Layar Besar yg Bikin Puas dgn Harga Tidak Mahal - Review Hisense ULED Mini LED TV U7Q (YouTube Video)
Smart TV 100 inch ini tawarkan refresh rate sampai 165 Hz. Main game pakai TV ini sepertinya bakal puas banget, immersif banget ya. Ini adalah High Sense ULED Mini LED TV U7Q. Bukan cuma untuk main game, Smart TV ini tentunya cocok juga untuk menikmati berbagai konten karena menjanjikan tampilan yang berkelas ini dimungkinkan karena ada High View AI engine Pro, mini LED Pro, dan QLED color. Ada juga banyak fitur AI untuk pendukung kualitas tampilan seperti AI picture, AI 4K upscaler, AI HDR upscaler, AI smooth motion, AI sports mode, dan AI chroma light sensor. Kuota suaranya berkelas juga nih dengan speaker 2.1.2 multiannel surround dengan build-in subwoover tune by Devi fitur pendukung yang disertakan juga melimpah. Ada Total HDR Solution, Dolby Vision dan Dolby Atmos, Anti Reflection, IMAX enhance, filmmaker mode, serta berbagai fitur smart dari Fida OS. Langsung aja kita mulai pembahasan smart TV kelas atas tapi masih lumayan terjangkau dari High Sense ini. Ya, High Sense brand elektronik ternama dunia ini memang rajin membawa produk baru mereka ke Indonesia, termasuk untuk smart TV-nya. Nah, lini U7Q ini termasuk salah satu produk terbaru mereka di tahun 2025. Oh ya, di dunia TV HS disebut nomor satu di dunia untuk mini LED TV, 100 inch TV, dan laser TV. Mereka juga kembali jadi partner resmi Global Official Sponsor untuk FIFA World Cup 2026. Jadi, udah tiga kali berturut-turut ya Global Official sponsor FIFA World Cup mulai dari tahun 2018. Sementara untuk event FIFA ini keempat kalinya mereka kerja sama dengan badan internasional untuk sepak bola ini. Ini bukti kalau produk TV mereka sudah sangat diakui ya. Oke, sekarang kita lihat kembali ke 100 U7Q. Kita akan lihat bagaimana kemampuan smart TV ini. Tapi sebelum itu kita coba kenalan dulu dengan TV ini. Mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada TV-nya ya, unit High Sense 100 U7Q. Lalu ada setan yang berisi dua kaki penyangga TV. Ada Bluetooth remote control, ada converter AV in ke 3 RCA, lalu ada kabel power dan ada paket dokumen termasuk kartu garansinya. Oke, untuk desain HS menyebut kalau TV ini mengusung elegant desain dengan konsep infinity vision. Untuk basel tebalnya cuman sekitar 1,35 cm. Tapi ini memang enggak kelihatan tebal ya karena ukuran layarnya yang masif 100 inci. Basel bawahnya tebalnya cuma sekitar 2 cm. Ini juga masih kelihatan relatif tipis. Nah, di dasar TV ini di bagian tengah ada area yang sedikit menonjol. Ini adalah tempat untuk build in microfon dan beberapa sensor. Switch on off untuk build in microfon ada di dasar area tersebut. Kemudian ada juga tombol pengendalian di dekat switch. Lalu di area kiri dan kanan dasar TV ada dua buah speaker. Ini disebut sebagai main speakernya. Nah, untuk stun ini juga dipasang ke bagian dasar TV. Posisinya agak dekat ke bagian tepi. Desainnya kurang lebih seperti ini ya untuk yang 100 inci. Sikit berbeda dengan stand untuk ukuran layar yang lainnya. Nah, jarak antar stand ini sekitar 174 cm. Jadi, pastikan meja yang akan kita gunakan untuk TV ini sudah cukup lebar. Stan ini mengangkat TV sekitar 3,5 cm saja dari permukaan meja. Ini emang belum cukup ya untuk mengakomodasi kalau kita mau meletakkan soundbar di bawah TV. Nah, di bagian belakang kedua stand ada juga klip untuk membantu cable management. Beralih ke belakang TV-nya, terlihat ada subwover di area tengah dan ada dua side firing speaker di tepi kiri dan kanan. Jadi ada total lima speaker TV ini dengan konfigurasi 2.1.2 channel. Nah, untuk mounting ke dinding atau stun ada lubang Vesa mount dengan ukuran 800* 400 mm. Jadi TV ini butuh bracket yang besar ya. Tapi ini wajar ya kan ukurannya memang besar. Nah, untuk konektornya konektor AC input ada di area kiri sisi belakang. Sementara untuk konektor IO ada yang ditempatkan di area kanan menghadap ke samping serta ada juga yang ditempatkan di permukaan sisi belakang. Sementara waktu dimensi tanpa stan dimensinya itu di 222,9 * 128,2 * 8,2 cm. Sementara dengan stand 22,9 * 131,7 * 48 cm. Iya, memang masif ya. Nah, untuk spesifikasinya tentunya ini pakai layar 100 inci diagonalnya. Ini udah 4K UHD atau 3840 * 2160 piksel untuk resolusinya. Untuk teknologi layarnya ini pakai ULED Mini LED Pro. Backlight-nya pakai direct mini LED Pro dengan full array local diming. Dimming zone-nya itu ada 1248. Untuk refresh rate ini up to 165 Hz. Untuk HDR-nya dia punya HLG, HDR10, HDR10 Plus, dan DualB Vision. Jadi TV ini bisa menawarkan total HDR solution. Semuanya disediain di sini. Untuk prosesor, dia pakai High View AI Engine Pro. ini memungkinkan hadirnya berbagai fitur AI untuk kualitas tampilan TV termasuk AI picture, AI 4K upscaler, AISD upscaler, AI scenario, AI smooth motion dan lain sebagainya. Untuk audio dia pakai multi channel suround dengan speaker yang tadi ya yang 2.1.2 channel terdiri dari 215 watt main speaker plus 20 watt subwoover dan ada 2 * 5 watt side speaker. Jadi total sistem audio ini menawarkan daya output 60 wat. Ini besar ya. Nah, untuk fitur-fitur ada Dolby Digital, Dolby Atmos, automatic volume level, audio equalizer, dan lain sebagainya. Sistem audio ini juga disebut diuning oleh DeviT, salah satu perusahaan audio ternama ya. Nah, untuk fitur unggulan lainnya, Smartnya juga punya banyak sekali fitur penunjang kemampuannya, termasuk 165 Hz mode ultra, game bar, VRR, ALRM, HSR 288, serta High Conerto. Ada juga duan untuk IMAX enhanced dan filmmaker mode. Nah, untuk smart feature-nya ini OS-nya pakai Vida ya. dan mendukung Vida Voice baik lewat remote maupun dengan Farfield Voice yang memanfaatkan build-in microfon yang langsung ada di TV-nya. Ada juga dukungan untuk Google Chromecast dan Apple AirPlay. Jadi mau casting konten dari smartphone ke layar yang besar banget ini bisa mudah dilakukan. Pengaturan smart home juga bisa dilakukan langsung dari TV ini dengan dukungan untuk Google Home, Apple Home, Alexa Meter, dan beberapa layanan smart home lainnya. Untuk kreativitas Wii-nya ini adalah Wii 5 dual band. Bluetooth-nya versi 5 dan ada Ethernet di sini. Untuk TV digital tentunya sudah mendukung DVBT2 ya, jadi sesuai dengan standar TV digital di Indonesia. Jadi ini bisa buat langsung nonton TV digital di Indonesia tanpa perlu nambah STB lagi. Nah, terlihat kan kita bisa dapat banyak sekali siaran TV digital Indonesia. Untuk konektor atau IO-nya kita mulai dulu dari konektor yang menghadap ke samping. Ada 1 USB 3.0, ada 4 HDMI 2.1. Jadi, semua port ini mendukung input sampai 4K 165 Hz. Fitur khas HDMI 2.1 seperti VRR dan ALLM tentunya sudah didukung. Port HDMI yang ketiga juga mendukung ARC atau EARC untuk koneksi ke soundbar. Lalu ada antena in, ada antena in untuk DVBS, ada AV in, dan ada analog audio out. Sementara untuk konektor yang menghadap ke belakang ada satu USB 2.0, ada digital audio out, ada Ethernet juga di sini. Nah, saat pertama kali menghidupkan Smart TV ini tentunya ada setup awal untuk WSVIDA ya dan kita akan diminta untuk menghubungkan TV ke internet dan ada juga opsi untuk masuk ke akun Vida. Setelah itu, Smart F ini bisa kita pakai menikmati konten dari aplikasi streaming yang tersedia. Nah, secara standar beberapa aplikasi streaming seperti Netflix, Disney Plus, Hotstar, YouTube, Video, dan beberapa aplikasi populer lain sudah langsung tersedia di sini. Kalau butuh aplikasi lain, ada app Marketplace yang berisi berbagai aplikasi lain yang mau ditambahkan. Untuk input tampilan dari perangkat lain kita bisa pakai HDMI serta bisa juga pakai AV in. Nah, HDMI TV ini semuanya sudah mendukung input 4K HDR di 165 Hz. Kalau resolusi turunkan ke yang lebih rendah seperti 2560 * 1440 piksel, refresh rate yang tawarkan TV ini bisa naik ke 288 Hz ya, bukan ke full HD ya, bukan ya. Dan ini nyampai 288 Hz. Cocok nih kalau pasang laptop gaming atau game konsol generasi terbaru ke TV yang satu nih. Apalagi kok laptop gaming-nya yang super kencang gitu ya. Saynya untuk TV yang kami gunakan di pengujian ini, port dengan label HDMI 1 itu enggak bisa digunakan sama sekali. Tidak muncul tampilan apapun di layar tersebut saat kalian memasang kabel input e ke port tersebut ya. Tapi untuk port HDM lain semuanya berfungsi dengan baik. Ada kemungkinan ini cuman efek dari sampel yang kami terima aja. Oke, lanjut lagi. High Sense menyediakan dua port USB. Port USB 3.0 tentunya cocok untukemang storage berbasis USB ini kalau kita butuh membuka file foto, video atau audio langsung dari TV ini ya. Atau bisa juga untuk fitur PVR atau personal video recorder. Sementara untuk port USB 2.0 ini bisa untukemang keyboard untuk membantu kita input teks misalnya ya. Misalnya kita lagi mau nginput password login untuk aplikasi streaming atau input judul konten di kolom pencarian. Itu agak menyusahkan ya kalau kita pakai remote. Nah, pakai keyboard jauh lebih enak. Oh ya, bicara soal remote nih bentuknya seperti ini ya. Desainnya ya hanya ada tombol-tombol penting aja di remote ini. Jadi remote-nya terbilang pakai gaya yang modern dan desainnya juga lumayan beda sih ya abu-abu dan brush begini gayanya ya. Remote ini juga mendukung koneksi lewat Bluetooth. Jadi bisa dipakai untuk voice command seperti ini contohnya. What's the weather today? Nah, tapi TV-nya sendiri juga mendukung voice command langsung ke TV melalui build-in mikrofon. Begini demonya. Hai Vida, open HDMI 2. Oke, sekarang mari kita coba pakai TV HSN ini untuk menikmati konten. Kita coba dengan berbagai konten yang tersedia di berbagai aplikasi streaming-nya, ya. Secara umum kalian merasa bahwa TV ini bisa menawarkan tampilan dengan warna yang sangat memadai. Tersedianya berbagai picture mode juga bisa membantu kita mendapatkan karakter tampilan yang lebih pas sesuai dengan preferensi kita atau sesuai jenis konten yang tengah kita tonton. Nah, saat kami coba cek color gamut untuk mode standar, gamut coverage dan gamut volume terlihat dibuat sedekat mungkin ke 100% dp3. Sementara untuk mode cinema, gamut coverage dan volumen-nya terlihat diatur sedekat mungkin dengan 100% sRGB. Kurang lebih seperti ini ya hasil pengujiannya ya. Memang bukan yang pas 100% sRGB, tapi hasil seperti ini sudah menunjukkan kalau TV ini sama sekali tidak akan terasa kurang berwarna. Tinggal sesuaikan aja nih. Mau yang terasa lebih berkesan natural atau yang warnanya mau yang gonjreng. Tapi sebetulnya gonjreng juga tidak terlalu berlebihan di sini ya. Nah, ada juga mode dynamic. Mode ini menawarkan saturasi warna sedikit lebih tinggi dari standarnya ya. Nagamut coverage-nya ada di 95,6% di CP3 dengan gampus volume di 103,5% DC IP3. Ini memang menunjukkan kalau Smart TV Highseens ini menawarkan tampilan yang berkelas. Setidaknya dari si warna ya, ini sudah sangat-sangat memadai. Nah, untuk kedalaman warna gelap, Mini LED Pro dengan full array local diming itu bisa membantu TV ini menawarkan kedalaman yang baik, kontras jadi terasa tinggi banget. Nah, saat kami coba TV ini bisa dengan cepat menyalakan atau mematikan diming zone sesuai dengan kebutuhan. Efek kedipan atau flicker saat ada pergerakan objek tan di background gelap terkadang memang masih bisa terasa. Tapi ini enggak sampai yang mengganggu. Secara umum full area local diming di TV ini terasa berjalan dengan relatif baik ya. Lalu untuk tingkat kecerahan layar saat kami ukur untuk SDR di mode standar dan dynamic ini bisa mencapai sekitar 640 sampai 660 nitz. Ini udah terbilang relatif tinggi. Harusnya ini sudah memadai untuk dipakai nonton di siang hari di ruangan yang banyak jendela-jendelanya. Terlebih lagi, TV ini juga sudah punya permukaan layar anti reflection yang mengurangi pantulan cahaya atau bayangan apapun yang ada di depannya. Ini memungkinkan kita untuk mendapatkan tampilan yang relatif bebas dari gangguan. Nah, untuk beberapa model lain misalnya Cinema, tingkat secara standar diatur tidak setinggi di mode standar dan dinamic. Terkait tingkat kecerahan atau gratis ini, ada AI chroma light sensor yang bisa membantu meningkatkan atau menurunkan tingkat keserahan sesuai kondisi pencahayaan di sekitar TV kita. ini bisa membantu untuk menghindari munculnya tampilan yang terlalu terang atau mungkin terlalu gelap. Fitur ini memang tidak selalu aktif di semua picture mode yang tersedia, tapi kalau dibutuhkan ini bisa diaktifkan secara manual juga loh. Lanjut lagi untuk HDR, tingkat kecerahan layar ini masih bisa naik lagi ke kisaran 1000 nit. Tinggi banget ini. HDR sendiri juga tampil rapi di TV ini. Memuaskan berbagai detail di area gelap maupun area terang bisa dipertahankan dengan baik tanpa merusak tampilan secara keseluruhan. Dual Bion juga berjalan baik nih saat kami coba pakai Netflix di sini. Nah, selain tampilan yang terasa berkelas, kami juga merasa bahwa TV ini menawarkan tampilan yang bersih, tidak terasa ada gangguan di layar seperti area gelap di sudut layar atau di area tepi layar dan lain sebagainya. Sementara untuk viewing angle masih ada sedikit pergeseran yang terasa kalau kita lihat ke layar ini dari sudut yang miring. Tapi ini tipis-tipis saja belum sampai terasa mengganggu. Apalagi ini layar ukuran 100 inci sebenarnya minim kemungkinan kita harus nonton dari sudut yang miring ya. Mantap nih buat nonton rameai-rame. Nah, untuk upscaler kami merasa ini sudah cukup efektif untuk konten 1080p. Konten masih bisa diangkat sehingga tampil cukup rapi di layar yang besar banget ini. Tapi kalau kontennya 720p ke bawah, sayangnya ini masih belum bisa diangkat sampai tampil. bisa terlihat seperti punya resolusi tinggi. Sepertinya ini masih ada kaitannya dengan resolusi 4K di layar 100 inci yang menurut kami mungkin memang sudah jadi batas atasnya ya. Jadi masih cukup wajarlah kalau konta 720p udah cukup sulit diangkat supaya bisa terlihat beresolusi tinggi di TV sebesar ini. Tapi setnya untuk 1080p aman. Lalu untuk mmc atau fitur untuk membuat konten dengan frame rate rendah. Jadi seakan tampil dengan frame rate yang tinggi. Ini tentunya tersedia. High menjemputnya sebagai AI smooth motion. Highenten secara standar mengaktifkan ini di beberapa picture mode termasuk standar dan dynamic. Tapi untuk mode cinema mereka sudah mengatur ke setting film. Nah, ini tidak akan membuat tampilannya terasa seperti ee 60 fps yang licin-licin gitu enggak ya. Jadi lebih cematik aja jadinya di sini. Fungsinya di sini sepertinya lebih untuk mengurangi kemungkinan munculnya efek patah-patah yang bisa tampil karena menampilkan konten dengan frame rate yang rendah di layar dengan refresh rate yang tinggi. Nah, bagaimana kalau kalian lebih suka karakter tampilan mode standar atau dynamic tapi enggak suka dengan MC ini? tenang, masih bisa dinonaktifkan secara manual yang satu ini. Sayangnya menonaktifkan MEMC secara total juga membuat efek patah-patah tadi bisa sedikit terasa kalau kita nonton konten yang 24 fps atau 30 fps. Gerakan cepat bisa jadi terasa sedikit kurang mulus di sini. Jadi mungkin ada baiknya memang diatur ke saja ya yang bisa sedikit mengurangi efek patah-patah tersebut tanpa membuat konten jadi tampil seperti punya frame rate yang tinggi. Nah, untuk menu setting ini khas Fida ya, ada overlay menu bar di bawah layar yang berisi pengaturan cepat untuk beberapa hal termasuk untuk picture mode, sound mode, dan beberapa yang lainnya. Kalau butuh pengaturan yang lebih lengkap, kita akan dibawa masuk ke menu pengaturan utama yang juga tampil sebagai overlay. Jadi kita bisa melihat langsung efek perubahan yang kita lakukan. Ini smart TV yang benar, tidak merepotkan apalagi navigasi di OSD ini terasa mulus. Baik di halaman utama, menu setting, sampai di dalam aplikasi streaming pun lancar. Benar-benar terasa pakai smart TV yang berkelas di sini. Lanjut lagi untuk audio. Speaker 2.1.2 dua channel di TV ini terasa bisa menghasilkan bass yang keras ya, mid yang relatif bersih serta trble yang cukup rapi tapi enggak tajam, tidak mengir telinga. Sayangnya kalian merasa harmoni suara yang disekan masih kurang mantap aja di sini bass kadang terkesan terlalu dominan menutupi yang lain. Sementara untuk efek suround sudah terasa cukup lebar tapi memang belum yang sampai bisa terasa datang dari berbagai arah dari kanan kiri kita gitu ya. Ya, belumlah ya. Ada Ecan tersedia di pengaturan sound di sini. Bisa untuk sedikit fine tuning tapi memang belum bisa terasa benar-benar menggeser karakter suara yang dihasilkan. Nah, untuk efek surround sudah terbilang cukup terasa walaupun memang masih belum yang mengelilingi bangetlah ya. Nah, secara umum sistem audio TV ini sudah terbilang memadai bahkan mungkin sudah bisa membuat banyak orang merasa tidak perlu menggunakan sistem audio tambahan lagi. Tapi kalau memang merasa butuh pakai sistem audio tambahan, opsi yang tersedia cukup banyak. Kita bisa pakai HDMI arc analog audio out atau mau pakai Bluetooth juga bisa sih. Tapi saran kami sih pakai yang kabel-kabel aja ya. Oke, sekarang kita beralih ke gaming. Sekilas ini terbilang TV yang menyenangkan ya untuk main game ya. Ukurannya super besar ditambah dengan refres yang tinggi. Nah, ini menjanjikan tampilan yang imersif untuk gaming. Fitur gaming tawarkan juga terbilang banyak ya. Auto low latency mode tentunya ada. Ini membuat game mode bisa aktif secara otomatis. VRR bagaimana atau variabel refresh rate itu gimana? tentunya ada juga bisa dari 48 Hz sampai 165 Hz untuk resolusi 4K dan dia bisa mencapai 288 Hz untuk resolusi di bawah itu. Nah, saat kami digunakan dengan laptop yang biasa kami gunakan ini juga terdeteksi Gsycatel dan efek dari fitur ini juga langsung bisa kita rasakan. Ini membuat kita bisa menikmati game tanpa gangguan teering dan startering. Oh ya, pastikan ya bahwa PC yang kita gunakan sudah cukup kuat untuk menjalankan game di frame rate tinggi untuk resolusi 4K seperti ini. Karena untuk tampilan terbaik sebaiknya memang game dijalankan di 4K. Nah, terkait fitur gaming lain khas Fida ya ada game bar juga dengan tampilan seperti ini. Ada juga beberapa fitur seperti Aim Point dan map zoom yang bisa diakses dari game bar. Oke, sekarang kita lihat konsumsi dayanya. TV ini mendukung full array local dimming. Jadi seharusnya rentang konsumsi dayanya akan cukup lebar. Kita coba cek untuk SDR dulu ya. Di mode standar konsumsi dayanya rata-rata ada di 220 sampai 325 watt. Sementara untuk tampilan yang mayoritasnya gelap, konsumsi dayanya masih bisa turun lagi sampai di bawah 100 watt. Nah, untuk dynamic konsumsi daya rata-rata ada di kisaran 360 sampai 380 wat. Hanya pada saat tampilan mayores gelap saja konsumsi daya bisa turun lagi nih sampai mendekati 100 watt. Nah, untuk energy saving konsumsi daya bisa ditahan di kisaran 150 sampai 265 watt dengan konsumsi daya di tampilan mayoritas gelap bisa mendekati 80 watt. Oke, beralih ke HDR. Untuk standar dan dynamic konsumsi daya dari kisaran 200 sampai 385 watt. Sementara untuk tampilan mayoritas gelap dia bisa turun ke kisaran 120 wat. Kalau kita pakai energy saving untuk HDR konsumsi dayanya ada di kisaran 170 sampai 380 wat. Dan saat tampilannya mayoritas gelap ini bisa turun di bawah 100 wat. Jadi overall TV 100 inch ini tidak pernah nyentuh sampai 400 wat. Selalu ada di bawah 400 wat. Oke, untuk harganya HSS menawarkan smart TV ukuran super besar ini di harga Rp53.999.000. Harga yang menurut kami cukup sepadan dengan apa yang ditawarkannya. Dan smart TV ini dilindungi garansi selama 3 tahun. Sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kami masih merasakan adanya efek jader saat mutar konten dengan frame rate rendah. Untungnya ini bukan yang parah ya, cuman kadang-kadang aja. Lalu upsceller ini belum terasa mantap untuk konten dengan resolusi yang di bawah. 1080p. Lalu kita sedikit berharap suara yang dihasilkan oleh sistem audio TV ini bisa lebih harmonis lagi yang seharusnya akan terasa meningkatkan kualitas suaranya. Kami enggak bilang speakernya jelek ya, speakernya udah bagus buat kelasnya sebetulnya tapi kami berharap bisa lebih lagilah. Nah, lalu kalau mau pakai soundbar, kita harus menempatkannya di depan TV karena celah di kolong TV ini tidak mencukupi. Kemudian untuk main game di kuat tertinggi yang ditawarkan TV ini 4K 165 Hz, kita harus punya PC yang terbilang sangat-sangat mumpuni. Yalah, 4K 100-an FPS kan kalau mau enak ya. Oh ya, dan satu lagi pastikan juga ruangan dan meja yang digunakan untuk TV ini sudah cukup besar ya. Ini memang TV dengan ukuran yang masif. Nah, dari sini kami suka jelas ukuran layar super besar, tampilan berkualitas, tapi harganya tuh enggak yang tinggi-tinggi amat, bukan 100 inci terus R juta juga gitu, enggak ya. Tampilan warna tidak over satur rated. Ada picture mode yang diatur mendekati 100% sRGB dan 100% DC3 udah pas banget. Refresh set layar bisa nyampai 165 Hz di 4K. Kalau pakai resolusi di bawah 4K bisa naik ke 288 Hz. Mantap. Ini dukungan lengkap untuk HDR termasuk Dolby Vision juga tersedia di sini. Lalu ada banyak fitur gaming seperti game mode, game bar, ALLM, VRR dan sebagainya. Fitur-fitur gaming modern itu ada di sini. Lalu Mini LED Pro dengan full area local diming ini buat kontras tampilan tawarkan jadi tinggi di sini. Brightness ti juga tinggi. Ada anti reflection juga yang bikin nonton dengan TV ini terasa nyaman sekali walaupun e kita ada di ruangan yang cukup terang di siang hari ya. Nah, lalu kemudian karena dia bukan pakai OLED, resiko terkena masalah burn in terbilang sangat kecil sekali. dia punya empat port HDMI dan semuanya udah support 4K 165 Hz. OS Fidanya nah ini menawarkan pengalaman pakai yang nyaman dan lancar. Selain itu, beberapa fitur khas Fida juga tentunya tersedia termasuk fitur karaoke mode ya. Nah, kemudian dia juga tentunya siap untuk menerima siaran TV digital Indonesia ya. High Sense ULED mini LED TV U7Q ini khususnya untuk yang 100 inci seperti yang kami ujikan ini akan cocok untuk yang mencari layar super besar untuk pusat hiburan di tempat tinggal kita. Mau buat nonton seru, mau buat main game mantap, mau buat rameai-rame bisa banget. Enggak malu-maluin tampilannya ya. Ini akan menawarkan pengalaman yang imersif dan berkelas. Lagi-lagi kami merasa bahwa harganya memang layak untuk apa yang ditawarkan. Secara umum HighSense U7Q ini bisa dikatakan merupakan smart TV dengan banyak keunggulan yang sulit dilawatkan dan tampil dengan fitur-fitur yang premium. Saya Dedi Irfan, Jaka Tib TV. [musik]
