Layar Besar, Baterai Awet, Paket Lengkap Tablet Android utk Berbagai Aktivitas - Review HONOR Pad 10 (YouTube Video)
Honor Pad 10 ini adalah tablet Android yang asik buat aktivitas serius maupun santai. Layarnya besar 12,1 inci, 120 Hz adaptif dengan color gambut P3 bisa tampilin 1,07 miliar warna. Pas banget buat nikmatin konten. Baterai juga besar 10.100 mAh. Bisa dipakai buat nonton sampai lebih dari seharian. Performanya buat gaming ini sudah memadai ya karena pakai Snapdragon 7 gen3. Tablet ini juga disertai dengan dukungan resmi untuk berbagai layanan Google dan ada juga Honor Office yang punya banyak fitur menarik untuk produktivitas. Untuk fitur AI tentunya udah ada bukan cuma Gemini atau Circle saja, ada beberapa fitur owner AI juga di sini. Menariknya paket penjualnya sudah lengkap dengan stylus dan keyboard case. Harganya mulai dari R jutaan aja. Oke, langsung aja kita kupas tuntas tablet terbaru dari HER ini ya. HPad 10 tablet ini hadir ke Indonesia bersama dengan dua tablet baru lainnya. Ada Horpad X7 dan Herpad X9A. Jadi mereka sepertinya cukup rajin ya bawa tablet baru ke Indonesia. Ingat kan saat comeback ke Indonesia di awal tahun 2025 mereka bawa Honor Pad 9. Tablet andalan mereka saat itu. Nah, ini Horpad 10 tentunya peneruspad 9 ya. Kita akan lihat kemampuan seperti apa yang diusung oleh Underpad 10 ini yang katanya menawarkan PC like work experience. Tapi sebelum itu kita akan mulai dengan coba kenalan dulu dengan tablet ini mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit Hor P1 lalu ada chargernya. Ada chargernya. Ada chargernya. Ini ada charger 35 watt di dalamnya. Lalu ada kabel USBC. Ada paket dokumen juga. Ada juga Horice Pencil dan Honor smart keyboard yang turut disertakan di dalam paket penjualan sebagai bonus. Mungkin yang agak disayangkan bahwa di sini tidak ada screen protektor dalam paket penjualannya ya. Tapi kalau saya harus pilih dapat stylus plus keyboard case atau dapat screen protektor ya lebih mantap begini dong ya. Dapat keyboard sama dapat stylus. Oke untuk desain Anda hanya menawarkan tablet ini dengan satu warna aja grey atau abu-abu. Tentunya ini pakai gaya serba flat ya. Memang jarang ada tablet yang pakai body curve juga. Secara umum body tablet ini terasa kokoh. Untuk dimensinya lebar 277,1 mm, tinggi 179,3 mm, dan tebalnya di 6,29 mm. Bobotnya ada di kisaran 536 gr saat kami timbang. Ini sedikit di atas claim owner ya. Oke, sekarang kita coba lihat sekeliling body tablet ini. Tablet ini kami pegang di posisi horizontal seperti ini. Di kanan ada grill speaker, ada USBC, lalu di atas ada tombol power, tombol volume up and down, dan ada dua mikrofon. Di kiri ada grill speaker, di bawah itu kosong. Terlihat total ada empat grill speaker di kiri dan kanan tablet ini. Tapi under menyebutkan kalau mereka menawarkan enam speaker pada tablet yang satu ini. Nah, untuk kontes suaranya suaranya tidak terlalu ramai. Memang di sini ini terbilang cukup aja di sini dan mid-nya terasa dominan. Nah, secara standar tablet ini sudah mengaktifkan setting Honor Special Audio. Ini memang membuat sound stage jadi terasa lebih lebar dibandingkan setting Honor stereo audio. Tapi Hor stereo audio ini terasa menawarkan suara yang lebih rapi. Terutama kalau dipakai untuk dengerin musik ya. Jadi pastikan aja kalau dengarin musik itu pakai yang Honor stereo audio. Sementara spesial audionya itu lebih cocok untuk nonton film. Nah, apalagi film laga gitu ya, film action. Wah, ini keren banget karena memang luas banget rasanya dan dalam banget. Terutama kalau ada dentuman-dentuman itu menggelegar sekali. Untuk volume suaranya memang ini lantang banget. Enggak perlu setting sampai 100% juga. Suaranya udah kencang banget. Oke, sekarang di sisi depan kita lihat di sini adalah layar IPS 12,1 inci 2,5K Hor I Comfort Display. Resolusinya adalah 2560 * 1600 pikel dengan rasio 16 bfresh rate-nya 120 Hz. Ini adaptif ya, saat tidak ada aktivitas di layar, refresh rate-nya akan otomatis turun ke 60 Hz. Untuk brightness saat kami coba di brightness maksimum yang kita dapatkan adalah di kisaran 550 Hitz. Baik dalam kondisi standar maupun simulasi outdoor. Ini bukan yang super terang, tapi udah oke kok. Mau dipakai di luar ruangan juga sudah mencukupi sebetulnya. Untuk alat gambut ada dua mode tampilan warna normal dan vivit. Nah, kalau kita coba di mode vivit kita hanya mendapatkan gamut coverage dan gamut volume sekitar 80% di CP3 saja. Sementara di mode normal gamut coverage dan gamut volume-nya diatur mendekati 100% sRGB. Secara umum ini akan cocok untuk yang butuh tuning warna untuk foto dan video. Jadi layar ini memang bukannya menawarkan warna dengan saturasi super tinggi tapi udah mantap sebetulnya untuk nmati konten. Enggak kerasa kekurangan warna di sini. Nah, layarnya dilapi dengan beberapa fitur dan sertifikasi untuk Hor Eye Protection Technology. Ada dual TUV Rinland Certification, Dynamic dimming, Serkidean Night Display, AID Focus Technology, DC dimming juga ada di sini. Nah, untuk beza layar ini bukan yang super tipis, tapi enggak bisa dibilang tebal-tebal amat juga ya. Dan ini terbilang simetris, rapi. Di sini layar ini mendukung input stylus. Nanti kita coba gambar-gambar pakai stylus di tablet yang satu ini. Dia bisa terima input sampai berapa jari? Nah, sampai 10 jari. Aman. Bisa kok 10 jari. Touch delaynya bagaimana? Nah, saat kami coba juga aman ya. Enggak terasa ada touch delay yang mengganggu di sini. Untuk kamera depan 8 megapel ini ada di beasel atas layar. Kalau tablet kita pegang di posisi horizontal. Bukaannya F2.0. perekaman video sampai dengan 1080p 30 fps. Berarti belakang ini adalah kamera 8 megapel autofokus bukannya F2.0. Baman video juga 1080p 30 fps. Fitur kameranya ini ada portrait, scan dokumen, dan ada timelapse juga. Nah, untuk spek internalnya SOC-nya adalah Snapdragon 7 gen3. Ini udah terbilang SOC yang lumayan kencang ya untuk kelas menengah. RAM-nya 8 gig dengan tambahan 8 GB Honor RAM turbo. RAM-nya ini udah pakai LPDDR 4X. Untuk storage 256 GB menggunakan UFS3. Baterainya 10.100 mAh. Ini besar banget ya. Udah support charging 35 watt. Untuk sensor dia punya light sensor, dan hardware gyro. Nah, ada gyro hardware-nya nih. Untuk kektivitas dia udah pakai WiFi 6 dan untuk Bluetooth-nya versi 5.3 dan udah support audio Codex SBC, AAC,XD dan LDAC atau LDAC juga ada. USB tentunya dia support OTG. Kalau bicara soal 4G atau 5G memang enggak ada karena tablet ini adalah tablet yang Wii only. Untuk sistem kamaran dia menggunakan face recognition. OS-nya dia pakai Magic OS 9.0 dengan basis Android 15. Ini Android beneran ya, jadi lengkap dengan GMS dan layanan dari Google. Jadi Play Store pasti ada di sini. Kontak yang tersimpan di Google pun pasti bisa disingink ke tablet ini dengan mudah. Fitur-fitur standar Android yang lain tentunya tersedia juga di sini termasuk family link, Circle to Search dan Gemini juga ada. Lalu ada beberapa fitur AI di tablet ini. Di aplikasi notes ada dukungan untuk AI summary, AI format, dan AI manage. AI manage ini bisa membantu kita mendapatkan ringkasan dari rekaman suara suatu meeting. Bahkan kalau meeting dilakukan dalam bahasa asing, ini bisa membantu menerjemahkan ringkasan ke bahasa yang kita kenal. Lalu ada AI writing. Ini bisa membantu kita untuk membuat konten tulisan berdasarkan input kita. Lalu ada magic text yang memungkinkan kita meng-copy teks yang ada di foto atau gambar. Ada juga AI handwriting adjustment yang membuat tulisan tangan kita bisa diubah jadi teks seperti hasil ketikan saja. Nah, beralih ke aplikasi bawaan. Secara standar ada beberapa aplikasi third party ya, tapi kalau enggak dibutuhkan ini bisa dihapus dengan mudah. Nah, yang menarik ya ada juga Honor Docs. Ini adalah paket aplikasi Office yang disediakan secara gratis di Honor Pad 10 ini dan ini memang native dibuat sendiri oleh Honor. Aplikasi ini bisa untuk menangani file dokumen, spreadsheet, dan presentasi. Ada juga kemampuan untuk membuat PDF dari file gambar, dokumen, spreadsheet atau presentasi. Katanya her ini menawarkan fungsi aplikasi Office yang lengkap untuk penggunaan di tablet. Bahkan ini bisa buka dua file pekerjaan sekaligus dengan fitur drag and drop antar file serta switching antar file dengan cepat tanpa harus menutup file terlebih dahulu. Bukan cuma dokumen ke dokumen atau presentasi ke presentasi ya, ini bisa antar jenis file. Nah, di sini juga ada dukungan untuk membuat dan mengubah pivot table di sheet. Ada juga dukungan pengenalan tulisan tangan di doc dan slide. Jadi menurut her pengalaman pakainya sudah senyaman aplikasi Office versi PC. Terlebih lagi untuk konversi file ke format Microsoft Office atau Google ini udah nyaman banget dan tidak mengubah layout isi file-nya. Nah, kalau ada perangkat her lain yang kita gunakan ada juga fitur kolaborasi antar perangkat bisa untuk multisreen network sharing, camera sharing, dan transfer file dengan mudah. Nah, untuk update-nya berdasarkan informasi dari owner, tablet ini akan mendapatkan update versi Android. Tapi berapa kali update versi Android-nya kami belum dapat konfirmasi ya. Oke, sekarang kita coba lihat aksesoris pendukung penggunaan tablet ini yang disartakan dalam paket penjualan keyboard case dan stylusnya. Kita bahas keyboard case-nya dulu. Her menyebut keyboard case ini sebagai HER smart keyboard dan konektivitasnya ini pakai Bluetooth. Keyboard case ini juga bisa berfungsi sebagai stand. Jadi mudahkan kalau mau pakai tablet ini seperti laptop. Bobotnya sekitar 422 gr. Jadi kalau tablet ini dibawa bersama dengan keyboard case-nya totalnya masih di bawah 1 kg. Lalu di sini ada port USBC untuk isi ulang baterai. Ada baterai 180 mAh di dalam keyboard. Lalu di dekat port USBC ada satu juga switch untuk on off. Nah, baterai keyboard ke sini disebut bisa membuat keyboard bisa digunakan sampai 5 hari dalam satu kali isi ulang penuh. Nah, bagaimana pengalaman keyboardnya buat ngetik? Secara umum tombolnya terbilang cukup nyaman ya saat dipakai buat ngetik ya. Travel distance tombol juga terbilang cukup untuk sebuah keyboard case. Bukan yang terlalu pendek. Jarak antara keyboard memang agak rapat ya, tapi ini wajar untuk keyboard cas sebelah tablet yang 12,1 inci. Jadi di awal kita akan butuh sedikit adaptasi agar kita bisa mengetik dengan nyaman menggunakan keyboard yang satu ini. Oke, sekarang kita bahas stylusnya. Sebutannya adalah Honor Choice Pencil. Dia punya baterai 80 mAh dan daya tahan penggunaannya sampai 8 jam atau standby sampai 20 jam. Stylus ini menggunakan beberapa fitur handwriting yang didukung oleh tablet ini termasuk global handwriting. Selama ada textbox kita bisa gunakan stylus ini untuk input tex. Di sini memang tidak ada keterangan terkait pressure level yang didukung, tapi saat kami coba, styus ini punya dukungan pressure level ternyata ya. Nah, bagaimana kalau kita coba untuk menggambar ya? Stylus ini terbilang mencukupi untuk gambar-gambar cukup nyaman juga dipegang dan palm rejection juga aman. Di sini hanya ada sedikit rasa delay saat dipakai menggambar, tapi ini bukan delay sampai luar biasa mengganggu. Butuh sedikit pembiasaan aja. Selain itu kadang terasa juga kalau coretan di stylus ini akan terbaca oleh layar padahal ujung stylusnya belum nempel ke permukaan layar. Ini mungkin bisa akan mengganggu sedikit saat kita melakukan sketching terutama kalau belum terbiasa. Nah, menurut her ini bisa diatasi dengan mengatur setting di aplikasi yang digunakan. Untuk pengujian kali ini yang kami gunakan adalah Ibis Paint. Oke, sekarang kita lanjut untuk benchmarknya. Antute 10 dia dapat R793.000-an. Tablet ini punya performance mode yang bisa diaktifkan dari menu setting untuk baterai. Ya, saat kami coba aktifkan ternyata skor untute 10 yang kami dapatkan itu masih ada di kisaran yang sama-sama aja. Jadi untuk ujian selanjutnya kami tidak gunakan performance mode ini. Lanjut untuk Geek Bandch 6 single core di 1167, multiore di 3.103 untuk 3max sling shot unlimited open IS 3.1 graphic skornya di 9.527. Sementara untuk Trimar Wildlife stress test, best score di 5.240, lowest score di 5.19. Jadi stability-nya tinggi di 99,1%. Untuk GFX Bench Manhattan 3.1 1080p off screen dia dapat 83 FPS. Sementara untuk carche 1080p off screen dapat 48 FPS. Nah, skor benchmark yang didapatkan oleh Honor Pad 10 ini sedikit di bawah skor Snapdragon 7 gen3 pada umumnya ya. Tapi selisih performanya bukan yang terlalu jauh sebenarnya. Lanjut untuk gaming. Kita mulai dari Subway server dulu. Game ini bisa jalan di 120 FPS. Jadi kita bisa mainkan game ini mulus lancar dengan frame rate yang tinggi. Untuk Mobile Legends frame rate yang terbuka itu hanya sampai super atau 90 fps aja. Saat kita coba mainkan dengan kualitas mentok kanan, kita bisa mendapatkan cukup rata dekat dengan 90 FPS. Ini mulus sekali untuk main game ini. Bahkan main beberapa match berturut-turut pun tidak ada masalah. Untuk PUBG Mobile, frame rate-nya terbuka hanya sampai ekstrem atau 60 fps di kualitas smooth, belum bisa 90 fps atau 120 fps. Tapi ini udah jauh lebih nyaman daripada kalau dia terkunci ke ultra atau yang 40 fps itu. N saat kami coba ini udah dibilang nyaman ya untuk main game shooter seperti ini ya. Frame rate juga rata banget dekat dengan 60 fps. Untuk gyro aiming mulus dengan akurasi yang bagus kan dia pakai hardware base gyro sini. Lanjut untuk watering waves. Kita coba dengan setting ultra performance di 60 fps dengan FSR-nya di on ya. Frame rate ada di kisaran 30 sampai 42 fps saat jalan-jalan bisa turun sedikit di bawah 30 fps kalau sedang ada battle. Secara umum game ini masih cukup bisa dimainkan di tablet yang satu ini. Walaupun memang bukan yang terasa mulus, lancar, luar biasa. Tapi ini tipikal untuk SOC class mid-end seperti ini. Lalu untuk Gensin Impact kita coba jalankan di HS60 langsung ya. Secara standar visual effect diatur ke low. Jadi kita pakai setting tersebut untuk pengujian kali ini. Kita coba mainkan selama 30 menit. Hasilnya frame rate ada kisaran 40 sampai 53 fps. Hanya sekali aja dia bisa turun ke bawah 40 fps. Ini sudah terbilang cukup nyaman untuk main Gin Impact. Rata-rata yang kami dapatkan dalam 30 menit adalah 47 fps. Nah, setelah setengah jam bermain untuk permukaan layar su tertinggi hanya di kisaran 38 derajat celcius aja. Cuma anget-anget tipis aja. Sementara di belakang ada titik yang suhunya mencapai sekitar 42 sampai 43 derajat celcius. Belum yang terasa panas dan mengganggu. Titik ini juga seharusnya tidak berada di area tempat tangan kita memegang tablet ini. Nah, untuk ranking jadi kita bisa kasih rankingnya di A untuk Gensin Impact. Oke, kita lanjut untuk pengujian kameranya ya. Video yang teman-teman lihat sekarang adalah hasil perekaman dengan kamera selfie Honer Pad 10 dan ini saya rekam dengan kondisi lampu studio dinyalakan. Lalu kalau misalnya lampu studio dimatikan dan hanya mengandalkan lampu ruangan aja hasilnya jadi seperti ini. Oh ya, sedikit catatan kamera selfie-nya ini lumayan nge-zoom ya. Jadi saran kami dimundurin aja untuk mendapatkan angle yang sesuai. Jadi kurang lebih seperti ini. Nah, sekarang kita balik. Ini menggunakan kamera belakang dari underpad 10 dan ini kondisi di mana lampu studiionya dinyalakan dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Lalu kalau misalnya lampu lampu ruangan aja hasilnya kurang lebih jadi seperti ini. Terkait kualitas perekamannya ini memang belum sebagus dengan kamera smartphone di harga yang sama. Tapi kembali lagi ini kan sebuah tablet di mana kita lebih sering menggunakan kamera selfie-nya. Oke, sekarang kita coba untuk meeting online ya. Ini kita mulai dengan Google Meet dulu. Di sini kita bisa menggunakan filter yang ada di aplikasinya. Mau itu background blur, virtual background yang bisa bergerak seperti ini juga dan masih banyak lagi. Atau kita juga bisa menggunakan filter yang ada di sini dan pilihannya ada banyak ya bisa sepotong kue seperti ini menjadi naga dan banyak lagi. Ya itu dia tadi pengujian kamera dari HP 10. Secara keseluruhan bagi kami kemampuan kameranya sudah mencukupi untuk kelas harganya. Sekian dari saya, kita lanjut ke pengujian selanjutnya. Nah, sekarang kita masuk ke pengujian daya tahan baterainya. Untuk YouTube local video playback 1080p, dia bisa bertahan sampai hampir 28 jam, tepatnya 27 jam 49 menit. Ini hasil yang mantap banget untuk sebuah tablet 12,1 inci. Dan untuk hasil pengujian daya tahan baterai yang lainnya, ternyata hasilnya juga sudah cukup oke kalau tablet yang satu ini, ya. Oke, sekarang mari kita lanjut ke charging-nya. Kita coba dengan charger bawaannya. Untuk mencapai 50% butuh waktu 51 menit. Sementara untuk mengisi dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 47 menit. Nah, untuk baterai 10.100 mAh ini charging-nya terbilang sudah cukup cepat. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix, dia sudah langsung white fine L1 jadi support streaming konten HD tapi memang belum ada dukungan HDR di sini. Untuk YouTube, dia bisa streaming sampai 4K60 dengan HDR. Saynya saat kami coba streaming videonya belum terasa yang mulus-mulus banget. Kami akan menyarankan untuk streaming maksimum di 1440p 60 fps untuk konten HDR. Nah, untuk heptic feedback ini enggak tersedia ya, tapi wajar untuk sebuah tablet. Lagian keyboard-nya kan udah ada secara fisik. Untuk Wii sharing dia bisa cukup aktifan hotspot saat kita terhubung ke Wii. Nah, apakah dia bisa pakai keyboard lain atau tambah mouse? Tentunya bisa. Android kan secara standar mendukung keyboard dan mouse. Jadi tinggal pasang saja. Bisa lewat USB maupun connect via Bluetooth juga bisa. Oke, untuk harganya underpad 10 ini harga resminya itu di Rp5.499.000. Hanya ada satu varian aja ya, yang RAM-nya 8 gig dengan storage 256 gig. Tapi kalau beli di periode awal penjualan akan ada cashback sebesar Rp500.000. Ini membuat harganya bisa menjadi Rp4.999.000 dan ini sudah termasuk owner smart keyboard, owner choice pencil, serta gift box juga. Jadi ini harga untuk paket lengkapnya. Oh ya, selain Underpad 10 ini juga ada Horpad X7 dan Underpad X9A. Harga kedua tablet ini lebih terjangkau dibandingkan Horpad 10 ini. Untuk Horpad X7 ini ukurannya ringkas ya. Layarnya 8,7 inci 90 Hz. Babatnya cuma sekitar 320 gr. Baterainya 7020 mAh dan menjanjikan long battery life. So pakai Snapdragon 600 series dan harganya ada di Rp1.599.000 R dan ini dapat leather case juga loh. Kemudian ada Horpad X9A hadir dengan layar 11,5 inci resolusi 2,5K refresh rate-nya 120 Hz, baterainya 8.300 mAh. Sus-nya juga pakai Snapdragon 600 series. Tablet ini juga hadir dengan keyboard case di paket penjualannya dan harganya adalah Rp3.999.000. Nah, kalau kalian tertarik dengan Underpad 10, Underpad X9 atau Underpad X7, ketiganya udah bisa dibeli di toko official Honor Experience Store Gandaria City dan Bintaro Exchange atau kalau lebih suka beli online ini tersedia juga di Shopee, Eraf Phone, dan Erapace. Cek linknya di dalam deskripsi video ini. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini adalah tablet yang Wi-Fi only. Jadi untuk koneksi ke internet ini akan tergantung tersedianya Wii atau ya tetering ke smartphone. Rasanya kita bawa smartphone semua ya. Jadi harusnya enggak ada masalah. Untuk layar dia menyajikan color gamut yang P3. Sayangnya di pengujian kami itu hanya sekitar 80% di CP3. Tapi ini bukan yang kurang ada warnanya sebetulnya juga ya. Masih jauh lebih dari cukup untuk nonton. Kemudian di sini belum ada slot micro SD lalu tidak ada tempat untuk memasang atau menempelkan stylus ke body tablet. Lalu kemudian mungkin ada motornya, kok layar IPS belum OLED? Nah, menurut kami ini enggak masalah juga ya. Ini bukan layar tampilannya burem ya. Lagi pula layar IPS seperti ini juga lebih tidak mudah kena burn in dibandingkan layar OLED dan LED warnanya juga mantap kok nih. Nah, dari segi kelebihannya layarnya besar refresh-nya 120 Hz. Kualitas tampilannya secara umum harusnya udah terbilang memadai banget di sini. Paketnya juga lengkap. Keyboard case dan stylus semua sudah ada dalam paket penjualan. Total bobotnya juga enggak terlalu berat buat dibawa-bawa bepergian. performanya udah memadai di kelasnya kan dia pakai Snapdragon 7J3 lalu dia tahan baterainya ini sangat baik untuk sebuah tablet dengan layar sebesar ini. Charging-nya udah kencang juga untuk baterai yang 10.100 mAh. Dia punya banyak juga fitur AI. Ada bonus on docs yang mempunyai kemampuan yang disebut menyurai aplikasi Office versi PC. Lalu dia sudah support penuh GMS atau Google Mobile Services. Layanan Google yang lengkap berjalan dengan normal di sini. Kemudian dia juga terintegrasi dengan ecosystem HER dan kemudian speakernya ini lantang banget mantap benar ya. Her pattern ini akan cocok untuk yang mencari tablet layar besar untuk berbagai kebutuhan. Buat santai, layarnya yang besar membuatnya cocok buat nonton. Sementara buat serius tersedia keyboard case. Dan onerdogs membuat tablet ini bisa dipakai buat alat kerja yang memadai. Mau dibawa kerja di luar ruangan pun nyaman juga karena total bobotnya dengan keyboard guys enggak terlalu berat. Kalau kerja terkait dengan coret-coret desain atau gambar-gambar, tersedia Stylus juga membuat tablet ini bisa jadi pilihan alat kerja yang menarik. Nah, kalau untuk soal aplikasi produktivitas di sini ada Google Mobile Services yang berarti kita bisa cari berbagai aplikasi dari Play Store. Wah, ada banyak tuh. Aman banget. Oh ya, buat pelajar yang cari gadget teman beraktivitas ini juga terbilang pas ya, layarnya besar jadi enak buat baca-baca materi pelajaran dan performanya juga cukup buat main game. Secara umum, underpaten 10 ini adalah paket lengkap tablet untuk berbagai aktivitas yang sangat layak untuk dilirik. Saya DAN Jaga TV [Musik]
