900 poin di mode standar. Lalu di mode performance, skor sempat berada di bawah 11.000 poin selama beberapa run awal sebelum akhirnya naik di atas 11.000 poin. Nah, kalau dia hanya pakai baterai doang, jadi maksudnya chargernya dicabut gitu ya, kita pakai lagi Snap R23 dan skor yang didapatkan adalah 9.000 sampai 9.300 poin di mode standar dan 9.200 sampai 9.300 poin di mode performance. Sedikit turun tapi masih tergolong tinggilah skornya. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya dengan sinam R23 stabilitas selama setengah jam di mode standar su prosesor sempat bertahan di 92 derajat celcius selama beberapa loop sebelum akhirnya turun di bawah 85 derajat celcius. Nah, kalau di mode performance SUya itu sempat bertahan di 95 derajat Celcius selama beberapa loop sebelum akhirnya turun dan bergerak di rentang 85 sampai 90 derajat Celcius. Oke, sekarang kita langsung lihat aja kalau kita pakai aplikasi beneran ya. Kita pakai Adobe Premiere Pro 2025 untuk video 4K60 yang 2 menit 7 detik dengan software only on s dalam waktu 8 menit 55 detik. Kalau kita pakai open sial 8 menit 11 detik. Kalau videonya adalah full HD 60 fps 2 menit 7 detik. Software only sesuai dalam waktu 1 menit 51 detik. Kalau kita pakai open scale 1 menit 45 detik. Di aplikasi ini terlihat kalau laptop ini lebih cocok untuk editing video full HD 60 fps maksimum ya. Oke sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export dengan Open CL. Supressor tuh sempat naik hingga 89 derajat Celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun dan dikendalikan di bawah 75 derajat Celcius. Jadi masih amanlah. Oke, sekarang coba pakai Dafin Vinci Resolve 19.1 software video rating class profesional tapi ini versi gratisnya. Kalau untuk video 4K60 yang durasinya 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 17 menit 23 detik. Kalau videonya full HD 60 fps durasinya sama selesai dalam waktu 3 menit 4 detik. Di aplikasi juga terlihat ya kalau laptopnya lebih cocok untuk editing sampai full HD 60 fps. Nah, untuk keserja pada saat melakukan 4K video exporting, supressor sempat naik hingga 84 derajat celcius saja di awal pengujian sebelum akhirnya turun dan terkendali di bawah 80 derajat celcius. Oke, sekarang kita coba kalau pakai CapCut videonya. 4K60 durasinya sama dengan yang tadi. Selesai dalam waktu 2 menit 37 detik. Kalau finya full HD 60 fps durasi 2 menit 7 detik, selesai dalam waktu 1 menit 8 detik saja. Nah, berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya. Kalau kita pakai CapCut, laptop ini jadi cocok untuk editing video sampai 4K 60 fps. Nah, su kerja ya saat melakukan 4K video exporting di aplikasi ini, supressor masih terkendali di bawah 90 derajat celcius. Ya, sekarang mari kita lihat sekencang apa laptop ini kalau dipakai main game. Ya, sekarang kita lihat suhunya ya. setengah jam main GTA 5. Suerja prosesor terlihat berada di kisaran 71 sampai 73 derajat Celcius. Jadi tergolong amanlah yang satu ini ya. Untuk su permukaan bodinya ya selama setengah jam main GTA 5 ini tombol-tombol di area kanan atas keyboard terlihat memiliki suhu permukaan paling tinggi di kisaran 39 sampai 40 derajat Celcius. Sementara area sebelah atas keyboard tercatat ada di kisaran 43 derajat Celcius. Lalu di untuk pam itu suhunya terlihat aman di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan statist kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 7.088 MB/s dan tulisnya di 4.840 MB/. Ini sih kencang banget ya kecepatan bacanya ya. Kecepatan tulisnya memang bukan yang paling kencang, tapi udah tergolong tinggi juga sih. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Di sini kita setting brightness di 150 nit, volume suara 25% dengan mode di standar. Untuk 1080p lokal video playback baterai bertahan 19 jam 25 menit. Ya, datan baterai emang belum tembus 20 jam, tapi udah nempel lah sama 20 jam ya. Udah 19,5 jam ya. Ini udah tergolong irit banget sebetulnya. Nah, untuk charging 30 menit pertama dia terisi di 41% sementara dari kosong sampai penuh dia membutuhkan waktu 2 jam. Ini normal dan sangat sesuai dengan harapan kami di 2 jam. Oke, untuk harganya menurut Asus Indonesia harga resminya ada di Rp19.599.000. Dan untuk pembeliannya kita akan mendapatkan Microsoft Office Home 2024 langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun. Untuk garansinya ada 3 tahun international warranty dengan 3 tahun Asus VIP perfect warranty. Ya, VIP perfect warranty-nya udah bukan 1 tahun, tapi ini 3 tahun. Nah, dengan VIP perfect warranty, Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna selama 3 tahun. FB perfect warranty ini dapat digunakan satu kali untuk setiap tahunnya. Jadi, total klaimnya bisa nyampai tiga kali, ya. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya ini on board jadi emang enggak bisa di-upgrade. Tapi untungnya kapasitasnya itu 16 GB dan langsung dual channel. Ini yang penting ya. Lalu, wajah kelihatan agak berminyak jatuhnya di depan kamera ya. Padahal cuci muka tuh ya. Lalu untuk harga terasa agak tinggi untuk spesifikasi yang ditawarkan. Ada kemungkinan ini disebabkan harga RAM dan SSD yang saat ini sedang tinggi-tingginya atau lagi beranjak jadi lebih tinggi lagi mungkin entar ya. Dan penggunaan prosesor tipe terbaru juga mungkin berpengaruh di sini. Nah, dari segi menariknya dia sudah pakai prosesor AMD Ryzen AI terbaru yang 400 series. Ini kuat untuk multitasking yang enggak terlalu berat juga sih sebetulnya ya. Lalu dia kuat untuk video editing sampai full HD 60 fps. Untuk 4K 60 bisa, tapi harus pakai capcut ya. Nah, untuk main game juga tipis-tipis sih kuat di sini dan siap menjalankan aplikasi yang membutuhkan NPU. RAM-nya juga langsung dual channel. Layarnya olet 100% di CP3. Baterai irit sampai lebih dari 19 jam. Lalu di sini masih ada konektor USB dan HDMI yang besar juga. USB 4 ada juga di sini. Pengamanan biometrik juga tersedia. Suara speaker, wah, ini mantap sih. Lantang dan kualitasnya memuaskan. Kemampuan noise canceling pada mikrofonnya juga sangat-sangat baik dan garansinya udah mencapai 3 tahun. Bahkan garansi terhadap kelarian pengguna itu juga 3 tahun dan full 100% ditanggung nih ya. Oke, jadi Asus Zenbook 14 OLED yang satu ini cocoknya buat siapa? Pada saatnya saat ini cocok untuk mereka yang membutuhkan laptop tipis dan ringan kelas premium dengan spek yang kekinian. Mau dipakai kerja kantoran pastinya bisa banget. Apalagi kalau kerjaan kita memang cocok dengan spek si laptop. Dibawa meeting sama klien juga enggak ada masalah ya. Penampilannya elegan. Buat online meeting juga mantap karena kameranya bisa Windows Studio effect dan mikrofonnya bisa menangkal suara bising dengan baik. Baterai juga irit. Jadi enggak perlu bawa-bawa charger lah. Kalau mau dipakai kerja keluar kantor ya aman sih harusnya nih. Mau dipakai sekolah atau kuliah harusnya ini enggak ada masalah. Asalkan kegiatan belajarnya memang cocok dengan spek laptop ini. Apalagi dia punya garansi normal dan kelalaian pengguna selama 3 tahun. Jadi enggak perlu was-was. Mau dipakai untuk video editing atau gambar tenang speknya mumpuni kok. Dan layarnya udah olet 100% di CP3 dan punya NPU juga jadi bisa pakai fitur AI dari aplikasinya. Nah, mau dipakai untuk programming harusnya juga lumayan kencang sih ya. asal aplikasinya memang cocok dengan laptop ini. Pada akhirnya sepertinya kenaikan harga laptop tidak terelakkan ya di tahun 2026. Tapi kalau aktivitas dan kebutuhan kalian memang sesuai dengan kemampuan laptop ini, Asus Zenbook 14 OLED yang satu ini sepertinya bisa dipertimbangkan sebagai laptop pilihan dengan spek 2026.
