Jungkat

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15 (YouTube Video)

  • 04/07/2026

Oke, harga RAM itu naik tinggi banget dan sepertinya kan susah turun dalam 2 3 tahun ke depan. DDR4 8 gig dulu Rp300.000an sekarang jadi Rp1 jutaan. Laptop terjangkau keluaran 2026 rata-rata sekarang dijual di RAM 8 gig. Ini yang kisaran dibuat Rp10 juta ya. Nah, laptop terjangkau dengan RAM 8 gig itu sepertinya jadi tren sekarang. Apalagi setelah MacBook Neo hadir dengan RAM 8 gig disusul Dell dengan XPS 13 pakai Intel Wild Catlake RAM 8 GB juga tapi kelasnya XPS. Keduanya hadir dengan target harga 10 sampai sekitar R3 juta. Desain premium tapi RAM 8 gig enggak bisa di-upgrade pula. Produsen yang lain juga sekarang tuh siap-siap menunjukkan teracikan yang serupa. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, emangnya laptop Windows dengan RAM 8 gig bisa dipakai ngapain? Emangnya enggak lemot? [mendengus] Ya, RAM [mendengus] 8 GB itu bisa dibilang batas minimum di mana laptop Windows tuh masih ya mungkin agak nyaman ya, masih bisa agak lumayanlah dipakai sehari-hari. Tapi ini bukan tanpa alasan ya, karena dalam keadaan tidak menjalankan aplikasi apapun RAM di laptop Windows 11 itu kelihatannya pakai sekitar 4 GB. Ini berarti tersisa kapasitas sekitar 3 sampai 4 GB untuk jalan aplikasi yang lainnya. Teoritis begitu ya. Padahal aplikasi modern saat ini makan ketam yang enggak sedikit. Misalnya seperti aplikasi untuk editing atau game gitu ya. Tapi pertanyaannya, benarkah laptop Windows 11 dengan RAM 8 gig itu enggak bisa dipakai sama sekali? Kan banyak yang bilang gitu. Masih bisa dipakai main game enggak? Nah, nanti kita lihat multitasking bagaimana. Kita cek nanti. Untuk muktikan ini kita pakai laptop Windows 11 dengan RAM 8 GB onboard yang enggak punya slot sodium buat nambah. Kali ini kita akan pakai laptop Infinix XBook 15 dengan spesifikasi prosesor kita pakai AMD Ryzen 7 5825 8 core 16 th. Jadi ini prosesornya udah lumayan mumpuni ini 8 core 16 th. Integrated graphicsnya AMD Radion graphic pakai 8CU. RAM-nya. Nah, 8 GB LPDR 4 3200 MHz single channel dan enggak bisa di-upgrade. Perlu diperhatikan di laptop ini kapasitas RAM yang bisa dipakai adalah 7,4 GB karena dialokasikan sebesar 512 MB untuk VAM dari IGP-nya. Ini khas AMD banget ya. Nah, untuk SSD ini 512 GB SSD PCI Gen 3x4 ini lumayan besar loh untuk laptop. Harga sekitar Rp8 jutaan yang satu ini. Nah, di sini juga tersedia slot M.2 tambahan ya untuk masang SSD kedua. Untuk layar 15,6 inci jadi besar ya 1080p di sini. Ee IPS 45% NTS. Nah, ini layar yang lega dan nyaman dan sebetulnya sih akan lebih bagus lagi kalau bisa mendekati 72% NTSI atau 100% SRGB. Tapi ya udahlah ya R jutaan enggak banyak protes. Menariknya walaupun besar bobot laptopnya itu masih di 1,76 kg ya. Jadi enggak terlalu berat lah ya kayak laptop gaming yang 2 kil 3 kil itu. Kameranya 1080/30 fps dengan menggunakan F light. Jadi di samping kamera tuh ada lampu LED putih ya yang bisa bantu pencahaan saat lagi video call. Lampu bisa dinyalakan dan dimatikan dengan tombol function plus space bar. Untuk touchpad ukurannya lumayan besar 13,7 * 8,5 cm dengan material AG glass. Seperti laptop kelas belasan juta nih ya. Ini bikin beran jari jadi terasa mulus dan lancar. Untuk baterainya 50 wat hour ya standar lah buat harga sini. Enggak gede-gede amat. Oke, sekarang mari kita lihat kalau kita tes laptop ini untuk aplikasi editing video. Kita pakai pertama Adobe Premiere Pro 2026. Di skenario kami, kapasitas RAM yang kepakai itu kelihatannya di Windows itu ada sekitar 6,7 GB dengan hanya menjalankan premier saja. Walaupun sudah dekat dengan batas atas, tapi proses scrubbing masih cukup lancar ya di sini. Dan playback terasa masih mulus, enggak pakai patah-patah. Nah, untuk kemampuan exportnya kalau videonya full HD 60 fps 5 menit seperti yang biasa kita pakai. Kalau kita pakai open itu selesai dalam waktu 16 menit 25 detik. Nah, waktu eksportnya ini kan lebih dari dua kali lipat durasi video sendiri. Jadi, ini sepertinya disebabkan konfigurasi RAM yang single channel ya. Ini menyebabkan akselerasi GPU jadi kurang maksimal. Jadi untuk laptop 8 gig yang spek seperti ini akan lebih cocok untuk editing video full HD 30 fps. Karena kalau 30 fps berarti waktunya akan terpotong separuh ya. Oke, sekarang kita tes pakai CapCut. Ini beda dengan Premiere ya. Kapas RAM yang dipakai itu lebih kecil di kisaran 5,6 GB ya. Enggak terlalu jauh sebetulnya sih. Nah, untuk scrambin juga mulus, lancar. Playback juga mulus, enggak ada patah-patah. Lalu untuk exportnya, video full HD 60 fps yang 5 menit selesai dalam waktu 8 menit 1 detik. Ternyata ya exportnya masih melar dari durasi videonya, ya. Tapi kalau kita beneran pakai yang 30 fps bagaimana? Ternyata waktu eksportnya jadi 4 menit 1 detik. Nah, ini lebih pendek dari durasi videonya sendiri. Berarti ini kencang ya. Jadi untuk laptop 8 GB single channel itu lebih pas pakai aplikasi ringan seperti CapCut dan materi videonya mungkin yang 1080p 30 FPS. Menariknya ee ratusan atau mungkin ribuan ya video Jagat ya yang horizontal itu 1080p 30 FPS termasuk video ini juga. Kita lanjut untuk skenario yang lain ya. Kita coba untuk skenario produktivitas Office. Pertama-tama kita coba skenario ngetik dokumen dengan Word sambil buka 20 tab di Chrome untuk mencari referensi materi tulisan. Di awal buka aplikasi, pemakaian RAM tuh sempat hampir nyentuh 7 GB, tapi kemudian turun pelan-pelan ke kisaran 6,2 sampai 6,3 GB. Ngetik masih lancar. Browsing website juga masih lancar di sini. Berikutnya kita coba jalankan Excel dengan buka file hasil pengujian suhu kami ya, sambil tetap membuka 20 tab website di Chrome. Pemakaian RAM juga sempat hampir nyentuh 7 GB di awal kemudian turun ke kisaran 6,2 sampai 6,3 GB. Ini berarti laptop 83-nya masih oke nih untuk mengolah file Excel yang enggak terlalu kompleks dengan pembuatan beberapa grafik di dalamnya. Oke, sekarang kita lihat untuk file presentasi dengan Microsoft PowerPoint dengan jumlah sekitar 100 halaman. Aplikasi Chrome-nya terbuka ya dengan 20 tab website ya. Kita buka di sini. Lagi-lagi RAM juga hampir sempat nyentuh 7 GB di awal buka aplikasi kemudian turun ke kisaran 6,5 sampai 6,6 GB. Jadi ternyata dengan 8 gig kita masih bisa pakai untuk bikin prestasi sampai 100 halaman. Wow, buat skripsi lumayan dong. Selanjutnya coba kita lihat ya. Browsing website dengan Chrome kita buka 20 tabsite dan pemakaian RAM juga hampir mencapai 7 GB di awal. Kemudian turun lagi ke 6,4 sampai 6,5 GB ya. Tapi perlu diperhatikan ya bahwa pemakaian RAM itu bisa bervariasi tergantung website apa yang dibuka. Kita coba melakukan streaming Netflix dengan kondisi seperti itu dan film yang ditonton tetap lancar untuk diputar enggak ada masalah. Oke, tadi semi multitasking. Sekarang kita hajar multitasking beneran ya. Kita coba jalanin beberapa aplikasi sekaligus. Di coba jalanin Chrome dengan 20 tab, Word, Excel, PowerPoint, dan WhatsApp sekalian ya. Nah, untuk pindah-pindah aplikasi ternyata enggak terasa nge-lag-nya ya. Mau browsing, chatting, atau ngetik juga tetap lancar switching-switching-nya. Kalau dilihat ini SSD-nya memang cukup kencang ya. Kecepatan baca 3600 MB/s. Tulisnya di 3.000-an MB/s. Jadi kemungkinan besar swap file Windows-nya tidak melambatkan sistem terlalu parah karena SSD-nya kencang dan tentunya prosesornya yang 8 core 16 th juga sangat membantu di sini. Selanjutnya kita coba main game GTA 5 ya dalam keadaan membuka Chrome tab dengan 20 tab. Game ini masih bisa jalan frame rate di 35 sampai 50 fps walaupun kadang ada drop sedikit ke 34 fps ya masih okelah ya. Sementara kalau game-nya dijalankan tanpa chrome di background, frame rate-nya itu masih di kisaran 35 sampai 50 fps. Tapi enggak ada gejala dropnya di sini. Bisa dibilang sebetulnya sih performanya masih agak mirip, cuma beda tipis lah ya di situ. Oke, sekarang kita lihat deh game yang lain bagaimana. Apakah game yang lain mungkin ada yang pakai RAM 83 jadinya patah-patah. Nah, di sini kita coba cari settingan yang pas untuk laptop ini. Kita temukan bahwa untuk Dota 2 di 720p fastest render scale 100% scene berat itu 25 sampai 35 fps. Kalau scene-nya ringan, nah lumayan nih 45 sampai 55 fps. Valoran 720p, low, wah, ini udah 80 sampai 105 fps. Gensin Impact 720p setting di lowest. Render scale-nya taruh 0,6 kali. Nah, ini jatuhnya di 40 sampai 60 FPS dengan sesekali aja ada drop kisaran masih 30-an FPS juga, tapi ya. Lalu untuk GTA 5 seperti tadi di 720p normal, Tolation-nya off 35 sampai 50 FPS. Tomb Rider 2013 ini masih lumayan oke game-nya. 720p juga ya. Low 50 sampai 80 fps. Lalu Minecraft 1080p nih. Setting fancy 16 chunks masih bisa 50 sampai 100 fps. Holo knight Silk Song 1080p high masih dapat 50 sampai 75 fps. Hades 2 1080p loh high 40 sampai 60 fps dengan sesekali ada drop sedikit di bawah 40 fps. Gimana? Masih lumayan lancar kan? Ya memang kita harus pilih-pilih game dan setting-nya ya enggak mungkinlah mau 4K gitu ya. dan semuanya juga enggak mungkin 1080p, tapi kan enggak sampai sama sekali tidak ada game yang bisa jalan. Itu yang paling penting, kan? Oh ya, kami juga nyobain nguji daya tahan baterai si Infinitex Inook X15 ini ya. Sekalian aja deh ya setting berarti 150, volume 25% dan laptop ini bisa bertahan selama 6 jam 25 menit untuk skenario 1080p local video playback. Ini sebetulnya sedikit di bawah harapan kami sih ya. Lebih nyaman kalau dia bisa 8 sampai 10 jam lah yang butuh harga segini ya. Jadi sudah jelas ya, gimana kemampuan laptop yang pakai Windows 11 pakai RAM 8 gig untuk produktivitas ringan. Ternyata laptop 8 gig ya tentunya kalau pakai prosesor seperti ini ya itu tidak punya masalah. Bisa dilihat tadi ya laptop ini pakai 8 gig tetap lancar dipakai ngetik kerja di Excel, browsing website dengan 20 tab atau bahkan streaming video. Penggunaan RAM-nya pun tidak mencapai 8 gigkan memang enggak banyak aplikasi lain yang jalan di background ya. Tadi juga pakai aplikasi Chrome buka 20 tab. Lumayan gede sebetulnya. Menariknya dipakai ngedit video yang harus jadi pekerjaan yang berat ternyata masih bisa. Tapi perlu diperhatikan ya agar editing dan sportnya enteng pakai materi yang 1080p 30 fps dengan aplikasi ringan kayak CapCut yang enggak terlalu banyak makan RAM juga. Nah, kalau mau untuk multitasking pastikan aja bahwa prosesornya memang jumlah core dan tradnya cukup seperti yang satu ini. Ini cukup nih memang ya dan SSD-nya atau storage-nya kencang. Jangan pakai yang lambat ya. Karena kalau RAM-nya kecil, Windows dan aplikasi itu sering membuat swap file atau buffer di dalam storage. Dalam contoh laptop satu ini tampaknya dia terbantu karena SSD-nya yang kencang. Mau dipakai main game pun ternyata masih bisa selama grafis game-nya ringan dan setting-nya udah disesuaikan. Ya, pada akhirnya laptop 8 gig ya tetap laptop 8 gig sih dia akan tetap enggak gitu cocok untuk kerjaanmu yang superer berat yang butuh kapasitas RAM yang masif kayak render 3D, edit video 4K, buka tab 100 biji gitu ya. Jadi sesuaikan dengan ekspektasinya ya. Sesuaikan aja ekspektasinya. Akan tetapi kalau aktivitas atau kerjaan kita memang tidak tergolong berat, laptop 8 gig seperti Infinix XBook 15 ini bisa jadi pertimbangan yang menarik untuk saat ini. Apalagi melihat harganya masih di kisaran Rp8 jutaan. Terus yang lumayan jauh dibandingkan MacBook Neo. Ya, kalau ditanya kenapa mereka ngebuat yang RAM 16 gig aja sih, Bang? Iya, jadinya jauh lebih mahal karena nambah 8 gig itu membuat harga tembus di atas Rp10 juta. Lalu kenapa enggak nunggu harga turun aja? karena harga tampaknya tidak akan turun. Permintaan untuk kebutuhan A itu masih teramat sangat sangat sangat tinggi sekali setidaknya sampai 2 3 tahun ke depan. Nah, kenapa banyak bagian spek yang ter saya diturunkan? Ya, hadapi kenyataan di tahun 2026 ini untuk mencapai harga terjangkau di bawah R juta banyak aspek yang harus dipangkas. Contohnya seperti layar, kapasitas SSD, dan kapasitas RAM tentunya ya. Ini berlaku untuk semua brand. Jadi melihat hasil pengujian ini kalau memang butuh beli laptop terutama untuk kepercayaan ringan sesuai dengan definisi 2026 ya ringan tuh ada editing video 1080p tadi itu ya selama prosesornya lumayan kencang dan SS3 juga lumayan kencang laptop dengan RAM 8 gig seperti Infinix X15 ini ternyata masih layak jadi pilihan untuk kelas harga terjangkau.

Lihat di YouTube