LAYAR GEDE + OLED 💕 | Unboxing Legion Go 2 Indonesia (YouTube Video)
Halo, kemarin kita sudah unboxing ROG Xbox, sekarang giliran Legend Go 2. Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romy ya. Ini yang gua tunggu-tunggu akhirnya datang juga masuk resmi ke Indonesia. Nah, ini boksnya gede banget ya, Teman-teman. Bisa lihat dah kayak gini. Ini lebih gede dari boknya ROG e Xbox L kemarin. Ini warna hitam aja ya. Khas banget deh tulisan ada tulisan Legion-nya. Terus isinya seperti ini. Oke. Nah, di dalam box ini sebenarnya ada charger. Chargernya sudah gua keluarin nih. Dapat yang kompact sih sebenarnya ya. Nyambung seperti ini dengan kabel USBC-nya. dayanya di 65 watt. Nah, device-nya ah dia sudah ada di dalam travel cas nih kayak gini ya. Dalam travel cas enak. Jadi udah dapat travel cash-nya. Jadi kita enggak usah repot beli lagi walaupun ini ya pas-pasan ya, enggak terlalu gede. Jadi ngepas banget sama dimensi device-nya. Kita buka. Tada. Seperti inilah wujud dari Legend Go. Cuman ada satu warna aja yaitu warna hitam seperti ini. Dan selain device-nya kita juga dapat nih ada sambungan ya. Ini list kayak Nintendo Switch ya. Kayak kita kan tahu controllernya itu bisa dilepas dan ini adalah docking-nya base-nya untuk kita pakai ee mode mouse-nya ya. Oke, ini penampakan dari device-nya. Jadi warnanya benar-benar full hitam seperti ini. Kalau secara desain ya, gua melihat Legend Go 2 ini adalah eh device yang sebenarnya tongkrongannya tuh lebih kalem, lebih universal, enggak gaming banget. Walaupun secara handling, nah ini kalau menurut gua ini kalah dibanding Xbox L. Kenapa? Karena pertama dimensinya kan gede, terus dia juga lumayan nih bobotnya 920 gr. Jadi hampir 1 kg. Jadi kalau buat teman-teman yang mungkin sudah sebelumnya pernah pakai Legion Go yang gen 1 itu enggak terlalu masalah ya karena beda-bedanya dikit ya. Mungkin beda dari 800-an ke 900 gr. Kalau sebelumnya cuman pakai MSI yang ee clow ataupun eh ROG itu kan 700-an gram naik 200 sekian gram. Nah, itu lumayan berasa ya intinya hampir 1 kg. Kita body tour dulu ya. Di bagian atas ini dia ada speaker dua ya kanan kiri. Jadi speakernya top firing ya. Kalau Xbox LX kemarin front firing, front facing kalau ini ke atas. Terus ada tombol volume kanan kiri terpisah. Ada port USB C, ada ee ini exhaust, terus ada tombol power sekaligus dia bisa menyala dan menjadi sensor fingerprint. Kemudian kalau di bawah nih ada slot micro SD, jack audio, dan ada port USBC lagi. Nah, untuk stiknya, gempad-nya ini kan bisa dilepas ya. Caranya kurang lebih mirip ya dengan yang sebelumnya nih. Ada tombolnya tinggal di pencet dan ke bawahin. Gampang banget sih dia. Bukan sistem magnet kayak switch 2. Pencet geser ke bawah. Nah, segampang itu nih, Teman-teman bisa lihat dia lebih ergonomis dan juga sedikit lebih tinggi kalau kita bandingkan dengan Legion Go yang Gen 1. Tombol-tombolnya enak, enggak berasa kayak tombol murahan. Terus ya seperti biasa ya, di sini untuk bagian yang sebelah kanan ada banyak makro, tombol makro ya. Ada M1, M2, M3, ada Y3. Terus ada di sini juga ada jok dial-nya nih ya buat scroll wheel kayak mouse lah ibaratnya kayak gitu. Nah, kalau yang di sebelah kiri cuman ada Y1 dan ada Y2 aja. Nah, balik ke tabletnya. Kalau kita lihat di bagian belakang ini ada kisi-kisi seperti ini. Lubang kita bisa ngintip tuh kelihatan ada kipasnya. Ini adalah untuk intake-nya ya. Jadi nanti ee nyedot terus dibuangnya ke atas. Ee untuk pasang gempad-nya ya tinggal di tempelin dan geser ke atas dikit. Dah gitu doang. Nah, untuk bahannya sendiri sebenarnya pas pertama kali gua pegang gua agak sedikit apa ya? Mm ngerasa kayak kurang puas. Bukan soal jelek atau enggaknya, bagus materialnya. Cuman finishing-nya aja sih. Karena dia dibikin kayak dove gini. Dan kalau misalkan kita berkeringat atau tangan kita berminyak ya, misalkan kita lagi makan gorengan, terus megang ini habis nih bakal nyiplak di sini ya. Terus juga di bagian gempetnya bagian samping sini nih depan nih ya. Ini berasanya licin gitu. Kalau bagian belakangnya ini enak, ada gripnya, ada konturnya, tapi di depan ini licin. Jadi kalau misalkan kita lagi main di ruangan AC yang dingin banget itu bukan enggak mungkin ini akan membuat telapak tangan kita bagian sini ya itu berasa jadi licin. Jadi handling-nya kurang enak ditambah device-nya berat terus handling-nya ya kita harus benar-benar terbiasa ya. Sebenarnya sih ini 24 jam gua udah pakai kemarin seharian akhirnya terbiasa. Tapi awal-awal menurut gua itu kurang banget ya. Kalau balik lagi kalau dibanding Xbox L memang handling-nya jauh banget. Tapi yang paling menarik dari GO 2 adalah layarnya. Maka dari itu gua mau nyalain dulu. Masuk ke Windows-nya. Ini bawannya Windows 11. Kita pakai fingerprint tuh cepat. Nah, tampilannya seperti ini. Windows yang sudah gua install ada lumayan beberapa game. Dia panelnya ini pakai OLED yang juga sudah support HDR. Jadi, benar-benar nikmat banget. Terus juga baselnya ya, ini relatif masih acceptable jadi enggak tebal tebal-tebal banget ya dibanding para kompetitornya. Apalagi kemarin Xbox L X itu atas bawahnya cukup tebal. Nah, ini relatif tipis. Nah, untuk speknya dia pakai Z2, RAM 32 gig, terus SSD-nya 1 TB. Enggak ada opsi lain yang di Indonesia. Jadi, itu aja. Terus baterainya 74 wat hour. Sekarang gua pengin kasih lihat nih ya menu Legend Go-nya. Kita tinggal pencet tombol yang kiri atas ini yang kecil. Jadi tampilannya seperti ini nih. Stream eh game yang sudah kita install. Terus di sini ada settingan untuk real time informasi kayak kipas, CPU, GPU, temperaturnya, terus persentasenya, clock speed-nya berapa. Kemudian ada juga controller itu eh gamepad-nya ya. Di sini kita bisa nyetting kayak eh lampunya, mapping-nya, trigger setting-nya, gyro, vibration, dan lain-lain. Terus di bagian bawah di sini ada tuh menu performance. Nah, di sini ada tiga pilihan preset untuk thermal mode atau TDP. Ada quiet, balance, performance, dan custom. Nah, untuk custom dia bisa sampai dengan 35 watt tanpa harus nyolok. Terus kemudian kita juga bisa atur display-nya, brightness-nya, resolusi, refresh rate-nya, terus juga ada fitur buat one tap screen burn in prevention ya. Jadi biar si layar OLED-nya ini kalau nampilin lagi idle, nampilin gambar yang sama beberapa menit itu kan berbahaya kalau dalam jangka waktu yang lama bisa burn in. Nah, itu ada fiturnya, terus ada pengaturan audionya, kemudian ada dis and driver. Nah, btw kalau nanti teman-teman beli ini ee di sini kita pencet check for updates ya. Kita tidak akan ada tampilannya di sini yang harus di-update apa aja. Jadi kita harus klik yang ini ya, Windows Update karena memang update-nya itu nanti akan nyambung di Windows Update itu eh driver dan lain-lain itu semuanya akan muncul di situ. Kemudian kalau tombol yang kanan yang atas. Nah, ini untuk shortcut. Tampilannya seperti ini ya. Kita bisa ngatur brightness, volume, shortcut untuk Bluetooth, Wii, ganti-ganti resolusi, refresh rate, terus frame monitoring ya, kayak angka frame rate dan lain-lain nih yang kecil di sini. Terus juga bisa mengatur controllernya juga di sini ya. Bisa ngatur eh tingkat vibrasi, vibration mode-nya bisa FPS racing, eh game-game shooter dan lain-lain. Kemudian lighting effect-nya ada tiga preset ya. Terus touchpad-nya juga ada pengaturan di sini. Touchpad-nya bisa diaktifin atau nonaktifin dan juga bisa ada vibrasinya. Dan ngomong-ngomong si Legion Go2 ini vibrasinya juga termasuk yang mantap, hepticknya, lembut, enak, e enggak sember ya. Cukup jauh lah dibanding MSI Clow yang gua pernah pakai itu salah satu yang paling kurang ok lah. Dan jangan lupa juga by default ini kan si G2 punya RAM 32 gig. Nah, untuk sharing V RAM-nya itu cuma dikasih 2 GB. Itu kecil banget. Jadi, Teman-teman bisa nanti masuk ke AMD Adrenalin ke bagian performance, kemudian ke bagian tuning. Nah, di sini teman-teman bisa ubah ya pilihannya ada banyak by default. Sekali lagi cuman 2 GB. Ini gua set ke 8 GB. Jadi spare sisanya ada 24 GB untuk sistem yang mana menurut gua itu udah yang paling ok lah, yang paling ee layak untuk dipakai. Sekarang kita coba langsung main game ya. Ini Marvel Spider-Man yang pertama gua pakai custom TDP di 25 watt gua setting. Untuk preset dari grafisnya ini gua pakai gua jarang pakai resolusi mentok ya. Jadi biasanya gua pakai resolus di tengah-tengah ini 1050. Kemudian untuk frame gen gua enggak pakai. Upscale-nya pakai FSR3. Terus preset grafiknya gua pakai medium aja. Nah, ini kita langsung bisa lihat ini ya. Dapat 60-an FPS tuh. Asik sih, lancar 50 60. Dan kita coba lagi swing. Nah, ini seperti yang gua bilang ya, vibration-nya enak bisa kita atur. Ini gua pakai yang wig yang lembut, cakep ya. Oke. Dan yang gua suka juga sebenarnya speakernya ya. Walaupun sayangnya memang seperti yang di awal gua bilang, speakernya ngadapnya ke atas. Jadi kalau kita main lagi kayak gini ya enggak nghadap langsung ke kuping kita tapi kualitasnya. Terus juga kelantangannya ini mantap sih. Jadi gua tidak ada e kendala, tidak ada komplain lah sebenarnya untuk kualitas speakernya itu sendiri. Oke, nih ya. Sekalian teman-teman dengar speakernya. Suara langkah kaki kena pasir itu juga detail banget sih. Jadi gua enggak ada komplain lah sekali lagi untuk speakernya. Oh ya, sekalian ya gua infoin ya. Ini untuk CPU-nya adem sih relatifnya di 62 derajat. Kalau kemarin Xbox X itu di 70-an derajat dengan TDP 25 watt ya. Oke, terakhir gua pengen coba untuk copotin gamepad yang kanan kita jadiin mouse ya. Harusnya caranya sih enggak susah dan dia pakai sistem magnet ya. Kita tinggal masukin aja kayak gini. Tuh ya. Benar ada magnetnya. Udah langsung ngeklik seperti ini. Terus kita tinggal e nyalain aja nih FPS mod-nya. Switch-nya di bawah ya. Tinggal kita ubah. Nah, yang ini kayaknya buat e oke ini buat tutupnya. Jadi kan megangnya gini ya. Kalau kita cuman pegang langsung seperti ini enggak enak kena ee pogo pinnya. Jadi kita bisa tutupin pakai tutupannya ini. Nah, seperti ini tuh jadinya udah. Oh, oke. Tuh, enak sih ya. So, kalau menurut gua ya, dari impresi awal gua aja ya, 24 jam pakai, yang jelas Legend Go 2 ini adalah device yang jauh lebih enak dilihat kalau kita bandingin ya. Karena baru-baru ini yang nongol adalah Xbox Al X dari ROG ya. Ini jauh lebih good looking. Eh, layarnya apalagi ya? Ini enggak ada lawan lah. Pokoknya enak banget kalau teman-teman ngelihat langsung. Sayangnya ini gua memang pakai ee pelindung yang mate ya, jadi enggak terlalu keluar warnanya. nya. Tapi kalau kita ngelihat langsung sih sebenarnya ini bagus banget dan juga speakernya juga oke banget. Ee build quality-nya juga oke banget. Tombol-tombolnya semuanya juga enak ya. Paling ya kurangnya ya licin dan berat. Itu aja sih ya. Tapi itu memang ee butuh adaptasi aja sampai dengan nantinya kita bisa terbiasa. Soal performa gua enggak mau komen banyak karena ini gua belum utak-atik jadi mungkin belum optimal. Nah, untuk link pembeliannya so far setahu gua kayaknya masih lewat beli-beli ya, eksklusif sampai dengan tanggal 25 atau tanggal 26. Linknya gua drop di deskripsi. Terima kasih.
